my romantic appa

Tittle: My Romantic Appa || Author: Shin Ha Kyo || Cast:   Cho Kyuhyun, Cho Eun Rim, Cho Mikka || Genre: Family Romance || PG: 13 || Length: One Shoot

FF ini pernah di publish di http://wonderfanfiction.wordpress.com/ dan http://fanfictionschools.wordpress.com/

 

Jangan lupa main ke blog aku yaaa http://sartikadevicloud.wordpress.com/

 

Anyeonghaseyo yeorobeun, terimakasih banyak sudah mau membaca FF author yang agak-agak ngaco ini. Author minta maaf ya kalo misalnya jalan cerita yang author buat acak-acakan, banyak typo dimana-mana. Fanfiction ini aku bikin buat Corry… jangan ngamuk ya Cor kalo ceritanya bikin mood rusak, hahahaha… Authornya juga masih belajar biar bisa bikin FF yang bagus hahahahaha. Yaudah deh author gak banyak ngomong lagi, langsung aja yaa

 

Bismilahirrohmanirrohim, semoga gak ada yang copas yaaa.

 

NO BASH

NO WAR

 

JUST HAPPY READING ALL~~~~~

MY ROMANTIC APPA®2013

 

*Author Pov

 

“MWO?! Apa ini? Acara menginap bersama orang tua siswa?” Kyuhyun membaca selebaran yang diberikan oleh anaknya.

“ne, Appa, Acaranya akan dimulai hari minggu ini, guruku bilang kita akan menginap di villa milik kepala sekolah” jawab anak itu dengan mata yang berbinar-binar penuh semangat.

“yaaa Mikka-ah, Appa tidak bisa ikut menginap. Appa banyak sekali pekerjaan dikantor yang belum Appa selesaikan. Bagaimana kalau kau menginap dengan Eomma saja” Kyuhyun memberi pengertian pada anaknya.

“aniya Appa, semua teman-temanku membawa kedua orangtuanya, Eomma dan Appa mereka ikut semua. Kenapa aku harus pergi hanya dengan Eomma, sedangkan aku punya Appa juga” Mikka kelihatan geram dengan pernyataan Kyuhyun barusan. Ia langsung berlari ke kamar dan sedikit membanting pintunya.

“apakah pekerjaanmu tidak dapat ditunda dulu Kyuhyun-ah, ini acara pertama untuk Mikka disekolahnya, dia pasti akan sangat kecewa jika kita berdua tidak datang” Eun Rim datang memberi penjelasan kepada Kyuhyun sambil menyerahkan secangkir teh.

“Rim-ah, tapi aku ada rapat penting minggu ini, aku bisa kehilangan kontrak jika tidak menghadirinya” Kyuhyun masih kukuh pada pendiriannya.

“kau benar-benar appa yang buruk, mana ada hal yang lebih penting daripada kebahagian anaknya sendiri?” Eun Rim geram dan pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian diruang keluarga.

—-Mikka’s room—-

*Eun Rim POV

 

“aigooo, anak Eomma apa bisa bernafas dengan selimut yang menutupi wajahnya seperti itu?” aku langsung duduk dipinggir ranjang anakku, aku mendengar Mikka sedikit terisak.

“chagi-ah, waeyo?. Kenapa tidak mau bicara dengan eomma? Apa kau marah dengan eomma” aku membaringkan tubuhku diranjang sambil memeluk mikka dari samping, tubuhnya sedikit bergetar. Aku membuka sedikit tutupan selimut yang menyelimuti wajahnya

“aku benci appa, eomma. Aku benci appa” sekarang Mikka menghadapku memelukku dan tangisannya pun pecah.

“appa benar-benar sudah tidak menyayangiku lagi. Aku benci appa. Aku hanya ingin pergi bersama appa dan eomma, hanya itu saja, apa itu menyusahkan untuk appa.” Mikka semakin menangis, sepertinya ia benar-benar sedih. Awas kau Cho Kyuhun, kau benar-benar harus bertanggung jawab karena telah membuat anakku sedih seperti ini.

