page

Seungwon Entertainment
Present
Masih Dunia Seungwon

Author : Seungwonation *Author namja, jadi jangan panggil eonnie/noona*
Judul     : Masih Dunia Seungwon
Cast :
– Kris Exo M as Keris Kawilarang
– Woohyun Infinite as Ki Woohyun Lewu
– Jessica SNSD as Mbak Jessica Prima
– Sungjong Infinite as Sungcong
– Sungyeol Infinite as Sungyeol ngesot
– Yoona SNSD as Nyi Roro Yoona Kidul
– Sunggyu, Myungsoo (Infinite), dan Hyorin Sistar as Peserta uji nyali.
– Donghae as Donghae Haerudin

Genre: Parodi, misteri, horror
Ratet : G
Length : Oneshot
Disclaimer:  Semua cast adalah tokoh rpf, milik agencynya masing-masing kecuali Yoona milik Seungwon selamanya😛
Cuap-cuap Author:
Yow, akhirnya setelah berbulan-bulan ff ini selesai juga.  Karena kepanjangan dan jadi gak jelas alurnya, sebenarnya males banget nyelesein ni ff, tapi berhubung udah setengah jalan, terpaksa deh di tamatin meski ceritanya jadi maksa banget haha

Happy reading ^^

————————————————————————————-

Author POV

Apa yang ada dibenak kalian jika mendengar kata ‘Malam Jumat’ ? Setan dugem? Malam yang Horror? Atau waktunya ngepet? Yahhh, bagi orang indonesia kebanyakan, malam jumat itu identik dengan sesuatu yang berbau mistis. Emang gak salah juga sih. Percaya gak percaya bagi setan, Malam Jumat itu ibarat Malam Minggu buat manusia. Malam di mana waktunya buat dugem dan hangout di cafe-cafe setan yang cozy abis.

Dan seperti malam-malam Jumat biasanya. Hari ini sebuah program dari TRANS SEUNGWON, yakni Masih Dunia Seungwon akan hadir selama 60 menit kedepan untuk menghibur penonton yang kepo tentang dunia gaib padahal gak berani kalau disuruh nonton sendiri.

Seorang pria berjubah hitam tampak sedang berdiri di tengah rerimbunan semak-semak. Dibelakangnya sebuah lampu sorot dinyalakan, agar kelihatan lebih mistik, apalagi di tambah dengan asap-asap dari tukang sate yang sengaja di datangkan untuk membuat efek misterius.

“Gukkk,,,, Gukkkk,,, Auuuuuuuuuuuu,,,, ”

Sebuah lolongan anjing kelindes truk terdengar membahana, menambah suasana semakin angker dan mencekam.

Sosok berjubah itu membuka kerudungnya (?) secara perlahan. Dan jrengggg,,,, jrenggggggg,,,,,

Sosok itu menatap lensa kamera dengan tajam.

“Selamat malam,,, pemirsa,,, Malam ini, tim Masih Dunia Seungwon kembali hadir menemani pemirsa selama 60 menit kedepan. Malam ini Tim akan mengupas misteri dari gedung bekas rumah sakit di daerah cikijing. Yang konon merupakan bekas rumah sakit pada jaman penjajahan!”

Sosok itu diam sejenak. Wajahnya di kerut-kerutkan dan bibirnya di monyong-monyongkan seolah-olah ingin membuat pemirsa penasaran. Tapi bukannya bikin penasaran yang ada malah bikin pemirsa enek, karena sangkanya sosok itu lagi menahan pup.

“Bersama Saya, Keris Kawilarang. Di Masih Dunia Seungwon!”

Jeleger,,,,,,,, jelegerr,,,,,,,,,,, Iklan dulu.

558963_101814233319105_1783873267_n*Penampakan Pembawa acara Masih Dunia Seungwon, Keris Kawilarang*

***

“Pemirsa,,,,,,,,,, Di sebelah Saya sekarang ada seorang narasumber yang tahu seluk-beluk tentang tempat ini. Beliau adalah Donghae Haerudin.” Pembawa acara yang bernama Keris Kawilarang itu memperkenalakan orang yang di sampingnya.

“Hallo,,, ” Pemuda yang bernama Donghae Haerudin itu say hi pada kamera sambil melambai-lambai dan cengengesan. Maklum orang kampung yang baru liat kamera.

“Selamat malam, Pak. Saya Keris dari tim Masih Dunia Seungwon. Bisakah Bapak ceritakan sejarah dari tempat ini?” Tanya Keris so serius.

“Ohhh tentu saja hehehe. Jadi gini ya hehehe. Tempat ini tuh hehehehe”

“Plak” Sebuah gamparan melayang ke pipi Donghae.

“Woi serius dikit napa!” Keris Esmosi.

“Sorry-sorry, Saya malu baru pertama kali masuk TV hehehe” Ujar Donghae sambil tetep cengengesan.

“Iyuwwhhhh Dasar Kaseumpay!” Pikir Keris.

“Yaudah sekarang jelasin sejarah tempat ini, Kalau nggak sendal bakal ngelayang nih!” Ancam Keris.

“Eoh? I-Iya bang. Ampun bang. Saya cerita deh.” Donghae ketakutan ngeliat muka Keris yang jutek kaya ikan cumi mengkerut.

“Jadi dulunya tuh. Dulu bangetttt ya, Kalian aja belum berojol pokonya. Tempat ini tuh satu-satunya Rumah Sakit waktu jaman penjajahan jepang. Tapi pas udah 17 agustusan, rumah sakit ini udah gak kepake lagi. Soalnya di duga, rumah sakit ini tuh di pake gak bener ama tentara jepang. Jadi wehh di grebek FPI dipaksa suruh tutup gitu!” Ujar Donghae menjelaskan.

“Wait? Jaman dulu udah ada FPI?” Tanya Keris bingung.

“Iyadong! Baru tahu ya?! Gak gaol banget sih!” Cibir Donghae Haerudin.

“Cih,” Gerutuk Keris Kesel.

Donghae Haerudin pun melanjutkan, “Konon semenjak tempat ini tak terurus, warga sekitar kerap di ganggu oleh makhluk gaib penunggu tempat ini.”

“Kalau Boleh tahu gangguan seperti apa yang di alami warga sekitar, Pak?” Tanya Keris.

“Macam macam, dek. Ada yang di lempar ember waktu lagi mojok di semak-semak. Ada juga yang nampakin sosoknya. Pokonya serem deh hiiiii ” Donghae bergidik ngeri, sementara Keris tetap dengan muka datarnya.

“Biasanya tu setan-setan yang ngeganggu tuh, jenis setan apa ya?” Tanya Keris. *Keris Kepo ya banyak nanya hha*

“Banyak, dek. Ada Mbak kunti, Mas Pocong, Om genderuwo, Dek Tuyul, Ampe Seungwon, setan paling tampan rupawan disini!” Kata Donghae Menjelaskan.

“Seungwon? Setan apa tuh?” Keris bingung baru kali ini Dia denger nama Setan Seungwon. Bener-bener gak gaul si Keris nih ckckcck.

“Susah di jelasin, dek. Pokonya Seungwon itu setan paling gaol disini. Katanya sih ganteng kece badai to the max, Dia cuman nampakin diri ama cewe-cewe abg yang semok doang.

Belum selesai Donghae ngomong, Keris langsung mengalihkan pandangannya ke depan kamera.

“Pemirsaaa,,,, Selain narasumber kampungan tadi. Di sebelah Saya juga sudah hadir praktisi superanatural, Ki Woohyun Lewu dan juga Praktisi Aura, Mbak Jessica Prima.” Keris memperkenalkan mereka.

#Donghae yang merasa tak dianggap pundung #Gerogotin tong sampah #Gantung diri di pohon toge

“Selamat Malam Ki Woohyun. Selamat malam Mbak Jess.”

“Malammmm,” Jawab mereka berdua.

“Malam ini, kita akan mengadakan uji nyali di tempat ini, yang konon katanya sangat angker to the max. Menurut kalian bagaimana suasana ditempat ini sekarang?!” Tanya Keris.

“Alhamdulilah yah, suasananya siswanto banget. Bikin bulu kuduk merinding disko!” Ujar Ki Woohyun lewu.

“Kalau menurut mbak Jessica Prima sendiri, bagaimana aura tempat ini?” Tanya Keris.

“Cukup anker! Kalau Dek Keris bisa merasakannya, tempat ini tuh di selimuti aura negatif. Dan Saya yakin akan ada banyak fenomena gaib yang dirasakan peserta uji nyali malam ini!” Ungkap Mbak Jessica prima.

“Baiklah kalau begitu, dikarenakan durasi ni ff yang bentar, Ki Woohyun dan Mbak Jess dipersilahkan menuju ke ruang control room. Sementara Saya, pembawa acara paling kece se desa cikijing, akan mengantarkan peserta uji nyali ke lokasi!” Ujar Keris.

Setelah di usir Keris, Ki Woohyun Lewu dn Mbak Jessica prima pun meninggalkan lokasi untuk bersiap-siap di ruang control room. Sementara Keris, menatap lensa kamera dengan tajam.

“Pemirsa, Malam ini kita sudah kedatangan seorang peserta uji nyali. Mampukah Dia mangkal dilokasi selama 2 malam?” Ujar Keris so iyee.

Keris pun melanjutkan, “Selamat malam mas!” Tanya Keris pada seseorang yang entah sejak kapan sudah ada di sebelahnya.

“Malemm,” Jawab Pemuda itu.

“Dengan Mas siapa ya?”

“Sunggyu Permana, Om!” Jawabnya.

“Baiklah Mas Sunggyu Permana. Siapkah Anda untuk beruji nyali di bekas rumah sakit ini selama 2 malam, baik dalam keadaan senang maupun susah?!” Tanya Keris.

“Saya siap!” Jawab Sunggyu manteb.

“Baiklah, Kalau begitu Saya akan mengantarkan Mas Sunggyu Permana ke tempat mangkalmu, Mari!” Ajak Keris.

Trekkk,,, trekkkkk,,, trekkkkk

Biodata peserta Uji Nyali :

Nama : Sunggyu Permana
Umur : 18 *Ngakunya sih*
Pekerjaan : Tukang Cireng depan SD mekar sari
Motivasi ikut uji nyali : Biar masuk TV

Trekkk Trekkk Trekkk,,,,

Keris membawa Sunggyu ke salah satu ruangan yang ada di gedung itu. Kotor, bau dan pengap. Itulah yang dirasakannya ketika pertama kali menginjakan kakinya ke ruangan itu. Dilihat dari barang-barang yang berserakan, Sunggyu bisa menebak kalau ruangan ini adalah bekas ruangan ganti Suster, karena Dia bisa melihat Beha- Beha dan Gstring bertebaran dimana-mana (?). Di sudut-sudut ruangan terpasang beberapa kamera infra merah. Sebuah tiker bergambar micky mouse tampak digelar di tengah-tengah ruangan.

Sang pembawa acara menununtun Sunggyu ke tengah ruangan. Keris memakaikann sebuah helm batok yang di atasnya terpasang sebuah kamera.

“Kami memberikan helm berkamera agar Kami bisa melihat apa yang saudara lihat. Kami juga nyediain beberapa cemilan dan minuman buat Saudara menunggu. Apakah Anda sudah siap?!” Ujar Keris.

Sunggyu pun mengangguk, “Saya sudah siap!”

“Yakin?” Curiga Keris.

“Yakinlah, emang kenapa gitu?” Tanya Sunggyu penasaran.

“Katanya siap tapi kok merem! Ngantuk ya? Melek dong!” Kata Keris dengan polosnya.

“YA! Mata Gw emang udah sipit dari sononya kaliiiiiiiiiii!” Geram Sunggyu.

“Hehe Sorry-sorry!” Keris Cengengesan sedangkan Sunggyu manyun-manyunin bibirnya ngedumel sendiri.

“Ok, back to topic. Jadi ini adalah tempat mangkalmu selama 2 malam ini. Sukur-sukur kalau ada yang nawar hehe.”

“Iya yang nawarnya kuntilanak!” Cibir Sunggyu masih kesel.

“Selama uji nyali berlangsung, di harapkan Saudara Sunggyu untuk menceritakan semua aktivitas yang terjadi disini. Kamu juga nggak boleh keluar dari jangkauan kamera ya, soalnya kalau ada apa-apa, tim Masih Dunia Seungwon gak tanggung jawab.” Keris menjelaskan peraturannya.

“Iyaa,,, Iyaaa,, ” Sunggyu hanya bisa ngangguk-ngangguk, gak tahu Dia ngerti apa yang di omongin Keris atau nggak.

Keris melanjutkan, “Kalau misalnya Kamu gak kuat, jangan panik! Jangan Kabur! Dan Jangan guling-gulingan atau kokosehan di tanah ya! Cukup ketik SMS : UNREG MASIH DUNIA SEUNGWON kirim ke 14045!”

“HAHHHHHHHHHHHHHHH ????!!!” Sunggyu Cengo.

“Becanda kali, Serius amat jadi orang!” Ujar Keris.

“Hmmmm,” Gumam Sunggyu cengo dengan mulut menganga, plus dengan mata sipitnya, membuatnya terlihat blah-bloh.

“Yahh, pokonya kalau situ gak kuat, tinggal dadah-dadah aja ke kamera!” Keris menjelaskan.

“Apa? Dada-Dada? Ihhh Ngomong jorok nih!” Tuduh Sunggyu.

“Dadah-dadah WOI! Bukan Dada-Dada!” Geram Keris gak nyantei.

“Ohh, Hehe” Sunggyu cengengesan menyadari kebegoannya.

“Gelemprangggg Gelemprenggggggggggg­,,, ” Suara Gong berbunyi.

“Nah, Suara Gong udah berbunyi, itu artinya Uji nyali akan segera dimulai!” Ucap Keris menjelaskan.

Keris dan para tim pun kemudian meninggalkan Sunggyu sendiri di rungan itu. Semakin lama kamera semakin menjauh dari lokasi uji nyali, hingga akhirnya setelah kamera cukup jauh, semua lampu pun mati, hingga membuat ruangan itu menjadi gelap guita.

