Siwon-Suzy

Title : The Silent &n The Fussy || Author : Yoonida || Genre : Comedy, Romance || Length : Continue || Main Cast/Pairing : Bae Suzy(Miss A), Choi Minho(SHINee), Park Jiyeon(T-ARA)

.

.

THE SILENT & THE FUSSY®2013

#Suzy Pov

Pemukiman rumah ini begitu padat. Tembok-tembok di sekitar pemukiman ini juga tampak kotor dan banyak coret-coretannya. Apakah Siwon tinggal di lingkungan yang seperti ini? Kasihan sekali dia, hidupnya pasti menderita.

Aku menaiki tingkat kedua. Minho Sunbae bilang tempat tinggal Siwon ada di lantai 2 no. 17 nah ini dia! Aku mengetuk pintu itu, tapi tidak ada jawaban. Aku mencoba mengedor lebih keras, barulah terdengar suara yang entah kenapa langsung membuatku tersenyum mendengarnya. Suara yang baru dua hari tidak aku dengar ini rasanya sudah membuatku rindu. Hahaha aku tertawa sendirian. Apa sih yang sedang aku pikirkan? Aku mengelengkan kepalaku berusaha untuk menyadarkan diri.

Pintu terbuka, tampak wajah Siwon yang sedikit pucat. Kedua alisnya langsung terangkat saat melihatku. Mungkin dia heran melihat aku datang ke sini. Aku langsung mengembangkan senyumku “Annyeong!” sapaku sambil mengangkat tangan kanan.

Dia bergeming, mungkin masih shock melihatku. Langsung saja aku menerobos masuk ke dalam rumahnya. “Hey siapa yang menyuruhmu masuk?” akhirnya mulutnya terbuka.

“Intuisiku yang menyuruhnya! Kau ini memang tidak tahu sopan santun ya? Masa membiarkan tamu berdiri saja di depan pintu!” celetukku.

“Oh kau ini tamu?! Aku pikir kau ini petugas pemerintah setempat yang sedang mencari dana sumbangan!” balasnya membuatku geram.

“Ya! Michoseo? Apa seperti ini perlakuanmu terhadap yeoja cantik yang datang untuk menjengukmu?”

“Mwo? Yeoja cantik? Hahahaha…” dia tertawa seperti habis mendengar celotehan dari MC Nasional Korea Yoo Jaesuk saja.

“Aish Nappeun namja! Biasanya kau ini tidak pernah bicara tapi kenapa saat sakit seperti ini bicaramu banyak sekali sampai menghina orang segala, sudah diam! Kau lebih baik berbaring saja!” perintahku sambil menarik tangannya dan menyuruhnya berbaring untuk beristirahat. Dia langsung merebahkan dirinya di kasur. Aku mendekatinya, dia menatapku. Wajah kami sangat dekat “Ya! Mwohaneungoya?”

Mukaku pasti sudah bersemu merah, dengan cepat aku langsung saja menaruh telapak tanganku di keningnya. “Wah badanmu panas! Memangnya kau pikir aku mau melakukan apa? Aku hanya mengecek suhu badanmu saja kok!”

Hadooooh hampir saja hatiku mencelos saat berdekatan dengannya tadi. Bbabo! Apa sich yang sedang aku pikirkan! Kalau hanya untuk mengecek suhu tubuhnya, aku kan tidak perlu sampai mendekatkan wajah seperti itu?! Memalukan saja!

“Apa kau sudah minum obat?” tanyaku sambil berusaha untuk bersikap tenang.

“Sudah!” Jawabnya singkat sambil menatapku.

Hadooh lagi-lagi pasti wajahku memerah melihat kedua bola mata besar hitam pekat milik namja ini. Aku langsung memalingkan muka menuju ke dapur untuk menuang bubur yang tadi sengaja aku beli di jalan.

Apa ini? Tempat sampah ini isinya sampah ramyun semua. Hemm pasti orang ini selalu memakan ramyun! “Ini makan buburnya terus minum obat dan tidur! Kau ini hobby makan mie

instant ya? Apa kau tidak tahu kalau orang sakit itu harus makan bubur atau makanan-makanan yang bergizi?”

