my-savior-my-love_violetkecil

Title: My Savior, My Love || Author: lionawjy || Genre: Romance|| Length: One Shot || Main cast: Lee Donghae (Super Junior), Lee Min Rin (OC)

.

.

MY SAVIOR, MY LOVE®2013

Lee Min Rin POV

Apa yang harus aku lakukan? Impianku untuk menjadi lebih dekat dengan laki-laki itu, akan segera menjadi kenyataan. How lucky I am?! Batinku dalam hati. Hanya dalam beberapa menit lagi aku akan bisa bertemu dengan laki-laki yang dulu pernah menyelamatkan dan memberiku semangat waktu di Paris

 

Author POV

Flashback

Bagi gadis bernama Lee Min Rin ini tidak ada hal yang lebih menyakitkan daripada melihat kekasihnya berselingkuh dan memutuskannya tepat di hari perayaan hubungan mereka di tahun ketiga. Dengan langkah gontai ia menyusuri Rhaine River. Otaknya masih memutar dengan jelas tiap detail kejadian tadi. Dari ia melihat kekasihnya berpelukan dan mencium mesra seorang gadis asing, saat ia menghampiri mereka meminta penjelasan dari kekasihnya, bukan penjelasan atas apa yang terjadi yang ia terima. Melainkan permintaan putus yang diterimannya dari kekasihnya. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan betapa sakit hatinya. Acara pertunangan yang akan dilangsungkan bulan depan hanya kenangan belaka. Menjalani pernikahan dan memiliki keluarga dari laki-laki itu hanya impian yang tidak akan pernah tercapai.

Dengan langkah terseok-seok dia mendekati pinggiran jembatan yang membelah Rhaine River. Ia ingin mengakhiri rasa sakit yang mendera hatinya. Ia berharap aliran sungai ini dapat menghanyutkan rasa sakit membawa jiwanya pergi dari dunia ini. Dengan memejamkan matanya ia menghirup udara yang mungkin menjadi udara yang terakhir yang dihirupnya. Saat ia akan meloncatkan tubuhnya tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan hangat yang mendekap tubuhnya erat. Dalam sekejap kehangatan itu merasuki tubuhnya sampai ke relung hatinya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut gadis itu, ia hanya bisa menangis keras di pelukan lelaki asing yang telah menghalanginya untuk loncat kedalam Rhaine River. Min Rin menangis keras meluapkan semua kesedihan yang ia rasakan sejak tadi. Sedangkan lelaki itu hanya memeluk Min Rin sambil mengelus punggung Min Rin berharap agar gadis itu segera tenang.

“Gwechanaeyo? Apakah kau sudah merasa lebih baik nona?” tanya lelaki asing itu saat mendengar tangisan Min Rin sudah mereda

“Ne, setidaknya lebih baik dari yang tadi. Gamsahamnida.” Jawab Min Rin dengan terisak

“Kau tahu, banyak orang-orang sekarat diluar sana yang ingin hidup lebih lama sedangkan nona malah ingin mengakhiri hidupmu. Syukuri dan manfaatkan lah hidup yang sudah diberikan Tuhan untukmu dan jangan pernah berfikir untuk mengakhiri hidupmu apapun alasannya.” Jawab laki-laki itu bijak sambil menyelimuti tubuhku dengan jaket yang ia gunakan.

“Kuharap jaketku dapat menghangatkan tubuhmu dari dinginnya udara malam ini. Segeralah kembali ke rumahmu. Seorang gadis tidak baik masih berkeliaran di malam hari” tambah laki-laki itu sambil membantuku berdiri

“Ne. Jeongmal kamsahamnida. Siapa nama anda tuan?”

“Lee Dong Hae” jawabnya sambil berjalan membelakangiku

 

Lee Min Rin POV

Keesokan hari setelah kejadian itu, aku pun menyadari bahwa Lee Dong Hae yang menyelamatkanku itu adalah salah satu personil Super Junior. Hal itu kuketahui saat secara tidak sengaja menonton liputan konser mereka di Paris, SM Town Live in Paris. Semenjak itu aku mulai menjadi ELF atau lebih tepatnya Fishy. Dan sejak saat itulah lagu-lagu Super Junior mulai memenuhi iPodku. Perlahan-lahan aku menyadari perasaanku mulai berubah dari hanya sekedar fans berubah menjadi perasaan seorang wanita kepada laki-laki, aku pun menyadari bahwa diantara seorang idola dan fansnya terbentang sebuah pembatas yang sangat sulit ditembus. Namun aku akan berjuang untuk menyampaikan perasaanku padanya. Dua tahun setelah kejadian itu, akupun memutuskan itu kembali ke Korea, kota kelahiran ibuku. Dengan menggunakan segenap kekuatanku akhirnya aku bisa bekerja sebagai asisten manager Super Junior untuk sementara waktu, aku menggantikan asisten manager yang sedang cuti melahirkan selama lima bulan. Jadi waktuku hanya lima bulan untuk mendekati Lee Dong Hae.

