3

Title : Empty || Author : Minnie (@aubrey_DGS) || Length : ficlet , songfic || Genre : romance || Cast :  Park Yoochun, Kim Jaejoong || Rating : PG-13 || Disclamer : Minnie storyline only! No plagiat !

EMPTY®2013

*****

“Hyung, aku pergi sekarang.” Seru Junsu terburu-buru. Ia memeluk Yoochun.

“Ga(pergilah)!” Teriak Jaejoong  dengan nada candanya. Ia tersenyum lalu memeluk Junsu . Sedetik kemudian pria itu sudah menghilang dari hadapan mereka.

“Aish! Kenapa aku selalu cemburu padanya. Dia selalu pergi dengan Tata dan aku hanya merenung di sini sendirian. Sendirian. Aku sungguh ingin menikah.” Jaejoong memegang keningnya.

“Kalau begitu menikahlah, hyung.”Ucap Yoochun.

Jaejoong menatap Yoochun .“Bisakah?Bisakah  aku melakukan itu?”

“Ehm.” Yoochun menggangguk . Ia membalik lembar komiknya.” Aku akan menyanyikan lagu pernikahan untukmu.”

“Aa!” Jaejoong mengangguk mengerti. Lalu ia tertawa. “ Bagaimana aku menikah bila tak seorang wanita pun bersamaku sekarang? Betulkan? Mana mungkin aku menikah tanpa kencan terlebih dahulu?”

Yoochun menggangguk. “Benar juga.” Ia membalik lembar komiknya lagi.

“Bagaimana dengan wanita itu? Wanita yang kau bawa ke rumahku kemarin? ”

“Mwo(apa)?”

“Bagaimana bila ia bersamaku?”

Yoochun tersentak. Ia menutup komiknya secara reflek dan menatap Jaejoong. “Andwe(jangan)! Hyung tak bisa bersamanya.”

“Mwe(kenapa)? Dia cukup cantik. Aku menyukainya walaupun sedikit terlihat kasar. ”

Yoochun kembali membuka komiknya. “Kau bisa  mencari wanita siapapun. Tapi jangan dia! Jangan wanita itu.”

Jaejoong terlihat bingung. “Mwe? Mwe?”

“Karena dia milikku.” Jawab Yoochun santai.

“MWO? MWOYAA (apa) ? Apa yang kau katakan? Cih…. Kau benar sungguh mengenalnya?” Jaejoong mendengus kesal. Bagaimana ia tak memberitahu pada Jaejoong tentang hal ini .                   “ Benar bukan? Aku tidak salah kan?” Tanyanya.

Yoochun tak menjawab. Ia meregangkan tubuhnya.“Ah ! Aku pulang sekarang. Hari ini sungguh melelahkan.” Ia mengambil tasnya dan pergi.

“YAK ! YOOCHUN! PARK YOOCHUN ! Ah Jincha (sungguh)..”

*****

#Yoochun’s home

Yoochun menyendiri di kamarnya. Tubuhnya dibaringkan pada sebuah kasur beralaskan kain putih dengan tangan yang memegang sebuah buku. Ia membalik bukunya berkali-kali. Ia menyipitkan matanya. Tubuhnya bergerak ke kanan dan kiri. Ia  terlihat sedikit gusar.  Ia mengacak rambutnya lalu mendudukan dirinya. Ia melempar buku itu ke lantai.

“Ah! Aku sungguh tak bisa membaca dengan tenang.”

Ia berjalan ke mejanya. Ia mengambil sebuah tas biru yang ditinggalkan gadis itu. Ia membuka dompet gadis itu . Bukankah ini menarik? Bermain petak umpet, bukankah menarik? Kenapa ia tak segera mencarinya? Ia tak ingin Jaejoong benar-benar serius menggunakan kata-katanya tadi. Gadis itu akan menjadi miliknya. Bukankah itu keinginannya?

Ia mengambil jaket yang menggantung pada kursi kerjanya dan  melangkah keluar kamarnya. Ia tak boleh kehilangan gadis itu lagi. Ia tak ingin gadis itu berlari menjauh darinya lagi. Dan untuk yang terjadi sebelumnya, ia sungguh meminta maaf.  Ia hanya ingin melakukan yang terbaik untuk dirinya, untuk keluarganya dan untuk wanita itu. Park Soomi.