Author POV END

***

SUNGGYU POV

Lampu tiba-tiba mati pas si mas Keris ama si abang-abang kameramen Pergi meninggalkanku sendiri. Semuanya menjadi gelap gulita. Saking gelapnya, Aku bahkan gak bisa liat telapak tanganku sendiri. Ngomong-ngomong soal gelap, kok kayanya ada sesuatu yang terlupakan. Hmmm, apa ya?! Oh iya, Liling. Duh si Kerisdayanto ini lupa apa bego sih. Harusnya kan Aku dikasih lilin buat penerangan. Ahh, dasar pembawa acara pikun. Masa Aku harus Uji nyali gelap-gelapan. Apa yang bisa dilihat kalau gini, ckckckck. Ya tuhan ini gelap banget sumpah. Gak lucu banget ni acara, gak modal banget. Lilin cuman serebuan aja gak beli mampu kali ya. Hmmm, ohya Aku kan bawa HP, lumayan ada senternya.

“Tring,,, ” Aku menyalakan HP maxtron chibi yang baru kudapat dari hadiah chiki ball kemarin. Lumayanlah ada senternya.

Ku arahkan senterku ke semua penjuru ruangan. Nothing special, cuman rongsokan yang berserakan.

Ku lihat ada beberapa toples cemilan di atas tiker. Aku pun duduk dan membuka salah satu toplesnya. Wahh, Nastar Tomcat kesukaan ku. Dari pada bengong, Aku pun ngemil nastar tomcat. Hmm, gigitan pertamanya membuatku merem melek, gurih dan renyahnya tomcat sangat terasa krenyes-krenyes. Sungguh membuat lidah ini dimanjakan. Tim Masih Dunia Seungwon tahu aja makanan yang enak kaya gimana hehehe.

“Suasana sepi banget ya, belon ada apa-apa kayanya!” Suaraku memecah keheningan di ruangan ini.
Ku lirik semua kamera di ruangan itu. Duh Aku gak percaya deh, akhirnya Aku bisa masuk TV juga hehehe. Harus update twitter nih.

@SunggyuPermana :

Lagi ikutan uji nyali nih! Gw masuk TV woi! Masuk TV!Aku terus ngemil sambil sesekli melihat kedan sekitar yang masih hening. Duh, kok hawanya tiba-tiba jadi dingin ya. Agak-agak bikin merinding gitulah! Ya allah, semoga tidak ada hal buruk ang terjadi pada hambamu ini. Amin.

Sunggyu POV END

***

Author POV

AT RUANG KONTROL ROOM

“Ki Woohyun, bisa Anda jelaskan apa yang anda terawang di lokasi Uji nyali sekarang?!” Ujar Keris pada Ki Woohyun Lewu yang duduk disampingnya sembari menatap monitor dimana Sunggyu sedang mangkal.

Ki Woohyun Lewu pun menghela nafas berat kemudia menjawab, “Subhannalah, Kalau Nak Keris bisa melihat, banyak sekali sosok gaib yang tengah berada di lokasi. Saya harap peserta Uji nyali kita bisa kuat ya!”

“Sosok apa saja yang ada di ruangan itu, KI?!”

“Banyaklah pokonya, tu tempat udah kaya tempat dugem buat para setan pokonya!” Jawab Ki Woohyun Lewu.

“Buset, setan juga demen dugem ternyata!” Pikir Keris.

“Kalau secara Aura, peserta kita ini auranya apa ya, Mbak Jessic Prima?!” Tanya Keris pada Mbak Jess.

“Pastinya bukan Aura kasih!” Jawab Mbak Jess.

“Please deh Mbak,nenek-nenek perawan juga tahu kali!” Cibir Keris kesel.

“Tuh, Nenek-nenek perawan aja tahu, masa lo gak tahu. Iyuwwhhh Keseumpay deh!” Mbak Jess mencemooh Keris yang jadi cengo.

“Biasa aja kali jawabnya, gak usah pake sewot. Sensi banget sih jadi perawan!” Geram Keris.

“So what? Gw yang sensi kenapa Lo yang sewot, hah!” Mbak Jess ikut-ikutan esmosi.

“WOIIII, BERSISIK LO PADE! INI SIARAN LANGSUNG LOH! MALU DONG AMA USTAD SOLIHIN!” Ki Woohyun Lewu berusah melerai.

“Ustad solihin? Sapa tuh? Bapak Lo ya Keris?” Tanya Jessica.

“Enak aje, Bapak Gw Ustad Muhidin tahu!” Protes Keris.

“Woiii Bacot LO pada!!!! Ada Penampakan tuh!” Pekik Ki Woohyun Lewu.

Sontak Mbak Jess Prima dan Keris Kawilaranpun mengalihkan pandangannya ke arah monitor.

***

Back To Lokasi mangkal ehh Uji nyali

Di tengah pekatnya malam, seorang pemuda berpandangan sempit alias sipit sedang duduk di tengah ruangan. Cahaya lampu yang keluar dari HP MAXTRON Chibinya menyinari toples kue yang ada di hadapannya. Asyik sekali kayanya si Sunggyu ini, niat uji nyali atau ngabisin kue?! Hahahaha…. Waktu sudah menunjukan pukul 01.00 dini hari. Belum ada aktivitas gaib yang berarti di lokasi ini. Hanya beberapa suara tak biasa yang sesekali terdengar oleh Sunggyu.

“Di pojok ruangan Aku ngedenger suara orang berdehem!” Ujar Sunggyu cuek sembari terus makan nastar tomcat di hadapannya. Sunggyu terus aja ngunyah kue. Suara krenyes-krenyes terdengar menggema di ruangan itu. Astaga, Sunggyu makan kue kaya bocah aja. =_______=”

Semakin malam suasana semakin mencengkam. Angin malam yang dingin tampak menusuk kulit Sunggyu. Brrrrr,,,,, Sunggyu merasa kedinginan. Tapi bukan angin biasa yang menerpa Sunggyu. Sedari tadi Dia merasa ada yang niup-niup tengkuknya. Awalnya Sunggyu cuek bebek, tapi semakin lama angin yang berhembus di tengkuknya semakin teras. Dingin dan amat menyesakan dada.

“Hihihihihihihi,,,,,,,,,,,,, ”

Tiba-tiba sebuah suara perempuan tertawa terdengar entah dari mana, menggema di seluruh sudut ruangan, membuat suasana tiba-tiba berubah menjadi mencekam. Sunggyu menghentikan upacara makan Kuenya. Dia meraih HP senternya, kemudian mengarahkannya ke semua penjuru ruangan.

“Aku ngedenger suara cewe cekikikan. Tapi Aku gak tahu asal suaranya dari mana!” Ujar Sunggyu memberi tahu pada kamera.

“Tenang Sunggyu! Mungkin itu cuman suara angin!” Sunggyu meyakinkan dirinya.

Sunggyu menarik nafas perlahan-lahan lalu menghembuskannya. “Huhhhh,,,,, Hahhhhhhhhhhhhhhhhhh­,,,”

Merasa pegal, Sunggyu pun berdiri. Yahh sekedar untuk meregangkan otot-otot yang kaku karena sedari tadi kerjaan Sunggyu cuman ngemil Kue doang, Dia gak sadar apa ngemil tengah malem tu bisa bikin bodynya yang udah kaya beruang bisa jadi melar hha #plak

“Hoammmmmmm, ” Sunggyu menguap membuat mulutnya menganga lebar kaya kuda nil mau kawin.

Dengan mata yang sudah ngantuk. Ehh ralat deh, Sunggyu kan sipit jadi gak kelihatan lagi ngantuk atau enggak hha #Sunggyu : Thor dari tadi lo bahas mata gw mulu! Masalah buat lo?! – Seungwon : Ampun om, enggak-enggak lagi deh ntar .

Tanpa Sunggyu sadari, sebuah sinar yang sangat terang benderang tampak melayang-layang di sekitar ruangan. Sunggyu sendiri gak bisa ngeliat cahaya itu. Bukan karena matanya yang sipit, tapi karena Sunggyu gak punya indra herlambang ehh indra ke 6 deh.

Sinar itu terlihat berseliweran di sekitar Sunggyu, hingga akhirnya berhenti di pojok ruangan. Sinar berbentuk bulat itu secara perlahan mulai membesar. Besar dan mulai membuat sebuah bentuk. Sinar itu telah berubah menjadi sebuah sosok. Dengan balutan kain kafan yang putih cemerlang, sosok itu berdiri dengan tangan yang terkekang. Sekali liat semua orang juga tahu siapa Dia, yah siapa lagi kalau bukan Sungcong. Jenis pocong yang gak jelas gendernya wkwkwk

Sungcong mengibaskan poninya, agak ribet sih tapi ya mau gimana lagi, Sungcong juga heran sekujur tubuhnya terbungkus kain kafan kaya lontong basi, tapi kenapa cuman poninya yang bebas menjuntai, kesannya Sungcong kaya niru model rambut andhika kangen band yang dijuluki sasuke indonesia wkwkwk

A591pXWCYAAEhqu.jpg large

Kalau dilihat pake mata batin, sebenernya lokasi uji nyali tuh gak sesepi seperti yang di lihat Sunggyu dan pemirsa di rumah.
Mungkin Ki Woohyun dan Mbak Jessica Prima bisa ngelihat disini banyak setan dari berbagai jenis. Mulai dari sekumpulan kuntilanak bertangtop, Pocong berbatik, tuyul berwig hingga Genderuwo bertuxedo semua ada. Secara ini malam jumat kliwon, yahh anggap aja ini kaya malam minggu buat mereka. Dan Sunggyu sebenernya adalah mainan buat mereka. Hari sudah semakin larut,para setan pun semakin gencar ngejailin Sunggyu. Akan tetapi kedatangan Sungcong, Geng dari segala pocong membuat semua setan ketakutan. Secara gitu Sungjong itu 1 dari 3 raja setan disini. Sungcong sendiri sebenernya penghuni Kamar mayat di gedung bagian barat.

“Woiii bubar-bubar!! Ini bagian Gw!” Sungcong mengusir para tuyul-tuyul sedang menggoda Sunggyu. Terdengar suara wuuu dari para tuyul yang kecewa karena di usir Sungcong. “Ngapain Wuu Waaa Woo Wooo?! Keberatan?!” Bentak Sungcong layaknya seperti anggota osis yang tengah mengospek juniornya.

“Nggak Nyaiiii Sungcong,,, ” Gumam para tuyul itu nyerah.

Para tuyul itu pun bergerombol pergi ke pojokan ruangan sembari sesekali ngegosipin Sungcong.

“Ni manusia cari mati nih. Berani-beraninya mangkal disini. Gak tahu yaaa ni daerah kekuasaan Sungcong si pocong kece?!” Gumam Sungcong.

“Uclukkk,,,, Uclukkkk,,,, ” Sungcong melompat-lompat ke singgasana yang ada di pojok ruangan (?).

“Heh kunti! Sana gangguin tu manusia!” Perintah Sungcong pada Kuntilanak merah yang sedang menyisir rambutnya yang hitam berkilau seperti model iklan shampoo clear itu.

“Udah nyahh, tapi gak mempan!” Jawab Kunti itu.

“Payah, makanya jangan cuman bisa godain tukang sate, sekali-kali belajar nakut-nakutin orang!” Cemooh Sungcong sementara si kunti cuman bisa nutupin wajahnya dengan rambut panjangnya karena malu ketahuan oleh Sungcong kalau selama ini Dia suka ngegodain tukang sate yang kece-kece.

Sungcong pun mengalihkan pandangannya ke semua penghuni disini, mencari setan yang tepat untuk membuat Sunggyu menyerah. Tapi ketika Sungcong melihat ke arah mereka, reflek mereka pada pura-pura sibuk. Seperti Kuntilanak biru dan pink yang langsung pura-pura menyusui anaknya. Atau para tuyul yang langsung berpura-pura nyemir kepala botaknya.

“Ahhh gak ada yang becus, masa Sungcong yang kece badai ini harus turun tangan sih?! Eh lupa tanganku gak bisa di pake =_____=” Pikir Sungcong.

Sungcong loncat-loncat ngedeketin Sunggyu. Dengan jail, Sungcong meniup-niup tengkuk Sunggyu. Kasian Sungcong, jadi setan cuman bisa niup niup doang hihihi

“Huhuhuhuhu,,,” Bisik Sungcong di telinga Sunggyu.

“Astaga di sebelah kanan Saya terdengar sebuah bisikan setan!” Ujar Sunggyu mulai grogi. Hawa dingin menerpa sekujur tubuh Sunggyu. Semakin dingin dan mencekam, membuat semua bulu ketek Sunggyu merinding disko. Keringat dingin mulai mengucur dari pelipis Sunggyu, menandakan Ia sudah tidak nyaman di tempat ini.

“Geletrak,,,, ” Saking groginya, Sunggyu menjatuhkan hape maxtron chibinya. Namun sayang, Hapenya langsung mati sehingga membuat suasana menjadi gelap gulita.

“ASEMMM! DASAR HAPE MURAHAN!” Geram Sunggyu menghardik henponnya itu. Sebenernya bukan karena hapenya mati sih, tapi karena suasana yang mendadak gelap membuat Sunggyu semakin emosi dan takut.

Di dalam kegelapan Sunggyu meraba-raba lantai, mencari henponnya. “Duh, mana sih ni henpon?! Matinya gak liat suasana dulu deh!” Rutuk Sunggyu kesal.

Tak sengaja, Sunggyu meraba kepala botak tuyul yang tak sengaja lewat di hadapannya. Awalnya Sunggyu heran, botak dan licin, emang apa sih yang di sentuhnya?, pikirnya.

“Eoh? Apaan nih?!” Gumam Sunggyu sambil terus meraba-raba kepala botak si tuyul. Merasa risih karena kepalanya di raba-raba, Tuyul itu pun menggigit tangan Sunggyu dengan keras sehingga membuat Sunggyu menjerti kesakitan. “Akhhhhhhhhh,,, ”

Sunggyu menarik tangannya sehingga membuat Dia jatuh tersungkur kebelakang. Raut wajahnya berubah menjadi pucat pasi karena merasa syok dengan kejadian yang baru di alaminya.

“Pemirsa, barusan ada yang ngigit tanganku loh! Rasanya emejing sangat, Aku aja masih gak percaya itu beneran loh.” Ujar Sunggyu tak percaya. Sunggyu kembali mencari henponya yang tadi terjatuh. Dan Alhamdulilah yah, kali ini Sunggyu tidak butuh banyak waktu untuk menemukan henponnya kembali.

“Ahh, Damn! Batrenya mana nih?!” Sunggu ngedumel kesal karena ketika Dia ingin menyalakan henponnya, Ia baru menyadari kalau batre henponya ternyata sudah lepas dan entah hilang kemana.