 

Author POV

Dengan malu-malu Min Rin mengetuk pintu dihadapannya dan masuk dengan menundukan kepalanya.

“Apakah kau gadis yang akan bekerja untuk menggantikan asisten manager yang sedang cuti melahirkan? Kenalkan aku manager Super Junior” ujar seorang laki-laki yang jauh lebih tua dariku

“Ne, Lee Min Rin imnida. Bageupsimnida” ujar Min Rin ramah sambil membungkukan badannya.

“Semuanya dengarkan, dia adalah asisten manager sementara yang menggantikan asistenku yang sedang cuti melahirkan. Kalau asisten yang dulu ikut mengatur jadwal kalian, asisten yang ini tidak, dia hanya mengurus kebutuhan pribadi kalian. Jadi kalau kalian membutuhkan sesuatu silahkan hubungi dia saja”

“Neomu yeoppoda..” Eunhyuk berkata sambil menatap Min Rin dengan antusias

“Ne… neomu kyeopta” para member Super Junior yang lain mulai ribut memuji Min Rin

Min Rin hanya bisa menundukan kepalanya karena malu

“Lee Min Rin ssi. Maaf kan kelakuan member-memberku yang terkesan tidak sopan. Mohon maklumi mereka. Tapi mereka sebenarnya orang-orang yang baik kok” Leeteuk membungkukan badannya minta maaf akibat kelakuan mereka yang bisa dibilang cukup kekanak-kanakan terhadap orang yang baru mereka temui

“Min Rin ssi, oppadeul memang terkadang sering bersikap kekanak-kanakan. Jadi nanti bersabar saja ya dalam menghadapi mereka. Oh iya, aku Park Hani” seorang gadis dengan sikapnya yang ramah mendekati Min Rin dan Leeteuk.

“Lebih baik kita kekanak-kanakan daripada suamimu yang sudah tua tapi sok kekanak-kanakan itu!” tiba-tiba Kyuhyun membalas omongan Hani sambil menatap Leeteuk

“Dia istriku Min Rin ssi.” Leeteuk berkata sambil tersenyum lebar dan merangkul pundak gadis bernama Park Hani itu

“MWO????!!!!! Ja… jadi anda sudah menikah Leeteuk ssi?” Min Rin tidak dapat menutupi keterkejutannya saat mendengar bahwa Leeteuk Super Junior yang selama ini diketahui tidak memiliki hubungan asmara dengan siapapun ternyata sudah menikah

“Ne, kami sudah menikah sejak setahun yang lalu. Tolong jangan beritahu pada orang lain ya. Kelihatannya kamu jauh lebih muda dibandingkan kami, kamu bisa memanggil kami semua dengan sebutan oppa” Leeteuk berkata sambil tersenyum ramah

“Ne oppa. Aku tidak akan menyebarkannya. Apakah semua member Super Junior juga sudah menikah oppa?” terus terang saat menanyakan ini jantung Min Rin berdetak dengan sangat cepat. Ia takut mendengar jawaban yang tidak dia inginkan

“Mana ada yang mau dengan mereka. Aku tidak perlu mengenalkan mereka kan? Aku rasa kamu sudah tahu nama-nama mereka semua” Leeteuk berkata sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya

“YA HYUNG!! Jangan sembarangan bicara kamu! Meskipun kami belum menikah tapi banyak gadis yang ingin menikah dengan kami!!” tiba-tiba Eun Hyuk sudah berteriak dan menghampiri Leeteuk

“Min Rin ssi. Sebaiknya kamu jangan dekat-dekat dengan leader tua ini, nanti kamu ketularan tua. Lebih baik kamu ngobrol denganku saja.” Jantung Min Rin berdetak dengan cepat saat laki-laki itu melingkarkan tangannya di pundaknya dan menariknya menjauh dari Leeteuk