“Apa kau tahu kalau kau itu sangat berisik? Orang sakit itu harus mendapat ketenangan Ahjumeoni, bukannya ceramah panjang seperti ini?!” jawabnya membuat bibirku mengerucut. Enak saja ia memanggilku Ahjumeoni. Apa wajah imutku ini terlihat seperti bibinya?!!

“Ya sudah cepat makan bubur terus minum obat!” perintahku ketus dengan mata yang tajam seperti laser.

“Atau kamu mau aku suapi?” tanyaku kali ini sambil berakting aegyo.

Dia mendengus sebal dan langsung memakan buburnya. Dengan sengaja aku mengelus rambutnya dan berkata “Anak baik!”

“Ya! Ne Julle?” aku tertawa geli mendengarnya, baru kali ini ia mengeluarkan kata ancaman seperti itu. Meskipun wajahnya tampak serius dan sadis saat mengatakannya, jauh di dalam lubuk hatinya aku tahu ia hanya ingin bisa mengakrabkan diri denganku, hihihi percaya diri sekali sich aku ini! Saat dia makan aku terus memandang wajahnya. Tetapi dia balas memelototiku dan berkata “Bagaimana bisa aku makan kalau terus dilihati seperti itu? Apa kau pikir aku ini lukisan yang bisa seenaknya terus kau pandangi?!”

Neh! Bagiku kau adalah sebuah lukisan yang sangat indah. Choi Siwon, apakah saat kau bercermin kau sadar kalau kau ini sangat tampan? Rasanya kata-kata itu sudah berada di ujung lidahku dan ingin melompat keluar. Untung aku masih bisa mencegahnya. Bisa besar kepala namja sombong ini kalau sampai aku mengatakannya.

“Aku tahu aku ini sangat tampan! Tapi kau jangan sampai melotot begitu melihatku! Bisa-bisa kedua bola matamu itu melompat keluar tahu?!”

Omooo bisa-bisanya pria ini mengetahui isi hatiku. Apa aku ini begitu mudah dibaca? Ani-ani..aku tidak boleh membuat pria ini jadi besar kepala. Hal itu hanya akan membuatnya tambah sombong dan terus merendahkan orang! “Omoo Choi Siwon-ssi, kau bilang dirimu ini tampan? Cobalah bercermin!”

“Tidak perlu bercermin, orang-orang sudah bilang kalau aku ini tampan!” jawabnya dengan tenang membuatku muak mendengarnya.

“Arraseo-arraseo, mereka yang bilang kau tampan itu pasti yang berumur diatas 50 tahunkan? Hahaha karena mata mereka pasti sudah tidak beres!” balasku sambil tertawa puas penuh dengan kemenangan. Dia pasti tidak akan bisa lagi membalasku!

“Omoo Suzy-ssi tidak baik mengatai diri sendiri!”

“Ya! Ne Julle?”

Aish jjinja! Pria ini selalu saja membuatku naik darah. Sudah membuat hatiku panas begini sekarang dia malah tidur! “Ya! Enak saja kau tidur! Kau harus minta maaf padaku! Sudah berapa kali kau menghinaku hari ini? Kau harus bertanggung jawab! Ya, cepat bangun! Kau tidak boleh kasar seperti ini sama orang yang sudah mengorbankan waktunya untuk menjengukmu!”

“Aish..kau ini berisik sekali! Habis minum obat, aku sangat mengantuk!” jawabnya uring-uringan sambil merebahkan dirinya kembali.

Hihihi dia pasti sangat mengantuk. Baru kali ini aku melihatnya uring-uringan. Mungkin obat yang diminumnya itu mengandung obat tidur. Hemm kalau begini, apa aku pulang sekarang saja ya? Ah tidak sopan kalau aku pulang tanpa berpamitan. Bagaimanapun juga aku harus mencontohkan sopan santun kepada namja ini. Ya sudah, aku tunggu dia bangun tidur sajalah!

Omoo dia sangat lucu saat tertidur! Ehm aku ambil fotonya diam-diam ah, hehehe..aku memfoto wajahnya yang sedang tertidur pulas. Baiklah sambil menunggu dia bangun tidur, aku melihat ke sekeliling apartemennya saja.

