Title :

Thinking Of You

Author  :

Dara Daroen (@dara_daroen)

Cast :

Kim Jong Dae a.k.a Chen (EXO) and a girl

Genre :

Romance, Fluff

Rating :

General

Length :

Ficlet (850 words)

Summary :

Kau, yang selalu hadir di pikiranku membawa cinta manis itu’

Disclaimer :

Imagination and story is mine, but the cast belong to God.

Please NO PLAGIATOR!

The Story © DaraDaroen

 

Author’s Note  :

Annyeong^^ Perkenalkan aku author baru disini🙂 Tadinya jabatan aku disini sebagai admin freewriter, tapi sekarang merangkak(?) menjabat jadi author tetap🙂 Nah dan ini adalah FF pertama yang aku publish di FFL.

FF ini fanfict yang pendek nih, dan fanfict ini juga ringan kok. Bacanya santai aja ya hehe. Oh ya, fanfict ini juga terinspirasi dari wajah tampannya Chen EXO. Aku lagi naksir sama namja satu ini muehehe. Jadinya aku luangin ke fanfict deh.

Oh ya, dalam FF ini yang tulisan bertanda miring dan tebal itu adalah kata-kata Chen di dalam hatinya ya. Hehe aku cuma kasih tau, takut kalian yang baca jadi bingung._.

Oke, silahkan dibaca aja yaaa!

Happy Reading!^^

-oOOo-

                ~ Chen’s Point Of View ~

 

Aku terduduk lagi di bangku ini. Di bangku taman Seoul City Park dengan suguhan keindahan sejauh mata memandang. Aku teringat kembali kemarin di saat aku pun sedang terduduk di sini.

Yeoja berwajah indah yang memiliki alis tipis, mata coklat yang bening, hidung mancung yang mulus, pipi bersih yang agak berisi, dan bibir nya yang tipis begitu merah merona juga tak lupa rambut coklatnya yang panjang terurai.

Gadis itu datang membawa kehangatan untukku. Ia lewat di hadapanku yang sedang duduk terdiam. Hatiku pun yang sedang jenuh kemudian serasa bangkit dan hidup. Gadis itu benar-benar membawaku pada kebahagiaan.

Terlebih di saat mata indahnya itu menatapku lembut. Saat itu, aku selalu berharap waktu dihentikan pada detik itu juga. Hatiku tak henti memanjat doa pada tuhan untuk tetap mempertahankan posisiku yang ditatap olehnya itu.

Gadis itu bahkan kini selalu muncul di pikiranku. Ia tak pernah menyingkir walau sedetikpun dari benakku. Gadis itu serasa menguasai seluruh pikiranku tentang dirinya. Aku dibuat gila olehnya. Namun inilah kebahagiaan. Kebahagiaan memikirkannya, meski hanya memikirkan wajah cantiknya itu. Aku adalah insan yang terpilih oleh tuhan untuk memiliki keberuntungan bertemu yeoja seindah dirinya.

 

Ah, bahkan saat ini pikiranku masih tertuju padanya. Padahal baru saja, beberapa menit yang lalu ia singgah di pikiranku. Kini, ia datang lagi? Ku rasa aku benar-benar jatuh padanya.

Betapa tidak?

Gadis itu datang membawa kehangatan, dan tepatnya ialah kehangatan cinta. Ya mungkin, aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Cinta yang tak pernah ku rasakan sebelumnya pada semua yeoja yang pernah ku temui.

Tanpa sadar, seulas senyum terlukis di bibirku. Tidak mungkin tidak. Ketika memikirkannya sudah tentu aku selalu tersenyum, aku tak mungkin menangis. Begitu mustahil jika memikirkan kebahagiaan kita harus menangis dan bersedih.

Senyumku selalu mengembang di saat pikiranku terus menerus tertuju padanya. Oh tuhan, dia memang benar-benar menguasai pikiranku saat ini. Dia tak mau lepas dari benakku. Wajahnya dan tatapannya yang begitu menghangatkan dan menggetarkan hati ini. Bagaimana mungkin jika aku tak terus menerus memikirkannya?

Aku bahkan sangat ingin bertemu lagi dengannya dan menanyakan namanya. Karena saat bertemu pertama kali itu, ia hanya sekadar lewat dan menatapku tanpa aku memberhentikannya hanya untuk menanyakan nama. Lagipula memang wajar, saat itu aku begitu membeku saat menatap matanya. Mulutku kelu dan tak mampu berkata apapun, bahkan seluruh tubuhku seakan tak mampu bergerak.

Ah, gadis itu.

 

Seulas senyum kembali muncul dari bibirku.

