Title: A Lover in Comic World? || Author: dellaa || Length: Drabble || Rating: PG-13 || Genre: Romance, Angst || Cast: Park Jiyeon, Choi Minho, Krystal Jung

Annyeong ini ff pertama yg aku kirim ke sini😀 mianhae kalo judulnya ga nyambung sama isi cerita *bow* sumpah aku bingung mikirin judul dan secara mendadak muncul judul ini jadi aku jadiin judul aja xD. Yaudah cekidot aja deh~~ Happy reading~~ ^^

.

.

A LOVER IN COMIC WORLD®2013

Pernahkah kau merasakan kisah cintamu seperti di komik? Aku pernah. Bahkan sedang mengalaminya. Namun kurasa akhir dari cerita cintaku tidak bahagia seperti di komik-komik itu.

Aku Park Jiyeon yeoja berumur 17 tahun. Aku memiliki namjachingu bernama Choi Minho, sunbaeku. Dia merupakan namja idola yang memiliki banyak pengemar yeoja dan aku termasuk penggemarnya, namun aku memiiki nasib baik sehingga dapat berpacaran dengannya. Walaupun itu atas usahaku sendiri sehingga kami bisa berpacaran. Saat itu aku hanya bermodal keberanian untuk menyatakan cinta dan ternyata diterima olehnya. Namun hubunganku dengannya seperti terhalang oleh sebuah dinding yang kasat mata. Ia tidak pernah bersikap lembut kepadaku. Ia bahkan cenderung bersikap dingin kepadaku. Namun tak jarang dia bersikap baik kepadaku. Aku pernah mendengar dari beberapa orang yang mengatakan bahwa ia menerimaku karena ia sedang patah hati ditinggal oleh pacarnya ke Amerika. Dengan kata lain aku merupakan pelariannya dari mantan pacarnya yang pergi ke Amerika sehingga sikapnya kepadaku juga dingin tidak lembut. Namun, aku selalu berpikir positif bahwa ia bersikap dingin kepadaku memang sifatnya bukan karena ia tidak benar-benar menyukaiku.

Hubunganku dengan Minho sunbae baru berjalan 100 hari, dan hari ini tepat hubungan kami berjalan 100 hari. Aku menunggunya di sebuah kursi di taman sekolahku setelah beberapa menit sebelumnya aku mengirim pesan kepadanya bahwa aku sedang menunggunya. Tak lama ia datang sambil membawa tas olahraganya.

“Oppa ayo kita makan di café yang ada di depan sekolah.” Ajakku.

“Ne.” jawabnya singkat. Aku tersenyum senang karena dia menyanggupinya. Di café itu aku sudah mempersiapkan pesta kejutan untuk merayakan hari ke 100 ini. Kami berjalan canggung, seperti biasa. Namun walaupun canggung aku selalu menikmati saat-saat bersamanya. Tepat di depan gerbang sekolahku ada seorang yeoja cantik sedang berdiri membelakangi kami. Mendengar suara sepatu kami ia berbalik dan tersenyum kepada kami, namun kurasa ia tersenyum kepada Minho sunbae.

“Annyeong Minho oppa.” Ucapnya. Minho sunbae diam mematung saat melihat yeoja itu. Perasaan tidak enak langsung terasa di hatiku ini.

“Krystal-ah?”

DEG. Nama itu. Sekarang aku tahu siapa yeoja itu. Dia adalah pacar Minho sunbae yang pergi ke Amerika. Wajah Minho sunbae terlihat sangat keget namun matanya bersinar menatap Krystal. Hatiku terasa sakit namun bibirku melengkung membentuk sebuah senyuman. Krystal berjalan mendekati Minho sunbae lalu memeluknya. Minho sunbae diam tak membalas pelukan Krystal ataupun menolaknya. Hatiku semakin terasa sakit. Mataku juga mulai terasa panas, namun senyuman ini tidak hilang. Aku tahu senyuman ini terlihat sangat menyakitkan.

Minho sunbae mengerjapkan matanya lalu menoleh kearahku. Namun aku hanya tersenyum dan berjalan meninggalkan mereka. Aku mengelurkan ponselku dan mengetik sebuah pesan untuk Minho sunbae.

To: Minho oppa ♥

Kalau oppa mencariku aku ada di café depan sekolah J

-Park Jiyeon <3-

Sent.

Aku berjalan masuk kedalam café dan duduk di kursi yang sebelumnya sudah aku pesan. Jieun, sahabatku yang bekerja di café ini, melihat aku masuk lalu menghampiriku.

“Minho sunbae mana?” tanyanya.

“Dia ada perlu sebentar. Nanti akan menyusul.” Jelasku. Jieun mengangguk mengerti. Aku lalu memesan moccachino coffee kepada Jieun. Tak lama pesananku datang dan aku langsung meminumnya sedikit. Pikiranku melayang setalah melihat kejadian tadi. banyak pertanyaan yang muncul dalam otakku saat ini. Apakah Minho sunbae akan memutuskan hubungannya denganku lalu kembali kepada Krystal? Atau dia akan mempertahankan hubungannya denganku daripada dengan Krystal? Atau bahkan dia akan menduakanku dengan Krystal? Dan masih banyak pertanyaan lain yang ada di otakku. Aku kembali meminum moccachino coffeeku untuk sedikit menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan di otakku.

