White Wings [2/2]

Author                                                  : Dewii Aprilya

Cast                                                       : Cho Kyuhyun, Han Hye Ra, Super Junior

Part 1

————————————————————————————————————————

‘Tuhan… Berikan kebahagiaan untuknya, malaikat dengan sayap putih itu…. Malaikat yang telah menunjukkan kepadaku arti sebuah ketulusan, mengajarkanku untuk tetap mencintai seseorang yang mungkin telah kau pilih untukku, dan lebih dari itu, malaikat yang telah berkorban untuk manusia rapuh sepertiku… Amin’

——————————————————————————————————————————

 

Hye Ra masih bergeming di tempatnya dan menatap tubuh yang masih terbaring lemah di tempat tidur dengan begitu banyak peralatan yang membuat jantungnya masih bisa berdetak. Cahaya  matahari pagi menembus jendela dan menyinari ruangan bernuansa putih itu. Key menatap kesal Hye Ra yang begitu keras kepala.

Pintu terbukan dan sekelompok namja tampan serta seorang yeoja masuk. Kesembilan member Super Junior datang mengunjungi Hye Ra, mereka meletakkan bunga di meja dan berdiri mengelilingi tempat tidur gadis itu.

“Annyeong Hye Ra-ya… Kami datang untuk mendampingimu… Kami ingin berada di sampingmu saat kau pergi nanti…” kata Leeteuk, dia menghapus butiran air mata di pelupuk matanya kemudian menggemgam tangan gadis yang masih tetap bergeming itu.

Hye Ra menatapnya dengan penuh tanda tanya, kemudian tatapannya beralih pada Key, seolah meminta penjelasan. “Tim Dokter akan melepaskan peralatan di tubuhmu jam 12 nanti, jadi sebentar lagi kau bisa pergi ke surga…” kata Key menjelaskan. Hye Ra bingung harus berekpresi bagaimana, pikirannya harusnya bisa menerimanya, mengingat sebentar lagi dia akan terlepas dari derita yang mengikatnya di dunia ini. tapi disisi lain hatinya seolah menolaknya, meskipun dengan susuh payah dia menepisnya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Hye Ra masih ingin hidup, melihat Kyuhyun bernyanyi, membuatkan sarapan untuknya, dan masih ingin melihat ekpresi wajah dingin Kyuhyun.

“Mianhe… kami tidak bisa membawa Kyuhyun kesini, dia tidak pulang sejak kemarin malam…” kata Donghae pelan, lelaki itu berjalan kemudian mencium kening Hye Ra yang masih tetap terlihat nyaman dalam tidurnya, member lain juga melakukan hal yang sama, memberikan ciuman selamat tinggal di kening Hye Ra.

Hye Ra bergeming, ada sedikit kekhawatiran di hatinya saat mendengar Kyuhyun tidak pulang, lalu kemana lelaki itu setelah mengunjungi Hye Ra. “Key, kau tahu dimana Kyuhyun??” tanya Hye Ra setelah beberapa menit bergulat dengan pikirannya. Key mengangguk, dia berjalan mendekati gadis itu dan menyentuh pundaknya, Key mengepakkan sayap putihnya dan sedetik kemudian mereka sudah berada di depan pintu dorm Super Junior.

Hye Ra mencari Kyuhyun di setiap sudut tempat itu, matanya menatap intens sesosok lelaki tinggi dengan rambut acak-acakan, berjalan dengan langkah gontai di koridor panjang apartemen itu. Kyuhyun terlihat begitu kacau dengan  wajah pucat dan bau alcohol tercium darinya, dia kemudian membuka pintu dan masuk ke dormnya diikuti oleh Hye Ra dan Key.

Kyuhyun melepas Coat dan langsung masuk ke dapur, meneguk air langsung dari botolnya di lemari es, matanya tertuju pada sebuah Note kecil yang menempel di pintu Lemari es.

 

Kyuhyun-ah

Kami semua mengunjungi Hye Ra di rumah sakit, jam 12 siang nanti Dokter akan melepaskan semua peralatan medis di tubuh Hye Ra..

Datanglah ke rumah sakit dan temani Hye Ra disaat-saat terakhir hidupnya..

                                                                                                                                                Leeteuk

 

Kyuhyun meremas kertas itu dan membuangnya ke tong sampah, dia berjalan masuk ke kamarnya diikuti oleh Hye Ra dan Key. Kyuhyun membuka lemariya dan mengeluarkan sebuah kotak kardus berukuran besar, dia membuka benda itu dan sontak membuat Hye ra membelalakkan matanya.

Kardus itu berisi sepatu, kotak jam tangan, PSP, boneka miniature Kyuhyun, dan masih banyak lagi benda yang tersusun rapi didalamnya. Semua benda itu memiliki satu kesamaan, yakni kesemuanya diberikan oleh seorang gadis bernama Han Hye ra. Hye Ra membekap mulutnya saat melihat sebuah pigura foto seorang gadis yang tersenyum, foto itu diambil dari samping sehingga mungkin gadis itu tidak menyadari ketika dia dipotret. Sebutir air mata jatuh dan membasahi bingkai foto itu, Hye Ra menoleh dan mendapati Kyuhyun menangis.

