My Lovely Veterinary [Part 2]

 

Author                       : Riiku

Lenght                       : Continue

Main Cast                 : Kim Heechul, Lee Hara

Support Cast           : All Super Junior members.

Genre                         : Sweet Romance, Comedy.

Rating                        : PG-15

Leght                         : Chaptered

Ps: Please don’t copy and paste this without my permissions.

 

Ini pernah di post di blog pribadi author

riikuclouds.wordpress.com

 

Super Junior Dorm

Hara POV

Aku benar-benar merasa gerah dengan berbagai pasang mata yang memperhatikanku seperti ini. Semua mata dengan seksama seakan-akan memanahiku dengan beragam pertanyaan. Begitu kami datang tadi memang kulihat banyak namja yang sedang duduk santai di ruang tengah ini terpukau seperti anak ayam baru melihat mangsanya, eh, induknya.

 

“Berapa umur agasshi?” Tanya namja yang memiliki lesung kecil di dagu yang terlihat ketika senyum.

 

“Noona siapa namamu?” Tanya seorang namja yang imut tapi pendek. Gayanya terlihat begitu keibuan.

 

 

“Apa kau mengenal kami?” Tanya seorang namja yang super tampan dan gagah. Bagaimana bisa ada orang dengan penampakan tanpa lecet begitu?

 

“Bagaimana kau bisa mengenal Heechul hyung?” Tanya seorang namja yang berukuran tidak biasa. Tubuhnya cocok untuk memerankan papa beruang mungkin.

 

“Apa kau seorang dokter? Bisakah kau memeriksa kura-kuraku?” Tanya seorang namja yang terlihat biasa saja dan bermata sipit. Dan, apa itu pertanyaan terakhirnya? Aku hampir ingin meledak dengan membelalak saat kudengar kata “memeriksa kura-kuraku”. Binatang peliharaan kok kura-kura..

 

“Apa kau penjual binatang?”

 

Mwo, Pertanyaan apa itu??

 

“Yak!! Kalian jangan menakutinya!” kudengar suara pria aneh bernama Kim Heechul itu berteriak lalu keluar dari kamarnya. Kami semua menoleh dan mengikuti arah namja itu datang ke kumpulan ini. Ya, ini seperti upacara ritual atau acara kumpul-kumpul arisan mana gitu. Aku berada di tengah dengan dikelilingi melingkar oleh namja-namja yang bervariasi ini.

 

“Dia dokter hewan, kyunie!” Heechul menjelaskan setelah menjitak namja yang tadi melontarkan pertanyaan sembarangan itu.

 

“Hyung..appo..”

 

“Hyung, siapa sebenarnya agasshi ini, kami penasaran. Masa dia tidak mengenal kita hyung?” protes salah satu namja sambil menunjuk-nunjuk aku. Orang ini seperti kurangan gizi atau gimana ih? Badannya kurus sekali, mata kedip-kedip, alias sipit. Rambutnya juga aneh, masa berwarna kuning?

 

Hei, hei.. Super Junior yang pernah aku liat sepertinya tidak seperti ini..

 

“Ayo, kuantar kau pulang.” Lanjut Heechul dengan menarik lenganku, bukannya menjawab pertanyaan namja itu. Ia membuat aku berdiri dan mengikutinya keluar.

“Kenapa banyak sekali?” Aku sedang menghitung uang lembaran yang diberikan Heechul di mobil. Ia sedang asik melihat jalanan ke depan atau tepatnya menyetir.

 

“Itu untuk investasiku dokter..”

 

“Mwoya? Kau kira klinik hewan adalah gedung penambah saham?”

 

“Haha..bukan begitu. Aku memutuskan menjadikan klinik milikmu sebagai salon pribadi Heebumku..”

 

Ngookkk..

Mwoya? Apa dia bilang? Salon? Ya Ampun, ini klinik bukan Salon!

 

“Mworago? Hei, jangan gila kau! Aku membuka klinik hewan! Bukan salon hewan!”

 

“Kalau begitu, khusus untuk aku, kau menyediakan salon hewan.”

 

“Ck. Apa-apaan kau. Kau kira aku mau.” Aku berdecak kesal.

 

“Ini kembaliannya! Jangan main-main memberikan uang yang lebih dari yang seharusnya. Itu sama saja kau menyuapku. Meskipun kau menganggap itu hadiah, aku tetap tidak bisa menerima uang yang bukan seharusnya milikku.” Jelasku melanjutkan dan meletakkan uang sisanya di atas tape mobil. Ia hanya memandangiku sekilas tidak percaya dan kemudian fokus kembali ke jalanan depan.

Sampainya di rumah, ia mengantarkanku sampai ke pintu.

 

“Sudah, aku sudah sampai rumah. Kau pulang sana! Nanti ada paparazi yang melihat kita kau akan bermasalah.”

 

“Aigoo..terima kasih sudah menghawatirkanku.”

 

Ya ampun..siapa yang menghawatirkannya?

 

“Ngomong-ngomong, nona dokter yang cantik, kita sejak tadi belum berkenalan. Aku belum tahu siapa namamu.” Katanya mengulurkan tangan.

 

“Apa penting untuk tahu namakku?”

 

“Tentu saja.” Ia menyodorkan tangannya bermaksud mengajak berjabatan tangan. Aku pun meraih tangannya itu.

 

“Lee Hara imnida.”

 

“Kim Heechul imnida.” Balasnya dengan tersenyum melihatku. Ia masih memegangi tanganku terus.

 

“Hei, lepaskan tanganku!”

 

“Baiklah. Aku akan melepaskannya. Kalau begitu aku pulang dulu ya.” Ia menarik aku sehingga mendekat ke arahnya. Dan..

 

CHU

 

Kecupan kecil di pipiku darinya. Ia langsung berjalan sambil terus tersenyum melihatku dan masuk ke mobil. Aku sungguh syok apa yang terjadi hari ini. Dengan berteriak aku berlari masuk ke dalam rumah dan ke kamar tidurku. Aku melompat ke ranjang, menutupi seluruh tubuhku dengan selimut. Berkali-kali aku mengerjap-ngerjapkan mata dan mengusap-ngusap pipiku yang tadi ia cium.

