Tittle : Forbidden Love part 2 (END)

Author : Yoora Park (YooParkie~~~)

Length : continue

Genre : romance

Cast : Suzy ‘miss a’ , chansung ‘2pm’ , other cast.

“5 tahun yang lalu kau kecelakaan lalu lintas…kecelakaan mobil saat kau menuju rumah sakit…kau koma selama 5 tahun..”

“Bukankah kita sudah tinggal serumah sejak setahun yang lalu..”

“kau tidak ingat?? Aku ini pacarmu…”.

Kata-kata mereka berdua terngiang-ngiang dikepalaku. Siapa yang berbohong padaku?? Chansung oppa??atau eunji??.

Hari itu aku membeli gantungan kunci sebagai hadiah valentine oppa , lalu tertidur di mobil dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ahh , aku ingat kejadian itu…

Tapi begitu terjaga , aku sudah berada dikamar ini….

Kudatangi chansung oppa yang sedang membaca buku novel. Untuk memastikan sesuatu aku harus bertanya sendiri padanya!.

“chansung oppa??”

“hmm….ada apa??”

“apa kau ingat hadiah yang pertama kali aku kasih padamu saat hari valentine??”

“eh?? Iya… kenapa bertanya mendadak begitu?? Gantungan kunci bukan??”

Gantungan kunci!! Ternyata aku sudah memberikannya!!.

“ahh!! Lihat dong oppa??”

Ia menyodorkan kunci yang terpasang gantungan kunci.

“ah…ini. memangnya kenapa??”

Kulihat ganntungan kuncinya. Inisial HC. Bukan!! Ini berbeda dengan yang ingin aku berikan..ah..bisa saja saat itu aku berubah pikiran…

“suzy-ah??”.

Tiba-tiba chansung memanggilku.

“nggak apa-apa kok…aku cuma merasa mengingat sesuatu….”.

Aku mengembalikan kunci itu ketangannya dan ia memelukku agar tak khawatir. Tapi aku sungguh-sungguh tidak mengerti… kenapa chansung harus berbohong padaku??.

Kami terdiam sesaat dan sibuk dengan pikiran masing-masing walaupun ia masih memelukku.

Tiba-tiba ia mendorongku pelan.

“aku harus bekerja…aku harus kembali ke restoran…”

“i…iya…tapi , chansung oppa sudah berhenti bermain sepakbola?? Kukira oppa bakal jadi atlit sepakbola…”

ia terdiam sesaat. Pandangan matanya seperti merenungkan sesuatu.

“hmm..kakiku terluka waktu SMA. Makanya berhenti..”

Ah….terluka…jujur aku sedikit kaget mendengarnya…seingatku dulu dia pemain andalan…

“ah…maaf…aku sama sekali tak ingat…”

“tak apa-apa…bukan suzy yang salah kok…”

Krek. Ia menutup pintu depan dan bayangannya tak ada lagi. Ia pergi bekerja.

“uhh…baboya!! kenapa aku bertanya seperti itu??”.

Kryyyyuukk…ah… aku lapar….
“aku masak ah….biar chansung oppa senang…” aku mengoceh sendiri.

Aku ingin buka rak peralatan dapur yang ada didepanku…tapi tak bisa terbuka…

“lho…kok gak mau terbuka…”

Kreekkk…tiba-tiba rak itu terbuka dan aku terpelanting jatuh..

“aduhh…bokongku sakit….ah…ternyata bukan rak peralatan…”

Benda-benda penting chansung oppa seperti penggaris , alat tulis , dan catatan kecilnya jatuh.

Kulihat dibalik penggaris ada kartu  ucapan. Lalu kuambil kartu itu..

“to my dearest… Hwang Chansung…”

Lalu kubuka kartu ucapan tersebut…ini…

“happy valentine chagiya…from Hwayoung..with love”

“chansung-ah…kamu kelupaaan kunci nih..”

“gomawo hwayoung..”

Tiba-tiba aku mengingat percakapan dua orang yang kukenal…chansung dan hwayoung..

Treekk…ada yang jatuh dari tempat selipan kartu ucapan itu. Foto-foto dari foto box.

Chansung oppa berpose ceria dengan hwayoung…sangat bahagia…beda dengan orang yang memelukku tadi..

Aku tak tau yang terjadi!! Dengan segera aku bereskan rak tersebut dan berlari keluar.mencari kebenaran yang sebenarnya.

Ada apa sebetulnya??aku tak mengerti!!

Aku masih ingat betul alamat rumahku..aku rasa akulah yang dibohongi oleh chansung oppa.

