Image

 

Title                     :         4 Season
Author               :         Tam.P
Cast(s)                :         – Jang Hyun Seung (BEAST)
– Jang Hyun Ra (OC)
Length                :         Oneshot (1.546)
Genre                   :         Romance, Sad
Rate                      :         PG15
Disclaimer      :         Saya tidak mengambil keuntungan dari FF ini. Jang Hyun Seung adalah
member dari BEAST. Dan Jang Hyun Ra adalah OC milik saya. Lalu plot
dan alur cerita semua murni milik saya.

 ***

Hujan, aku selalu menyukainya. Mungkin dengan begini aku bisa lebih leluasa menangisi nasibku tanpa ada yang tahu.

Tapi peduli apa orang-orang denganku? Bahkan orang yang sangat ku percaya pergi begitu saja. Dia mengingkari semua janjinya dan pergi dengan meninggalkan rasa sakit luar biasa.

Sekumpulan ingatan berputar di kepalaku. Ingatan 4 musim yang sekarang kurasa sebagai mimpi buruk. Kalau itu tidak pernah terjadi, mungkin aku tidak akan merasa semenderita ini kehilangan pria itu.

__________________________________________________________________________________

Winter

“First meet with you…”

First Snow at Namsan Tower
07:00 PM

Aku berdiri di puncak Namsan Tower, melihat orang-orang yang berlalu lalang di bawah sana sambil sesekali tersenyum miris.

Aku merasa sangat bodoh saat ini. mungkin semua akan berubah kalau aku mengakhiri hidupku. Toh tidak akan ada yang peduli padaku.

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang lembut dan sejuk mendarat di tanganku. Salju.

Aku mendongakkan kepalaku ke atas dan melihat salju-salju berjatuhan. Ini salju pertama tahun ini. Dan lagi-lagi aku tersenyum miris. Apa mimpiku tidak bisa terkabul? Aku ingin melihat salju pertama turun bersama orang yang aku sayangi, batinku.

Aku menutup mata dan air mataku pun tumpah. Aku melangkahkan kaki ke depan dan udara dingin serasa menusuk tulang setiap kali aku melangkah.

Aku tetap menutup mataku dan terus melangkah…

“Harusnya kau menikmati salju pertama di tahun ini.” Siapa itu? Siapa yang berbicara tadi? Siapa yang menggenggam tanganku ini?

Aku menoleh mencari pemilik suara itu, dan aku menemukannya. Wajahnya sangat familiar bagiku. Tapi aku tidak bisa mengingatnya.

“Siapa kau? Kenapa kau bisa ada disini?” sahutku.

“Tidak perduli siapa aku dan kenapa aku bisa ada di sini? Awalnya aku hanya ingin melihat pemandangan kota Seoul saat salju turun dari sini. Tapi yang aku lihat malah seorang gadis yang ingin mencoba bunuh diri. Apa yang ada di pikiranmu?”

“Sini…” Pria itu menarik tangan dan menyuruhku duduk di kursi yang berada tak jauh dari tempat kami semula. Dia melepas mantelnya dan memakaikannya padaku, lalu duduk di sebelahku.

“Kau…”

“Kau terlihat kedinginan.”

“A… Aku tidak…”

“Bahkan hatimu terasa dingin sekali.” Aku hanya terdiam dan menatap lurus ke arah orang ini. Kenapa dia bertindak seakan-akan dia mengetahui kehidupanku?

“Jadi siapa namamu?” tanyanya.

“Jang Hyun Ra.”

“Jang Hyun Ra? Hah… Seperti kembar saja.”

Mwo?” aku menoleh ke arahnya dengan tatapan bertanya-tanya, apa maksudmu?

Tiba-tiba pria itu mengulurkan tangannya, lalu berkata. “Jang Hyun Seung. Hyunseungimnida.”

Jang Hyun Seung? Kebetulan yang unik dan kenapa nama ini familiar sekali?