“YA Lee Donghae!! Mengapa kau sekarang kurang ajar sekali denganku? Kusuruh membersihkan dorm selama satu minggu kau!” Leeteuk mulai ikut-ikutan berteriak sambil menatap punggung Lee Donghae yang membawa Min Rin ke arah member Super Junior yang lain

 

Lee Donghae POV

Ternyata dugaanku tepat, gadis ini adalah gadis yang dulu sempat kutolong saat di Paris dulu. Saat merangkulnya aku merasakan kehangatan yang sama seperti aku memeluk gadis itu. Dugaanku semakin terbukti karena tadi ia sempat berkata bahwa ia pernah sekolah dan tinggal di Paris. Tetapi tampaknya gadis ini tidak mengingatku sama sekali. Buktinya daritadi ia tidak menunjukan tanda-tanda bahwa kami pernah bertemu sebelumnya. Terus terang aku merasa tidak suka karena ia sudah bisa dengan akrabnya ngobrol dan bercanda dengan member-member yang lain. Dia tidak ada mengobrol sedikitpun denganku, padahal aku lebih dulu bertemu dengannya. Disaat mereka bersenda gurau aku harus membersihkan dorm yang seperti kapal pecah ini.

“Oppa, mau kubantu?” tiba-tiba ia sudah menghampiriku dan menawari bantuan padaku

“Sebaiknya tidak usah, aku masih bisa mengerjakannya sendiri. Lanjutkan saja obrolanmu dengan member yang lain” aku membalas perkataannya dengan nada yang dingin

“Gwechana oppa, aku akan membantumu membersihkan lantainya, jadi kamu tinggal membereskan barang-barangnya saja.” Dia membalas ucapanku yang dingin itu dengan nada yang ceria dan penuh senyuman, aku jadi merasa bersalah padanya

Tanpa menunggu persetujuanku ia mulai mengambil vacuum cleaner dan membersihkan ruang tamu

 

Lee Min Rin POV

“Sebaiknya tidak usah, aku masih bisa mengerjakannya sendiri. Lanjutkan saja obrolanmu dengan member yang lain” mengapa ia membalas tawaranku dengna nada seperti itu? Apa ia tidak menyukaiku? Apa ia sebenarnya terganggu dengan kehadiranku?

“Gwechanna oppa, aku akan membantumu membersihkan lantainya, jadi kamu tinggal membereskan barang-barangnya saja.” Sebisa mungkin aku membalas ucapannya dengan ceria dan penuh senyuman. Aku takut apabila aku menjawabnya dengan ketus ia akan semakin membenciku. Tanpa menunggu persetujuannya aku berlalu mengambil vacuum cleaner dan mulai membersihkan ruang tamu.

“Min Rin ssi…” tiba-tiba manager oppa memanggilku

“Ne, oppa. Ada apa?”

“Hari ini Leeteuk akan ada rekaman acara Star King, sehabis itu dia langsung pulang ke rumahnya dan Hani. Sedangkan member yang lainnya kecuali Donghae ada pemotretan di Gangnam sampai besok pagi. Sedangkan Donghae ada pemotretan ke Jepang besok. Karena aku harus mengurusi mereka di Gangnam, jadi nanti malam bisakah kau ikut terbang dengannya ke Jepang? Soalnya besok siang pemotretannya

akan dimulai. Kau hanya akan berada di Jepang selama kira-kira tiga hari. Apakah kau bisa?” manager oppa menunggu jawabanku dengan muka penuh harapan akan jawabanku

Oh my God demi apapun aku akan ke Jepang dengan seorang Lee Donghae, dan hanya berdua? Mungkin aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini, siapa tahu sepulang darisana kami bisa menjadi lebih akrab

“Sepertinya aku bisa oppa. Apa tiketnya sudah dipesan?”

“Tiketnya nanti akan kukirim, sebaiknya selesai membersihkan dorm kau segera pulang dan mulai membereskan barang-barangmu, karena kalian akan menggunakan penerbangan terakhir. Nanti aku yang memberitahu Donghae.”

“Ne oppa. Jadi nanti aku langsung bertemu Donghae oppa di bandara? Atau aku ke dorm dulu dan berangkat bersama dia?”

“sebaiknya selesai berkemas kau langsung ke dorm, dan membantu Donghae berkemas, karena, yah dia agak sedikit lamban dalam membereskan barang-barangnya dan itu bisa membuat kalian ketinggalan pesawat, jadi kuharap kau bisa datang membantunya. Yasudah aku mau memberi tahu Donghae dan langsung pergi” manager oppa berkata sambil berlalu ke kamar Donghae oppa

Aku mempercepat gerakanku agar aku bisa menyelesaikan ini lebih cepat. Rasanya sangat menyenangkan, membayangkan sebentar lagi aku akan ke Jepang berdua dengan LEE DONGHAE!!