“aniyo chagi, tidak seperti itu, appa sangat mencintaimu. Hanya saja…. appa memang benar-benar sedang banyak pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan, itu semua karena appa sangat-sangat mencintaimu Mikka” aku memberi pengertian pada Mikka lagi.

“aku hanya ingin pergi bersama-sama dengan kalian, hanya itu saja” Mikka menghentikan isakannya. Tiba-tiba saja pintu kamar Mikka terbuka, dan munculah sesosok setan yang sedang kami bicarakan.

*Author POV

 

“aku benar-benar appa yang buruk. bagaimana bisa aku membuat anakku sendiri menangis seperti itu” Kyuhyun kelihatan sedang meratapi kesalahannya di ruang keluarga. Kyuhyun mengambil handphonenya dan mengetikan beberapa nomer.

“Tuan Kim bisakah kau mengambil alih rapat yang akan kita laksanakan beberapa hari kedepan?”

“……”

“ah aniya, aku tidak sakit, hanya saja aku sedang ada keperluan yang lebih penting. Bisakah kau melakukan hal itu tuan kim?”

“……”

“ah ne, kamsahamnida tuan Kim”. Kyuhyun mengakhiri percakapannya. Ia beranjak dari tempat duduknya dan beralih ke kamar Mikka.

—–still mikka’s room——

*Still Kyuhyun POV

 

Aku mendengar sayup-sayup Mikka mengatakan sangat-sangat membenciku, aku langsung meremas dadaku, kenapa rasanya bisa sesakit ini mendengar pernyataan Mikka, dalam sekejap aku merasa menjadi ayah paling jahat sedunia. Aku melangkahkan kakiku mendekati ranjang Mikka.

“chagi-ah, maafkan appa.” sekarang aku duduk ditepi ranjang Mikka menunggu jawaban darinya, tapi sepertinya Mikka diam menutup mulutnya rapat-rapat. Tentu saja aku tidak mau hubunganku dengan Mikka hancur hanya karena hal sepele seperti ini, aku langsung menggendongnya dan meletakan kepalanya dibahuku sambil kubelai-belai rambutnya pelan, badannya hangat sekali.

“appa benar-benar minta maaf chagi, appa mengaku salah.” ucapku sambil sesekali mencium pucuk kepala Mikka, sesaat kemudian Mikka mengalungkan tangannya keleherku dan membenamkan kepalanya didadaku, ia terisak pelan.

“appa dan eomma akan menemanimu menginap di villa pada acara sekolah, eotthe??,” ujarku membujuk mikka

“jinjayo appa?, appa benar-benar mau pergi menginap bersama?” anakku begitu gembira sampai-sampai begitu bersemangat.

“hmmmm, tentu saja. Tapi kalau mikka tidak mau mencium appa, appa bisa membatalkannya.” ujarku menggoda anakku satu-satunya itu. Langsung saja Mikka menghujani pipiku dengan serangan ciuman di seluruh wajahku lalu memelukku dengan sangat erat. Aku langsung tersenyum lega. Melihat senyuman anakku ternyata lebih menyenangkan dibandingkan aku mengikuti rapat-rapat bodoh itu.

—–keesokan harinya, di halaman sekolah—–

*Author POV

 

“baiklah untuk para orang tua murid dan siswa dari kelas blossom silahkan naik ke bus pertama, sedangkan dari kelas flower di bus ke dua, apa kalian mengerti”  salah satu guru TK tempat Mikka bersekolah memberi petunjuk

“karena kepala sekolah Kim tidak bisa hadir, maka beliau akan diwakilkan oleh putranya yaitu tuan Kim Jong Woon. Silahkan tuan Kim memperkenalkan diri ” lanjut guru tadi.

“ehem.. perkenalkan aku Kim Jong Woon, aku mewakili ibuku disini karena beliau sedang sakit. Bersenang-senanglah.” pria yang bernama Kim Jong Woon itu memperkenalkan diri.

