Inspiration of My Words

Title                   :           Inspiration of My Words
Author             :           Tam.P
Cast(s)              :           – Yoon Bora (Sistar)
– Jo Kwangmin (Boyfriend)
Length             :           Drabble (329 words)
Genre               :           Romance, Sad
Rate                  :           PG15
Disclaimer     :           Saya tidak mengambil keuntungan dari FF ini. Yoon Bora adalah member dari Sistar. Dan Jo Kwangmin adalah member dari Boyfriend. Lalu plot dan alur cerita semua murni milik saya.

***

Jari-jarinya bermain dengan lincah di atas keyboard laptop. Tidak jarang dia melakukan hal ini. Ketika teman-temannya sedang sibuk memecahkan rumus-rumus fisika yang memusingkan, atau berusaha mengingat nama tokoh-tokoh dalam sejarah, gadis itu malah berkutat dengan laptopnya. Dia selalu berusaha memancing otaknya untuk terus mengalirkan ide-ide baru, mencari inspirasi-inspirasi baru.

Inspirasi? Gadis itu memikirkan kata itu cukup lama. Siapa yang menjadi inspirasi dalam setiap kata-katanya? Dan pertanyaan-pertanyaan itu berputar di kepalanya. Seringkali dia menuliskan kisah cintanya sendiri. Jadi, siapa yang menjadi inspirasi kata-katanya?

Lelaki itu!

Kisah cinta yang terlihat sangat menyakitkan, selalu menjadi inti dari setiap kata-kata yang dirangkai gadis itu. Entahlah, dia terlihat sangat menyukai kisah cinta yang seperti itu. Apa karena di kehidupan nyatanya dia juga merasakan demikian?

Ya! Gadis itu menjawab dalam benaknya. Betapa dirinya ingin merasakan cinta yang indah, bukan seperti yang dirasakannya sekarang. Mencintai tanpa dicintai? Mungkin itu judul yang tepat.

Lelaki itu juga tidak dapat disalahkan! Gadis itu kembali berseru dalam benaknya. Mengingat selama ini hubungannya dengan lelaki itu hanya sebatas saling kenal, bahkan setiap bertemu dengan lelaki itu, dirinya tidak berani menatapnya secara langsung apalagi menyapa.

Aku memang bodoh! Gadis itu kembali merutuki dirinya. Tetapi dia tidak memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu. Selalu ada rasa egois dalam dirinya yang mengatakan, tidak seharusnya perempuan yang memulai kan?

Tetapi setiap melihat lelaki itu dia sangat ingin mengatakan, aku mencintaimu Jo Kwangmin.

Dan kemudian gadis itu terdiam cukup lama. Entah sampai kapan ia mampu menyimpan kata-kata itu dalam benaknya. Mungkin besok? Atau satu minggu lagi? Atau satu tahun lagi? Atau tidak pernah sama sekali? Gadis itu tidak mengerti. Tetapi untuk saat ini, dia bahagia hanya dengan melihatnya dari kejauhan.

Gadis itu kemudian menghela napas dan berniat mengakhiri rangkaian kata-katanya. Kemudian gadis itu memberi akhir pada rangkaian kata-katanya.

Terima kasih telah hadir dalam hidupku, memberi inspirasi untuk semua kata yang kurangkai. Aku ingin mengatakannya secara langsung kepadamu, tetapi aku tidak mendapat keberanian itu. Walau tidak yakin, aku hanya bisa berharap semoga kau membacanya, Jo Kwangmin.

Yoon Bora

***

Entahlah, saya tiba-tiba dapat pencerahan bikin ini :p Dan ini curhat lagi ._. Oke, silahkan menikmati. RCL 🙂

Iklan