Inilah rumahku…password nya tidak diganti…dan kosong. Amma dan appa apa tidak ada dirumah??.

Isi rumah ini..tak ada yang berubah selama 5 tahun.

Ruangan itu..itu kamarku…aku masuki kamarku dan kulihat kotak kecil di meja belajarku..

Ini gantungan kunci yang kubuat sendiri namun tak jadi kuberikan….ia berbohong..aku ingat betul kalau aku membeli yang baru dan yang lebih bagus…bukan dengan inisial HC..Hwang Chansung…atau Hwayoung Chansung??.

Kuambil buku tahunan SMA ku….kulihat daftar murid yang ada di SMA ku dulu…

Hwayoung…hwayoung….Ryu Hwayoung. Ini dia!!. Segera aku keluar dari rumah dan berlari menuju alamat yang tertera. Tapi…dia benar-benar mengatakan kalau akulah `kekasihnya`.

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

Ini dia. Kediaman rumah hwayoung. Kulihat disana ada seorang anak muda yang menurutku masih kuliah , sedang memperbaiki motornya.

“um…permisi..”

“ah..ya..kamu siapa??”

“aku adik kelas hwayoung sewaktu SMA… apa dia ada dirumah..”

“apa kamu belum tahu?? Kak hwayoung meninggal sebulan yang lalu”.

MENINGGAL??BAGAIMANA MUNGKIN??

“APA?!”

Kutenangkan nafasku. Berusaha untuk menutupi rasa kagetku.

“maaf tuan..bisa beritahu aku bagaimana kejadiannya??”

“itu karena kecelakaan lalu lintas..”

Lalu kusodorkan foto yang kutemui tadi di apartemen.

“maaf..hwayoung yang ini , bukan??”

Ia melihat foto itu teliti. Sambil menatap tajam apa yang ada di dalam foto itu.

“hmm..betul sekali. Gara-gara pacaran dengan chansung , dia jadi begini..”

Deg. Apa yang dikatakannya tadi??…

“hwayoung…pacaran dengan kak chansung??”

“ya. Dia pergi dari rumah. Ia bilang ingin menikah dengan pemuda itu..”

Ah..aku semakin bingung dengan apa yang terjadi..kenapa ia membohongiku??
“kenapa kau baru tau sekarang??siapa namamu??”

“eh…aku Bae Suzy..”

Ia membeku mendengar namaku. Seakan suaraku adalah sentuhan ular medusa.

“apa…kau ada hubungannya dengan direktur rumah sakit Daito , Bae Seung Yeon??”

Aku kaget mendengar pertanyaannya. Apa ia mengenalku??.

“ah..aku anaknya…ada apa??”.

BRAAK. Tiba-tiba ia melempar helmnya tepat pada lenganku.

“PERGI KESANA!! TINGGALKAN TEMPAT INI SEKARANG JUGA!! BIAR HANCUR RUMAH SAKITMU ITU SEKALIAN!!”.

Ia langsung menutup pagar rumahnya dan membiarkan aku yang tak mengerti apa yang terjadi. Tapi kenapa dia tadi marah sekali?? Apa yang terjadi dengan rumah sakit appa??.

Aku segera pergi menuju rumah sakit daito. Begitu sampai , semua suster disana memandangiku.
“itu suzy bukan??”.

“eh..ya!!tak salah!!itu bae suzy anak direktur!!”.

“pak Bae!! Suzy-ah ada disini!!”.

Begitu yang kudengar percakapn dari seluruh suster disini. Tiba-tiba bapak-bapak tua berlari menuju tempatku berdiri. Ya. Dia ayahku. Sudah banyak kerutan di wajahnya. Karena aku.

“SUZY-AH!!!”

“appa??”

“syukurlah kamu selamat!! KAMU DIAPAKAN HWANG CHANSUNG!! KAMU BAIK-BAIK SAJA KAN??”

Wajahnya menyiratkan kekhawatiran yang teramat-sangat. Kakiku terpaku mendengarnya.

“appa.. apa yang ter..”

“seminggu yang lalu dia menculikmu…sejak itu , appa dan amma tak bisa tidur sedetikpun!!”.

Deg. Chansung oppa menculikku minggu lalu…?.

Dunia ini terasa berhenti. Badanku membeku mendengar perkataan appa… ternyata ia benar-benar menculikku??.

“suzy-ah…ada apa??”

Tek. Aku berlari menuju pintu keluar. Menahan air mata yang terjatuh deras karna apa yang dilakukan chansung padaku.

