White Wings [1/2]

Auhtor                                      : Dewii Aprilya

Cast                                         :Cho Kyuhyun, Han Hye Ra, Super Junior

 

————————————————————————————————————————

(Han Hye Ra’s POV)

Aku berdiri diantara kerumunan ELF yang meneriakkan namanya,tersihir oleh lantunan nada merdu yang keluar dari bibirnya, dan untuk yang kesekian kalinya, terpesona oleh makhluk Tuhan yang sempurna itu. Mulutku tidak bisa lagi bersuara, cukuplah hatiku yang memanggilnya, setidaknya itulah yang mungkin membedakanku dengan fansnya yang lain. Aku mencintainya, terlalu mencintainya untuk sekedar diungkapkan dengan lisan, dan akan butuh begitu banyak kertas untuk dituang dalam tulisan. Tak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana aku memujanya, tergila-gila, bahkan terobsesi olehnya.

 

Tidak peduli bagaimana dia akhirnya memperlakukanku, karena melihatnya berdiri diatas panggung, dengan sebuah fakta sederhana bahwa dia adalah tunanganku sudahlah cukup. Lebih dari tiga tahun sudah kami bersama, meskipun aku belum pernah sekalipun mendengar kata cinta darinya, tapi aku selalu berusaha untuk meyakinkan diriku sendiri, bahwa Dia, Cho Kyuhyun mencintaiku dan menempatkanku di urutan pertama dalam hatinya.

 

Mataku seolah tidak pernah berkedip melihat sosoknya itu, dan aku hanya diam, terhimpit diantara ribuan penggemarnya yang begitu memujanya, tapi aku tahu satu hal, tidak ada yang mencintainya sebesar cintaku padanya. Dia berjalan diatas panggung, mendekati tempatku duduk, sepintas dia melirik kearahku kemudian berpaling dan kembali berkonsentrasi pada lagunya. Begitulah caranya memperlakukanku, begitu acuh dan tidak peduli, tapi aku akan menunggunya sampai dia benar-benar bisa menerimaku di sisinya.

 

Semua orang tahu bagaimana Kyuhyun memperlakukanku, banyak diantara mereka yang menyuruhku agar aku meninggalkannya, toh dia tidak akan peduli aku ada atupun tidak ada, tapi aku tidak bisa jauh darinya, karena aku terlalu membutuhkannya. Kyuhyun mau menjadi kekasihku sebenarnya hanyalah sebuah keberuntungan. Kedua orang tuaku bersahabat dekat dengan Orang tua Kyuhyun, empat tahun lalu mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan. Aku yatim piatu dan sebatang kara, selama menjalani masa-masa sulit itu aku selalu didampingi oleh Cho Ahjusshi dan isterinya, mereka memperlakukanku selayaknya anak mereka sendiri.

 

Hingga saat itu datang, ketika aku melihatnya secara langsung untuk pertama kalinya, Kyuhyun tersenyum padaku, mengucapkan turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa keluargaku, dan menyanyikan sebuah lagu untuk menghiburku. Saat itulah aku tahu, bahwa Kyuhyun telah menguasai hatiku. Aku berusaha untuk merebut hatinya, mendapatkan perhatiannya, dan mencoba masuk ke dalam hidupnya tapi sepertinya usahaku sia-sia, karena saat itu Kyuhyun bahkan tidak pernah menatapku. Cho Ahjussi sagat menyayangiku, begitu tahu bahwa aku mencintai anaknya, dia langsung mendukungku seratus persen, bahkan tampa aku duga beliau langsung menjodohkanku dengan Kyuhyun.

