My Lovely Veterinary [Part 1]

Main Cast                 : Kim Heechul, Lee Hara

Support Cast           : All Super Junior members.

Genre                         : Sweet Romance, Comedy.

Rating                        : 15th

Leght                         : Chaptered

Ps: Please don’t copy and paste this without my permissions.

 

Ini pernah di post di blog pribadi author

riikuclouds.wordpress.com

 

Aku bikin ff ini sekedar iseng. Maaf aja kalo gaje. Aku pake cast oppa Heechul karena aku suka dia. Aku suka Kim Heechul yang punya kelainan kejiwaan. Haha. Maaf yah Chulpa ^^. Tapi itulah yang jadi daya tarik dia. Sifatnya yang sok perfect, banyak tingkah, nyablak, autis, mencintai diri sendiri dan penyayang itu nyaris mirip-mirip sama aku. :-p

 

Heechul POV

 

Pagi yang cerah. Secerah indahnya wajahku.

Aku bersyukur ditakdirkan menjadi tampan sekaligus cantik

Hidupku penuh keceriaan, kesempurnaan

Tak perlu cemas

Tertawalah bersama..

“Ha ha ha ha!!”

Aku sedang asik menatap wajahku yang terlalu indah di depan kaca wastafel kamar mandi. Namun, tanpa sadar aku tertawa keras.

 

BRAKK

 

“Heechul-a!! Gwencana yo? Apa kau kerasukan lagi?”

 

Sial. Tawaku tadi telah sukses membuat sesosok orang narsis lainnya di kelompok pemuda-pemudi cukup berumur yang masih mengaku tampan, yang juga sekaligus pemimpin kelompok ini, melonggok ke kamar mandi dengan terheran-heran. Siapa lagi kalau bukan Park Jungsoo yang paling berumur, yang datang seenaknya membuka pintu kamar mandi.

 

“Yakk!! Kau seenaknya buka pintu! Mau ngintip hu?”

 

“Pabo! Bagusan juga liat tubuhku sendiri! Kau itu teriak kencang sekali. Mengagetkanku. Kupikir kau kerasukan.”

 

“Ya!! Enak saja berpikir aku kerasukan!”

 

“Yasudah kalau kau tidak apa-apa. Mandi sana!”

 

“Kau pikir aku mau apa di kamar mandi ini hah? Memangnya aku mau main PS?. Kau yang menggangguku tahu! Aish. Sana-sana pergi! Hush!”

 

“Ara..arasso.. selamat menikmati mandimu. ‘alias waktu untukmu bernarsis ria’, Heechul-a.” kata Jungsoo sambil memberi penekanan di kata terakhirnya.

 

“Yak!!”

 

BRAKK

 

Aku selesai mandi dan langsung menuju lantai bawah untuk sarapan. Seperti biasa, dongsaengku yang sangat berjasa menyempatkan hidupnya mengabdi pada hyung-hyung dan satu dongsaeng setan kami untuk memenuhi gizi harian kami selama ini, Kim Ryeowook, telah memasakkan masakan menggodanya untuk sarapan pagi ini. Kali ini ia memasak nasi goreng China. Ah, jadi ingat si anak Cina yang selalu berlagak tidak mengerti bahasa Korea itu, Hankyung. Akulah kekasihnya yang ia tinggalkan.

 

Aku duduk di samping Kyuhyun, yang sudah mulai melahap sepertiga porsinya sambil memegang benda keramatnya, apalagi kalo bukan PSP, di tangan kirinya. Tentu saja Sungmin yang di sebelahnya sedang melarang sekaligus menasehati si setan kecil kami ini. Biasanya aku suka ikutan berteriak atas kegiatan aneh Kyuhyun gila game ini, tapi kali ini perutku lebih bisa meredam emosiku.

 

Aku langsung mengambil bagian sarapanku dan makan selahapnya. Yesung dan Shindong sepertinya sudah selesai makan. Shindong sepertinya berada di ruang tengah menonton TV, Yesung yang tadi kulihat, sedang asik memberi makan anak-anaknya si kommaeng2nya.. Hyukjae dan Donghae tetap berduaan makan di sini. Bikin geli saja suap-suapan begitu. Belum lagi di sebelahku si evil ini malah kurang ajarnya meminta Sungmin menyuapinya sedangkan dia sedang sibuk main game dengan PSP tercintanya.

