TOUCHING YOU BUT...

Tittle:              Touching You, But….. || Author:     Sartika Devi Pratiwi (Shin Ha Kyo) || Main cast:       Shin Ha Kyo (OC), Kim Jong Woon, Jejoon, Lee Hyuk Jae as Eunhyuk, Lee Donghae as Donghae || Genre:             Romance || Length : One Shoot || Rating: 14

 

Anyeong chingudeul,, bertemu lagi dengan Author ter-abstrak… setelah kemarin aku membawakan FF berjudul My Romantic Appa sekarang aku kembali lagi dengan membawakan FF yang berjudul…….. liat d iatas yaaa. Kekekeke.. kamsahamnida yang kemaren udah kasih comment, aku jadi semangat nulis jadinyaa. Kamsahamnida sekali lagi ^^.

 

Main-main ke wp aku yaaa http://sartikadevicloud.wordpress.com/

 

Bismilahirrohmanirrohim, semoga gak ada yang copas yaaaa.

 

Yaudah author gak bakal lebih lama lagi berceloteh. Langsung aja yaaaa.

Happy Reading All ^^

 

 

TOUCHING YOU, BUT… ®2013

 

 

*Author POV

 

“Bibi, ini dia susunya” seorang gadis berawakan mungil dengan balutan kaus v-neck putih mengerem mendadak sepedanya, kemudian dia mengambil sekotak susu dibelakang boncengannya.

“ ne, aaah Ha Kyo gomawo telah mengantarkan susu untukku” seorang wanita berusia sekitar 40 tahunan menyambut kedatangan gadis pembawa susu tersebut.

“ ne bi, kau harus selalu menjaga kesehatanmu ne jangan sampai sakit” gadis itu terlihat memberi nasihat.

“ Tentu saja Ha Kyo-ah, aku akan panjang umur jika kau selalu memberiku susu setiap hari seperti ini.” gurau bibi itu sembari menerima sekotak susu pemberian Ha Kyo.

“ Tentu saja bi. Aku akan selalu mengantarkanmu susu setiap hari agar kau selalu sehat dan dapat menjaga Jihyeon dengan baik. Aaahhh aku sudah terlambat, aku pergi dulu ya bi. anyeong” gadis itu kembali terburu-buru menuntun sepedanya.

“ ne, hati-hati di jalan jangan mengebut ne” teriak bibi itu sembari melambaikan tangannya dengan wajah sedikit khawatir.

 

Anyeong ^^, perkenalkan namaku Shin Ha Kyo. Aku adalah seorang pengantar susu, itu adalah pekerjaan sampingan ku. Kalau kalian tanya apa pekerjaan tetapku, aku jawab TIDAK ADA. Ya, hahahaha menggelikan memang, aku memang tidak mempunyai pekerjaan tetap karena aku masih berstatus mahasisiwi jurusan sastra korea di kyunghee university. Bibi tadi itu adalah tetangga di sebelah rumah sewa ku. Bibi itu hanya tinggal berdua dengan anaknya yang masih berumur 2 tahun. Suaminya merantau ke kota lain untuk mencari pekerjaan. Hmmm, mengenai diriku… aku tinggal sebatang kara di seoul ini, yap benar sekali hanya SEBATANG KARA. Aku dibesarkan di sebuah panti asuhan, dan setelah aku dewasa aku memutuskan untuk belajar hidup mandiri dan meninggalkan tempat yang selama 21 tahun telah membesarkanku. Aaah aku sudah terlambat kuliah, aku harus buru-buru anyeong ^^.

 

*Ha Kyo POV

 

Aku mengayuh sepedaku dengan kecepatan cahaya untuk sampai ke tempat aku berkuliah.

“gawat, aku harus cepat-cepat agar tidak kena marah dosen Park. aarrrggghh” omelku sambil tetap mengayuh sepeda.

Setelah sampai, aku memarkir sepedaku di tempat parkir dan terus berlari sekuat tenaga di sepanjang koridor kampus.

“ kenapa lorong ini begitu panjang sih, aiiishh” dengusku sambil terus berlari mengejar keterlambatanku.

“mm…mianhe dosen Park aa..aku datang terlambat” kataku sambil membetulkan letak rambutku yang sedikit berantakan akibat tiupan angin.

“ yak, Shin Ha Kyo apa kau tahu bahwa aku sangat benci orang yang tidak disiplin” omel dosen Park padaku.

