Title: The Supernatural Dancer (Part 1) || Author: @Hasna_Ifa98/ Hasna Hashifa (Ifa) || Length: Continue (1 of ?) || Genre: Fantasy, Action, Romance || Casts : Jenifer Lardven (Main Cast), Cassey Avemonth as main cast’s bestfriend, Gabriel Husdon as main cast’s bestfriend, Zelo B.A.P.as main cast’s boyfriend, B.A.P. as The Gangster, BigBang as The Monster, Sehun EXO, EXO as The Alien, Manny Lardven as main cast’s father, Clara Lardven as main cast’s mother, Alline Barton as main cast’s friend
.
.
THE SUPERNATURAL DANCER®2013

Author Note: Ini ff pertama yg pernah di publish. So, Mian kalo kurang perfect. Like & Coment – nya di butuhkan. Gomawo.

Prolog

Dimana ini ? Kenapa aku ada di sini ? Dan, kenapa aku … diborgol? batinku.

Aku tak tau apa yg terjadi sebelum aku berada di tempat ini. Tapi, aku tidak melakukan sesuatu. Tiba-tiba, dari kejauhan aku melihat bayangan beberapa orang. Mereka menuju ke arahku. Ternyata, itu tiga cewe yg, entahlah, berpakaian yg tidak cocok dgn suasana disini. Satu memakai jubah hitam dan berambut hitam legam, satu memakai gaun panjang perak dan berambut perak secara keseluruhan, dan satu lagi memakai cardigan putih dgn inner abu-abu dan berambut pirang sepertiku. Diriku bertanya-tanya. Kenapa harus ada tiga orang yg tidak kukenal berada ditengah padang putih berselimut salju ini bersamaku.

“Siapa kalian ? Kenapa kalian kesini ?”, tanyaku.

“Kami adalah bagian dari dirimu.”, kata cewe berjubah hitam.

Bagian dari diriku? Maksud mereka apa ?, heranku.

“Kami disini memberi tahumu bahwa takdirmu yg sesungguhnya akan tiba.”, kata cewe bergaun perak.

“Apa maksud kalian ?”, tanyaku marah.

“Hari ini, kau akan menemukan dirimu yg sesungguhnya. Dan, kuberitahu kau kalau kau itu orang yg istimewa.”, kata cewe bercardigan putih.

“Aku sudah menemukan diriku yg asli! Dan, itu sudah kujalani sejak diriku menjadi remaja! Jangan macam-macam kalian!”, tegasku kepada mereka.

“Tidak. Itu baru permulaan, Jenifer. Lihatlah nanti.”, kata si jubah hitam.

“Bagaimana kau tau namaku, hai misterius!”, tanyaku marah pada si jubah hitam.

“Sudahlah, Jenifer. Waktumu akan dimulai.”, kata si gaun perak.

“Kita akan bertemu lagi nanti. Sampai Jumpa, Jenifer.”, undur si cardigan putih.

Mereka menjauh dariku. Tadinya, aku akan mengejar mereka. Tapi bodohnya aku, aku masih terborgol. Tiba-tiba, angin berhembus kencang mengenaiku bersama salju yg turun sedikit lebat. Aku halau mataku dgn tanganku yg masih di borgol agar salju lebat itu tidak masuk ke mataku. Sekitarku tiba-tiba menjadi berbeda. Aku berada ditengah kelompok orang yg melingkariku. Dan, aku melihat monster-monster dan gangster-gangster ingin merebutku. Tapi, mereka ditahan oleh orang-orang yg mengelilingiku.

Apa ini? Kenapa ada orang-orang aneh lain?, tanyaku dlm hati.

Tiba-tiba, aku mendengar panggilan seseorang yg memanggilku.

“Jenifer! Jenifer!”, itu yg tadi kudengar.

Ku edarkan pandanganku ke sekitarku. Aku melihat cewe yg berpakaian prajurit masa depan dan rambut hitam dgn highlight warna-warni di hadapanku. Aku kenal dia. Dia, Alline, teman seperjuanganku!

“Alline! Kau disini? Jika iya, bantulah aku lepas dari sini, Alline!”, kataku bersemangat.

“Iya, aku disini. Tapi, aku tidak bisa membantumu sekarang.”, katanya.

“Kenapa, Alline? Apa maksudmu ?”, tanyaku.

“Maafkan aku kalau aku tidak bisa membantumu melepaskanmu. Tapi, aku disini karena aku harus memberi tahumu sesuatu yg penting.”

“Apa Alline? Katakan sekarang!”

“Tugas besarmu akan dimulai dari hari ini.”

Tugas besar?

“Apa maksudmu, Alline? Apa arti dari ‘Tugas Besar’ yg kau katakan tadi?”

“Misimu untuk mengubah takdir dunia. Segitu saja kau sudah lupa dgn hal ini.”

Mengubah takdir dunia? Apa iya aku punya misi seperti ini?, batinku.

“Aku masih belum percaya aku punya tugas ini, Alline.”, kataku heran.

“Sudah kuduga. Anak-anak sudah lupa dgn tugas ini.”, katanya kecewa.

“Sekarang, takdir yg harus kau ubah adalah menyelamatkan manusia dan bumi dari gangster dan monster yg ingin merusak dunia dan kau akan dibantu alien yg ingin menyelamatkan bumi ini juga. Sekarang sudah aku jelaskan bukan? Waktumu sudah tiba, Jenifer. Sampai Jumpa.”, lanjutnya.

Tiba-tiba, aku terbangun dari tidurku. Jam menunjukkan pukul 15:30. Sepertinya, waktu tidur siangku terlalu banyak. Kuresapi lagi mimpi tadi. Pasti mimpi itu punya pesan yg harus kulakukan. Tapi, apa? Dan sekarang, aku harus pergi latihan untuk pentas malam ini. Hari ini, pikiranku sangat kacau.

To Be Continue…

-~ooo~-

Coming Up in Next Part …

“Kau yakin kita bisa melakukannya? Aku masih kurang yakin.”, tanyaku.

“Tentu saja. Kau tahu kan kita bisa melewatinya seperti sebelumnya?”, katanya.

“Siapa kalian? Mau apa kalian dgnku?”, tanyaku.

“Kau tak perlu tahu siapa kami. Sekarang, takdirmu sudah tiba.”, kata salah seorang di antara mereka.

Jangan-jangan, ini…, batinku.

“Kenapa kalian membantuku hah? Aku tidak butuh kalian!”, kataku tegas kpd 12 orang itu.

“Jangan kau angap remeh bantuan kami. Justru, nanti kau akan membutuhkan kami suatu saat.”, kata sang ketua di antara mereka.

Don’t take out without permission!

Tolong tinggalkan Komentar, yeorobun!^^ Ingat untuk saling menghargai ya😉 Terima kasih atas kerja samanya.