Ihhh sangat berantakan! Ternyata pria ini sama saja dengan pria lainnya! Hahh mau tidak mau aku harus turun tangan untuk membersihkannya. Semuanya harus terlihat rapi sebelum dia bangun. Hehehe dia pasti akan sangat terkejut kalau melihat ruangan ini tiba-tiba aku sulap menjadi bersih dan mengkilat. Dengan begitu, dia pasti akan terpesona kepadaku atau akan memujiku, bravo-bravo Suzy-ssi! Hahaha apa sich yang sedang aku pikirkan? Bbabo! Aku terlalu banyak berkhayal.

***

# Siwon Pov (author : wuahhh akhirnya Siwon mau ikut cerita juga –XD)

Saat mataku terbuka, wajah yang pertama kali aku lihat adalah wajahnya. Dia sedang tertidur pulas. Kemudian aku mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan apartemenku yang hanya berukuran 80 x 60 meter. Apa aku tidak salah lihat? Atau aku salah masuk apartemen? Ani, aku tidak mungkin salah! Gadis berisik ini saja masih ada bersamaku di sini! Tapi kenapa apartemenku ini sangat bersih sekali? Ruangan yang semula seperti kandang sapi, sekarang sudah rapi seperti tempat tinggal normal untuk seorang manusia. Apa gadis berisik ini yang sudah membersihkannya? Ia ketiduran pasti karena kelelahan.

Jika diperhatikan, wajah gadis ini menarik juga. Dia cantik, imut, berambut panjang, tapi sayangnya dia minus karena sifatnya yang terlalu banyak bicara. Membuat kupingku selalu berdengung kesakitan karena mendengar ocehannya.

Oh tidak, dia mengeliat! Aku harus pura-pura tidur!

“Hoamm aku ketiduran! Ehm..jam berapa sekarang? Hha jam 8 malam! Aku harus buru-buru pulang. Tapi.. dia juga belum bangun! Ya sudahlah aku pulang saja!” Celoteh gadis itu sendirian. Dia memang aneh, bertanya pada diri sendiri dan menjawabnya juga seorang diri.

Tapi bagaimana ya, dia mau pulang?! Aku tidak bisa membiarkannya pulang seorang diri. Ya sudahlah aku bangun saja. Saat dia beranjak dari meja hangat, aku menahan tangannya, dia hampir melompat karena kaget.

“Ka..kau sudah bangun? Aigoo kau mengagetkanku saja!” katanya sambil mengelus-elus dada dan menghela nafas.

“Kau mau pulang? Biar aku mengantarmu!”

“Ah andwae! Kamu istirahat saja! Kamu ini kan masih sakit! Aku bisa pulang sendiri!”

“Lingkungan di tempat tinggalku ini berbahaya, kau tidak bisa pulang sendirian! Aku akan mengantarmu!” kataku sambil mengambil jaket dari gantungan dan memakainya.

Dia tampak berfikir sebentar kemudian menjawab “Chuwa! Kalau begitu kita buat perjanjian saja!”

“Perjanjian? Merepotkan sekali! Aku hanya mau mengantarmu pulang, bukan mau menikahimu! Untuk apa pakai perjanjian segala!” ada-ada saja permintaan gadis ini!

“Aish kau ini sekarang memang sudah banyak bicara ya? Siapa juga yang minta kau nikahi!” dia menggerutu.

“Aku banyak bicara? Mungkin kau yang menulariku!”

“Ya! Apa kau pikir aku ini penyakit yang menular?”

“Bukan ya?”

“Ya Choi Siwon kau ini!”

“Ya sudah apa perjanjiannya?” aku mengalah. Daripada aku harus terus mendengar teriakannya.

Dia mengetuk-ngetukkan telunjuk di dagunya kemudian berkata “Begini perjanjiannya, kalau sekarang kau mengantarku pulang dan besok kau masuk sekolah berarti kau sudah sembuh dan itu berkatku jadi kau harus mentraktirku!”

“Mwo? perjanjian macam apa itu?”

“Sudah ikuti saja! Terus jika..hari ini kau mengantarku pulang dan besok kau tidak masuk sekolah maka aku sudah bersalah padamu. Aku sudah membuat sakitmu tambah parah.

Belum selesai ia berbicara, aku memotongnya “Baguslah kalau kau sadar!”