20 menit sudah berlalu dan Minho sunbae belum juga datang. Aku sadang bahwa Jieun terus memperhatikanku yang duduk sendiri dengan tatapan kosongku. Aku kadang menatapnya dan memberikan senyuman yang menenangkan untuknya.

30 menit sudah berlalu. Kali ini aku tidak menatap Jieun dan memberikan sunyuman kepadanya karena aku sibuk dengan pemikiran-pemikiranku mengenai kemungkinan-kemungkinan yang terjadi antara aku, Minho sunbae dan Krystal.

1 jam sudah berlalu dan aku masih diam mematung di kursiku dengan tatapan kosong dan moccachino coffee yang sudah dingin. Aku menyadari tatapan-tatapan aneh dari beberapa pengunjung yang melihatku duduk sendirian dengan tampang yang frustasi dan tatapan kosong, namun aku tak menghiraukan mereka dan tetap diam dalam pemikiranku.

2 jam sudah berlalu dan aku masih menunggu Minho sunbae Aku sudah mengambil keputusan untuk terus menunggu Minho sunbae sampai café ini tutup pada pukul 11 malam. Jika dia datang berarti dia masih menganggapku ada, walaupun ia datang untuk memutuskanku namun aku masih menghargainya karena ia masih menghargai perasaanku dengan memutuskanku secara tegas. Namun jika ia tidak datang, maka aku akan menganggap dia lebih memilih Krystal dibandingkan aku dan secara tidak langsung dia membuangku dan aku bukan lagi pacarnya.

Aku sudah tidak tahu berapa lama aku menunggu, namun dari jendela terlihat bahwa langit sudah sangat gelap menandakan bahwa hari sudah malam. Kulihat Jieun menghampiriku sambil membawa kue yang akan aku berikan kepada Minho sunbae untuk merayakan hari ke 100 kami.

“Kenapa Minho sunbae belum datang? Apa kau yakin dia akan datang? Ini sudah pukul 10 malam Jiyeon-ah dan café 1 jam lagi akan tutup.” Ucap Jieun yang sudah duduk dihadapanku. 10 malam? Berarti aku sudah menunggunya selama 5 jam dan dia belum datang.

“Aku akan menunggunya.” Jawabku dengan senyumanku. Jieun menghela nafas panjang.

“Kalau begitu makanlah ini. Sejak tadi kau hanya meminum satu gelas moccachino coffee tanpa memakan apapun.” Ucap Jieun sambil menyodorkan piring berisi kue untuk perayaanku dengan Minho sunbae.

“Aku akan memesan kue lain saja Jieun-ah.” Jawabku. Jieun mengangguk lalu pergi mengambil kue favoritku yang selalu aku pesan jika aku makan disini. Tak lama Jieun datang sambil membawa sepotong kue untukku.

“Sebentar lagi café akan tutup.” Ucap Jieun memberitahu.

“Kita pulang bersama.” Ajakku. Jieun mengangguk. Kami tinggal bersama disebuah rumah kontrakan tak jauh dari sekolah dan café ini. Orang tuaku dan Jieun tidak tinggal di Seoul sehingga kami disini tinggal berdua dan kami berdua juga bekerja, namun aku bekerja di toko disamping rumah kami.

“Aku akan beres-beres dahulu.” Ucap Jieun saat aku selesai memakan kueku. Aku mengangguk sambil tersenyum. Jieun lalu pergi dan mulai membereskan café yang akan tutup ini.

Aku menunggu Jieun di luar café. Aku memandangi kursi yang tadi aku tempati sendiri untuk menunggu Minho sunbae dari luar gedung café ini dan menatap kue perayaan 100 hari hubunganku dengan Minho sunbae yang ada di tanganku.

“Aku tak menyangka hari terpenting ini menjadi hari terburuk juga dalam hubunganku dengan Minho sunbae.” Gumamku. Aku mengeluarkan ponselku dan mengirim pesan kepada Minho sunbae.

To: Minho Sunbae

Terima kasih untuk selama ini. Maaf jika aku terlalu memaksakan kehendakku kepada sunbae J

-Park Jiyeon-

Sent.

“Semuanya berakhir. Annyeonghi kyeseyo Minho sunbae.” Gumamku dengan senyuman. Namanya sudah aku ganti tanpa simbol love dan dalam pesanku juga tidak menambahkan simbol love menunjukkan bahwa aku tidak memiliki hak lagi untuk melakukannya karena aku tidak ada hubungan special dengannya lagi.

“Kajja.” Ajak Jieun. Aku mengangguk lalu berjalan bersama dengan Jieun menuju rumah kami.

Aku akan memulai semuanya lagi dengan senyuman. Aku tidak akan membenci Minho sunbae walau ia sudah menyakiti hatiku. Dan kue ini akan aku makan bersama dengan Jieun sahabat terbaikku saat aku menceritakan hal yang terjadi hari ini.

-END-

Eotte? Eotte? Bagus ato jelek nih?? Sebenernya ini ada sequelnya kekeke~~ aku menyerahkan semuanya sama reader mau di post atau ga sequelnya xD di komen yah ff ini J gomawo yang udah baca+komen😀

Don’t take out without permission!!

Tolong tinggalkan komentar, yeorobun^^! Ingat untuk saling menghargai ya😉 Terima kasih atas kerja samanya.