Title : New House, New Trouble (Part 2)
Main Cast : Evil Couple (Cho Kyuhyun – Song Eunrim)
Support cast : Super Junior member, Soohwa (Yesung GF)
Genre : Romance, Comedy
Rate : 15+
Length : Continue

Disclaimer : © by @thyziana! No Plagiat! Buat yang mau plagiat lempar aja ke laut! Semua ide dalam FFku ini murni dari ide dari pikiranku.. Dan tolong kalau ada yang mau copy ke MS Word, ijin dulu yaa.. Dan tolong ambil full mulai dari bagian title. Kalian enak-enakan copas, kasian aku yang punya ide klo gak dikasi tau..

Yang ketinggalan part sebelumnya bisa klik [di sini]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nah~ Nah~ Sesuai janjiku, FF part ini lebih panjang.. Mudah-mudahan kalian suka yaa ^^ selamat membaca! Ohh iya, gak lupa aku mau ngasi tau yang berminat jadi author free writer di FFL, kapanpun lowongannya tetap terbuka loh~ Langsung baca persyaratanya aja yaa..

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Eun-ah? Tetangga baru kita?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Sejak kapan aku jadi manager makhluk ini, eomma?” tanya Eunrim hampir bersamaan dengan Kyuhyun.

“Well, karena eomma pikir kau harus dekat dengan Kyuhyun, sayang. Setidaknya untuk meringankan rasa cemburumu kan? Dan, iya. Eun-ah resmi menjadi tetanggamu mulai hari ini..” jawab Mrs.Song.

“Jadi yang di maksud hyung tentang manager baru kita itu Eun-ah?” Sungmin yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara.

“Bisa dikatakan Eun-ah hanya akan mengurus schedule Kyuhyun. Kalian kan sudah punya banyak manager. Lagipula anakku juga masih harus kuliah, jadi kurasa hanya dengan mengurus namjanya sudah cukup merepotkan. Nah, sekarang eomma sudah lega meninggalkanmu lagi. Kalau ada apa-apa, langsung telpon eomma yaa.. Kau juga Kyuhyunnie.. Jangan sungkan padaku, arraseo? Ahh.. satu lagi. Aku rasa apartement Eun-ah terlalu besar untuk ditinggali sendirian, jadi aku memberikan satu kamar untukmu Kyuhyunnie.. Titip Eun-ah yaa.. Eommoni pergi dulu.. Jalja~” tanpa menunggu jawaban, Mrs.Song langsung meninggalkan mereka semua.

“Wah.. wah.. Special manager? Sahammu di SMent berapa banyak sih Eun-ah? Jangan-jangan bahkan lebih banyak dari kami?” goda Eunhyuk.

“Artinya mulai hari ini aku tidak akan mempunyai roommate?” goda Sungmin juga.

***

Kyuhyun POV

Apa-apaan eommoni? Tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa Eun-ah adalah tetangga baruku? Manager baruku? Aku tau kalau sekarang tugasku akan lebih berat lagi.. mengingat statusku adalah ‘tunangan Miss Song’, tapi kenapa semuanya sangat tiba-tiba?

“Tidak perlu. Aku akan meminta Soohwa untuk tinggal bersamaku.” Eunrim menjawab pertanyaan Sungmin dengan ketus.

“Ommo~ Petuah gomo tidak boleh dilanggar. Aku akan membantu memindahkan barangmu, Kyu..” seru Eunhyuk bersemangat.

Kau sebegitu senangnya aku meninggalkan tempat ini hah, monyet? Tapi, ada untungnya juga kalau aku pindah. Tidak ada yang akan menggangguku ketika bermain PSP! Haha! Mungkin ini adalah ide yang bagus..

“Tidak!” seru Eun-ah lagi. Kali ini suaranya naik satu oktaf.

“Kau tidak menginginkannya?” tanyaku kecewa. Padahal aku sudah membayangkan akan puas bermain PSP seharian tanpa teriakan protes dari para kakek tua itu.

“Aniyo. Terlalu beresiko kalau kau tinggal bersamaku. Bagaimana kalau sasaeng fansmu tau? Satu dunia bisa gempar.” Jelas Eunrim.