 

ARRGGGHHH

 

Semoga mimpi buruk ini berakhir besok. Amiinnn…

Animals Clinic, 07.00 am

Aku mengendap-endap, menengok kanan dan kiri sebelum membuka kunci pintu klinikku. Aku hanya mengantisipasi, takut-takut mimpi kemarin adalah sungguhan. Aku berharap tidak bertemu lagi dengan yang namanya Super Junior. Aku berharap kemarin adalah mimpi di saat aku sedang kesepian dan butuh kehangatan..

Perlahan aku buka pintu klinikku. Kemudian aku masuk dan menutup pintunya rapat-rapat. Ketika aku membalikkan badan, aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. Omona..hiks

Hal pertama yang kulihat adalah namja kurus berambut kuning sedang menggunakan hair dryer khusus hewan milikku untuk menyisir dan mengeringkan rambut seekor anjing kecil dan dirinya bergantian dengan temannya satu lagi yang terlihat seperti anak kecil.

Kemudian namja pemilik kura-kura, sedang asik menyikati cangkang kura-kuranya bersama dengan namja lain yang mengenakan baju pink. Astaga, mengapa ada namja menyukai warna pink? Dan, apa yang ia pakai untuk menyikat? Omona.. sikat gigiku.. hiks

Kudengar suara kompor dan bau masakan menyeruak dari arah dapur kecil klinikku. Aduhh..apa dapurku juga mereka gunakan? Bau apa ini? Mie instan? Aku berlari ke dapur dan melihat namja bertubuh kecil sedang menggunakan celemekku untuk memasak. Aku beralih melihat loker tempat aku menyimpan beberapa mie instan yang sering aku masak ketika aku tiba-tiba lapar saat di klinik. Dan namja ini..memasak semuanya!!

BRUKK

Seseorang namja yang tinggi menabrakku hingga aku nyaris terjatuh. Dia memakai masker dan kemudian menurunkan maskernya menatapku. Dia namja kemarin yang melontarkan pertanyaan tidak jelasnya.

“Noona jangan di tengah jalan.”

Ia mengambil sebuah sapu yang memang terletak di balik pintu dapur dan kemudian membawa sapu tersebut ke kamar periksa. Aku mengikuti anak ini dan kulihat ia menyerahkan sapu itu ke Heechul.

“Oh..Hara-shii. Anyeong.” Katanya dengan mengangkat kelima jari tangannya menghadapku. Melihat Heechul di sini aku sudah tidak tahan untuk meledakkan kekesalanku.

“ARRGGGHHHH APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA KLINIKKU!!! KENAPA KALIAN BISA MASUK KE SINI!!!”

“YAK! ITU HAIRDRYER MAHAL!! KHUSUS HEWAN!! KENAPA KALIAN GUNAKAN UNTUK RAMBUT!!!” teriakku merebutnya.

“YAK!! ITU SIKAT GIGIKU!!”

“YAK!! MIE INSTANKU KENAPA KALIAN HABISKAN!! ARRGGHHH!!!”

Teriakku dengan terengah-engah. Kumpulan namja ini malah terbengong mengerjap-ngerjapkan matanya melihatku.

Selama beberapa menit suasana hening dan tak ada yang beraktifitas. Mereka hanya melihatku yang berteriak-teriak dan berdecak kesal terus.

“Makanan sudah siap!!” teriak seseorang dari balik dapur. Semua namja ini langsung menoleh ke arah datangnya suara tadi.

“Oke..kita sarapan dan langsung siap-siap..” kata Heechul mengintruksi.

Aku menarik kerah bajunya sebelum ia menuju dapur di klinik kecilku yang sempit ini. semakin sempit karena mereka semua memenuhi tempat ini.

“Heh, apa yang kalian lakukan di sini? Kenapa kalian bisa masuk ke sini?! Jelaskan kenapa kalian seenaknya mengobrak-abrik seluruh isi klinikku?!” teriakku tidak sabar kepadanya. Tapi sebelum Heechul menjawabnya, seorang namja  menyolek-nyolek bahuku. Aku refleks menoleh ke arahnya.

“Noona..kau galak sekali. Jangan marah-marah, nanti cepat tua loh!” ujarnya santai dan menyuapkan mie ke mulutnya di hadapanku. Aish..sungguh tidak sopan.

“Ya..Kyunie! Sudah sana kau!” Heechul menendang pantat anak ini. Jadi panggilan anak ini Kyunie. Akan kuingat anak tidak tahu sopan ini.

“Kau tenang saja Hara-shii. Aku hanya ingin membalas budi baikmu dengan mengerahkan mereka beres-beres merapikan klinikmu.”

“Mwoya? Kau bilang ini membereskan??” kau tidak lihat hasil perbuatan anak buahmu! Mereka malah merusak klinikku!”

“Aish. Kan belum selesai. Kami makan dulu. Sudah kau duduk ya.. tenang di sini.. makan dan minum ini..” ia mendudukkanku di kursi menghadap televisi ruang tunggu dan menyodorkan makanan dan minuman. Aku terkejut dengan makanan yang disajikan ini. Bagaimana bisa bahan dasar mie instan menjadi pancake yang cantik dan terlihat enak begini? Minumannya juga..cappucino dengan hiasan bergambar bunga di atasnya. Aku tergugah untuk melahapnya.

“Bagaimana hasilnya? Rapih kan?” tanya Heechul.

Setelah satu jam mereka bengobrak-abrik klinikku, aku sungguh tidak menyangka hasilnya bisa seindah ini.

“Ah..” Aku tidak bisa berkata apapun.

“Sudah kami tentukan bahwa tempat ini akan menjadi tempat resmi perawatan hewan peliharaan kami.”

“Oh..ya. gomawo.”

KYAA..

Ada suara teriakan dari luar klinik. Kami semua menuju ruang tunggu di luar. Seorang namja dengan tampilan layaknya selebritis, yah, meskipun sebenarnya memang dia selebritis, masuk ke klinik. Ia melambai-lambaikan tangannya ke arah luar dimana banyak sekali yeoja yang berdiri di luar melihat ke arah dalam. Ruang tunggu klinikku ini adalah kaca tembus pandang. Jadi orang di luar dapat melihat ke dalam.

Semua heboh. Banyak yang berteriak seperti

“oppa..oppa..”

“omona..” atau sekedar berteriak heboh

“kyaaaa”

“Kembalikan uangku!!” Eh? Ada yang berteriak begitu? Apa ia kira ini demo?

“Kembalikan oppaku!!” oh..ternyata itu yang dia teriakkan. Aku salah dengar berarti.