 

Aku menyambutnya dengan penuh kegembiraan sampai-sampai aku tidak menyadari bahwa ternyata Kyuhyun menolak perjodohan tersebut. Sedikit egois memang, tapi saat itu aku berpura-pura buta akan penolakan Kyuhyun, bahkan tidak peduli saat Cho Ahjusshi dan Kyuhyun bertengkar karena perjodohan tersebut. Tidak ada yang tahu bahwa aku mendengar adu cekcok mereka, dan saat itu aku tahu, bahwa Kyuhyun mau bertunangan denganku karena diancam oleh Ahjusshi, jika dia menolak bertunangan denganku, maka Ahjusshi akan memaksanya meninggalkan dunia entertainment, dan semua orang tahu bahwa apa yang sudah diputuskan oleh Calon ayah mertuaku tidak bisa diganggu gugat lagi.

 

Selama lebih dari tiga tahun aku berusaha agar dia mau mencintaiku, membantunya ketika dia kesusahan, berada di sampingnya di saat terberat dalam menjalani kariernya, tidak peduli seberapa keras dia menolakku, aku tidak akan pernah menyerah karena satu-satunya alasanku bertahan hidup adalah dirinya.

 

——————————————————————————————————————————

 

“Oppa!!”

 

Aku berlari menyusulnya ketika dia turun dari panggung dan memberikan sebotol air padanya. Kyuhyun menerimanya kemudian berjalan menuju backstage panggung, aku tersenyum senang kemudian mengikuti langkahnya yang lebar sambil sesekali meliriknya yang tetap bergeming. Aku tidak tahu bagaimana dia memandangku, tapi setidaknya sikapnya tidak sekasar ketika awal hubungan kami.

 

“Hye Ra-ya!!” aku menoleh mencari suara yang memanggil namaku. Pandanganku tertuju pada sesosok lelaki tinggi yang tersenyum ramah kepadaku.

 

“Donghae oppa…”

 

Donghae berjalan menghampiriku dan Kyuhyun, kemudian menarik tanganku menjauhi Kyuhyun. Aku berusaha melepaskan tangannya dan melihat Kyuhyun, tapi dia tidak mempedulikanku dan tetap berjalan meninggalkanku dan Donghae.

 

“Ada apa oppa…” tanyaku setelah kami berada di taman belakang gedung.

 

“Coba lihat ke sana..” Donghae oppa mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah langit. Aku menengadah dan menatapnya penuh tanda tanya, aku hendak bertanya padanya ketika terdengar bunyi desingan disusul oleh letupan, aku melihat langit dan terkesima ketika melihat berkas-berkas sinar yang meluncur ke langit dan meledak menjadi bunga-bunga api. Aku membekap mulutku, belum pernah aku melihat kembang api sebanyak ini. meluncur sambung-menyambung kemudian meledak dan menghasilkan cahaya indah warna-warni yang membuat langit menjadi begitu semarak.

 

“Oppa…”

 

“Sangeil Chukkae… Han Hye Ra!!” Donghae Oppa berteriak kemudian memelukku. Oh Tuhan, aku baru ingat, ternyata hari ini ulang tahunku. Aku tersenyum kepadanya kemudian mengucapkan terima kasih.

 

Disela-sela kegiatanku melihat kembang api malam itu, ada sedikit rasa sesak di dadaku saat menyadari bahwa orang yang pertama kali mengucapan selamat ulang tahun padaku bukan Kyuhyun. Aku menoleh ke sampingku dan mendapati Donghae Oppa menatapku, dia kemudian menggemgam tanganku.

 

“Hye Ra-ya… Tidak bisakah kau menatapku sedikit saja, memberikan kesempatan untukku agar aku bisa membahagiakanmu, …” katanya pelan. Aku melepaskan tanganku dari genggamannya, aku tidak bisa melihat orang lain, duniaku sudah dipenuhi oleh lelaki itu, dan aku tahu tidak akan ada orang yang bisa mengalihkan perhatianku darinya.

 

“Mianhaeyo…”

 

Aku berdiri dan bergegas meninggiakannya yang masih bergeming. Donghae oppa mencintaiku, aku tahu itu, tapi aku tidak bisa memberikan harapan palsu padanya karena sampai kapanpun aku akan tetap menunggu Kyuhyun sampai dia mau mencintaiku, meskipun itu hal terakhir yang bisa aku lakukan.