“Aku punya ide. Bagaimana kalau Kyuhyun hanya memindahkan sebagian barangnya ke tempatmu? Lagipula hanya berjarak beberapa meter dari dorm kami. Tidak akan menyebabkan efek apapun. Kalaupun sasaeng fans tau, kita akan mengurusnya. Baik Kyuhyun maupun kami akan mendapatkan keuntungan. Kau bisa dengan tenang bermain sepuasnya, sementara kami akan mendapat sedikit space kosong di dorm ini. Otte?” saran Sungmin.

Hyungku yang satu ini memang paling mengerti.

“Otte?” aku juga ikut bertanya pada sang ‘tuan rumah’. Dari tadi dahi Eunrim sudah berkerut. Dia pasti sedang memikirkan berbagai macam kemungkinan kalau aku tinggal bersamanya.

Keputusan eommoni memang memiliki banyak arti. Kalau seorang ibu telah menyetujui anak gadisnya tinggal bersama seorang pria, bukan kah itu artinya aku sudah mendapatkan kepercayaan penuh? Tinggal bersama deorang Eun-ah pasti banyak godaannya. Walaupun dia adalah tunanganku, tapi tetap saja aku masih memegang teguh ajaran tetua. Aku bukan tipe namja metropolitan jaman sekarang. Maksudku.. kalau kau sudah berstatus ‘tunangan’, maka biasanya pasangan itu boleh melakukan apa saja. Tunangan hanya kata lain dari pernikahan.

“Yaa sudahlah.. Toh eomma sudah mengijinkan.. aku juga sudah tak punya hak penolakan kalau sudah dikatakan seperti tadi.. Jadi, mana barangmu yang mau dipindahkan?” perkataan Eun-ah memecah lamunanku.

***

Eunrim POV

Entah apa yang kupikirkan sampai membiarkan Kyu tinggal di rumahku. Sewaktu di rumah dulu, eomma memang memberikan kunci cadangan pada Kyu, sehingga dia dengan leluasa dapat mengunjungiku.

Aku juga tahu kalau eomma itu sudah terkena syndrome ‘western’. Tapi menyetujui aku tinggal bersama Kyu? Kenapa tidak sekalian saja nikahkan kami?

“Barangmu hanya ini?” tanyaku bingung melihat Kyu yang hanya membawa beberapa tas.

“Toh aku tidak berniat untuk tinggal permanen di sini. Hanya memindahkan beberapa barang penting..” kata Kyu sambil mulai mengeluarkan isi tasnya.

Dia mengeluarkan tiga laptop, dua ipad, satu tablet, tiga ipod, satu iphone dan EMPAT PSP? Dia bahkan membawa PS3 dan entah apa lagi nama mesin gamenya itu.

“Kau curi dari mana semua barang itu, hah? Jangan sampai oppadeul menggebrak rumahku dengan alasan kehilangan barang.” Kataku lalu kehabisan kata-kata ketika melihat isi satu tas besar yang penuh dengan kaset game.

“Enak saja. Semua ini punyaku. Aku bahkan berencana membawa TV di ruang tamu tadi, tapi mereka tak mengijinkannya. Padahal setengahnya adalah milikku.” Semprot Kyuhyun sambil mengatur gadgetnya di berbagai tempat.

“Setengahnya?”

“Waktu lalu TVnya rusak, dan mereka tidak mau patungan untuk menggantinya. Jadi terpaksa aku yang menanggung setengah harga hanya karena aku sangat ingin bermain PS3ku saat itu..” Jelas Kyu.

Mengapa aku baru menyadari bahwa uang namjaku ini lari hanya ke permainannya?

“Ahh~ Jadi kau hanya menggunakan rumahku sebagai tempat penyimpanan gadgetmu?” tanyaku yang masih setengah shock.

“Tentu saja.. Tempat penyimpanan paling aman. Kau bebas menggunakan semuanya, hanya tolong jangan sentuh PSPku please.. aku masih punya game yang belum ditamatkan.” jawab Kyuhyun yang membawa PS3nya keluar dan meletakkannya di ruang tamu.

“Bebas menggunakan semuanya?” aku mengulangi perkataannya.

