The Dark and The Light Wings (Chapter 6)

Author     :  Thirteencatyas

Length     :  Sequel https://fflovers.wordpress.com/wp-admin/post-new.php

Genre       :  Fantasy, Sad, Mystery

Cast(s)     :  B2ST member

 

Shin Hyunyoung story…

“Apa kita akan mengikuti mereka terus?” tanya Hyunseung oppa. “Capek sekali, mau makan~~”
“Jakkaman oppa, lagi seru nih.” Ucapku sambil mengelap keringat. Menyebalkan sekali harus bersempit sempitan di dalam rumput seperti ini, dan jantungku dari tadi berdebar terus karena ia tidak berhenti bertanya tentang apa yang kita lakukan sekarang. Tidak kuduga, ternyata dia sangat polos dan selalu menanyakan hal yang seharusnya tidak ditanyakan.
“Baegopa, ottokke?” keluhnya lagi. Ia bergerak terus sehingga kerap kali kami melakukan kontak fisik, membuatku ingin menjerit.
“Jakkaman op…. aish~~!!” pekikku karena ada ranting kecil yang tidak sengaja kududuki. Saat itulah aku tersadar kalau keberadaan kami sudah diketahui oleh Yoseob.


“Yak Hyunseung hyung, Hyunyoung-sshi~~!!! Kau mengikuti kami ya??”

…..

“Nah oppa, kenalkan. Ini rekan kerja baruku sekaligus karyawan terbaik bulan ini, Miyoung unnie.” Aku memperkenalkan oppa kepada unnie. Mereka bersalaman dan menyapa satu sama lain.
“Kalian sedang jalan-jalan disini? Tumben sekali.” Celetuk Yoseob. “Wah hyung sekarang berani ya mengajak Hyunyoungie kencan?”
Wajah unnie berubah antusias, “Mwo? Jadi Hyunseung-ah ini namchin mu? Omo….. kok tidak bilang sih kalau kau punya pacar?”
Jantungku melejit lagi mendengar komentar mereka berdua, bagaimana ini? “Aniiyo… kami ingin pergi keliling kota, lalu kami tidak sengaja melihat kalian berdua mau naik bis. Jadi kami ikuti saja, hehehehe.” Jawabku berkiprah. “Benar kan oppa?” Ia mengangguk dengan polosnya sehingga kami bebas dari kecurigaan Yoseob secara otomatis.
“Lalu… kalian mau kemana sekarang?” tanyaku memecah suasana yang canggung. Yoseob dan Miyoung unnie menggeleng dengan wajah polos mereka. Aih, benar2 pasangan yang cocok.
“Hyunyoungie… kamu tadi bilang Kikwang masih sakit kan?” Tanya oppa tiba-tiba. “Bagaimana kalau kita jenguk dia? Mungkin ia sedang sendiri di apartemennya, kita bawakan dia oleh-oleh yang banyak.”
Aku mengangguk, “Ide bagus. Unnie kan belum kenal dengan Kikwang, mungkin mereka bisa berteman baik.”
“Nee.” Jawab Yoseob. “Kikwang itu teman SMA kami, noona.” Ia menjelaskannya kepada unnie.
“Oh baiklah, kedengarannya temanmu itu namja yang menyenangkan.” Jawab unnie antusias. “Kaja, kita beli oleh-oleh dulu. Bagaimana kalau kita berpisah lalu kembali kesini dan berangkat bersama?”
Oppa lagi-lagi mengangguk polos, lalu mereka meninggalkan kami dengan suasana yang masih kaku karena kontak fisik yang kami lakukan tadi.