Sambil ngebacot gak jelas, Sunggyu mencari batre hapenya yang hilang. Suasana yang gelap gulita membuat Sunggyu harus menggunakan instingnya dalam mencari batrenya yang hilang. Kalau di lihat di tv yang jelas-jelas di rekam pake kamera infrared, Sunggyu terlihat seperti seekor hamster gendut yang sedang mencari makanan, terlebih lagi matanya yang hanya sebaris membuatnya jadi lebih mirip hamster yang dijual di depan SD Maju Jaya.

15202_101813523319176_1767498667_n

“Duh, kemana sih tu batre. Nyusahin aja deh!” Gumam Sunggyu seraya mendengus dengan kesal. Sunggyu terus mencari. Telapak tangannya sudah kotor terkena debu lantai. Malam yang semakin larut di tambah dengan keheningan yang semakin mencekam membuat Sunggyu menjadi kurang nyante. Kendati cuaca malam ini tidak terlalu panas, namun sekujur tubuh Sunggyu tampak penuh dengan peluh yang keluar dari pori-pori kulitnya.

“Grab, ” Setelah sekian lama, Akhirnya Sunggyu bisa bernafas dengan lega. Batre henponya yang telah lama hilang kini kembali ke dalam pelukannya. Uhh co cuit deh.

Kaya bocah ingusan yang baru dapet maenan. Dengan gak sabar, Sunggyu segera memasang batre henponya. Sunggyu yang dari tadi udah gak nyaman dengan kegelapan ini emang pengen cepet-cepet nyelesein uji nyali ini. Tapi demi duit 2 juta rupiah dan eksis di TV, Sunggyu pun nyoba buat bertahan sebentar lagi.

“Cetrak!,” Lampu senter maxtron chibi milik Sunggyu menyala. Namun satu yang gak disadari Sunggyu. Ketika lampu menyala sesosok makhluk tampak tersorot sinar itu.

“Udah ketemu batrenya, bang?” Sebuah suara mengagetkan Sunggyu.

Dengan reflesk Sunggyu membalikan badannya. Mulutnya menganga ketika melihat sebuah penampakan pocong nyengir di hadapannya.

“Ngikkkk,” Sunggyu tercekat melihatnya. Sungcong si pocong penguasa rawagending lagi nyengir sambil mamerin gigi pepsodentnya.

“Kyaaa lontongggg ehhhhh poconggggg….. ” Jerit Sunggyu seraya memejamkan sementara ke dua tangannya melambai-lambai ke arah kamera.

“Nyerahh deh nyerahhh! Udah gak gak gak kuat! Aku gak kuat sama Sungcong… Sungconggg… ” Pekik Sunggyu yang akhirnya harus menyerah dalam uji nyali ini. Padahal baru sejam setengah Sunggyu ikut uji nyali.

Sunggyu membuka matanya sedikit. Sungcong masih ada di hadapannya, masih dengan cengirannya yang watados sambil mencoba joget gangnam style, tapi sayang karena tangannya terlilit kaen kapan. Bukannya joget gangnam style Sungcong malah kaya mau goyang iwak peyek.

“Astagfirullah, pemirsa. Ini beneran bukan rekayasa. Ada penampakan pocong dugem pemirsa!” Ujar Sunggyu dengan nada tinggi ke arah kamera.

Tak lupa Sunggyu melambai-lambaikan tangannya ala tukang tahu sumedang karena udah gak kuat ikutan uji nyali. “Woiii Gw nyerah! Yaelah pada kemana sih ni orang?!” Rutuk Sunggyu kesal. Katanya kalau gak kuat tinggal dadah-dadah ke kamera terus tim bakal segera datang. Ini udah 10 menit kok belum pada dateng. Zzzzzzzz

***

At control room

Mbak Jessica prima, Ki Woohyun Lewu, dan Keris Kawilarang yang bertugas mengawasi peserta uji nyali ternyata malah pada ketiduran di depan monitor. Sampah bekas KFC tampak berserakan di sekitar mereka, duh pasti gegara pada kekenyangan makanya pada molor ckckckckkc

Seorang tukang sapu yang tak sengaja lewat mendengar sebuah jeritan putus asa dari dalam monitor. Tukang sapu yang bernama marsitoh *bukan nama sebenarnya* itu pun berinisiatif untuk membangunkan para kru di mulai dari Mbak Jessica prima.

“Mbakk bangunnn mbakkkk,” Marsitoh mencoba membangunkan Mbak Jess yang tidur dengan mulut mangap. Saking mangapnya, rasanya Marsitoh bagai terserap kedalam mulutnya mbak jess (?).

“Ngokk,,, Ngokkk,,, ” Niat bergumam, Mbak Jess malah keselek ilernya sendiri.

“Aishh, cantik-cantik tapi ngorok zzzzzzzzz,” Gumam Marsitoh. Gagal ngebangunin Mbak Jessica prima tidak membuat Marsitoh gentar buat terus berjuang. Dia pun beralih kepada Ki Woohyun Lewu yang sedang tertidur di atas laptop yang udah banjir dengan jigongnya. Niscaya tu laptop gak bakal ada yang mau make lagi hhe

“Kiii Bangun… Itu peserta Uji nyalinya udah nyerah tuh!” Marsitoh menenepuk-nepuk pelan bahu Ki Woohyun Lewu.

“Annyangggg…. Annyyannnn,,, Nyangggg… ” Gumam Ki Woohyun Lewu gak jelas.

“Kiiii,,,,,” Ujar Marsitoh hati-hati.

“Annying banyak bacot! Gw santet nyaho loh!” Ki Woohyun ngelindur. Tapi cukup untuk membuat seorang Marsitoh mundur dan tercengang.

“Gila, mentang-mentang dukun maen santet santet aja!” Pikir Marsitoh terkejut.

Karena takut di santet, Marsitoh pun dengan cepat beralih kepada Keris Kawilarang yang lagi tidur di bawah meja controler (?). “Mas Keris bangun Mas!” Marsitoh nyodok-nyodokkin gagang sapu pada tubuh Keris karena gak bisa masuk ke dalam meja. Heran, ganteng-genteng tapi demen tidur di kolong meja. Mungkin itulah yang dipikirkan Marsitoh.

Namun udah di sodok berapa kalipun Keris tidak bergeming sekalipun. Dia terlelap dalam mimpinya. Ahhh paling lagi ngimpi mpok nori pake bikini. Dasar anak jaman sekarang ckckckck.

“Mass bangun woiii! Pada makan gaji buta nih!” Geram Marsitoh kesal karena dari semua crew masih dunia Seungwon yang tertidur pulas gak ada satupun yang berhasil di banguninnya.

“Ahhhh, Dasar pada keblukkkkkkkkk semuaaaaaaaaaaa!” Pekik Marsitoh putus asa seraya ngacak-ngacak tong sampah. (?)

Sebuah senyum tersungging di bibir Marsitoh yang dower itu. Sebuah senyuman nista yang menandakan kalau Dia mendapatkan sebuah ide.

“Kita lihat apa kalian masih bisa tidur dengan nyenyak nanti?! Kekekekeke” Batin Marsitoh.

Aura voldemort tiba-tiba menyelimuti dirinya.%$&$%^*%&^*&%&^$&$&^

***

Sementara di lokasi uji nyali.

Sunggyu masih di landa kegalauan gegara gak ada kru masih dunia seungwon yang menjemputnya. Padahal Dia udah dadah dadah ke kamera bahkan satu kamera udah jadi korban karena di gerogotin ama Sunggyu ampe ringsek.”Aduh mak, tu setan ngapain sih mangkal disini! Kaya gak ada tempat laen aja!” Pikir Sunggyu.

Di liriknya Sungcong yang masih berdiri di belakangnya. Dengan santai dan tetep mamerin gigi pepsodentnya, Sungcong sesekali berusaha joget gangnam style, tapi percuma. Kakinya gak bisa ngangkang begitu pula dengan tangannya yang terlilit di dalam kafan. Sunggyu yang ngelihatnya aja sebenernya bingung tu setan lagi ngapain. Tapi berhubung Sunggyu udah parno, Sunggyu malah ngira Sungcong lagi nakut-nakutin Dia.

“Oh Em Ji!!!! Ya Ampoen, Gw nyerah nih! Nyerah!!!” Pekik Sunggyu putus asa ke hadapan kamera.

Ingin rasanya Dia kabur dari tempat itu. Tapi berhubung tadi aja Dia dateng dengan mata di tutup jadi Dia gak apal jalan pulang dan takut nyasar. Apalagi tadi si keris bilang kalau udah di luar jangkauan kamera tim masih dunia seungwon gak tanggung jawab dengan keselamatannya. Lah, kalau misalnya Dia kabur terus tu setan ngikutin, terus terjadi apa-apa padanya, siapa yang tanggung jawab? Jokowi? Ma uwoh? Gak ada pasti!

Sunggyu ngacak-ngacak rambutnya dengan frustasi. Seenggaknya Dia udah bikin asuransi kalau terjadi sesuau yang nggak nggak.

“Emakkkkkkkkkkk,,,,,­ tolongin Gyugyu!! Hukss Huksss” Rengek Sunggyu kaya bayi bagong.

“Buset seserem itu kah Gw ampe bisa bikin orang termewek-mewek gitu!” Pikir Sungcong ketika melihat Sunggyu ngerengek-rengek.

Tiba-tiba lampu ruangan menyala terang. Sunggyu mengerjap-ngerjapkan­ matanya karena belum terbiasa dengan terangnya cahaya lampu yang ngedadak nyala. Sunggyu berhenti merengek dan merasa lega karena sudah berpisah dengan yang namanya kegelapan. Dari arah pintu, Keris Kawilarang, Mbak Jessica Prima, Dan Ki Woohyun Lewu masuk ke dalam ruangan dengan keadaan basah kuyup.

“Aduh Mas Sunggyu, Maaf ya Kami telat, tadi ketiduran hehe” Keris meminta maaf sambil membungkukkan badanya.

“Maaf.. Maaf.. Makan tu maaf! Dari tadi udah dadah-dadah gak ada yang dateng! Gak tahu apa Gw udah ketakutan setengah mati di sini, huh!” Ungkap Sunggyu kesal.

“Aduh, sekali lagi Kami minta maaf ya. Kami kan gak sengaja!” Ujar Keris menyesal.

“Au ah gelap!” Ucap Sunggyu kesal sambil monyong-monyongin bibirnya.

“Maafin yah.. Yahh.. Yahhh… ” Mohon Keris dengan pose cute. Wah jarang-jarang tuh seorang Keris Kawilarang yang terkenal jaim, so cool, dan jutek mengeluarkan aegyonya. Hmm, mungkin besok bakal hujan badai haha

“Cih,” Cibir Sunggyu.

“Ngemeng-ngemeng kenapa kalian basah kuyup? Emang di luar ujan ya?” Tanya Sunggyu saat melihat Keris dan yang lainnya basah kuyup.

“Mau tahu aja atau mau tahu banget?” Ujar Mbak Jessica sampil menggibas-gibaskan rambutnya sehingga membuat butiran-butiran air yang ada di rambutnya muncrat-muncrat ke muka Sunggyu.

“pffuih,” Sunggyu mengelap wajahnya.

“Mau banget deh,” Lanjutnya.

“Ihh Mas Sunggyu kepo deh ohohoho” Mbak Jessica Prima tertawa terbahak-bahak sementara Sunggyu, Keris, dan Ki Woohyun hanya bisa cengo dan mendadak suasana menjadi hening.

Krikkk…. Krikkkk…. Krikkkk….

Merasa lawakannya garing, Mbak Jess pun mingkem. kemudian sibuk sendiri dengan rambutnya yang lepek dan basah itu.

“Apa Kau masih ingin tahu kenapa Kami basah kuyup?” Ujar Ki Woohyun.

“No thanks, udah gak minat!” Kata Sunggyu acuh.

“Ohh ayolah, masa dialog ku dikit banget! Udah bilang aja mau tahu gitu biar Aku ada dialog nih!” Pinta Ki Woohyun dengan melas karena dialognya di ff ini pendek.

“Terus, masalah buat Gw?!” Ujar Sunggyu sinis.

“Jrit jahat banget Lo ama Wowoh yang tampan rupawan ini!” Rutuk Ki Woohyun kesel.

Melihat 2 member Infinite yang udah akting tidak sesuai dengan naskah ff yang di buat oleh author seungwon, Keris pun dengan sigap segera melerai 2 member Infinite yang tengah mempermasalahkan bagian dialog mereka. Dan mencoba membuat mereka kembali berakting sesuai dengan naskah agar ff karya author seungwon yang tampan rupawan itu bisa selesai dengan indah *halah

“Udah deh jangan berkelamin (?) lagi. Kalian tu bersisik (?) banget tahu! Back to topic ah, durasi nih!” Omel Keris pada Sunggyu dan Woohyun.

“Iya nih pada OOC mulu kaya RP di twitter!” Sindir Jessica. Entahlah siapa yang Dia sindir, Sunggyu dan Woohyun atau para Roleplayer di twitter yang tiap hari bahas OOC mulu, sungguh Author gak ikutan ya hhe

“Jadi, saudara Sunggyu nyerah tepat pada pukul 2 subuh. Kalau boleh tahu apa yang membuat Anda memutuskan untuk menyerah dalam uji nyali ini?” Tanya Keris.

“Errr,, itu anu,,, anu,,, ”

“Hah? Anu siapa?” Keris kebingungan.

“Anu,,, Anunya mas,,, ” Ujar Sunggyu ngedadak gagap.

“Sumpah, ngomong yang bener deh!” Ujar Keris gak sabar.

“Plakkk,,, ”

Sebuah gamparan ngelayang ke pipi Sunggyu. “Ngomong aja susah, lo mau nyaingin aziz gagap hah?!” Geram Woohyun.

“Aish, gak pake ngegampar juga kali, kan atit!” Protes Sunggyu sambil mengelus-elus pipinya.

“Haduhhhh capcus deh kalian. Durasi nih durasi!!!” Sindir Jessica.

Mereka pun tersentak dengan kata-kata Mbak Jessica Prima. Sadar dengan durasi FF yang cuman oneshot, mereka kembali pada perannya masing-masing. Sunggyu menceritakan alasan mengapa Dia menyerah pada uji nyali malam ini.

Semua kejadian dan interaksi gaib yang di alaminya di ceritakan pada Keris, mbak Jess, dan Ki Woohyun.

“Kalau nak Sunggyu bisa merasakan, sebenernya makhluk-makhluk itu hanya ingin berinteraksi dengan nak Sunggyu!” Ujar Ki Woohyun.