“aigoo… aigooo, kenapa tuan Kim begitu tampan.”  seru dari beberapa ibu yang bergerombol , para suami mereka langsung memberikan mereka death glare cemburu pada saat itu juga.

“kita duduk di bagian tengah saja, kajja” kyuhyun menggendong Mikka dan menggenggam tangan Eun Rim.

—–di dalam bus—–

Semua orang tua murid dan anak-anak mereka kelihatan gembira dengan perjalanan ini, hanya saja Kyuhyun merasa tidak nyaman dengan keadaan disebelahnya. Bagaimana ia tidak gusar, sedari tadi Eun Rim bersama dengan si tuan berkepala besar, yaaa itu si Kim Jong Woon, sibuk bercanda tanpa melibatkan dirinya, itu membuat Kyuhyun sedikit merasa bad mood. Eun Rim berkata bahwa Jong Woon adalah temannya sewaktu SMA, huh, alasan klise sekali. Seorang teman SMA dapat membuatmu melupakan suamimu. Itulah kira-kira jeritan hati yang dialami Kyuhyun sekarang dan sekarang sepertinya mereka telah sampai disebuah villa mewah dengan warna cat dasar putih yang melapisinya dan beberapa tanaman merambat yang mengelilingi rumah tersebut, villa itu memiliki halaman yang sangat luas dan juga sangat asri.

“huaaaaaaaahhh, sejuk sekalikan Mikka?” kyuhyun bertanya pada anaknya yang berada dalam gendongannya sekarang.

“ne, appa” jawab yeoja kecil itu.

“eomma eodhiga?” tanya Mikka lagi.

“eommamu sedang bersama temannya” Kyuhyun sedikit memperbesar volume suaranya agar Eun Rim mendengar. Eun Rim yang mendengar itu langsung berpamitan pada Jong Woon dan menghampiri Mikka serta suaminya.

“apakah Mikka senang?” tanya Eun Rim pada anaknya sambil menggoyang-goyangkan kepalanya.

“ne, eomma aku sangat senang” ucap yeoja mungil itu lagi.

“apakah kau lelah Kyu?, sini biar aku yang menggendong Mikka ke kamar” tawar Eun Rim sambil mengambil alih gendongan kyuhyun. Kyuhyun hanya cemberut sambil menyerahkan Mikka pada Eun Rim.

“wae yeobo?, apakah kau cemburu dengan Jong Woon?. Dia hanya teman SMA ku saja” Eun Rim yang mengetahui bahwa Kyuhyun sedang kesal pada dirinya, langsung membuat pernyataan.

“aniya, aku tidak cemburu” jawab Kyuhyun sambil melangkahkan kakinya menuju kamar

“lihat tingkah appamu Mikka-ah, jika dia sedang cemburu tingkahnya seperti anak bayi” Eun Rim bergumam bersama Mikka.

—–malam harinya——-

Dihalaman depan villa sekarang sedang dinyalakan api unggun, beberapa orang tua murid juga sedang mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk acara barbekyu. Eun Rim yang sedang memangku Mikka duduk disebelah Kyuhyun sambil bercanda-canda melakukan sesuatu hal yang lucu agar Mikka tersenyum.

“eomma harum sekali, apakah eomma memakai parfum baru?” Mikka tiba-tiba bertanya sambil sesekali mengenduskan hidungnya ditubuh Eun Rim dengan tingkah yang lucu.

“benarkah?, eomma hanya mengganti sabun mandi eomma saja.” Eun Rim menjawabnya.

“appa, eomma harum sekali.” Mikka memberi tahu Kyuhyun.

Kyuhyun tanpa banyak bicara langsung mendekatkan tubuhnya ke wajah Eun Rim dan mengendus harum tubuh istrinya, namu sesaat kemudian ia malah terus menerus menciumi pipi lembut Eun Rim. Tentu saja Eun Rim melotot garang pada Kyuhyun, namun Kyuhyun terus melancarkan aksinya sambil merangkul dua orang yang paling dicintainya kedalam pelukannya. Saat sedang asiknya mereka bertiga bersenda gurau tiba-tiba saja….