 

“Hyung, mau kubuatkan kopi, teh atau susu?”

 

Ryeowook yang tiba-tiba menanyaiku membuatku menghentikan perhatianku pada tingkah-tingkah remaja-remaja lansia di dorm ini. Anak ini memang paling manis dan sopan sikapnya pada orang yang lebih tua. Tapi aku tahu betul terkadang mulutnya bisa menjadi mulut iblis yang berbisa juga.

 

“Aku mau teh susu saja yah. Gomawo.”

 

“Ne. aku akan buatkan hyung. Tunggu ya.”

 

Tak lama kemudian datanglah komandan kami menebar pesonanya di pagi ini.

 

“Aloha semua dongsaengku tercinta… Apa kalian sudah sarapan? Nanti jam 8 kita ke studio untuk pemotretan majalah STAR untuk minggu depan ya.. Kuharap kalian tidak terlambat.” Sang ketua memulai instruksinya.

 

“Hyung, semuanya ikutan kan?” Tanya Donghae.

 

“Ya, tentu saja.” Leetuk menjawab.

 

“Aissh..Donghae-a. Mana mungkin ada yang ditinggal. Kan segrup yang dikontrak jadi pasti semua ikut.” Timpalku kesal. Bagaimana tidak. Hal kecil begini pun si anak ikan masih bertanya.

 

“Aku tahu itu hyung. tapi maksudku bukan begitu. Maksudku, apa kita semua akan ikut Eeteuk hyung naik mobilnya yang hanya berkapasitas terbatas? Apa mungkin bisa muat?” Donghae bertanya dengan mimik tanpa dosa.

 

“Tinggal dibagi dua saja juga bisa! Repot sekali kau ini berfikirnya!” sahutku.

 

“Wa..Teukki hyung! Heechul Hyung mau membagi dua mobilmu! Bukankah itu tindakan kriminal!” teriak Kyuhyun.

 

“Yaa!! Kyuhyun-a! Mau mati kau hah!?”

 

“Kyaaa…putri Heechul ngamuukkk..LARIII..”

 

Si Kyuhyun setan itu pun langsung berlari kabur dari terkamanku.

 

“Kyuhyun-a! Bekas makanmu rapihkan dulu piringnya!”

 

Kali ini Sungmin yang berteriak padanya. Benar-benar si maknae setan itu yah.

Studio Pemotretan

 

“Heechul-shii, giliranmu sekarang.”

 

Hyung manager mempersilahkan aku untuk dipotret sekarang. aku yang sedang menggendong Heebum segera menuju tempat pemotretan. Tapi ditengah jalan aku berhenti.

 

“Enhyukie. gendong anakku!” perintahku pada Eunhyuk.

 

Kebetulan yang sedang ketiban sial karena berada dekat posisiku sekarang adalah Eunhyuk.

 

“Hyung..aku khawatir.”

 

“Khawatir apa? Aish sudahlah kalau kau tidak sanggup menggendongnya lagi kan bisa gantian sama Yesungie!”

 

Yesung yang merasa namanya tadi disebut langsung menoleh kaget dengan lebay. Dialah orang yang juga mendapat predikat aneh juga sepertiku. Bedanya, aku aneh ekspresif, sedangkan dia, aneh tidak jelas.

 

“Hyung, aku sudah cape, ini ku berikan padamu.” Eunhyukie langsung menyerahkan heebum pada Yesungie. Aku kemudian melangkah menuju tempat pemotretan itu. Tapi kemudian terhenti karena perkataan Yesungie.

 

“Hyukie. Tidak bisa ini. Nanti kalau dia jatuh dan pecah aku tidak sanggup membelinya sama Heechul hyung.”

 

Mwo? Dia pikir anakku ini barang pecah belah?

Aish..

Pemotretan aku sudah selesai. Masih ada Kyuhyunie, Sungmin, Eeteuk dan Ryeowook yang belum ambil gambar. Aku bosan menunggu ini selesai. Heebum pun sudah merengek minta pulang kalau misalnya dia bisa ngomong kurasa.

 

Aku memutuskan ijin pulang duluan ke Dorm pada manager hyung.