“Ya! Aku belum selesai berbicara! Sampai mana tuh tadi..ehm..iya, kalau kau besok tidak masuk berarti aku bersalah padamu! Jadi konsekuensi yang harus aku hadapi adalah..kau bebas menghukumku. Aku juga tidak akan pernah menganggumu lagi dan..”

“Ah kau ini repot sekali! Sudah cepatlah aku akan mengantarmu pulang!” perintahku sambil keluar dari pintu apartemen. Ia menyusulku sambil berkata “Aku kan belum selesai bicara!”

“Arraseo-arraseo..aku terima semua perjanjian yang kau mau!” jawabku ketus sambil mengambil langkah, berjalan di depannya. Kemudian ia mengulurkan kelingkingnya, aku menaikkan sebelah alisku “Mwoya?”

“Perjanjian kita baru sah kalau sudah menautkan kelingking! Ayo mana kelingkingmu?!”

“Jeongmal! Kau ini seperti anak kecil saja!” aku mengikuti keinginannya untuk saling menautkan kelingking. Dan dia tersenyum puas karena sudah berhasil membuatku menuruti keinginannya yang merepotkan dan kekanak-kanakkan.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju halte bus. Di perjalanan beberapa kali aku melirik ke arahnya. Aku heran, kenapa dia jadi diam begini?! Apa mulutnya itu tidak gatal tidak berbicara selama…(melirik jam) 15 menit?! Daebak! Ini yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah aku mengenalnya. Dan sekarang ia..tertawa seorang diri?!! Apa pikirannya sudah miring? “Ya, apa kau sudah tidak waras?”

“Ani!” jawabnya sambil menggeleng dan tertawa.

Aku berhenti melangkah dan balik kanan menghadap ke arahnya “Aish, kau ini merisaukanku saja. Apa sich yang sedang kau tertawakan? Asal kau tahu ya, aku tidak mau mengantar pulang orang gila!”

“Ya Choi Siwon! Aku ini tidak gila! Aku hanya tertawa apa tidak boleh? Itukan hak asasi yang aku miliki, we’!” jawabnya sambil menjulurkan lidah. Kemudian ia melanjutkan kalimatnya “Ehm..aku tidak menyangka kalau kau merisaukan aku?! Hehehe..apa kau mau tahu apa yang membuatku tertawa?”

Tanpa perlu pertanyaannya aku jawab. Gadis berisik ini sudah menceritakannya sendiri “Yang membuat aku tertawa adalah sebuah kenangan. Kau ingat saat kita pertama kali pulang bareng dari kafe?”

Aku mengangguk kemudian ia melanjutkan ceritanya kembali “Waktu itu aku pernah berkata kepadamu kalau suatu saat nanti kau akan berbicara banyak denganku! Dan kau sadar, hari ini semua hal itu terbukti! Aku berhasil membuatmu banyak bicara! Hahaha..Sekarang kau jadi bawel, kalau begitu kau sama saja berisiknya denganku!”

“Hahh jeongmal! Oh..mungkin karena kau ini memang hebat saat menularkan penyakitmu!” celetukku membuat bibirnya mengerucut.

“Ya! Ini bukan penyakit! Enak saja kau kalau bicara!”

Ehm sekarang aku yang harus bertanya kepadanya. Hal yang sudah membuat aku penasaran daritadi “Apa hari ini kamu ijin kerja?”

“Neh!” jawabnya. Tumben singkat dan tidak ditambahi embel-embel yang tidak penting seperti biasanya. Aku melanjutkan pertanyaanku, kali ini pertanyaan yang membuatku merasa besar kepala “Kamu ijin kerja hanya untuk merawatku?”

Dia terlihat salah tingkah namun dengan cepat dia berteriak kepadaku “Ya! Kepalamu ini besar sekali rupanya! Aku hanya merasa bertanggung jawab padamu!”

“Bertanggung jawab padaku? Memangnya apa hubunganmu denganku?”

“A..aku..bukankah waktu itu kau bilang kita teman?”

Sudahlah aku mengiyakannya saja. Aku tidak ingin membuat kedua pipi chubbynya itu terus bertambah merah seperti badut yang ada di lotte world hahaha “Chuwa! Kita ini teman!”

