Title          :   Flame

Author    :   @adiezrindra

Length    :   Ficlet (517 words)

Genre      :   Romance

Cast(s)    :   Lee Chaerin (CL 2NE1), Kim Hyun Joong (ss501), Lee Seungri (Bigbang)

Disclaimer :

All publicy recognizable characters, settings, etc are property of their respective owners. The original characters and plot are the property of author of this story.
This story copyright © 2012 adiezrindra, all right reserved.

pretty pretty please to comment, guys~ Talk about a comment whore I am.
You know, please appreciate my works:)

Warning : Light rated :) I’ve told you, guys~! kekeke~ ^^

Foreword :

flame (plural flames)

  1. The visible part of fire.
  2. A romantic partner or lover in usually short-lived but passionate affair.

.

____________________________________________

.

Bagi Kim Hyun Joong, tak ada yang lebih sempurna daripada menatap istrinya yang kini menyiapkan roti bakar untuknya. Seraya memeriksa kertas-kertas di tas kerjanya, matanya masih sempat melirik kopi yang baru saja selesai teraduk. Wangi harum yang menguar ke seluruh ruangan itu menggodanya untuk ke meja makan dan memeluk istrinya dari belakang.

Wanita itu tersenyum. Apa yang bisa membuatnya lengkap di setiap pagi jika bukan senyum menggemaskan dari istrinya? Pria itu membalasnya dengan kecupan di pipi dan melepaskan pelukannya. Dia berjalan menyesap minumannya seraya berkata, “Hari ini mungkin aku akan lembur, Chaerinnie…”

“Aaa… tapi kamu akan pulang kan?” tanya Chaerin dengan nada merajuk.

Hyun Joong tersenyum, “Tentu saja, yeobo…” Pria itu mengambil roti bakarnya seraya menyambar tasnya dan berjalan ke luar rumah. Sesampainya, dia berbalik dan menatap Chaerin yang mengekor di belakangnya. “Aku pergi dulu, key.”

Dahi Chaerin mengernyit, “Euhm… kamu tidak lupa sesuatu, Joong?”

Pria itu tersenyum dan menarik pinggang Chaerin dalam rengkuhannya, “Lupa apa? Ini?” tanyanya kemudian, dan mengecupnya ringan.

Chaerin tersenyum, ”Aku pikir kamu lupa…”

Hyun Joong mencubit cuping hidung Chaerin ringan, “Mana mungkin, yeoboo… I love you.”

Love you too, Joong… Sudah, pergi sana. Nanti terlambat,” ucapnya seraya mendorong tubuh suaminya untuk menjauh. Hyun Joong berbalik dan melambai kecil.

Hyun Joong baru saja menghilang dalam lift di ujung lorong, ketika Seungri menekan rokoknya hingga api kemerahan di ujungnya padam. Dia terkekeh pelan setelah menyaksikan seluruh adegan dalam diam.

Chaerin memutar bola matanya dan menatap Seungri dan menyapanya datar, “Hey…”

Seungri hanya berjalan masuk menuju apartemen Chaerin tanpa basa-basi apapun. “Hey, Chae…”

Setiap ruang di gedung apartemen itu selalu memiliki denah yang hampir sama. Dia tak perlu berpikir untuk mengetahui setiap bagian dari apartemen itu. termasuk kamar Chaerin. Seungri terus berjalan menuju kamar utama, diikuti dengan langkah sebal wanita di belakangnya.

“Kenapa tertawa?” tanyanya dengan nada kesal ketika Seungri sudah duduk di ranjangnya.

“Ani…”

Chaerin melengos pelan. Kemudian dia berjalan hingga tepat di hadapan Seungri. Kepalanya menunduk hingga jarak diantara mereka mengikis sembari tangan kanannya mencengkeram kerah leher lelaki itu. Matanya menatap tajam, seakan mampu menembus jutaan partikel di bola mata itu dan membaca seluruh pikiran, lalu berbisik dingin, “Tell me.”

Seungri hanya membalasnya dengan helaan nafas pelan, sebelum kemudian salah satu sudut bibirnya terangkat menyeringai dan menjawabnya santai, Aku selalu kagum pada kemampuan kamu berpura-pura mencintai dia.”

Wanita itu hanya tertawa kecil. Tangannya kemudian semakin menarik kerahnya hingga dua bibir itu saling bersentuhan. Dalam namun cepat. “Shut up! He’s my husband.”

Tangan Seungri menyelusup dalam kaus longgar Chaerin, menyusuri tubuhnya, mengular mulai pinggang dan berhenti tepat diatas pengait bra-nya. Dia menarik Chaerin, membuatnya nyaris tak berjarak. “Oh ya?” tanyanya retoris sembari memutar tubuh wanita itu dan menjatuhkannya ke ranjang. Lelaki itu kini berada di atasnya dengan kedua tangan yang menumpu di samping kepalanya. Kedua matanya menyipit menatap wanita itu, tajam, seduktif. “And me?”

Chaerin tak ingin membuang waktu hanya untuk sekedar menjawabnya. Kedua pasang mata itu saling mengunci, sembari tangan mungilnya menyusuri dada bidang Seungri, merasakan jantungnya berdetak dalam irama yang asing, namun selaras dengannya. Dia kemudian beralih meraih leher belakang Seungri dan menariknya hingga hidung mereka bersentuhan. “Humm… pikirkan sendiri.”

Kedua bibir itu, saling bercumbu. Lagi.

____________________________________________

.:: fin ::.

Iklan