“ ne, mianhe dosen Park” habislah kau Shin Ha Kyo, tidak ada ampun bagimu kalau sudah berurusan dengan dosen Park.

“ baiklah, kali ini kau dapat lolos dari konsekuensi yang telah kita sepakati, hal tersebut karena kau mendapatkan nilai terbaik pada nilai kuis sejarah korea. Sedangkan teman-temanmu hanya bisa mendapatkan C+” omel dosen Park dengan tatapan mata setajam elang pada murid-muridnya yang saat ini hanya tertunduk ketakutan karena bentakan dosen tersebut.

“ ne, kamsahamnida dosen Park, aku berjanji ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya aku telat” kataku sambil terus membungkuk, membuat rambut yang telah aku bereskan tadi berhamburan kembali di udara.

“ baiklah, segeralah kau duduk. Aku masih memikirkan hukuman apa yang tepat untuk membuat teman-temanmu ini mau memperhatikan pelajaran sejarah korea, heh” seringai dosen Park sambil memukul-mukulkan gulungan kertas ujian ke tangannya. Mahasiswa yang lainpun terlihat makin menunduk lemas melihat apa yang akan dilakukan dosen Park kepada mereka.

 

——- skip pembalasan dosen Park pada mahasiswanya——

 

“ ah, aku beruntung sekali dosen Park telah berbaik hati mengijinkan ku tetap masuk kelasnya. Kalau bukan karena nilaiku ini, aku mungkin sudah dimaki-maki olehnya sampai jam pelajarannya usai” kataku sambil merenggangkan tangan-tanganku ke udara.

“ yak kau gadis mungil yang ada di sana? Hei, aku bicara padamu.”  Apa ada seseorang yang memanggilku?.

“ brengsek, siapa yang berani-beraninya mengataiku gadis mungil” geram ku dalam hati.

“ wae, nugu? Kau bicara padaku?” sahutku ketus pada namja kurang ajar tadi.

“ kau, mulai hari ini kau jadi pacarku. arraseo” sahutnya lantang sambil berjalan mendekat kearahku.

“ MWO!!? Apa kau gila. Kenal denganmu saja tidak bagaimana bisa kau mengajakku untuk menjalin sebuah hubungan. Apa kau masih mabuk heh Ajushi? Sadarlah, ini dilingkungan kampus” dengusku kesal pada namja super aneh ini.

“ baiklah, aku akan memperkenalkan diriku. Aku kim jong woon mahasiswa teknik arsitektur di kampus ini. Aku penyuka warna hitam, aku anak kedua dari dua bersaudara aku mempunyai noona, aku benci disentuh wanita dan yang paling penting kau menjadi pacarku mulai dari sekarang. Jika kau ingin tahu lebih banyak tentangku tenang saja aku sudah menyiapkan waktuku untukmu besok Apa kau paham” pria aneh ini mulai mengoceh tak jelas di hadapanku. Aku yakin seratus persen otaknya mengalami gangguan.

“ namja gila” dengusku sambil berlalu meninggalkannya.

 

*Author POV

 

Tiba-tiba saja Ha Kyo mendapatkan pengakuan cinta… oh, ani ani lebih tepatnya ‘pemaksaan status’ dari seorang namja yang sama sekali tidak pernah ia lihat, namun Ha Kyo hanya menganggap hal tersebut adalah lelucon belaka sehingga ia tidak memusingkan hal tersebut.

Ditempat yang sama tiga orang namja mendekati Jong Woon yang masih memperhatikan Ha Kyo yang berlalu meninggalkan darinya.

“ yak Jong Woon-ah, sudahlah tidak perlu seperti ini. Nanti kau malah membuatnya ketakutan heh” seru Jejoon sahabat Jong woon.

“ benar apa yang dikatakan Jejoon Jong Woon-ah. Kau terlalu frontal terhadap gadis itu. Bagaimana bisa kau yang hanya mengintainya selama beberapa bulan terakhir ini langsung menyatakan cintamu padanya” seru Donghae yang juga sahabat dari kedua namja tersebut

“ menyatakan cinta? Aku sama sekali tidak mendengar adanya pengakuan perasaan kepada yeoja tadi, malahan lebih tepatnya lagi hal yang barusan Jong Woon lakukan adalah pe-mak-sa-an sta-tus” seru Eunhyuk dengan penuh penekanan pada kalimat akhirnya.

