Contract!

Title : Contract || Genre : Romance, Canon || Length : Oneshot-Series || Rating : General–All Ages || Main Cast : Kim Joonmyun(EXO)-Song Jaehye(OC) || DISCLAIMER©ORIZURUZEN

“Kau harus tahu, kalau di dunia ini. Kita selalu berputar dan di keliling oleh orang yang sama setiap harinya hingga ada kalanya kita dipertemukan satu sama lain dan menjalin sebuah hubungan.”–Junhee, another cast.

 Profil Jaehye bisa di baca disini

CONTRACT®2012

**

“Jadi …”

Kaca lebar itu telah di penuhi oleh rintik-rintik kecil, membuat kedua insan yang sedang bercengkrama itu menatapnya. Senja telah tiba, bersamaan dengan gerimis yang membasahi kota Seoul beberapa menit yang lalu dan membuat bulu roman bergidik tegak karena hawa dingin yang menerkam.

“Kita putus?”sahut Pemuda itu, iris matanya terlihat sayu dengan kantung mata yang kian menebal. Ia mengaduk americano pelan, hingga berbuih dan tumpah di meja.

Maaf, Kim Joon Myun.

“Tak apa, kau tak perlu meminta maaf. Hubungan kita tak berarti, 9 tahun? Ehehe, semua orang bisa menjalin hubungan selama itu.”ujarnya cepat sembari tertawa hambar. Di baliknya ia menghembus napas berat, meremas ujung kaosnya.

Gadis itu mengigit bagian bibir, sedikit merasa bersalah tapi menolak untuk menunjuk’kannya. “Benar,  sembilan tahun? Semua orang tentu bisa menjalin hubungan seperti itu.”

Kembali mereka terdiam. Hanya terdengar suara samar rintik hujan yang menubruk kaca jendela, membuat si gadis kembali menoleh dan bermain dengan embun yang sudah menimbun.

Kim Joon Myun kembali menyesap americano, Pemuda itu merasa jengah dengan instrumental cafe yang terdengar miris, seakan mentertawakan hubungannya yang baru saja kandas. Ia ingin cepat pulang ke dorm, dan mengurung diri bersama bola golf kesayangannya.

“Kau ingin aku mempertanggung jawabkan perasaanmu?”Gadis itu kembali berujar, kini kedua iris matanya sudah menatap Joon Myun dengan lekat.

Joon Myun tersigap sembari berjingkat alis, “Perasaanku? Ada apa dengan perasaanku,  Jun Hee bukankah—“

“Ada satu junior baru di Sunhwa.”sergah Jun Hee—gadis itu, ia tersenyum menekur cangkir milkshake miliknya. “Ia baru saja pindah dari California dan aku tidak tahu, kenapa aku begitu menyayanginya.”

“Lalu, hubungannya denganku?”

Jun Hee mendongak, menatap Kim Joon Myun yang sudah menatap ke arahnya linglung dan ia tersenyum karena itu.

Berpacaranlah dengannya, Kim Joon Myun.”

“Ini lelucon?”Imbuh Pemuda itu, detik berikutnya ia sudah tertawa terbahak-bahak dengan mengebrak meja. Terdengar memaksa, tapi Joon Myun tak tahu lagi bagaimana menanggapi perkataan mantan kekasihnya itu. “Ya, Jun Hee-ya, semenjak kapan kau menggauli dunia komedi?”

Gadis itu bergidik bahu, ia menyesap milkshake dan menepuk pelan dadanya karena tersendak.  Lekas Joon Myun mengeluarkan botol mineral dari tasnya dan memberinya ke arah Jun Hee.

Terima Kasih, Joon Myun.”Ia menegaknya hingga separuh dan menyeringai aneh begitu Joon Myun menggelengkan kepala karena kecerobohannya. “Kembali ke topik awal, tapi aku serius. Karena ia … begitu mirip denganku, kau past—“

“Berhenti berbicara omong kosong, Jun Hee.”Nadanya terdengar tegas, bahkan Jun Hee pun mengurungkan niat untuk beradu mulut. Ia tahu, Joon Myun tidak dalam mood yang baik saat ini. “Tidak ada orang yang mirip denganmu, titik.”

