Author: Rahina Dyah Adani a.k.a rahinalollidela

Genre: Fantasy, Romance, Friendship, Adventure

Casts:

– Park Bom

– Choi Seunghyun (TOP)

– Choi Siwon

– Lee Hyuk Jae a.k.a Eunhyuk

– Lee Donghae

– Jessica Jung

Mian kalo agak gaje. Ehehe… Mian juga kalo chapter ini agak terlambat. Terlambat banget sih sebenernya… #PLAKK Mian… *bow* 

CHAPTER 1

Hai, aku Park Bom, anak dari Dewi Athena yang sebentar lagi akan menjadi Dewi Athena berikutnya. Ya, sebentar lagi. Maksudku, setelah aku menikah. Aku datang ke bumi untuk membuktikan bahwa rakyat Neverland hanya akan mencintai sesama rakyat Neverland. Itu terbukti. Aku mulai mencintai seseorang. Seseorang yang hanya kukenal lewat fotonya saja.

Namanya, Choi Seunghyun. Aku mengenalnya melalui foto di liontin Neverland (yang hanya bisa dilihat rakyat Neverland) milik Lee Donghae. Bagaimana aku tahu namanya? Tentu saja, aku tahu. Tapi hanya sekedar nama dan aku bisa menebak marganya. Kami, para keturunan Athena (termasuk Athena sendiri) sebagai dewi dengan marga tertinggi di Neverland memiliki kemampuan untuk membaca identitas orang lain, kecuali marga Scheluptus. Kami hanya bisa mengetahui nama dan marganya saja. Seperti halnya aku yang hanya mengetahui nama Choi Seunghyun dan marganya. Sebenarnya, Athena juga bisa bertelepati dengan siapapun meski belum pernah bertemu, tapi itu sama sekali tak berlaku pada Scheluptus.

Tentang Athena dan Scheluptus. Kami memliki hubungan yang sangat dekat. Marga kami berada di tingkat yang sama, tapi tentu saja, Scheluptus lebih tinggi karena Scheluptus adalah marga laki-laki. Oh, iya. Berbeda dengan marga lainnya yang bisa terdiri dari jenis kelamin apa saja, Scheluptus hanya terdiri dari laki-laki dan Athena perempuan. Setiap kali ada keturunan Scheluptus yang menikah dengan keturunan Athena, konon katanya, Neverland akan makmur. Tapi ibuku memintaku untuk tak mempercayainya. Buktinya, ibuku menikah dengan marga Predicto dan Neverland tetap tenteram.

Ada hal lain yang kuketahui. Ini tentang si duo mesum Donghae dan Eunhyuk. Sebenarnya aku tahu bahwa mereka adalah rakyat Athena bermarga predicto. Aku pun tahu bahwa mereka sedang menebak-nebak bahwa aku adalah keturunan Athena, tapi kubiarkan saja. Toh, kalai mereka tahu, malah akan jauh lebih baik.

***

Malam yang sangat panas. Sedari tadi Park Bom hanya duduk di antara Choi Siwon dan Lee Donghae yang sedang berperang dingin entah karena apa. Kali ini jauh lebih mengerikan. Setengah jam yang lalu, mungkin Park Bom masih bisa mengabaikan mereka karena semangkuk ramyeon yang terlalu menggiurkan. Tapi sekarang ramyeonnya sudah habis.

“Kekasih? Tapi… tampaknya kau lebih mencintai Jessica Jung, menurutku… Atau hanya perasaanku saja?” Donghae menantang Siwon.

“Yah, aku lebih baik dari orang yang merebut kekasih orang lain,” tanggap Siwon sambil tersenyum licik. Donghae mendorong mundur kursinya dan merebahkan kakinya..

“Well, well, well… orang seperti itu muncul karena kekasih Park Bom tak mempedulikan Park Bom,” ucapnya. Siwon berdiri, membuat Park Bom ikut berdiri. Donghae hanya tersenyum licik dan menatap Siwon.

“Siwon, hentikan. Aku ingin bicara denganmu di luar,” Park Bom melirik ke arah Donghae sebentar, lalu menerobos ke luar.

“Sayang, dia menantangku duluan!” Siwon langsung membela diri ketika mereka sampai di halaman belakang. Park Bom berbalik menatap Siwon tajam.

“Berhenti memanggilku ‘sayang’!” pintanya dengan agak membentak.
“Apa?” Siwon tak mengerti.

“Ya, berhenti memanggilku dengan sebutan seperti itu. Kenapa? Cukup, Choi Siwon. Kau pikir aku ini pajangan yang ketika kau miliki kau biarkan dan ketika seseorang akan mencurinya, kau mencoba mempertahankannya? Cukup. Jangan jadikan aku penghapus status lajangmu. Apa bersama banyak wanita tak cukup untukmu?” maki Park Bom. Matanya terlalu tajam untuk ditatap, tapi Siwon tetap menatapnya dengan tatapan marah. “Jadi intinya, sudah. Cukup semua sampai di sini,” Park Bom melangkah pergi, meninggalkan Siwon nyang masih kelabakan.