Bohong!! Chansung bohong!!.

Segera kunaiki taksi yang ada didepanku. Entah mengapa aku masih kembali ketempat itu…ke ruangan itu…

“pak,ke apartemen jeong-nam. Cepat!”

Segera taksi ini melaju.

“SUZY!!”. kudengar appa mengejar taksiku. Mianhae appa.. aku tak tau mengapa aku harus kembali ke ruangan itu….ke ruangan dimana tempat chansung oppa berada..

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

Kubuka pintu  ini. Ahh , chansung oppa sudah pulang. Ia sedang minum teh dimeja makan.

“kamu pergi kemana saja sampai sore begini??”

“ah..tak ada…jalan-jalan sebentar..”

“oh..kukira kamu tidak akan pulang kesini..”

Ya. Aku berencana seperti itu. Tapi tak bisa.

“kenapa? Tidak mungkin aku pulang kan??” jawabku dengan senyum lembut padanya.

Aku sentuh tiap lekuk wajahnya. Ia terus meamandangiku. Bukan pandangan untuk orang yang dicintai. Tapi pandangan kosong. Dengan matanya yang lebar ia menatapku kosong. Namun tak kutanggapi. Aku hanya ingin tau reaksinya.

“aku menyukai ruangan ini… ruangan yang indah berhias rinai hujan…dan berada disisimu..”

Aku mendekati pipinya…ingin kucium pipinya…sungguh..

“aku suka sekali..”

Kulihat wajahnya sekilas. Memucat.

Belum kucium pipinya tiba-tiba ia mendorong tubuhku kuat sampai aku terjatuh.

”pulanglah ke rumahmu.”

“ke..kenapa?!”

“karena…kamu masih sama seperti SMA dulu! Kau kekanak-kanakan!”

“oppa!! Aku bukan anak-anak lagi!!”

“PERGI!! KAU INI MASIH SEPERTI ANAK BERUMUR 15 TAHUN!!”

Ia semakin mendorong tubuhku hingga terpental ke dinding. Sakit…sakit sekali..tapi entah mengapa aku tak bisa membiarkannya…membiarkan Hwang Chansung..

“kamu…bukanlah gadis yang kusukai!!”

Aku memohon padanya. Aku tak ingin meninggalkan ruangan yang indah ini.

“tidak…aku tidak mau pergi!!”.

Ia menatapku marah. Tatapan mengerikan yang tak pernah kuketahui. Selama ini aku hanya tau wajah lembutnya sewaktu SMA…

PRAAANG!! .

Ia melempar gelas tepat di tembok yang ada di belakangku. Pecah berkeping-keping. Sakit. Hatiku benar-benar sakit dan pecah seperti gelas tersebut.

Aku memberanikan diri untuk berdiri walau kutau kakiku ini sudah lemas karena perlakuan kasarnya padaku.

“apa karena…aku bukan hwayoung??”.

Terang saja.chansung yang murka kaget mendengar pertanyaanku. Tersirat sangat kaget.

Aku berusaha memojokkannya dengan pertanyaanku. Ya.inilah satu-satunya cara mengungkapkan hal tak kumengerti selama ini.

“lalu apa yang kamu lakukan padaku??semua yang oppa katakan padaku cuma bohong belaka!!  Meskipun oppa berbohong , aku tetap ingin disini!!”. Aku berusaha menahan tangis saat menyatakan hal ini. Aku begitu menyedihkan saat ini. Memohon pada orang yang memandangku dengan penuh kemurkaan.

Wajahnya yang tadi kaget langsung berubah dengan tatapan tajam mengerikan matanya.

“aku…membawamu kesini untuk membunuhmu.”

Mem…membunuh…apa yang…

“ke…kenapa…kau ingin membunuhku…kenapa…kau…”

“karena…ayahmu telah membunuh hwayoung.”

Appa??? Appa-ku??

“bukankah….hwayoung meninggal karena kecelakaan lalu lintas??”

Ia menundukkan kepalanya. Tatapan kosong lagi.

“ya..begitu kecelakaan terjadi , dia langsung dilarikan ke rumah sakit daito. Disana keadaannya berangsur membaik. Tapi tiba-tiba saja kondisinya memburuk. Persis sebulan yang lalu , ia meninggal..karena tertular infeksi dirumah sakit itu…”

Jadi…aku adalah..alat untuk balas dendam??

“hwayoung meninggal karena terkena penyakit menular dirumah sakit. Tapi ayahmu berkelit dan tidak mau mengakuinya, karena tidak ada bukti”

Appa berbuat…seperti itu??? Ini…appa…hwayoung meninggal…karena..

