tumblr_inline_mh1stijoJF1rzdshc

Title : A Mind That/What my heart tells to do||Genre : Romance||Rating : General—All ages||Duration : Songfic/Vignette||Pairing/Main cast : Choi Junhong-Yong Jaehye(OC)|| DISCLAIMER©ORIZURUZEN

Foreword :

Choi Junhong mempunyai kekasih, tetapi ia sadar kalau dirinya mempunyai kekurangan.

.

.

[!!] Yang gak punya lagunya bisa download dan Preview disini.

A MIND THAT®2012

Did you hurt a lot? Are you really tired?

Did I make things hard for you?

I was only used to receiving love

I think I only knew myself

Aku sadar,

Mengapa Temara dan Gulita tak pernah bersama. Mengapa hitam dan putih menjadi sebuah pasangan sinkron untuk dicocokkan, dan kata ‘kita’ tak pernah melekat antara kau dan aku. Membentuk kebersamaan yang akan mengayomi dunia, lalu hidup bahagia. Tapi inilah kenyataan, bahwa—

Perbedaan adalah kunci kebersamaan.

“Jay? Hei, Jay? Kau tak apa,”Aku mengibaskan tanganku di depan, Jaehye, Perempuan dengan poni pendek dan rambut panjang semi gelombang yang terdiam didepanku.

“Ya, Junhong? Err..maaf, aku hanya sedikit lelah. Tadi kau bilang apa?”Matamu mengerjap, menambah apik pola paras yang kukagumi itu, binar mata berkilat dan rona merah muda yang terbiasa menyelimuti pipi tembammu.

Aku mengulum senyum, menarik paksa kedua sudut bibir yang membeku karena kenyataan dan kembali berujar. “Kita berakhir, hubungan ini, akhiri saja.”

“O, iya. Akhiri hubungan ini,”Aneh. Satu kata yang terlintas dipikiranku. Kau lekas merunduk dan berguman ‘akhiri hubungan ini’ terus menerus, dan bahkan tak berani untuk menatap kedua bola mataku seperti biasa.

Yong Jaehye, itu namanya. Perempuan bermata hazel dengan kelopak mata sempurna. Terbiasa akan parfum pomegranate yang menusuk dan membuat orang yang menciumnya terbuai akan si pemilik, juga wajahnya yang manis dan terkesan arogam disatu sisi—karena sering kali kedua alis matanya berkerut—atau kulit putih bak vanilla yang membaluti tubuh lencirnya.

Ia bukan Gadis biasa, ia seseorang yang sempurna yang harus aku lepaskan.

Apa kau sakit terlalu banyak, atau kau lelah dengan semua ini? Dan aku membuatmu menjadi susah? Maaf, aku memang orang yang hanya menerima cinta, bukan rasa sakit yang terkadang menusuk jantungku. Seakan sembilu itu menikamku dengan masyuk, berulang kali, berkali-kali.

Aku pikir hanya aku yang tahu diriku sendiri, dan inilah keputusanku.

I know your heart, I know

I know your love but I guess it’s not for me

Putus, kata itu memang bukan yang terbaik tapi yang lebih baik dari yang terbaik. Aku tahu perasaanmu, isi hatimu, sungguh aku mengetahuinya.

Aku pun tahu cintamu, dan aku pikir—

Itu bukan aku.

This is what my heart tells me to do,

so it hurts even more

I love you but I need to break up with you

I’m grateful and sorry at the same time that you loved me

I lack so much so please forgive me for leaving you

Putus, Putus, Putus—

—Inilah apa yang hatiku katakan.

Sakit, terlampau sakit tapi aku bertahan. Aku ingin kau bahagia, melihatmu tersenyum tatkala waktu pertama kali bertemu pandang. Jangan ragukan perasaanku, aku mencintaimu, sungguh—tapi aku harus putus denganmu.

“Maaf, Jay. Dan terima kasih, kau juga telah mencintaiku.”Aku berujar dan kulihat kau tampak tak enak hati, dan aku bisa melihat buku-buku jarimu yang memucat karena terus mengepal dibalik piring.

“O, tidak apa. Lanjutkan saja, apa yang ingin kau katakan.”Kau tarik kedua sudutmu, terpaksa eh?

Mataku berubah sendu dan aku tak tahu mengapa, mengapa jantungku lebih sakit, lebih menderita melihatmu. Jaehye, maaf, aku memiliki banyak kekurangan jadi maafkan aku, maaf karena meninggalkanmu dengan cara seperti ini.

“Jay, maaf. Maaf karena telah membuatmu seperti ini.”

My heart will sometimes and I will regret too

But still, I won’t let it show even if tears form

Sweat at me all you want,

I think that will make me more comfortable

I won’t give any pathetic excuses,

this is all I am

Aku menghela napas, sedikit mengendurkan rasa tenggang yang menyelimuti aku dan Jaehye. Perangaiku mulai aneh, bermulai dari mata yang kian memanas dan terasa perih, ah, Junhong! Kau bukan Pemuda cengeng, jangan biarkan air mata itu bermuara sekarang.

Tidak, tidak sekarang. Aku tak bisa membiarkan Jaehye tahu bahwa aku tak dapat menerima ini semua, tak dapat melepaskannya pergi sebagaimana mulutku berucap. Dan membiarkan air mata itu mengalir layaknya peluh yang datang merambat.

Bertahan, Choi Junhong!

