Untitled

Title: Friends || Genre: Friendship, Romance || Length: Chaptered || Rating: PG-13 || Main casts: Kwon Ji Yong (GD of BIGBANG), Dong Yong Bae (Taeyang of BIGBANG), Lee Chaerin (CL of 2NE1), Sandara Park (Dara of 2NE1)

Disclaimer: Terinspirasi dari lagu TOP & Taeyang – Friends. Selain itu plot murni dari author.  Casts milik diri mereka sendiri dan Tuhan YME. Apa bila terjadi plagiarisme, harap segera laporkan kepada author via twitter @ScarecrowRahina atau melalui komentar pada FF ini. Credit pic: in pic

Notes: Apa bila terjadi plagiarisme, harap segera laporkan kepada author via twitter @ScarecrowRahina atau melalui komentar pada FF ini. Read, Like, Comment! Selamat membaca!

.

We were friends

When we were together,

we were like kids

.

Ji Yong POV

Semuanya berawal tiga tahun lalu ketika kuputuskan untuk pergi meninggalkan orang-orang yang mungkin adalah orang-orang yang terlalu kubutuhkan, setidaknya saat itu. Perdebatan kecil yang menjadi besar. Ya, semakin besar hingga membuatku gila. Tiga tahun lalu, aku tak tahu apakah ini benar atau salah, tapi kini aku mendapat apa yang kuinginkan. Menyenangkan? Mungkin. Jangan tanyakan padaku karena aku pun mungkin akan balik bertanya.

“Sampai jumpa dan kunjungi kafe kami lagi!”

Seorang pelayan perempuan berwajah manis membungkukkan badannya di ambang pintu, menyambut kepergianku dengan senyum manis yang seperti biasa ia pamerkan kepada para pelanggan tak peduli seperti apa perasaannya. Aku benar-benar tak bisa untuk tidak melirik ke arah pelayan itu melalui sudut mataku meski langkahku sudah sangat jauh membawaku darinya.

Munafik sekali kami. Berperan sebagai pelayan dan pelanggan tetap yang bertemu dan hanya menyapa sebagaimana semestinya. Aku tak tahu yang mana yang diri kami sebenarnya. Kami yang sekarang, atau mungkin kami yang tiga tahun lalu.

Ji Yong POV End

***Friends***

Dara POV

“Sampai jumpa dan kunjungi kafe kami lagi!” seruku sembari membungkukkan badan.

Laki-laki itu sama sekali tak merespon dan terus berjalan menjauh. Biarlah. Lagipula tak seharusnya kami saling mengenal. Kenangan, ya, semuanya hanya kenangan. Kenangan biarlah menjadi kenangan, jangan dilupakan, namun jangan ditarik kembali ke masa depan.

Angin sore itu begitu kencang, menghembuskan dedaunan kering khas musim semi. Kurapatkan jaketku seusai bekerja dan segera berlari kecil menembus angin.

“Nuna, baru pulang?”

Kutorehkan senyum kecil ketika kudapati Cheondung menyusul langkahku menuju rumah. Sepertinya adik laki-lakiku ini baru saja membeli sesuatu di minimarket.

“Begitulah. Kau membeli sesuatu?” tanyaku kembali. Ia hanya mengangguk, mengakhiri sementara perbincangan singkat kami selama perjalanan.

“Nuna, kau ingat tempat itu?”

Kuhentikan langkahku dan mengikuti arah yang ditunjuk oleh Cheondung. Oh, tempat itu. Sebuah taman bermain kecil yang sedang ramai oleh anak-anak. Hanya taman biasa, untuk sekarang, meski dulu taman bermain itu adalah tempat bermain ketika malam hari sebagai pengganti kelab malam yang menurut kami, menurutku, tak seharusnya kami datangi.

“Kau mau ke sana? Ayo kita bermain!” Cheondung menarik pelan tanganku, tapi aku hanya diam di tempat.

“Tidak. Kita pulang saja. Anginnya terlalu kencang,” ucapku.

Dara POV End

***Friends***

Flashback

“Hei, kalian mau roti?” Dara memekik pelan sembari terus memainkan pasir di taman bermain. Gadis itu beberapa kali merapatkan jaket kulitnya untuk melindungi diri dari udara malam hari yang memang selalu dingin di Seoul.