Kepedihannya tidak bisa tertahankan lagi, menyadari bahwa mungkin beberapa jam lagi gadis yang dicintainya itu tidak bisa lagi dilihatnya membuat Kyuhyun merasakan hatinya berlubang dan mungkin tidak ada yang bisa menutupinya. Kyuhyun mencintai Hye ra, begitulah faktanya, meskipun dia tidak pernah sekalipun menyatakannya tapi Kyuhyun sudah menempatkan Hye Ra dihatinya tampa gadis itu pernah sadari.

Kyuhyun duduk dan membiarkan air matanya terus jatuh membuat sebuah aliran sungai kecil di matanya. Semakin lama tangisan itu semakin keras hingga akhirnya terdengar rintihan pilu yang keluar dari bibir yang biasanya melantunkan nada-nada merdu itu. Namja itu mengacak rambutnya dan kembali terisak.

“Apa itu yang kau inginkan?? Melihatnya hancur seperti itu??” kata Key, entah sejak kapan nada riang Key berubah menjadi sangat dingin. Hye Ra sudah menangis sejak tadi, dia masih menatap nanar Kyuhyun di depannya, Hye Ra berlutut mencoba menghapus butiran air mata yang terus-terusan keluar dari mata indah tunanganny, tapi tangannya bahkan tidak bisa menyentuhnya seujung jaripun.

Hye Ra menggeleng. “aniya!! Kyuhyun tidak boleh seperti ini.. dia harus tetap tegar apapun yang terjadi. Jebal Oppa…. Jangan menangis..” rintih Hye Ra ditengah-tengah isakannya. Tidak ada yang mendengarnya, karena faktanya Kyuhyun tidak bisa menyadari kehadirannya disini.

“Key.. aku tidak ingin melihatnya seperti ini…. jebal, lakukan sesuatu agar dia tidak perlu menderita seperti sekarang…” kata Hye ra dengan nada memohon.

Ekpresi Key berubah menjadi lebih lembut, dia menatap gadis itu. “Kita tidak bisa melakukan apapun Hye Ra-ssi. Baik kau ataupun aku tidak bisa melawan takdir…”

Hye Ra berlutut didepan Kyuhyun, merentangkan tangannya seolah dia bisa memeluk Kyuhyun. Namja itu memejamkan matanya, sedetik kemudian dia membuka kotak tersebut dan mengeluarkan sebuah tape recorder.

Kyuhyun menatap benda itu, kemudian tangannya menekan tombol PLAY

 

Annyeong Hye ra-ya… sangeil chukkae, sekarang kau sudah berumur 23 tahun bukan?? Sudah cukup dewasa kurasa..

Hhmm.. Hye Ra-ya, aku ingin berkata jujur padamu…

Aku tahu berada disampingku selama hampir 3 tahun bukanlah hal yang mudah mengingat segala sikapku padamu… tapi tidakkah kau menyadari bagaimana sebenarnya perasaanku dibalik sikap cuek yang selalu kutunjukkan?? Aku menyayangimu…. Menempatkanmu di urutan pertama dalam hatiku, seharusnya kau bisa menyadari mengingat aku masih tetap membiarkamu berada didekatku selama ini, membiarkanmu menghiburku, membiarkanmu memelukku ketika berbagai skandal menimpaku, dan yang paling utama… membiarkanmu masuk ke dalam hatiku.

Aku begitu bahagia tatkala aku bernyanyi, dan menyadari kau berada diantara ELF yang mencintaiku. Rasanya aku bisa melayang jika mataku menemukanmu berdiri diantara Penggemarku… Dan rasanya ada yang hilang, saat aku menyanyi dan tidak bisa menemukanmu di bangku penonton..

Hh.. Lucu bukan? Seharusnya aku mengatakannya dengan cara yang romantic, tapi kupikir cara ini akan membuatmu bahagia, dan melihatmu tersenyum akan membuat duniaku menjadi lebih indah..

Han Hye Ra…

Aku menicntaimu… Jeongmal Saraghae… jadi tetaplah didekatku dan jangan memberikan perhatian pada siapapun kecuali aku..

 

Kyuhyun mengambil pigura foto Hye Ra kemudian menciumnya dengan penuh perasaan. “Hye Ra-ya.. seharusnya malam itu menjadi malam yang indah untuk kita berdua. Saat aku mengakui perasaanku, tapi kau malah pergi dengan Donghae hyung…. Aku marah, rasanya aku ingin menghancurkan setiap benda yang ada di dekatku.. Kau bahkan tidak menemukan Tape recorder ini…” ujar Kyuhyun. Matanya manatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11.45 AM…

“Oppa.. Mianhe..” Lirih Hye Ra, tapi Kyuhyun tidak bisa mendengarnya..