“Mengapa kau…”kalimat itu terbiarkan mengantung, dan aku rasa Jaehye tak sangup untuk mengatakannya. “…Memutuskan aku?”

“Mengapa?”ulangku, euh, nada apa itu—terkesan berantakkan dan aneh, seakan kau akan mengatakan alasan menyedihkan yang membuat orang tersedu-sedu.

Tidak akan. Aku tak akan memberikan alasan yang menyedihkan untuk ini, tak ada kesedihan, kau tidak boleh bersedih Jaehye. Setelah kau putus denganku kau harus bahagia, dan biarkan aku menikmati kesedihan ini sendiri, biarkan aku yang sedih sendirian. Karena—

—Inilah aku.

Mengapa? Karena…hatiku yang meminta, agar kau bahagia.”

***

When all the love songs

become sad break up songs

I will listen as I think of you

I confess inside my heart

I will remember

When I think back to the stories we shared

Where would we each be?

Will we be in different relationships

as we forget about each other?

Will I be blaming my heart?

Is it really okay to just do

what my heart tells me to do?

Indahnya musim salju dipertengahan bulan Desember. Aku mendongak, menatap renik-renik kristal itu berhambur dari atas langit hingga jatuh perlahan menyentuh permukaan bumi. Perlahan kutarik sudut bibirku dan kembali merekatkan jaket juga muffler hingga aku berjejak untuk sampai disalah satu kedai terkenal di distrik Songpa.

Kring Kring

Genta berdering tak beraturan dengan lekas aku beringsut ke konter. Membeli satu cup coffe panas dan roti labu, tak butuh waktu lama sampai aku duduk dengan menikmati pesanan. Aku melirik kesekeliling dan mengangguk paham, inilah mengapa aku merasa tak enak begitu memilih tempat di kedai ini.

Aku berhenti mengunyah tatkala alunan lagu dari sound itu menelusup halus ke rongga telinga. Lagu cinta pikirku, tapi mengapa terasa seperti lagu sedih tentang putus cinta? Ini tak mengenakkan, tapi telingaku terus mendengar karena aku berpikir tentangmu—

—Aku  mengaku di dalam hatiku, bahwa aku kembali mengingatmu.

Aku akan ingat.

Dimana aku mengingat kembali cerita ‘kau’ dan ‘aku’ dulu saat bersama, atau pertanyaan-pertanyaan aneh yang kerap kali muncul tatkala pertama kali menjalin hubungan.

Dimana ‘kau’ dan ‘aku’ akan menjadi?

Akankah kita berada di dalam hubungan yang berbeda,

—seperti melupakan satu sama lain?

Akankah aku mempersalahkan hatiku? Yang membuatku harus mengurung diri dari dunia dan melepaskan Gadis yang benar-benar aku sukai? Dan apakah itu benar akan baik-baik saja dengan hanya melakukan—sebenarnya,

—Apa yang hatiku katakan untuk aku lakukan?

Apa?

This is what my heart tells me to do,

“Kau harus putus dengannya, Junhongie.”

Mengapa?

“Ia berhak mempunyai Pria yang lebih baik. Kau baik, tapi kau tak lebih baik dari orang yang baik.”

Benarkah? Bagaimana kalau aku tak bisa?

“Kau jahat. Kau kekasih yang jahat bila tak membiarkannya pergi.”

O, jadi aku harus melepasnya…

so it hurts even more

.

.

“Ya, Choi Junhong. Mengapa kau putus dengan Jaehye?”

..

..

“Kau tahu mengapa hitam dan putih menjadi pasangan yang sinkron tatkala mereka dipadukan?”

“Tidak. Tapi aku rasa karena mereka hanya enak dilihat.”

“Perbedaan. Karena mereka berbeda, elemen warna yang mereka tunjukkan tak ada yang sama.”

“Lalu? Ini berhubungan dengan kandasnya cintamu? Memangnya apa kekurangan yang kau miliki?”

“…Aku—tak mempunyai perbedaan.”

“Ha? Apa maksudmu?”

 “Karena batas tipis sebuah cinta berasal dari perbedaan. Semakin banyak perbedaan, semakin besar pula cinta terbentuk.”

Perbedaan adalah kecocokkan.

 [END]

author note :

Hell-o, Saya kembali lagi. Kali ini Songfic dengan main cast si unyu dari B.A.P, Yup, Choi Junhong ak.a Jelo. Nah, saya akan ngebuat Songfic seriesnya member B.A.P ini. Untuk sementara versi Daehyun sudah selesai, dan bakal di publish dalam waktu dekat. Terima kasih atas apresiasinya di Songfic saya kemarin^^ FF Ini sudah saya publish di IFK.

Mengenai maksud dari perbedaan disini adalah, mereka itu tengah menjalani hubungan datar aja. Karena Jae dan Junhong terlahir dengan sempurna, well sempurna ketemu sempurna bukan berarti akan menghasilakan sesuatu yang baik bukan? Bahkan kutub yang sama akan saling bertolak jika dipadukan. Hubungan mereka terkesan flat dan Junhong takut kalau Jae merasa tergantung dengan hubungan ini. Maka dari itu ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan/melepaskan Jae agar di lebih bahagia.  TADAH! Inilah maksud dari Fanfic ini. Maaf jika ini sangat jelek, karena saya membuatnya ketika sedang terkena Writer block. Sekian~

Regards,

2013

-Orizuruzen-