***

#Author Pov

Pagi ini dia berangkat sekolah dengan hati dug-dig-dag-dig-dag..memikirkan seorang namja yang bernama Choi Siwon, apakah hari ini ia akan datang ke sekolah atau tidak. Sebenarrnya perjanjian yang ia buat kemarin dengan Siwon, hanyalah akal-akalannya saja.

Suzy hanya ingin mengetes Siwon. Jika Siwon memang membencinya dan tidak menyukainya sudah pasti dia akan memilih untuk tidak masuk sekolah, karena dengan begitu Suzy pasti tidak akan pernah lagi menganggunya. Tetapi jika Siwon memilih untuk masuk ke sekolah hari ini, itu berarti ia tidak keberatan jika Suzy terus menganggunya dan itu tandanya, ia juga tidak keberatan kalau Suzy selalu berada di dekatnya.

Jika hal itu yang terjadi, maka kemungkinan Siwon menyukai dirinya adalah 70%, pikir Suzy dalam hatinya. Selain itu ia juga akan mendapatkan bonus berupa traktiran dari Siwon yang dengan kata lain, mereka akan pergi berkencan. Membayangkan pergi berdua dengan Siwon saja, Suzy sudah girangnya setengah mati.

Suzy sudah mengaku pada dirinya sendiri kalau dia tidak hanya ingin membuat Siwon berbicara kepadanya tetapi dia juga ingin bisa dekat dengan Siwon. Dia langkahkan kakinya menuju sekolah dengan berat. Ia takut kalau Siwon sampai tidak masuk sekolah lagi hari ini.

“Annyeong!” sapa Jiyeon yang tahu-tahu sudah berada di sampingnya.

“Annyeong Jiyeonie!” balas Suzy dengan senyum agak dipaksakan.

“Wae irae? Apa kau sedang ada masalah?” tanya Jiyeon yang melihat wajah Suzy tidak secerah biasanya.

“Ani!”

“Geojimal! Wajahmu itu tidak bisa berbohong, kau sedang memikirkan apa sich?” tanya Jiyeon yang penasaran karena belakangan ini Suzy, tepatnya sejak Siwon tidak masuk ke sekolah ataupun bekerja di kafe, wajahnya selalu tampak murung.

“Apa kau sedang memikirkan aku Suzy-ssi?” tanya Minho yang tiba-tiba saja kepalanya muncul ditengah-tengah mereka. Buru-buru Jiyeon menjitak kepala itu dan Minho meringis kesakitan “Ya! Napeun yeoja!”

“Napeun namja, we!” balas Jiyeon sambil menjulurkan lidahnya. Membuat Minho gemas. Ia menarik Jiyeon dan menjebaknya dalam dekapan. Jiyeon berontak sekuat tenaga sambil berteriak. Suzy tertawa geli melihat kelakuan 2 anak manusia itu.

Jiyeon meminta tolong kepada Suzy untuk membantunya lepas dari pelukan buaya darat no.1 di sekolah mereka ini tetapi Suzy menggelengkan kepalanya, menolak membantu Jiyeon. Akhirnya Jiyeon berusaha seorang diri. Dia menginjak kaki Kakak kelasnya, yang juga teman kecilnya itu keras-keras dan berhasil. Minho melepaskan pelukannya dan meringis kesakitan “Appeo!”

“Rasakan itu!” bentak Jiyeon.

***

Sesampainya di gerbang sekolah, mereka melihat Choi Siwon tengah berdiri di sana. Seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. Jiyeon dan Minho heran melihatnya, karena saat datang ke sekolah Siwon pasti langsung masuk kelas dan tidak berdiri mematung di depan pagar seperti sekarang ini. Karena ia tahu, jika ia melakukannya, pasti akan menarik perhatian gadis-gadis di sekolah. Seperti yang terjadi sekarang ini. Banyak para gadis yang berdiri di depan jendela kelas dan banyak juga yang berhamburan di sekitar gerbang masuk sekolah, hanya untuk memasang kedua bola mata mereka menikmati pemandangan sosok Choi Siwon yang jarang mereka lihat.

Choi Siwon memang merupakan suatu pemandangan yang indah. Wajah dan postur tubuhnya yang tinggi ideal acap kali membuat wanita membuka mulutnya lebar-lebar, karena terpesona saat melihatnya. Daya tarik lainnya adalah Choi Siwon merupakan sosok yang misterius sehingga banyak para gadis yang setengah mati dibuat penasaran olehnya.