 

“Hyung, aku mau duluan balik.”

 

“Mwo? Belum selesai kan?”

 

“Tapi aku sudah di take gambar. Heebum minta pulang nih.”

 

“Jangan ngaco ah. Kucing ko bisa minta pulang.”

 

“Dia minta pulang dalam imajinasiku. Aish sudahlah hyung. yang penting aku pulang duluan sekarang.”

 

“Ya!! Heechul-a!”

 

Bodo ah. Aku mau pulang duluan saja.

 

At Animals Clinic near Studio STAR

Hara POV

 

“Hara ya. Tolong selamatkan dia! Tadi ia tertabrak lari oleh orang tak dikenal. Aku benar-benar panik dan khawatir. Tolong selamatkan dia..hiks”

 

“Bagaimana ini bisa terjadi Ahjumma??”

 

Seorang ahjumma tetanggaku  datang padaku yang ternyata sedang menggendong seekor anjingnya yang terluka bagian kakinya. Meskipun tidak terlalu parah, tapi tetap saja luka tersebut harus dianggap serius. Memang akhir-akhir ini banyak sekali korban tabrak lari, terutama hewan peliharaan. Kasihan. Para pelaku memang tidak berprikehewanan.

 

Aku membawa anjing itu ke ruangan pengobatan dan kemudian mengobatinya. Setelah selesai ahjumma itu kemudian berkali-kali berterima kasih padaku. Aku memberikan resep padanya dan memintanya menebus obat itu.

 

Aku sekarang tidak ada pekerjaan lagi. Akhirnya memutuskan membaca ulang novel Harry potter ku lagi. Bosan. Sepi. Beginilah hidup menjadi dokter hewan. Kalau dokter manusia sih, pasti banyak pengunjungnya. Manusia kan sakitnya sering. Bahkan sakit yang sekalipun tidak ada obatnya. Kalau hewan, cuma hewan beruntung yang bisa masuk klinik dokter hewan.

 

CKIITTT..

 

Aku sedang menikmati kedamaianku tiba-tiba saja terdengar suara rem mobil kencang. Mengagetkan. Aku langsung keluar klinik mencari tahu apa itu. Aku lihat seorang berlari mengejar kucing dimana kucingnya berlari mengejar tikus dan tikusnya tidak mengejar apa-apa.

 

“Hya!! Heebum! Jangan lari!”

 

Berhasil kucing itu tertangkap olehnya. Ia kemudian menggendong kucing itu dan menciuminya.

 

“Jangan menyebrang tanpa tengok kanan-kiri dulu heebum. Bahaya. Nanti kamu tertabrak. Lihat tadi kan, kamu hampir ditabrak.”

 

Bisa-bisanya ada orang kurang waras yang menasehati kucing. Padahal kucing itu aku rasa tidak tahu namanya sendiri. Manusia memang senang sekali iseng menampakkan kebodohannya.

 

“Hya!! Heebum, kau berdarah!! Aduhh.. bagaimana ini!”

 

Mwo? Jangan-jangan kucing itu tadi terkena lindasan mobil? Mobil yang menabrak tadi sudah kabur lagi.

 

“Heebum..jangan mati! Appa tidak ingin kau meninggalkan appa! Heebum!”

 

Ish. Orang itu aneh sekali. Seperti orang gila yang terus saja teriak-teriak pada kucing. Masalahnya bukan aku saja yang merasa, tapi orang-orang yang lewat juga menatap dengan aneh ke arahnya. Aku jadi kesal dengannya. Aku segera menghampiri dan mengambil kucing itu dari gendongannya.

 

“Yak!! Yak!! Apa yang kau lakukan hah!”

 

Aku tidak peduli orang itu yang berteriak terus. Ia sekarang berdiri di sampingku. Aku hanya melihatnya sekilas memasang tampang ingin membunuhnya dan berkata “DIAM KAU CEREWET” dalam hati.

 

“Mwo? Kau sebut aku cerewet? Itu kucingku! Kau seenaknya menggendongnya!”

 

Eh? Apa dia paranormal? Masa bisa membaca pikiranku. Aku memutuskan tidak peduli karena aku ingin melihat keadaan kucing ini. Ada luka kecil di telapak kaki bawahnya. Bukan itu saja sih. Ternyata kaki belakangnya sebelah kiri terluka juga.