“Oh…. Mereka berangkulan, manis sekali.” jawab Hyunseung oppa mengeluarkan senyum polosnya. Wajahku memanas setelah ia mengatakan itu. Oppa, bisakah kita melakukannya juga sembari mencari oleh-oleh untuk Kikwang-sshi? *agak ngarep*

~~~~~

Lee Kikwang story..

From: My little doll

Yeobo, mianhae aku tidak bisa menemanimu hari ini. Rumah kosong dan aku ditinggal sendiri. Sekali lagi, Mianhae. Love you :*

Aku berusaha bangkit dari kasurku. Astaga, bulu putih yang masih tersisa di punggungku gugur lagi digantikan bulu hitam. Aku bercermin dan melihat rambutku kini berwarna hitam kemerahan, kulitku menjadi kecoklatan dan beberapa garis merah yang dulu terlukis di punggungku kini digantikan dengan gambar hitam yang sama indahnya.
“Untung saja Sunghyo sudah memberikan surat izin untuk cuti selama 2 minggu. Ternyata proses pemulihannya makan waktu juga.” ujarku pada diri sendiri. kuambil salah satu baju di lemari dan mencoba memakainya, huff…. Rasanya begitu dingin, proses pemulihan membuat kulit terasa seperti dibakar karena panas sekali.
Ting tong~~ bel pintu depan dipencet, siapa ya sore-sore bertamu kemari?
Saat kubuka pintu, beberapa orang menyerbu ke arahku, “Annyeong Kikwangieeeee~~!!!”
“Oh hyung, Yoseob dan Hyunyoung? Kalian mengejutkanku.” Ucapku “Oh, kalian bawa satu orang lagi. Siapa dia?”
Yeoja itu tersenyum lalu membungkukkan badannya, “Nee.. Miyoung ibnida. Senang berkenalan denganmu Kikwang-ah.”
“Noona ini adalah karyawan baru di midimarket.” Jelas Yoseob. “Bulan ini dia mendapatkan gelar sebagai karyawan terbaik loh di sana.”
“Wah chukkae~.” Aku memanggil yeoja itu noona karena Yoseob memanggilnya noona juga. “Selamat datang di perkumpulan kami, hehe.”
Mereka berempat duduk dan bercanda gurau, lalu Hyunseung hyung mendekatiku sambil berbisik… “Bagaimana rasanya menjadi sayap hitam?” tanyanya dengan wajah polos. “Kudengar dari Sunghyo, proses pergantian bulunya menyakitkan. Benarkah?”
Aku mengangguk sambil tersenyum puas. “Syukurlah ini semua sudah lewat. Tidak apa-apa menjadi sayap hitam karena Dongwoon. Toh aku tidak melakukan kejahatan lalu jadi sayap hitam?”
“Hajiman, aku sedikit khawatir dengan obsesi Junhyung yang ingin sayap putihnya kembali.” Ungkap hyung sambil mengelus dagu. “Aku lupa peraturan yang diciptakan. Kalau tidak salah, salah satu dari kita akan selamanya jadi sayap hitam apabila si sayap putih sudah menemukan pasangannya kan?”
Aku mengangguk, “Sebaiknya hyung segera cari pasangan. Kalau tidak, hyung akan jadi sayap hitam sepertiku. Tapi tidak apa-apa kok bersayap hitam, kita kan innocent.”
“Yak, lagi-lagi bicara bahasa yang tidak kumengerti.” Celetuk Hyunyoung bertolak pinggang. “Aku menyiapkan makan malam untukmu, kami tadi beli bahan makanan untukmu yang sedang sakit. Ayo kita makan bersama.”
Aku mengangguk dan bangkit menuju dapur, “Hyung, sepertinya yeoja kami cocok untukmu. Kenapa tidak kamu jadikan saja dia pasanganmu? Dia menyukaimu loh~”
“Jinjjaeyo? Aku tidak percaya kalau hanya kau yang bilang.” jawab hyung yang biasanya polos kini jadi lebih serius, “Tapi aku akan membuatnya bicara dengan caraku, nanti.”