Baru saja Jun Hee ingin membuka mulut, ponselnya bergetar. Dan ia merutuk begitu tahu pesan itu dari operator  SIM card dan kembali menyurukkan benda itu ke dalam tas.

“Kenapa kau tidak mau? Ia cantik, namanya Song Jae Hye. Bahkan kau bisa belajar bahasa inggris dengannya kalau mau.”

Joon Myun meneleng kepala, kali ini ia merubah posisinya dengan melipat kedua tangan di depan dada bidang miliknya. “Aku tidak suka dengannya, Jun Hee.”

“Cinta tak di dasari rasa suka, tahu.”

“Tapi aku tidak seperti itu.”

“Kau harus mau, Joon Myun.”

“Tidak, aku katakan …tidak.”

Ayolah, untuk kali ini saja. Mungkin dengan ini kau bisa memaafkan aku.”Jun Hee mengantupkan tangan,  memasang muka aegyo kepada Joon Myun. “Hanboman,

Joon Myun memutar kedua bola matanya, “Mengapa harus gadis itu?”

Gadis itu menghela napas, matanya memaling kembali ke luar jendela menatap pedestrian yang berdiri sejajar tengah berteduh.

“Bukankah aku sudah bilang kalau—Baik, baik.”Ia lekas mengangguk begitu Joon Myun sudah melotot karena ucapannya barusan, “Ini terlihat bagus karena ia belum pernah pacaran, dan aku takut karena sering kali melihat Jae Hye menerima ucapan cinta dan menerima mereka sekaligus”ujarnya dengan menggelengkan kepala.

“Apa? Menerima semuanya sekaligus? Aigoo—aku tidak tahu kalau masih ada gadis megalitikum seperti itu—pufftt”seru Joon Myun dengan terkikik geli. “Baik, maaf Jun Hee.”

Jun Hee mendengus, “Jae Hye hanya tidak tahu karena hidupnya selalu di kekang,  orang tuanya sudah bercerai semenjak ia kecil. Kau tidak pantas mentertawakannya seperti itu.”

Araseo, aku hanya tidak bisa mengontrol tawaku.”

“Aku pikir kepribadiannya akan cocok jika bersanding denganmu.”Jun Hee menghirup napas, mengambil jeda sejenak untuk melepas rasa pengap yang masuk ke rongga dadanya. “Jae Hye, butuh orang untuk melindunginya dan aku yakin suatu saat kau akan jatuh cinta dengannya.”

“Tidak,”sergah Joon Myun lekas. “Aku tak pernah jatuh cinta seperti itu.”

Gadis itu terkekeh, “Kau harus tahu, kalau di dunia ini. Kita selalu berputar dan di keliling oleh orang yang sama setiap harinya hingga ada kalanya kita dipertemukan satu sama lain dan menjalin sebuah hubungan.”

“Terserah, aku tidak akan jatuh.”

“Baik bagaimana kalau berpacaran kontrak? Untuk membuktikan perkataanmu, kau tidak takut bukan Joon Myun?”

Joon Myun bergidik bahu,  “aku juga tidak bermain permainan konyol seperti itu, Tsk per—YA! Jangan sembarangan menautkan kelingking orang, aku belum bilang setuju!”

“Kau pecundang kalau menolak, Joon Myun pecundang.”Imbuhnya sembari memeletkan lidah, “Berani?”

Pemuda itu membasahi bibirnya dengan tersenyum miring. Ia mencondongkan tubuh, mendekatkan wajahnya ke wajah Jun Hee. “Kalau kau kalah, kau harus berpacaran dengan salah satu member dari EXO, kecuali aku mantanmu.”

Jun Hee mengangguk setuju, “Baik. Aku bukan seorang pecundang, kau bisa memegang perkataanku. Call!

‘BRAK’

Ia menggebrak meja, melihat itu Joon Myun mengikutinya.

Call!

Dan berakhirlah pertemuan ini, menyisakan meja kotor yang berserak kertas dan juga sisa minuman. Joon Myun dan Jun Hee telah memisahkan diri, meninggalkan tempat hubungan terakhir mereka.

[CONTRACT!]

Sunhwa art High School.

2nd Floor, Dormitory Building.

