skydragon

Tittle: In The Name of Love || Genre: Romance, Fluff || Length: Ficlet || Rating: G || Main Casts: Lee Chaerin (2NE1) Kwon Ji Yong (BIGBANG)

Disclaimer: Plot murni dari author sendiri. Casts milik diri mereka sendiri dan Tuhan YME. Apa bila terjadi plagiarisme, harap segera laporkan kepada author via twitter @ScarecrowRahina atau melalui komentar pada FF ini. Credit pic: in pic

Notes: Apa bila terjadi plagiarisme, harap segera laporkan kepada author via twitter @ScarecrowRahina atau melalui komentar pada FF ini. Read, Like, Comment! Selamat membaca!

In The Name of Love

by rahinalollidela

“Apa kita salah?”

“Tidak. Cinta tidak menganggap kita salah.”

“Kau mencintaiku?”

“Kau?”

“Lebih dari yang kau tahu.”

“Begitu pula aku.”

Kedua insan itu masih terus berdampingan. Jalan setapak di taman itu begitu tenang di bawah sorotan sasangka. Chaerin dan Ji Yong terus melangkah diiringi kata-kata buaian cinta yang digumamkan dari mulut keduanya. Lengan Ji Yong terus melingkar di pundak gadisnya, laki-laki itu ingin menjaga dan melindungi gadisnya-tentu saja.

“Besok kau ke London?” tanya Chaerin.

Ji Yong mengangguk. “Mempersiapkan Alive Tour. Cukup lama.”

“Begitu, ya?”

Keadaan kembali sunyi, sibuk dengan kecemasan masing-masing. Apa ini benar? Kontrak sudah jelas hitam di atas putih. Tak seharusnya aku memiliki kekasih, apalagi Ji Yong Oppa. Karirnya juga bisa terancam. Chaerin menggigit bibir bawahnya.

“Oppa, aku takut. Ini… salah,” Chaerin berucap.

Sejoli itu berhenti melangkah, saling berhadapan.

“Memang. Secara kontrak ini salah. Kau sudah berjanji untuk tak memiliki kekasih sampai dua tahun lagi, aku tahu,” dua pasang biji mata itu saling bertemu. Sepasang mencoba menyorotkan kepercayaan, sepasang lainnya mencoba mencari kepercayaan. “Percaya padaku. Kita berdua sama-sama mencintai pekerjaan ini. Kita berdua sama-sama angkuh. Harga diri kita tak akan membiarkan karir gemilang ini pergi. Atas nama cinta, selama apa pun kita bersama, kita akan baik-baik saja.”

Chaerin tersenyum simpul. “Atas nama cinta? Puisimu itu tak bermutu,” ucapnya sembari terkekeh.

“Benarkah? Bagaimana kalau…”

Chu~

Seketika wajah Chaerin memerah. Bahkan wajah manis itu masih memerah ketika Ji Yong tak lagi menciumnya dan mulai melangkah duluan.

“Hey, tunggu aku!”

Angkuh, kita memang begitu. Bahkan cinta pun tak bisa membuat kita merelakan karir, harta, kepopuleran, emas, segala macam kekayaan. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk memiliki keduanya, melanggar segalanya. Tak akan kubiarkan kekayaanku berkurang, tak akan pula kubiarkan kau menjauh dan menghilang. Aku serakah, kita serakah. Tapi inilah kita. Berkarya sekaligus bercinta. Atas nama cinta, kulanggar sebuah rantai goresan tinta di atas kertas. Atas nama cinta.