Cover by : http://choiheera3424.wordpress.com/

Seungwon Entertainment

Present

Love Like This

Author : Seungwonation

Judul : Love Like This (Part 2)

Baca Love Like This part 1 nya disini [PART 1]

Cast : INFINITE KIM SUNGGYU, APINK JUNG EUNJI , B2ST YANG YOSEOB, LEE JIEUN (IU)

Genre: romance (?)

Rated : G

Length : Chapter

Disclaimer:

Cast merupakan tokoh real namun ceritanya murni hanya fiksi belaka.

Cuap-cuap Author:

Hai, setelah sekian lama banyak yang nanya lanjutan ff ini sekarang author lempar nih ff ke pasaran hha. Tadinya mau di tamatin di part 2, cuman berhubung sesuatu yang di paksakan itu gak baik, makanya dibikin bersambung lagi. Author juga gak tahu ni ff bakal tamat kapan. Tadinya juga gak terlalu berharap ama ff ini, tapi karena ternyata yang minat dengan ff ini banyak jadi weh di lanjutin hha. Yasudah, dari pada author banyak bacot silakan aja di baca hhe.

Dont Be A Siders – Dont Be A Plagiat – Dont Be A BashingMan (?)

Happy Reading ^^

——————————————————————————————————————–

Eunji POV

Aku berdiri hampir setengah jam di depan pangkalan ojek. Menunggu Jieun yang sudah berjanji akan menemaniku shooping hari ini. Yaaa, sekarang kan hari minggu, hari libur dan waktunya untuk para gadis remaja sepertiku untuk ngabisin duit di mall.

Aku mengetuk-ngetuk ujung sepatuku ke lantai, untuk hanya sekadar menghilangkan rasa bosan. Hari sudah mulai siang dan Jieun belom juga nongol. Dia gak tahu apa panas matahari nyengat banget, percuma dong Aku pake vaselin body lotion tiap hari kalau ujung-ujungnya kulitku gosong kena matahari. Jieun-Jieun nyusahin banget sih jadi anak perawan. Huft.

“Tu orang lelet banget sih, udah kaya putri-putri keraton aja. Awas kalau nanti ketemu, ku pites-Pites kepalanya!” Aku menggeretu sendiri seperti orang gila.

“Eunji-ya,,,,!”

Aku mendengar seseorang memanggil namaku. Aku yakin itu bukan kuntilanak yang memanggilku, karena kini Aku dapat melihat sosok Jieun yang tengah menghampiriku. Dia berlari-lari kaya emak-emak yang takut gak kebagian kupon zakat fitrah, dasar bocah ckckckck. Tapi ommo, Apa Aku tidak salah liat? Jieun tidak sendirian melainkan datang bersama Yoseob Oppa?! Kok bisa sih?

Astaga naga, Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Semoga saja Aku salah liat. Tapi ternyata itu gak ngarus sama sekali. Itu memang Dia, Yoseob Oppa. Kyaaaa,,,,,

Dia berjalan berdampingan dengan Jieun. Ok, Ku akui Aku agak sedikit jealous dengan Jieun. Kenapa juga Dia yang harus berjalan berdampingan dengan Yoseob Oppa? Cih.

“Eunjia-yah, mianhae Aku telat! Tadi Aku ada sedikit urusan di rumah!” Ujar Eunji beralasan.

Err tadinya Aku ingin mengomeli Jieun sampai puas. Tapi masa Aku harus ngomel-ngomel di depan Yoseob Oppa? Harga diriku bisa turun harga ntar. “Lee Jieun, berterima kasihlah pada Yoseob Oppa karena hari ini Kau selamat dari jurus bacotanku!” Pikirku.

“Tidak apa-apa Jieunnie, Aku mengerti kok!” Kataku diiringi dengan sebuah senyuman manis yang bisa membuat semua pria klepek-klepek dibuatnya.

“Jinjja? Kau tidak marah?” Jieun tampak curiga dengan sikapku. Hey, apa aktingku begitu buruk sehingga membuat Jieun curiga kepadaku? Huft.

“Gwencana, Jieunni. Gak apa-apa kok, itung-itung berjemur ini!” Kataku dengan tajam.

“Btw, Kenapa kalian bisa datang bersama?” Tanyaku langsung mengalihkan pandangan pada Yoseob Oppa yang berdiri di belakang Jieun.

“Ahhh tadi Kami gak sengaja ketemu di bus. Karena tujuan Kita sama, jadi Kami berangkat bareng!” Katanya.

Uhh Aku jadi bener-bener envy ama si Jieun deh ><

“Annyeong haseo, kita bertemu lagi!” Ujar Yoseob Oppa dengan ramahnya.