Aku melirik kembali ke namja yang baru datang ini.

“Ya..sudah jam 8. Ayo nanti kita terlambat.” Katanya pada namja lainnya.

Pletakk

“Jungsoo-ah. Kau datang dengan mencolok sekali! Kau lihatkan hasil perbuatanmu. Elf jadi tau kita di sini!” seru Heechul

“Mwoya? Heechul-a, kau berani menjitakku!”

Pletakk

“Appo..sakit..”

“Rasakan”

“Ishh..” baru Heechul bersiap membalas lagi, namja yang menggendong kura-kura datang dan melerai.

“Hyung, sudah. Sekarang kita pikirkan bagaimana cara keluar dari sini dan agashii ini tidak jadi bahan incaran Elf.”

He? Incaran Elf? Kenapa yang dilontarkannya mengerikan sekali.

“Kau benar Yesungie.” Jawab namja yang tadi dipanggil Jungsoo oleh Heechul.

Selama keributan kecil di dekatku ini, namja lain anggota Super Junior ini sedang melambai-lambai tangan tebar pesona pada yeoja-yeoja di luar.

Heechul keluar dari klinik membiarkan kami masih di dalam. Segera semua yeoja berhamburan menghampirinya. Heechul berteriak keras menghentikan semua aktifitas siapapun yang mendengarnya.

“Dengar semua ELF. Kami resmikan klinik ini adalah klinik resmi bagi binatang peliharaan kami. Kalian jangan khawatir, kami akan beberapa kali mngunjungi klinik ini jadi, jangan takut kalian bisa bertemu kami lagi setelah ini. Pemilik klinik tak lain tak bukan adalah gadis yang sekarang berada di dalam klinik. Dia adalah tunanganku! Jangan sekali-kali kalian mengganggunya otte?”

Mwo? Apa dia bilang? Aku tunangannya? Sejak kapan? Ya Tuhan..Heechul-a, kau sudah gila..

“Setelah aku wamil nanti aku akan menikahinya. Kalau kalian mencintaiku, kalian juga harus mencintainya juga otte? Nari, tunangan Shindong oppa saja kalian bisa menerimanya, jadi, untuk Lee Hara, tunanganku, kalian juga harus menerimanya ya? Kalian harus mendukungnya. Karena dia adalah dokter hewan di sini.”

Seluruh pidato yang diutarakan Heechul sukses membuat nyawaku melayang-layang. Aigoo..bunuh saja aku. Lee Hara, kau benar-benar mendapat doorprize!! Aku mencium wangi permasalahan yang nantinya akan menggeluti hidupku.

Namja-namja yang lainnya ini sedang menepuk nepuk pundakku dan memperlihatkan diriku di hadapan yeoja-yeoja yang berada di luar. Aigoo..aku ingin pingsan segera rasanya.

Kemudian namja yang bernama Jungsoo tadi keluar dan berdiri di sebelah Heechul.

“Oke, setelah ini kami akan berlatih dan kami harus kembali ke studio. Jadi mianhe semuanya. Kami harus pergi.” Katanya.

“Ya..oppa..” serentak semua yeoja-yeoja yang disebut Elf itu kecewa.

“Boleh ya?? Otte?? Setelah ini kalian bisa berkenalan dengan Hara eonni nanti. Bantu dia ya. Oia..terakhir. aku mencintai kalian semua.” Teriak Jungsoo.

“Aku juga mencintai kalian semua..” teriak Heechul.

“Kami juga mencintai kalian Elf!! Saranghae!!” teriak namja yang di dalam klinik ini secara bersamaan dan membentuk tanda hati dengan tangan mereka.

Oke. Jika di tanganku ada kantong plastik aku akan benar-benar menuangkan muntahanku segera. Adegan apa ini?

Seluruh namja tadi sudah menghilang dengan mobil yang membawa mereka ke studio. Super Junior. Selamanya akan aku ingat pengaruh mereka dalam hidupku. Liat saja.

Tak lama mereka pergi. Banyak orang-orang berdatangan, terutama para yeoja membawa hewan-hewan peliharaannya yang bahkan peliharaannya ini tidak sakit atau terluka. Mereka hanya membawa binatangnya kemudian malah menanyakan padaku hal-hal tidak penting.

“Eonnie, apa yang biasa Siwon oppa makan saat sedang santai?”

“Eonnie berapa ya ukuran celana dalam Ryeowook oppa?”

“Eonnie, apa kau tahu dimana letak Kyuhyun oppa menyembunyikan PSP kesayangannya?”

“Eonnie, apa kau tahu berapa harga segelas cappucino latte di Handel and Gretel?”

Omona..semua pertanyaan yang mereka lontarkan, tidak ada satupun yang bisa kujawab. Bagaimana bisa kesulitan ini muncul dalam kehidupanku? Bahkan soal-soal yang mereka tanyakan lebih sulit daripada soal Ujian masuk Universitas!!

“Eonnie, foto bareng dong..”

CKLEKK

Aku hanya tersenyum irit berfoto-fotoan dengan mereka.

“Eonni, kalau nanti akan menikah dengan Heechul oppa, undang kami ya. Kalau kau tidak jadi menikah atau tidak mau menikah juga hubungi kami ya. Kami tentu saja bersedia menggantikan eonnie.”

Aduh..apa sih yang mereka katakan?

Siapapun, tolong aku..hiks

Studio SM 01.00 pm

Heechul POV

“Apa-apaan yang kau katakan itu Heechul?”

Lee Soo Man, pria tua yang membuat aku ditakdirkan hidup bersama Super Junior sekarang berada dalam satu ruangan ini bersama manager hyung, yang mondar-mandir terus di depanku seperti setrikaan panas. Aku sekarang sedang asik duduk memainkan kuku jariku. Sebelahku duduk Jungsoo. Berbeda sekali denganku, Jungsoo, menunduk tidak berani melawan dan hanya menjepitkan kedua tangannya di kakinya.

“Apa yang aku katakan memangnya?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“Kau tidak tahu? Aigoo.. apa maksudmu setelah wamil akan menikah? Mengatakan seorang gadis yang tidak dikenal sebagai tunanganmu? Kau ini hobi sekali cari sensasi, huh? Kau pikir ini bagus untuk grup?” kali ini Manager hyung yang angkat berbicara. Sooman ajushii kemudian menghalangi manager hyung memarahiku dan ia kemudian angkat bicara.