“ hei, hei, hei bukankah kalian bilang akan membantuku. Kenapa sekarang malah kalian yang akan mengacaukannya. Sudahlah jangan bersikap menjadi seorang pengacau” seru Jong Woon kepada tiga sahabatnya sambil berlalu dan mengenakan kacamata hitamnya.

“ ah, kajja kita pergi” seru Eunhyuk sambil merangkul Jong Woon.

“ yak, jangan pegang-pegang aku. Sana ” Teriak Jong Woon.

“ aigooo, bukannya kelemahan mu ini hanya berlaku untuk wanita saja. Dasar namja sialan” seru Eunhyuk sambil berlagak mau mencekik Jong Woon.

 

*Ha Kyo POV

 

“Aaaaahh mimpi apa aku semalam sampai ada namja gila membuat lelucon mengerikan seperti itu. Hah, dia kira aku yeoja murahan yang dengan gampangnya dia ajak kencan, tapi maaf-maaf saja ya ajjushi kau salah orang.” gerutu ku sambil mengayuh sepeda menuju rumahku.

“Ha Kyo-ah apakah aku dapat meminta bantuanmu.” eommanya Jihyeon bibi Shin menghampiriku saat aku hendak memarkirkan sepedaku.

“ ne, bi tentu saja. Apa yang bisa ku bantu hum?” seruku kepada bibi Shin.

“ aku mendapatkan pekerjaan untuk menggantikan sahabatku menjaga minimarket malam ini, dapatkah kau menjaga Jihyeon untukku malam ini saja. Aku tak dapat membawanya bersamaku karena peraturan”  seru nyonya Shin memohon padaku.

“ tentu saja bi, aku akan menjaga Jihyeon. Aku senang sekali akan ada teman untuk tidur malam ini” sahutku menjawab permintaannya.

“ ah, gomawoyo Ha Kyo-ah, aku sungguh tertolong. Ini botol susu Jihyeon dan bonekanya. Aku titip padamu ne.” seru nyonya Shin sambil menyerahkan Jihyeon dan beberapa perlengkapan bayi kepadaku.

“ baiklah bi, hati-hatilah di jalan jangan khawatir dengan Jihyeon, aku akan menjaganya dengan baik. Benarkan Jihyeonie, ayo bilang anyeong pada eomma.” seruku sambil memegang tangan Jihyeon untuk melambai kepada eommanya.

 

—-beberapa jam kemudian—-

 

*Author POV

 

“ hueeeeee, eomma eommaaaa~~ hueee” Jihyeon menangis terus menerus memanggil eomma nya.

“Jihyeonnie jangan menangis lagi ne, eonni jadi bingung apa yang kau inginkan.”Ha Kyo menggendong Jihyeon dan menepuk-nepuk punggungnya berharap Jihyeon akan tidur.

“ sepertinya kau sudah cocok untuk menjadi seorang ibu” seru seorang namja tiba-tiba.

“ kyaaaa omo omo, siapa kau? ” seru Ha Kyo ketakutan karena tiba-tiba saja seorang namja sudah berada di dalam rumahnya sambil melipat kedua tangannya di dada.

“ yaak, ajushi aneh, mau apa kau ke sini. Pergi dari sini sekarang juga atau aku panggilkan polisi” gertak Ha Kyo sambil memasang kuda-kuda.

“ kau akan memanggil polisi menggunakan apa heh? Ponsel saja kau tidak punya. Lagi pula rumahmu ini sangat jauh dari tetangga-tetanggamu yang lainnya. Kenapa kau bisa memilih tempat tinggal yang seperti ini” seru Jong Woon sambil memandangi rumah Ha Kyo yang mungil tersebut.

“ yaaaak, jangan kurang ajar kau ajushi” omel Ha Kyo sambil terus berusaha menghindar dari Jong Woon, padahal jong Woon sama sekali tidak mendekat padanya.

“ hei, panggil aku oppa. Aku tidak setua yang kau pikirkan” omel Jong Woon kepada Ha kyo.

“ hyaaaaa, kau ini ak….” belum sempat Ha Kyo menyelesaikan perkataannya tiba-tiba saja Jihyeon yang berada dalam gendongannya muntah.

“ yah, Jihyeoni kau kenapa?” seru Ha Kyo panik dan membaringkan tubuh Jihyeon ke atas kasur.

“ sepertinya dia sakit” seru Jong Woon sambil memegang dahi Jihyeon.

“ eotokhe, apa yang harus aku lakukan” seru Ha Kyo sambil menangis.