 

Lee Donghae POV

“…Karena hari ini aku harus ke Gangnam menemani member yang lain untuk pemotretan, jadi untuk ke Jepang nanti malam kau akan ditemani Min Rin, bagaimana? Untuk tiketnya sudah kuletakan di rak dekat pintu masuk. Kalian di Jepang selama kurang lebih tiga hari. Pesawatnya kalian menggunakan penerbangan terakhir malam ini jadi bergegaslah berkemas. Oh iya yang terakhir nanti setelah dia selesai berkemas aku menyuruhnya kesini membatumu berkemas.” Aku sangat terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan manager hyung, tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan kebahagiaanku. Nanti malam aku akan ke Jepang berdua dengan Min Rin, entahlah memikirkannya saja sudah membuatku bersemangat!

“Ne hyung gwechana, aku tidak masalah kalau harus ke Jepang berdua dengan Min Rin. Tapi apakah dia setuju?” dengan sedikit was-was aku menunggu jawaban manager hyung

“kalau masalah itu dia sudah setuju, kamu tinggal bersiap-siap saja. Sudah ya aku pergi dulu bersama yang lain. Jangan sampai terlambat ke bandara. Annyeong…” selesai mengucapkan itu manager hyung bergegas memanggil member yang lain untuk keluar.

Ya ampun sekarang di dorm ini cuma ada aku dan Min Rin? Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, sebaiknya aku mandi saja…

 

Author POV

“Min Rin ssi apa kau sudah selesai membersihkan lantainya?” selesai mandi Donghae keluar menghampiri Min Rin yang sedang menyimpan kembali peralatan mengepel lantai

“Ne oppa aku sudah menyelesaikannya, sekarang aku mau pulang untuk membereskan barang-barang yang akan kubawa ke Jepang.” Min Rin menjawab pertanyaan Donghae sambil mengambil tasnya.

“Kira-kira berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk kembali lagi kesini?” kali ini Donghae bertanya dengan Min Rin dengan nada yang tidak terdengar dingin lagi

“Kira-kira dua jam oppa, tapi akan kuusahakan tidak akan selama itu. Apa kau mau kubelikan makan malam?” Min Rin menjawab dengan nada yang lebih ceria karena sekarang Donghae sudah bertanya dengan nada yang tidak terdengar dingin

“Ye, tolong belikan aku makanan untuk makan malam. Menunya terserah kau saja.” Donghae menjawab sambil berjalan ke dapur untuk mengambil air untuk diminumnya

“Baiklah oppa nanti akan kubawakan makanannya. Oppa aku pulang dulu ya.” Min Rin melambaikan tangannya sambil berlalu menuju pintu keluar

“Annyeong, hati-hati di jalan”Donghae membalas ucapan Min Rin sambil ikut melambaikan tangannya

Min Rin berjalan keluar dari dorm Super Junior dengan perasaan gembira yang membuncah. Rasanya hari ini adalah hari terbaik dalam hidupnya. Karena ia ingin lebih cepat tiba di flatnya dan kembali lagi ke dorm Super Junior, maka ia memutuskan untuk naik taksi saja. Sebenarnya bagi Min Rin ongkos taksi tidaklah mahal, mengingat status Min Rin sebagai anak tunggal dari pemilik merk fashion terkemuka baik di Korea maupun dunia internasional. Demi mendapatkan pekerjaan sebagai asisten manager Super Junior, Min Rin harus memohon-mohon pada pamannya yaitu Lee Sooman untuk menutupi identitasnya dan bertindak layaknya ia tidak kenal dengan Min Rin. Sebenarnya Min Rin bisa saja meminta pekerjaan itu dari pamannya mengingat pamannya adalah CEO dari SM Entertaiment, tetapi Min Rin ingin diterima karena kemampuaannya, bukan karena campur tangan pamannya. Didukung dengan latar belakang pendidikan yang menyelesaikan pendidikannya di Sorbone University dan lulus dengan peringkat comanlaude , kemampuannya menguasai Bahasa Perancis, Inggris, Jepang, Mandarin membuatnya lolos dengan mudah dalam lamaran menjadi asisten manager Super Junior.