“Heechul-ah. Apa kau serius dengan perkataanmu? Kalau kau berniat wamil, seharusnya kau melaporkan dulu pada agensi terutama kepadaku. Apa kau tidak menganggap aku? Dan kau tidak lupa kan konsekuensinya menikah sebelum kontrak kerja selesai?”

“Ajushii. Aku serius dengan perkataanku. Bulan depan aku akan wamil. Setelah wamil aku akan menikah. Masalah grup nanti aku akan mencari penyelesaiannya dengan teman-teman. Tidak usah menghawatirkanku. Kalau kau ingin memutuskan kontrak denganku, ya silahkan. Aku tidak menarik ucapanku tadi untuk menikah setelah wamil meskipun kontrak kerjaku belum selesai.”

“Yak! Heechul-ah! Apa yang kau katakan huh? Jangan sembarangan kau! Apa kau akan berkata akan keluar dari Super Junior? Aku tidak bisa tinggal diam.” Jungsoo menegurku.

“Ara. Aku salah. Aku memang tidak boleh berkata sembarangan. Tapi aku serius ajushii, aku akan menikahi gadis itu setelah wamil.” Kataku beranjak pergi dari ruangan itu.

Hara’s Home 09.00 pm

Aku berjalan mengendap-endap mengintari rumah Hara. Aku mencari letak kaca jendela kamarnya. Setelah berhasil menemukannya aku kemudian mengetuk kaca jendela kamarnya.

DAK DAK DAK

Tidak ada reaksi

DAK DAK DAK

Aku kembali mengetuknya

SREEKK

Gorden jendela kamarnya terbuka menampakkan wajahnya yang terkejut. Mata dan mulutnya membulat sempurna. Ia membuka jendelanya dan menyembulkan wajahnya.

“Yak!! Kau sudah gila! Kenapa kau bisa di sini?”

“Aku ingin menemuimu.” Kataku.

“Yak!! Kan bisa lewat pintu depan! Kenapa harus dari jendela kamarku paboya!”

“Ishh.. kalau dari luar aku bisa ketahuan paparazi. Aishh sudahlah kau lama sekali!”

Aku segera masuk memanjat jendelanya yang memang tidak terlalu tinggi. Untungnya kamarnya ada di lantai 1 jadi, tidak membuat aku berlatih menjadi monyet hutan memanjat pohon demi masuk ke kamar. Atau berubah menjadi pangerannya rapunzel yang harus memanjat rambut untuk mencapai kamar sang puteri. Masalahnya aku bukan pangeran rapunzel, dan Hara pun tidak punya rambut yang terlalu panjang jadi, aku bersyukur kamarnya Hara berada di lantai 1.

Setelah masuk aku segera menutup jendela dan menutupnya dengan gorden.

“Yak!! Kau benar-benar sudah tidak waras Heechul-a.” ia berkata sambil berkaca pinggang dan berdecak. Mendengarnya berkata memanggilku tadi aku langsung sumringah dan tersenyum.

“Aigoo kau sudah memanggilku dengan tidak formal ternyata..kenapa tidak sekalian panggil aku oppa saja..” godaku mendekatkan diri padanya.

“Eh, eh, apa yang mau kau lakukan. Jangan mendekat ya!” katanya mengancamku dengan menganggkat tangannya menghalangi langkahku. Aku hanya tertawa karena reaksinya.

“Kenapa malah tertawa? Dasar aneh. Cepat katakan! Urusan apa yang membawamu ke sini.”

“Mianhe. Baiklah akan aku katakan. Sini duduk dulu di sini. Kita bicara denagan baik-baik dan tenang.” Kataku sambil menepuk-nepuk pinggir kasurnya. Aku sudah duduk di pinggir kasurnya. Ia menggeleng. Aku pun meraih tangannya menariknya duduk di sampingku.

“Yak!!” ia berdecak kesal. Akhirnya ia melipat kedua tangannya dan terpaksa duduk manis sekarang. Aku memutar mataku melihat pemandangan kamarnya. Banyak sekali buku-buku dan foto-foto hewan seperti anjing, kucing, burung, lumba-lumba, gajah. Eh? Gajah? Aku kaget melihat gambar gajah yang paling besar sekali. Aku terkekeh.

“Hei, apa yang kau tertawakan?”

“Aniyo. Kau aneh. Yeoja jaman sekarang senang menempelkan gambar-gambar namja tampan atau idolanya. Kau malah memasang gambar gajah sebesar itu?? Ha ha ha.”

“Terus saja menertawaiku. Kau lupa aku ini dokter hewan? Tentu saja aku suka hewan paboya!”

“Oh..iya ya.. ehe he.”

“Sebenarnya apa yang mau kau bicarakan?” tanyanya kembali ke topik semula.

“Ah iya. Ini masalah tadi siang.” Ia memperhatikanku untuk mendengar penjelasanku. Aku kemudian mengeluarkan kotak cincin dari saku celanaku. Ia nampak terkejut melihatnya.

“Aku sudah memutuskan. Dua minggu lagi aku akan wamil. Setelah wamil, aku akan menikahimu.”

“Mworago? Jadi yang kau bilang tadi siang sungguhan? Omo..Kau bercanda. Kau.. bahkan aku baru mengenalmu! Kau pikir aku akan menerimanya!” teriaknya menolakku. Ia memundurkan tubuhnya menjauhiku.

“Kau pasti tidak akan menolak nanti.” Aku tersenyum melihat reaksinya yang mengebu-gebu menolakku tadi. Kemudian aku membuka kotak cincin ini dan mengambil cincin tersebut.

“Kemarikan tanganmu.”

“Mwo? Aku tidak bilang iya. Aku sudah menolakmu tadi. Sebaiknya kau pulang sana.” Katanya masih melipat tangan, kemudian mengibas-ngibaskan tangannya padaku dan melipatnya kembali.

Aku meraih tangan kirinya. Memakaikan cincin tersebut ke jarinya. Ia berteriak masih bersikeras menolaknya. Setelah cincin itu terpasang di jarinya, ia berusaha melepasnya tappi tidak bisa. Aku hanya terkekeh melihatnya. Akhirnya ia menyerah.

“Kenapa kau melakukan ini Heechul-a? Kau sama saja memaksaku tahu! Aku sudah bilang tidak mau!”