~~~~~

Sun Miyoung story…

“Gomawo, aku sangat menikmati waktu kita.” Aku membungkuk hormat pada mereka semua, termasuk Kikwang, “Kikwang-ah, semoga cepat sembuh dan kembali bekerja lagi ya.”
“Nee noona, selamat tahun baru ya.” Kikwang mengantar Yoseob dan aku sampai di depan gedung apartemennya dan meninggalkan kami ke kamarnya. Duo hyun sudah pulang lebih dulu, jadi kami berdua terpaksa pulang jalan kaki.
“Apakah kalian satu sekolah waktu SMA?” tanyaku memulai pembicaraan.

“Nee..” Jelas Yoseob. “Ada satu yeoja yang belum kukenalkan padamu. Namanya Park Sunghyo, dia pacarnya Kikwang.”
Aku mengangguk kuat, “Oh…. apa yeochin nya Dongwoon juga sahabat kalian?”
“Benar sekali, si Mini Minri juga.” Kata Yoseob gembira. “Eh, kok dingin sekali ya? Kemarilah, apa kamu kedinginan?” Yoseob menarik tanganku sehingga tubuh kami tidak sengaja bertubrukan. Astaga, biarpun lebih muda dariku tapi ternyata Yoseob sangat manly dalam memperlakukan yeoja~
“Kamu tidak bawa kaos tangan ya?” Yoseob melihat kedua tangan yang kumasukkan ke dalam kantung jaket. “Kemarikan tangan kirimu.”
“Buat apa?” aku mengangkat tangan kiriku dan diluar dugaan, tiba-tiba Yoseob memakaikan sebelah kaus tangannya ke tangan kiriku lalu memasukkan tanganku yang lain ke dalam kantung jaketnya.
“Apa yang kau lakukan?” wajahku memerah karena perlakuannya. “Apa kau tidak malu? Disini kan banyak orang.”
“Gwechana, paling mereka hanya menganggap kita pasangan.” Yoseob menjawab pertanyaanku sambil tertawa senang. Aduh, apa sih mau anak ini? Sudah berkali kali ia membuat wajahku panas dan membuat jantungku berdebar. Kepalaku jadi pusing karena semua ini~

“Yoseobie….” Aku memulai pembicaraan lagi dengannya. “Sejak kapan Hyunyoung menyukai Hyunseung? Apa mereka sudah resmi jadi pasangan?”
“Mungkin sejak Minri dan Kikwang bekerja di salah satu toko di taman ria.” Jawab Yoseob. “Kata yeoja itu, ekspresi hyung yang terlihat seperti orang melamun itu menggemaskan. Padahal menurutku dia itu aneh, jarang tersenyum dan selalu menanyakan hal yang tidak perlu. Entah karena dia lemah otak atau pura-pura bodoh.”
“Tapi… seharian ini dia selalu tersenyum, mungkin kau belum terlalu mengenalnya sehingga ia jarang tersenyum padamu.” Jawabku.
“Hanya Hyunyoung yang bisa membuatnya tersenyum.” Jawab Yoseob, “Biasanya ia selalu menampilkan wajah yang polos dengan bibir rapat kalau sedang kerja di taman ria.”
Aku mengangguk lagi. “Tadi… aku tidak sengaja melihat tengkuknya saat di rumah Kikwang. Dia punya garis merah yang sangat besar, itu apa ya?”
Wajah Yoseob yang riang berubah menjadi serius. Dia berpikir sebentar, lalu bicara kembali. “Kamu lihat garis merah seperti tato? Aku tidak yakin hyung suka mengukir tubuhnya dengan tato, dia bukan tipe orang seperti itu.”
Kenapa sih Yoseob mengatakan hal yang kurang baik terus tentang Hyunseung, apa mereka pernah terlibat pertengkaran sengit sehingga ia mengatakan hal seperti itu?
“Em…. Kenapa noona menanyakan Hyunseung hyung terus, apa kamu menyukainya?” tanya Yoseob. Aku melihat wajahnya yang was-was dan khawatir, kelakuannya aneh sekali.
“Tidak kok.” Jawabku. “Jangan terlalu dipikirkan, aku cuman sekedar bertanya. Lagipula sudah mau tahun baru, jadi tidak usah memikirkan hal seperti itu ya hehehehe.” Aku tertawa garing. Sungguh ucapanku barusan tidak ada sangkut pautnya dengan tahun baru, aku jadi terlihat sangat bodoh~
“Kureyo…” jawabnya sambil memandangi langit yang penuh dengan kembang api. “Yak, sudah jam berapa ini? Sudah banyak sekali kembang api di langit.”