*****

#11:00 PM

“Benarkah ini rumahnya?”

Yoochun mengetuk pintu rumah itu pelan. Berulang-ulang . Tapi tidak ada jawaban. Kawasan ini cukup sepi dan tidak banyak orang berada di sekitar. Ia menurunkan syal yang menutupi  sebagian wajahnya.

“Park Soomi !” Teriaknya.

Ia mengetuk pintu rumah itu lebih keras.  Tapi tak ada jawaban sekalipun.  Ia mengalihkan pandangannya pada jendela rumah yang tak tertutup oleh tirai. Rumah itu sangat sederhana. Tak banyak peralatan canggih di dalamnya. Namun semuanya terlihat begitu indah.  Ada titik yang membuat Yoochun tersenyum. Ia memandang sebuah foto yang terpajang di  dinding ruang tamu itu. Gadis itu benar-benar gadis yang ia temui  13 tahun yang lalu.  Gadis yang menerima cinta pertama Yoochun. Ia tak akan pernah melupakan hal itu.

“Di mana ia sekarang ?Apakah ini terlalu larut?Apa gadis itu pergi mabuk lagi?” batinnya

Yoochun memastikan kembali bahwa gadis itu tak berada di rumahnya. Ia mengetuk pintu rumah itu lebih keras. Namun justru seorang ibu yang berada di sebelah rumah itu keluar dan mendekati Yoochun.

“Dia sudah beberapa hari tak pulang.” Ucap ahjumma itu.

“Ne?”

“Park soomi sudah tak pulang dalam 3 hari ini. Aku tak melihatnya.”

“ Tapi mungkinkah, ahjumma tau dia berada di mana?”

Ahjumma itu menggelengkan kepalanya.

“Aaa…  gamsahamnida.” Yoochun membungkukan badannya.

Yoochun mengacak rambutnya. Baiklah, tiga hari yang  lalu, bukankah itu hari di mana ia juga bertemu dengan gadis itu? Ia khawatir gadis itu tidak selamat dalam perjalanan atau ia tersekap oleh sekumpulan fans yang berhasil menemukannya. Yoochun menggelengkan kepalanya. Itu tak mungkin. Sudahlah. Sepertinya ini terlalu larut untunk mencarinya.

Yoochun berjalan perlahan di pinggiran kota tersebut. Sudah lama sekali ia tidak menghirup udara di Korea. Udara kebebasan yang selalu ia rindukan. Langit cerah Seoul yang selalu ia lupakan. Jajanan malam yang selalu ia lewatkan. Ini terdengar menyenangkan. Ia tersenyum sekilas.

Ia menatap langit yang penuh bintang. Banyak bintang menunjukan sinarnya. Ia  memegang dadanya sesaat lalu tersenyum. Ia berharap bahwa bintangnya selalu bersinar di sana.

Pandangannya beralih memandang gedung tinggi yang berada di sampingnya. Ia membulatnya matanya. Ia melihat seseorang di puncak gedung yang kira-kira memiliki sepuluh lantai itu. Ia terlihat sedikit bingung.Apa yang dilakukan orang itu? Ia melihat dengan lekat. Tampaknya seperti seorang wanita. Seorang wanita dengan perawakan tinggi dan berambut panjang. Yoochun kembali memandang wanita itu dengan radius yang lebih dekat. Ia berharap bahwa itu bukan seorang yang ia cari .Namun, Ia mengenali gadis itu. Tidak!  Itu gadis yang ia cari.

“Apa dia sudah gila?”

Yoochun segera berlari ke dalam gedung itu. Ia menuju lift yang berada di  bagian samping gedung itu. ia menekan tombol dengan tanda panah ke bawah. Tubuhnya tak bisa setenang tadi.  lift itu tak segera turun pada lantai dasar itu. Yoochun  mengalihkan pandangannya pada sebuah pintu darurat yang berada di bagian belakang gedung. Ia  berlari menuju pintu itu dan membuka pintu itu. ia menghela nafasnya. Ia sangat berharap tak akan terjadi hal yang buruk pada dirinya.