“dua hari lalu Doktermu menghubungiku… Katanya hari ini mereka akan melepaskan peralatan medis di tubuhmu.. dengan susah payah aku memohon agar mereka tidak melakukannya, tapi mereka harus melakukan itu….” Kyuhyun menghapus air matanya dan melanjutkan perkataannya kemudian membelai senyum indah dalam  Foto itu. “Karena katanya itu yang terbaik untukmu…”

Kyuhyun berdiri kemudian berjalan keluar dorm. Namja itu masuk ke Lift dan menekan tombol menuju ke atap. Hye Ra terkesiap saat menatap sesosok Lelaki dengan sayap hitam, memakai stelan jas hitam, dan yang paling mengerikan adalah namja itu menyentuh pundak Kyuhyun lalu menyebarkan aura gelap yang mengerikan.

“Key!!” panggil Hye Ra. Key muncul di depannya dengan wajah lesu.

Kyuhyun tiba di Puncak apartemen itu. namja dengan aura gelap itu masih terbang diatas Kyuhyun dan memegangi pundaknya.

“Key!! Siapa Namja dibelakang Kyuhyun??” tanya Hye Ra.

Key menghembuskan nafas pela sebelum menjawab pertanyaan gadis itu. “Dia juga malaikat, sama sepertiku… hanya saja, dia bertugas mengantar arwah manusia ke neraka..”

“Mwo?? Apa maksudmu?” Kata Hye Ra dengan penuh kekhawatiran sementara itu Kyuhyun berjalan menuju Pembatas tampat itu, dia menatap ke bawah dengan ekpresi datar.

“Sudah jelas kan?? Kyuhyun akan segera mati… dan dia akan pergi ke Neraka bersama malaikat bersayap hitam itu..” kata Key sambil menunjuk Lelaki tinggi di belakang Kyuhyun yang masih memperlihatkan ekspresi datar pada keduanya.

“Tapi Kyuhyun orang baik Key!! Dia tidak pernah melakukan hal buruk..”

“Memang belum Han Hye Ra-ssi!! Tapi dia akan melakukan dosa besar….” Kata Key dengan suara keras.

“Dosa besar??”

“Dosa yang paling besar yang pernah dilakukan manusia adalah bunuh diri.. Kau lihat!! Kyuhyun ingin melompat dari atas gedung ini!!” Key menunjuk Kyuhyun yang sudah berdiri di atas pembatas gedung tinggi itu. Hye Ra menjerit, kemudian berlari mendekati tunangannya.

“Oppa… Jebal.. Jangan lakukan itu!!” Hye Ra memohon pada Kyuhyun, tapi tetap saja Kyuhyun tidak bisa mendengarnya seberapa keraspun Hye Ra berteriak.

“Sudahlah Nona… jangan buang air matamu karena Dia tidak akan bisa mendengarmu.” Kata Suara berat milik lelaki bersayap hitam itu. Dia mencibir Hye Ra dan menatap Kyuhyun licik.

Hye Ra berbalik dan menatap Key yang masih tetap bergeming di tempatnya, sayapnya yang putih tersembunyi dibalik punggung lebarnya. “Key!! Aku ingin Kyuhyun bisa melihatku.” Kata Hye Ra mantap.

Key membelalakkan matanya menatap gadis itu. “Tidak boleh Hye Ra-ssi!! Kau tidak boleh memperlihatnkan wujud rohmu… Kau akan musnah dan jiwamu tidak akan berwujud apapun, perasaan itu jauh lebih menyiksa ketimbang berada di Neraka..”

Hye Ra berfikir sejenak, kemudian kembali menatap Kyuhyun yang menatap kosong pemandangan kota Seoul di depannya. Kyuhyun mellihat pergelangan tangannya, tepat pukul 12 siang nanti ia akan meluncur kebawah, menyusul Hye Ra ke alam baka, dia sudah merencanakan semuanya setelah mendapat kabar dari Dokter tentang kondisi tubuh Hye Ra, dia bahkan sudah mencoba berpamitan pada orang-orang yang disayanginya dengan caranya sendiri.

“Aku tidak peduli!! Aku tidak bisa membiarkan dia seperti ini… Cepat Key!! Katakan bagaimana caranya agar dia bisa melihatku, waktu kami tidak banyak, Please..”kata Hye ra dengan nada memohon.

Key mendesah kemudian berkata dengan nada suara pelan. “Kosongkan pikiranmu dan bayangkan kau dalam wujud manusiamu, hanya itu… tapi kau tidak boleh…”

Hye ra memejamkan matanya, mencoba berkonsentrasi dan membayangkan kebersamaannya dengan Kyuhyun, membayangkan bahwa sekarang dia berada di tubuhnya, menjadi manusia seutuhnya, dan bisa bebas memluk Kyuhyun.

-o0o-

 

Kyuhyun melihat jam di tangannya…  ‘ini saatnya’ batinnya. Dia melangkah perlahan dan bersiap untuk menjatuhkan tubuhnya, saat sesosok tangan putih pucat berukuran mungil memeluknya dari belakang, kehangatan menjalar di punggungnya saat Kyuhyun menyadari tangan mungil itu memakai sebuah cincin putih bertahtakan berlian, cincin yang sama persisi dengan yang dikenakannya.