 

Aku melangkahkan kakiku berat menyusuri koridor backstage gedung tempat Super Junior konser malam ini. Rasanya berat ketika menyadari bahwa kau telah menyakiti hati orang yang begitu baik padamu, tapi mencoba mencintainya malah akan membuatnya semakin tersakiti.

 

Aku terpaku di depan pintu yang bertuliskan Super Junior, aku membuka pintunya dan saat itu juga aku merasa dunia menelanku hidup-hidup. Seorang gadis dengan leluasa memeluknya, dan Kyuhyun tidak menolaknya sama sekali, dia membiarkan gadis itu dengan lelausa bersandar di dadanya. Hatiku serasa terserang begitu banyak duri, aku menahan nafasku melihat adegan menyakitkan itu, kakiku lemas hingga rasanya tidak bisa lagi menopang tubuhku. Aku terjatuh dan tubuhku menghantam pintu hingga menimbulkan bunyi yang akhirnya membuat keduanya menyadari keberadaanku.

 

Air mata sudah sukses mengalir dan membentuk sungai kecil di wajahku. “Oppa…”

 

Kyuhyun hanya diam dan menatapku intens, dia mungkin marah karena aku menganggu kegiatannya. Oh Tuhan, jika ini mimpi tolong bangunkan aku. melihatnya dengan perempuan lain membuat hatiku perih dan sakitnya tidak bisa kutahan lagi. Yeoja itu berbalik dan tersenyum mencibir kepadaku, kemudian pergi meninggalkanku yang masih berusaha menahan rasa sakit di hatiku.

 

“Pulanglah…” katanya dengan suara dingin.

 

Aku menatapnya dan masih berusaha menghentikan air mataku. “jebal…. Katakan bahwa apa yang aku lihat tidaklah benar…” lirihku.

 

“Itu benar… apapun dugaan yang ada dikepalamu itu benar..” katanya dengan nada suara sedingin es.

 

Aku membekap mulutku mencoba menguatkan hatiku. Kepedihan langsung menderaku, menyusutkan setiap kebahagiaanku hari ini, menghancurkan semua harapan yang susah payah aku pertahankan dalam pikiranku.

 

Aku tidak sanggup lagi mendengar perkataannya, aku berlari sejauh yang aku bisa, menjauhi tatapan mengasihani semua orang. Aku salah…. Selama ini aku berfikir dia mulai luluh dan bersedia membuka sedikit celah di hatinya untukku. Kyuhyun mulai tersenyum padaku, aku pikir itu merupakan awal yang bagus untuk hubungan kami, tapi ternyata aku harus menelan kekecewaan, karena faktanya tidak sedikitpun dia pernah membuka hatinya untukku.

 

(Han Hye Ra’s POV end)

 

————————————————————————————————————

————

 

Hye Ra mengendarai mobilnya dengan perasaan campur aduk, menjalankannya menyusuri jalanan yang dia sendiri tidak tahu dimana ujungnya. Semuanya sudah berakhir, satu-satunya alasan dia bisa bertahan hidup setelah kehilangan orang tuanya adalah Kyuhyun, tapi bahkan lelaki itu menganggapnya seperti debu yang seharusnya disingkirkan jauh-jauh,Hye Ra kehilanga harapannya, semuanya sudah sirna oleh sikap dingin Kyuhyun malam ini.

 

Hye Ra mengendarai mobilnya dengan kecepatran tinggi, sesekali dia menghapus butiran air mata yang sudah menghalangi penglihatannya, tidak lagi mempedulikan rambu-rambu lalu lintas dan terus menerobos tikungan tajam yang dilewatinya. Konsentrasinya buyar saat matanya silau karena sebuah lampu kendaraan menghalangi penglihatannya..