“ cepat bawa ke mobilku kita bawa ke rumah sakit” perintah Jong woon kepada Ha Kyo.

Selama dalam perjalanan menuju rumah sakit, Jihyeon masih terus menangis dan sesekali menjambak rambut Ha Kyo, mungkin karena sakit pada tubuhnya. Hal tersebut membuat Ha Kyo juga ikut menangis karena merasa kasihan melihat Jihyeon yang kelihatannya sangat kesakitan. Sedikit banyak hal tersebut membuat Jong woon menjadi khawatir, sesekali dia terus melihat kearah Ha Kyo dan Jihyeon dengan tatapan khawatir.

 

—di rumah sakit—-

 

*still Author POV

 

“ dokter bagaimana keadaan Jihyeon?” seru Ha Kyo dengan segera saat seorang dokter muncul dari sebuah kamar.

“ gwenchana dia baik-baik saja. Hanya demam yang biasa yang sering menyerang balita seusianya, Jihyeon hanya perlu di infus beberapa jam untuk mengembalikan cairannya yang hilang.” seketika itu juga Ha Kyo memegang dadanya yang sedari tadi berdegup kencang dan masih terisak.

“ kau baru saja menjadi seorang ibu muda ne, wajar saja jika kau sepanik ini. Untung saja suamimu terus berada disampingmu ” seru dokter tersebut dengan senyum menggoda.

“ jaga istrimu dengan baik ne, sepertinya dia sangat shock melihat anak kalian jatuh sakit” lanjut dokter tersebut sambil menepuk bahu Jong Woon.

“ne, uisa-nim” sahut Jong Woon sambil memegang tengkuk kepalanya menandakan dirinya menjadi kikuk.

“ Jihyeon-ah maafkan eonni tidak menjagamu dengan baik sehingga kau jatuh sakit begini, mianhe mianhe” seru Ha Kyo sambil memegang tangan kecil Jihyeon.

Setelah beberapa jam Jihyeon mendapatkan perawatan, Ha Kyo dan Jong Woon memutuskan kembali kerumah.

 

“ eonni-ya aku lapar” seru Jihyeon dengan suara yang masih lemah.

“ ne chagi kau lapar, baiklah kita akan makan ne. Yaak, ahjushi bisakah kau turunkan aku di kedai bubur di depan itu. Kau tidak perlu mengantarkan kami ke rumah cukup sampai kedai itu saja” seru Ha Kyo memerintah.

“ hhhh, kalau kau tidak meminta bantuanku tanpa menggunakan kata oppa, aku tidak akan menurunkanmu” dengus Jong Woon kesal. Sepertinya dia ingin bermain-main sebentar.

“ yaaak, ajushi apa-apaan kau, kita bahkan tidak saling mengenal, kenapa aku harus memanggil mu oppa hu?” bentak Ha Kyo galak.

“eonni, aku lapar” seru Jihyeon untuk kedua kalinya.

Ha Kyo pun memandang Jihyeon dan Jong Woon secara bergantian, sesaat kemudian akhirnya dia menyerah.

“oo…opp..oppa bisakah kau turunkan kami di kedai bubur itu. Aku mohon” kata Ha Kyo sambil menundukan kepala dan menggigit bibir bwahnya.

“ kau meminta pada siapa?” tanya Jong Woon sambil tetap fokus menyetir, sepertinya dia memang ingin sedikit menggoda ha Kyo.

“sabar Ha Kyo-ah sabar, Kau hanya cukup meminta sekali lagi dan fualah dia akan segera menghilang dari hadapanmu.” Ha Kyo terlihat menenangkan amarahnya.

“oppa bisakah kau turunkan kami di kedai bubur itu” seru Ha Kyo sambil menatap Jong Woon dan tersenyum manis.

“ tentu saja chagi-ah, kau tak perlu memohon seperti itu hmm.” Seru Jong Woon sambil menatap Ha Kyo.

Ha Kyo sepertinya sudah cukup lelah sehingga tidak menanggapi perkataan Jong Woon tersebut.

“gomawo ajushi. Maafkan kami yang telah merepotkanmu” seru Ha Kyo kembali memanggil Jong Woon dengan sebutan ajjushi sambil membungkukan badannya disamping pintu mobil. Ha Kyo tidak sadar bahwa Jong Woon juga turun dari mobil tersebut.

“ yak kenapa kau ikut turun juga heh” seru Ha Kyo kaget.