 

“Akan aku obati dia.” Kataku pada orang aneh ini yang sedang menggarang di sampingku.

 

“Hei! Bagaimana bisa aku yakin kau bisa mengobati, huh!”

 

“Aku dokter hewan. Dia tidak akan apa-apa.” Jawabku. Kemudian aku membawa kucing ini masuk ke klinikku untuk diobati.

Aku melilitkan perban setelah sebelumnya membersihkan luka dan memberikan obat pada luka di kaki kucing ini. Selama aku melakukannya, namja yang sedaritadi berisik tidak karuan itu terlihat tenang memperhatikanku sambil senyum-senyum sendiri. Entahlah, apa sudah habis baterai namja ini. Tapi, baguslah. Setidaknya dengan ketenangannya, aku bisa konsetrasi penuh pada tugasku ini.

 

Aku sudah selesai mengobati kucing ini. Terakhir aku buatkan resep dan kuminumkan obat ke kucing ini.

*Kalo readers ga kebayang gimana cara minumin obat ke kucing, coba kamu masukkan secara paksa sendok makan ke kucing tetangga. Seperti itulah bayangannya*

 

Aku menengok ke arah namja tadi bermaksud memberitahukan obat apa saja untuk kucingnya ini. Tapi lagi-lagi aku musti menghela napas. Kumat lagi ini orang gilanya. Ia menatap kucingnya yang tergeletak di tempat tidur hewan dengan seperti tidak berdaya dengan mata berair, bibir berkelumat maju ke depan, terisak-isak dengan bahu naik turun. Padahal itu kucing hanya tidur.

 

“Heebum..semoga kau tenang berada di sana..”

 

Mwo? Dia pikir kucingnya mati apa?

 

“Hei, kucingmu itu masih hidup!” sahutku.

 

“Iya. Aku tahu. Itu, dia bernafas.” Ujarnya sambil menunjuk ke arah dada kucing itu.

 

“Lalu kenapa kau bilang seperti itu tadi?”

 

“Bilang apa?”

 

“Aissh.”

 

Ini aku yang bodoh karena salah tangkap atau memang dia yang salah saraf bicaranya? Entahlah. Yang jelas aku naik darah menghadapi orang aneh ini. Namja itu kemudian duduk di samping ranjang tidur kucingnya dan menopangkan wajahnya dengan kedua tangannya memperhatikan kucing itu.

 

“Heebum itu cantik ya saat sedang tidur..”

 

Mwo? Aish apa lagi yang dikatakannya. Benar-benar aneh nan idiot. Aku diam saja sembari menuliskan resep untuk pengobatan kucingnya.

 

“Dokter, Heebumku cantik kan?”

 

“Eh? I, iya cantik.” Jawabku terpaksa. Apalah. Terserah deh.

 

“Dokter, Heebum sepertinya nyaman di sana.”

 

Trus kenapa? Mau ikutan tidur di kasur mini khusus binatang itu? Ada-ada saja orang ini. Kataku dalam hati.

 

“Dokter, kau hebat bisa menyembuhkan Heebum yang tadi kesakitan.”

 

Aku menoleh padanya. Ia sedang melihat ke arahku dan tersenyum kepadaku. Sangat cantik sekaligus tampan. Tapi aku tak ingin menghiraukannya. Segera kusodorkan resep obat dan beberapa catatan untuk perawatan kucing ini pada namja ini. Bukannya mengambil, dia malah merogoh kantongnya. Dia kemudian membuka dompetnya dan memberikan kartu namanya kepadaku.

 

“Hitung saja total biayanya jika Heebum sudah sembuh yah. Aku masih ada urusan. Jaga Heebumku sebentar ya, dokter..”

 

Eh? Apa maksudnya?

 

“Heebum..semoga kau tenang berada di sana. Cepat sembuh yah.” Lanjutnya pada sang kucing atau, Heebum namanya.

 

Namja itu segera keluar dari klinik dan segera membuka pintu sebelum ia benar-benar pergi ia melambaikan tangan dengan senyum cantiknya ke arahku.

 

Ia pergi.