 

BBBRRRRAAAAKKKKK

 

Semuanya terjadi begitu cepat saat Hye ra merasakan tubuhnya dihantam benda tumpul, rasa sakit menggerayangi kepalanya yang membuat semuanya menjadi gelap. Gadis itu terlempar keluar dari mobilnya dan mendarat sukses di aspal keras tepat di bawah ban mobil Bus yang menabrak mobilnya. Darah mengucur keras dari kepalanya dan tubuhnya dipenuhi oleh luka-luka akibat kejadian tragis itu.

 

 

 

Hye Ra membuka matanya dan menatap risih orang-orang yang berada di sekelilingnya, entah mengapa segala rasa sakit yang baru saja dirasakannya seolah menghilang dan tubuhnya menjadi lebih ringan. Gadis itu berdiri dan mengamati sekelilingnya, beberapa orang menatapnya iba, namun bukan itu yang membuat Hyera merasa tidak enak, melainkan saat seorang lelaki berjalan dan menembus tubuhnya. Gadis itu berbalik dan langsung membelalakkan matanya saat menemukan tubuhnya terlentang ditengah jalan dengan tubuh penuh dengan luka.

 

“Telpon ambulans!! Cepat!!” kata lelaki itu terlihat gusar, Hye Ra mencengkram rambutnya dan menatap nanar sebuah mobil Audy merah yang sudah hancur dan tidak berbentuk lagi. Segala kejadian yang menimpanya berputar di kepalanya hingga tampa sadar dia bergumam…

 

“Apakah aku sudah mati…??”

 

Hye Ra berjalan  mendekati tubuhnya yang penuh dengan luka itu, dia mencoba menyentuhnya namun tangannya tidak bisa menyentuh apapun. Hye Ra terdiam dan mencoba mencerna setiap kejadian ini, tapi hasilnya nihil…

 

Hye Ra duduk dekat raganya dan beberapa saat kemudian ambulans datang dan membopong tubuh yang penuh luka itu naik keatas ambulans. Polisi datang dan mulai mengamankan lokasi kecelakaan mengerikan itu, sementara dia hanya bisa menatap ambulans yang sudah membawa pergi tubuhnya, Hye Ra menangis, tapi bahkan ditempat ini tidak ada yang menyadari keberadaannya.

 

“Annyeong Han Hye Ra-ssi….” Hye Ra menoleh dan mendapati seorang lelaki tinggi tersenyum ramah kepadanya. Wajahnya lumayan tampan, dia mengenalan setelan jas berwarna putih, dan Oh…. Dia memilikip sayap berwarna seputih salju.

 

“Kau… Makhluk apa??”

 

Namja itu tersenyum kemudian berjalan mendekati Hye Ra, dan sekali lagi gadis itu kembali menganga saat lelaki itu menembus salah satu opsir Polisi yang sedang bertugas.

 

“Aku malaikat….”

 

“Malaikat??”

 

Namja itu tersenyum kemudian berkata. “Ne… bisa dibilang begitu”

 

“kalau begitu… aku sudah mati??” tanya Hye Ra. Terselip sebuah harapan kecil di hati gadis itu, berharap bahwa dia telah mati dan tidak perlu menderita karena cinta sepihaknya.

 

Tapi namja itu menggeleng, dan dia kembali tersenyum untuk yang kesekian kalinya.

“Kurasa Belum… Kau hanya Koma, dan aku akan menemanimu sebelum kau kembali ke tubuhmu atau kau pulang ke surga”

 

“Menemaniku..??”

 

“Ne… tugasku biasanya mengantar roh manusia ke surga, namun kali ini aku mendapat tugas mengawasimu… karena biasanya Roh seperti kau bisa mengganggu keseimbangan alam..” kata malaikat itu menjelaskan.