“Annyeong haseo, Oppa!” Sapaku dengan manis dan menggoda.

“Aku dengar dari Jieun, kalian mau shooping ya?” Tanya Yoseob Oppa.

“Ne, Oppa. Maklum namanya juga anak cewek hehe. Oppa sendiri mau apa ke mall?” Aku balik bertanya.

“Ada sesuatu yang harus kubeli!” Jawabnya.

“Ehem,, ehem,,, “

Suara deheman Jieun menyadarkanku kalau Aku tidak  sendiri disini. Apa sih ni anak, gak bisa lihat orang seneng aja. =____=”

“Udah mau sore nih. Ayo kita masuk!” Ajak Jieun padaku.

“Ne, arraseo!” Jawabku dengan ketus. Dasar Jieun gak bisa liat situasi aja.

“Oppa, bagaimana kalau kita belanja bareng?” Aku memberi saran. Peduli amat deh Dia mikir yang enggak-enggak tentangku. Dia pasti mikir Aku yeoja yang agresfif huhu

“Eoh? Tidak usah, nanti malah merepotkan. Lagian Aku juga sudah ada janji dengan seseorang.” Katanya.

Seseorang? Siapa? Pacarkahnya?

Hmm, Aku jadi penasaran siapa orang itu.

“Oppa janjian dengan siapa? Yeoja chingunya kah?” Tebakku.

“Ahh, Aniyo. Bukan kekasihku kok, Dia adalah,,, “

Ucapan Yoseob Oppa terpotong ketika Aku mendengar sebuah suara berat dari arah belakangku.

“Yoseob, Lama sekali sih Kau.  Aku udah lumutan menunggumu dari tadi nih!”

Suara itu,,,, Aku seperti mengenalnya. Suaranya terasa familiar di telingaku. Ku tolehkan kepalaku ke arah belakang. Dan betapa kagetnya Aku ketika melihat pemilik suara itu.

“Mianhae, Sunggyu-ah. Tadi Aku ketiduran!” Ujar Yoseob Oppa beralasan.

“Aishh, Kau ini,,, ” Gumam Sunggyu jengkel.

Sunggyu? Sedang apa Dia disini? Aigoo, makin ngerusak suasana aja! Semoga Dia gak ngebahas kejadian ketika Aku mendendang kakinya kemarin di lapangan basket. Kemarenkan Aku khilaf huhu.

“Annyeong, Sunggyu Oppa?” Jieun menyapa Sunggyu.

Hey, harusnya Sunggyu duluan yang menyapanya. Ishh, dasar gadis centil, pikirku.

“Hmm,,, ” Gumamnya.

Aigo, bahkan Dia gak menjawab sapaan Jieun dengan benar. Sungguh gak sopan banget.

Dia meliriku sepintas, lalu membuang muka seolah-olah Aku tak ada disini.

Ommo, apa-apaan itu? ngeselin banget sih!

“Ayo pergi!” Ajak Sunggyu singkat tanpa memperdulikan Kami.

“Ahh ne,” Gumam Yoseob Oppa.

Wait? Udah gini aja? Akhir dari pertemuan yang tak di sengaja ini berakhir begini saja?! Ohh ayolah, ini namanya takdir. Dan yang namanya takdir itu harus di perjuangkan hingga akhir!

Saat Yoseob Oppa hendak pergi, Aku buru-buru mencegahnya, “Oppa, ini sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang bersama dulu? Kasian Jieun, Dia punya penyakit maag!”

“Eoh?” Jieun hendak protes namun segera ku injek kakinya dan ku plototin matanya, hingga akhirnya Dia memutuskan Diam dan merutuk jengkel.

“Kita gak ada waktu!” Ucap Sunggyu dengan ketus.

“Please deh, perasaan gak ada yang ngajak situ juga deh!” Cibirku.

“Sudah-sudah, jangan bertengkar. Hmm, bukan ide buruk juga sih, lagian Kasian Jieun kalau harus makan sendiri!” Ucap Yoseob Oppa.

Entah kenapa Aku merasa cemburu mendengar perhatian yang diberikan Yoseob Oppa pada Jieun. Rasanya seperti di tusuk jarum pentul tepat dihatimu. Cussss!

“Ngapain lagi sih? Buang-buang waktu aja?!” Aku mendengar Sunggyu berbisik pada Yoseob Oppa. Ok, sebenarnya itu tidak bisa di sebut berbisik juga karena Aku dan Jieun tetap bisa mendengarnya juga. Aku yakin Dia memang sengaja berkata keras-keras agar Aku dan Jieun dapat mendengarnya, Huh!