“bolehkah aku ikut bergabung disini?” seru Kim Jong Woon yang langsung duduk disebelah Eun Rim.

“ne, tentu saja Jong Woon-ah” Eun Rim dengan senang hati langsung mempersilahkan Jong Woon untuk duduk. Kyuhyun yang melihat hal tersebut langsung memasang muka masam andalannya.

“anyeong Kyuhyun-ah” sapa Jong Woon ramah.

“hmmmm” jawab Kyuhyun.

“Kyu, kau tidak boleh bersikap seperti itu. Itu tidak sopan tau” Eun Rim memberitahu Kyuhyun dengan berbisik.

“baiklah terserah kau saja” Kyuhyun bersikap acuh pada lawan bicaranya.

“apa Aku menganggu acara keluarga kalian?” Jong Woon merasa tidak enak hati karena perubahan sikap Kyuhyun tadi.

“Ah, aniyo oppa.. gwenchana ” Eun Rim langsung menepis pikiran Jong Woon tersebut, sedangkan lelaki disebelahnya lagi mendelik ke arah Eun Rim karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan Eun Rim barusan, OPP…A?!.

Saat sedang Ramainya acara pada malam itu, tiba-tiba salah satu guru maju kedepan dan memberikan sebuah pengumuman.

“baiklah, karena kita semua sudah berkumpul disini, saya ingin memberikan suatu games pesan dari kepala sekolah” ujar guru TK tersebut.

“gamesnya sangat mudah sekali, karena aku sudah mengecek yang datang ketempat ini adalah sebuah keluarga yang terdiri dari eomma dan appa, maka kedua orang tua tersebut harus bersikap romantis kepada pasangannya selama disini, apa kalian mengerti?” tanya guru itu lagi.

“Aiiish,, untuk apa melakukan hal yang tidak berguna seperti itu” salah seorang appa kelihatan menggerutu dengan diadakannya games tersebut.

“kepala sekolah beranggapan, dengan diadakannya permainan ini, hubungan sebuah keluarga akan kelihatan jauh lebih harmonis, dan itu berhubungan dengan psikologi seorang anak. Anak akan tumbuh menjadi baik apabila tinggal di sebuah keluarga yang saling menyayangi bukan?” guru tersebut meberi penjelasan.

“aahhh.. arraseo arraseo” ucap beberapa orang tua murid yang tampaknya mulai paham.

“tenang saja, bagi pasangan yang mendapat predikat palaing romantis akan mendapatkan sebuah hadiah yang istimewa” lanjut guru itu lagi.

“benarkah itu bu guru?, jadi apa hadiahnya” tanya salah satu orang tua murid.

“kalian akan mendapatkan liburan gratis kepulau Jeju selama 2 hari satu malam sekeluarga, kepala sekolah yang akan menanggung semua akomodasi yang kalian keluarkan, eotthe? Menarik bukan?” tanya guru itu lagi kepada semua  orang tua murid.

“Ne…” ucap semua orang tua murid yang hadir dengan serempak.

Kyuhyun kini memandang Eun Rim yang tampaknya dibuat menjadi kikuk dengan diadakannya games seperti itu. Mereka tampak seperti pasangan yang lucu sekali, yaaa, memang dari semua pasangan orang tua yang hadir disini,merekalah pasangan orang tua murid yang paling muda, jadi wajar saja jika mereka kelihatan malu-malu seperti itu, mereka masih kurang pengalaman ^^.

Saat semuanya sedang asyik becengkrama di halaman depan villa, tiba-tiba saja Mikka yang berada dalam gendongan Eun Rim terlihat muntah.

“Mikka-ah waeyo” ujar Eun Rim panik.