Selang beberapa saat ketika aku melihat langit, tiba-tiba aku melihat darah segar mengucur dari hidung Yoseob. “Yo… Yoseobie, kau mimisan.” Ucapku.

Yoseob yang kebingungan mengusap hidung dan terkejut melihat darah di tangan kirinya.  “Ah… kenapa bisa begini?” ucapnya bingung. “Apa aku kedinginan? Tidak mungkin~”
“Jakkamanyo, aku cari kantung es dulu untuk hidungmu.” Aku berlari mencari sebuah café atau swalayan yang menjual es batu. Setelah aku mendapatkan es batu dan berterima kasih, aku kembali ke tempat Yoseob dan melihat  tangan kirinya yang berlumuran darah serta wajahnya yang memucat.
“Gamsahabnida, mungkin karena sudah jam setengah 12 ya sehingga aku mimisan seperti ini.” Ungkap Yoseob sambil mengompres hidung. “Cuaca musim dingin memang kejam.”
Aku menghapus bekas darah yang di tangannya dengan tangan yang gemetar. Mungkin kini aku harus jujur mengapa aku pindah ke midimarket cabangnya, dan tentang yang lain….
“Yo.. Yoseobie..” ujarku ragu-ragu. “Aku ingin memberitahumu bahwa…. Sebenarnya aku memang sengaja pindah ke midimarketmu untuk mematahkan kesuksesanmu disana.”
Yoseob yang sibuk dengan hidungnya menatapku bingung. “Waeyo? Apa aku melakukan kesalahan padamu?”
“Mian….” Ucapku gemetaran karena wajah Yoseob berubah lebih serius. “Aku… cemburu dengan prestasimu. Midimarketmu jauh dari tempat direktur kita beroperasi. Tapi beliau selalu memuja etos kerjamu, sementara aku yang bekerja di midimarket tempatnya tidak dipandang sekalipun. membuatku frustasi.”
nafasku tak beraturan dan tanganku terus gemetar, akhirnya aku mengakui semuanya di depan Yoseob. Kira-kira… apa pendapatnya setelah tahu semua ini? “Tapi setelah kulihat cara kerjamu, kau memang sangat rajin meskipun kau melakukannya sambil ngobrol dengan teman-temanmu. Selain itu aku menyadari sesuatu……”
Jantungku berdebar debar melihat wajah Yoseob yang tertegun dan mendengar beberapa orang mulai menghitung mundur.
“5………….!! 4………………..!! 3…………………!! 2…………………….!!”
Aku menelan ludah dan meremas kepalan tanganku untuk melancarkan kata-kata yang paling jujur dari dalam hatiku.
“1!!!”
“Sepertinya….. aku menyukaimu.” Aku mengatur nafasku yang terengah engah dan jantungku yang berdebar tak karuan, “Neomu joahaseo, Yang Yoseob.”

Semua orang bersorak sorak merayakan tahun baru, sementara aku dan Yoseob berdiri menghadapi satu sama lain. Ia terlihat kaget, wajahnya memerah dan uap menyembul cukup banyak dari mulutnya.

Tapi… tak kusangka, ia tersenyum dan mengangkat tangan kananku “Aku tak menyangka noona akan mengatakan hal seperti itu..” Ia menempelkan tanganku di bibirnya yang dingin, “Kehangatan ini…. Mungkin aku akan membutuhkannya sejak hari ini sampai seterusnya.”

tbc~