“tak kusangka hwayoung akan meninggal…tiba-tiba saja ia hilang dari ruangan ini…dia benci ruangan ini…yang selalu bocor saat hujan turun. Dia bilang ingin cepat-cepat pindah..dia selalu berkata , uang tabungan kita sudah cukup…kita bisa pindah dari sini…tapi sepulang kerja ia tertimpa kecelakaan..”

Aku…tak tau apa yang ingin kukatakan. Hanya air mata yang mengalir ini yang menjelaskan isi hatiku. Entah mengapa aku merasa bersalah…ini salahku. Dan tatapan mata oppa penuh dengan rasa kecewa dan penuh rasa bersalah..

“apa kamu tau…aku menculikmu dari rumah sakit karena ingin membunuhmu. Aku ingin membunuh.. putri kesayangan direktur rumah sakit daito..yang sudah koma lima tahun.”

Kini ia memandangku tepat seperti pandangan seorang pembunuh… tapi aku tetap tidak mengerti…

“lalu..kenapa kau tidak membunuhku??”

“aku baru saja memetik bunga lili… tak kusangka begitu pulang kau sudah sadar dari koma…bunga-bunga itu sengaja kukumpulkan untuk membiusmu sampai mati..”

Bunga-bunga lili itu…

“saat itu aku siuman..aku bagaikan putri yang tertidur diranjang bunga…lalu kakak muncul sebagai pangeran..itu sebabnya aku yakin…aku sadar berkat oppa…”

Ya. Aku tulus mengucapkan itu. Tapi wajahnya malah kaget mendengar ucapanku. Dan ia mendorongku kuat sampai aku jatuh terduduk dilantai. Entah mengapa aku merasa lega mendengar pengakuan jujurnya..

“maafkan aku…aku tidak tau apa-apa…kalau aku mati disini, mungkin akan menyurutkan dendam chansung oppa. Kalau begitu, bunuhlah aku sekarang.”

Kaget. Itu yang kulihat dari wajahnya.

“setelah kamu siuman..aku memikirkan cara yang lebih jahat lagi. Kukatakan kamu itu kekasihku, kujadikan kamu milikku, lalu kamu kusakiti perlahan-lahan. Cara yang jahat bukan??”. Tanyanya padaku dengan senyum sinis. Jadi..itu sebabnya ia memanggilku `kakasihnya`…

“tapi aku sama sekali tidak merasa menderita! Aku merasa senang..”

“apa yang kau…”

Aku mengambil kedua tangannya. Meletakkannya tepat dileherku.

“bunuhlah aku jika itu membuatmu bahagia , maka aku akan menjagamu dari langit dengan leluasa…” .

“kau bodoh…padahal kau gadis yang baik……kau menyedikan…”

“tak pernah ada kata cinta yang menyedihkan…..maka biuslah aku dengan lili yang kau beli untukku dan cekiklah leherku sampai nafas ini tak mengganggu pendengaranmu….”

“gadis bodoh..padahal kau bisa lolos dari tanganku..”

Tes…tes…tes…hari ini hujan lagi.

“aku menyukai ruangan ini…aku menyukai hujan deras yang membasahi jendela..aku suka mendengar hembusan nafasmu saat kau tidur…”

“suzy-ah…”

Sejak 5 tahun yang lau , ingin kuucapkan kata-kata ini. Aku mencintai chansung oppa.

“karna itu…bunuhlah aku…aku sama sekali tak takut.”

……………………………………………………………………………………………………………………………….

“karna itu…bunuhlah aku…aku sama sekali tak takut.”

Deg. Apa yang dikatakan gadis bodoh ini???.

Ia mengambil ancang-ancang. Terduduk sambil mendongakkan kepalanya keatas. Membiarkan tangan jahat ini lebih leluasa untuk mencekik lehernya. Kini rambutnya yang panjang jatuh terurai ke lantai..

Ia membiarkan aku menyentuh lehernya yang jenjang dan seputih salju…ia menutup matanya…

Tidak….aku tak bisa…aku..tak bisa mencekik gadis…manis ini..

Kuraih pipinya yang merona. Kuangkat wajahnya tepat didepan wajahku. Aku tak bisa membunuh yeoja ini..
“kamu manis…manis sekali…”

Kutatap matanya lekat-lekat. Matanya penuh dengan air mata. Ia tetap memandangku dengan matanya itu..

“chansung oppa…aku mencintaimu..”