“cepat bawa Mikka kedalam” Jong Woon langsung memberi perintah kepada Eun Rim. Mereka berdua dengan segera masuk ke dalam Villa meninggalkan Kyuhyun sendirian yang berada dalam keadaan panik juga.

“Eun Rim tolong buatkan Mikka teh hangat, dan tolong sediakan botol air hangat untuk menghangatkan perut Mikka” pinta Jong Woon

“ne, baiklah” jawab Eun Rim yang langsung berlari ke dapur mengambil apa yang dibutuhkan oleh Jong Woon. Aahh, Jong Woon adalah seorang Dokter di Seoul, dia mengambil spesialisasi anak, maka dari itu ia terlihat sangat cekatan dalam megurus Mikka yang sakit.

“suapi Mikka teh hangat ini pelan-pelan, sepertinya perutnya jadi dingin karena terlalu lama di luar ruangan, jika sudah membaik buatkan saja dia bubur, kelihatannya perut Mikka juga kosong” Jong Woon memberi nasihat kepada Eun Rim layaknya seorang dokter.

“ya baiklah, gomawo oppa” seru Eun Rim dengan tatapan muka yang masih cemas.

“gwenchana, Mikka baik-baik saja, jangan terlalu khawatir” seru Jong Woon sambil menepuk-nepuk bahu Eun Rim. Di pintu kamar terlihat Kyuhyun berdiri mematung, dengan tatapan mata yang tetap mengawasi. Saat ini, ingin rasanya ia berdiri di hadapan Jong Woon dan berkata ‘aku ayahnya, kenapa jadi kau yang repot hah!’, namun perkataan yang keluar saat ini dari mulutnya adalah

“gomawo” seru Kyuhyun tanpa berani memandang Jong Woon.

“tentu saja, itu sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang dokter, sekarang temanilah Mikka, dari tadi ia terus menyebut-nyebut namamu” jawab Jong Woon.

“aa….appa, app…aa” Mikka memanggil-manggil ayahnya.

“appa… kepalaku sakit” Mikka terlihat manja kepada Kyuhyun.

“ Kau akan segera sembuh chagi-ah, tapi kau harus mau makan dulu. araseo” ujar Kyuhyun pada anaknya.

“aku mau disuapi appa…” ujar Mikka lemah.

“ne, kajja appa suapi” Kyuhyun dengan sangat lembut menyuapi Mikka yang tengah sakit, Eun Rim sampai tidak percaya jika yang berada di hadapannya sekarang adalah suami yang biasanya selalu berbuat evil. Eun Rim hanya memandangi kedua orang yang amat dicintainya itu dengan perasaan yang  menghangat.

——keesokan harinya——–

Mikka terlihat lebih sehat dari semalam, sekarang Mikkapun sudah bisa bermain bersama dengan teman-temannya seperti biasa. Kyuhyun sedang mencari dimana keberadaan Eun Rim sekarang, kenapa pagi-pagi begini ia sudah menghilang. Apakah dia berada di dapur sekarang?. Kyuhyun pun mencari keberadaaan Eun Rim di dapur, namun pemandangan yang ia lihat sungguh ingin membuat ia tertawa. Bagaimana tidak, dihadapannya sekarang sepasang orang tua murid sedang beradegan mesra layaknya drama-drama yang sering Eun Rim lihat di televisi. Kyuhyun menutup mulutnya untuk menahan tawanya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan dapur. Sesaat kemudian Kyuhyun mendapatkan sebuah ide. Dengan senyum evilnya, Kyuhyun menghampiri Mikka yang sedang bermain.

“Mikka-ah, kau mau membantu appa” tanya kyuhyun pada anaknya.

“ bantu apa appa?” tanya Mikka bingung.

“ Kajja” ajak Kyuhyun seraya menggandeng tangan Mikka ke suatu tempat.