“Oppa…”

Kyuhyun mengerjap tidak percaya saat mendengar suara itu, suara yang begitu dirindukannya hingga rasanya ingin mati, suara yang dimiliki oleh satu-satunya gadis yang menempati hatinya tampa pernah dia sadari. Kyuhyun berbalik dan mendapati wajah pucat Hye Ra  yang sudah berlinang air mata. Hye ra memukul dada Kyuhyun, tapi Namja itu tidak merasakan sedikitpun rasa sakit karena kebahagiaan yang membuncah dadanya.

“Hye Ra-ya!!” Kyuhyun langsung memeluk tubuh mungil itu, menyesap aroma rambutnya, merasakan kehangatan yang dialirkan Hye Ra ke hatinya. Kyuhyun teramat merindukan gadis itu..

“Kau Bodoh Oppa..” lirih Hye Ra.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya, terlalu takut jika sekarang gadis itu tidaklah nyata.”Aku tahu… Mianhe, jeongmal Mianheyo…” Kyuhyun tersenyum, mengetahui fakta bahwa gadis itu sekarang berada dalam jangkauannya membuat semuanya menjadi lebih membahagiakan.

“Jangan bertindak bodoh lagi… jangan menyakiti dirimu. Komohon… hiduplah dengan baik meskipun tampa diriku disisimu..” kata Hye Ra. Hye Ra memeluk Kyuhyun begitu dengan eratnya…

“Tetaplah disampingku, maka aku akan bertahan hidup…” kata Kyuhyun. Dia mengangkat dagu Hye Ra kemudian dengan perlahan mencium bibir tipis itu, ciuman pertama mereka dan mungkin akan menjadi yang terakhir..

Hye Ra melepaskan ciumannya, kemudian berjinjit dan menyingkap rambut Kyuhyun dan mencium keningnya. “Waktuku tidak banyak.. Aku tidak peduli jika aku harus musnah, tapi kau harus ingat satu hal… aku mencintaimu dimanapun aku berada.. Aku menyanyangimu, hari ini, esok dan seterusnya…”

“Nado Saranghae Hye Ra-ya.. Tapi kumohon jangan katakan bahwa kau akan pergi lagi. Kita akan memulai semuanya dari awal..” Pinta Kyuhyun. Hye Ra menggeleng dan merasakan tubuhnya semakin lama semakin memudar. Air mata kembali menggenangi mata keduanya.

“Hye Ra!!”

“Aku akan pergi Oppa!! Mungkin kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi.. Selamat Tinggal..”

Kyuhyun langsung memeluk tubuh yang semakin memudar itu, keduanya memejamkan matanya menikmati saat terakhir kebersamaan mereka, kemudian Key datang… Key merangkuh tubuh Kyuhyun dan Hye Ra dengan sayapnya yang putih. Namja tampan itu memejamkan matanya, kemudian bibirnya membisikkan kata yang hanya bisa didengar olehnya.. Sedetik kemudian keduanya lenyap, dan yang tersisa hanyalah Kyuhyun yang masih menangis di tempat itu. Malaikat bersayap hitam melihat setiap kejadian Itu dengan ekpresi datar, kemudian dia mengepakkan sayapnya pergi dari puncak Apartemen Star City.

 

-o0o-

 

Hye Ra mengerjap saat sebuah cahaya menyilaukan membayangi penglihatannya, untuk pertama kalinya gadis itu membuka matanya setelah hampir dua minggu terbaring koma di rumah sakit. Dia merasakan kelelahan yang luar biasa, rasanya setiap sendi tubuhnya tidak bisa digerakkan, mulutnya seolah terkunci rapat, dan yang bisa di lakukan hanyalah menatap kesekeliling kamar berwarna putih itu.

Hye Ra seolah kehilangan semua tenaganya, dia menatap kesekelilingnya seolah sedang mencoba menemukan sosok itu, sosok yang selama ini sangat dirindukannya, Cho Kyuhyun. Hye Ra tidak bisa menemukan Kyuhyun dimanapun, yang bisa dilihatnya adalah sekelompok namja yang menatapnya dengan raut wajah kaget bercampur dengan kegembiraan, tapi bukan itu yang sedang dicarinya.

“K….Kyu…Hyu…n” Kata Hye Ra pelan setelah bersusah payah mengumpulkan segenap tenaganya hanya untuk menyebut nama itu.  Semua orang yang ada di ruangan itu bergeming menatap Hye Ra, mereka bingung harus bagaimana mengatakan ketidakpedulian Kyuhyun padanya.

“Nona Han… kau tidak boleh terlalu banyak bicara, lebih baik sekarang kau istirahat..” Kata Dokter. Hye Ra tampak ingin memprotes perkataan Dokter itu, namun tampaknya di sudah tidak punya tenaga untuk berbicara. Sedetik kemudian rasa kantuk mendera Hye Ra setelah seorang suster menyuntikkan obat penenang untuknya… samar-samar Hye Ra melihat sebuah sayap putih dikepakkan didekat jendela kamarnya sebelum gadis itu benar-benar terlelap.

 

“Hye Ra-ssi!”

Hye Ra terkejut mendapati Key didepannya, namja itu tetap terlihat hangat dan tampan dengan senyum lebarnya serta sebuah sayap putih di punggungnya. “Kita diamana?”

