2

Title : Ayyy Girl || Author  : Minnie (@aubrey_DGS) || Length   : Ficlet, Songfic || Genre  : romance || Rating   : PG-13 || Cast:  Park Yoochun, Kim Jaejoong  || Disclamer : Minnie storyline only! No plagiat !

.

.

AYYY GIRL®2013

********

#Cafe , 11 PM

“Aaa! Sungguh melelahkan.”  Yoochun  menyandarkan punggung pada sofa café tersebut. “Apa yang kau lakukan, hyung?”

Jaejoong menggelengkan kepala “Tak ada.”  Jaejoong meneguk sojunya. “ Di mana Junsu?”

“Ahh anak itu. Aku sudah mengatakan padanya bahwa kita akan keluar bersama malam ini. Tapi kenyataannya… “ Yoochun  meneguk segelas soju. “ Kau taulah, Hyung.”

“ Bersama Tata? Aish ! Aku bisa gila gara-gara anak itu. Bagaimana ia selalu bisa mengingkari janjinya pada kita.”

“Kau tahu, hyung? Dia tidak mengatakan janji pada kita untuk datang hari ini. Ia cuma mengatakan bahwa semuanya akan diusahakan. Dan akhirnya sudah bisa kutebak.”

“Keure(benar). Itulah Junsu.”

Yoochun terkekeh.   Junsu . Walaupun ia mengingkari janji seperti ini, Yoochun tetap akan selalu merindukan keberadaannya.  Ia seperti penyegar suasana dan membuat  mereka tertawa. Candanya selalu membuat mereka melepaskan  segala kelelahan.Ia sungguh teman baik Yoochun.

“Ah!” Yoochun menyipitkan matanya setelah meneguk segelas soju. Ia menyandarkan tubuhnya pada bangku sofa. “ Hyung, aku kesepian.” Ucapnya.

“Kau baru meminum 2 gelas . Kau sudah mabuk?”

“Aku masih sadar , Hyung. Aku hanya menginginkan seorang yang bisa menemaniku.”

“Kalau begitu carilah wanita” Jaejong menyandarkan tubuhnya di sebelah Yoochun. “ Lihatlah bahkan kau bisa mengambil fans mu  bila kau menginginkan.” Ia menunjukan sebuah kaca yang menunjukan kerumunan fans fanatic mereka.

“Anni (Tidak). Aku ingin wanita yang tidak bisa melihatku dari sisi popularitasku. Wanita yang bisa selalu berlari bersamaku sepanjang hidupku. Wanita yang…. “Yoochun mulai memejamkankan matanya. “Sungguh mencintaiku. Sebagai diriku sesungguhnya.” Lanjutnya

Bukk~

“Kamcagiya(kau mengangetkanku)!” Jaejoong terlihat bingung. “ Yoochun-ah,Tuhan sungguh mendengarkan doamu.” Dia menepuk pundak Yoochun .

Yoochun membuka matanya. Seorang gadis jatuh tepat di pangkuan Yoochun. Berperawakan tinggi dengan rambut panjang yang sedikit menutup wajahnya. Tubuhnya sangat ramping dan memiliki muka dengan garis yang tegas. Yoochun memindahkan letak rambutnya. Yoochun membulatkan matanya. Ia segera mendudukan gadis itu .

“Agashi(nona), kau tak apa?” Yoochun menepuk pundak gadis itu.

“Kita harus membawanyanya ke rumah sakit.”

Yoochun terus menepuk pundak gadis itu. “Hyung, dia hanya mabuk. Berat, Aku bisa mencium aromanya.”

“Baiklah. Lalu apa yang akan kita lakukan?”

“Kita tak mungkin meninggalkannya sendiri di sini.”

“Lalu?”

Yoochun menatap Jaejoong. Ia menaikan sebagian alisnya.

Jaejong tertawa masam. “ Eiii….kau bercanda kan, Park yoochun?”

“Ah Kajja(ayo). Kita butuh tempat untuk membaringkannya.”

Yoochun mendirikan gadis itu. Lalu Jaejoong menarik tangan gadis itu dan mengalungkan pada pundaknya. Mereka memapah gadis itu menuju mobil Jaejoong.