Saat ini pasangan ayah anak itu sedang merangkai ranting-ranting kering beserta bunga-bunga yang terdapat di sekitar villa untuk dijadikan sebuah hiasan rambut. Mikka sedang menggoreskan beberapa crayonnya pada selembar kertas putih besar. Sesekali kyuhyun meringis kesakitan karena tanggannya tertusuk-tusuk ranting yang cukup tajam, namun senyum manis terus tersungging dibibirnya. Sekarang ia membayangkan betapa terkejutnya Eun Rim mendapat kejutan yang telah ia dan Mikka persiapkan. Kalian boleh mengatai Kyuhyun kampungan sekarang, atau mengatainya apapun, hal itu tidak akan mengurangi kebahagian yang sedang dirasakan Kyuhyun saat ini.

“Mikka-ah, apa kau sudah selesai ” tanya Kyuhyun pada anaknya.

“ne appa, aku tinggal memberikan warna merah pada bunga ini” jawab Mikka sambil terus meneruskan gambarnya.

“ kajja appa bantu” jawab kyuhyun sambil mengambil warna merah satunya lagi.

Kalian pasti tahu apa yang akan dilakukan Kyuhyun dan Mikka saat ini, yaaa, mereka akan membuat kejutan manis untuk Eun Rim. Kyuhyun membuat rangkaian mahkota kecil untuk Eun Rim, dan Mikka menggambar sebuah keuarga kecil dengan ucapan saranghae pada bagian bawahnya untuk dihadiahkan kepada eomma tercintanya. Selain rangkaian mahkota dari ranting dan bunga, Kyuhyun menyipkan sebuah rekaman lagu She yang dinyanyikan oleh Leeteuk penyanyi idolanya. Kyuhyun berniat mengajak keluarga kecilnya untuk melihat sunset bersama ditemani lagu itu. Pikiran Kyuhyun sudah dipenuhi dengan hal-hal menyenangkan sekarang. Tapi, dimana Eun Rim?. Daritadi Kyuhyun tidak menemukan sosoknya. Kyuhyun menyuruh Mikka untuk bermain dengan teman-temannya dulu selagi Kyuhyun mencari Eun Rim, karena di bagian depan villa ia tidak bisa menemukan Eun Rim, akhirnya ia mencari di bagian belakang villa.

“aiish… dimana sih yeoja itu” gerutu Kyuhyun sambil mengacak-acak rambutnya. Saat ia terus mengedarkan pandangannya untuk mencari Eun Rim, matanya menangkap sosok dua orang yang sangat ia kenali sedang duduk di sebuah kursi panjang yang terletak dibelakang villa ini. Gigi Kyuhyun terdengar gemeretuknya pertanda ia sangat marah, ia juga mengepal erat buku-buku tangannya meredam kemarahan yang sangat memuncak di jiwanya, bagaimana tidak, saat ini ia melihat Eun Rim sedang dipegang tangannya oleh si tuan berkepala besar, ya siapa lagi kalo bukan si Kim Jong Woon. Kyuhyun dengan segera menghampiri mereka berdua dan tanpa babibu lagi langsung

‘BUUK’ tinju Kyuhyun tepat di pipi mulus Jong Woon.

“jangan berani-beraninya kau sentuh istriku lagi, mengerti kau sialan” Kyuhyun terlihat meraih tangan Eun Rim dan menariknya kebelakang tubuhnya.

“ Kyuhyun kau salah paham, dengarkan penjelasanku dulu” Eun Rim menenangkan Kyuhyun

“ salah paham katamu HUH!!” Kyuhyun membentak Eun Rim.

“aku melihat dengan kedua mataku sendiri istriku sedang bersama dengan laki-laki lain, kau bilang aku salah paham huh!!” Kyuhyun membentak Eun Rim dengan lebih keras.

“kau benar-benar salah paham Kyu-ah, ini tidak seperti yang kau pikirkan” Jong Woon mulai bersuara.

“ DIAM KAU BRENGSEK!!” Kyuhyun ingin menghajar Jong Woon lagi namun dihalangi Eun Rim.