“Menurutmu??” Key memicingkan matanya menatap gadis itu. Hye Ra menatap sekelilingnya, dia dan Key berdiri disebuah padang rumput yang luas, sejauh mata memandang yang bisa dilihatnya hanyalah hamparan rumput luas yang membentang dari ujung langit.

“Entahlah… sepertinya tempat yang sangat jauh..”

Key kembali tersenyum kemudian menuntun Hye Ra berjalan mengikutinya. Keduanya berjalan beriringan menyusuri padang luas itu. “Apa ada yang ingin kau tanyakan??”

“Aku tak tahu Key… begitu banyak yang ingin aku tanyakan hingga rasanya kepalaku ingin pecah dan tidak ada satupun yang  bisa keluar dari mulutku…” kata Hye Ra, gaun putih yang dipakainya mengibas tertiup angin.

“kau bisa memulainya dengan pertanyaan yang paling mengganggumu..”

“Kenapa wujudku masih ada?? Maksudku, bukankah seharusnya aku sudah lenyap setelah muncul didepan Kyuhyun.. aku malah merasa bahwa aku baru saja bangun dari Koma..” kata Hye Ra. Key mengunggingkan sebuah senyuman yang begitu sulit diartikan oleh Hye Ra.

“Percaya atau tidak percaya… tapi faktanya kau memang sudah sadar…”

“mwo?? Bagaimana bisa??”

“Itu hadiah dariku… Karena kau sudah memberiku nama.. Key.. Nama yang sangat indah…” gumam Key. Dia menoleh dan menadapati air mata suah mengalir diwajah Hye Ra. Gadis itu akhirnya mengerti bagaimana dia bisa kembali ke tubuhnya, semua itu karena pengorbanan Key, sebuah pengorbanan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia ini.

“Heii Nona Han… aku baru sadar ternyata kau gadis yang sangat cengeng..” kata Key dengan nada mengejek, namja itu mengacak rambut Hye Ra yang sontak membuat gadis itu ceberut.

“Key….” Hye Ra menatap hamparan rumput didepannya, senyum hangat kembali tersungging dibibir mungilnya.

“Hhhmm…”

“Gomawo..”

“Ne??” Key menoleh kesamping dan menatap Hye Ra.

“Gomawo… Aku merasa tidak pantas menerima pengorbananmu… you know, seratus tahun adalah waktu yang lama…” gumam Hye Ra.

Key tersenyum lebar kemudian mengacak rambut gadis itu. “Kau ternyata gadis yang pintar…”

“Hye Ra-ssi…” Key memecahkan keheningan yang sempat tercipta diantara keduanya. Hye Ra menoleh dan tersenyum lembut pada namja itu. “Aku bersyukur bisa bertemu denganmu…. Kau mengajarkanku tantang ketulusan, keikhlasan, dan membuatku merasa dibutuhkan di dunia ini, dan itu jauh lebih berharga daripada seratus tahun masa kerjaku… Lagipula aku masih ingin bertemu dengan lebih banyak lagi orang berhati malaikat sepertimu…”

Hye Ra hanya diam, sesekali rambutnya tergerai tertiup angin yang berhembus pelan diantara keduanya.

“Hiduplah dengan baik…. Arachi??”

Hye Ra mengangguk pelan, kemudian tangannya membelai sayap putih yang terasa begitu lembut di tangannya. “Kau memiliki sayap yang indah Key…”

“Aku tahu… Sekarang saatnya aku pergi… jaga dirimu Nona Han Hye Ra” Key melambai sebelum akhirnya mengepakkan sayapnya dan terbang membelah langit biru tersebut. Hye ra tersenyum sembari melambaikan tangannya melepas malaikat bersayap putih itu.

 

 

* * * * *

 

 

Kyuhyun melangkah gontai keluar dari LIFT dan berjalan menyusuri koridor menuju Apartemen Super Junior. Dia memasukkan kata sandi dan sedetik kemudian pintu dormnya terbuka, Kyuhyun masuk dan langsung membaringkan tubuhnya di sofa besar yang ada di ruang tengah, desahan nafasnya terdengar di antara air mata yang entah mengapa sangat sulit dihentikan olehnya.

Dia akan bertahan hidup, karena itu adalah satu-satunya hal yang pernah diminta Hye Ra padanya, dan ketika menyadari bahwa Hye Ra sudah tidak ada lagi dipelukannya membuatnya menyadari bahwa mengabulkan permintaan Hye Ra serasa mustahil untuknya. Kyuhyun hanya menoleh selema sepersekian detik saat telepon rumah berbunyi, dia membiarkan bendaitu terus berdering.

“Kyuhyun-ah… apa kau ada di rumah?? Ini Leeteuk, jika kau pulang, segeralah ke rumah sakit… Hye Ra sudah sadar dari koma..”

Kyuhyun terlonjak kaget saat mendengar pesan yang ditinggalkan Leeteuk. Namja itu kemudian menghampiri benda itu dan segera mengangkatnya.

“Hyung!! Apa benar Hye Ra sudah bangun??”

“Kyuhyun-ah!! Apa itu kau?? Cepat ke rumah sakit, baru saja Hye Ra sadar dari komanya, dan dia mencarimu…” kata Leeteuk. Kyuhyun langsung membanting benda itu dan berlari keluar dari apartemennya.