“Err.. Memangnya kenapa?” tanya Kyu bingung.

“Kalau aku bebas menggunakannya, berarti aku boleh melakukan apapun dengan benda-benda itu?” aku hanya ingin mengetes seberapa cinta Kyu pada permainannya.

“Maksudmu?” Kyu mulai mengerutkan dahinya.

“Aku hanya berpikir seandainya pintu ini kututup dan kukunci bagaimana jadinya? Apa kau akan mengemis padaku untuk membukanya?” kataku sambil cekikikan.

“ANDWEEE! Berikan kuncinya padaku!” balas Kyu yang langsung merebut segepok kunci yang dari tadi berada di tanganku. Dia lalu mengambil kunci miliknya dan langsung memasukkan dalam kantong celananya.

“YAAAA!!! Yang mengizinkanmu mengambil kunci kamarmu siapa??” semprotku.

“Toh aku punya hak kan?” Kyu menjulurkan lidahnya padaku.

Aishh.. Apa boleh buat. Ternyata dia menggunakan hak vetonya. Aku sedang malas bertengkar dengannya. Masih banyak yang harus kuurus. Masih banyak kardus yang masih belum terbuka, artinya masih banyak acara setelah ini. Tiba-tiba mataku tertuju pada tas jinjing merah di sebelah sofa. Aku rasa tadi tidak ada tas seperti itu di rumahku, artinya punya Kyu?

“Kyu, kau melupakan satu tasmu..” tunjukku pada tas itu.

“Ahh.. Itu hanya berisi beberapa lembar bajuku.. Siapa tau para hyung datang sintingnya dan melarangku masuk rumah, aku punya persiapan di sini.” Sahut Kyuhyun yang sudah membuka pintu rumah.

“Satu lagi, aku titip mobilku di sini yaa. Terkadang, ahh bukan terkadang lagi tapi selalu, mereka menggunakan mobilku hingga bahan bakarnya hampir habis. Kalau kau menggunakannya, jangan lupa diisi yaa?” tambah Kyu sambil memberikanku kunci mobilnya. Dia benar-benar menaruh semua hartanya di rumahku.

“Aku tidak akan menggunakannya. Eomma berjanji akan mengirimkan babyku dari NY. Lagipula, bagaimana kalau sampai ada yang tau mobil milik Cho Kyuhyun dikemudikan yeoja?” tolakku mentah-mentah.

“Kau mau membawa BMWmu ke sini?” tanya Kyu dengan nada sedikit shock.

“Memangnya kenapa?” tanyaku balik.

“Anii.. Hanya kurasa mobil itu terlalu mencolok. Tidak usah lah.. sebagai managerku, bukankah kau harus ikut kemanapun aku pergi? Apa gunanya punya mobil pribadi?” sahut Kyu sambil nyengir.

“YAAAAAAA!!! CHO KYUHYUNNNNNNN!!” aku kesabaranku benar-benar habis sekarang. Langsung saja kuambil banta sofa dan melemparkannya tepat ke arah kepala makhluk itu.

“KENAPA KAU MELEMPARIKU BANTAL, HAH?!” Kyu yang merasa tak bersalah melempar bantal itu kembali padaku.

“KENAPA KAU BEGITU BODOH? KALAU AKU MENGIKUTIMU KE MANA-MANA, NANTI SEMUA ORANG BISA TAU HUBUNGAN KITA!” kulempari lagi dia. Kali ini dengan dua bantal.

“TOH KAU BISA MENGELAK DENGAN ALASAN MANAGER KAN?” Kyu sudah siap-siap melempariku kembali ketika tiba-tiba dia menjatuhkannya ke lantai. Apa sekarang dia secepat itu menyerah? Padahal kami dulu biasa bertengkar seperti orang gila.

“HAHAHAHA!!” seisi ruangan dipenuhi tawanya. Jadi sekarang namjaku gila?

“Kenapa kau ketawa?” aku memandangnya dengan tatapan sarkatis.

“Dua hal.. yang pertama, karena aku tiba-tiba teringat masa lalu. Dan yang kedua..” Kyu mengambil kembali salah satu bantal. Aku sudah bersiap-siap dengan serangannya..