*******

#9 AM

Gadis itu  perlahan membuka matanya. Sangat lambat karena terlalu rekat. Ia menyipitkan matanya dan memandang tempat yang sangat asing baginya. Ia menerawang ruangan itu seluruhnya , Langit-langit ruangan yang putih. Tempat tidur yang nyaman, Dinding dengan hiasan klasik, rak buku yang terletak di pinggir kasur, dan meja rias di sudut ruang. Baiklah, ia menyerah. Ia sama sekali tak mengenali  tempat ini. Kepala terasa sangat berdenyut parah. Sepertinya ia  mabuk berat tadi malam. Apakah ada sesuatu yang terjadi tadi malam? apakah yang ia lakukan? Ia membulatkan matanya. Ia membuka selimut yang menyelubungi dirinya. Tubuhnya masih dibalut baju yang lengkap. Ia menghela nafasnya lega. Tapi ia berada di mana sekarang? Sungguh ini bukan kamarnya. Kamarnya tidak akan bersih dan rapi seperti tempat ini. Kamarnya juga tidak semewah ini. Ia mengacak rambutnya gusar.

Kreek~

Gadis itu tersentak. Ia kembali merebahkan tubuhnya ke kasur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hitam itu. Ia takut menghadapi kenyataan bila orang yang masuk ke tempat itu adalah orang yang tidak dingiinkan. Ia sangat dingin tentang hal ini karena ia sudah lelah . Tangannya meraih sebuah benda berbentuk silinder berisi kapas. Ia menggenggam keras dan bersiap memukul orang itu.

“Agashi(Nona), Apa kau sudah …..”

Gadis itu memejamkan matanya dan perlahan melepas selimutnya lalu memukul orang itu dengan benda  yang digenggammnya tadi.  Berulang-ulang kali. Walaupun hanya benda lunak namun ia berharap orang itu merasakan kesakitan.

“Aaa!Aaa! Noe michieso(kau gila)? Apa yang kau lakukan?”

Gadis itu menghentikan gerakannya. Suara itu sama sekali tidak ia kenali. Itu bukan suara orang yang ia maksud .Ia membuka matanya perlahan . Saat kemudian ia melebarkan matanya. Ia mengedipkan matanya berkali-kali. Ia melihat pria. Seorang pria yang entah bagaimana terlihat begitu sederhana dengan balutan jaket pada tubuhnya.

“Kau? Micky? Ah Anni(bukan), Park Yoochun?”

“Kau…… mengenaliku?” Yoochun mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

Gadis itu bergerak menjauh. “Kau seorang artis! Bagaimana aku tidak mengetahui itu?Aish!” Ucapnya kesal.

“Keure (benar)! itu benar ! Lalu mengapa kau memukulku?”

Gadis itu hanya terdiam. Lalu memandang seluruh ruangan itu kembali. “Di mana aku sekarang?” Tanyanya.

“Jaejoong’s home! Apa kau senang? Kau pasti salah satu dari mereka. Sasaeng fans.”

Gadis itu mendengus kesal. Ia membangun dirinya hingga kakinya mencapai lantai itu. Ia menatap Yoochun dengan tatapan merendahkan.Ia bahkan tak percaya seorang yang terkenal seperti dia bisa mengatakan hal itu padanya. Apakah wajahnya terlihat seperti gadis-gadis fanatik itu?

 “ Minggir! ” Tangan gadis itu menyentuh pundak Yoochun hingga Yoochun bergeser. Gadis itu berjalan melewati Yoochun . Ia mengacak rambutnya gusar.

Yoochun tersenyum masam. Ia menarik tangan gadis itu hingga gadis itu berbalik menghadapnya.

“Tidakkah kau berterima kasih pada kami ? Aku sudah menolongmu tadi malam. Entah kau berpura-pura atau tidak, kami tak peduli. Aku hanya kasihan pada kalian yang selalu mengikuti kami hingga larut malam dan bahkan hingga tak sadarkan diri seperti tadi malam. “

“Ne?”

“Apakah ini taktik kalian untuk mengikuti kami? Apa kalian tak lelah?”

“Mwo(apa)?”

“Apa sekarang kau puas? Kau bisa mengambil foto kami sepuasnya hari ini dan pergi jauh dari kami. Dan ceritakan pada….”