Kyuhyun mengemudikan mobil Audy putih miliknya dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit. Beberapa saat kemudian dia tiba dan langsung berlari menyusuri koridor rumah sakit menuju kamar tempat Hye Ra dirawat. Kecepatannya melambat saat dia menemukan Hyungdeulnya menunggu di depam kamar Hye Ra, dia langsung berlari menghampiri Leeteuk dan Sungmin yang berdiri didekat pintu.

“Hyung…  Bagaimana keadaan Hye Ra??” tanya Kyuhyun denga wajah tampak begitu kacau, rambutnya awut-awutan, lingkaran hitam terlihat jelas dibawah matanya, ditambah dnegan keringat yang mengucur deras dari keningnya.

Sungmin  tersenyum kemudian menuntun Kyuhyun menuju jendela yang menghubungkan kamar Hye Ra dengan koridor dan memperlihatkan sosok seorang gadis yang terlihat begitu nyaman dalam tidurnya, semua peralatan yang sebelumnya melekat dirubuhnya telah dilepas karena kondisi Hye Ra sudah lebih baik dari sebelumnya.

“Dia sedang istirahat… Kata Dokter kejadian ini adalah sebuah mukjizat, Hye Ra kita benar-benar gadis yang kuat..” kata Sungmin pelan. Kyuhyun mengangguk pelan kemudian menempelkan tangannya di cermin itu, mencoba menyentuh bayangan tubuh gadisnya di cermin.

Kyuhyun tahu, segala kejadian tentang Hye Ra adalah sebuah keajaiban, dan untuk pertama kali dalam hidupnya dia melihat bagaimana Tuhan menjamah setiap doanya dengan cara yang tidak pernah bisa diduga olehnya. Kyuhyun, Ahra, dan semua member Super Junior menghampiri Dokter yang barusaja keluar dari kamar Hye Ra.

“Dokter, kapan kami bisa bertemu Hye Ra??” tanya Sungmin.

Dokter tersenyum simpul kemudian berkata. “Kalian bisa menemui Hye Ra setelah dia bangun, untuk sementara ini dia masih butuh istirahat banyak untuk memulihkan tenaganya. Untuk sementara ini, biarkan dia beristirahat total dan kalian bisa menjaganya secara bergiliran, karena terlalu banyak orang akan membuatnya terganggu..”

“Leeteuk Hyung… aku akan menjaga Hye Ra, tolong kosongkan jadwalku…” kata Kyuhyun mantap, Leeteuk mengangguk kemudian memeluk dongsaengnya.

“Aku tidak tahu apa yang telah terjadi padamu, tapi aku berharap kau bisa menjaganya dan tidak akan pernah menyakiti hati Hye Ra lagi, arachi??”

“Ara… “

 

~o0o~

 

Kyuhyun melangkah memasuki kamar tempat Hye Ra dirawat, sekarang gadis itu sudah dipindahkan ke ruang rawat VVIP yang mempunyai suasana lebih nyaman, kamar itu berbatasan langsung dengan sebuah taman dengan udara yang lebih segar. Kyuhyun langsung menghampiri tubuh yang terlihat begitu nyaman dalam tidurnya, senyum sesekali tersungging dibibir mungil gadisitu, kelihatannya mimpinya begitu indah, Kyuhyun membelai wajah lembut itu seolah mencoba menyadarkanya bahwa sekarang ini bukanlah mimpi, ini adalah kenyataan bahwa sekarang gadis itu tertidur didalam jangkauan tangannya.

Bibirnya menyunggingkan senyum saat dia mencium kening Hye Ra lembut, membuat seulas senyuman ipis tersungging di bibir gadisnya yang kini masih terlelap dalam tidurnya. Rasa lelah dan kantuk tiba-tiba saja menyerangnya, dua hari dia tidak pernah sekalipun bisa memejamkan matanya karena terlalu terpusat pada duka yang menderanya, Kyuhyun berjalan menuju sofa berukuran besar yang cukup panjang untuk tubuh tingginya. Dia membaringkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya, sedetik kemudian Kyuhyun juga telah terlelap.

 

 

Kyuhyun merasaka kehangatan di tubuhnya, desahan nafas teratur menghangatkan dadanya, sebuah tangan mungil melingkari tubuhnya yang jauh lebih tinggi dibandingkan tubuh gadis yang memeluknya. Kyuhyun membuka matanya dan mendapati Hye Ra berbaring dengan menggunakan lengannya sebagai bantal, gadis itu mendekapnya erat karena sofa yang ditempatinya tampaknya tidak cukup luas untuk mereka berdua.  Senyum tipis tersungging di bibirnya saat Hye Ra merapatkan pelukannya, Kyuhyun mencoba memperbaiki posisi keduanya kemudian membalas dekapan Hye Ra dengan sebuah pelukan yang begitu erat.

Chu~

Kyuhyun melayangkan kecupan singkat di bibir Hye Ra, dia kemudian berdiri dan mengangkat Hye Ra yang kembali terlelap dalam tidurnya. Kyuhyun menggendongnya dan membaringkannya di tepat tidur, baru beberapa langkah dia meninggalkan Hye Ra, gadis itu menarik tangannya.