“ Kyu, tolong dengarkan aku dulu jebal, aku mohon” Eun Rim mulai terisak di depan Kyuhyun. Tiba-tiba saja Mikka sudah ada di belakang Kyuhyun dengan muka yang sangat ketakutan.

“appa…eomma” seru Mikka pelan

“ ayo Mikka, kita pergi dari sini” Kyuhyun hendak menggendong Mikka mengajaknya untuk meninggalkan tempat itu, namun langkahnya tertahan dengan tarikan tagan Jong Woon pada bahunya.

“HEI, kyu kau boleh memukulku ratusan kali, tapi dengarkan penjelasan kami dulu huh” bentak Jong Woon dengan muka yang berapi-api, namun tetap menahan volume suaranya karena disana ada Mikka.

“ apa lagi yang ingin kalian jelaskan huh” tanya kyuhyun dengan suara mendingin, ia terlihat malas mendengar apapun sekarang.

“aku mohon duduklah dulu Kyu” Eun Rim memegang tangan suaminya mengajaknya untuk duduk, sekarang Mikka sudah berada dalam gendongan Jong Woon.

“ aku dan Jong Woon oppa benar-benar tidak ada apa-apa Kyu. Jong Woon oppa hanya meminta pendapatku tentang bagaimana caranya melamar seorang gadis, karena dia berniat melamar yeojanya ditempat ini” jelas Eun Rim panjang lebar. Muka Kyuhyun terlihat tidak percaya namun tetap memandang istrinya.

“kau lihat ini Kyu, ini adalah foto pacarku. Aku berniat untuk melamarnya malam ini, di tempat ini, dan aku hanya meminta pendapat Eun Rim tentang kata-kata yang seharusnya aku ucapkan nanti saat melamarnya” seru Jong Woon sambil memperlihatkan ponselnya. Sekarang Kyuhyun terlihat menyesali perbuatannya.

“chagi-ah, waeyo? Kenapa kau berdarah seperti ini?” seru seorang gadis yang berlari menghampiri Jong Woon

“Ha Kyo-ah, kapan kau sampai? Gwenchana, hanya ada sedikit salah paham” seru Jong woon menenagkan Ha Kyo

“ Arraseo, Kajja aku obati di dalam” Ha Kyo terlihat menggandeng tangan Jong Woon dengan mesra

“ tunggu sebentar, aku harus memberikan Mikka pada appanya” Jong Woon memberikan Mikka ke tangan Kyuhyun

“Kajja” ajak Jong Woon pada Ha Kyo

Sekarang hanya tinggal keluarga kecil itu terduduk di bangku panjang ditemani langit sore yang mulai menggelap.

“ eomma uljimayo….” seru Mikka pada Eun Rim.

“ aku dan appa membuatkan ini untuk eomma” Mikka terlihat menyerahkan gambar hasil karyanya kepada Eun Rim. Sesaat Eun Rim memandangi Kyuhun dan Mikka bergantian

“gomawoyo chagi-ah” ucap Eun Rim sambil mengelus pipi Mikka.

“appa cepat berikan mahkota itu pada eomma” Mikka terlihat turun dari pangkuan Kyuhyun dan menyerahkan rangkaian mahkotanya kepada Kyuhyun

“mianhe” ucap Kyuhyun sambil memasangkan mahkota ranting dan bunga itu ke atas kepala Eun Rim.

“ aku yang bersalah Kyu-ah, aku seharusnya yang meminta maaf” ucap Eun Rim diiringi tangisannya.

“ aku sangat mencintaimu, aku benar-benar akan mati jika kau dan Mikka tidak ada disisiku” ucap Eun Rim lagi.

“uljimayo chagi-ah, aku yang terlalu emosi tadi, maafkan aku telah membentakmu” jawab Kyuhyun.

CUP~~

Eun Rim segera mencium bibir Kyuhyun lembut, namun segera dilepaskannya lagi karena ia sadar disana masih ada Mikka.

“untuk apa kalian membuat lukisan dan juga mahkota dari ranting dan bunga ini” tanya Eun Rim pada kedua orang yang dicintainya  itu.