“Aku tidak tahu apa masalahmu, tetapi yang jelas aku berharap kau tidak akan melakukannya lagi.” Aku langsung tersadar dari lamunanku. Pria itu menatap lurus ke kedua bola mataku dan seketika itu juga aku merasakan desir hangat di sekujur tubuhku.

Aku hanya bisa menundukkan kepala dan tidak tahu harus menjawab apa.

Tiba-tiba pertanyaan itu kembali berkelebat di pikiranku.

“Maaf, sebenarnya kau siapa? Maksudku, wajah dan namamu itu familiar sekali,” tanyaku pada akhirnya.

Pria itu tersenyum dan berkata, “kau akan tahu sendiri nanti. Kalau memang kita bisa bertemu lagi dan kau sudah tahu jawabannya, katakan padaku.” Kemudian dia menarik tanganku turun dari puncak Namsan Tower sampai ke tempat parkir.

“Sudah larut malam, sebaiknya aku antar kau pulang. Tidak baik untuk seorang wanita berada di sini sampai larut malam dengan udara seperti ini.” Dia kemudian membuka pintu mobilnya.

“Terima kasih, tapi aku bisa pulang sendiri.” Aku kemudian melepaskan mantelnya dari badanku. Setelah mengembalikannya, aku kemudian berlalu pergi.

Tetapi seketika langkahku tertahan, pria itu menggenggam tanganku lalu berkata, “Aku tidak mau mendengar berita yang tidak-tidak tentangmu besok pagi di koran, jadi biar ku antar.”

“Tenang Hyunseung-ssi. Itu tidak akan terjadi, karena aku harus bertemu lagi denganmu untuk menjawab pertanyaanku tadi.” Kemudian aku berlalu pergi tanpa mempedulikannya lagi.

___________________________________________________________________________

Spring

 “And we meet again…”

Canola Flower in Jeju Island
10:00 AM

Aku terus melangkahkan kaki sembari menikmati keindahan tempat ini, terutama warna kuning Bunga Canola yang terhampar luas di pulau ini. Entahlah, perasaan tenang selalu menyergap saat melihat pemandangan di tempat ini.

Tidak terasa sudah sekitar 4 bulan sejak kejadian itu dan wajahnya tak lepas dari ingatanku. Dia orang pertama yang bisa membuatku melupakan kenangan masa lalu. Dia juga orang yang sudah mengubah hidupku.

Dan jawaban dari pertanyaan itu, aku tidak tahu sekarang bagaimana harus menjawabnya. Setelah aku tahu dia seorang penyanyi, aku tidak berani berharap apa-apa bahkan untuk bertemu dengannya lagi.

DUGH!

“A… Aw!” Aku merintih kesakitan sambil mengusap kepalaku. Apa itu? Sesuatu? Atau seseorang?

Aku mendongakkan kepalaku ke atas dan benar, ternyata seseorang di sana. Aku rasa dia juga terlihat bingung sekarang.

“Kau tidak apa-apa nona?” tanyanya sembari mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri

Tunggu dulu, suara itu?

Aku mencoba berdiri dan setelahnya kulihat jelas seorang pria yang mengenakan topi kupluk berwarna putih, lalu dia juga mengenakan masker untuk menutupi hampir seluruh wajahnya, hingga hanya sepasang matanya yang terlihat disana.

Tetapi lagi-lagi perasaan hangat merasukiku saat menatap ke kedua bola matanya.

“Jang Hyun Ra? Kaukah itu?” Tanya pria yang berada di hadapanku ini. Kemudian belum aku menjawab, pria ini menarik tanganku ke tempat yang jauh dari keramaian.

Setelah melihat ke sekeliling dan dirasa aman, dia menurunkan maskernya dan tanpa kusadari rasa bahagia menyergapku.

“Jadi kita memang bertemu lagi, Jang Hyun Ra-ssi?” tanya pria yang bernama Jang Hyun Seung itu.