 

“Roh?? Aku Roh”

 

Malaikat itu mendesah kemudian menyentuh pundakku. Tiba-tiba saja kami sudah duduk manis di sebuah taman yang gelap, sember penerangan hanyalah lampu taman yang sudah tua.

 

“Ya… Lebih tepatnya Roh yang tersesat… Kau tidak bisa kembali ke tubuhmu ataupun ke surga, jadi aku akan menemanimu sampai kita mendapat kepastian, sementara itu… apa ada yang ingin kau tanyakan, Han Hye ra-ssi??”

 

Hye Ra menghela nafas panjang, jadi sekarang dia koma? Dan hanya menungguu kepastian apakah dia harus ke surga atau malah kembali ke tubuhnya yang rapuh itu, kalau da bisa memilih, mungki akan lebih membahagiakan untuknya jika dia bisa kembali ke surga.  “Kau tidak tahu kapan aku mati??Kan kau malaikat…”

 

“Aku bukan malaikat maut, Bodoh. Biasanya aku hanya bertugas mengantar arwah manusia baik ke surga… Tapi kali ini aku ditugaskan mengawasi dan menemanimu…. Kau tahu, roh sepertimu biasanya menyusahkan, terlalu ingin ikut campur pada urusan dunia..” katanya mantap.

 

“Padahal aku tidak terlalu ingin untuk hidup…. Rasanya aku sudah sangat merindukan Appa dan Eommaku di surga. Oh iya, namamu siapa??” tanyaku.

 

Malaikat itu tampak sangat kaget, kemudian berfikir sejenak sebelum menjawab. “Aku tidak punya nama..”

 

“Kau tidak punya nama???” Dia mengangguk.

 

“Mungkin dulu aku punya, tapi setelah menjadi malaikat aku melupakan semuanya, satu-satunya yang kami ingat hanyalah alasan kami menjalankan tugas ini..” katanya. Pandangannya menerawang ke langit, seolah merindukan seseorang yang sekarang berada di langit.

 

Penjelasan namja aneh itu malah membuat hye ra semakin pusing. Melihatnya yang sepertinya tidak mengerti maksud perkataannya, Malaikat itu mulai menjelaskan ‘hidupnya’. “Aku sebenarnya jiwa yang seharusnya berada di Surga, seperti kau, aku sudah menjalani hidupku dengan baik… tapi aku melakukan sebuah kesalahan yang membuat orang lain menderita, karena itu, untuk menebusnya aku harus menjalani tugas mengantar roh manusia ke surga selama seratus tahun sebelum kami mengajukan satu permintaan yang pasti akan dikabulkan oleh Tuhan, sebagai imbalan atas pekerjaan kami…”

 

Hye Ra mendengarnya seksama, kemudian berfikir sejenak sebelum berbicara. “Rasanya aneh kalau tidak punya nama.. Geurae, aku akan memberimu nama. Mulai sekarang aku akan memanggilmu Key…”

 

“KEY??”

 

“Ne… Key..”

 

Key tersenyum hangat, tampaknya dia benar-benar senang Hye Ra memberinya nama. Suasana hening, pikiran gadis itu melayang pada Kyuhyun, ‘apakah dia sudah tahu tentang kondisiku?? Lalu bagaimana reaksinya sekarang’batinnya

 

“Oh iya Key, jika tugasmu selesai, apa yang akan kau minta?” tanya Hye Ra

 

“Tentu saja aku akan memohon agar aku diizinkan pulang ke surga, bertemu Ibu dan Ayahku. Alasanku jadi malaikat adalah aku ingin bertemu mereka” ada nada getir di suaranya, tampak jelas sekali bahwa Key merindukan keluarganya.

 

“Kapan masa kerjamu habis??”