 

Lee Min Rin POV

Setelah kurang lebih satu setengah jam berlalu aku menarik koperku keluar dari flatku dan menyetop taksi yang akan mengantarku ke Dorm Super Junior. Tadi sebelum keluar aku sudah menelepon dan memesankan jjangmyeon untuk Donghae oppa. Jadi kemungkinan setiba disana makanannya juga sampai.

Diperjalanan tiba-tiba iPhone ku bergetar, menandakan ada seseorang yang meneleponku. Sebuah no tak dikenal. Dengan was-was kujawab telepon tersebut

“Yoboseyo?”

“………”

“Aku masih diperjalanan oppa. Kau ada mau titip apa?”

“……”

“Aku tadi sudah memesankan makanan untukmu dan untukku. Kemungkinan sebentar lagi akan makanannya akan datang.”

“….”

“Ne oppa, annyeong”

Kumasukan kembali iPhoneku kedalam tasku. Sebelum memasukan iPhoneku ku save dulu no Donghae oppa. ~^^~^^~

Author POV

Pesawat yang membawa Donghae dan Min Rin tiba di Jepang saat tengah malam. Karena lelah mereka langsung menuju hotel yang telah dipersiapkan dan beristirahat. Siang harinya pemotretannya dimulai. Ternyata pemotretannya dilakukan di sebuah pantai di Okinawa dan mereka akan berada di Okinawa sampai besok pagi. Malam harinya mereka makan malam bersama dengan staff yang lain. Mereka semua makan di salah satu restaurant di tepi pantai. Disana Donghae dan staff yang lain minum sake, sebenarnya Doghae tidak terlalu kuat minum sake dan Min Rin juga sudah melarangnnya, namun karena alasan sopan santun Donghae tetap bersikeras minum sake. Sedangkan Min Rin yang kuat minum tidak menunjukan gejala mabuk padahal ia sudah minum satu botol sake. Donghae sudah mabuk padahal ia hanya minum tidak sampai setengah botol. Dengan Bahasa Jepangnya yang lancar Min Rin minta ijin untuk pulang duluan ke hotel yang sudah disiapkan membawa Donghae yang sudah tak sadarkan diri. Dengan bantuan

beberapa staff Min Rin berhasil menyetop taksi dan memasukan Donghae ke taksi tersebut dan membawanya ke hotel.

“Terima kasih atas bantuannya. Dan selamat malam. Sampai jumpa” Min Rin membungkukan badannya pada staff tersebut sebelum dirinya masuk ke dalam taksi

Sampai di hotel Min Rin memapah Donghae ke kamarnya seorang diri. Dengan susah payah ia membuka pintu kamar Donghae dengan kunci yang ia simpan di tasnya.

 

Lee Min Rin POV

Setelah susah payah membopongnya, kubaringkan tubuhnya di atas kasur. Dengan perlahan kubuka sepatu dan jasnya. Supaya tidak kedinginan kuselimuti tubuhnya hingga ke lehernya. Kupandangi wajahnya yang sepertinya sudah tertidur. Wajahnya begitu tenang. Kutelusuri setiap lekukan wajahnya dengan jariku. Kuharap tindakanku tidak mengganggu tidurnya. Entah mendapatkan keberanian darimana kutempelkan bibirku ke bibirnya selama beberapa saat.

“I love you oppa. Have a nice dream” kubisikan kata-kata itu di telingannya sebelum kutinggalkan kamarnya dan menuju kamarku yang terletak disebelah kamarnya

 

Lee Donghae POV

Setelah mendengar suara pintu kamar yang tertutup dengan cepat kusenderkan tubuhku di kepala ranjang. Dalam sekejap rasa pusing yang tadi kurasakan akibat minum sake tergantikan rasa terkejut sekaligus bahagia. Ternyata gadis itu mengenaliku dan ia bahkan mencintaiku. Tapi terus terang aku masih merasa takut mengakui perasaanku. Aku takut ia tidak mempercayai perasaanku padanya yang terkesan tiba-tiba. Sebaiknya aku bersikap tidak pernah terjadi apa-apa padanya.

 

Author POV

Sudah hampir lima bulan Min Rin bekerja sebagai asisten manager Super Junior. Dan semenjak kejadian di Jepang itu hubungan mereka sudah mulai akrab namun hanya sebatas oppa dan dongsaengnya, tidak lebih. Donghae secara terang-terangan mengatakan pada Min Rin bahwa ia menganggap Min Rin sebagai adik perempuannya. Dan ia senang karena Min Rin menerima itu. Sebenarnya jauh dilubuk hatinya ia ingin lebih. Min Rin tidak ingin ia hanya dianggap sebagai adik perempuan Donghae.