Ji Yong tersenyum meremehkan. “Hei, hei, hei, kau ini gila atau bagaimana, ha?” ucapnya.

“Kenapa? Dulu waktu kecil bukankah kau juga suka bermain pasir seperti ini?” tanggap Dara.

“No, no, no, Dara. Ji Yong kita ini fashionista! Dari kecil ia sudah bermain dengan perhiasan,” seorang gadis bernama Chaerin berucap sembari menahan tawa.

“Ya, dan dia hampir menelan cincin Chrome Hearts.”

Semuanya meledak dalam tawa ketika Yong Bae mengungkapkan masa lalu Ji Yong. Ji Yong hanya menarik sudut bibir dan berkomat-kamit tidak jelas.

Flashback End

***Friends***

“Di mana kalian sekarang?”

Gadis berambut pirang itu terus bergumam sendu sembari mengetukkan jari telunjuknya pada meja kaca dan memancangi foto berbingkai kecil di sudut mejanya. Gadis itu kini menghembus pirang, menyisir rambut pirangnya dengan jari sekilas lalu melangkah angkuh mengelilingi ruang kerjanya, yang tak salah lagi menunjukkan bahwa ia seorang desainer ternama. Lee Chaerin a.k.a CL.

“Hah… tidakkah kalian lihat kalau aku sudah merancang sesuatu khusus untuk kalian?” gumam Chaerin sembari memandangi empat carik kertas tertempel di dinding.

“Kapan kita akan bertemu lagi?”

***Friends***

Yong Bae POV

Seperti biasa, seperti hari-hari lainnya. Kulangkahkan kakiku pagi-pagi sekali memasuki sebuah studio kecil pribadi di rumah berisikan piano dan microphone. Bukan untuk apa-apa. Hanya hobby kecil untuk selalu memainkan pita suara dan menarikan jari-jari tangan pada tuts piano yang selalu terlihat ganjal. Ukiran itu masih tertera jelas di bagian belakang piano. Friends. Ayolah, meski sudah berkali-kali mencoba aku tetap tak bisa melupakan apa maksudnya, bagaimana sejarahnya. Dan aku tak sanggup membeli piano baru. Bukan karena masalah uang tapi… entahlah. Aku hanya tak sanggup.

“Hei, kau tidak mau sarapan dulu?”

Kutolehkan kepalaku. Ah, Hyun Bae Hyung. “Aku malas. Kau belum sarapan?”

Hyun Bae Hyung mengangguk lemas. “Bagaimana kalau makan burger di tempat biasa? Setuju?”

***Friends***

Flashback

Jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika empat orang ‘berandalan’ itu masih enggan melangkah keluar dari studio kecil Yong Bae. Ditemani beberapa kaleng soda dan jutaan camilan, mereka masih terus melakukan hal-hal tak menentu yang entah kenapa selalu mengundang gelak tawa. Bahkan Hyun Bae yang mendengarnya merasa iri pada adik laki-lakinya yang memiliki teman seperti mereka.

“Hei, Ji Yong, apa yang kau lakukan?” Yong Bae menghentikan tawanya, melihat Ji Yong tampak melakukan sesuatu pada pianonya.

“Diam saja!” ucap Ji Yong.

Yong Bae mencibir pelan. “Kau tidak merusaknya, kan?”

“Pianomu akan tetap bisa digunakan.”

“Ji Yong, apa yang kau lakukan?” kini Dara yang bertanya. 

Ji Yong berhenti sejenak, lalu melihat hasil perbuatannya. Sebuah ukiran kecil di bagian belakang piano. “Lihatlah!”

“Friends?”

“Kuharap kau menggunakan piano ini nanti saat kau menjadi penyanyi terkenal.”

End of Flashback 

***Friends***

Yong Bae melangkah gontai menyusuri pinggiran jalan sembari sesekali meminum soda yang dipegangnya. Laki-laki berambut mohawk itu terus menggerutu. Pantas saja, Hyun Bae yang mengajaknya membeli burger, tapi laki-laki itu menyuruhnya untuk pulang duluan hanya karena bertemu dengan pacarnya.

“Aku merindukan kalian!”
Yong Bae menolehkan kepalanya cepat ketika suara itu terdengar, suara manis yang familiar. Taman itu. Ya, dari taman itu seorang gadis sedang berteriak kesal.

“Dara?”

To be continued….