 

“Kau tugas terakhirku, jadi setelah menemanimu, aku bisa mengatakan permohonanku dan Tuhan akan mengabulkannya” kata Key. Hye Ra mengangguk tanda mengerti, dia akhirnya tahu kenapa selama ini si Malaikat bersayap putih ini selalu tersenyum…

 

“Chukkae…”

 

“Gomawo… oh iya, Han Hye Ra-ssi, kau tidak ingin melakukan sesuatu?? Melihat seseorang mungkin?? Atau ingin pergi ke suatu tempat??” tanya Key. Hye Ra menggelengkan kepalanya.

 

“Aku hanya ingin disini… Kau tahu Key, hidupku tidak terlalu menarik, banyak hal yang membuatku menderita… jujur saja, mungkin kematian jauh lebih membahagiakan untukku…” ujar Hye Ra. Key mendesah kemudian menepuk pundak Hye Ra.

 

“Hidupmu sempurna, Hye Ra-ssi. Hanya saja kau tidak pernah menyadarinya… banyak hal yang belum kau ketahui, dan kurasa saat ini satu-satunya kesempatanmu untuk melihat setiap permasalahanmu dari sudut pandang yang berbeda..”

 

“Aniya… Kau boleh pergi, aku akan menunggu disini… sampai aku benar-benar lenyap”

 

————————————————————————————————————————

 

 

Sudah seminggu lebih tubuh Hye Ra Koma, dan yang bisa rohnya lakukan hanyalah menunggu kematian datang  menjemputnya terkadang Key datang dan membujuk gadis itu, namun tetap saja dia tidak mau.

 

Mungkin otaknya memerintahkan agar dia tetap bertahan di tempat ini, namun sepertinya hatinya menghendaki hal yang lain. Hye ra merindukan Kyuhyun, dia tidak tahu seberapa besar pengaruh lelaki itu padanya hingga ketika dia berada diantara hidup dan mati, dia masih tetap bisa membayangkan wajah dingin Kyuhyun di kepalanya. Hye ra menahan kerinduannya, namun sepertinya waktu berjalan begitu lambat tatkala kerinduan menggerogoti jiwanya.

 

“Key..”

 

“Wae??” tanya key yang entah sejak kapan sudah berada di dekatnya.

Hye Ra tampak bergulat denga pikirannya, gadis itu mendesah pelan sebelum mengataka apa yang ada di pikirannya. “Kyuhyun…. Aku ingin melihatnya, hanya sebentar saja…”

 

Key langsung berdiri, mengacunkan tangannya dengan penuh semangat. “Tentu saja Han Hye Ra-ssi, akhirnya kau bisa bersikap seperti manusia normal lainnya…”

 

“Maksudmu aku bukan manusia normal, eh??” kata Hye Ra penuh selidik.

 

“Lupakan!! Kajja… Kita pergi ke tempat si Namja bersuara merdu itu..!!” Key mengulurkan tangannya pada hye Ra, gadis itu menerimanya dengan perasaan sedikit ragu.

 

-o0o-

 

 

Key dan Hye Ra muncul di apartemen super Junior yang  berada di lantai 11 Apartemen Star City. Suasana tampak begitu ramai, hanya Donghae yang tampak menyendiri di sudut ruangan sambil menatap kosong Ddangkoma di depannya. Hye Ra berjalan mendekati Kyuhyun yang terlihat begitu menikmati obrolannya dengan Yesung,

 

Kyuhyun tertawa terbahak-bahak saat Yesung mengatakan lelucon aneh yang menurut siapapun di tempat it-minus Kyuhyun tentunya- adalah lelucon paling garing di dunia.

 

“Hhhahhaha… Itu benar-benar lucu hyung!!!” teriak Kyuhyun sambil memegangi perutnya, sementara Yesung hanya menatapnya aneh, tampaknya juga risih dengan sikap Kyuhyun yang begitu berlebihan.

 

Hye Ra tersenyum hambar, dia hampir lupa bagaimana wajah Kyuhyun saat tertawa. “Tampaknya tampa aku di sisimu kau sudah begitu bahagia, Kyuhyun-ssi” kata Hye ra dengan nada pedih. Dia masih menatap Kyuhyun yang sekarang berjalan masuk ke kamarnya, beberapa saat kemudian dia keluar dengan membawa 2  Kardus besar.