Tak kupedulikan apa yang dikatakannya. Kuraih bibirnya dengan bibirku. Membiarkan air mata ini menyentuh pipiku juga. Toh aku juga menangis karena betapa jahatnya aku pada yeoja sebaik malaikat ini…tanganku yang tadi menyentuh leher jenjangnya kini menggenggam tangan kecilnya yang masih gemetaran..kutahan punggungnya dengan memeluk punggungnya dengan tanganku satu laginya…tak ingin kulepas…maka lepaskanlah kalimat-kalimat dosa sang pendo’a dengan ciuman ini…..

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

Suzy p.o.v

Kasus pembunuhan inipun dibekukan pihak kepolisian karena sang pembunuh tak jadi membunuh calon korbannya..

“tapi suzy-ah..kamu malah makin sering ke apartemen itu bukan??” tanya eunji sambil memakan croissant coklatnya.

“yaah….hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada chansung oppa..dan juga aku ingin memberikan gantungan kunci ini..”

“ahh… hadiah 5 tahun lalu itu???”

“umm…bagiku…ini kado yang baru kubeli 2 minggu yang lalu.”

“ya..kalau dipikir-pikir kau memang harus berpikir seperti itu…tapi sepertinya masih terlalu cepat. Hwayoung baru meninngal sebulan yang lalu. Kalau kau ragu , aku bisa menemanimu..”

“eunji-ah…tak perlu kok..”

“yah…bagaimanapun pasangan putri tidur memang harus seorang pangeran bukan??”. Eunji mengatakan kalimat itu sambil mengedipkan sebelah matanya.

Ya. Yang dikatakannya benar. Aku langsung berdiri dari tempatku duduk.

“ah!!! Terima kasih Eunji sayang!!”

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

Aku berjalan menembus hujan menuju apartemen Hwang Chansung. Tempat orang yang kucintai.

Tok..tok…ah..dia belum pulang kerja…

Kuputuskan untuk duduk didepan pintunya. Hampir 10 menit aku memainkan payungku. Kuputar kesana kemari. Ketika kuangkat payungku keatas , kulihat chansung oppa berjalan menuju kesini. Segera aku berdiri didepannya.

“oppa , terimalah. Ini kado yang ingin kuberikan 5 tahun yang lalu..kalau saja aku tidak mengalai kecelakaan , pasti sudah kuberikan…

“sebuah gantungan kunci..?”

“aahh!! Maaf pasti sekarang untukmu modelnya sudah kekanak-kanakan..”

Ia tersenyum padaku. Senyum yang tulus. Ia mengambil hadiah dari tanganku.

“kalau saja kudapay 5 tahun yang lalu..mungkin keadaannya akan berbeda dari sekarang..

“cahnsung oppa…”

“terima kasih ya…”

Blam.ia menutup pintu. Tak membiarkanku masuk. Kurasa ia ingin sendiri sekarang..

“op…oppa….aku pulang dulu ya…”.

Yaah. Aku berjalan menuju tangga. Sepertinya tidak hari ini aku buat pengakuan cinta.. tapi sepertinya aku pernah mengatakannya…tapi kapan ya???

“hey!! Ayo kesini suzy-ah!!”. Tiba-tiba ia membuka pintu sambil berteriak gembira memanggilku.

“ada pelangi tuh!! Ayo lihatlah!!”

Ah..sepertinya ia ingin sekali melihat pelangi setelah musim hujan ini…

“cepat-cepat!! Nanti keburu hilang!!”.

“iyaa!!”

Aku berlari menuju beranda. Melihat pelangi bersamanya dengan wajah yang bersinar cerah.

“ah,cantik sekali!!”

“sudah kubilangkan!! Aku suka sekali ruangan ini!!”.

Ia menggenggam tanganku. Seakan tak ingin lepas. Begitu juga denganku. Ya.memandang langit cerah setelah ‘hujan’ sambil berpegangan tangan.

Sepertinya dia memang mengundangku masuk keruangan ini. Ruangan yang pantas berhiaskan rinai hujan….disaksikan oleh aku dan chansung oppa..

“aku mencintaimu…chansung oppa…”

“ya…aku tau…kau pernah mengucapkannya…”

“benarkah???kapan??”

“sebelum aku menciummu….perlukah aku lakukan adegan ulang denganmu???”

“YAA!! DASAR OTAK YADONG!!!”

====END ====

Gimana????seru???mendebarkan??????yaudah deh yang baca harap umbar isi hati kalian dikotak komentar >< yang komen jelek gue gorok lho *eh*. Bercanda kok😉 komenkomenkomen yaa~~~~~~~~~~~~