 

Min Rin POV

Hari ini adalah hari terakhirku bekerja sebagai asisten manager Super Junior. Terus terang aku merasa sangat sedih karena sampai sekarang Donghae hanya menganggapku sebagai dongsaengnya, tidak lebih. Dan sampai sekarang ia sepertinya tidak menyadari bahwa aku adalah gadis yang dulu ditolongnya saat di Paris. Mungkin memang sebaiknya aku mengikuti perjodohan yang sudah dibuat oleh ayahku dan kembali ke Paris. Kenapa kisah cintaku selalu berakhir dengan tidak bahagia? bahkan di hari terakhir aku bekerja aku tidak bisa bertemu dengannya karena ia sedang di Jeju bersama manager oppa untuk pemotretan dan baru akan kembali besok. Sedangkan besok siang aku sudah harus terbang ke New York untuk menemui calon tunanganku. Karena hari ini member Super Junior yang tersisa sedang tidak ada jadwal, maka aku akan makan malam perpisahan dengan mereka plus dengan Hani eonnie. Dan rencananya aku akan menceritakan yang sebenarnya pada mereka semua. Karena mereka sudah menganggapku sebagai keluarga dan aku tidak mungkin membohongi anggota keluargaku.

 

Author POV

Tidak seperti biasanya, sore ini Min Rin memasuki Dorm Super Junior dengan langkah yang tidak sebersemangat biasanya. Hari ini mungkin hari terakhirnya menginjakan kakinya disini. Dengan gerakan lambat ia mulai memasukan deretan angka yang biasa dia gunakan untuk membuka pintu dorm. Setelah masuk ia menyapa member- member Super Junior yang sedang menonton TV bersama.

“Annyeong oppadeul” Min Rin menyapa mereka dengan nada ceria seperti biasanya. Ia tidak ingin menunjukan kesedihannya dihadapan oppadeulnya

“Min Rin ah, hari ini jadi kan kita makan malam bersamanya? Yang cepat ya masaknya aku sudah tidak sabar mencicipi masakanmu yang enak itu” Eunhyuk berkata sambil menunjukan ekspresinya yang tidak sabar

“Tentu saja oppa aku bahkan sudah membawakan soju untuk makan malam nanti.” Setelah menjawab pertanyaan Eunhyuk, Min Rin bergegas menuju dapur untuk membersihkan bahan-bahan masakan yang sudah ia bawa.

“Min Rin aku membantumu ya.” Ryeowook berkata sambil menyusul Min Rin ke dapur.

“Kasihan si Donghae ia tidak bisa ikut makan malam perpisahan dengan Min Rin. Kira-kira dia tahu gak kalau hari ini hari terakhir Min Rin menjadi asisten manager?” Leeteuk berkata sambil menatap istrinya dan member yang lain seakan ada salah satu dari mereka yang mengetahui jawabannya.

“Entahlah oppa, aku tidak tahu. Tapi sepertinya dia tidak tahu. Kita semua saja baru sadar kemarin saat manager oppa memberitahu kita sebelum dia ke Jeju bersama Donghae oppa” Hani menjawab pertanyaan suaminya sambil mengendikan bahunya tanda ia tidak tahu jawaban pastinya.

“Aku ikut membantu Min Rin ya…” selesai menjawab pertanyaan suaminya yang ia sendiri tidak tahu jawabannya itu Hani memutuskan ke dapur bergabung dengan Min Rin dan Ryeowook.

 

Min Rin POV

Dengan dibantu Hani eonnie dan Wookie oppa masakannya jadi lebih cepat selesai. Kutata masakan kami sedemikian rupa di meja makan.

“Oppadeul, makanannya sudah selesai. Cepatlah kalian cuci tangan lalu makanlah.”aku berteriak memberi tahu oppadeul yang sedang sibuk menonton pertarungan game antara Kyuhyun oppa dan Sungmin oppa.

“waaahh… kelihatannya enak…” tanpa mencuci tangan terlebih dahulu Shindong oppa langsung mengambil sumpit dan akan mengambil kimbap yang tadi dibuat Hani eonnie

“Yak oppa cuci dulu tanganmu baru makan.” Sebelum dia sempat mengambil kimbap dengan sumpitnya, tangannya keburu di pukul oleh Hani eonnie

Aku dan member lain hanya bisa tertawa geli melihat tampang Shindong oppa yang terpaksa mencuci tangannya.