 

Kyuhyun membuka kardus itu dan mengeluarkan isinya. Kyuhyun membagikan banyak sekali benda dari kotak itu kepada Hyundeulnya, benda yang terlihat begitu mahal. Meskipun dengan perasaa sedikit risih, kesembilan namja di ruangan itu menerimanya dengan senang hati.

 

“Hyung!! Itu hadiah dariku untuk kalian semua… aku menyayangi kalian” kata Kyuhyun dengan penuh semangat, sementara di sudut ruangan Donghae menatap Kyuhyun geram. Donghae berdiri kemudian melayangkan bogem mentah kerahang Kyuhyun. Hye Ra menjerit, dan kegaduhan di tempat itu menjadi semakin nyata.

 

“Apa pantas kau melakukan hal seperti ini?? Tunanganmu berada di rumah sakit dan meregang nyawa, sementara kau disini tertawa, dan seenaknya membagika hadiah kepada kami seolah kau sedang merayakan sesuatu!! Kau Brengsek!!” kata Donghae geram, seandainya saja Eunhyuk tidak menahannya, mungkin bogem kedua akan menghantam wajah Kyuhyun.

 

Hye Ra menangis, dia mengerti kenapa Donghae marah, tentu saja dia tahu bahwa Kyuhyun memang tidak pernah menganggapnya penting untuk ditangisi.

Senyum tipis tersungging di bibir yang biasanya mengeluarkan nada merdu itu. “Kau berlebihan Hyung… Seharusnya kau tidak usah mempedulikan tunangan orang lain…” katanya dingin, kemudian masuk ke kamarnya da membanting pintu, beberapa saat kemudian dia keluar dengan pakaian lengkap dan meninggalkan apartemen itu tampa berpamitan pada siapapun.

 

“Key!! Aku ingin pergi…” kata Hye ra. Key menghampirinya dengan wajah lesu, apa yang diharapkannya sepertinya tidak akan terjadi malam ini.

 

Sosok Hye Ra dan Key menghilang dan muncul di rumah sakit, tepat disamping tubuh menyedihkan yang terbaring lemah di tempat tidur.

 

 

 

 

Sementara itu di dorm super Junior, Leeteuk tampak begitu cemas. “Sungmin-ah… apa

menurutmu Kyuhyun sedikit aneh??”

 

Sungmin yang berada di sampingnya mengangguk setuju. “Aku tahu… akhir-akhir ini dia sedikit pucat, kemudian tiba-tiba saja malam ini tertawa mendengar lelucon Yesung Hyung, padahal semua orang tahu, Kyuhyun paling benci jika Yesung menceritakan lelucon mengerikan itu..”

 

“aku setuju..” Yesung datang menimpali mereka berdua. “Dan yang paling membuatku risih adalah ketika dia memberikan kita hadiah kemudian berkata dia menyayangi kita… ayolah, semua orang tahu, Kyuhyun kita bukan orang yang terbuka tentang perasaannya..”

 

“Ini sangat aneh karena…” belum sempat Sungmin menyelesaikan perkataannya saat bel apartemen itu berbunyi. Beberapa menit kemudian, Eunhyuk masuk diikuti oleh Ahra.

 

“Annyeong… Bisa tolong panggilkan Kyuhyun..” kata Ahra.

 

“Kyuhyun keluar Ahra-ssi… Ada yang  bisa kami bantu?” kata Leeteuk.

 

Ahra mendesah pelan, kemudian duduk di sofa dekat Leeteuk. “Aku tidak tahu kenapa Kyuhyun bersikap seperti itu… aku hanya ingin mengajaknya menjenguk Hye Ra di rumah sakit, karena besok semua peralatan medis yang membuat Hye Ra masih hidup akan dilepas..”