“Tak apalah, Sunggyu-ah. Hanya sebentar saja, Ok?!” Yoseob Oppa tampak meyakinkan Sungyyu.

“Err terserahlah!” Kata Sunggyu dengan acuh. Tampak raut kesal di wajahnya. Huhu puas sekali Aku melihatnya.

Setelah memutuskan untuk makan siang bersama. Kami-pun masuk ke dalam sebuah restoran warung tegal yang menjual masak-masakkan khas indonesia. Kami duduk di meja dekat jendela, dimana dari situ Kami bisa langsung melihat orang yang lalu lalang di luar sana.

“Prikitiiwwwww!” Yoseob Oppa memanggil pelayan.

Tampak seorang pelayan wanita menghampiri meja Kami. Umurnya terlihat masih muda, mungkin pekerja part time restoran ini.

“Mau pesan apa ya?” Tanya pelayan bernama Kim Hyunna itu. Sebuah name tag kecil tampak terpasang di atas dadanya yang errr lumayan montok. Semoga saja Yoseob Oppa gak demen yang montok-montok, huh.

“Aku pesan nasi goreng cumi sama es teh manis dingin ya!” Ucap Yoseob Oppa yang langsung di catat pesanannya oleh pelayan itu.

“Aku pesen jus curut aja!” Ujar Sunggyu.

“Kau tidak lapar?” Tanya Yoseob Oppa yang bingung melihat Sunggyu hanya memesan minuman saja.

“Aku nggak selera makan!” Ucapnya sambil mendelik ke arahku.

Err maksudnya apa coba -___-”

“Kalian mau pesan apa? Cepat pesan, biar cepet selese!” Tanya Sunggyu dengan ketus pada Kami.

“Ne,” Kata Kami berbarengan.

Aku melihat daftar menu yang di beri pelayan wanita itu. Jujur, ini kali pertama Aku makan di warung tegal, jadi Aku kurang tahu masakan apa yang pas untukku. “Tomcat balado?” Hmm, sepertinya enak.

“Kecoa madagaskar rica-rica?”

Ini juga sepertinya enak. Hmm Aku jadi bingung.

Kulirik Jieun, ternyata Dia sudah memesan nasi goreng laron. Kurang ajar, ternyata Dia udah tahu apa yang diinginkannya.

“Ya! Cepat pesan! Lama amat sih!” Lagi-lagi Dia berkata dengan ketus. Ishh, emang gak bisa ngomong lebih nyantei napa.

“Tenang, Aku yang bayar ini. Cepat sana pesan aja yang Kau mau!” Lanjutnya.

Mwo? maksudnya apa tu orang? Ngeremehin banget.

“Ya! Kau kira Aku gak mampu bayar, hah?! Sorry Cuman gini doang Aku masih mampu!” Kataku emosi.

“Ok, fine! Lo bayar sendiri!” Ucap Sunggyu.

“Wait? Tapi dimana-mana cowok itu harus bayarin makanan cewek!” Protesku.

“Apa? Please deh, temen bukan, pacar juga bukan! Ngapain dibayarin?!” Katanya.

“Haduh kalian berisik deh! Mau makan aja rempong banget, udah biar Aku bayar sendiri saja !” Rutuk Jieun emosi.

“Ahh gak apa-apa Jieunnie, biar Aku saja yang bayar!” Yoseob Oppa menawarkan diri.

Hah? Jieunnie? sejak kapan Yoseob Oppa akrab banget ama Jieun. Lagi-lagi Aku cemburu di buatnya.

“Eunjia-ya, Kau juga pesan aja apa yang Kau mau, biar sekalian Aku yang bayar!” Ujar Yoseob Oppa ramah.

Aku tersenyum, tidak salah Aku menyukainya. Yoseob Oppa emang bener-bener cowok gentleman. Ku lihat Sunggyu menggerutu sambil meliriku dengan sinis. “Dasar parasit!” Gumamnya.

Eoh? Dasar menyebalkan.

Eunji POV END

***

Author POV

Eunji tampak celingak celinguk mencari sahabatnya, Jieun. Sejak bel istirahat berdering, temannya itu tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Aneh, tidak seperti biasanya Jieun menghilang seperti itu. Biasanya setiap istirihat, mereka akan pergi ke kantin bersama-sama layaknya cewe-cewe SMA pada umumnya. Yahh, apalagi kalau bukan untuk ngebaso cuanki sambil ngegosipin cowo-cowo kece kaya Seungwon.

“Jieunnie, Kau kemana sih, huh!” Gumam Eunji kesal sambil menendang-nendang galon AQUA.