Senyum Suzy langsung merekah saat melihat sosok yang sedang berkecamuk di pikiran dan hatinya sedang berdiri di depan pagar sekolah. Ia bisa bernafas lega sekarang, karena Choi Siwon hari ini masuk ke sekolah.

Siwon melihat ke arah Suzy yang baru saja datang bersama dengan Jiyeon dan Minho. Suzy melambaikan tangan ke arahnya tetapi seperti biasa, Siwon hanya mengacuhkannya. Ia membuang pandangannya ke depan.

Suzy tidak terlalu memikirkannya karena saat ini ia sedang besar kepala. Ia sangat yakin kalau Siwon pasti sedang menunggunya. Tanpa menyadari keadaan sekelilingnya Suzy berlari mendekati Siwon. Rasanya ia ingin memeluknya tetapi ia masih bisa mengendalikan rasa itu. Sesampainya di hadapan Siwon ia hanya melambaikan tangan sambil tersenyum.

“Annyeong..aku senang bisa melihatmu masuk sekolah hari ini! Neomu-neomu chuwaeyo! Ya, apa kau sedang menungguku?” tanya Suzy sambil berakting aegyo.

“Kenapa kau baru datang?” tanya Siwon.

“Apa? A…apa kau sedang menungguku?” Suzy menunjuk ke arah dirinya sendiri sambil mengedip-ngedipkan matanya seolah tidak percaya dengan pendengarannya.

“Aku sudah menunggumu dari tadi Minho, ini oleh-oleh untukmu!” kalimat lanjutan yang diucapkan oleh Siwon membuat mata Suzy hampir jatuh keluar. Ia tidak menyangka kalau ternyata yang sedang ditunggu oleh Siwon itu adalah Minho Sunbae. Dia langsung lemas seketika. “Bbabo ya!” ucapnya pelan seperti berbisik.

Minho dan Siwon saling berangkulan. Siwon juga tidak lupa menyapa Jiyeon, kemudian berkata kepada Minho “Maaf aku baru bisa memberikannya sekarang!”

“Gwaenchana! Yang penting kimchi ini adalah buatan Ahjuma! Kalian tahu, kimchi buatan Oemanya Siwon itu jempolan rasanya!” terang Minho kepada Jiyeon dan Suzy. Jiyeon hanya mengangguk-angguk sementara Suzy berceloteh sendirian “Aish oleh-oleh kok kimchi! Seperti tidak punya uang saja!”

Celotehan Suzy yang hanya samar-samar terdengar oleh mereka bertiga. Serempak mereka bertiga menoleh ke arah Suzy. Suzy yang sadar kalau ucapan buruknya itu terdengar hanya membalas pandangan mereka dengan pandangan yang tanpa dosa dan berkata “Waeyo? Apa aku salah berkata seperti itu? Kalau begitu, mian!” sambil melangkah masuk ke sekolah.

“Ada apa dengan temanmu itu Jiyeon? Kemarin dia sangat khawatir saat Siwon sakit, sampai meminta-minta kepadaku alamat rumahnya karena ingin datang menjenguk. Sekarang, Siwon sudah masuk sekolah, kenapa dia bersikap seperti itu?” tanya Minho heran. Jiyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti.

Siwon yang mendengar perkataan Minho merasa bersalah karena sudah memperlakukan Suzy dengan tidak baik. Padahal kemarin Suzy sudah berbuat hal yang sangat baik kepadanya. Siwon melangkah mendahului Jiyeon dan Minho untuk menyusul Suzy. Kemudian ia menarik tangannya. Suzy langsung berteriak “Ya! Mwohaneungoya?’

Jiyeon dan Minho saling bertatapa. Mereka bingung, apa yang sebenarnya sedang terjadi diantara mereka berdua?!!!

“Aish lepaskan tangaku Nappeun namja! Kau ingin membawa aku kemana sich?” celotehan Suzy memberondong Siwon. Ia hanya menutup sebelah kupingnya dengan telapak tangan kiri, sementara tangan kanannya memegang erat pergelangan tangan Suzy.