Gadis itu membuka mulutnya pertanda tak percaya. Sungguh pria ini mengatakan hal yang sama sekali tak mungkin ia lakukan . Ia mendengus kesal.

“AKU BUKAN SASAENG FANS ! AKU BAHKAN TAK  TERTARIK DENGAN KALIAN.” Teriak gadis itu.

“Bisakah kau tidak berteriak?” Yoochun memegang telinganya. “ Bagaimana kau tidak mengakuinya selagi kami menangkap bagian kalian selalu memandang ke arah kami tadi malam? ” Yoochun memandang kesal.

“LEPASKAN!” Gadis itu berusaha melepaskan genggaman Yoochun. Ia menekan tangan pria itu agar bisa merenggang . Perlahan genggaman itu melemah dan terlepas.

Gadis itu melangkah keluar kamar itu. Ia menemukan ruangan yang lebih luas. Rumah dengan tatanan yang sangat modern dengan tatanan klasik. Matanya sejenak memandang pria yang berada di dapur.  Ia memasak beberapa makanan yang ia tata di meja makan. Pria itu hanya memberi tatapan dingin padanya. Sama sekali tak merespon keberadaan gadis itu. Akhirnya, gadis itu mulai melangkah ke ambang pintu keluar. Tapi tubuhnya merasa tak seimbang. Ia tak bisa berjalan dengan lurus. Tubuhnya hampir terjatuh ke dasar lantai, Namun beruntung tangannya meraih kursi di sampingnya Sehingga ia tertahan.

“ Duduklah. Makanlah dulu. Tubuhmu masih lemah.” Ucap pria itu, Kim Jaejoong.

Gadis itu menatap lekat Jaejoong. Pria itu sungguh sangat ahli di salah satu bidang wanita itu. Tangannya dengan gesit memasukan segala bahan makanan ke dalam panci. Sesaat kemudian semangkok makanan telah siap dihidangkan.

“Kau tak ingin mencobanya? Kimchi jjigae buatan  Jaejoong hyung sangat enak. Kau pasti juga tahu itu.” Sela Yoochun yang kini sudah berada di meja makan.

“Harus berapa kali kukatakan? Aku bukan sasaeng fans. Aku bahkan bukan fans kalian. Maaf bila menyinggung kalian.”

“Lalu kau siapa?”

“Aku?” Tanyanya. “Aku wanita!” Teriaknya.

“Aku tahu ! Aku tahu kau wanita!  Aish ! Lalu kenapa kau tiba-tiba jatuh di depan kami?” Tanya Yoochun frustasi

“Mana aku tahu ! Aku…. Aish ! Sebaiknya aku pergi saja!”

Gadis itu berjalan menjauh dari mereka. Ia mengumpat pria itu dalam hatinya. Pria itu sungguh menyebalkan. Bagaimana bisa orang seperti itu menjadi seorang idola? Inilah mengapa banyak orang mengatakan bahwa kehidupan di televisi berbeda dengan kehidupan nyata. Mulai hari ini, ia membenarkan pernyataan itu.

“Aa!”

Seorang kucing melintas di depan gadis itu. Keseimbangannya kembali goyah. Ditambah tubuhnya yang belum seratus persen sadar. Ia terjatuh ke samping. Tapi entah mengapa ia sama sekali tak merasakan sakit. Ia sedikit merasa nyaman. Ia melihat seseorang memegangnya kuat. Pria yang berada di dapur itu, mengapa ia bisa ada di sini?

“Jiji-ah, bagaimana kau bersikap tidak sopan seperti itu kepada tamu?”  Jaejoong menatap gadis yang masih kelihatan linglung itu. “ Sudah kukatakan. Kau makanlah dulu baru pergi.”

Gadis itu mengangguk mengerti. Ia  segera menegakkan tubuhnya dan berjalan menuju meja makan. Ia memandang Yoochun dengan tatapan malas. Ia segera mendudukan diri di  kursi. Tangannya meraih sebuah mangkok namun  Yoochun telah meraihnya lebih dahulu.

“YAK!”