“Kau akan pulang? Bukankah rumahmu hanya ada di California?”

Jun Hee mengitari meja dan duduk bersandar diri di sofa. Ia baru saja kembali dari latihan vocal dan lekas mampir ke kamar junior-nya untuk bertandang sejenak, sekaligus bermain permainan yang akan mengikat kontrak itu.

Gadis berambut semi gelombang itu menggeleng pelan, “Abeoji membelikanku satu apatermen di suatu distrik, dan aku ingin istirahat sejenak disana.”

Ia mengangguk paham, dan mengambil apel dari keranjang yang ada dimeja dan melirik singkat ke arah meja belajar juniornya. Jun Hee memicing dan beringsut begitu melihat pigura yang berdiri tegas di rak, menatap sosok orang yang tengah tersenyum dengan juniornya.

“Ini kekasihmu?”Jun Hee mengacung pigura itu, detik berikutnya junior itu sudah mendelik dan berjejak cepat untuk mengambilnya. “Tunggu dulu, kau kenal dengan Aaron NU’EST? Jadi benar ia kekasihmu?”

“Tidak, Eonnie. Tolong kemarikan,”Ia berjingkat, mencoba mengambil pigura itu tapi Jun Hee malah membelakanginya. “Eonnie, tolong kembalikan.”

“Kau harus menjawab pertanyaanku dulu, ini siapa dan bagaimana kau bisa mengenalnya?”

Jae Hye menghela napas, ia sudah bersandar di meja belajar dan merapikan rambutnya yang berantakan. “Kami hanya teman sejak kecil, ketika aku pindah dari Spanish ke California.”

“Benarkah? Jadi … tidak ada hubungan? Atau karena dia kau jadi pindah ke Seoul.

“Tentu saja tidak.”Sergahnya cepat, “Aku kemari karena mencari Eomma yang menghilang.”

Jun Hee menghela napas lega, ia memberikan pigura itu dan Jae Hye malah menyurukkannya ke dalam laci meja. Gadis itu kembali ketempatnya untuk merapikan baju dan memasukkan peralatan melukis, seperti cat air dan kuas.

Junior, sebelum pulang ayo kita bermain dulu.”

“eh? Eonnie ingin bermain?”

Ia mengangguk dua kali, “Aku sendirian setelah kau pergi, maka dari itu bermain sejenak denganku.”

Geurae, setelah ini kita akan bermain sejenak.”Jae Hye menresliting tasnya dan beringsut mendekati Jun Hee yang sudah mengeluarkan papan karton dari tas pink miliknya. “Ingin bermain apa?”

“Sesuatu, tapi terikat kontrak.”ujar Jun Hee tanpa menoleh dan sibuk mencari buku untuk merobek kertas.

“Kontrak? Maksudnya?”

“Kau akan tahu nanti. Ada pulpen junior?”Tanya Jun Hee dan disambut anggukan dari gadis itu. Begitu Jae Hye mencari pulpen, ia melebarkan papan karton itu dan mengeluarkan beberapa miniatur chibi EXO dan menyusunya di atas meja.

“Ini, Eonnie.”Jae Hye sudah kembali dan berjingkat alis begitu melihat satu chibi yang berdiri sendiri di tengah-tengah papan karton itu. “Kita bermain ular tangga? Lalu siapa ini?”

Alih-alih menjawab, Jun Hee malah tersenyum dan menulis sesuatu di kertas. Tulisan yang memang sudah di rencanakan, ia memakai aksara korea dan mengetahui kalau junior-nya tak begitu menyukai aksara korea ini.

“Tanda tangan disini.”

Euh, untuk apa?”Jae Hye mengambil pulpen dari tangan gadis itu dan tetap menandatanganinya walaupun masih bertanya.

Jun Hee menepuk tangannya girang, “Cha~mari kita bermain. Begini rulesnya, aku akan mulai dari sudut sini, dibagian nomor satu. Dan junior, kau dari sudut sini, di nomor seratus. Kita akan memakai satu dadu ini untuk berjalan,  dan ketika salah satu dari kita berhasil sampai disini, di tempat orang ini, maka permainan selasai. Mudah bukan?”