Kemudian kami makan bersama dengan penuh tawa karena para oppadeul membuat beberapa lelucon.

 

Author POV

Setelah mereka semua sudah menyelesaikan makan malam mereka. Mereka melanjutkan dengan minum soju bersama dan saling berbincang-bincang.

Tiba-tiba Min Rin berdiri dan memohon perhartian mereka semua

“Oppadeul, Hani eonnie. Ada yang ingin kubicarakan pada kalian semua. Begini… Sebenarnya selama ini ada hal yang kalian tidak ketahui tentangku. Sebenarnya, aku adalah keponakan Sooman sajangnim. Selama ini akulah yang menyuruhnya untuk pura-pura tidak mengenalku. Tapi kalian jangan salah paham, aku diterima disini tanpa campur tangannya. Awalnya dia juga tidak tahu bahwa aku mengajukan lamaran sebagai asisten manager Super Junior bahkan aku kembali ke Korea saja ia tidak tahu. Dia baru tahu

setelah tiga hari aku mulai bekerja, saat itu aku secara tidak sengaja bertemu dengannya di lobby SM entertainment. Sebulan sebelum mengajukan lamaran kesini aku baru lulus dari Sorbone University. Alasanku menjadi asisten manager disini karena… karena… aku ingin menyampaikan perasaanku pada Donghae oppa. Mungkin kalian akan menganggap apa yang aku lakukan ini terkesan egois. Tapi kalau kalian jadi membenciku dan tidak ingin bertemu denganku setelah mendengar semua yang barusan kukatakan, kalian tidak perlu khawatir karena besok aku akan terbang ke New York untuk dijodohkan dan akan menetap disana setelah pernikahanku. Tapi satu hal yang harus kalian ketahui, bersama kalian aku bisa merasakan kehangatan keluarga yang sesungguhnya. Dan aku sudah menganggap kalian semua sebagai keluargaku” Min Rin menjelaskan semua itu sambil meneteskan matanya. Hatinya merasa lega karena sudah mengatakan apa yang selama ini sudah ia sembunyikan, namun di satu sisi hatinya terasa sesak saat membicarakan perjodohannya dengan laki-laki pilihan orang tuanya.

Melihat Min Rin yang mulai menangis sesenggukan membuat Hani merasa sedih juga, ia seolah merasakan apa yang dirasakan Min Rin selama ini.

“Min Rin ah, sebenarnya kami semua sudah mengetahui semua tentangmu termasuk bahwa kamu putri tunggal dari L Fashion dan masa lalumu dimana Donghae menyelamatkanmu di Paris dulu tetapi Soo Man sajangnim tidak memberitahu Donghae. Soo Man sajangnim memberitahu kami satu minggu setelah kamu bekerja disini. Bahkan beliau secara pribadi meminta kami semua menjagamu. Karena beliau takut saat Donghae menolakmu kau akan melakukan hal-hal yang mengancam nyawamu.” Leeteuk maju mendekati Min Rin yang sedang di tenangkan oleh Hani.

“Sejak kami mendengar semua itu dari Soo Man sajangnim, kami semua tidak ada yang membencimu, kami malah salut dengan perjuanganmu. Kamu rela meninggalkan kedudukan yang sudah disiapkan orang tuamu diperusahaannya demi menemui Donghae dengan cara menjadi asisten manager Super Junior. Kami semua akan mendukung apapun keputusanmu” Hani mengatakan itu sambil menenangkan Min Rin yang sedang menangis dipelukannya

“Gomawo atas dukungannya oppadeul, Hani eonnie.” Min Rin mengucapakan itu sambil mengelap sisa-sisa airmatanya. Diseberang sana Eunhyuk, Ryeowook, dan Siwon juga sibuk mengelap air matanya mereka ikut-ikutan menangis saat melihat Min Rin menangis. Mereka semua sudah menyayangi Min Rin seperti menyayangi adik kandung mereka sendiri

“Semangatlah Min Rin, kami semua akan selalu mendukungmu!” Tiba-tiba Sungmin berteriak sambil mengepalkan tangannya diudara dengan penuh semangat.

Setelah itu mereka melanjutkan obrolan mereka, tidak ada satupun diantara mereka yang memulai membahas tentang Donghae, mereka paham Min Rin untuk sementara waktu Min Rin perlu menjauh sejenak dari segala hal menyangkut seorang Lee Donghae.

