Title : Fanny-ya || Genre : Romance || Author : HyunJae || Length : Ficlet[723 Words] || Rating : PG-15 ||  Main Cast : Cho Kyuhyun(Super Junior), Tiffany Hwang(SNSD)

.

.

FANNY-YA®2013

“Oppa, jangan lupa sore ini di tempat biasa.” Kyuhyun menghela nafas. Pesan dari Tiffany membuatnya kembali membayangkan, betapa berat yang akan dihadapi Tiffany.

— 16.40, Han River—

Angin berhembus pelan menerbangkan beberapa helai rambut Tiffany. Bersama dengan ingatannya yang terlintas di benaknya. 2 tahun yang lalu, Kyuhyun memeluknya dari belakang. Sama seperti sekarang, angin pelan yang mengangkat rambutnya. Saat itu Kyuhyun membisikkan kata yang jutaan kali ia ulang tiap malam. ‘Saranghanda’.

“Oppa!”

“Eo, Fanny-ya.” Senyum itu, senyum yang membuat Tiffany berpikir dua kali untuk melewatkannya begitu saja.

“Udah lama?”

“Ani, oppa.”

“Fanny-ya..” Tiffany menoleh. Lalu ia teringat sesuatu. Ia mengulurkan bungkusan hadiah.

“Seonmurida. Uri 2nd anniversary. Chukhahamnida, oppa!” serunya. Smiling eye.. batin Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum seraya meraih hadiah Fanny. Ia membukanya dan segera Tiffany menjelaskan hadiahnya.

“Ini harmonika buat oppa. Nado isseo. Saat aku merindukanmu, aku akan meniup harmonika ini, begitu juga denganmu. Sedikit banyak kuharap ini bisa membantu.”

“Gomawo, Fanny-ya.”

“Oppa! Ayo kita main bersama!” Kyuhyun mengangguk.

Dari sungai Han, harmoni itu terdengar mengiring matahari yang menuju ke Barat. Suaranya cukup merdu untuk menarik perhatian beberapa orang di sekitar sana, meski banyak yang tidak cukup peduli. Harmonika silver itu bergerak seirama memantulkan sinar sore.

“Fanny-ya, selamat 2 tahun hubungan kita.” Tiffany tersenyum lebar.

“Aku punya hadiah. Tidak tahu apa kau akan suka, tapi ini pasti yang terbaik.” Lanjut Kyuhyun. Tiffany berseri, dalam hatinya ia menebak semua benda yang mungkin Kyu berikan.

Kyuhyun memegang pundak Tiffany dengan kedua tangannya dan membalik tubuh itu. Tangan itu turun perlahan, menuju perut Tiffany. Awalnya ia geli, tapi karena Kyuhyun mengeratkan pelukannya, rasa geli itu hilang digantikan tanda tanya besar. Segala hal telah muncul di kepala Tiffany dari yang gila sampai yang membuat ia malu hingga merona sendiri. Cukup lama bagi Tiffany yang tidak sabar menanti tingkah kekasihnya itu sampai ia mulai bergerak lagi.

Kepala Kyuhyun bergerak menyejajarkan dengan kepala Tiffany. Ia memajukan kepalanya dan dengan nafasnya ia memanggil Tiffany.

“Fanny-ya..”

“Mianhajiman, uriga heojiga geurae..” Tiffany tersentak.

“Oppa wae..?” lirihnya. Ia menggenggam erat tangan Kyu yang tengah melingkar di perutnya.

“Kakek dari kakekku, adalah suami dari neneknya nenekmu,” kata Kyuhyun. Selama beberapa lama hening menyelimuti. Tidak ada yang suara. Bahkan desisan nafas seakan hilang. Reaksi Tiffany sama seperti yang Kyuhyun lakukan saat mendengar ini semua. Alasan paling bodoh yang memisahkan kita. Bahwa kita berasal dari akar yang sama, dipisahkan oleh puluhan cabang lalu jatuh cinta.

“Maldo andwae..” ujar Tiffany.

“Sashiriya. Gatchiga motneunde. Mian, oppa mianhae..”

Tiffany menengok ke kanannya, mentari beranjak hilang dari pandangan di balik gedung tinggi. Hal yang sama dilakukan Kyuhyun. Menatap jingga langit sambil meneteskan air mata. Kyuhyun menggeser sedikit posisinya, agar ia bisa meraih bibir Tiffany. Kedua bibir itu bertaut lembut membawa matahari pergi dari sore. Angin dingin tidak menggoyahkan keduanya yang terlalu panas terbakar cinta.

“Oppa sugohaeseo. Oppa sudah menyelesaikan apa yang oppa kerjakan 2 tahun lalu. Ije da keutnaso. Oppa, nae sarang annyeong..” Usai ia mengatakannya, ia menarik kepala Kyuhyun untuk ia lumat lebih dalam. Menelusuri tiap lekuk mulut Kyuhyun, berharap bisa membuatnya bertahan dari kerinduan panjang yang akan ia alami. Perlahan air mata itu mengalir deras dari matanya. Kyuhyun melepaskan cengkeraman Tiffany lembut dan menggenggam tangan pucat itu dengan tangannya yang besar.

“Kau hiduplah dengan baik. Aku juga akan melakukannya. Kita pasti bisa.”

Tiffany jatuh berlutut sambil menangis tanpa ampun.

“Nan mothae oppa. Oppa saja yang lupakan aku. Nan andwae..”

“Fanny-ya.. Oppa buthakhae, eo? Jal sara itji. Halsu isseo. Na eobsido gwaenchanha. Fanny itu kuat, himnaeyo, Fanny-ya..”

Kyuhyun duduk, mengeluarkan harmonika yang baru ia dapat dari sakunya. Kemudian meniupnya lembut. Suara itu terlalu menyayat bagi Tiffany. Meski akhirnya ia keluarkan juga. Hanya untuk mengharmonikan dirinya dengan laki-laki yang sangat ia cintai, Kyuhyun untuk terakhir kalinya. Karena setelah ini, harmonika itu takkan lagi memiliki kawan untuk menemaninya mengiringi awan.

[END]

Author mau curcol. Udah 2 kali ngirim ff oneshot kaga ada yang baca satu anakpun. Judulnya My Heart is Beating sama My Secret Admirer. Rasanya author pengin nangis. Huaaaaa T,T Kalau emang ga asik tolong di kritik. Kalau suka tinggal nulis sesuatu. Setidaknya berikan bensin saya untuk bisa lanjut nulis :’) Author berpikir mungkin pengaruh cast yang bukan idola kebanyakan. Sekali lagi saya mohon partisipasinya. Kalau kali ini gagal sori banget buat semuanya, bukannya ngambek, saya berhenti aja! Ugh! ^^

Don’t take out without permission!!

Tolong tinggalkan komentar, yeobun^^!! Ingat untuk menghargai satu sama lain ya😉 Terima kasih atas kerja samanya.