Sesampainya di atas atap, ia melepaskan pergelangan tangannya dan Suzy langsung saja ingin kabur dari sana tetapi ia menarik tangannya lagi, membuat Suzy sewot “Ya! Apa maumu?”

“Tunggu sebentar!” jawab Siwon sambil membuka tas ranselnya kemudian mengeluarkan sebuah tempat makan yang Suzy kenal. Ia memberikan tempat makan itu ke Suzy. Sambil membuang mukanya ke arah lain ia berkata “Gomawo!”

Suzy membuka tempat makan itu, kemudian mulutnya langsung menganga. Di dalam tempat makan itu terdapat bekal makan siang yang sangat menggiurkan “Oh hok! Masseutda! Apa ini untukku? Apa kau yang membuatnya sendiri?”

Siwon mengangguk. Melihat semua hal itu, Suzy langsung melupakan semua amarahnya. Dengan mata berbinar-binar ia mengucapkan terima kasih kepada Siwon. Siwon yang menyadari perubahan raut wajah Suzy langsung tertawa.

“Waeyo?” tanya Suzy bingung.

“Ani, aku hanya lucu saja. Tadi sebelum melihat bekal makan siang itu wajahmu ditekuk dan masam, tapi sekarang setelah melihatnya wajahmu sekejap langsung berubah cerah. Suzy tidak menjawab pertanyaan itu. Dia mengalihkannya ke pertanyaan lain “Apa kau sudah benar-benar sembuh? Seharusnya Kau tidak perlu repot-repot membuatkan bekal makan siang ini untukku!”

Siwon tertawa lagi kemudian mengerjai Suzy “Mian Bae Suzy! Aku membuatkan bekal ini bukan untukmu!”

“Mwo? Aish jeongmal!” seru Suzy sambil ingin melemparkan bekal makan siang itu ke lantai.

Buru-buru Siwon mencegahnya “Ani-ani..aku hanya bercanda! Aku memang membuatkannya untukmu!”

“Dan seperti yang kau lihat, saat ini aku sudah masuk sekolah, itu tandanya aku sudah sembuh. Itu semua berkat nenek cerewet yang merawatku kemarin!”

“Nenek cerewet!..Sepertinya kemarin hanya aku yang menjengukmu! Apa yang kau maksud nenek cerewet itu aku?!” tanya Suzy sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.

Kemudian ia mengambil kesimpulan sendiri “Ya! Sejak kapan aku jadi tampak keriput di matamu? Aish apa jangan-jangan matamu itu yang sudah tidak jelas melihat orang?! Kau tahu, itu tanda-tanda penuaan dini! Cepat sana ke akupuntur! Arraseo?” balas Suzy sangat ketus membuat Siwon menahan tawanya sehingga membentuk sebuah senyum simpul.

“Mwoya? Tadi kau tertawa, sekarang kau tersenyum! Wah daebak! Apa aku tidak salah melihat? Hahaha baru kali ini aku bisa merasakan kalau ternyata, kau ini juga punya kehidupan ya?!” ledek Suzy.

“Kurom! Aku inikan juga manusia!” jawab Siwon.

“Manusia?” Suzy menunjuk ke arah wajahnya kemudian melanjutkan kalimatnya “Aku pikir robot! Hahaha..”

“Robot? Kalau begitu nanti robot ini tidak perlu mentraktirmu ya! Aku kan tidak bisa memakan makanan yang sama denganmu!” ketus Siwon.

“Ani!!! Ya, aku kan hanya bercanda Choi Siwon!”

“Choi Siwon?! Aish setelah mengataiku robot, sekarang kau berkata tidak sopan kepadaku! Sunbae atau Oppa! Panggil aku seperti itu Miss Fussy!”

#Suzy Pov

Ya, sekarang dia sudah berani juga mengejekku. Miss Fussy? Apa aku ini begitu cerewet sampai dia menjulukiku seperti itu?! “Kau sekarang sudah pintar mengejekku ya?! Oh ya apa kau benar-benar merasa sudah lebih baik? Kalau kau memang masih kurang sehat nanti aku akan memintakan ijin kepada Bibi pemilik kafe agar kau bisa istirahat lagi!”