 

 

“MWO?? Itu berari Hye Ra akan dibiarkan meninggal begitu saja??” tanya Sungmin.

 

“Bukan begitu Sungmin-ssi. Kata Dokter Hye Ra sudah tidak punya harapan hidup lagi. Kondisi tubuhnya sangat parah… Kami takut, mempertahankannya disini malah akan membuatnya semakin tersiksa..”

 

 

 

 

Hye Ra menatap tubuhnya yang terbaring lemah di tempat tidur dikelilingi oleh peralatan yang membuat jantungnya masih bisa berdetak. Key memandang gadis itu, seandainya saja dia dibolehkan ikut campur urusan manusia, maka dengan senang hati Key akan mengatakan semua fakta yang diketahuinya, tapi sayangnya dia hanya boleh membantu jika gadis itu yang memintanya.

 

“Seharusnya sudah sejak dulu aku menyerah….” Gumam Hye Ra. Sebutir air mata mengalir dari matanya, gadis itu memejamkan matanya seraya meresapi setiap luka yang terasa begitu menyakitkan. “Aku membencinya Key…”

 

“Hye Ra-ssi”

 

“Aku ingin dia menangisisku!! Merasakan setiap luka yang pernah dia buat padaku, Aku ingin dia tahu bagaimana sulitnya aku hidup selama ini…” kata Hye sarkatis. Gadis itu berdiri, kemudian berjalan kearah jendela.

 

“Setidaknya… tidak bisakah dia menunjukkan sedikit rasa bersalahnya  padaku??” gumam Hye Ra yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Hye Ra ingin membenci Kyuhyun, tapi kenapa rasanya begitu sulit untuknya.

 

Hye Ra berbalik dan menatap sesosok namja tinggi berjalan memasuki kamarnya. Hye Ra terpana menatap kyuhyun, namja itu masuk kemudian mengganti bunga mawar putih di Vas dengan mawar putih yang masih segar. Kyuhyun berdiri mematung menatap tubuh Hye Ra didepannya…Hye Ra berjalan menghampiri tunangannya, mencoba menyentuh wajah yang begitu dicintainya, wajah itu masih bergeming, tidak menunjukkan ekspresi apapun.

 

Setelah sekian lama diam dalam keheningan, Kyuhyun akhirnya mengeluarkan apa yang selama ini mati-matian diatahannya. Pertahanannya runtuh saat sebutir cairan bening mengalir dari pelupuk matanya. Hye Ra terkesiap saat melihat butiran air mata diwajah sayu itu.

 

Kyuhyun menghapusnya dan segera berjalan keluar dari kamar rawat Hye Ra. Hye Ra segera berjalan mengikutinya, hatinya seolah didera kegetiran yang luar biasa menyakitkan saat melihat ekpresi kepedihan diwajah Kyuhyun.

Hye Ra menghentikan langkahnya secara tiba-tiba, dan  kembali ke tempatnya semula berdiri. Waeyo?? Kenapa tidak mengikutinya??” tanya Key.

 

“Aniyo.. aku tidak akan pernah mengikutinya lagi. Sudah cukup 3 tahun aku terus-terusan mengekorinya, aku tidak akan pernah peduli apapun yang dia lakukan lagi” kata Hye Ra dingin.

 

Key mendengus kesal, bingung dengan tingkah kedua orang ini. “Hye Ra-ssi, bukankah baru saja dia menangis untukmu? Kenapa kau masih bergeming disini!! Sana cepat kejar dia!!”

 

 

“Shireo.. setetes air mata tidak sebanding dengan tiga tahun aku menangis untuknya..”

 

———————————————————-TBC————————————————————————

Bagaimana Part 1 nya?? Bagus tidak?? Please dikoment yaa… tenang aja, ceritanya nggak bakalan gantung kok, karena FF ini udah selesai, Cuma nunggu waktu aja buat di’publish…

Kamsahmanida#bow