“ tentu saja untuk makan, aku sangat lapar karena menyetir tadi. Kau harus mentraktirku, arraseo”seru pria tampan tersebut sambil masuk kedalam kedai

“MWO!!?? ”

 

—-di dalam kedai—-

 

“ahjuma aku pesan 1 bubur abalon ne” seru Ha Kyo kepada salah seorang pegawai kedai.

“yak, kenapa hanya memesan satu. Aku kan juga ingin makan” omel Jong Woon.

“huh, dasar menyusahkan. Ahjuma aku pesan satu lagi dengan rasa yang sama” Ha Kyo meralat pesanannya.

“ne, aggashi” sahut ahjuma tersebut singkat.

Ha Kyo dan Jong Woon duduk berhadapan dengan Jihyeon yang duduk dalam pelukan Ha Kyo, sesekali Jong Woon bercanda dengan Jihyeon dan membuat Jihyeon tertawa.. Demam ha kyo sekarang sudah turun dan ia sudah mulai bisa tertawa, hal tersebut membuat hati Ha Kyo lega bukan main.

“ ayo buka mulutmu Jihyeon-aah” seru Ha Kyo sambil menyuapinya bubur.

“anak pintar, kau harus menghabiskan bubur ini ne, agar lekas sembuh” Ha Kyo tersenyum sangat manis, sampai-sampai membuat bubur yang berada dalam sendok  Jong Woon meluncur kembali ke dalam mangkuknya.

Posisi Ha Kyo yang menggendong Jihyeon di tangan kirinya dan memegang mangkuk bubur ditangannya membuatnya susah untuk ikut makan juga, padahal dirinya pun sangat lapar mengingat dari siang tadi dia belum makan

“Ha Kyo—ah apa kau tidak lapar? Sepertinya daritadi perutmu berbunyi” tanya Jong Woon pada HA Kyo.

“ah,aa…ani aku tidak lapar” jawab Ha Kyoberbohong

“ ah kau berbohong, ayo cepat buka mulutmu”

“sudah ku bilang, aku tidak la….” sebelum Ha Kyo menyelesaikan kalimat terakhirnya sesuap bubur telah masuk kedalam mulutnya

“ kunyah dan telan saja” perintah Jong Woon pada Ha Kyo.

Jadilah mereka sekarang saling suap menyuapi. Ha Kyo menyuapi Jihyeon dan Jong Woon meyuapi mulutnya sendiri dan juga Ha Kyo. Pengunjung disana pun sampai ada yang berbisik mengatakan mereka adalah kelurga kecil yang sempurna. Ha Kyo pun sedikit banyak menjadi kikuk dibuatnya. Namun Jong Woon terus saja menyuapi bubur tersebut ke dalam mulut Ha Kyo tanpa peduli komentar di kanan dan kirinya. Tanpa mereka sadari ketiga sahabat Jong Woon mengintai mereka semenjak kedatangan Jong Woon ke rumah Ha Kyo tadi.

“Jejoon-ah kalau seperti ini terus Jong Woon akan cepat sembuh dari penyakitnya” seru Donghae berbisik pada sahabatnya senang.

“tentu saja, penyakit abnormalnya itu akan cepat hilang kalau dia seperti ini terus. Ini sungguh-sungguh kabar yang membahagiakan, benarkan Hyukjae?”seru Jejoon

“ne, tentu saja. Sudah lama aku tak pernah melihat Jong Woon satu bangku dengan seorang yeoja”

 

#flashback on

 

“jangan sentuh aku, aku peringatkan kalian sekali lagi jangan berani-berani menyentuhku” seru Jong Woon kepada teman yeoja di kelasnya yang berniat mengerjainya.

“hahahaha, kau sungguh menggelikan Jong Woon-ah, masa disentuh seorang yeoja saja kau sampai keluar keringat dingin seperti itu” seru seorang namja yang kala itu juga ikut mengerjai Jong Woon

“ssssuu…ssuudah kk…uuu bilang ja…jangan sentuh aa..aaku” seru Jong Woon dengan suara yang melemah dan kesadarannya pun perlahan-lahan menghilang.

 

#flashback off

 

“aku berharap terapi yang kita lakukan terhadap Jong Woon dapat berhasil” lanjut Eunhyuk sambil sesekali menghela napasnya.

 

—-rumah Ha Kyo—-

 

*Author POV

 

Ah, kami sudah sampai dirumah, sekarang jam sudah menunjukan hampir pukul tiga pagi. Perlahan-lahan aku menidurkan Jihyeon yang berada dalam gendonganku ke atas kasur, tidak lupa menyelimutinya dan membeerikannya kecupan kecil di keningnya. Badannya masih sedikit hangat.