“Kau masih bertanya kenapa Hara-ya? Aigoo..nona dokter cantik.. sejak awal saja pun aku sudah tertarik padamu. Masa kau tidak sadar? Kau tahu.. selama hidupku, aku tak pernah menemukan yeoja yang lebih cantik daripada aku. Dan kau, yeoja yang kutemukan lebih cantik dariku.”

“Hanya karena aku lebih cantik darimu?”

“Aniyo bukan karena itu. Kau itu penyayang, buktinya Heebumku bisa menyukaimu. Kau juga jujur dan berpendirian kuat. Lagipula, kau sudah berhasil membuat aku penasaran karena kau tidak tertarik dengan Super Junior.”

“Siapa bilang aku tidak tertarik? Aku juga yeoja normal. Yeoja mana yang tidak terpesona dengan namja-namja tampan dan baik seperti kalian semua. Lagipula, berkat kalian, tadi banyak sekali yang berkunjung ke klinikku sekedar memeriksakan peliharaan mereka. Banyak sekali hewan yang ternyata tidak dirawat dengan baik oleh majikannya. Karena mereka sudah berkunjung ke klinikku, maka aku jadi bisa menasehati majikannnya untuk merawat hewan peliharaannya dengan lebih baik. Itu artinya kalian juga menolong hewan-hewan itu. Aku juga berterima kasih banyak kepada kalian karena itu.”

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku tidak percaya dengan apa yang barusan ia katakan. Apa? Super Junior ternyata telah membantu hewan-hewan yang kurang terawat dengan baik? Waw..daebak! ini bisa menjadi hal lain yang patut kami banggakan.

Hara POV

Heechul mengeluarkan kotak kecil yang berisi cincin setelah ia buka. Aku terkejut dan membelalakkan mataku melihat cincin itu.

Omona..indah sekali.. aish, apa yang aku pikirkan!

“Aku sudah memutuskan. Dua minggu lagi aku akan wamil. Setelah wamil, aku akan menikahimu.” Ujarnya.

Terkejut dengan perkataannya, aku tidak terima begitu saja.

“Mworago? Jadi yang kau bilang tadi siang sungguhan? Omo..Kau bercanda. Kau.. bahkan aku baru mengenalmu! Kau pikir aku akan menerimanya!” teriakku menolaknya.

Apa-apaan dia? Apa ia pikir menikah main-main? Kau baru mengenalku Heechul-a..dan akupun juga baru mengenalmu.

“Kau pasti tidak akan menolak nanti.” Kemudian ia tersenyum. Dengan percaya dirinya ia membuka kotak cincin tersebut.

“Kemarikan tanganmu.”

Ha? Seriuskah namja ini?

“Mwo? Aku tidak bilang iya. Aku sudah menolakmu tadi. Sebaiknya kau pulang sana.” Aku kibas-kibaskan tanganku ke mukanya bermaksud mengusirnya.

Ia tiba-tiba meraih tangan kiriku, kemudian memakaikan cincin tersebut ke jariku. Aku berusaha menarik tanganku menolaknya. Tapi pegangan tangannya terlalu kuat. Akhirnya cincin itu terpasang di jariku. Aku berusaha melepasnya tapi tidak bisa. Ia hanya terkekeh melihatku. Akhirnya aku menyerah juga.

“Kenapa kau melakukan ini Heechul-a? Kau sama saja memaksaku tahu! Aku sudah bilang tidak mau!”

“Kau masih bertanya kenapa Hara-ya? Aigoo..nona dokter cantik.. sejak awal saja pun aku sudah tertarik padamu. Masa kau tidak sadar? Kau tahu.. selama hidupku, aku tak pernah menemukan yeoja yang lebih cantik daripada aku. Dan kau, yeoja yang kutemukan lebih cantik dariku.”

Cantik? Ia terus saja mengatakan aku ini cantik sejak awal bertemu. Apa ia tidak mengerti setiap ia mengatakan itu, sama saja merayuku, dan parahnya aku menyukainya.

“Hanya karena aku lebih cantik darimu?”

“Aniyo bukan karena itu. Kau itu penyayang, buktinya Heebumku bisa menyukaimu. Kau juga jujur dan berpendirian kuat.”

Bagaimana bisa ia mendeskripsikan aku seperti itu? Bagaimana bisa ia melihat sifat dan diriku hanya dalam sekejap bertemu dengannya? Aku memang penyayang binatang dan berpendirian kuat. Aku juga selalu mencoba berkata jujur dan tidak berbohong demi apapun.

“Lagipula, kau sudah berhasil membuat aku penasaran karena kau tidak tertarik dengan Super Junior.” Lanjutnya lagi.

“Siapa bilang aku tidak tertarik? Aku juga yeoja normal. Yeoja mana yang tidak terpesona dengan namja-namja tampan dan baik seperti kalian semua. Lagipula, berkat kalian, tadi banyak sekali yang berkunjung ke klinikku sekedar memeriksakan peliharaan mereka. Banyak sekali hewan yang ternyata tidak dirawat dengan baik oleh majikannya. Karena mereka sudah berkunjung ke klinikku, maka aku jadi bisa menasehati majikannnya untuk merawat hewan peliharaannya dengan lebih baik. Itu artinya kalian juga menolong hewan-hewan itu. Aku juga berterima kasih banyak kepada kalian karena itu.”

Ia mendengarkanku dengan seksama dan matanya hanya mengerjap-ngerjap seakan tidak percaya dengan yang barusan ku katakan.

“Jadi, bukan berarti kau tidak menyukaiku kan?” tanyanya dengan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ia tersenyum.

“Eh?”

CHU

Lagi-lagi ia mencium pipiku. Aku hanya diam dan memegangi pipi kiriku. Ia kemudian terkekeh dan tersenyum memandangiku.

DEGH

Omona..senyumnya begitu tampan.. ini benar-benar tidak wajar. Bisa –bisa aku terhipnotis olehnya sekarang. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan langsung berdiri. Tapi jantungku berhenti berdegup sesaat. Tiba-tiba ia merangkulku dari belakang.

ARRRGGHH

Aku rasa aku harus langsung pingsan dibuatnya.

“Oke. Dengan begitu, kau sudah menjadi yeojachinguku. Seminggu lagi, aku akan datang kembali. Tunggu ya.”

CHU

Ia menciumku lagi. Kali ini pipi kananku.