Park Bom menghambur ke kamarnya dan langsung membanting tubuh ke tempat tidur. Matanya terpejam sejenak, lalu Park Bom menghembuskan nafas.

“Ibu, apa yang kulakukan ini sudah benar?” gumamnya. Matanya menatap langit-langit, lalu matanya terpejam. Sangat lama, cukup lama hingga akhirnya Park Bom tertidur pulas.

***

A week later…

Park Bom POV

Undangan Summer Night Party disebarkan ke orang-orang tertentu hari ini. Tentu saja bukan sembarang oleh yang bisa menghadiri acara ini. Hanya beberapa orang yang dianggap pantas oleh si pemilik pesta, Lee Hyuk Jae. Maksudku, Eunhyuk. Aku tentu mendapatkannya. Seminggu ini aku dan Donghae menjadi sangat dekat, itu juga membuatku menjadi cukup dekat dengan Eunhyuk. Ya…, bersama mereka berdua memang menyenangkan karena aku tak bisa sedetikpun tak tertawa. Tapi tentu saja, duo mesum. Terkadang mereka berpikiran mesum dan itu membuatku jijik. Aku heran, apa marga Predicto selalu seperti ini?

“Pagi, Park Bom!” sapa Donghae sembari meletakkan tasnya di bangku yang berada di depanku. Aku hanya melambaikan tangan sebentar lalu kembali memeriksa daftar undangan pesta Eunhyuk nanti. Ya, aku dan Donghae punya hak untuk menilai orang-orang yang Eunhyuk pikir pantas ke pestanya.

“Apa itu daftar undangannya? Pestanya besok malam, kan?” ucap Donghae sembari menyeret bangku ke sebelahku dan duduk. Kami bersama-sama memeriksa daftar undangan.

“Yup, dan kau tahu? Eunhyuk memaksaku untuk memberikan undangan ke Siwon,” ungkapku sembari terus membuka halaman demi halaman daftar undangan.

“Really? Kalau begitu aku juga akan ada bersamamu seharian ini,” aku dan Donghae terkekeh sebentar.

“Nah, pada kenyataannya kau dan si muka mesum selalu mengikutiku,” ucapku. Bel berbunyi, kami langsung bersiap mengikuti pelajaran.

Bel pulang telah dibunyikan. Seperti biasa, aku, Donghae, dan Eunhyuk pulang bersama. Tapi kali ini tidak, aku harus menyerahkan undangan ke Siwon dulu. Tetap saja, duo mesum itu mengikutiku.

“Eum, Choi Siwon? Bukankah kau mantannya? Dia sedang di kelasnya,” aku langsung melangkah menuju kelas Siwon setelah bertanya pada seorang kawannya.

“Kalian akan berperang nanti?” tanya Eunhyuk.

“Aku yang akan berperang dengan Siwon, tenang saja,” tanggap Donghae. Hah… mereka berdua.

“Nah…, kita tidak punya waktu untuk orang seperti dia, sayang. Setelah ini kita harus mencari pakaian untuk digunakan besok,” ucapku sembari memasuki kelas Siwon. Tampak jelas dia sedang bercanda bersama teman-temannya. Tak ada seorang wanita pun di sana.

“Siang, Choi Siwon!” sapa Eunhyuk dengan semangat. Aku hanya melambai sebentar, lalu berjalan tepat ke arahnya dengan penuh percaya diri, tentu karena duo mesum bersamaku. Siwon tampak kaget aku datang.

“Ini, Hyuk memintaku mengantarkannya untukmu. Walau kehadiranmu tak akan mempengaruhi pesta, tapi datanglah,” ucapku sembari menyerahkan undangan pesta. Ya, aku agak angkuh sepertinya. Tapi biarlah.

“Oh, yah…, okay. Aku akan datang dengan Jessica kalau begitu,” ucapnya dengan senyum licik. Cih, kau pikir aku akan cemburu? Kau datang dengan satu wanita, aku datang didampingi dua pria dan akan menggaet pria lain di pesta. Lihat saja.

***

Pesta sudah dimulai. Aku dan si duo mesum belum memunculkan diri. Kami sengaja melakukannya supaya ketika kami datang, kami akan menjadi tontonan.

“Oh, iya. Akan ada satu tamu dak-dakan, dia akan bersama kita. Namanya Choi Seunghyun,” mataku terbelalak ketika mendengar nama itu. Choi Seunghyun? Dia ada di bumi? Dia akan ada tepat di depanku?

“Seunghyun? Kupikir dia tak akan datang,” tanggap Donghae. Aku hanya diam sembari mencoba senormal mungkin memoles lipstick berwarna koral.

“Tapi pada kenyataannya, dia sudah datang,” tampak seorang pria tinggi menggunakan setelan putih. Ya, dia Choi Seunghyun.

“Park Bom, kau tak mau berkenalan dengan pria tampan ini?” goda Eunhyuk. Selambat mungkin aku berdiri dan menatapnya. Matanya tajam menatapku. Jelas sekali kalau dia tahu siapa aku. Sangat jelas.

“Akhirnya kita bertemu, Athena,” A… APA?!