Tapi ternyata dengan sekejap dia langsung membuka pintu di belakangnya dan melemparkan bantal itu keluar.

“KENAPA KEBIASAAN JELEKMU ITU TIDAK BISA DIUBAH??” seru Kyu nyaring.

“APPUUUU!! Haeeeeee… Kyu menipukku dengan bantal..” ringis suara yang kuyakini adalah Eunhyuk oppa.

“Aku tidak ikut-ikutan..” Aku melihat Donghae oppa mengangkat tangannya. Begitu juga dengan Yesung oppa. Trio oppaku ini memang selalu mau tau info terbaru~

“KAU MERUSAK MOODKU, LEE HYUKJAE!” bentak Kyu.

“Berhentilah berteriak Kyu.. Suaramu terdengar sampai lantai atas..” kata Eeteuk oppa datang menengahi.

“Sangat melebih-lebihkan!”cibir Kyu.

“OPPA!” seruku begitu melihat sosok Eeteuk oppa.

“Annyeong~ Aku datang melihat dongsaeng tersayangku..” tanpa basa-basi lagi aku langsung lari dan memeluk oppaku yang satu itu.

“DAN KAU MEMELUKNYA?” suara Kyu menggelegar.

“Wae? Aku kan hanya melepas kangen..” balasku dengan tatapan polos.

“AKU BAHKAN TAK MENDAPAT PELUKAN SAAT KAU DATANG TADI!” Kyu langsung membalikkan badan dan berjalan menuju kamarnya.

“Kenapa dia sensitive sekali?” Eeteuk oppa yang berdiri di sampingku sehabis pelukan singkat tadi kebingungan. Aku hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.

“Ehmm.. Hyung, bukankah kita ingin bertamu ke rumah tetangga baru? Kenapa malah jadi ribut begini?” cicit Ryeowook oppa.

“AHHH!! Mian oppadeul.. kenapa kalian tidak bilang dari tadi?” aku baru sadar kalau kami masih berada di pintu depan.

“Kau tidak membuat pesta masuk rumah baru?” tanya Shindong oppa yang langsung nyelonong masuk.

“Atau mungkin pesta pengantin baru?” Eunhyuk oppa menyambung pertanyaan Shindong oppa. Serentak oppadeul menyerukan komentar-komentar mereka.

Dasar kau Lee Hyukjae!! Aku mengambil bantal yang berada dekat dengan kakiku dan langsung melemparinya.

“AWWW! Kenapa aku dihadiahi dua bantal hari ini?!” seru Eunhyuk oppa kesal.

Salah siapa heh?

“Annyeong Eunrim-ssi.. Apa aku juga boleh masuk?” tanya suara dibelakangku. Ternyata Kangin oppa. Hanya dia satu-satunya yang belum masuk.

“A.. Annyeong oppa.. Tentu saja. Anggap rumah sendiri..” aku baru pertama kali bertemu dengannya.

“Emm.. Kau tau namaku kan?” tanya Kangin oppa pelan setelah masuk ke ruang tamu.

“Kangin oppa.. walaupun ini pertama kalinya kita bertemu, tapi aku sudah sering melihatmu.. di acara-acara lalu tentu saja..” jawabku canggung. Aku memang belum pernah berbicara dengan oppa ini sebelumnya.

“Baguslah kalau begitu.. kau hebat sekali bisa mendapatkan hati magnae kami, heh? Dulu dia sangat susah membuka hatinya bahkan untuk namja sekalipun..” canda Kangin oppa.

“YAAAA!! HYUUUUNNGGG!!” teriak Kyu dari dalam kamarnya. Ternyata dia menguping?

***

Tidak lama setelah oppadeul bertamu, ada kabar kalau Super Junior harus secepatnya ke kantor SMent. Semuanya harus berkumpul, termasuk para manager. Aku sebagai manager baru Kyu tentu saja harus ikut. Tapi tunggu sebentar, bagaimana bisa seorang manager pergi tanpa artisnya?

“Kyuhyun masih tak mau membuka pintunya?” tanya Eeteuk setelah selesai berganti pakaian. Dia yang paling pertama muncul ketika aku melapor bahwa Kyu sama sekali tak mau membuka pintu kamarnya.

