Annyeong, aku kembali lagi~ Maafkan author gaje ini yaa.. mau curcol dulu..

Setelah menyelesaikan CIOR, aku ngerasa gimanaaaa gitu.. kayak orang pengangguran deh.. jadi akhirnya di tengah malam ini, sangking tak tahunya mau buat apa lagi, terlahirlah FF ini. TAPI (ada tapinya :P) aku mau liat masih banyak gak EVIL LOVERS (sebutannya gitu aja yaa, gak tau waktu lalu siapa yang komen, gomawo yaa sebutannya) yang bergentayangan (?) di FFL, makanya untuk FF kali ini dibuatin teaser.

Dengan syarat minimal 20 komentar dalam 1 minggu. Semakin cepat persyaratannya terpenuhi, maka semakin cepat juga FFnya kupublish. Oke semuanya? Selamat berjuang untuk mengumpulkan komen yaa ^^

===========================================================================

Title : [EVIL COUPLE] New House, New Trouble?

Author : @thyziana

Length : rahasia

Genre : rahasia

Cast : Evil Couple (Kyuhyun-Eunrim), sisanya juga masih rahasia

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke MS Word, ijin dulu yaa.. Dan tolong ambil full mulai dari bagian title. Kalian enak-enakan copas, kasian aku yang punya ide klo gak dikasi tau..

===========================================================================

Eunrim POV

“…………………………………………………..”

Sayup-sayup terdengar suara seseorang. Bukan seseorang, tapi banyak orang. Aku yang dari tadi sudah berusaha mengabaikan suara tersebut akhirnya tak tahan lagi. Dengan kesal aku membuka mata dan langsung mengarahkan pandangan ke jam berwarna biru safir di meja sebelah tempat tidur.

“Jam 8? Bagus sekali! Siapa juga yang ribut di rumahku sepagi ini?!” dengan jelas kupasang raut muka tak puas. Aku baru saja tiba di Seoul kemarin malam, tentu saja masih lelah sehabis perjalanan jauh. Kenapa semua orang SANGAT hobi merusak moodku di pagi hari?!

“Kenapa ribut sekali sih?!” teriakku frustasi begitu membuka pintu kamar. Tanpa menunggu jawaban yang memang tak akan datang, aku langsung keluar dan menuju lantai bawah.

“Eomma?” pekikku begitu melihat sosok wanita paruh baya yang sedang mengomando beberapa pekerja.

“Morning, darling~ kenapa cepat sekali bangunnya?” sapa Eomma dengan tampang polos. Tunggu sebentar.. Kenapa eomma ada di sini?

“Apa yang eomma lakukan di sini? Kapan datangnya? Kenapa kita tidak pulang bareng saja kemarin? Lalu Appa mana? Baik-baik saja kan?” cerocosku mulai mengajukan segudang pertanyaan. Aku memang kembali ke Seoul setelah kondisi Appa sudah mendingan, tapi kenapa sekarang dengan sangat tiba-tiba eomma muncul?

“Ommona, slow down Eun-ah.. Appamu baik-baik saja.. dan eomma di sini karena harus mengurus sesuatu~” kerlingnya penuh arti.

“Apa maksud eomma dengan ‘mengurus sesuatu’? dan kenapa barang-barang di rumah ini diangkut?!” seruku sewaktu menyadari bahwa ternyata sebagian perabotan di rumah ini telah menghilang.

“Nah itu dia maksud eomma.. kau harus pindah, darling.” Tiba-tiba eomma menatapku dengan raut wajah serius. Aku sangat jarang melihat tatapannya seperti itu. Jangan-jangan..

“JANGAN BILANG KITA BANGKRUT??!!” jeritku memikirkan kemungkinan terburuk.

“Aigoo..” eomma mengetuk pelan kepalaku dengan pelan. “Mana mungkin kita bangkrut sayang? Kau ini ada-ada saja..”

“Tapi kenapa sebagian perabotan kita sudah menghilang?” tanyaku sambil berusaha mencari jawaban dari mata eomma. Tatapannya telah kembali tenang ternyata.

“Kau tak usah banyak bertanya.. Pokoknya sekarang mandi, lalu ganti bajumu.. eughh~ eomma sudah tak tahan dari tadi kau bau sekali!” katanya sambil mendorongku kembali ke lantai atas.

Aku mencium aromaku sendiri. Perasaan tak ada bau apapun? Aishh.. Eommaku ini selera humornya memang tak pernah berkurang. Tapi aku mau diapakan lagi?

***

“Eomma, kenapa kita ke apartement oppadeul?” tanyaku setelah mobil yang kami kendarai terparkir mulus.

“Mengurus sesuatu?” tanya eomma balik sambil cekikikan.

Aishh! Aku tak suka terus menerus menjadi orang yang tak tahu apa-apa. Mengapa eommaku ini menyimpan banyak sekali rahasia sih? Aku bukan gadis cerdas yang dapat membaca semua situasi.

Eomma yang melihat kegusaranku malah tambah cekikikan tak jelas. “Kau akan tau sebentar lagi, sayang~”

Akhirnya aku hanya pasrah saja dan membiarkan eomma menarik-narikku. Dia memperlakukanku layaknya boneka. Sejak dulu selalu begitu.

“Selamat pagi Mrs.Song.. Semua perabotan Anda telah diatur dengan baik. Jika Anda membutuhkan bantuan bisa langsung menghubungi kami.” Sapa resepsionis sambil memberikan secarik kertas pada eommaku.

Changkamman.. PERABOTAN?

“Eomma, apa maksud ajussi tadi?” tanyaku ketika kami menunggu lift. Jangan-jangan eomma ingin aku tinggal bersama oppadeul??!!

-cont-

===========================================================================

Oke? Penasaran? Mau tau lanjutannya? Komen yaa.. Min 20 komen baru mau kupublish full FFnya. Kalau dalam satu minggu kurang 20, yaa terpaksa batal rilis. So? keputusan di tangan kalian~