 

Lee Min Rin POV

Semalam aku mengobrol dengan mereka hingga larut malam. Aku kembali ke flatku dengan diantar Siwon oppa dan Eunhyuk oppa. Mereka mengatakan untuk tetap menghubungi mereka meski nanti aku akan menetap di New York. Aku merasa sangat bersyukur memiliki keluarga seperti mereka.

Sebentar lagi aku akan berangkat ke bandara. Kutatap sekeliling flatku untuk terakhir kalinya. Sebelum masuk kedalam taksi kuucapkan “Good bye my savior, good bye my love story” dalam hatiku. Sekarang aku harus bisa mengubur semua kenangan tentang Lee Donghae dihatiku. Dan membiarkan itu semua menjadi kenangan yang berharga.

 

Lee Donghae POV

Akhirnya aku kembali juga ke Seoul. Sudah kuputuskan untuk mengakui perasaanku pada Min Rin hari ini. aku merasa tidak sabar melihat ekspresinya nanti saat kukatakan aku mencintai dia. Sekarang aku sudah berada didalam van yang akan membawaku pulang ke dorm. Selama dipesawat tadi aku mematikan iPhoneku. Begitu kunyalakan ada pesan yang masuk dari Leeteuk hyung.

 

Author POV

Donghae membaca pesan yang dikirim Leeteuk dengan seksama. Leeteuk mengirimi pesan yang menceritakan semua kejadian tentang Min Rin. Termasuk keberangkatannya ke New York hari ini dan mengatakan bahwa Min Rin sudah berada diperjalanan menuju bandara

Dengan menahan air matanya Donghae meminta sopir yang mengendarai vannya untuk kembali ke bandara. Ia harus menemukan Min Rin secepatnya. Ia tidak ingin kehilangan gadis itu. Gadis yang sudah menempati setiap inchi hatinya.

 

Donghae POV

Dengan berlari aku langsung menuju daerah keberangkatan international. Mataku berkeliling mencari sosoknya yang begitu kurindukan. Kulihat ia berada di antrian penumpang yang akan check in. Kuhampiri sosoknya dan menariknya keluar dari antrian tersebut. Setelah menariknya agak menjauh dari antrian tersebut kami hanya saling menatap tanpa bersuara.

“Mengapa kau kesini oppa? Tanpa penyamaran lagi, kau ingin membuat halaman berita besok pagi memuat foto dan gossip tentang kita berdua?” dia memecah keheningan diantara kami dengan tegurannya yang terdengar khawatir.

“Justru bagus apabila sungguhan terjadi. Jadi aku bisa mengadakan konfrensi pers bahwa pewaris tunggal L Fashion menjalin hubungan asmara dengan Lee Donghae member tertampan di Super Junior. Mungkin kira-kira begitulah berita yang akan keluar. Bagaimana? Terdengar menarik bukan” aku mengeluarkan tatapan menggodaku padanya. Kulihat pipinya mulai memerah. Lucu sekali melihat pipinya yang memerah.

“YAK OPPA! Mengapa kau sekarang jadi senarsis ini. Lagian kasihan sekali pewaris L Fashion itu harus memiliki hubungan denganmu.”dia membalas ucapanku dengan sedikit berteriak, kurasa ia sedang menutupi kegugupannya.

“Ya! Lee Min Rin, dengarkan omonganku. Aku hanya akan mengucapkannya sekali. LEE MIN RIN SARANGHAE..” kubisikan kata-kata itu tepat ditelinganya sambil memberikan penekanan pada kalimat yang terakhir…

 

Lee Min Rin POV

Aku sangat terkejut mendengar pengakuannya. Aku tidak menyangka bahwa dia ternyata memiliki perasaan yang sama denganku. Dengan sedikit berjinjit kukecup kilat bibirnya dan membisikan “Nado saranghae oppa…” tepat ditelinganya. Kulihat ia sangat terkejut dengan apa yang barusan kulakukan.

“Kurasa kau sudah tidak membutuhkan ini.” diambilnya tiket pesawatku dan dirobeknya hingga menjadi bagian-bagian kecil.

“Oh iya satu lagi, kalau sepasang kekasih berciuman bukan seperti itu. Tapi seperti ini” ia langsung melumat bibirkan. Aku merasakan beberapa kilatan kamera mengabadikan moment ini. Kurasa dalam waktu dekat kami akan mengadakan konfrensi pers….

[END]

DON’T TAKE OUT WITHOUT PERMISSION!

 

Iklan