“Iya Jang Hyun Seung-ssi. Dan jawaban dari pertanyaan itu, kau adalah seorang penyanyi. Kau member dari grup idola BEAST,” ujarku lagi.

Dia menatapku sebentar lalu berkata, “Iya, tetapi untuk saat ini dan saat-saat selanjutnya, jangan anggap aku seperti itu.”

Aku tersentak dengan jawabannya.

“Maksudmu dengan saat-saat selanjutnya?” Tanyaku.

“Karena kita kembali dipertemukan, aku tidak ingin lagi menyia-nyiakan kesempatanku untuk mengenalmu Jang Hyun Ra-ssi, kau tahu selama 4 bulan ini kau selalu mengganggu pikiranku dan kau harus bertanggung jawab padaku.” Kemudian senyum mengembang di wajahnya. Kurasa wajahku juga sudah memerah saat ini.

Apa ini yang dinamakan jatuh cinta? Aku tidak tahu pasti. Tapi aku rasa aku telah jatuh cinta dengan pria ini.

___________________________________________________________________________

Summer

“More than words, more than present…”

Gyeongpo Beach
03:00 PM

Sebuah tangan hangat menggenggam tanganku dan sepasang kaki menemani sepasang kakiku berjalan sembari menikmati pemandangan indah di pantai ini. Pemiliknya juga sendari tadi tidak berhenti berceloteh tentang apapun.

Untuk saat ini, aku merasa sangat bahagia ada seseorang yang dengan segala kelemahanku, dia bisa menerimanya.

“Hyunra-ya.” Panggil pria itu membuyarkan lamunanku.

Hmm?” sahutku singkat.

“Kenapa kau tidak seperti wanita-wanita lain? Maksudku biasanya mereka selalu menuntut lelaki mereka untuk—“

“Aku tidak membutuhkan itu,” potongku. Sambil tersenyum ke arahnya, aku kembali mengatakan, “Aku tidak butuh kata cinta, aku tidak butuh bunga mawar, aku tidak butuh boneka, atau sejenisnya. Yang aku butuhkan adalah bukti dan aku sudah menemukannya.”

Untuk sejenak Hyunseung berhenti melangkah. Aku rasa dia tidak menyadarinya tapi aku bisa tahu, sesuatu yang tidak bisa aku ungkapkan secara detail, yaitu cinta.

Dapat kulihat setelah itu senyumnya mengembang penuh arti. Kemudian, dia kembali menyamakan langkahnya denganku.

“Hyunra-ya, percayalah kalau perasaan itu tidak akan pernah hilang,” katanya.

Aku mengangguk pasti juga menyunggingkan senyum penuh arti.

Ya, Jang Hyun Seung. Aku percaya padamu.

___________________________________________________________________________

Autumn

“Hurt…”

Member BEAST, Jang Hyun Seung Sudah Memiliki Kekasih?

Begitulah tulisan yang ada di halaman depan tabloid ini.

Apa ini? Seluruh media saat ini memberitakan hal yang sama. Kenapa bisa mereka tahu?

Drt… Drt…

“Halo? Hyunseung-ah? Ada apa ini?” suaraku terdengar sedang menahan tangis. Aku takut.

“Tenang Hyunra-ya. Aku akan selesaikan. Percayalah padaku,” sahutnya di seberang sana.

Ya. Aku percaya padamu Jang Hyun Seung.

***

Jang Hyun Ra’s House
12.00 AM

Aku tetap terjaga dari tidurku. Napasku sesak, dadaku nyeri, dan kepalaku pusing. Semuanya bercampur jadi satu. Sekarang aku sudah benar-benar kehilangan semuanya. Kebahagiaanku.

Kenapa? Kenapa aku harus jatuh cinta padanya kalau akhirnya dia malah menyakitiku seperti ini? Dan janji-janji palsunya benar-benar menyiksaku!