 

“Hei! Bodoh! Bagaimana dengan kucingmu ini!!” teriakku.

Super Junior Dorm

Author POV

 

Suasana yang ramai, bising, dan penuh kemerawutan akibat ulah para penghuninya yang sudah lanjut usia remaja, adalah suasana akrab dorm ini. Di ruang tengah terlihat dua orang namja yang berkonsentrasi memegang kendali berupa tombol-tombol keramat di tangan mereka. Dua orang lainnya menjadi cheersleader duduk di samping dua namja tadi. Satu lagi meminum cola sambil duduk dengan gagahnya di atas sofa.

 

Hyukjae dan Kyuhyun sedang bertanding lewat layar TV dari PS baru milik Donghae. Sebelahnya, Donghae dan Yesung menginstruksi kedua petarung itu. Sedangkan Siwon, dengan cool asik menonton tanpa menghilangkan harga dirinya sebagai lelaki tampan.

 

“Yak!! Kau bodoh sekali Hyuk! Harusnya ke kanan itu! Baru serang!” Donghae meneriaki Hyukjae.

 

“Aish, diamlah. Kau lihatkan gara-gara kau aku jadi hampir kalah..” balas Hyukjae.

 

“Aha ha ha. Hyung, kau memang payah!” tawa Kyuhyun.

 

Jrepp!!

 

HYAAAA

 

Teriakan semua penonton yang kecewa secara bersamaan akibat TV yang mati. Rupanya Heechul yang mematikan Tvnya.

 

“Hya, hyung! Kenapa kau matikan Tvnya??” Hyukjae memprotes.

 

“Aduh..hampir saja kita akan melihat Hyukie merangkak naik ke lantai atas dorm yah..” kali ini Yesung yang berkata pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk-angguk tidak berani berkomentar karena ia sudah melihat Heechul yang sedang tidak bersahabat.

 

“Ada apa hyung?” Siwon mulai bertanya pada Heechul dengan sopan.

 

“Kalian liat Heebumku?”

 

Sebuah pertanyaan yang terlontar dari Heechul sukses membuat seluruh dongsaengnya diam tak berkutik. Mungkin karena takut Heechul marah jika mereka menjawab tidak tahu. Atau takut jika ternyata tidak ada yang tahu, jadi Heechul akan marah. Masalahnya, mereka semua tidak tahu.

 

“Aku tidak tahu hyung, mungkin tadi Yesung hyung melihat.” Jawab Siwon cari aman.

Heechul langsung menoleh ke arah Yesung bersamaan dengan semuanya.

 

“Aku tidak melihatnya sejak pulang dari pemotretan, hyung. Tadi kan Hyukie yang terakhir berkontak dengan Heebum.”

 

Hyukjae terkaget.

 

“Hyuk, dimana Heebum ku?”

 

“Eh, ani hyung. Bukan. Aku kan sudah memberikannya kembali padamu. Kau kan pulang lebih dulu tadi. Mungkin Donghae melihatnya.”

 

“Mwo? Tidak aku belum melihat Heebum sejak pulang. Mungkin Kyu yang melihat.” Jawab Donghae. Semua jadi saling melempar.

 

“A..aku..” Kyuhyun bersiap menjawab. Semua melihat ke arahnya. Terutama Siwon yang menatap mengancam untuk tidak mengembalikan beban itu kepadanya.

 

“Kyunie, kau lihat tidak?” Heechul bertanya sedikit berteriak.

 

“Ani, hyung. Aku tidak lihat. Ah, mungkin Heebum ada di mulut Shindong hyung!” teriak Kyu sambil menunjuk Shindong yang baru saja keluar dari kamar sambil menguap. Semua langsung menoleh ke arah yang dimaksud Kyuhyun.

 

“Mwo? Apa? Kenapa aku?” Shindong oppa yang namanya berasa disebut langsung mengkoarkan protes.

 

“Yak! Cho Kyuhyun! Kau pikir aku bodoh percaya ada manusia yang berani menelan kucing? Kalau kau yang kutelan, baru aku percaya! Kutelan kau hidup-hidup” teriak Heechul.

 

Kyuhyun tak habis akal mengantisipasinya kembali.

 

“Ya..hyung. Kalau kau menelanku tetap saja Heebum tidak muncul. Percuma!”