“gomawoyo oppa sudah membantuku dan Jihyeon hari ini, Aku benar-benar sangat berterimakasih, dan juga aku minta maaf telah mengotori mobilmu dengan muntahan Jihyeon. mianhe” seru Ha Kyo mendadak memanggil Jong Woon dengan sebutan oppa tanpa disuruh.

“ah, ne. Tidak perlu sungkan” jawab Jong Woon.

“kalau begitu aku pulang dulu, kau beristirahatlah” seru Jong Woon sambil berlalu menghadap ke pintu.

“chankaman opp…” seru Ha Kyo sambil memegang lengan Jong Woon yang notabane merupakan anggota tubuh dari Jong Woon. Saya pertegas lagi LENGAN Jong Woon.

“JANGAN MENYENTUHKU, LEPASKAN TANGANMU!!” teriak Jong Woon sambil menghempaskan Ha Kyo ke lantai. Tak terasa keringat dingin mulai keluar dari tubuh Jong Woon, seketika badannya menjadi dingin. Ha Kyo yang masih shock terhadap sikap Jong Woon tersebut hanya dapat memandang Jong Woon sambil menahan lelehan air matanya keluar. Entah sejak kapan yeoja tersebut merasakan sakit dengan sikap Jong Woon barusan.

“mm…ianhe” seru Ha Kyo lemah.

“aku tidak suka disentuh-sentuh yeoja” seru Jong Woon tanpa memandang lawan bicaranya yang kini terlihat sangat menyedihkan, yaaaa, seperti seorang yeoja yang telah dicampakkan. Jong woon pun langsung keluar dari rumah Ha Kyo dan menstarter mobilnya.

Ketiga namja yang sedari tadi mengintai tingkah laku Jong Woon pun serempak berkata sambil menutup wajah mereka “PABBOYA KIM  JONG WOON”.

 

—-beberapa hari kemudian—-

 

*Ha KyoPOV

 

Namja aneh itu sudah tidak pernah muncul lagi dihadapanku sekarang, aku tidak mengerti kenapa dia begitu marah saat aku menyentuhnya. Apakah aku terlalu menjiikan bahkan hanya untuk sekedar menyentuh lengannya? Ah, ani ani apa yang aku pikirkan kenapa mataku jadi basah begini.

 

“hmm, sepertinya aku tidak ada jadwal kuliah lagi. Sebaiknya aku cepat-cepat pulang, barangkali Shin ahjuma membutuhkan pertolanganku lagi untuk mengasuh Jihyeon.” gumamku pada dirinya sambil melangkah menuju parkiran sepedanya.

Namun tiba-tiba saja tiga orang namja datang mengunci tubuhku dan menggiringku untuk memasuki sebuah mobil. Kontan saja aku berteriak-teriak, namun karena parkiran tersebut sepi, sia-sia sajalah usaha yang dilakukan olehku. Saat masuk di kursi depan mobil aku tersentak kaget.

“neo??!!” kagetku

Namja yang menyetir disebelahku, namja itu, namja yang…. ahk aku tidak dapat berkata-kata lagi

“aku akan membawamu kerumahku” jawabnya tegas dan dingin.

“mm…mwo, untuk apa kau membawaku kesana. Shireo turunkan aku” seruku sedikit bergetar, entah mungkin sejak kejadian kemarin aku sedikit takut untuk hanya sekedar melihat mata namja tersebut. Jadilah aku bicara dengannya tanpa memandang wajahnya, namun namja yang aku ajak bicara tersebut pun hanya diam sambil memfokuskan pandangannya pada jalanan.

 

#flashback on

 

*Kim jong woon POV

 

“dasar namja pabbo, aku sampai tidak bisa berkata-kata lagi karena ke pabbo-anmu itu. Dasar namja pabbo… pabbo. Padahal dilangkah awal kau sudah cukup bagus, namun kemarin… arrrgggh pabboya Kim Jong Woon” omel Jejoon padaku sambil sesekali menunjuk-nujuk kepalaku.

“yak, kenapa kalian jadi mengomeliku, salahkan saja penyakit yang bersarang pada tubuhku ini. Aku juga tidak tahu kenapa jadi seperti itu, aaa…aku benar-benar menyesal” adu ku

“kau sudah tidak tertolong lagi Kim Jong Woon, benar-benar sudah tak tertolong” ujar Eunhyuk sambil meremas rambut-rambut blondenya.