“Ya ampun Ki, interaksi sih interaksi. Tapi muka tu setan tuh nyebelin banget. Bawaannya pengen nabok gitu, tapi berhubung tu setan nyeremin pake banget, Aku mending nyerah aja deh, serem banget!” Ungkap Sunggyu.

“Jangan ngomong gitu ah, tu setan masih ada di sini loh!” Ujar Mbak Jessica Prima.

“Sumpah Lo? miape tu setan masih ada disini?!” Pekik Sunggyu terkejut.

“Hmmm,” Gumam Mbak Jessica Prima yakin.

“Haduh, yaudah atuh ayuk pergi dari sini!” Ajak Sunggyu yang panik.

Merekapun hendak pergi meninggalkan ruangan itu. Namun waktu mereka hendak melangkah pergi, Keris menghentikan mereka.

“Entar dulu woi. Maen pergi-pergi aja, wawancara dulu nih!” Kata Keris yang kesal karena sebagai pembawa acara Dia tidak di hargai.

“Eoh?” Gumam Sunggyu, Ki Woohyun, dan Mbak Jessica kebingungan.

“Maen pergi pergi aja. Kalau kata pembawa acara udah boleh pergi, baru boleh pergi!” Omel Keris pada mereka.

Tanpa sepatah kata pun, Mereka kembali berjalan mendekati Keris dengan kepala tertunduk. Maklum, mereka takut Keris ngamuk-ngamuk lagi. Barbel agung hercules bisa ngelayang tuh kalau ampe Keris ngamuk.

“Kenapa nyerah?” Tanya Keris jutek.

“Err, kayanya tadi Mas Keris udah nanya deh!” Jawab Sunggyu hati.

Keris mendengus kesal, “Suka suka Gw lah. Acara punya Gw inii, terserah dong!”

“Udah iyain aja!” Bisik Mbak Jessica Prima pada Sunggyu.

“Ohh iya mas silakan terserah deh mau nanya seratus kali juga!” Jawab Sunggyu.

“Ya udah, kenapa nyerah?!” Omel Keris.

“Errr,” Gumam Sunggyu yang sebenernya kesel di omelin Keris.

Sunggyu melanjutkan, “Udah gak kuat mas. Gangguan dari makhluk astralnya terlalu mainstream!” Ungkap Sunggyu.

“Udah gitu doang?” Ujar Keris gak puas dengan jawaban Sunggyu.

“Woiii mau lo apa sih! Udah untung Gw mau jawab!! ^&$&^%$^&$& ” Umpat Sunggyu gak bisa nahan emosi.

“Baryaw,” Kata Ki Woohyun dan Mbak Jessica pada Sunggyu.

Keris yang salah tingkah gegara di bentak Sunggyu akhirnya berusaha mencairkan suasana dengan cara mensudahi sesi wawancara kali ini.

“Ya, pemirsa. Sepertinya peserta uji nyali kita yang pertama ini terlalu cemen. Baru jam segini udah nyerah, iyuwhhh gak banget deh.” Cemooh Keris.

Keris melanjutkan, “Nah, karena peserta kita yang pertama gagal. Maka, kita akan melanjutkan uji nyali malam pertama ini dengan seorang peserta ke dua.”

“Saudara Sunggyu, selamat dengan ini Kami menyatakan anda gagal!” Sunggyu menyambut uluran tangan Keris.

“Oh my god, Aku gak nyangka sama sekali. Terima kaih untuk emak bapak di rumah, tanpa kalian Gyu bukan siapa-siapa!” Ujar Sunggyu berlinang air mata bak seorang aktor yang memenangkan sebuah penghargaan.

“Upay!” Ujar Ki Woohyun dan Mbak Jessica Prima yang langsung meninggalkan lokasi di ikuti Keris dan krew masih dunia Seungwon dan meninggalkan Sunggyu yang masih asik dengan kenarsisannya.😀

***

Masih di malam pertama, berhubung peserta uji nyali yang pertama gagal menyelesaikan tantangan. Maka tim masih dunia seungwon sudah menyiapkan peserta ke dua yang akan melanjutkan uji nyali di malam pertama ini.

“Ki Woohyun Lewu, peserta uji nyali kita yang pertama telah gagal menyeselesaikan uji nyali di malam pertama ini. Menurut Ki Woohyun sendiri, apakah akan ada interaksi lebih pada peserta kita selanjutnya nanti?” Tanya Keris.

Dengan yakin Ki Woohyun pun menjawab, “Pasti!”

Dia melanjutkan, “Menurut penerawangan indera brugman ehh indra ke 6 yang ku miliki, aktivitias gaib di lokasi uji nyali malam ini semakin banyak. Beberapa makhluk gaib mulai hadir, maklum jam segini tuh udah waktunya mereka dugem. Istilahnya waktu peserta pertama melakukan uji nyali, para setan menganggap itu masih pagi gitu lah.” Ungkapnya.

“Kalau Menurut Mbak Jessica Prima sendiri bagaimana?” Keris melempar pertanyaan pada peramal yang biasa di sebut Kanjeng Putri itu.

Mbak Jessica Prima pun mengibaskan rambutnya yang sudah kering lalu menjawab, “Duh Saya sih setuju aja deh ama yang di bilang Ki Woohyun yahh…. Suasana disini itu udah bukan Sesuatu lagi tapi udah Cetarrr….. ” Jawab Jessica dengan mendesah sambil mengucapkan jargon syahrini yang terbaru. Wow ternyata Mbak Jessica Prima update bahasa gaol juga toh hohoho.

“Kalau boleh dijelaskan nih yah, ada makhluk apa aja sekarang yang baru dateng? Apa mereka punya tiket masuk?”

“Lo kira ini konser paket tiket segala!” Cemooh Mbak Jessica Prima.

“Ya, Kan bisa aja!” Ujar Keris gak mau kalah.

“Sutrahh sutrahh jangan bersisik ah. Biar Saya yang jawab, Ehem!” Sergah Ki Woohyun Lewu.

“Saya sih belum tahu makhluk apa yang akan datang ya. Tapi dari auranya, jelas sekali setan yang ini lebih kuat dari pada setan-setan yang ada pada saat peserta uji nyali kita yang pertama tengah mangkal!” Ungkap Ki Woohyun.

“Emejing!” Decak Keris kagum.

“Baiklah, Ki Woohyun dan Mbak Jessica. Saat ini di samping Saya sudah ada seorang pemuda yang berniat untuk melakukan uji nyali malam ini!” Ujar Keris.

“Gak usah dibilangin juga kita udah tahu ya!” Ki Woohyun berbisik pada Mbak Jessica prima.

“Hooh.” Gumam Mbak Jessica.

Sebenernya Keris denger obrolah Ki Woohyun dan Mbak Jessica, tapi berhubung Keris udah biasa di sindir-sindir di dunia RP, maka hal itu udah gak mempan lagi buatnya. Dia pun mengabaikan 2 makhluk tukang gosip itu. Dan ketika fokus kamera beralih pada seorang gadis perawan yang ada disampingnya, Keris pun langsung memperkenalkannya pada pemirsa.

“Pemirsa, peserta pertama telah gagal melaksanakan uji nyali di malam pertama ini. Dan kali ini, di samping Saya ada seorang gadis perawan yang ingin mencoba berunyi nyali. Siapakah Dia?” Ujar Keris dengan so mendramatisir suasana.

Kamera pun menyorot gadis yang ada di samping Keris. Kamera mulai menyorot dai bawah, dimana sang gadis memamerkan kaki dan pahanya lalu mulai naik dan memperlihatkan “sesuatu” yang menyembul di dadanya, hingga akhirnya semakin naik dan memperlihatkan wajah sang gadis sang sedang cengar cengir karena baru masuk TV. Upay!

“Err… Dengan Mbak siapa ya?” Tanya Keris.

“Hyorin.” Jawabnya.

“Ok Mbak Hyorin. FYI nih, Mbak adalah peserta ke 2 malam ini karena peserta yang pertama gagal menyelesaikan uji nyalinya. Apakah Mbak Hyorin sudah siap?!”

“Siap pake bingit!”

“Siap sih siap, tapi gak usah nyolot juga kali!” Dumel Keris.

“Hah? Siapa yang nyolot?” Ujar Hyorin bingung. Perasaan Dia ngejawab pertanyaan Keris biasa aja deh.

Keris tampak ragu untuk melanjutkan ucapannya. “I-Itu… ‘melonnya’ nyolot banget kayanya.” Ungkap Keris gugup seraya melirik melon yang tampak nyolot itu haha

“Hei! Ini emang udah dari sononya kali.” Protes Hyorin sambil menggoyang-goyangkan dadanya hingga membuat Keris menelan ludah.

Nah, berhubung ini bukan ff nc. Maka Keris pun mau gak mau harus menahan hasratnya. Terlebih lagi malam sudah semakin larut. Keris pun mempercepat wawancaranya dengan sang peserta.

“Kalau boleh tahu, motivasi Mbak Hyorin ikut uji nyali tu apa ya?” Tanya Keris.

Hyorin tampak berpikir. Dia sendiri sebenarnya bingung harus menjawab apa. Toh, sebenarnya Hyorin cuman iseng-iseng ikutan uji nyali doang. “Duh, Saya juga gak tahu Mas. Tadinya Saya lagi makan nasi goreng di pengkolan depan. Eh, tahu-tahu ada om-om nawarin Saya buat ikutan uji nyali. Yahh dari pada bosen, Saya pun terima tawarannya deh.” Ungkap Hyorin.

“Hah?” Gumam Keris bingung. Dia baru tahu kalau selama ini peserta uji nyali di rekrut dengan cara seperti itu, mungut di jalan. Lah, berarti selama ini ajakan Keris untuk mengajak orang yang berminat menjadi peserta uji nyali dengan cara mengirim biodata ke emailnya percuma dong. #poor Keris

“Oke deh. Kalau begitu, Aku akan mengantar Mbak Hyorin ke lokasi uji nyali, mari!” Ajak Keris.

Kamera menyoroti Keris dan Hyorin yang pergi menuju lokasi uji nyali. Mereka berjalan di tengah kegelapan hingga hanya terlihat punggungnya dari kejauhan, sementara sang cameraman diam sambil merangkul kamera berat di bahunya. #pukpuk cameraman

Trekk…. Trekk… Trekkk….

Biodata peserta :

Nama : Hyorin Jumairoh
Umur : Gak ngasih tahu,katanya malu
Pekerjaan : Tukang Tahu sumedang di km 7 jatinangor
Motivasi : Iseng

Trekk… Trekkk…. Trekk….

***

Jam 2 subuh

Sambil membawa lilin, Hyorin berjalan di sekitar lokasi uji nyali. Sudah beberapa menit setelah di tinggal kru, Hyorin sudah mulai terbiasa dengan yang namanya kegelapan. Maklum Dia kan seneng main gelap-gelapan hihihi

“Aduh dingin ya.” Gumam Hyorin, terdengar seperti sebuah kode kalau kata orang-orang di RP.😛

Ya iyalah Dia kedinginan. Udah tahu mau uji nyali eh malah pake tengtop ama rok mini, gimana gak kedinginan coba.

“Grudukk…. Grudukk…. ” Sungcong menyuruh salah satu tuyul untuk melempar sebuah kayu balok.

Mendengar suara keras, Hyorin pun memekik tertahan seraya mencari asal suara itu. “Ya, Umpan. Kaya ada suara sesuatu yang di lempar!” Ungkap Hyori pada kamera infrared yang ada di dekatnya.

Di lihatnya sekeling ruangan. Kosong, tak ada apapun yang janggal. Padahal sebenernya disekitar lokasi uji nyali banyak sekali makhluk gaib yang tengah memperhatikannya.

Rupanya kini Ia telah menjadi tontonan menarik bagi para makhlu astral tersebut.

Mereka tampak mengkerubungi Hyorin di setiap sudut ruangan. Mulai dari mengomentari peserta hingga menertawakannya.

“Buset, tu rok gak kurang pendek ya?” Ujar Tuyul yang di sambut gelak tawa geng tuyul.

Geng kunkun pun tak mau ketinggalan berkomentar, “Ckckck… Manusia jaman sekarang lebih-lebih dari setan ya. Kita aja kuntilanak bajunya masih kelihatan sopan!” Ujar salah satu kuntilanak yang di sambut dengan sebuah anggukan setuju dari gengnya.

“Iyah, tinggal di tambah kerudung, kalian udah kaya ema-emak pengajian!” Celetuk salah satu tuyul yang botak mengkilap. Sontak saja semua setan riuh rendah mendengarnya. Sedangkan Geng KunKun hanya bisa tersipu malu.

“Itu Melonya gak kurang gede ya?” Guman Sungcong.

Suasana yang tadi riuh rendah mendadak hening. Semua mata tertuju pada Sungcong. Sungcong yang sadar semua setan memandangnya, akhirnya angkat bicara.

“Kenapa? Ada yang salah dengan muka Gw?” Ketus Sungcong.

Semua setan langsung tak berkutik di bentak oleh Sungcong. Mereka Memilih untuk menutup rapat mulutnya dari pada ntar kena semprot si Sungcong, pocong yang tiap malam minggu suka mangkal di sevel ini.

“Wo, takut-takutin tu cewe gih!” Perintah Suncong pada salah satu kawanan Genderuwo yang ada di pojok ruangan. Nampak para Genderuwo itu sedang berbisik-bisik. Saling melempar tanggung jawab.

Genderuwo 1 : “Udah tuh Lo aja sana!”

Genderuwo 2 : “Ogah ah. Lo aja deh gih!” Sambil nunjuk-nunjuk ke arah Genderuwo 3.

Genderuwo 3 : “Kok Gw sih?! Kan Lo yang di suruh ama Tuan Sungcong!” Protesnya.

Sungcong yang terganggu dengan sedikit keributan di genk genderuwo akhirnya turun tangan untuk melerainya, “Udah udah jangan pada bersisik ah. Eh, LO yang agak boncel sono gih takutin tu cewe!” Perintah Sungcong seraya menunjuk pada genderuwo yang paling boncel dan bantet. Pokonya iyuwwwhh banget deh.

Sang Genderuwo ya di tunjuk Sungcong melangkahkan kakinya dengan berat. Ingin rasanya Dia menolak perintah Sungcong, namun apa daya Ia tak mampu.

Author POV END

***

At control room

Seperti biasa, Keris kawilarang beserta ke dua praktisi supranatural, Ki Woohyun Lewu dan Mbak Jessica Prima tengah duduk di hadapan sebuah meja panjang.