Omona..Heechul-a. kau ingin membuat aku mati mendadak hah?

“Kau tidak akan mati mendadak karena kucium Hara-ya. Dan satu lagi, panggil aku Heechul oppa.”

Eh? Namja ini sungguh paranormal. Bagaimana bisa ia membaca pikiranku,,LAGI!

“Oke. Aku pulang dulu ya. Anyeong chagi..”

Ia kemudian berjalan keluar kamarku meninggalkan aku yang berdiri terbengong. Aku baru sadar, ia akan keluar lewat pintu rumahku?

“Ya..kenapa kau lewat pintu depan?”

“Memangnya kenapa? Kalau keluar ya lewat pintu kan?”

“Tadi kau bilang kau tidak mau ketahuan paparazi kalau kau kerumahku!” protesku.

“Ya..lebih baik aku ketahuan paparazi keluar rumahmu, daripada ketahuan warga keluar jendela. Bisa-bisa aku disangka maling. Mau ditaro dimana mukaku. Aigoo.. “Heechul Super Junior, merampok sebuah rumah di malam hari”. Untuk membuat sensasi aku juga pilih-pilih lagi..” jelasnya.

Aku hanya terbengong melihatnya keluar pintu dari depan kemudian berjalan melambaikan tangannya semakin menjauh dari rumahku. Ya Tuhan.. masa iya aku jatuh cinta dengan namja seperti ini..?

Esoknya…

Dance Aula 09.00 am

Heechul POV

“Hyung, kau serius dengan yang kau katakan?” Siwon bertanya padaku. Kami sekarang di aula tempat kami berlatih dance. Semua dongsaengku mengelilingi aku. Kami membuat lingkaran duduk lesehan.

“Ne. 2 minggu dari sekarang aku akan berangkat wamil. Setelah wamil aku berencana menikahi Hara.”

“Jadi agashii itu namanya Hara?” tanya Donghae.

“Ne. Tapi Donghae, kau harus memanggilnya Noona. Dia lebih tua setahun darimu!”

“Eh? Kukira dia lebih muda dariku.” seru Donghae tidak percaya.

“Omona..berarti dia seumuran denganku..kenapa ia terlihat sangat muda..” sambung Sungmin.

“Tapi kenapa aku mengira ia seumuran Eeteuk hyung ya?” ujar Kyuhyun.

“Yak!! Kyuhyunie! Gadis imut babyface begitu kau bilang sudah tua! Aku bahkan mengira ia seumuran denganmu!” Ujar Yesung.

“Iya. Hara noona itu kan cantik dan terlihat muda.” Sambung Ryeowook.

“Ya..kenapa kalian jadi membicarakan soal Hara, ini soal aku.. pikirkan aku yang dua minggu lagi vakum dari grup!”

“Hyung, kenapa kau mendadak sekali sih? Kasihan Eeteuk hyung sendirian menjadi tua di grup..” kali ini Eunhyuk angkat bicara.

“Yak! Apa maksudmu!” jawabku meninggi.

“Aniyo hyung. Ahaha”

“Hyukie, kenapa kau jadi tertular berbicara seperti Kyunie begitu!” ujar Shindong.

“Mwo? Seperti aku? Hyukjae! Kau meniruku?!” Kyuhyun menanggapi.

“Mwo? Kau panggil aku apa?” Eunhyuk berdiri menghadap Kyuhyun marah. Kyuhyun memanggilnya tanpa embel-embel hyung membuat Eunhyuk marah.

“Yak!! Diam semua! Kenapa bicaranya jadi ngawur begini?! Tolong ya, sekarang ini masalahku yang harus dibicarakan!” Aku berteriak keras padanya.

“Dengar semua, kita harus mendengarkan dulu Heechul hyung mau bicara apa.” Sambung Siwon. Aku baru akan bersiap berbicara, tapi Siwon masih terus bicara.

“Daripada kita terus-terusan berdebat dan bertengkar bukankah lebih baik kita dengarkan dahulu Heechul hyung bicara. Kalau kita terus seperti ini kapan ada jalan keluar untuk Heechul hyung? Jadi lebih baik kita dengarkan Heechul hyung bicara sekarang. Jadi,.”

“HYA!! SIWON!! KAPAN HEECHUL HYUNG BICARA KALAU KAU BICARA TERUS!!” seru semua bersamaan. Siwon hanya menunduk dan menyodorkan tangannya ke arahku bermaksud mempersilahkan aku bicara. Bahasa tubuhnya yang berlebihan memang sudah akut.

“Jadi, semuanya. Setelah aku wamil, tugasku di grup akan aku serahkan pada Eeteuk dan Sungmin. Terutama di part bagianku menyanyi. Setelah itu, aku akan berhenti beraktivitas di grup. Aku juga tidak akan bertemu kalian lagi selama 2 tahun.”

“Hyung..hiks. Sebentar lagi Kangin hyung pulang, tapi kau pergi..” Ryeowook mulai menangis memikirkan kepergianku.

“Wookie-a..jangan menangis.” Sungmin merangkul Ryewook yang memang duduk di sebelahnya. Yesung juga merangkulnya.

“Karena itu semua, aku mohon bantuan kalian menjaga Hara untukku. Selama dua minggu dari sekarang aku tidak ingin menghubunginya. Aku ingin memastikan perasaanku padanya dan begitupun sia. Aku ingin memberinya kesempatan untuk memastikan perasaannya. Di malam perpisahan kita dengan Elf, setelah acara tersebut aku berniat mengajaknya ke studio dan membuat perpisahan yang mengharukan untuknya.”

“Hyung, kami pasti akan membantumu hyung.” Jawab Shindong dan Siwon.

“Ne, hyung, kami akan membantumu. Kita buat acara terbaik untuk Hara.” Jawab Yesungie juga diikuti anggukan semuanya.

“Jadi, apa yang kita butuhkan sekarang untuk memulai semuanya?”

“Eeteuk hyung..”

Jungsoo datang ke lingkaran kami ini dan tersenyum.

“Heechul-a, Manager dan Sooman ajushii mengizinkanmu ikut wamil dan menyetujui usul kita mengadakan acara perpisahan untukmu.”

“Jinjayo?” tanyaku.

“Horee!! Hyung kau terbaik!!” Kami semua menghambur kepelukan Jungsoo.