Tak sadar, Eunji sudah sampai ke bagian belakang sekolah. Dia hendak kembali, karena menurut rumor, daerah belakang sekolah adalah tempat mangkal siswa-siswa bandel yang suka ngeyel dan seenak dewek. Tentu saja Eunji sedang tidak ingin berurusan dengan orang-orang seperti itu, makanya dari pada berpapasan dengan setan-setan Eunji memilih untuk segera meninggalkan tempat itu sebelum bertemu dengan sesuatu yang tidak di harapkannya.

Namun saat Eunji hendak melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Samar-samar Ia mendengar sebuah suara perempuan. Suara yang menurutnya sangatlah familiar. Inget, itu bukan suara kuntilanak karena ini bukan ff horror #plak

“Eoh? Sepertinya Aku mendengar suara Jieun deh?!” Gumam Eunji penasaran.

Karena penasaran, Eunji pun melangkahkan kakinya menuju belokan gedung. Tidak seperti yang dibayangkannya, ternyata taman belakang itu tidak seburuk yang di pikirkannya.

Tadinya Eunji mikir belakang sekolah itu seperti di film-film, dimana banyak anak bandel sedang ngerokok Atau cekakakan dan cekikikan gak jelas. Tapi ternyata bayangannya selama ini tidak terbukti. Alih-alih pemandangan ‘menjijikan’, justru yang terlihat adalah sebuah pemandangan yang sangat indah.

Sebuah taman dengan pohon beringin besar di tengah sebagai pusatnya. Bunga-bunga tampak terurus rapi, membuat suasana terlihat lebih asri.

Untuk beberapa saat, Eunji tampak mengagumi keindahan tempat itu. Lagian kenapa juga Dia baru tahu tempat seindah ini sekarang. Duh, berasa kaseumpay banget tuh si Eunji. Haha

Bola mata Eunji tampak mengawasi keadaan sekitar, mengarahkan pandangannya se semua penjuru arah. “Indah banget sih,” Pikirnya ketika mengagumi keindahan surga yang baru di temukannya.

“Eoh? Jieunnie?!” Gumam Eunji ketika melihat seorang gadis tengah duduk termenung di bawah pohon beringin.

Eunji hendak berlari menghampiri Jieun. Namun ketika Dia mulai berlari, Langkah Jieun tiba-tiba terhenti karena melihat Jieun ternyata tidak sendiri disana.

Senyum Eunji yang tadi terlihat merekah di bibirnya Tiba-tiba berubah menjadi sebuah senyum simpul ketika melihat orang yang tengah bersama dengan Jieun.

Orang yang bersama Jieun adalah seorang Namja, yang tak lain adalah Yoseob. Orang yang disukai Eunji.

Karena keberadaanya tak ingin diketahui, Eunji bersembunyi di balik tong sampah yang  Tak jauh dari tempat Jieun dan Yoseob berada.

Eunji memang bisa melihat dengan jelas Jieun dan Yoseob. Tapi jarak mereka yang cukup jauh membuat Eunji tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.

Dilihatnya Jieun tengah menutup wajahnya dengan tangan. Badannya tampak bergetar, apakah Jieun sedang menangis? Tapi kenapa Jieun menangis? Kenapa juga Dia harus menangis di depan Yoseob Oppa?! Berjuta pertanyaan, Ok deh gak nyampe jutaan juga sih. Pokonya berbagai pertanyaan seputar Jieun dan Yoseob menghampiri pikirannya. Why? Why? Why?

Eunji terus memperhatikan mereka. Mengawasinya layaknya seorang istri tua yang tengah memergoki suaminya lagi selingkuh ama istri muda yang lebih semok dan bahenol.

Matanya terbelalak ketika melihat Yoseob mulai mendekati Jieun. Dia merengkuh bahu Jieun dan kemudian membenamkan kepala Jieun ke dalam pelukannya.

“Oh my godddddd, What the hell!” Geram Eunji emosi.

Tuingggggg, Kepala Eunji berasap (?) menahan emosi. Wajahnya mendadak merah menahan amarah yang bergemuruh di dalam dadanya. Jieun, sahabatnya ternyata seorang pengkhianat. Menusuk sahabat dari belakang.

Ukhhhh, pasti sakit tuh rasanya. Eunji aja saking keselnya ampe gerogotin bibir tong sampah.

***

Bel tandai usai sekolah udah berklenteng-klenteng sedari tadi. Menandakan sekolah hari ini sudah usai. Semua murid tampak berlari-lari di lorong bersama teman-temannya, bersiap untuk pulang atau nongkrong di mall dulu. Tapi tidak dengan Eunji, sejak tadi Dia masih duduk di kursinya, menatap lembaran buku yang masih belum di rapihkannya di atas meja.