Di atas meja tersimpan beberapa laptop dengan logo Trans Seungwon yang menutupi merek asli laptop. Yah, maklum aja laptopnya kan bukan merek apel ato aser tapi merek cina.

“Hoaam,” Keris menguap karena bosan.

“Ngantuk ya, Keris?” Tanya Mbak Jessica.

“Eoh? Nggak kok, mbak.” Keris berbohong.

Sebenernya sih Keris ngantuk bingit. Buktinya pas Sunggyu jadi peserta uji nyali Dia malah enak-enakan tidur sambil ngorok. Sekarang? Matanya berbinar menatap layar monitor. Ya, apalagi kalau bukan buat ngeliat Hyorin si perawan kampung sebelah yang lagi uji nyali. Buatnya, ini ibarat penyegar mata di pagi hari kekekekeke.

Bukan cuman Keris sih yang bela-belain melek buat ngeliat monitor. Ki Woohyun Lewu pun, atau mungkin hampir semua namja di control room pada semangat begadang.

“Wohhh, Penampakan tuh! Penampakan!” Pekik Ki Woohyun dengan semangat. Sontak saja Keris dan beberapa Namja lain mengerubungi monitor.

“Gedenya…. ” Gumam Keris dengan muka mupeng.

“Jelas banget ya. Padat berisi!” Timpal salah satu kru lain.

MbaK Jessica Prima mengkerutkan dahi. Dia bingung, penampakan apaan sih ampe bisa membuat para Namja disini heboh. Ia pun menerobos kerumanan namja yang tengah memantau monitor. Setelah berjibaku, akhirnya Mbak Jessica bisa melihat penampakan yang tertangkap kamera itu.

“Aishhh, Dasar Namja-Namja Yadong!” Rutuk Mbak Jessica Prima kesal.

Alih-alih penampakan makhluk gaib. Ternyata ‘penampakan’ yang di maksud Ki Woohyun Lewu adalah penampakan ‘melon’ Hyorin, sang peserta uji nyali.

“Apa sih, sirik aja!” Protes Ki Woohun lewu.

“Idih, sirik buat apa coba!” Kilah Mbak Jessica Prima.

Mbak Jessica Prima pun kembali ke tempat duduknya. Memantau monitor nomor 2. “Dasar Namja. Pikirannya tuh gak jauh-jauh dari yadong ckckck” Gumamnya.

“Ehem!” Sebuah deheman mengejutkan semua namja yang tengah cuci mata itu.

Semua mata tertuju pada pemilik suara itu. Sontak, semua langsung bubar dan kembali ke posisinya masing-masing. Pemilik suara itu tak lain dan tak bukan adalah Nyonya Heechul (?), produser acara masih Dunia Seungwon ini.

“Bagus ya, bukannya pada kerja malah enak-enakkan cuci mata!” Nyonya Heechul mengoceh. Sementara Mbak Jessica hanya bisa cengar cengir melihat Keris DKK lagi di ceramahin Nyonya Heechul yang terkenal judes kaya ibu kost galak.

“Mianhae,” Ujar Keris menyesal.

“Aigoo, lama-lama bisa bangkrut nih kalau kalian pada makan gaji buta!”

“Biarin atuh, sekali-kali ini. Abis kita bosen disini cuman ada Mbak Jessica dan Mbak Heechul aja, bikin mata sepet!”

“Woi! Ngapa bawa-bawa nama Gw, hah?!” Protes Mbak Jessica.

“Kenapa? Masalah?”. Keris ngeyel.

“Masalah banget!”

“Terus Gw harus bilang uWoW sambil ngesot gitu?!” Keris makin ngeyel.

“Kampret!”

“Woiiiiii, berisik!!” Pekik Ki Woohyun yang merasa terganggu. Dia duduk di antara Keris dan Mbak Jessica Prima. Dan tentu saja mau tak mau bacotan mereka lewat dulu di telinga Ki Woohyun.

Sesuai perintah Nyonya Heechul, sekarang semua orang di ruang control room sudah kembali pada posisinya masing-masing. Mbak Jessica, Ki Woohyun, dan Keris Kawilarang sudah bersiap di depan monitor untuk mengomentari peserta uji nyali.

“Ki Woohyun, waktu uji nyali sebentar lagi akan selesai. Menurut Ki Woohyun bagaimana keadaan di lokasi uji nyali sekarang?” Tanya Keris Kawilarang yang sudah kembali ke profesinya sebagai pembawa acara.

“Wow fantastic baby!” Ujarnya takjub.

“Heee,” Gumam Keris bingung.

Ki Woohyun melanjutkan, “Sampai saat ini peserta cenderung mendengar suara-suara dari arah pintu. Padahal kalau Dia lebih peka, sebenernya Ia bisa melihat sosok yang ada di ruangan itu.” Ungkap Ki Woohyun Lewu.

“Sebenernya sosok apa saja yang ada di ruangan itu?” Tanya Keris.

“Banyak. Mulai kunkun, tuyul, genderuwo, hingga pocong ada disana. Jawab Ki Woohyun.

“….. Iya dan asal Mas Keris tahu aja ya. Sepertinya ada makhluk lain yang auranya lebih berat dan suram, bahkan sepertinya lebih kuat dari Pocong yang membuat peserta pertama kita menyerah!” Sambung Mbak Jessica.

“Gak nanya tapi!” Acuh Keris.

“Sompret!” Geram Mbak Jessica.

“Ok deh sekarang nanya. Kalau dilihat secara mental, Aura peserta sendiri seperti apa?”

“Kalau secara aura sendiri, warna aura dasar peserta sebenernya adalah hijau. Mungkin karena Dia sudah merasa cemas, auranya sudah memudar menjadi warna cokelat.” Mbak Jessica menjelaskan teori tentang aura. Dan bisa di pastiin, Keris beserta semua orang di control room, atau bahkan penonton di rumah gak ada yang ngerti dengan apa yang di omongin Mbak Jessica Prima tentang teori auranya.

“Ya pokonya gitulah ya Mbak!” Potong Keris yang tidak ingin paginya yang indah ini ternoda dengan ceramahan Mbak Jessica Prima yang bikin ngantuk.

“Tapi Aku belum selesei ngomong!” Protes Mbak Jessica.

“Gak usah panjang-panjang Jess. Aku yakin pemirsa di rumah udah ngerti kok dengan apa yang Kamu omongin tadi! Sergah Keris.

“Iya, bener itu.” Ki Woohyun yang juga gak ngerti dengan bacotan Mbak Jess setuju dengan saran Keris.

“Iya lagian kan durasinya pendek hehehe” Keris berkilah. Sementara Mbak Jess hanya bisa melenguh pasrah.

Padahal Dia udah capek-capek nyalon di jhony andrean biar kelihatan kece pas depan kamera. Tapi sekarang, bahkan gak nyampe semenit Dia di sorot kamera.

Author Pov End

***

Hyorin Pov

Duhhhh, sumpah ya dari tadi tuh bulu ketek ku merinding banget. Tiap ada suara benda jatuh atau suara cewe ketawa jantung ku tuh deg deg-an gak karuan. Rasanya tuh kaya lagi di suruh ngumpulin PR matematika ama pa dadang, tapi Aku nya belum ngerjain.

Tadi aja Aku denger kaya ada suara orang ketawa terbahak-bahak. Kayanya sih suara genderuwo gitu. Beuh dadaku langsung dag dig dug. Bahkang saking kencangnya detak jantungku, rasanya seperti ‘melon’ ini akan terjatuh dari tangkainya. (?)

Entah sudah berapa lama Aku diam disini. Suasana pun masih gelap gulita, hanya ada sebatang lilin yang sedikit lagi juga abis. Doh, jangan sampe deh tuh lilin abis duluan.

“Hohohohohohoho…….. ”

Tiba-tiba sebuah suara yang berat menggema di ruangan ini.

“Astoge, ada suara deheman keras sekali. Asalnya seperti dari bagian pojok kanan!” Kataku. Yahh, kedengerannya Aku emang kaya orang gila yang ngomong sendiri. Tapi da kata si Mas pembawa acara tadi kalau ada aktivitas gaib suruh di ceritain.

Ku arahkan lilin ini ke sudut ruangan dimana suara berat tadi terdengar. Please jangan ada penampakan lah. Aku belum siap nih.

Lagian tinggal bentar lagi nih waktu uji nyalinya. Jadi please para setan jangan muncul dulu ya.

“Maaf ya Saya tidak bermaksud mengganggu. Saya hanya numpang duduk aja kok” Kataku entah pada siapa. Tapi Aku yakin para makhluk gaib di ruangan ini pasti bisa mendengarnya. Yahh mudah-mudahan merek ngerti dan gak ngeganggu lagi.

Sumpah, sebenernya Aku tuh penakut bingit. Ikut uji nyali aja terpaksa. Ini aja dari awal dateng ke tempat ini perasaanku udah gak enak. Rasa was-was menyelimuti melon ku ehhh hatiku sedari tadi.

“Srekkkk…… srekkkkkk….. srekkkkkkk……”

Aku mendengar sebuah suara kaki yang di seret. Entah hanya perasaanku saja atau bukan. Tapi suaranua semakin lama semakin dekat.

Sempat terbesit untukku menoleh ke arah suara itu. Tapi perasaan ragu hinggap di melon ku ehhhh dada ku. Aku belum siap kalau misalnya pas Aku noleh ternyata ada sosok susuatu di sana. Doh, bisa jantungan ngedadak nih.

“Sreghhhhh…….. ”

Suara itu semakin mendekat. Mungkin tinggal beberapa langkah di belakang ku. Ya umpan, kok suasananya jadi surem gini sih.

Rasa dingin yang amat sangat berhembus di tengkukku, membuat ku kebelet pipis.

Nafasku semakin berat. Sulit sekali rasanya untuk bernafas. Rasanya tuh seperti hawa kehidupanmu lagi di sedot ama dementor.

Masalahnya, ngapain juga dementor nyasar ke cikijing. Salah gaul banget sumpah hihihihiihi

“Hmmmmmm,,,,, ”

Aku menghela nafas dengan berat. Dengan Ke Dua tangan terlipat di atas dada Aku mulai memberanikan diri untuk menoleh. Errrr…. sebenernya sih gak berani juga ya. Tapi ya mau gimana lagi. Kalau gak di cetar (?) tu setan pasti bakal terus ngeganggu.

Dalam remang-remang cahaya lilin yang mulai redup ujung mataku menangkap sesuatu di belakang ku. Awalnya ku pikir itu hanyalah sebuah bayangan. Namun semakin kuperhatikan, itu bukanlah sebuah bayangan, melainkan sesosok makhluk.

“Oh my god!” Sebuah pekikan terucap dari bibirku yang sexy ini.

Mata ku tertuju pada sesosok makhluk yang tengah tertunduk di lantai. Sosok itu mengenakan baju suster berwarna putih cemerlang seputih baju-baju yang di cuci pake so klin sekali kucek.

Dengan rambut yang menutupi wajahnya, Sosok itu mencengkeram pergelangan kaki ku yang sedikit panuan ini dengan tangannya yang sangat pucat itu. Pergelangan Kaki ku terasa gatel ketika kuku-kuku tu setan yang kayanya abis pedi menikyur itu melingkar di kaki ku. Doh, antara geli ama pengen nendang ni setan huhuhuhu

Aku pura-pura gak liat tuh setan. Siapa tahu dengan Aku pura-pura gak sadar tu setan bakal pergi. Sesekali Aku melirik tu setan. Sebenernya sih gak serem-serem amat. Aku malah pengen ketawa ketika ngeliat perut tu setan yang buncit. Ya udin pasti semasa idupnya tu setan sering makan duit haram jadi pas mati perutnya buncit hihhihihi

Duh udah jam berapa sih sekarang? Kok kayanya lama banget. Aku udah gak tahan nih. Di colek setan kaya gini malah bikin Aku pengen pipis, huh.

Aku sedikit menoleh ke arah belakang. Ya udin, kirain setannya udah gak ada. Eh ternyata masih nongkrong di belakangku.

”Di belakangku ada perempuan ngesot gitu deh. Bajunya lusuh en kampungan gitu. Dari tadi kaya memperhatiin Aku gitu deh.” Ujarku pada kamera.

Tadinya Aku hampir lupa kalau Aku harus menceritakan semua interaksi gaib yang ada disini. Kalau nggak, bisa-bisa Aku didiskualifikasi, terus gak dapet duit deh. Kalau gak dapet duit, ntar sapa yang bayarin nasi gorengku huhu

Ya umpan, mbak setan cepet pergi dong. Gak capek apa nongkrong di situ, hah.

Oke, Hyorin. Dalam situasi seperti ini Kau harus tetap tenang, demi 1juta rupiah nih.

Aku berjongkok di hadapan lilin yang udah hampir mati. Duh, mana kebelet banget. Gak lucu deh kalau Aku pipis di sini. Satu indonesia nonton, harga pasaran ku sebagai cewek bisa turun nih huhu

Ku hadapkan telapak tanganku ini pada lilin. Lumayan bikin anget dikit. Aku menoleh ke belakang, setan itu udah gak ada.

Aku tersenyum puas. Nyerah juga tu setan kekeke

Namun saat Aku berbalik, mataku terbelalak ketika melihat setan yang kupikir sudah pergi tiba-tiba ada di hadapanku. Bayangin woi, berhadapan langsung dengan setan tu rasanya cetar badai membahana.

Di dalam temaramnya cahaya lilin, Aku bisa melihat matanya di balik rambut yang menutupi wajahnya, begitu tajam dan errr menyeramkan.

”Kyaaa……..” Pekikku yang tak bisa menyembunyikan keterkejutanku.

Aku sedikit terjungkal ke belakang saking kagetnya, membuat pantat semokku jatuh terduduk di lantai.

Setan suster ngesot itu menatapku. Kepalanya bergerak-gerak seolah-olah tengah mengawasiku.

Oke, ini agak sedikit akward moment untukku. Pada dasarnya Aku takut pada setan yang tiba-tiba mangkal di depanku ini. Tapi di sisi lain, Aku penasaran tu suster ngesot nyalon dimana? Secara rambutnya hitam berkilau dan terlihat lembut.

”Pake rejoice yang iklannya alysa soebandono itu loh!” Ujar suster ngesot itu tiba-tiba seolah-olah Dia tahu apa yang ku pikirkan.

Aku menelan ludah. Wait? Jangan bilang kalau tu setan bisa membaca apa yang ku pikirkan.

”Tentu saja bisa. Sungyeol ngesot gitu loh!” Ujar setan itu dengan bangga sambil menggulung-gulung poninya dengan jari.