“Memintakan ijin? Wah Miss Fussy kau ini benar-benar perhatian sekali ya kepadaku! Jangan-jangan kau ini menyukaiku ya?”

“Hahaha besar sekali kepalamu sampai bisa berfikiran seperti itu! Oebtso!” kataku sambil melangkahkan kaki besar-besar. Aku harus segera pergi dari tempat ini. Aku tidak mau dia sampai melihat wajahku yang merah padam karena malu. Lagian kalau aku juga terus berlama-lama di sini, aku bisa salah tingkah.

Aku buru-buru masuk ke dalam toilet. Tetapi saat aku masuk ke dalam, beberapa orang siswi ikut masuk dan salah seorang diantara mereka menutup pintu toilet.

“Kalian mau apa?” tanyaku menyelidik.

Mereka semua mengerubungiku. Kemudian salah satu siswi yang berambut panjang hitam pekat maju dan memperkenalkan diri mereka sebagai kelompok fans Siwon yang bernama “Siwon Wife Wannabe”. Aku sampai tidak kuat menahan tawa saat mendengarnya. Bisa-bisanya mereka memakai nama kelompok tidak keren seperti itu.

“Kenalkan namaku adalah Hyorin! Ini Jihyun, itu Jia, Fei dan Min!” kata seorang gadis yang mengenakan jepit ungu, memperkenalkan satu-persatu temannya kepadaku.

“Tadi kami lihat Siwon Sunbae menggandeng tangganmu! Apa sebenarnya hubungan kalian berdua?” lanjutnya.

“Bahkan dia juga tersenyum tadi. Baru hari ini kami melihat dia benar-benar tersenyum. Apa yang sudah kau lakukan kepadanya?” timpal siswi yang bernama Min.

“Ya! Bagaimana bisa kalian bilang kalau tadi dia menggandeng tanganku?! Tadi itu tepatnya dia menarik tanganku!” Jawabku sambil membentak mereka.

Aku tidak boleh takut sama mereka. Aku harus lebih galak dari mereka “Aku juga sebenarnya sama seperti kalian! Baru kali ini aku melihatnya benar-benar tersenyum,. Mungkin dia baru saja memenangkan lotere, makanya dia tampak bahagia seperti itu!”

#Author Pov

Tetapi jauh di dalam hatinya Suzy sadar kalau Siwon memang telah benar-benar berubah. Ia tadi memang tersenyum hangat dan ini yang pertama. Ia tidak menyangka kalau Siwon juga bisa tersenyum sehangat tadi. Selama ini Siwon dikenal selalu berwajah dingin dan kaku seperti robot?! Apa alasan dibalik senyum Siwon itu? Apa ini semua karena Suzy? Apa dia berubah karena Suzy? Bagaimana nasib Suzy yang tengah berada di kepungan para fans Siwon? Apakah ia akan di sakiti?E

 [To Be Continued]

@@@@@@@^^^^__________^^^^@@@@@@@ Chingudeul…..simak kelanjutan ceritanya di Chapter 4 ya..Annyeong…

Annyeong-annyeong-annyeong chingudeul!! Maaf ya part-3 ini lama keluarnya ^^v. Terima kasih banyak ya buat readers yang udah baca The Silent & The Fussy Part 1 & 2 (bowed 90 derajat). Buat yang belum baca, wajib baca ya :p

Curcol dulu ya sebentar (#dikasih kartu kuning readers :Jgn kelamaan curcolnya!) Hehehe ^^…

Dulu pas waktu buat FF ini sebenarnya yang jadi cast pemeran utama ceweknya itu Kyoko Fukada dan cowoknya adalah Wu chun tapi seiring dengan berjalannya waktu dan author jadi korban hallyu wave, berubah haluanlah si pemeran utama menjadi Suzy dan Siwon. Jadi terserah readers aja ya mau ngebayanginnya Kyoko & Wuchun atau Suzy & Siwon. FF ini dengan sedikit dialog yang berbeda juga bisa kalian baca di jendelafes.blogspot.com/2012/…/silent-and-fussy-title-silent-fussy.html

So hepiiii reading chingudeul..jangan lupa comment ‘n sarannya ya.

***Saran & komentar kalian merupakan suplemen untuk author! Do not keep silence!

DON’T TAKE OUT WITHOUT PERMISSION!