Eunji menghela nafas berat, seolah-olah menyimpan beban yang sangat berat. Dia menggigit bibir bagian bawahnya bagai menahan sesuatu yang sangat perih dan menyakitkan. Ya, tentu saja menyakitkan. Sahabat yang sangat dipercayainya ternyata eh ternyata mojok ama gebetannya. Beuh, nyeuri hate pisan tah.

Setahu Eunji, Jieun itu naksir ama Sunggyu. Tapi setelah ngeliat kejadian tadi, Eunji jadi ragu pada sahabatnya itu. Apakah mungkin sebenarnya Jieun menyukai Yoseob?

Ingin rasanya Eunji menepis semua keraguan yang melanda hatinya. Tapi bayang-bayang Jieun dan Yoseob yang begitu intim dan dekat membuat hatiny bergejolak, antara marah dan cemburu.

“Eunji-ah, Ngapain Kau disini? Aku dah nunggu di tukang baso dari tadi loh!” Tiba-tiba sosok Jieun muncul di depan pintu.

Jieun bingung melihat Eunji. Biasanya mereka selalu pulang bareng, makanya Jieun nungguin Eunji. Tapi Jieun heran kenapa Eunji tidak mendatanginya padahal Dia sudah nungguin Eunji di depan tukang baso mang tarjo.

Eunji melirik Jieun sekilas, kemudian segera membereskan buku pelajarannya yang berserakan di atas meja dengan asal ke dalam tasnya.

Eunji bangkit dari kursinya lalu bergegas meninggalkan kelas. Melewati Jieun yang tengah berdiri di depan pintu tanpa sepatah katapun atau bahkan untuk hanya sekedar memandangnya.

Jieun yang semakin bingung melihat sikap Eunji kemudian menyusulnya. Dia mencengkram tangan Eunji untuk meminta penjelasan. Namun Eunji menangkisnya dengan kasar.

“Jangan sentuh Aku dengan tangan kotormu itu!” Hardik Eunji dengan kasar.

Jieun tampak syok mendengarnya. Baru kali ini Ia melihat Eunji marah seperti itu, terlebih lagi sampai membentaknya seperti sekarang.

“Eunji-yah,,,,, ” Gumam Jieun tak percaya.

Eunji membuang muka ke tong sampah *plak

Eunji membuang pandangannya dari Jieun. Dia masih berusaha untuk meredam emosinya, meskipun sebenarnya sudah meluap-luap.

“T-Tapii kenapa, Eunji-yah?!” Tanya Jieun dengan hati-hati.

“Halah, jangan banyak cingcong deh, eun! Aku udah tahu semuanya! Ternyata selama ini Kau adalah musuh dalam selimut! Sungguh tega sekali Kau menusukku dari belakang! Sungguh teganya teganya teganya teganya dirimu, cih!” Eunji meluapkan emosinya. Butir-butir krstal yang sedari tadi mengambang di pelupuk matanya akhirnya jatuh juga. Eunji gak kuat menahan air matanya, Dia pun termewek-mewek sembari berlari meninggalkan Jieun.

“Eunji-yah, Maksudmu apa woi!!!!!” Jieun berteriak berharap Eunji mau kembali dan menjelaskan permasalahan yang sebenernya terjadi. Karena jujur aja yee, Jieun juga masih bingung salahnya apa coba, baru dateng udah di jutekin, di bentak, malah sampai dimaki-maki juga.

“Eunji-yah,,,, ” Gumam Jieun lemah sambil menatap nanar punggung Eunji yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya. “Ya Allah, Apa salahku isih? Kenapa semua ini terjadi padaku?!” Batin Jieun.

~BERSAMBUNG~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pyuhh, selesai juga part ini. Gimana? Udah mulai ada konflik2 kan? hha

Entah kenapa author gatel banget kalau nulis ff romance tuh, pengen banget di nistain hha #plak

Yaudin lah, sebagai reader yang baik kalau udah baca harus komen ya. Komen kalian tuh nentuin banget ff ini di lanjut ato gak. Karena beberapa ff ku sepi komen makannya gk pernah d lanjutin lagi hhe. Makanya kalau pengen ff ini di tamatin Komen dong hha

Kalau ada saran atau kritik bisa lewat :

Twitter @myungsootwins atau @Hopucusuan

fecebook Kim Seungwon

Fanpage Seungwon entertainment

Baca ff seungwon lainya disini -> Daftar fanfiction Seungwon

Author Seungwonation ^^