Yoochun terdiam. Ia mengambil beberapa sendok nasi dan memasukan ke dalam mangkuk. Kemudian ia menyendok kimchi jjigae dan menaruhnya di atas nasi itu. Lalu ia menyerahkan pada gadis itu.

“Makanlah.”

Gadis itu menatap bingung pria itu. Pikirannya sungguh berputar sekarang. Ada apa ini? Apa pria itu punya kepribadian ganda? Bagaimana ia bisa berubah baik dalam sekejap? Apakah ia perlu menarik kata-katanya kembali? Bahwa semua itu tak benar. Semua terlihat sama dengan kehidupannya nyata. Pria itu terlihat lebih tenang sekarang dengan  makanannya. Ia terlihat sangat menikmati makanannya. Perlahan ia melahap makanannya. Ia mengecapnya dengan benar. Sungguh. Rasanya luar biasa.

“ Di mana rumahmu? Mungkin aku bisa mengantarmu.” Tanya Yoochun

“Sudah kukatakan aku bukan sasaeng fans. Kau tak perlu…”

“Aku tidak mengatakan kau sasaeng fans! Aku  percaya kau bukan bagian mereka.” Yoochun menghela nafasnya. “ Jadi, di mana rumahmu?”

“Aku bisa pulang sendiri.”

“Aish !Kau keras kepala sekali ! Mana mungkin aku membiarkan wanita yang belum sepenuhnya  sadar sepertimu pulang sendirian.”Bentaknya.

Gadis itu terdiam dan melahap smeua makanannya. “Baiklah aku selesai. Aku pulang sekarang.” Gadis itu berdiri dari bangkunya.

“Aku akan mengantarmu.”  Yoochun menarik tangan gadis itu kembali.

“Lepaskan! Aish ! kau hobi sekali menarikku seperti ini! ” Gadis itu memegang pergelangan tangannya yang sedikit memerah. “ Kau tak ingat, di luar banyak fans setiamu yang mengelilingi rumah ini? Kau tahu maksudku. Jadi , lebih baik aku pulang sendiri”

Yoochun melepaskan genggamannya pada gadis itu . Ia menyadari betapa keadaan di luar yang sangat tak aman. Dan ia harus mengingat bahwa  ini rumah seorang Kim Jaejoong. Ia sangat yakin ada lebih dari lima orang di depan rumah Jaejoong. Ia hanya tak ingin membuat gadis itu terlibat dalam hal seperti saat ini. Gadis itu melewati pintu belakang rumah. Perlahan ia melihat punggung gadis itu yang semakin menjauh dan menghilang. Gadis itu bahkan tak mengucapkan kata selamat tinggal. Ia menghela nafasnya. Kesal.

“Eo! Chakkaman!” Jaejoong berlari ke arah pintu di mana gadis itu keluar.

“Mwe(kenapa)?” Tanya Yoochun.

Jaejoong mengangkat sebuah tas berwarna biru muda. Sebuah tas dengan inisial PSM dengan pada sudut kerutan tas wanita itu.Tak salah, ini pasti milik gadis itu. Yoochun meraih tas itu. Ia membuka pengaitnya dan mengambil dompet gadis itu. Lalu ia membukanya dan menemukan kartu tanda pengenalnya. Ia tersenyum. Sesuai dugaan.

 “Park….”  Ucap Jaejoong pelan

“Park Soomi.” Sela Yoochun

“Apa kau mengenalnya?” Jaejoong mengkerutkan keningnya.  “Dia saudaramu?” Tanyanya.

Yoochun terdiam. Gadis itu jelas Yoochun mengenalnya. Ia tak akan  lupa dengan wajah gadis itu. Park Soomi? apakah dia melupakan Yoochun? Atau dia hanya bersandiwara dan pura-pura lupa? Gadis itu mengapa selalu menarik Yoochun untuk selalu mengejarnya? Baiklah mulai hari ini , ia akan menjadikan ini lebih menarik. Namun bila kali ini Yoochun mendapatkan, ia akan berjanji terhadap seluruh hidupnya untuk tidak melepaskannya. Tak akan pernah.

END

RCL please…

PLEASE DON’T TAKE WITHOUT PERMISSION!

Jangan lupa untuk komentar, yeoreobun! Terima kasih atas apresiasi dan kerja samanya 😉

Iklan