 

“Apa kau bilang?” Heechul mulai naik darah.

 

“Ya..sabar hyung, sabar!” semua member yang berada di sana menahan Heechul yang sedikit mulai emosi. Kyuhyun yang jadi sasaran Heechul menunduk takut.

 

“Hyung, kami tidak melihatnya. Sejak pemotretan tadi kami hanya berada di ruangan ini dan Heebum tidak terlihat mondar-mandir atau pun melihat hyung mondar-mandir membawa Heebum.” Siwon berkata menjadi penengah dari semua ini. Hyukjae dan Donghae bergantian menjitak kepala Kyuhyun yang sudah membuat emosi hyungnya meningkat tadi.

 

“Kalau Heebum tidak ada di sini, ia berada di mana?” tanya Heechul sambil kemudian duduk di sofa dengan wajah tertunduk dan raut muka sedih.

 

“Coba hyung ingat-ingat kemana terakhir bersama Heebum.” Ujar Siwon.

 

“Hyung, tapi apakah Heechul hyung bisa mengingatnya? Memberi makan saja ia lupa?” bisik Kyuhyun ke telinga Siwon. Siwon kemudian membalas dengan senyum dan satu jitakan lagi melayang ke kepala Kyuhyun.

 

“Aww..hyung..appoo..”

 

“Hyung tadi kan kau pulang lebih dahulu. Apa kau meninggalkannya di suatu tempat?” Yesung kali ini menanyakannya.

 

Heechul kemudian bangkit tiba-tiba dan menepuk kedua tangannya depan dada satu kali membentuk reaksi senang berhasil menemukan sesuatu.

 

“Aku tau.. dokter cantik itu! Gomawo dongsaeng2ku.”

 

“Eh? Dokter? Cantik? Dokter cantik?” semua saling berpandang-pandangan penuh tanda tanya melayang-layang dikepala masing-masing.

 

Heechul yang ditanya, malah asiknya melangkah keluar dorm.

At Animals Clinic near Studio STAR

Hara POV

 

Myeong..myeong..

 

“ini..kau masih tidak mau juga huh?”

 

Aku kesal kucing ini berisik sekali dari tadi. Berkali-kali aku memberikannya makan. Kebetulan di sini ada makanan kucing. Tapi anehnya kucing ini tidak mau memakannya.

 

“Kau  ini kenapa sih? Masa dikasih makanan kucing tidak mau?”

 

Aku melihat ada sisa daun sawi yang kusisihkan tadi ketika aku makan siang. Entah kenapa aku berinisiatif untuk memberikannya ke kucing ini. Aku sangat takjub ternyata kucing ini vegetarian. Lihat saja, ia langsung memakan sawi bekas makanku ini. Aku kemudian menggendongnya dan ke arah dapur untuk mengambil kimchi yang tersimpan di kulkas klinik. Aku berikan saja padanya. Ia ternyata mau dan memakannya lahap.

 

“Aigoo..ternyata kau vegetarian ya.. Coba kau bilang daritadi. Kau pasti tak akan kelaparan kan..”

 

Sesudah habis memakannya, dan meminum air setelah makan, kupikir keberisikan itu akan berakhir. Tapi ternyata tidak. Kucing ini mengeong-ngeong lagi.

 

“Aigoo..”

 

Aku pun menggendongnya dan mengelus-elus bulu lembutnya. Dia mulai diam dan tidak mengeong-ngeong lagi ketika kuelus. Aku pun meletakkannya kembali di ranjang kecil di atas meja pasien binatang. Kucing ini mengeong lagi.

 

“Aigoo..kenapa lagi?”

 

Aku menggendongnya lagi dan kucing ini diam kembali.

 

“Kau lucu sekali. Jadi kau suka digendong ya.. em.. siapa ya tadi namamu?”

 

Kulirik catatan pasien di meja kerjaku yang tidak jauh dari aku berdiri.

 

“Heebum ya? Perkenalkan namaku Lee Hara.”

 

Aku meraih kakinya bersalaman kecil masih dengan menggendongnya. Akhirnya aku membawa-bawanya kemanapun aku melangkah hari ini. Awalnya memang merepotkan, tapi aku jadi terhibur memeluk-meluk kucing manis ini kemana-mana.