*********

#Rooftoop

Soomi menghembuskan nafasnya. Ia melebarkan lengannya dan membiarkan tangannya merasakan hembusan angin. Ia memejamkan matanya  dan menikmati segarnya udara malam. Perlahan air matanya menetes.

Dunia ini sungguh tak waras. Semuanya telah berubah. Teman , sahabat, saudara, keluarga dan bahkan dirinya ,sudah berubah. Ia tak bisa merasakan seorang Park Soomi yang mempunyai hati dan perasaaan. Ia tak bisa merasakan seorang Park Soomi yang selalu kuat dan tegar. Karena ia telah menghilangkannya saat ini. Ia merubah semua alur dalam hidupnya hingga semua berakhir dengan kepalsuan. Ia merasa sangat jahat. Tak seharusnya ia mengambil pekerjaan buruk itu hanya karena material dan uang. Ia  bagaikan budak yang mampu melaksanakan apapun bagi tuannya. Namun detik ini ia menyadari bahwa semua itu bodoh. Mungkin terlihat baik bila ia tak  menginjakan kakinya di bumi ini.

“YAK ! NOE MIECHOSO (kau gila) ?”

Soomi tersentak. Suara seorang pria dengan anda yang terengah itu sungguh mengagetkannya. Namun, Ia mengabaikan suara itu dan terus menghadap ke arah kota. Siapapun pria itu, ia tak mempedulikannya. Ia bukan seorang yang kenal. Tak akan ada yang pernah mencarinya untuk saat ini. Semua akan segera berakhir. Ia memejamkan matanya dan menarik nafasnya.

Bukk~

Soomi merasakan bagaimana tubuhnya terbanting. Bukan ke arah depan namun ke belakang. Pria itu menarik Soomi hingga gadis itu terjatuh bersamanya. Soomi segera menegakkan tubuhnya dan melihat wajah pria itu. Ia kaget melihat pria itu. Tak seharusnya ia berada di tempat ini.

“Kau….”  Soomi menatap aneh pria itu. Ia mendengus kesal.

“Kau gila? Bagaimana kau bisa melakukan itu! Kau pikir semua masalah akan selesai dengan bunuh diri?”

“Apa urusanmu?” Soomi menatap Yoochun tajam. “Ini hidupku. Kau tak perlu repot-repot mengatur hidupku.”

“Apa yang sedang ada di pikiranmu, Park Soomi? Apa yang sedang ingin kau lakukan? Melarikan diri? Ini bukan dirimu. Kau seorang yang berani untuk menghadapi hidupmu.”

Soomi menatap lekat yoochun .“Kau tau apa tentang diriku? Itu bukan diriku. Kau salah orang. Aku bahkan baru bertemu denganmu sekali. Tidak seharusnya kau semena-mena terhadap diriku. Kau tak bisa mengontrol diriku.”

“Kenapa kau tak berusaha melepaskan bebanmu dan berusaha melihat sisi indah kehidupan ini. Tidak dapatkan kau melepaskannya? Kau terlihat begitu dingin dan bersikap tak peduli terhadap sekitarmu. Kau sangat keras kepala. Kau terlihat seperti orang yang tak memiliki perasaan. Dan ini bukan dirimu. Itu semua karena hatimu yang kosong. Kau hanya….”

Soomi mendekatkan dirinya pada Yoochun. Ia mengepalkan tangannya. “DIAM KAU ! SIAPA KAU SESUNGGUHNYA? “ Soomi menghembuskan nafasnya dan menenangkan dirinya. “Baiklah aku tahu kau Park yoochun,seorang penyanyi, tapi kau siapa? Maksudku, bagaimana kau berperilaku seperti seorang yang mengenalku? Dan bagaimana kau mengetahui … namaku?”

Yoochun mengerutkan keningnya. “Kau sungguh tak mengenalku? Kau tak ingat?”

“Apa aku pernah mengenalmu?”Tanya gadis itu bingung.