“Hemm.. Dia bilang malas ikut rapat..” keras kepalanya muncul lagi.

Tanpa suara Eeteuk oppa berjalan keluar dan tak berapa lama setelahnya kembali dengan membawa Sungmin oppa.

“Biar kucoba yaa Eun-ah..” kata Sungmin oppa. Aku hanya mengangguk saja.

“Kyuu.. Ini aku..” kata Sungmin oppa dengan suara standart. Dia tidak perlu mengeraskan suaranya, karena pasti Kyu sedang menempelkan telinganya di pintu.

“Wae? Kau mau mengancamku lagi hyung? Semua hartaku sudah ada dalam kamar ini..” benar kan? Untuk hal-hal seperti ini telinga Kyu memang tajam.

“Tapi tidak dengan winemu kan? Kau lupa mengangkutnya tadi..” bisik Sungmin oppa dengan nada kemenangan.

Beberapa detik kemudian Kyu langsung membuka pintunya. “Ayo kita pergi sekarang juga!”

“Gomawo, Minnie..” suara Eeteuk oppa terdengar sangat lega.

“Yahh.. untungnya dia melupakan winenya hyung, kalau tidak aku juga bingung bagaimana cara mengeluarkannya..” balas Sungmin oppa.

“Oppa hebat sekali..” ujarku.

“Terkadang Eun-ah, tidak semuanya harus diselesaikan dengan otot. Kalau kau menggunakan otakmu maka pasti akan terasa lebih mudah..” kerling Sungmin oppa. “Aku yakin Kyu pasti sudah duduk manis di van, kenapa kita tidak menyusul sebelum pikirannya berubah lagi?”

***

Ternyata diputuskan bahwa sebentar lagi Super Junior akan mengeluarkan album ke enam mereka. Tapi tepat ketika kami bersama-sama keluar dari ruang meeting, sifat evil Kyu kambuh.

“Aku tidak mau ikut dalam pembuatan album ke enam.” Serunya lantang. WHAT? Aku saja sampai kehabisan kata-kata ketika mendengarnya.

Pertamanya, semua oppadeul tidak menggubris. Mereka seperti mendengar dari telinga kanan dan langsung keluar di telinga kiri. Tanpa balasan, Kyuhyun langsung ditinggal. Aku yang melihat hal itu juga hanya menganggapnya sebagai lelucon. Tapi kenyataannya?

Malam harinya ketika mereka mendapat kabar bahwa besok semua harus kembali ke kantor untuk mendiskusikan konsep, Kyuhyun kembali mengurung diri di kamar barunya. Sejak sepulang tadi dia memang masuk ke dalam rumahku dan langsung menuju ke kamarnya, mengunci pintu. Hal itu tentu saja membuat oppadeul panik. Bagaimana mungkin seorang lead vocal grup mereka penyakit gilanya kambuh lagi?

“Aku sudah bilang tak akan ikut dalam album ini kan?” seru Kyuhyun dari dalam kamar.

Di depan pintu aku sudah mencoba menggedor, tapi sia-sia. Pantas saja tadi dia meminta kunci kamarnya. Supaya aku tidak mempunyai kunci cadangan, heh?

“Kyuhyunnie.. kami pikir kau hanya bercanda.. ayolah uri kyeopta magnae..” bujuk Eeteuk oppa.

“Kau kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini, Kyu? Jangan kekanak-kanakan lah..” Sungmin oppa juga coba membujuk.

“Kau mau apa supaya setuju ikut dalam 6jib?” tanyaku mulai mencoba buka penawaran.

“Liburan!” seru Kyu lagi.

“Hah?” spontan aku, Eeteuk oppa, dan Sungmin oppa menyuarakan jawaban yang sama.

“Maksudmu kita pergi berlibur? Kau kan tau ini bukan jatah liburan kita, Kyu.. bagaimana kalau aku menghadiahkanmu kaset baru?” Sungmin oppa memberi tawaran lain.

“Aku ingin liburan berdua dengan Eun-ah!” jawaban itu tentu saja membuatku kaget.

“Apa maksudmu, babo? Aishh.. kau jangan main-main.. cepat buka pintunya sekarang!” kesabaranku mulai habis.