Dasar setan genit, pikirku.

558485_272218099557476_332009668_n

“Hey, Aku bisa dengar apa yang Kau pikirkan!” Protesnya.

Ups, Aku lupa. Mudah-mudahan Dia gak marah terus nyekek leherku yang mulus ini dengan kukunya yang panjang dan tajam itu. Kasian, apa di dunia setan gak ada gunting kuku ya? Ckckck

”Ampun mbah…. Ampun!”

”Gw cekek nih!” Gertaknya sembari memamerkan kukunya yang tajam.

”Oh no! Please, jangan nodain Aku!” Lirihku.

”Iyuwh, sapa juga yang mau nodain situ. Amit-amit jabang babi deh!”

Asem, tu setan songong to the max banget. Oya, ngomong-ngomong udah berapa lama ya Aku ikut uji nyali. Perasaan cuman setengah malem aja deh, tapi kok rasanya lama amat ya. Capek Aku, pengen cepet-cepet pulang ke kostan. Eneg Aku liat muka tu setan lama-lama. Menjijikan banget ampe pengen muntah tomcat rasanya.

Tiba-tiba Setan itu mulai bergerak secara perlahan ke arahku. Dengan sebagian wajahnya yang tertutup rambut, Dia bergerak maju dengan di tumpu oleh ke dua tangannya yang panjang dengan kulit terkelupas di beberapa bagian.

”Errr…. Heh, setan. Mending Lo gak usah deket-deket deh!” Kataku mengingatkan.

Tu setan tidak menggubris peringatan yang ku ucapkan. Dia malah semakin bergerak maju sambil ngesot ke arahku. Aku semakin takut. Dada ku berdetak kencang, rasanya ampe tumpeh tumpeh deh.

Aku semakin takut dan tak tahu arah jalan pulang. Ku lirik kiri kananku, mencari cara agar Aku bisa membuat setan ngesot itu menjauh, tapi nihi. Aku gak dapat ide.

Saat setan itu semakin mendekat, Aku sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Hingga pada akhirnya, kejadian yang ku takutkan pun terjadi.

“Ngikkkkkkk……… ”

Aku menutup rapat-rapat telingaku ketika mendengar sebuah teriakkan yang memekikkan gendang telingaku. Di depanku, setan ngesot itu tampak memekik saking terkejutnya. kenapa tidak, ketika Dia hendak menghampiriku, ujung rambutnya yang menjuntai mengenai ujung lilin sehingga membuat rambutnya sedikit terbakar. Mampu, suruh siapa deket-deket. Udah di bilangin dari tadi ngeyel sih, batinku merasa puas.

Tiba-tiba setan itu mendongakkan kepalanya ke arahku. Sorot matanya lebih tajam dari sebelumnya. Aura kegelapan langsung meliputi ruangan ini. Alamak, sepertinya Dia marah padaku.

“Errr…….. ” Setan itu menggeram menahan amarah.

Ulala, Apa yang harus kulakukan? Sepertinya setan itu bener-bener marah padaku. Bagaimana ini? Oh nooo…. Ohhh yesss….. Ohh yeah……

Aku tak menyadari ketika tiba-tiba setan ngesot itu sudah ada di hadapanku. Ya, sangat sangat dekat. Mungkin hanya berjarak 5cm saja. Aku bahkan bisa mencium bau badannya yang amis itu. Iyuwhh ni setan gak pernah pake deodorant ya, Bau pake banget.

Aku menelan ludah saking tegangnya. Tubuhku terasa lemas, membuatku tidak bisa menghindar darinya, damn. Ke dua bola matanya yang hitam menatapku penuh amarah. Sambil pamer gigi pepsodent, Ia mulai mendekatkan wajahnya seolah-olah ingin mencabik-cabik atau setidaknya menelan diriku hidup-hidup.

Aku tak tahan lagi. Ciyus deh, Aku udah bener-bener gak tahan…. Nyium bau keteknya yang asem. Aku menutup mataku, pasrah.

1 detik…

2 detik…

3 detik….

Aku menunggu apa yang akan terjadi padaku. Tapi setelah menunggu, tidak terjadi apa-apa padaku. Ku beranikan diri untuk membuka mataku.

Silau….

Lampu ruangan sudah menyala dengan terang. Beberapa orang tampak mengerubungiku. Tak jelas, Aku pun beberapa kali mengerjapkan mata yang belum terbiasa dengan sorot cahaya yang tiba-tiba menembus retina mataku.

Aku bisa melihat mas-mas pembawa acara yang kece, Kris Kawilarang sedang mengulurkan tangannya padaku, sementara beberapa orang lain seperti Mbak Jessica prima, Ki Woohyun Lewu, dan beberapa Crew Masih Dunia Seungwon tampak di khawatir di belakang Mas Kris.

Dengan bantuan Keris, Aku bangkit dan berdiri. Tak di sangka ternyata tubuhku sudah penuh dengan keringat dingin, lumayan membuatku jadi lebih sekseh hihihi

Hyorin Pov End

Author POV

Mbak Jessica menyodorkan sebotol aqua pada Hyorin yang tampak ketakutan. Sementara Ki Woohyun melayang-layangkan tangannya di sekitar tubuh Hyorin, entah apa yang tengah di lakukannya, tapi itu terlihat membuatnya kaya orang gak ada kerjaan aja.

”Mbak Hyorin, uji nyali malam ini telah selesai. Dan Anda berhasil melewati uji nyali ini dengan dramatis. Sebelum kita kembali ke ruang control, bisa ceritakan apa yang sudah Anda alami selama uji nyali ini?” Tanya Keris.

”Woh dari tadi Aku di gangguin ama suster ngesot loh!” Ujar Hyorin bangga.

”Oh yeahh…. Ciyus? Miapah? Enelan?” Sindir Mbak Jessica dengan gaya so imut.

“Migoreng special kari!” Cibir Hyorin dengan nada jengkel.

“Ki Woohyun, peserta kita mengaku di ganggu suster ngesot. menurut penerawangan Aki sendiri bagaimana?” Keris melempar pertanyaan pada Ki Woohyun yang sedari tadi asyik menerawang punggung Hyorin. Dasar cabul, pikir keris.

Merasa namanya di panggil, Ki Woohyun pun langsung bergegas maju agar mukanya ke sorot kamera. Kemudian dengan lagaknya yang so tahu, Diapun menjawab, “Iyah benar!”

Hening………..

“Udah gitu doang?” Tanya Keris tak percaya.

“Iya emang bener kok apa yang di katakan Mbak hyorin tadi!” Jawab ki Woohyun dengan watados alias wajah tanpa dosa.

“Wow, Jawaban yang emejing!” Sergah Mbak jessica yang di sambut dengan anggukan stuju oleh Hyorin.

”Why? Ada yang salah?” Bingung Ki Woohyun.

”Seterah situ aja lah!” Kata Keris ketus.

Mungkin di benaknya Keris bepikir, enak banget ya Ki Woohyun, di bayar gede tapi ngomong cuman seuprit, makan gaji buta tuh, pikir Keris.

”Kalau menurut Mba Jessica prima, aura peserta kita ini seperti apa?” Tanya Keris yang mengacuhkan Ki Woohyun yang kini tengah menerawang punggung Hyorin, lagi. Cabul!

Mbak Jessica prima mengibaskan rambutnya yang berkilau dan tentu saja jambul jembatan cikijingnya. Dengan senyum sumringah, Mbak Jessica sudah bersiap di depan kamera. ”Jadi begini ya-”

”Oke, cut. Semua kembali ke control room!”

Sang produser memotong ucapan Mbak Jessica dan memerintahkan semua orang untuk kembali ke control room.

”Woi, Gw belon ngomong nih!” Protes Mbak Jessica gak terima.

”Durasi Jess, durasi. Ini aja udah terlalu lama, bayangin aja mana ada uji nyali ampe jam 5 subuh.” Ungkap sang produser.

Gila, pantes aja rasanya lama amat. Uji nyalinya ampe jam 5 toh, pikir Hyorin yang tak sengaja mendengar ucapan Bu produser.

”Ta-Tapi…. ”

”Gak ada tapi-tapian, Jess!” Ujar produser yang langsung ngeloyor pergi.

”Hihihihi……” Keris dan Ki Woohyun cekikikan melihat Mbak Jessica prima yang kini ngedumel gak jelas.

”Apa Lo ketawa-ketawa? Mau Gw santet, hah?” Rutuk Mbak Jessica kesal.

Karena masih ingin idup lama, Ki Woohyun dan Keris pun langsung ngacir meninggalkan Mbak Jessica yang masih manyun.

***

Malam ke 2

Suasa malam ini tak kalah mencekam dari malam sebelumnya. Kepulan-kepulan asap tipis tampak terlihat, membuat jarak pandang setiap orang menjadi terbatas. Entahlah, sepertinya tukang sate lagi laris manis malam ini, mengingat banyaknya kepulan asap di tengah malam yang sunyi ini.

Dari kejauhan, sayup-sayup terdengar lolongan anjing yang ke lindes truk sampah. Entahlah, pastinya suara-suara misterius itu menambah kengerian setiap orang yang mendengarnya malam ini.

Masih di lokasi yang sama, malam ini makhluk-makhluk gaib yang ngakunya gahol udah pada ngumpul. Geng kuntilanak tampak sedang ngocok arisan di sudut ruangan, sementara kumpulan genderuwo yang bau badan tampak sedang maen gapleh di sisi lain.

Beberapa tuyul boncel berlarian hilir mudik di dalam ruangan, sesekali mereka menggangu tante kunti dan om genderuwo. Wewe gombel, satu-satunya setan yang gak punya geng di sini. Aneh memang, melihat melonya yang tumpeh-tumpeh, seharusnya Ia mendapatkan sebuah geng. Namun sayang, tak ada yang menyukainya, karena sering di bully ama geng kunti yang iri dengan kemontokan melonya, wewe gombel pun memutuskan untuk bersolo karir.

Seperti malam sebelumnya, ketua Geng gedung bagian barat, Sungcong sudah stand by di ruangan ini. Sungcong merupakan setan sejenis pocong, kali ini kostumnya berbeda dengan kemarin, dengan kain kafan berwarna putih dengan tulisan ‘Damn, I Love Seungwon’ Dia terlihat percaya diri di salah satu pojok ruangan. Di temani beberapa dayang pocong, Sungcong tampak antusias memperhatikan rekannya, Sungyeol ngesot sedang main angry bird di depannya.

Sungyeol ngesot, merupakan setan sejenis suster ngesot. Sungyeol ngesot ini merupakan Ketua geng gedung bagian timur, sehingga baik dari segi kekuatan magis dan jabatan, Dia setara dengan Sungcong.

Sungyeol ngesot itu adalah setan yang kemarin malam menggoda Hyorin, si melon tumpeh-tumpeh. Dengan rambut panjang dan baju suster yang putih cemerlang Dia siap mengguncang cikijing. #ea

“Yeollie Hyung, Aku boleh tanya sesuatu gak?” Tiba-tiba Sungcong bertanya.

“Ne, tanya saja!” Ujar Sungyeol yang masih asyik maen angry bird di ipadnya. Aneh, setan kok punya ipad. Gaul amat yak ._.

Sungcong bingung, Dia ingin berjongkok agar bisa lebih nyaman ngobrol dengan Sungyeol ngesot, tapi Dia takut jika Ia jongkok, kain kapannya bisa robek. Ingin menunduk, tapi tangannya terbungkus kain kafan, kalau oleng kan gak ada yang bisa di jadiin tumpuannya. Duh, nelangsa banget sih jadi pocong, pikirnya.

“Mau ngomong apa sih? Lama amat!” Ujar Sungyeol.

“Err, Hyung berdiri bentar dong. Aku mau bisikin sesuatu!” Katanya.

“Doh, Sungcong. Kau kan tahu Aku tuh Suster ngesot. Boro-boro berdiri, jongkok aja susah!” Sergah Sungyeol.

Hening, di saat seperti inilah mereka menyesal menjadi sesosok setan. Mau ngapa-ngapain serba susah. Anda saja ketika mereka mati ada pilihan untuk menjadi setan apa yang mereka mau.

“Hyung, Kau tu cewek atau cowok sih?”

“Cowoklah!” Protes Sungyeol.

“Terus ngapa jadi Suster ngesot?” Sergah Sungcong.

“Justru itu, Cong. Aku juga gak tahu, kenapa Aku jadi Suster ngesot, padahal kan Aku tuh cowok!” Lirih Sungyeol meratapi nasibnya yang malang itu.

“Lah, emang waktu masih idup, Hyung kerja jadi apa? Suster?”

“Bukan!”

“Terus apa?”

“Dokter!”

“Ohh pantes aja Hyung. Mungkin karena gak ada setan Dokter ngesot, makanya pas pemilihan jadi setan, Hyung di masukin jadi grup suster ngesot wkwkkwk” Ungkap Sungcong.

“Asem!” Dumel Sungyeol keki.

Tiba-tiba saat mereka tengah asyik mengobrol, pintu ruangan terbuka lebar. Sorot lampu langsung menyeruak ke seluruh sudut ruangan. Para penghuni pun menghentikan aktivitas mereka masing-masing, para tuyul yang sedari tadi bermain, berlarian di sekitar ruangan hingga akhirnya berhenti di sudut-sudut ruangan.

Malam ini, Tim masih dunia seungwon kembali lagi. Seperti halnya malam pertama, Keris kawilarang sebagai pembawa acara memandu Mbak Jessica Prima, sang ahli aura, dan Ki Woohyun Lewu ahli spiritual memasuki ruangan.

Selama Keris Kawilarang dan yang lainnya sedang membuka acara, Sungyeol ngesot dan Sungcong tak bergeming dengan kehadiran mereka. keduanya masih asyik dengan Ipadnya, menurut mereka manusia-manusia ini tidak terlalu menarik perhatian mereka. Kemarin saja, ke dua peserta uji nyali tidak membuat kesan mendalam bagi para setan disini, terlalu mudah di takut-takuti, cemen.

Namun mata mereka tiba-tiba teralihkan ketika sesosok namja tampan mirip seungwon memasuki ruangan. Sungyeol bahkan sampai melempar ipadnya.

“Cong, apa Kau merasakan aura yang beda dari pria itu?” Tanya Sungyeol.

“Hmm! Sesuatu banget auranya, Hyung!” Ujar Sungyeol penuh selidik.

“Kekeke,,,, Sepertinya malam ini cukup menantang, Cong!”

“Tapi Hyung, Aku takut aura pria yang seperti ini bisa mebuatnya datang!” Cemasnya.