“Apakah sikapku terlalu buruk padamu? Sehingga kau melupakanku seperti ini?”

“Apa yang kau katakan ? Aku tak mengerti.”

Yoochun menyipitkan matanya. “Apa kau ingat pernah tinggal di Amerika?”Tanyanya.

“Amerika? Pernahkan aku ke sana?Sepanjang hidupku aku tinggal di Korea.”

“Kau sungguh tak ingat? Aku tak mungkin salah orang. Ini benar kau , Park soomi. Aku bisa mengenali dari matamu.”

Soomi menggeleng. Ia mengkerutkan keningnya. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Ia berusaha memutar memorinya kembali .

“Maafkan aku. Aku sungguh tak ingat. Mungkin ini karena kecelakaan 15 tahun lalu. Sebagian memoriku hilang. Aku bahkan tak bisa mengingatnya hingga sekarang. Maafkan aku.”

Gadis ini benar tak ingat apapun setelah kecelakaan itu. Semua kenangan sewaktu ia kecil pun tak dapat ia ingat. Kecelakaan itu salah satu yang membuat dirinya menjadi Park Soomi yang sekarang.

“Ini sungguh tak lucu. Kau tahu ini bukan waktunya untuk bercanda bukan , Soomi? Aku sungguh tak mengharapkan jawaban itu.”

“Maafkan aku bila mengecewakanmu. Tapi aku sungguh tak bisa mengingat. Aku tidak sedang berbohong. Kehidupanku sekarang sangat rumit. Dan sekarang kau membuatnya terasa lebih sulit lagi. Tolong menjauhlah dariku! Aku ingin sendiri! Aku tak ingin ada seseorang di sekelilingku. Aku Hanya ingin sendiri ditemani sepi ini. Aku mohon.”

Gadis itu berjalan menjauh dari Yoochun. Ia kembali meneteskan butiran air mata itu lagi. Ia sungguh tak sanggup menghadapi dunia yang ia hadapi sekarang. Ia hanya tak bisa menerima kehadiran pria itu. Terlalu susah dan terlalu rumit.

“Biarkanlah aku berada di sampingmu. Aku hanya ingin melihatmu. Aku ingin memutar kembali memori itu bersamamu. Aku akan menjadi kotak memorimu. Aku ingin kau tersenyum seperti dulu.” Yoochun berjalan mendekat gadis itu. Ia merengkuh tubuh gadis itu dari belakang. Tangannya menggengam erat tangan gadis itu yang bergetar. Perlahan bibirnya mendekat pada daun telinga gadis itu.

“Bersamaku.Hanya bersamaku.” Bisiknya lembut.

Soomi merasakan bagaimana tubuhnya diselimuti oleh hangatnya lengan pria itu. Pelukan itu seperti suatu hal yang sangat ia rindukan di dunia ini. Ia seperti menemukan hal terlangka yang ia cari selama hidupnya selama ini. Ia merasakan suatu yang sangat berbeda. Rasa yang sangat lembut dan penuh dengan ketulusan.  Rasa yang dapat membekukan perasaan gadis ini hingga derajat terbawah. Rasa yang membuat gadis ini ingin mengenal pria itu, Park Yoochun. Bukan sebagai penyanyi tetapi sebagai pria.

END

RCL pls…

Note:

Annyeong!minnie –ieo.

Ini adalah seri lanjutan dari ayy girl. Ficlet yang kubuat ini berdasarkan isi lagu JYJ dan ceritanya bersambung walaupun leght nya one shoot.

Songfic yang aku buat ada 3 series : The.. series, the beginning series dan in heaven series.

Judul yang digunakan akan sesuai dengan judul lagu JYJ.Aku harap kalian menyukainya.

Dan satu lagi, aku harap kalian tidak akan terikat sama pasangan-pasangan yang berada dalam songfic series ini. Suatu saat, entah kapan, mungkin pasangan tata-junsu, atau yoochun-soomi akan berpisah karena jalan cerita ini hanya disesuaikan dengan isi lagu JYJ. Berdoa saja tidak akan lagu perpisahan dalam album JYJ selanjutnya. Hehehe…Jadi mohon dimengerti.