Tidak terdengar jawaban apapun dari dalam kamar. Aku baru saja berencana mendobrak pintunya ketika tiba-tiba Eeteuk oppa menghela napas sangat panjang.

“Baiklah.. besok kau tak usah ikut rapat. Aku akan mengatakan kau sedang tak enak badan dan Eun-ah yang mengurusmu. Kalian berdua akan mempunyai waktu seharian, jadi pergilah bersenang-senang.. tapi ingat, rapat berikutnya kau HARUS datang. Arraseo?”

“Tapi oppa, apa tidak sebaiknya Kyu ikut dalam rapat kali ini? Bukankah ini rapat yang penting?” tanyaku ragu-ragu.

“Well, memang rapatnya penting.. tapi daripada Kyu merusaknya kan? Kami benar-benar angkat tangan kalau kelakukannya sudah seperti itu..” jawab Eeteuk oppa.

Aku tidak tahu lagi apa yang harus kuperbuat dengan makhluk ini.

“Kami pergi dulu yaa Eun-ah.. masalah Kyuhyunnie kami serahkan padamu..” kata Eeteuk oppa sebelum meninggalkanku.

“Yaa! Kau buka pintunya!” Suara Sungmin oppa terdengar sangat menakutkan. Aku bahkan baru pernah mendengar suaranya yang seperti itu.

“Dalam hitungan ketiga kalau kau tidak membukanya, aku akan mendobrak pintu ini! Satu! Dua!” tepat sebelum hitungan ketiga, Kyu membuka pintu.

“Kau pikir begus bertingkah seperti itu, Kyu?!” ada nada kekesalan di suara Sungmin oppa.

“Aku hanya ingin liburan, hyung. Bukankah kalian sudah berjanji kalau Eun-ah kembali ke Seoul aku akan mendapat waktu hanya berdua dengannya?” Kyu mencoba membela diri.

“Kau tau kan kalau Eeteuk hyung akan mendapatkan ganjaran kalau kita tidak lengkap?” balas Sungmin oppa ketus.

“Tapi dia sudah berjanji!” sahut Kyu tidak mau kalah.

“Kenapa harus sekarang? Bukankah masih ada hari esok?” Sungmin oppa juga sudah mulai kehabisan kesabaran.

“Kita akan bertambah sibuk setelah ini!” suara Kyu naik satu oktaf.

Apa yang telah kuperbuat? Apa jangan-jangan kedatanganku hanya memperburuk suasana?

“Apa sebaiknya kau ikut saja rapatnya, Kyu? Bukankah itu hanya memakan waktu beberapa jam? Kita masih bisa jalan-jalan setelah itu..” aku mencoba menengahi mereka.

“Mereka berjanji akan memberiku waktu satu hari full bersamamu. Hanya satu hari! Dan apakah itu harus dipotong lagi dengan rapat?” Kyu menjawabku dengan nada kesal.

“Tapi aku juga tidak pernah meminta hal ini!” akhirnya aku juga menjadi kesal. Sepertinya aura di ruangan ini telah bertambah buruk.

“Sudah. Kalian berdua tak usah ikut-ikutan bertengkar. Kyu memang benar, kami berjanji memberinya libur satu hari full ketika kau pulang ke Seoul. Dan kami juga akan bertambah sibuk setelah ini.”

“Kalau begitu aku boleh kan mendapatkan liburanku?” suara Kyu sudah merileks.

“Aku toh tidak ada hak untuk melarangmu. Pergilah.. tapi kalau ada apa-apa, kau yang bereskan sendiri. Arraseo?” setelah Sungmin oppa mendapat anggukan dari Kyu, dia berpamitan padaku.

“Sejak kapan kau sangat perhatian padaku, heh?” kataku.

“Sejak kau meninggalkanku, aku sudah bertekad akan menjadi pasangan yang baik untukmu.. nah, sekarang ayo kita pergi?” ajak Kyu.

-Continue-

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ke mana hayo?? Kali ini aku ngepost part lanjutan kalau ada tebakan yang benar 😛 selamat menebak yaa.. Sampai ketemu di part berikutnya~

Iklan