“Iya sih, Dia pasti bakal datang karena merasakan aura pemuda itu. Tapi ya sudahlah, sebelum Dia datang mari kita nikmati dulu malam ini kekekekekeke”

***

Seperti malam sebelumnya, peserta di tinggalkan sendiri di tempat uji nyali dengan keadaan gelap. Tim masih dunia seungwon hanya menyediakan sebatang lilin dan beberapa cemilan untuk peserta. Kim Myungsoo, seorang pemuda yang pada malam ini memberanikan diri untuk mengikuti uji nyali. Dek Myungsoo ini cukup tampan untuk anak se usianya sekarang, cukup ya!

Orang-orang yang melihatnya mungkin akan mengenalinya sebagai Seungwon, adik kembarnya yang tak kalah tampan rupawan. Oke ralat, bukan tak kalah rupawan ya, tapi memang seungwon ini jauh lebih tampan dari kakaknya, Myungsoo. #Di santet inspirit😄

Seperti halnya peserta-peserta uji nyali pada umumnya, bermodalkan cahaya lilin yang temaram, Myungsoo berjalan-jalan di sekitar lokasi uji nyali. Dia berjalan dari satu sudut ruangan ke sudut ruangan yang lainnya. Mungkin penonton di rumah hanya melihat Myungsoo, peserta uji nyali kali hanya hilir mudik di sekitar ruangan.

Tapi sebenarnya, Myungsoo ini sedang berjalan-jalan di kerumunan setan yang tengah ajib-ajib. Sesekali Dia menabrak beberapa tuyul yang sedang berkumpul dengan koloninya, Myungsoo sendiri pastinya tidak akan merasakan apa-apa, mungkin Ia hanya sekedar merasakan angin sepoi-sepoi dingin yang tak biasa menerpa tubuhnya.

“Hyung, Kok Dia santai amat ya. Gak kelihatan takut gitu,” Tanya Sungcong yang diam-diam memperhatikan gerak-gerik Myungsoo.

Sungyeol yang tengah mencari Ipad yang di lemparnya tadi pun mulai tertarik dengan apa yang di katakan Sungcong, “Hmm, Iya yah biasanya peserta lain tuh ketakutan meskipun gak kita apa-apain. Tapi kok Dia nyantei aja ya?”

“Nah, maka dari itu Hyung, sesuatu banget kan?” Keukeuh Sungcong.

“Iya Cong, dari awal Dia masuk ruangan ini, Hyung udah gak suka ama Dia. Auranya itu loh, ck terasa…. ”

“Terasa membuat kita panas ya, Hyung?” Tebak Sungcong.

“Eoh? Jadi Kamu merasakannya juga? Kirain cuman Aku aja yang merasa hari ini cukup panas.”

“Hmm, Piringku mengatakan pemuda ini harus di waspadai, Hyung!” Kata Sungcong.

“Hah, Piring?” Tanya Sungyeol bingung.

“Perasaan, Hyung!”

“Itu Feelling, Pabo!”

“Eoh, udah berubah yah?”

“Dari zaman nenek lo perawan juga emang gak pernah berubah kali, Cong!” Rutuk Sungyeol jengkel, sementara Sungcong hanya terkekeh malu.

Mereka pun kembali memperhatikan peserta uji nyali, Kim Myungsoo. Setiap gerak-geriknya mereka perhatikan tanpa melepaskan pandangannya dari Myungsoo. Akhirnya, Sungyeol ngesot dan Sungcong berinisiatif untuk menguji nyali sang peserta ini. Tadinya mereka ingin mengutus para setan-setan kroco di ruangan itu, namun siapa sangka ternyata mereka berani menolak 2 setan dedengkot gedung ini, Sungyeol ngesot dan Sungcong.

Sungyeol dan Sungcong pun tidak mempersalahkan para kroco-kroconya yang menolak perintahnya. Mereka sadar kalau para kroco-kroco ini bukan tandingan dari seorang Kim Myungsoo. Maka dari itu mereka pun langsung turun tangan sendiri untuk mengatasi Myungsoo.

Sungcong mengawali misi yang di namakan ‘Misi membuat Myungsoo nyerah’ ini. Dia melompat-melompat seperti seekor kelinci yang sedang di kejar seekor guguk. “Utekkkk….. Utekkkk…. Utekkkk…. ” Begitulah bunyinya.

Dan pertempuran antara setan dengan manusia pun tak terelakan lagi………

***

“Duarr…. Duarr…. ”

Letupan demi letupan terdengar nyaring di tempat uji nyali. Ruangan yang tertutup membuat suara-suara letupan itu menggema ke seluruh penjuru gedung bekas rumah sakit ini.

Di dalam ruangan, para setan-setan tengah berlarian menyelamatkan diri. Ya, menyelamatkan diri dari amukan jurus-jurus yang di keluarkan Sungyeol ngesot dan Sungcong tehadap Myungsoo.

“Cong, kenapa gak bilang sih kalau tu orang bisa lihat kita!” Pekik Sungyeol ngesot sambil ngesot sana sini menghindari dari jurus-jurus yang di lancarkan Myungsoo.

“Meneketehe, Hyung. Aku juga gak tahu kalau ternyata Dia punya ilmu perdukunan!” Sergah Sungcong seraya loncat kiri kanan.

Tanpa terduga-duga ternyata Sungyeol ngesot dan Sungcong kewalahan menghadapi Myungsoo. Tiada yang menyangka juga kalau ternyata Myungsoo bukanlah orang biasa. Dia mampu melihat keberadaan mereka dan parahnya mempunyai jurus-jurus pamungkas yang bisa membuat Sungyeol dan Sungcong kewalahan.

“Hahahahahahahaha……….. Myungsoo di lawan. Rasakan nih!”

Tawa Myungsoo menggelegar di seluruh penjuru ruangan penuh kemenangan. Sesekali dari kedua tangannya meluncur bola-bola api yang menyerang Sungyeol ngesot dan Sungcong. Entah sudah berapa kali mereka terkena bola-bola api milik Myungsoo.

“Awas Hyung!” Jerit Sungcong, seraya melompat ke hadapan Sungyeol.

“Cetarrrr…….. ”

Tubuh Sungcong menahan bola api yang meluncur cepat ke arah Sungyeol, sehingga membuat jatuh tersungkur di hadapan Sungyeol.

“Akhh…. ” Pekiknya.

“Sungcong……… ” Sungyeol berteriak seraya ngesot-ngesot ke arah Sungcong tergeletak lemah.

“Sotttt…… Ngesottttt….. ngesotttt…. sotttttt…….. ” begitulah bunyinya ketika Sungyeol berngesot-ngesot ria menghampiri Sungcong.

Sungyeol menggenggam tangan Sungcong. Oke ralat, Sungcong kan tangannya di bungkus kaen kafan jadi gak bisa di pegang hihihihihihi. Sungyeol menatap Sungcong khawatir.

“Ngikkkk….. Ngikkkk…… ” Lirih Sungcong kesakitan.

“Kau tidak apa-apa, Cong?” Tanya Sungyeol khawatir.

“Gak apa-apa gundulmu, Hyung. Jelas apa-apalah, nyeri nih nyeriii!” Sewot Sungcong.

“Gak usah lebay deh. Cuman kena bola api doang mah gak ada apa-apanya kali,” Ujar Sungyeol.

“Astagfirullah, Hyung. Gak ada apa-apanya dari hongkong, hah. Nih lihat kaen kafan ku ampe compang camping kaya gini. Hyung tahu berapa harga kaen kapan ini, hah?!”

“Uhmm, serebuan semeter kan.” Dengan enteng Sungyeol menjawab.

“Asem, ni kaen kafan mahal tahu, Sejuta per meter!” Protes Sungcong tak terima.

“Buset mahal amat. Di kampung Gw dulu, kaen kafan nih gratis dari mesjid malah.” Ujar Sungyeol kagum.

“Seterah Lo aja deh, Hyung!” Rutuk Sungcong kesal.

”Woi, pada mau berantem gak nih. Kok malah ngomongin harga kaen kafan sih!” Protes Myungsoo yang merasa kehadirannya gak di anggep.

”Bacot Lo Soo. Gak bisa liat orang lagi seneng aja.” Omel Sungyeol.

Kesal, Myungsoo pun melancarkan jurusnya lagi. Sebuah bola api keluar melayang-layang di atas telapak tanganya, lebih besar dan lebih membara.

”Syuhhh…….. ”

Dengan sekali tebas, bola api itu meluncur bebas ke arah Sungyeol.

Sungyeol tak dapat menghindari bola api kiriman si Usoo. Yang Dia bisa lakukan hanyalah bertahan. Sungyeol mengibaskan rambutnya saat bola api itu menghampirinya.

Berhasil, bola api itu mental setelah di kibas oleh rambut rejoice Sungyeol ngesot.

Bagai senjata makan tuan, bola api itu berbalik dan menyerang Myungsoo. ”Cetarrr…..” Tubuh Myungsoo terhempas mundur hingga menabrak tembok.

Di pecundangi seperti itu membuat amarah Myungsoo memuncak. Kali ini Myungsoo mengerahkan semua tenaga dalamnya. Di lepasnya syal panjang yang melilit lehernya. Syal itu tiba-tiba bersinar, memancarkan cahaya keemasan setelah di mantrai oleh Myungsoo.

Dengan keadaan ala kadarnya, Sungyeol ngesot dan Sungcong bersiap menghadapi serangan kibasan syalnya yang cetar badai itu.

Myungsoo menghampiri Sungcong dan Sungyeol dengan cepatnya. Syalnya yang berkilauan di cetarkan pada tubuh 2 setan yang tak bisa berkutik. Ya anggap aja kaya pa ustad di acara 2 dunia trans 7 yang lagi ngepret-ngepret orang kesurupan pake sorban.

“Oahhh… Oahhh…. ”

Sungyeol ngesot dan Sungcong merintih kesakitan seiring dengan cetarran-cetarran yang di layangkang pada mereka. Seperti layaknya sebuah pertunjukan sirkus, Myungsoo tertawa terbahak-bahak, puas karena telah berhasil menyiksa makhluk err setan yang lemah.

“Akhhh… Ampoen DJ!” Racau Sungyeol.

Saat Myungsoo asyik menyiksa duo setan abal-abal ini. Sebuah cahaya berwarna hijau terang merangsek ke dalam ruangan. Mata Myungsoo mengawasi cahaya kehijaun yang tengah berputar-putar di sekitarnya.

“Aishh, apaan sih nih!” Rutuk Myungsoo kesal, seraya mengibas-ngibaskan tangannya seolah-olah sedang mengusir serangga.

Cahaya itu pun menghantam Myungsoo, hingga pada akhirnya melayang di sekitar Sungyeol dan Sungcong.

Cahaya itu mulai berpendar, membentuk sebuah bayangan tak kasat mata.

Mata Myungsoo mengawasinya dengan tatapan penuh curiga. Melihat cahaya kehijauan itu membuat darah kental menetes dari hidungnya, Myungsoo menyadari cahaya kehijauan itu bukanlah cahaya biasa.

“Terinting….. Krinting….. ”

Cahaya itu berubah menjadi sebuah wujud, seorang wanita. Dengan berpakaian layaknya seperti seorang putri keraton, wanita itu tampak cantik dan berkharisma.

”Akhirnya Dia datang, Hyung!” Gumam Sungcong.

”Hmm, kita aman sekarang!” Ujar Sungyeol.

Myungsoo bangkit seraya menyeringai, pada saat ini gak bisa di bedain mana setan mana manusia. “Akhirnya Kau datang juga. Aku sudah menantimu sedari tadi!” Ujar Myungsoo terkekeh-kekeh.

“Cih, Siapa Kau?! Berani-beraninya mengusik ketrentramman di daerah ku!” Geram Wanita itu.

“Hah, Aku? Kim Myungsoo. Anak tunggal dari dukun paling cetar badai membahana ulala, Kim Joko Stupid!” Jawabnya sinis.

Ahh, pantas saja Myungsoo bisa mengobrak-abrik tempat ini. Bahkan sampai bisa mengimbangi kekuatan Sungyeol ngesot dan Sungcong. Ternyata Dia anak Kim Joko Stupid, dukun yang terkenal itu toh, pantes aja.

“Heh, Kim Myungsoo. Apa maksudmu ngacak-ngacak daerahku, hah?!”

“Kekekeke, ternyata Kau memang seperti apa yang di bicarakan orang-orang yah, Nyi Roro Yoona Kidul, wahai penguasa pantai Cikijing!”

“Eoh? Emang orang bilang apa tentangku, hah. cepat katakan!”

“Cantik dan berkharisma, namun sayang galak ckckckck”

“Aishh, udah deh gak usah banyak cingcong, Soo. Katakan apa tujuanmu, hah?!”

Dengan tampak songongnya, Myungsoo pun menjelaskan maksud dan tujuannya, “Aku ke sini untuk mengambil mahkota berlianmu, wahai penguasa pantai Cikijing!” Ungkap Myungsoo seraya menunjuk mahkota bertahtakan berlian dengan bingkai mahkota berlapiskan emas 100 karatan itu.

Ya, Tujuan Myungsoo mengikuti uji nyali ini adalah mahkota berlian milik Nyi Roro Yoona Kidul. Mengikuti uji nyali, hanyalah kamuflase belaka. Dari awal, Dia hanya mengincar mahkota itu. Konon, barang siapa yang memiliki mahkota itu, kekuatannya akan berkali-kali lipat cetar badai ulala dan tak tertandingi sejagat raya ini.

Dan akhirnya, sekarang mahkota itu sudah ada di hadapannya. Yang harus di lakukannya sekarang hanyalah mengambilnya dari tangan Nyi Roro Yoona Kidu, sang penguasa pantai Cikijing.

Nyi Roro Yoona Kidul adalah sejenis setan cewe cantik tiada tiara. Dia merupakan penguasa pantai Cikijing, sekaligus ketua dari semua ketua geng-geng setan di gedung rumah sakit ini. Kekuatanya sungguh sangat badai sehingga setan manapun enggan untuk berurusan dengannya. Bahkan, pada awalnya Sungyeol ngesot dan Sungcong mencoba melawannya, tapi sayang dengan ilmu mereka yang masih cetek dan status mereka yang masih setan ababil, mereka dapat di tundukkan oleh Nyi Roro Yoona Kidul ampe ngejengkang.

404045_272230052889614_1303334673_n

”Cuih, Kau jangan bermimpi bisa merebut mahkotaku ini dengan mudah. Mahkota ini Aku dapatkan dari ajang kecantikan para setan, Miss setan universe.”