“Oppa…” Kyuhyun berbalik dan langsung mendekati gadis itu. Kyuhyun duduk di kursi dekat tempat tidur Hye Ra, kemudian menatap gadis itu dengan posisi dagu bertumpu pada tangannya.

“Morning…”

Hye Ra memeluk Kyuhyun, air matanya langsung mengalir membentuk sungai kecil di bawah mata cokelat nya. “Bagaimanapun….. Jangan pernah mencoba menyakiti dirimu lagi… Kau bodoh!! Ingin Bunuh diri hanya karena diriku..”

Kyuhyun membelai rambut gadisnya, tidak peduli air mata gadis itu sudah membasahi kemejanya. “Hidup tampa mendengar suaramu rasanya sangat berat…” ujar Kyuhyun.

Hye Ra melepaskan pelukannya kemudian menatap Kyuhyun. “Aku mencintaimu Oppa… Kapanpun dan dimanapun aku berada.. Kau akan selalu berada disini..” Hye Ra menyentuh dada kirinya, mencoba menunjukkan pada Kyuhyun betapa berartinya dia bagi gadis itu.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya pelan, menyentuh kedua pipi gadis itu. “Aku tidak tahu bagaimana semuanya bisa terjadi… kejadian di atap itu, aku masih merasa semuanya seperti mimpi… aku tahu kau mungkin bisa menjawab segala pertanyaan yang kini berada di kepalaku, tapi bagaimanapun itu terjadi, aku ingin menjadikannya sebuah misteri, sebuah rahasia antara kau dan aku, yang akan menjadi benang merah yang mengikatmu denganku ketika takdir kembali membuat sekat diantara kau dan aku…”

Hye Ra mengangguk kemudian kembali memeluk Kyuhyun. “Terima kasih karena sudah menempatkanku di urutan pertama dalam hatimu… Ini seperti mimpi yag menjadi kenyataan..”

“Dan terima kasih karena sudah hidup, Nona Han..”

 

* * * * * *

 

Two Weeks Later……..

Kyuhyun menggandeng tangan Hye Ra keluar dari mobil Audy putihya, mereka berdua berjalan pelan memasuki sebuah gereja besar yang berada di pusat kota Seoul. Angin malam bertiup diantara keduanya, tapi tampaknya suhu rendah malam itu tidak mampu mengurangi sedikitpun kehangatan yang sudah terjalin diantara kedunya.

Mereka berdua memasuki gereja dan melangkah melewati deretan kursi yang berada di dalam gedung itu, beberapa orang tampak khusuk berdoa kepada Tuhan. Kyuhyun dan Hye Ra memutuskan untuk duduk di bangku paling depan. Hye Ra memejamkan matanya, kemudian manautkan kedua belah tangannya.

Han Hye Ra :       ‘Tuhan… Berikan kebahagiaan untuknya, malaikat dengan sayap putih itu…. Malaikat yang telah menunjukkan kepadaku arti sebuah ketulusan, mengajarkanku untuk tetap mencintai seseorang yang mungkin telah kau pilih untukku, dan lebih dari itu, malaikat yang telah berkorban untuk manusia rapuh sepertiku…

                                Tuhan. Tolong jaga Kyuhyunku, jangan biarkan dia terluka sedikitpun. Biarkan hatinya menuntunnya padaku, jangan biarkan air mata kembali membasahi pipi namjaku. Terima kasih karena telah mempercayakanku untuk menguasai hatinya…

                                Tuhan… titip salam untuk Appa dan Eommaku. Katakan bahwa aku, anaknya yang rapuh ini, telah menemukan arti sebuah kebahagiaan….. Amin’

Cho Kyuhyun:    ‘Hai… aku datang lagi. Maaf karena saat itu aku datang dalam keadaan mabuk, kemudian sedikit marah padamu karena kau ingin merenggut Yeojaku.

Aku jadi sedikit malu jika mengingat perkataanku saat itu, saat aku membentakmu dan berniat memberontak dengan bunuh diri. Aku menarik semua perkataanku malam itu, dan kuharap kau melupakan sikap burukku malam itu, saat aku dengan kurang ajarnya tertidur dalam keadaan mabuk di rumahmu yang suci ini…

                                Hei Tuhan, Apa kau melihatnya sekarang? Aku dan Hye Ra telah memulai hubungan kami dari awal, agar aku bisa menghapus setiap luka yang pernah aku torehkan di hatinya. Terima Kasih!! Karena telah memberikan kesempatan kedua untukku, aku tahu, segala tentang Yeojaku adalah sebuah keajaiban, dan Hye ra selalu mengatakan bahwa Kau adalah sumber keajaiban itu…

                                Tuhan… terima kasih karena mengembalika Hye Ra padaku, aku berjanji akan menjaganya dengan selurih kemampuanku… Amin’

                               

Kyuhyun membuka matanya dan tersenyum risih saat menadapati Hye Ra menatapnya takjub, namja itu menjadi sedikit salah tingkah saat Hye Ra mencium keninganya.