Dua minggu kemudian…

Hara’s Home 07.40 pm

Hara POV

Aku sekarang sedang bersandar pada kedua lenganku yang aku sampirkan di jendela kamarku yang terbuka. Aku memperhatikan pemandangan malam yang menggelora. Kelap-kelip bintang kecil di langit. Seakan menari mengikuti irama hatiku yang berdegup kencang mengingat kejadian saat itu. Sudah dua minggu terlewati sejak hari terakhir aku dan Heechul oppa melamarku. Aku awalnya menolaknya, tapi aku tidak berdaya dan akhirnya membiarkannya menjadi namjachinguku.

Tapi, hubungan apa ini? Selama ini pun, ia tidak sama sekali menghubungiku. Padahal beberapa hari yang lalu Jungsoo oppa datang menemuiku dan memberitahuku kapan waktu tepatnya Heechul oppa akan pergi wamil. Besok tepatnya hari itu. Jungsoo oppa juga bilang kalau Heechul oppa akan datang di malam ini. Tapi sampai sekarang aku menunggunya tidak juga datang.

I’m walkin to the day..

I’m walkin to the day..

Bunyi dering handphoneku memecah suasana malam. Aku melihat layar ponselku. Jungsoo oppa.

“Yobseo”

“Yobseo Hara-shii.”

“Ne. Waeyo oppa?”

“Kau sekarang masih di rumah?”

“Ne. Waeyo.”

“Kau nonton TV ya. Kami akan mulai stage jam 8 nanti. Spesial perpisahan Heechul-a wamil.”

“Eh? Apa harus?”

“Tentu. Sudah ya. Oh iya, apa kau mau menitipkan salam pada Heechul-a?”

“Apa Heechul oppa ada di sana, oppa?”

“Animida. Ia sekarang sedang berganti kostum. Karena itu, apa kau mau menitipkan salam untuknya.”

“Ah..Ne. katakan padanya aku menunggunya. Gomawo oppa.”

“Ceonmaneyo!”

Klik. Aku menutup teleponku dengan Jungsoo oppa. Apa-apaan ini? Untuk acara penting begini ia tidak memberitahuku? Apa ia benar-benar serius menyukaiku?

Aku berjalan menuju ruang tengah. Aku langsung menyalakan TV menunggu untuk menonton acara tersebut.

Dengan serius aku menyaksikan setiap detik acara ini. Aku tidak ingin melewatkan melihat Heechul oppa dari layar kaca begini. Sampai di akhir penghujung acara, sebuah kue dikeluarkan untuk persembahan Heechul oppa.

Semua kalimat-kalimat yang terlontar dari para member satu-persatu untuk Heechul oppa membuatku terharu. Sampai ketika Heechul oppa giliran berkata. Aku terharu mendengarkan kalimat yang terlontar darinya. Dewasa dan tetap lucu. Heechul oppa benar-benar orang yang unik. Sampai ketika Heechul oppa menghadap kamera dan mengatakan sesuatu yang kupikir, untukku. Hatiku bergetar.

Chagi..aku yakin kau mendengarku sekarang ini.. Mianhe selama ini aku tidak menghubungimu. Aku hanya tidak ingin mengganggu aktivitasmu. Aku juga ingin memastikan perasaanku padamu. Karena itu aku tidak menghubungimu selama ini. setelah seminggu tidak bertemu kau chagi.. Aku sekarang yakin akan keputusanku. Saranghaeyo. Bogoshipo.”

Aku menangis mendengarkan ini semua. Seluruh acara ini dipersembahkan mereka untuk Elf dan Heechul oppa..menyampaikan salam untukku. Sebuah kata sederhana yang mampu membuat aku yakin dengannya.

“Oppa..nado saranghae..bogoshipo. hiks”

Aku sekarang kembali menyandarkan wajahku pada kedua lenganku yang aku sampirkan di jendela kamarku yang terbuka. Aku menunggu datangnya Heechul oppa. sesuai yang ia janjikan dan aku janjikan. Ia akan datang dan aku akan menunggunya.

Aku memperhatikan sosok yang berjalan mendekat arahku. Di hamparan daun maple yang berubah warna menguning kemerahan, namja yang kutunggu muncul. Ia berdiri di depan rumahku. Memperhatikan rumahku dengan baik. Memandanginy sambil tersenyum sesekali.

Aku tidak sabar langsung segera berlari keluar rumah. Aku berlari bahkan belum menggunakan sandalku menghampirinya. Aku berhambur memeluknya saat ia tersenyum sumringah melihatku.

“Oppa..”

Pelukan hangat melepaskan kerinduan kami berlangsung begitu lama. Aku hanya ingin menghirup wanginya selama mungkin sebelum ia benar-benar pergi besok.

“Hara-ya. Bogoshipo.” Katanya lirih. Aku tersenyum mendengarnya.

“Nado.”

“Saranghae.”

“Nado saranghae.”

Ia kemudian mencium puncak kepalaku yang masih dalam pelukannya.

“Aku ingin membawamu ke suatu tempat.”

“Kemana?”

“Rahasia.”

Aku melepas pelukanku keheranan dan menatapnya yang sedang tersenyum padaku.

“Kenapa rahasia?”

“Karena itu adalah sebuah kejutan untukmu.”

Aku tersenyum dan segera berlari masuk ke rumah. Aku mengambil jaketku dan memakai sepatuku segera ikut bersama dengan Heechul oppa bergandengan tangan.

Aku berjalan mengikuti tuntunan dari Heechul oppa. ia menutup mataku sehingga aku tidak bisa melihat. Sebuah kejutan sih katanya, tapi aku sedikit kesal karena aku sulit sekali berjalan sekarang. Semua gelap.

Setelah berhenti di suatu tempat, perlahan aku merasakan ia membuka ikatan penutup mataku.

“Hara-ya, setelah aku buka, kau buka matamu pelan-pelan, ara?”

“Mmm.” Aku mengangguk mengiyakannya.

Ketika mataku terbuka perlahan, aku terhenyak dengan pandangan indah yang aku lihat sekarang. Ini memang indah. Ada banyak cahaya lilin dan lampu warna-warni. Lilin-lilin berserakan di lantai menyala terang membentuk sebuah jalan dan berujung di lingkaran hati. Kemudian hiasan dinding di tepian ruangan ini terbuat dari pohon bunga sungguhan di dalam pot dan lampu-lampu kelap-kelip berwarna-warni melilit di antara bunga-bunga tersebut.