“appa bilang akan melihat matahari terbenam bersama-sama dengan kita eomma, appa bahkan telah menyiapkan lagu kesukaan eomma” jawab Mikka.

“benarkah itu Kyu-ah” tanya Eun Rim menegaskan.

“ne, tapi sepertinya gagal karena sekarang mataharinya sudah tenggelam” ujar Kyuhyun sedih.

“gwencahana, kita bisa piknik di luar sambil menikmati bulan purnama sekarang” jawab Eun Rim dengan senyum yang menghiasi bibirnya.

She may be the face I can’t forget

 The trace of pleasure or regret

May be my treasure or the price I have to pay

 She may be the song the summer sings

May be the chill the autumn brings~~~~~~

 

Lagu yang menjadi kesukaan Eun Rim diputar oleh Kyuhyun dengan volume sedang, saat ini mereka sedang duduk beralaskan sebuah selimut di halaman belakang villa, Mikka kelihatan sudah terlelap dalam tidurnya, sepertinya ia kelihatan lelah setelah seharian membantu Kyuhyun mempersiapkan kejutan untuk Eun Rim. Di kepala Eun Rim masih bertengger dengan manis mahkota pemberian Kyuhyun dan anaknya.

“ apa kau tidak mau melepas benda aneh dikepalamu itu” tanya Kyuhyun kepada Eun Rim

“ benda aneh? Aku tidak memakai benda aneh. Di kepalaku ini terpasang mahkota yang dibuatkan oleh suami dan anaku tercinta” ucap Eun Rim seraya menggoda Kyuhyun.

“omo..omo… Kyu-ah kenapa tanganmu lecet-lecet seperti ini”Eun Rim terlihat panik melihat keadaan tangan Kyuhyun yan padahal tidak terlalu parah.

“aku tertusuk banyak ranting pohon saat membuatkanmu mahkota itu” jawab Kyuhyun dengan memasang tampang yang dibuat memelas.

“ Kyu-ah, gomawoyo” Eun Rim terlihat sangat tulus mengatakannya.

“ ne, sekarang aku  mau minta imbalannya” jawab Kyuhyun iseng

“ap….” sebelum Eun Rim menyelesaikan ucapnnya, bibir Kyuhyun sudah lebih dulu menempel di bibir Eun Rim. Eun Rim pun perlahan menutup matanya menikmati hadiah yang telah diberikan oleh Kyuhyun tersebut.

“terimakasih telah berada disampingku selama ini, dan terimakasih telah menghadirkan Mikka untukku” ujar Kyuhyun sambil melepaskan ciumannya.

“ Saranghae” ucapnya lagi

“nado saranghae Kyuhyun-ah” jawab Eun Rim sambil memeluk erat Kyuhyun di bawah terangnya sinar bulan purnama.

“kau pasti akan menjadi pemenang romantic appa tahun ini” goda Eun Rim pada kyuhyun sambil mempererat pelukannya.

“benarkah?, berarti kita bisa bulan madu.” Kyuhyun mengeluarkan seringainya dan mengeratakan pelukannya kepada Eun Rim yang mulai berontak dalam dekapannya.

THE END~~~~~

Bagaimana readerdeul dengan ff yang author buat?. Yang nyari author buat maki-maki author, maki-makai aja sekarang yaaa. Maafin aku ya readerdeul bikin mata kalian sakit. Author gak maksa kalian buat RCL kok. Tapi kalo misalnya ada diantara readerdeul yang masih pingin liat author nulis ff, kalo misalnya lagi ada waktu senggang boleh dong ya authornya minta diberikan keripik (eh”) maksudnya kritik yang membangun. Corry mianhe bikin matamu menjadi sakit karena tulisan ini….hahahaha.Gomawoyo readerdeul. Jaga kesehatan kalian, anyeong ^^~~~~

Oh iya, main-main ke WP aku yaaa, http://sartikadevicloud.wordpress.com/ terimakasih banyak yaaa.