“Aku selalu ingin melakukan ini… Datang ke gereja bersamamu, kemudian melihatmu ketika berdoa.” Kata Hye Ra, gadis itu memberikan jeda sebelum melanjutkan perkataannya. “Hei Oppa, apa yang kau minta pada Tuhan..”

Kyuhyun mencubit pipi Hye Ra yang sontak membuat gadis itu meringis kesakitan, tapi senyum hangat itu masih tetap terlukis di wajahnya. “Itu urusanku dengan Tuhan,. Oh iya, kau pasti selalu menyebut namaku dalam doamu, iya kan??”

“Aniyo… Untuk apa menyebut namamu”kata Hye Ra.

Kyuhyun tersenyum simpul, kemudian mendekatkan wajahnya pada Hye Ra. “Jinjja?? Aku tidak percaya..” kata Kyuhyun. Dia semakin mendekatkan wajahnya, hingga jarak hidung keduanya hanya beberapa centimeter. Kali ini Hye Ra yang terlihat salah tingkah…

Chu~

Hye Ra mengecup singkat bibir Kyuhyun, kemudian dengan secepat kilat berlari keluar dari gereja..

“Hei Nona Han!! Seharusnya kau menahannya lebih lama..” Kyuhyun berteriak. Suaranya bergema didalam gereja yang membuat beberapa orang menatapnya risih. Kyuhyun tampaknya tidak terlalu mempedulikannya dan malah berlari menyusul Hye Ra.

“Tangkap aku jika Oppa ingin lebih lama..” kata Hye Ra dari kejauhan. Kyuhyun langsung mempercepat larinya menyusul gadis itu.

“Yak! Han Hye Ra… Tunggu aku!!”

FIN

—————————————————————————————————————————–

 

EPILOG

“Kau Bodoh…. Key”

Key menoleh dan mendapati wajah datar seorang namja tinggi dengan setelan jasa hitam, namja itu mengeluarkan aura gelap dari sayapnya. Key tersenyum kemudian kembali melanjutkan kegiatannya melihat dua orang manusia-Kyuhyun dan Hye Ra- berlari meninggalkan gereja.

“Aku tidak merasa melakukan hal bodoh…” gumam Key.

“Ayolah.. Gadis itu bisa sadar dari komanya karena permohonanmu kan?? Kau mengorbankan seratus tahun masa kerjamu hanya untuk meminta kesadaran gadis itu. Aissh… waktu seratus tahun itu cukup lama menurutku, kau harus memulainya kembali agar bisa kembali ke surga… Dasar malaikat bodoh..” kata Malaikat  bersayap hitam itu dengan nada sinis.

Key tersenyum kemudian menoleh menatap temannya, kemudian menepuk pundaknya. “Selama seratus tahun aku telah bertemu denga banyak sekali arwah manusia yang akan kuantar ke surga, tapi tidak ada satupun diantara mereka yang pernah mau memberiku sebuah nama, menanyakan keinginanku, dan seseorang yang mau mengorbankan apapun miliknya untuk orang lain… Tidakkah kau lihat, hatinya murni… dan menurutku sedikit pengorbanan untuknya bukanlah hal bodoh…” kata Key panjang lebar.

Namja dengan sayap hitam itu merangkul bahu Key, kemudian berkata. “Kurasa kau benar… Heii Key, tugasku sudah selesai, kau mau aku menemanimu seratus tahun lagi??”

Key menoleh kemudian langsung melayangkan jitakannya pada namja disampingnya. “Pabo!! Aku sudah bosan melihat aura gelapmu!! Pulang sana…”

Namja itu tersenyum kemudian mengucapkan sesuatu yang hanya bisa didengar olehnya. Sedetik kemudian sayapnya berubah warna menjadi putih, dan berjalan mendekati Key dengan bangga. “Bagaimana?? Auraku berubah menjadi hangat kan??”

“Yak!! Kau!!” Key mendengus kesal melihat ulah temannya, Key kemudian kembali ingin melayangkan jitakannya pada lelaki itu, namun dengan sigap namja itu menghindar.

“Come on Key!! Aku juga ingin bertemu dengan manusia yang berhati murni… Aku sudah bosan mengantar manusia berhati iblis ke neraka… seratus tahun kurasa cukup untukku..” kata namja itu dengan senyum lebar.

Key menghela nafas panjang, dia tahu bahwa ulah lelaki di depanya ini selalu tidak terduga. Dan sekarang dia meminta agar dijadikan malaikat bersayap putih yang bertugas mengantar arwah manusia ke surga.. Tidak ada pilihan lain selain menerima kenyataan itu, karena sebuah permohonan yang telah diucapkan tidak bisa ditarik lagi..

Kedua malaikat bersayap putih itu kemudian mengepakkan sayapnya dan sedetik kemudian menghilang dari gereja, meninggalkan dua buah bulu sayap mereka yang berwarna seputih salju..

———————————-End Of Epilog——————————————————————-
Annyeong… bagaimana part 2nya?? Memuaskan tidak?? Mudah2’n iya… hhehe..

Buat readers, sekali kali mampir di blog saya dewiiaprilya.wordpress.com

Kamsahamnida#bow