”Hao, ayo kita buktikan. Akan ku ambil mahkotamu itu, kidul!”

Namun ketika Myungsoo bersiap mengeluarkan jurus, pintu ruangan tiba-tiba terdobrak dari luar, sehingga membuat dirinya terpelanting dan hidungnya berdarah.

”Adaww…. ” Pekiknya.

Dari balik pintu, muncuk Keris, Ki Woohyun lewu, mba Jessica prima, dan beberapa crew. ”Eoh, Myungsoo, sedang apa Kau disana?” Tanya Keris melihat Myungsoo di belakang pintu sambil memegangi hidungnya yang berdarah.

”Aishh, kalian yang sedang apa. Maen dobrak-dobrak pintu aja, kalian pikir ini sinetron, hah?!” Rutuk Myungsoo kesal.

“Ups, ada orang yah, Sorry!” Ujar Keris tanpa rasa bersalah sedikitpun, sementara Myungsoo hanya bisa meringis.

Bagai sebuah sinetron, Keris Kawilarang. Ki Woohyun Lewu, Mbak jessica prima, dan crew masih dunia Seungwon, memandang ke arah Sungyeol ngesot dan Sungcong tengah duduk santai karena tugasnya udah selesai, kemudian mereka menatap Nyi Roro Yoona Kidul dengan penuh ketakutan seakan-akan bertemu dengan selingkuhannya Vouldemort.

“Kyaaaaaaaa……. ” Jerit mereka histeris.

“Heh, Keris, Kau bisa melihat mereka, hah?” Tanya Mbak Jessica.

“Umhh,, nggak sih.” Jawabnya singkat.

“Lah, Terus ngapain ikutan ngejerit?” Timpal Ki Woohyun Lewu.

“Biarin aja ah. Masa kalian ngejerit, Aku nggak? Bisa di bilang lemot entar ama reader!” Keris beralasan.

“Dafuq, terserah aja lah!” Gumam Ki Woohyun Lewu dan Mbak Jessica prima.

Mereka pun kembali menjerit histeris, bahkan beberapa crew langsung pergi sambil melempar kamera kemana-mana, doh rugi deh produsernya. Melihat ruangan yang penuh manusia menjerit histeris, setan-setan yang sedari tadi menonton pun dari balik jendela pun ikut histeris, ada yang berlarian masuk terus keluar lagi, ada juga crew yang di ikuti tuyul-tuyul hingga melompat keluar jendela, padahal ini lantai 10 loh. #Prayforcrew

“WOI WOI WOI! HELLOOOOOO, PLEASE DEH INI ADEGAN GW. KENAPA KALIAN PADA MUNCUL NGEDADAK GINI, HAH?!” Myungsoo berteriak membuat suasana menjadi hening, sementara semua orang dan setan menatapnya ngeri.

Takut di amuk anak KIM JOKO STUPID, semua orang dan setan kecuali Keris kawilarang, Ki Woohyun Lewu, dan Mbak Jessica prima semuanya pada ngacir keluar.

Suasana pun menjadi hening,

Sekarang head to head antara manusia dan setan pun tak terelakan lagi. Di kubu setan, ada Sungyeol ngesot dan Sungcong yang kekuatannya sudah pulih beserta Nyi Roro Yoona Kidul yang kekuatannya tak terbatas to the max.

Sementara di kubu manusia, ada Kim Myungsoo, anak dari dukun terkenal, Kim joko stupid, Ki Woohyun lewu, dukun paling terkenal seantero cikijing, Mbak jessica prima, ahli aura yang sebenernya gak jelas apa kemampuannya selain ngomong aura biru, merah, dll, dan terakhir ada Keris Kawilarang, pembawa acara yang tingginya kaya tiang listrik.

Pertempuran terjadi, di salah satu sudut ruangan dekat jendela, Sungcong melawan Ki Woohyun lewu. Sungcong yang kekuatannya sudah pulih mengeluarkan jurus tali pocong perjaka.

“Siyungggg………. ”

2 Ikat tali pocong perjaka melayang ke arah Ki Woohyun Lewu, kemudian mengikat tubuhnya dengan erat. Sungcong tersenyum puas, namun senyumnya tak bertahan lama saat Ki Woohyun Lewu dapat melepaskan diri dengan mudah.

“Cih, dasar setan. kau pikir Aku akan kalah hanya dengan tali pocong rombeng milikmu ini, hah?!” Cibir Ki Woohyun.

“Kurang ajar, rasakan nih jurusku yang lain. Sungcong Kick!” Pekik Sungcong, dirinya meloncat dengan kekuatan penuh, namun saking powerfullnya, kepala Sungcong malah nancep di atap ruangan. #PrayforSungcong

“Hhhhh……. ”

Ki Woohyun menghela nafas berat. Dirinya tak menyangka kalau dirinya akan menang dengan mudah, bahkan dirinya belum mengeluarkan satu juruspun.

“Gila belum juga ngeluarin jurus, tu setan dah keok sendiri. Padahal tadinya Aku mau pamer jurus ama para reader ckckckck” Gumam Ki Woohyun Lewu seraya menatap sedih Sungcong yang masih kokosehan di atas sana.

Di sudut lain, Sungyeol ngesot melawan Mbak Jessica Prima. Pertarungan mereka tak kalah sengit dengan pertarungan Sungcong dan Ki Woohyun Lewu. Kalau di lihat secara kasat mata, pertarungan ini terlihat tidak seimbang, Mbak Jessica sih enak berdiri sedangkan Sungyeol harus ngesot.

Emang sih, meskipun Mbak Jessica Prima berdiri, itu semua gak ngaruh, mengingat emang tinggi badannya yang pendek.

Tapi tetep aja ini gak adil buat Sungyeol ngesot, kalau sudah begini, Ia merasa dirinya terhina. Dia bagaikan seorang pembantu yang kerjaannya ngepel lantai. Doh, rugi banget deh, sehari aja Sungyeol harus ganti kostum setidaknya 5 kali.

”Kau pikir bisa mengalahkanku, hah?” Cibir Mbak Jessica.

”Tentu saja, Why not?” Jawab Sungyeol ngesot.

”Yakin bisa ngalahin Aku? Udah sana belajar ngerangkak dulu hahaha,”

”Kurang asem, situ pikir setan ngesot gak bisa apa-apa, hah. Ngaca dong, emang situ oke, jadi pembaca aura aja bangga!”

”Wah, songong banget Lo jadi setan.”

”Kalau iya emang kenapa? Masalah buat Lo, hah?” Ucap Sungyeol acuh, dengan nada sesonggong mungkin.

”Asem, dasar setan ngesot, Lo ngajak ribut, hah?!” Geram Mbak Jessica Prima.

”Siapa takut, hah? Sini kalau berani!” Tantang Sungyeol ngesot.

Alih-alih beradu jurus, mereka mengawali pertarungan ini dengan adu bacot. Mereka saling memaki hingga otot lehernya menegang. Dan demi kebaikan bikini bottom, beberapa makian di sensor agar tidak menyesatkan hehehe

Pertarungan sengit lainnya terjadi antara Nyi Roro Yoona Kidul dan Myungsoo. Jurus demi jurus mereka keluarkan, seperti jurus sendal dan asbak melayang milik Nyi Roro Yoona Kidul, hingga jurus beha terbang milik Myungsoo.

Sayangnya, serangan demi serangan dari lawannya dapat mereka hindari dengan mudah, menandakan kualitas kekuatan mereka yang cetar badai katrina membahana ulala.

”Heh, Kidul. Serahkan mahkotamu sekarang!” Ancam Myungsoo.

”Cih, rebut saja kalau bisa!” Ujar Nyi Roro Yoona Kidul, dia menghentakkan kakinya, membuat tubuhnya sedikit melayang di atas permukaan tanah.

Myungsoo yang merasa tertantang tak mau kalah. Dia pun menghentakkan kakinya, bagai filem-filem hongkong atau setidaknya kaya di film tutur tinular 2012, ia melayang menuju Nyi Roro Yoona Kidul.

Adu sikut pun tak terelakan, pertarungan cetar badai abad ini pun terjadi. Mulai dari saling menendang hingga saling tonjok menonjok ampe bonyok terjadi.

”HA! HA! HIYA! HUAPPP! HUOO!”

Jeritan-jeritan perjuangan terdengar kala mereka melayangkan pukulan demi pukulan yang terisikan tenaga dalam pada lawannya.

Pertarungan sengit ini membuat peluh mereka bercucuran, kewalahan karena telah menggunakan tenaga dalam secara berlebihan.

Tujuan mereka hanyalah satu, mahkota keramat bertahtakan berian swaroski. Beberapa kali mahkota itu dapat di rebut Myungsoo. Namun, dengan lihainya Nyi Roro Yoona Kidul mampu ngeles kaya bajak di kejar satpol pp.

Akan tetapi, berkat kegigihannya, Myungsoo mempunyai kesempatan untuk meraih mahkota itu. Ujung jarinya berhasil menyentuh mahkota itu, sehingga membuatnya terlepas dari kepala Nyi Roro Yoona Kidul.

”Woi, jangan biarkan mereka mendapatkan mahkotaku!” Perintah Nyi Roro Yoona Kidul pada Sungcong dan Sungyeol ngesot.

Sungcong yang sedari tadi sudah melepaskan kepalanya yang nyangkut di atap kembali meloncat saat melihat mahkot itu melayang ke arahnya.

Namun naas, saat Ia sudah meloncat dan hampir menangkap mahkota itu, Ia baru teringat sesuatu.

Bagaimana Dia harus menangkap mahkota itu, sementara tangannya terikat oleh kaen kafan?

Kesempatan ini pun tak di sia-siakan oleh Ki Woohyun Lewu. Dengan semangat 45, Ki Woohyun meloncat.

Pada pertarungan di udara ini, Ki Woohyun menabrak Sungcong dari bawah, sehingga membuatnya lagi-lagi harus nyangkut di atap.

”Hap,…” Ki Woohyun berhasil menangkap mahkota itu, seulas senyum tampak terpatri di bibirnya.

”Ini belom selesai, woi!”

Tiba-tiba, dengan jurus kodok loncat, Sungyeol ngesot meloncat dan menabrak Ki Woohyun Lewu.

Di berhasil memegang mahkota itu dari tangan Ki Woohyun. Namun, belum sempat Ia menariknya.

Seseorang menarik rambutnya sehingga membuatnya terhempas dengan keras ke permukaan lantai. Ki Woohyun yang kehilangan keseimbangan pun ikut terjatuh, karena posisi Sungyeol yang tadi merengkuh mahkota di tangannya dengan erat.

”Ya! Beraninya Kau menjambak rambutku, hah?!” Pekik Sungyeol pada Mbak Jessica prima yang tengah menjambak rambutnya.

”Lepasin mahkotanya dulu!” Perintah Mbak Jessica prima.

”Akhh…. Ogah. Lebih baik Aku mati dari pada harus melepaskannya!” Ujar Sungyeol.

”Dasar setan, lo udah mati kali. Mana bisa mati lagi, hah?!” Sindirnya.

Tak mau kalah, dengan tangan sebelahnya, Sungyeol menjambak rambut Mbak Jessica Prima yang menjuntai di hadapannya, sehingga tak pelak membuat Mbak Jessica Prima memekik kesakitan, ”Akhh, sakit woi!” Pekiknya.

Melihat perhatian Sungyeol yang teralihkan pada Mbak Jessi, membuat Ki Woohyun mencoba untuk melepaskan pegangan Sungyeol dari mahkota itu. Tapi percuma, nampaknya Sungyeol tak berniat menyerahkan mahkota itu dengan mudah.

”Iiih, lepasin ih. Ni rambut abis creambath di salon nih, entar rusak, woi!! Geram Mbak Jessica, sambil berusaha melepaskan jambakan Sungyeol.

”Peduli amat ah. Mau rusak kek, mau rontok kek, peduli amat. Ampe botak juga Aku gak peduli, hah!”

”Akhh….. ” Pekik Mbak Jessica prima.

Nyi Roro Yoona dan Myungsoo beradu pandang. Ini kesempatan terakhir, pikir mereka.

Mereka melompat, melayang dengan cepat ke arah Ki Woohyun Lewu yang sedang memperebutkan mahkota keramat itu dengan Sungyeol ngesot dan Mbak Jessica Prima.

Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk melayang ke arah Ki Woohyun Lewu Dkk. Namun naas, saat mereka sudah berkumpul dalam satu tempat, kejadian yang tidak di sangka-sangkapun terjadi.

”Brakkk….. ”

Sungcong terjatuh dari atap. Namun Ia tak sendirian, rangka-rangka atappun ikut runtuh dah terjatuh, menimpa tubuh-tubuh nista di bawahnya.

”Akhhh….. ” Jerit mereka saat tertimpa rangka atap yang berat-berat.

Saat semua orang tak mampu bergerak, mereka hanya bisa cengo saat melihat mahkota keramat bertahtakan berlian swaroski itu terlempar dan terlempar jauh. Hingga pada akhirnya, ”Tapp….. ”

Mahkota itu terjatuh tepat di atas kepala Keris Kawilarang yang sedang duduk di tengah ruangan sambil ngemil cemilan keripik tomcat balado yang di sediakan untuk peserta uji nyali.

Keris Kawilarang yang hanyalah manusia biasa yang terlalu ganteng, tidak menyadari ada sesuatu yang hinggap di atas kepalanya.

Karena gak bisa lihat makhluk gaib, sedari tadi Keris hanya melihat Myungsoo, Ki Woohyun Lewu, dan Mbak Jessica Prima terlihat berantem dan heboh sendiri kaya orang sedeng, sehingga Ia memutuskan untuk duduk menonton dan ngemil saja, lumayanlah, pikirnya.

Keris Kawilarang menoleh, karena merasa ada hawa yang berbeda di belakangnya. Entah apa yang terjadi, pemandangan di depannya ini membuatnya menelan ludah karena ngeri.

Ia merasa semua orang menatapnya dengan tatapan yang tak biasa seakan-akan semua orang di depannya ini sudah siap menelannya hidup-hidup.

*pray for Keris*

~ TAMAT ~

———————————————————————————————-

Seperti biasa ya, meskipun ceritanya aneh dan geje, di harapkan ninggalin jejaknya.

Gak usah banyak-banyak kok, cukup 10 paragraf haha

Kalau ada kritik dan saran bisa langsung chat chat with me (?)

TwitterFacebookDaftar ff Seungwon