Eo, mudah sekali eonnie. Aku pikir eonnie akan berbuat sesuatu hal yang aneh, ternyata hanya bermain permainan ini.”

“Aku tidak akan berbuat kau susah, junior. Kau ingin mulai duluan? Silahkan~”

**

“Kalian putus? Kau tidak bercanda’kan,”

Minseok lekas menarik botol dari kulkas dan beringsut mendekati kerumunan beberapa member EXO di ruang tamu. Ia duduk di salah satu sofa, bersampingan dengan Kai dan juga Kyungsoo.

“Ada apa?”Ia menyikut Kai, dan malah disuruh diam oleh Kkamjong dan juga Kyungsoo. “Iish—aku hanya bertanya—“

“Yah, Kami, maksudku aku dan Jun Hee putus. Selesai, tamat, the end, tittttt … titik.”Joon Myun bergidik bahu dan kembali membalik majalah yang ia baca.

“—BRUSH!!”Minseok menyemprotkan minumannya, membuat yang lain lekas menghindar—Chanyeol dan Kris—tapi tidak dengan Tao yang tidak sigap dan alhasil ia menjadi pelabuhan air dari leader vocal EXO M itu.

“HYEOONG!”teriaknya meringking dan Minseok hanya bisa menyeringai aneh dan membuang botol mineral yang sudah habis itu.

Dan kesepuluh member lain sudah tertawa melihat Tao yang basah kuyub dan menyeranah berulang kali. Seakan tak puas dengan umpatan yang sudah ia lontarkan tadi.

“Lalu, Jun Hee hanya pergi dan tidak pamit?”Sehun yang sudah menstabilkan tawanya kembali ke topik awal, mencari kebenaran dari putusnya Joon Myun dan Jun Hee.

Pemuda itu mendongak dengan mengeryit dahi, lalu menggeleng pelan. “Tidak, kami masih mengobrol hingga gerimis berhenti dan sempat membuat permainan konyol.”

“Maksudmu, hyeong?”seru Kai, ikut mengeryit dahi.

“Kami membuat perjanjian.”Joon Myun menutup majalahnya, dan menatap member EXO satu persatu. “Ia bertanggung jawab dengan perasaanku dan menyuruhku untuk berpacaran dengan salah satu junior yang ada di Sunhwa.

“Semacam ikatan kontrak?”seloroh Jong Dae.

Joon Myun menjelentikan jarinya, “Bingo. Yah, semacam itu. Selama enam bulan aku akan berpacaran dengan gadis itu dan jika aku tidak jatuh cinta dengannya, maka Jun Hee akan berpacaran dengan salah satu dari kalian semua.”

“Apaaaaaa!!!”

Aigoo—telingaku bisa berdarah.”

**

“AKU MENANG!”

Jae Hye mengangkat kedua tangannya dan tertawa lebar begitu miniatur miliknya bersanding dengan miniatur member EXO yang berdiri di tengah, mengalahkan Jun Hee yang hanya tinggal beberapa langkah lagi untuk bisa sampai.

“Yah, kau menang junior.”seru gadis itu santai. “Wah, wah, ini pertama kalinya aku kalah. Chukhae!

“Jadi apa yang aku dapatkan, Eonnie? Bukankah sebuah permainan selalu mendapatkan hadiah jika kita berhasil untuk menang?”

Jun Hee mengangguk setuju dan ia mengambil kertas yang ada di sebelahnya, “Tadaaa~ini dia hadiahnya, ikatan kontrak!”Imbuhnya dengan terkekeh pelan. “Kau suka dengan hadiah ini?”

“eh? Ini—hadiah? Seriously? Dan kontrak?”Dahi Jae Hye merengut binggung dan ia membaca title dari kontrak tersebut. “Kontrak berpacaran selama enam bulan? Ini apa?”

Seniornya mengambil miniatur member EXO yang bersanding dengan miniatur Jae Hye dan menunjukkannya di depan gadis itu, “Ini adalah Kim Joon Myun salah satu rookie grup yang akan debut bulan ini. Kau akan jadi salah satu pacarnya untuk enam bulan ke depan.”Ia memberikan tepuk tangan singkat dan menaruh kembali miniatur itu.