Sudah malam, jadi aku memutuskan menutup klinik dan kembali ke rumah. Tentu saja Heebum masih kugendong dengan baik. Setelah mengunci pintu aku pun berbalik dan menuju sepeda yang kuparkirkan depan klinik. Langkah aku terhenti karena aku melihat ada sesosok mobil yang semakin mendekat ke arah aku berdiri.

 

Perhatian aku tertuju pada isi mobil, memastikan ada orang yang menyetirnya. Mengerikan juga kalau mobil itu jalan sendiri. Malam ini sudah sepi soalnya, jadi aku sedikit was-was kalau aku melihat yang aneh-aneh dan menakutkan. Jujur saja, aku paling takut dengan hantu. Kalau pulang semalam ini memang aku selalu paranoid. Setelah mobil itu berhenti, aku menghela nafas ternyata manusia yang menyetir mobil itu. Ternyata seorang namja aneh tadi siang yang menyetir mobil itu. Aku mengenalnya ketika ia keluar dari mobil.

 

“Malam..Dokter cantik..”

 

Huh? Apa dia bilang? Dokter cantik?

 

“Maaf, aku kesini ingin mengambil kucingku.. ah, sini Heebum.”

 

Ia langsung mengambil Heebum dari gendonganku. Tapi, saat ia meraih Heebum dari gendonganku, aku merasakan telapak tangannya yang liar menyentuh bagian sensitif dari dadaku.

 

“Yak!!” refleks aku teriak dan melangkah mundur. Aku melemparkan saja Heebum kasar kepadanya.

 

“Yak!! Paboya! Apa yang kau sentuh tadi!! Kau mau mati hu!”

 

“Ah, mian! Aku tidak sengaja!” katanya sambil mengatup-katupkan kedua tangannya.

 

Miau..Heebum menyeringai karena terjatuh.

 

“Yak! Paboya! Kucingmu!”

 

Aku segera mengambil Heebum yang terjatuh tadi. Aku memeriksanya takut kalau kakinya yang masih terluka tadi jadi semakin parah atau terjadi sesuatu padanya. Namun aku lega ketika tidak menemukan lecet dan luka apapun lagi.

 

“Dokter,, mian. Aku tidak sengaja tadi. Heebumku tidak apa-apa kan?”

 

Kutorehkan kembali muka ku menatapnya. Aku melotot marah.

 

“Yak! Bisa-bisanya kau menjatuhkan kucingmu! Paboya!” Teriakku sambil mendorongnya dengan tanganku. Doronganku memang tidak terlalu kuat karena bahunya hanya bergeser sedikit.

 

“Yak! Aku tahu aku salah tapi jangan berteriak mengataiku pabo! Aku tidak sengaja tahu! Sini, kemarikan Heebumku.”

 

Mwoya? Kenapa dia yang marah? Harusnya kan aku yang marah. Aishh.

 

“Sini, kemarikan Heebumku. Kenapa bengong!”

 

Aku hanya pasrah saja menyerahkan kucingnya ke tangannya.

 

“Gomawo..”

 

Ia mengelus-elus Heebumnya dan berbalik menuju mobilnya. Aku baru ingat sesuatu. Dengan segera aku mencegahnya pergi.

 

“Ya ya! Tunggu. Kau!” teriakku berlari menghampirinya.

 

“Kau belum bayar biaya kliniknya. Kau pikir aku tidak repot mengurusi kucingmu ini huh!”

 

“Oh.. gyahaha!! Ara..ara..”

 

Aku menyernyitkan alis atas reaksinya. Dia malah tertawa. Kalau saja ada tomat ditanganku, sudah kusumpal itu mulutnya. Menyebalkan sekali. Ia kemudian memberikan Heebum padaku. Tadinya aku tidak mau. Tapi isyarat mata dan gerak wajahnya mengatakan ia butuh bantuan untuk memegangi Heebumnya. Akhirnya, aku mengambil Heebum dan menggedongnya.

Tiba-tiba ia meraih bahuku dan membawa aku ke pintu mobilnya. Ia membuka pintu mobilnya dan meminta aku masuk.

 

“Masuklah..”

 

“Aku hanya melotot diam dalam penuh tanda tanya.