Semua kejadian tadi siang terulang lagi di kepalaku. Saat semuanya berakhir. Hubunganku dengannya.

***

Mataku menjelajahi sekeliling cafe sampai akhirnya menemukan Hyunseung duduk di sana lengkap dengan penyamarannya. Buru – buru aku melangkahkan kakiku dan menghampirinya.

“Hyunseung-ah, ada apa kau memanggilku?”

“Jang Hyun Ra, mungkin lebih baik kalau hubungan kita berakhir sampai di sini saja.”

DEG!

Seperti mendapat tikaman 1000 pisau yang tepat mengenai jatungku. Rasanya sakit sekali. Apa lagi ini?

“Ap… Apa? Tapi kenapa?”

“Untuk apa lagi dipertahankan Hyunra? Media sudah mengetahui semuanya dan aku, aku memang selama ini tidak pernah mencintaimu,” ujarnya dengan memberikan penekanan pada kata tidak pernah.

Lagi-lagi nyeri yang begitu hebat kurasakan.

“Lalu, untuk apa Hyunseung, kau selama ini memberikan harapan padaku? Bahkan baru beberapa hari yang lalu kau menyuruhku untuk percaya padamu.” kali ini aku sudah tidak kuat menahan air mata. Tangisku tumpah.

“Bersenang-senang.” Setelah mendengar jawabannya, tanganku dengan spontan mendarat di pipinya.

“Terima kasih untuk kepalsuan 4 musim yang sudah kau berikan padaku Jang Hyun Seung-ssi. Permisi.” Kemudian aku pergi menjauh dari sana, tanpa mempedulikan tatapan orang-orang seisi cafe.

***

Air mata ini adalah air mata pertama yang kau hasilkan, Jang Hyun Seung.

__________________________________________________________________________

Tangisku pecah lagi. Aku sudah berusaha mencoba untuk membencinya, melupakannya, dan menghilangkannya dari pikiranku. Tapi sulit sekali. Terlalu menyakitkan. Semuanya terlalu menyiksaku!

Aku berpikir pada awalnya untuk terus melewati 4 musim bersamamu, tapi itu semua tidak mungkin terjadi.

FIN

___________________________________________________________________________

Halo para readers :D mungkin ada yang sudah kenal saya? Atau belum kenal saya? Saya ini author yang setelah 10 bulan menghilang dari peradaban FFL ._.v.

Oke, saya akan perkenalan lagi. Tamara imnida. 96Line. Terserah kalian mau panggil saya siapa asal masih berhubungan sama nama di atas *tunjuktunjuk*.

Terus, minta maaf buat yang udah nunggu lanjutannya Let It SnowEternal Love, dan FF saya yang lain sampai mungkin kalian bosen terus cape nunggu. Maafkan saya :”. Saya tidak janji bisa melanjutkan karena waktu bikin itu buntu di tengah jalan. Tapi saya usahakan bisa merombak ulang semua FF itu. Jadi readers, doakan ya biar selesai xD

Dan FF ini. mungkin ada sebagian yang sudah tau. Ini FF saya jaman baheula yang pernah di post juga di FFL xD tapi karena ada sesuatu, saya berniat rombak ulang FF ini dan jadilah seperti sekarang *gayagayafairy*

Saya terima kasih buat sahabat sekaligus eomma saya Dicta yang sudah mau repot-repot saya tanyain & ngajarin plus bantu ngeditin naskah lama saya. Eomma, makasi yaa.

Terus sepupu saya Jessica yang udah bantu meriksain typo dimana-mana plus kasi saran & mengingatkan. Gomawo :D Tam” masih utang FF dari *lupasakinglamanya* yah, pokoknya tam usahakan ca xD

Iya, note saya setengah halaman sendiri ya? ._.v Ya pokoknya terimakasih buat semua yang udah mau baca :D

See ya, Annyeong… :)