O.O Mata bulat Jae Hye melebar, tak tahu harus berkata apa. “Tapi aku .. aku, tidak bisa berpacaran, aku—“Ia mengantung kalimat, dengan jemari yang sudah ditekan-tekan karena binggung—kebiasan yang ia selalu lakukan ketika gugup.

“Kertas ini aku simpan, Junior.”Jun Hee menyentuh pundak junior-nya, “Bersiaplah kita akan datang ke Showcase tanggal 31 nanti, jadi … jangan menerima orang-orang itu lagi, Junior. Araseo?

 “Tapi aku tidak kenal dengan orang ini.”

“Ia baik, kau akan tahu betapa sempurnanya orang ini, nanti.”

**

09.45 pm KST, Gangnam-gu.

Seoul.

Jae Hye menghela napas, ia tak tahu akan berbuat apa. Ponselnya mati secara mendadak, ia mengira kalau benda itu rusak karena terkena cat air yang ada di tasnya dan bahkan gadis itu meranah dirinya karena belum menukar beberapa uang dollar ke Won sehingga ia hanya punya 500  won lagi.

Ia melunjurkan kakinya yang terasa kram, bosan sendiri karena terus mengitari daerah Gangnam tanpa tujuan. Jae Hye tidak ingat sama sekali dengan nama apatermen miliknya, juga tak tahu benar berada di distrik mana bangunan itu.

Iishh—seharusnya aku meminta John untuk mengingatkanku.”Gadis itu mengetuk kepalanya dan meruncingkan mulut, “Haaaaaaaaah! Sekarang bagaimana caranya aku pulang?”ujarnya pada diri sendiri.

Gadis itu mengangkat kopernya dan menghentak tanah sebelum kembali berjalan karena perutnya sudah kembali berbunyi. Ia berhenti disalah satu penjual kaki lima dan menelan ludahnya sendiri begitu melihat Ttaebboki, mandu, oden, dan beberapa jajanan lain yang mengungah selera makannya.

Jae Hye menoleh ke belakang begitu merasa kalau ada orang yang memperhatikannya, tapi mengeryit begitu tidak ada seorangpun disana, lekas ia berjejak meninggalkan tempat itu sebelum menjadi omelan dari si pemilik warung karena menghalangi pembeli.

Omoo—perutku~~~”Ia meremat perutnya, menahan rasa nyeri dibagian lambung. Sekoyong-koyong Jae Hye menjatuhkan tubuhnya di aspal, menendang-nedang kopernya kesal. “Jinjja mom! Kau benar-benar jahat, kenapa harus menghilang seperti itu! Kenapa tidak baik-baik saja, gara-gara kau aku haru—ADUUH!”

Ia meringis dan menilik ke arah sterofom yang menubruk kepalanya, “Siapa yang melempar ini—“

“Woah, kau tidak ingin memakannya? Lihat, masih hangat bukan? Jika aku jadi kau, aku akan langsung memakannya sam—“

“Jadi ini makanan?”tanyanya dengan polos, lekas mengambil sterofom dan membukanya. “Benar, ini makanan!”seru Jae Hye dan memasukkan beberapa potong Oden ke dalam mulutnya.

Pria itu membekap mulutnya, menahan tawa melihat mulut Jae Hya yang sudah penuh oleh potongan besar Oden sampai tidak bisa berbicara.

“Enak bukan? Cepat habiskan kalau begitu.”selorohnya lagi. “Ini, kau tidak boleh menyisahkannya. Oden adalah salah satu makanan yang paling diminati di Seoul.

“kaiurnkdljhhso—huk,huk Jeongmal? Kalau begitu aku akan memasukkannya ke dalam list makanan favoritku.”Jae Hye menyeringai tapi berhenti mengunyah begitu melihat wajah Pria yang sedari tadi berujar. “Tunggu, kau siapa? Dan makanan ini—“

“Salam kenal, nona.”Ia menyeringai lebar, menyisakan mata segaris yang tampak manis dan tegas.

**

“Aku—“Jae Hye meneguk air mineral sejenak dan mengambil napas. Perutnya terasa sakit karena terlalu kenyang. “Sebenarnya aku tersesat dan kelaparan karena aku belum menukar uang.”