Yang aku bingungkan, serepot apa coba mereka menyiapkan lilin dan lampu ini? Menyusun lilin satu persatu dan menyalakannya. Haha. Memikirkannya saja membuatku geli. Terus ketika membelinya di toko, apa pemilik toko tidak terfikirkan apa ada mati lampu serentak di Seoul sampai beli lilin sebanyak ini?

Masa bodoh dengan lilin. Yang penting sekarang aku berdecak kagum dengan keindahan ini. Heechul oppa meraih tanganku dan menuntunku berjalan ke tengah lingkaran lilin yang bergambar hati tersebut. Sebuah musik mengiringi kami berjalan. Musik yang cocok untuk berdansa.

Heechul oppa membungkuk di hadapanku dan mengulurkan tangannya menawarkan aku berdansa. Aku tanpa pikir panjang langsung menerimanya.

Suasana malam yang indah. Seperti di cerita dongeng puteri yang berdansa dengan pangeran semalaman dan saling jatuh cinta. Apa aku sekarang seperti kisah itu? Aniya. Aku tidak mau. Capek juga kalau dansa semalaman.

Sampai di akhir lagu, kami berdansa dengan baik dan lancar. Posisi akhir kami adalah berpelukan saling bertatapan. Aku memegangi dadanya, dan ia merangkul pinggangku.

“Hara-ya. Kau benar-benar dokter yang cantik.”

Aku hanya tersenyum malu-malu mendengarnya.

“Would you marry me?”

“Eh?”

Ia melapas pelukannya dan berjongkok di hadapanku menyodorkan cincin dalam kotak. Cincin itu lebih indah dari cincin yang pernah ia berikan padaku saat pertama kali.

Aku tak berpikir panjang. Aku langsung mengangguk mengiyakan.

Ia kemudian memakaikan cincin itu ke jari manisku setelah sebelumnya ia melepas cincin lama yang telah lebih dulu menempel di jariku. Kami tersenyum.

Suara gemuruh tepuk tangan terdengar, tapi sama sekali tak ada orang selain aku dan Heechul oppa. aku menengok kanan-kiri tapi tidak menemukan siapapun.

“Waeyo?”

“Kenapa ada suara tepuk tangan ramai sekali?”

Bukannya menjawab, dia malah tertawa. Aku terkejut tiba-tiba ada meja dan diatasnya ada kotak besar.

“Karena kau sudah bersedia menikah denganku. Itu artinya kau harus menungguku selama aku wamil. Apa kau bersedia?”

“Ne. Aku akan menunggumu oppa. Kau juga harus berjanji akan datang. Apa kau bersedia?”

“Ne. Aku akan datang. Aku janji.”

Kemudian ia mengambil kotak tersebut dan memberikannya padaku.

“Bukalah.”

Aku membukanya dan aku sungguh terkejut. Aigoo..apa yang dipikirkannya? Kenapa Heebum dibeginikan? Heebum ia berikan pita di leher dan di telinganya dan ia masukkan ke kotak?

“Selama aku wamil, Heebum adalah yang paling tepat untuk menggantikan aku di sisimu. Jadi, jagalah dia seperti aku menjaganya juga.”

Aku mengangguk. Ia kemudian merangkulku. Dan kami berpelukan bersama Heebum.

CTARRR

Suara yang mengagetkanku. Aku pikir ledakan apa, tapi ternyata hujan mahkota mawar. Omo.. apalagi ini. Berapa lama mereka mencabuti mahkota mawar datu persatu? Dan sekarang hasilnya hanya dihamburkan begitu saja di atas kami? Ya Tuhan..

Masa bodo dengan kelopak. Heebum tiba-tiba saja turun dari gendonganku dan berlari ke arah pintu masuk. Aku ingin mengejarnya, namun Heechul oppa menahanku. Ia kemudian merangkulku, meraih pinggangku supaya tubuh kami mendekat. Napasku tercekat. Wajahnya dekat sekali denganku. Omona..bahkan tubuh kami sudah menempel dengan sempurna. Aku meletakkan tanganku di dadanya berharap jantungku yang berdegup kencang tidak terasa sekali olehnya.

Ia mendekatkan wajahnya dan memiringkannya. Tidak butuh waktu lama aku merasakan sesuatu menempel di bibirku. Kecupan lembut dan singkat. Aku membalasnya dengan perlahan juga. Kemudian ia menjauhkan wajahnya. Tersenyum padaku dan mendekatkan kembali wajahnya dan menyatukan hidungku beradu dengan hidungnya, dan keningku dengan keningnya.

Suasana  indah dan romantis ini terhenti ketika terdengar sayup-sayup suara dari balik papan yang ada di sekeliling ruangan ini.

“Ya..ya..jangan mendorongku Kyunie!”

“Hyung tadi Heebum mencakarku. Aduhh..”

“Ya..siapa ini menginjak kakiku!”

“Ya.. Wa..”

WAAAA!!! KYAAA

GABRAK GABRUK!! PRANG! GEDEBRUK!

Sukses aku berteriak kencang saat aku lihat namja-namja anggota grup langka ini bergelimpangan dan berjatuhan kehadapanku. Yang membbuat aku panik adalah namja berambut kuning ini, Lee Hyukjae, jatuh tepat memegang celana Heechul oppa dan celana itu..melorot!!

KYAAA!!

APA YANG KALIAN LAKUKAN HAA!!

Teriakku dan Heechul oppa bersamaan.

MIAWW..

Heebum meloncat-loncati namja-namja ini yang bergelimpangan. Aku dan Heechul hyung berdiri kaku berhadapan.

Aigoo..Super Junior.. Kalian memang tidak akan mudah aku lupakan..

 

_THE END_

Sumprit dah! Ini part romantisnya soo sweet banget! Ku baca berulang kali, aku aja ga percaya bisa bikin kaya gini. Meskipun muak nginget klo aku yang bikin, tapi ya Allah.. aku bener-bener mupeng banget sama Hara!

Emang dah Super Junior!! Ada-ada aja! Adegan terakhir yang aku bikin itu terinspirasi dari EHB. Tau sendiri kan konyolnya anak-anak Suju yang maenannya melorot-melorotin celana sesama member.. WAHAHA.. ampe Siwon yang berimage aja bisa dimalu-maluin dipelorotin! WUAHAHA.. *Tepok-tepok bahu Kibum oppa sebagai pelakunya*