 

“Aku lupa bawa uang dan lainnya. Aku harus mengambil dulu ke dorm ku.”

 

“Mwo? Kau mau bawa aku ke mana? Kau.. jangan macam-macam ya padaku!”

 

“De? Aish.. jangan berpikir yang aneh-aneh. Dokter, aku tahu kau cantik tapi aku bukan pria jahat. Lagipula daripada kau kutinggalkan di sini untuk menunggu aku kembali membawa uang, bukankah lebih baik kau ikut bersamaku saja? Tapi terserah kalau kau mau menunggu di sini. Paling-paling ada hantu lewat atau sekadar mengajak kenalan. Kudengar di daerah sini sering ada kejadian itu..” katanya menakut-nakutiku.

 

Aish benar-benar paranormal mungkin yah namja ini. Dia bisa saja tahu kalau aku takut hantu. Aku menatap bimbang ke arahnya yang sedang menunggu jawaban aku mau ikut atau tidak.

 

“Nanti ku antar lagi kau pulang.” Sambungnya.

 

Miaw..miaw.. Heebum seperti mengatakan sesuatu padaku. Kakinya bergerak-gerak meraih wajah aku yang berdiri di hadapan namja aneh ini.

 

“Kurasa Heebum menyukaimu..”

 

“Kau menyukainya Heebum??” tanyanya pada Heebum.

 

“Kau tahu, tadi aku mencari-cari Heebum setelah bangun tidur siang. Aku lupa kalau dia kutitipkan padamu. Aku sampai membuat dongsaeng-dongsaengku ketakutan. Hahaha. Ketika aku ingat aku menitipkannya pada dokter cantik, mereka memaksa untuk ikut melihat kau. Kurasa kalau kau ikut aku ke dormku sekarang, mereka pasti senang.”

 

“Dorm?”

 

Kuperhatikan wajahnya dengan seksama. Sepertinya aku pernah melihat wajah familiar ini. apa pernah menempel di suatu tempat atau terpampang di jalanan , atau di iklan apa..begitu..

 

“Kau..aku seperti pernah melihatmu sebelumnya.. Namamu siapa sih? Eh..”

 

Eh..aku ingat tadi kan dia memberikan kartu namanya padaku. Ku rogoh kantongku mengambil dompet. Aku sedikit kesulitan karena sedang menggendong Heebum. Ia dengan tanggap mengambil Heebum. Aku melihat nama di kartu namanya.

 

“Kim..Heechul?”

 

“Ne? Iya itu aku. Kenapa? Itu kartu nama yang kuberikan tadi kan?” tanyanya.

 

Aku mendongak melihatnya. Aku tidak yakin.

 

“Kau baru menyadari siapa aku huh?” tanyanya dengan senyum dan berlagak sok keren.

 

“Kim Heechul Super Junior?”

 

“Iya. Itu aku. Kau termasuk yeoja yang beruntung aku ajak sekarang ke dormku.”

 

“Biasa saja ah. Sudahlah cepat aku mau segera pulang.”

 

Kuambil kembali Heebum dan masuk ke mobilnya dan menutup pintunya. Heebum hanya bersuara dengan nada dan dialog yang sama sejak tadi. Miaw..miaw..

Selama perjalanan, berkali-kali aku menangkap basah namja ini mencuri-curi kesempatan melihat aku. Ia benar-benar membuatku risih.

 

“Hei! Kalau menyetir lihat depan! Jangan melihat ke arahku!”

 

Ia memberhentikan sebentar mobilnya.

 

“Ara. Aku hanya heran kau tahu dan mengenal siapa aku, tapi kau biasa saja. Meskipun kau bukan ELF, setidaknya tunjukkan rasa bersyukur kalau kau pernah merasakan kesempatan satu mobil denganku dan bahkan diajak ke dormnya.”

 

“Maaf saja. Aku bukan fangirl. Aku hanya sekedar tahu. Itu saja. Aku tidak tertarik untuk heboh atau memuja-mujalah. Buat apa, kau itu kan manusia biasa juga.”

 

Namja itu hanya melongo tidak percaya. Melirikku sinis. Kemudian kembali melanjutkan menyetir lagi.

 

-TBC-

 

-Riikuclouds-