“ani, masih ada satu kesempatan lagi untuk menyelamatkan sahabat ter-pabbo kita ini” seru Donghae memberi pencerahan.

“ jeongmal Doghae-ah. Benarkah aku masih bisa tertolong” tanyaku dengan tatapan mata memohon.

“ne, ini adalah cara terakhir. Kau harus membawa Ha Kyo bertemu dengan noonamu. Noonamu yang tidak bisa diam mulutnya itu pasti akan bercerita panjang lebar tentang kelemahanmu ini kepada Ha Kyo dan aku berharap Ha Kyo akan mengerti” seru Donghae mejelaskan.

“ne, hahahahaha. Aku masih sangat ingat bagaimana saat kita pertama kali bertemu Re Ka noona dia langsung bercerita tentang kelemahan Jong Woon tersebut pada kita. Padahal kita kerumah Jong Woon hanya berniat untuk mengerjakan tugas. hahahahaha” seru Jejoon sambil tertawa terpingkal-pingkal.

“kenapa bukan aku saja yang menjelaskannya, kenapa harus noonaku?” tanyaku bingung.

“otakmu benar-benar lemah Jong Woon-ah, dia mana mungkin percaya dengan semua perkataanmu, dalam pikirannya sekarang kau hanyalah seorang nappeun namja. Saat kau bertemu dan akan menjelaskannya dia pasti sudah berlari duluan meninggalkanmu. Maka dari itu kita gunakan pemaksaan” seru Donghae tersenyum penuh arti.

“kau harus benar-benar berhasil kali ini Woon-ah” seru Jejoon menatapku dengan putus asa. Hei, tidak perlu memasang wajah seakan-akan ‘aku sudah tak terselamatkan lagi’ heh, gumamku dalam hati.

 

#flashback off

 

*Author POV

 

Kedua orang tersebut, yah kalian benar tuan abnormal Kim Jong Woon dan si gadis malang Shin ha Kyo, kedua orang ‘terkasihani’ itu sampai sekarang tidak ada yang membuka mulut mereka bahkan hanya sekedar menanyakan kabar. Sungguh-sungguh malang nasib mereka.

 

“kita sudah sampai, aku akan memperkenalkanmu pada noonaku. kajja” seru Jong Woon sesaat sebelum membuka pintu mobil

Dalam hati ha Kyo dia ingin berkata pada Jong Woon untuk apa dia diperkenalkan kepada noonanya itu, tapi karena dia takut untuk membuka mulutnya akhirnya pertanyaan itu hanya dia simpan saja.

Belum sempat Jong Woon membuka pintu rumahnya seorang yeoja cantik sudah membuka pintu tersebut dengan senyum sumringah dibibirnya, sepertinya itu noonanya Jong Woon.

“aigoooo, neomu neomu kyeopta” seru yeoja tersebut sambil membelai wajah Ha Kyo.

“ah, anyeong” seru Ha Kyo gugup, karena tiba-tiba saja yeoja yang sama sekali tidak ia kenal langsung memegang wajahnya seakan-akan mereka sudah terpisah sejak lama.

“kau yeojachingu Jong Woon ne?, perkenalkan aku kim Re Ka noonanya Jong Woon” seru wanita cantik itu.

“aniya eonni, aku bukan yeojachingu dongsaeng eonni, aku sama sekali tak….”

“aigoooo, neomu kyeopta. Kau tidak perlu malu padaku, kajja kita masuk” seru Re Ka sambil menarik tangan Ha Kyo untuk masuk ke dalam rumah keluarga Kim yang mewah.

Saat itu Ha Kyo memandangi Jong Woon seolah-olah meminta penjelasan, namu orang yang ditatap berpura-pura tidak melihatnya.

Re Ka eonni langsung membawa Jihyeon masuk kedalam kamarnya, entah mengapa ia membawanya ke kamar bukannya ke ruang keluarga atau taman belakang tempat yang biasa ia gunakan untuk berbincang dengan teman-temannya. Mereka mengobrol cukup banyak, yaaa benar-benar seperti sahabat lama yang sudah tidak bertemu sejak lama. Mereka terlihat sangat akrab.

 

“hahahaha, jinjayo eonni-a” tawa Ha Kyo menggelegar, entah apa yang mereka bicarakan sehingga terlihat sangat akrab.