Kau akan selalu ku tunggu. Aku yakin kau tak hanya datang di pikiranku, namun kau pasti akan datang dengan nyata di hadapanku.’

 

-oOOo-

Hari sudah semakin sore, sepertinya aku harus sudah pulang. Aku tak mungkin di sini terus. Sudah hampir seharian aku termenung di taman ini. Ya, hanya untuk memikirkan gadis itu.

Tapi, aku serasa tak ingin pergi dari tempat ini.Taman ini begitu indah dan nyaman karena kenangan indah itu. Oh tuhan, bantu aku untuk tetap di sini tanpa beranjak sedikitpun. Gadis itu membuatku ingin selalu berada di sini.

Lagi-lagi senyumku kembali mengembang. Gadis itu kembali muncul di benakku. Ah, tak apa. Aku tak pernah lelah walau terus memikirkannya. Itu adalah hobby baruku semenjak muncul gadis itu.

Aku selalu berharap tak hanya di pikiranku saja gadis itu muncul. Semoga saja dia muncul dalam kenyataan. Kembali muncul membawa kehangatan cinta lagi di hadapanku.

 

 

“Permisi? Apa aku boleh duduk di sini?” tanya seseorang padaku.

Oh Tuhan, bantu aku menyadarkan diri. Bantu aku. Bantu aku. Bantu aku.

 

Gwaenchana?” tanyanya lagi padaku.

“Eh? Emm, ya si-silah, silahkan.”

Apakah aku bermimpi? Atau aku masih berada di lamunanku? Kalian tau?

Gadis itu, gadis yang baru saja berada di pikiranku, kini ia sedang duduk di sebelahku. Wajah hangat itu kembali muncul dan membuatku tak tahan dengan pesonanya. Ini kedua kalinya aku merasa hati ini sangat bangkit dan seakan menemukan titik cerah yang bahagia. Hatiku bergetar dan jantungku berdetak heboh.

“Apa kau menunggu seseorang?” tanya gadis itu seraya menoleh ke arahku. Matanya menatapku yang sedang menatapnya. Aku kembali terlena dengan tatapan itu.

“Ah, tidak. Tidak menunggu siapa-siapa.”

“Sepertinya kau sudah seharian di sini, ku kira kau menunggu seseorang.”

Aku hanya tersenyum dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

Gadis itu bahkan tau bahwa aku di sini seharian. Bagaimana bisa?

 

“Oh ya, Na Min Ra imnida,” ujarnya lagi seraya menjulurkan tangannya.

“Kim Jong Dae imnida, panggil saja Chen,” ucapku seraya menerima juluran tangannya.

Aku tak percaya bahkan kini tangan lembutnya menyentuh tanganku. Kehangatan itu semakin terasa dan kini menjalar cepat ke seluruh tubuhku.

“Oh, baiklah Chen. Senang berkenalan denganmu,” katanya dengan seulas senyum yang terlihat jelas di bibir manisnya.

Aku pun hanya membalas senyumnya.

 

Aku lebih tak percaya ini. Bahkan kini aku telah mengetahui namanya dan aku mendapatkan senyum yang pertama kalinya darinya.

Jika ini mimpi, mohon jangan bangunkan aku, oh tuhan.’

 

“Aku ada keperluan, aku pergi duluan ya, Chen. Sekali lagi, senang berkenalan denganmu,” ucap Min Ra seraya menepuk pundakku dan berlari menjauh dariku.

Aku hanya terpaku dan membisu. Namun sebisa mungkin aku tersenyum padanya. Entahlah, aku selalu membeku jika bertemu bahkan bertatapan dengannya. Tapi kini tak hanya tatapan itu, tapi senyuman pun hadir dari bibir manis itu. Membuatku semakin membeku.

Gadis yang selama ini hanya ada dalam pikiranku menjadi nyata dan muncul di hadapanku meski hanya dalam waktu sesaat.

 

– The End –

 

 

*muncul sambil gandeng Chen*

Taraaa!! Gimana nih ff ini? Hihi, semoga suka ya. Aku bikin ini sekejap loh, soalnya yang ada di bayanganku udah pasti si Chen tercinta, jadinya gampang bikin FF nya  :3

Aku bener-bener lagi naksir berat sama Chen. Tadinya sih aku di EXO sempet naksir sama Luhan. Eh begitu googling profile member EXO, aku liat Chen jg manis plus ganteng. Jadinya aku malah kepincut sama Chen, dan Luhan dibuang begitu aja #plak._.

Adakah yg sependapat denganku yg kepincut ama Chen ini? Haha.

Okedeh, sekarang aku mohon RCL dari kalian^^

 

Review kalian pasti sangat membantu^^

Don’t be silent readers!

Gomawo ^^