Pria itu mengangguk mengerti, “Money changer lumayan jauh dari sini, dua halte dari itu. Bagaimana dengan ponselmu? Mungkin teman-temanmu bisa membantu.”

“Ponselku rusak, Aish—bodohnya aku.”Ia mengetuk kepalanya berulang kali dan mendongak begitu Pria itu menahan dengan cara memegang pergelangan tangannya.

“Jangan terbiasa seperti itu, kau bisa amnesia nanti. Bukankah hidup tanpa ingatan itu tidak enak?”

Jae Hye mengerjapkan mata, menelan air ludahnya dengan susah payah. Ia tak tahu kenapa, tapi jantungnya sudah berkebit, berdetak dengan sangat cepat, lebih cepat, dan cepat lagi. Sampai ia tak sadar kalau Pria itu mentertawakannya.

“Wah,wah, apa ingatanmu sudah benar-benar menghilang sekarang?”

“Ti—tidak. Aku hanya, ah, ada sesuatu dimatamu!”serunya dan meniup mata Pria itu lekas. “nah, sudah hilang.”Dan menggaruk pipinya linglung.

“Ya sudah,”Pria itu bangkit dan meraih koper milik Jae Hye. “Bagaimana kalau aku meminjamkanmu ponsel dan kita menyelsaikan ini sambil berjalan? Kau ingat nomor ponsel seseorang yang tahu tempat tinggalmu?”

Gadis itu berpikir sejenak dan ia ingat akan asistennya yang bernama John. Dimana Pria itu berusaha mencari nomor ponsel yang begitu mudah di ingat oleh dirinya.

“Aku rasa, aku ingat. Tapi apa kau tidak akan mahal membayar tagihan ponsel? Aku menelpone seseorang diluar negeri.”

Hmm … tidak, kau bisa membayarnya nanti.”

“Benar, aku akan membayarnya nanti.”Jae Hye mengangguk dan ikut beranjak mengikuti langkah Pria yang sudah berjalan terlebih dahulu itu. “Siapa namamu?”

“Namaku? Kau bisa memanggilku Zitao jika mau.”

**

‘Creak’

Huang Zitao menutup pintu dorm dengan tersenyum. Ia melepas sepatu dan memasang sandal rumah, berjalan ke arah ruang tamu yang sudah sepi dan lampu dapur yang telah dimatikan. Jadi intinya, penghuni dari dorm ini sudah tidur.

Eo, kau kembali Tao-ah?”

Pria itu berjingkat dengan memegang dadanya, dan menghela napas lega begitu itu adalah Joon Myun yang membawa beberapa cemilan dari dapur.

Hyeong, kau mengangetkan aku.”protes Tao, mengikuti langkah Joon Myun ke arah ruang tamu.

“Kami juga baru kembali dari agensi untuk latihan tambahan, ah, aku tadi melihatmu dengan seorang gadis. Itu siapa?”

Alih-alih menjawab, Tao malah bersandar diri di sofa dan memejamkan matanya.

Ya, aku bertanya denganmu, Edison Huang.

“Gadis yang tersesat,”sahut Pria itu dengan membuka mata, “Tahunya ia juga tinggal satu apatermen dengan kita, tiga lantai ke atas dari tempat kita.”Tao mendekat ke arah Joon Myun yang sudah sibuk memindahkan saluran televisi, menyikut pelan perut Pria itu. “Aku rasa, aku suka dengannya.”

“Apa?”

[FIN]

Author Note :

Today is Author Free PUBLISH! He-he-he karena sabtu minggu emang diperuntunkan buat Author buat ngepost berapapun Fanfic yang mereka punya. Pilihanku jatuh sama FF Lama yang udah di publish di IDL(Indayleeplanet[dot]wordpress[dot]com) Karena ini Fanfic lama mohon maaf jika masih terdapat kekurangan dan kalau di liat tulisanku beda sama sekarang-,- ini jauh lebih berantakkan. Hope you like guys! Relato itu dalam bahasa spanyol artinya Cerita.

Kayaknya B.A.P buat FFLovers masih belum diterima ya, don’t worry aku bakal buat kalian suka sama rokkie 2012 itu ><

JUST DON’T TAKE WITHOUT PERMISSION!!

Regards,

2013

-Orizuruzen-