“ne, hahahaha” jawab Re Ka eonni.

“Ha Kyo-ah apakah kau tau Jong Woon punya satu kelemahan?” tanya Re Ka eoni.

“kelemahan?, aniya aku tidak tahu eoni” geleng Ha Kyo sambil menggigit satu biskuit di tangannya.

“apakah dia pernah bersikap aneh saat kau menyentuh bagian tubuhnya?. Misalnya, saat kau ingin menggandeng tangannya?”  tanyaRe Ka eoni lagi, sepertinya dia benar-benar menganggap Ha Kyo dan Jong Woon berpacaran.

Sesaat itu juga Ha Kyo langsung tertunduk teringat kembali kejadian saat ia menyentuh tangan Jong Woon dan sikap Jong Woon yang berlebihan saat ia melakukan hal tersebut. Tak perlu Ha Kyo mengatakan hal itu semua, Re Ka eonni sepertinya tahu bahwa dongsaengnya telah melakukan hal yang biasa ia lakukan apabila ada seorang yeoja yang menyentuhnya.

“itulah kelemahannya Ha Kyo-ah, kau pasti mengira dia menganggap dirimu rendah sehingga ia tak suka disentuh olehmu, benarkan tebakanku?” seru Re Ka eonni sambil menatap jauh kedepan.

“ itu tidak seperti yang kau pikirkan Ha Kyo-ah. Ia tidak punya maksud melukai hatimu” seru Re Ka eonni lagi sambil menatap Ha Kyo dalam-dalam.

“itulah kelemahannya”

 

#flashback on

 

“eonni-a aku mau ketoko mainan dulu ne” seru Jong Woon kecil.

“aniya Jong Woon-ah, eonni belum mendapatkan buku pelajaran eonni” seru Re Ka sambil sibuk mencari buku yang ia inginkan.

“ah, shireo. Aku akan ke toko mainan sendiri” akhirnya Jong Woon pergi meninggalkan noonanya, dan sepertinya Re Ka  tidak mengetahui hal tersebut.

 

Saat di toko mainan——–

 

“aniya ajushi, aku tidak ingin ikut denganmu, lepaskan aku” ronta Jong Woon terhadap seorang ajushi yang berpakaian dan bersikap seperti wanita, yap benar seorang WARIA berusaha menculik Jong Woon

“aniya anakku, kau harus ikut eomma pulang” sahut waria tersebut. Dia terus mendekap dan meciumi wajah Jong Woon, benar-benar seperti seorang eomma yang kehilangan anaknya.

Seketika itu juga Jong Woon dan waria tersebut sudah dikerumuni orang banyak, polisi dan noonanya pun juga sudah berada di sana. Re Ka terus menerus menangis meminta bantuan polisi untuk segera menyelamatkan dongsaengnya.

Setelah proses penyelamatan Jong Woon dari tangan seorang waria gila yang cukup alot, akhirnya Jong Woon dapat diselamatkan, ia langsung dilarikan kerumah sakit karena tiba-tiba saja jatuh pingsan. semenjak kejadian itu dia sama sekali tidak mau disentuh oleh seorang yeoja, suster-suster yang merawat Jong Woonpun selalu ia lempari dengan benda-benda di sekitarnya, apabila suster tersebut memaksa untuk memeriksa Jong Woon, Jong Woonpun akan berteriak histeris. Jong Woon hanya mau disentuh oleh noona dan eommanya.

 

#flashback off

 

“begitulah Ha Kyo-ah, aku harap kau tidak salah paham dengan sikap Jong Woon tersebut. Selama ini dia sudah menunjukan perkembangan yang baik. Dokter kami bilang dia hanya trauma, dan hanya dirinya sendiri yang bisa menyembuhkannya” seru Re Ka eonni sambil menggenggam tangan Ha Kyo

,Ha Kyo hanya tersenyum sambil menatap Re Ka eonni sambil menganggukan kepalanya.

 

*Ha Kyo POV

 

Aku tidak percaya ada penyakit seperti itu, lucu sekali namja aneh tersebut. Aku tidak akan berhenti menggodanya nanti.

“Hei, sekarang dimana namja aneh itu, sungguh tidak bertanggung jawab sekali meninngalkanku disini” saat ini Re Ka eonni sedang menerima telfon dari rekan bisnisnya, dan aku disuruh berkeliling rumah ini.

Aku melihat ada sebuah kamar terbuka, entah mengapa kakiku lancang sekali untuk masuk kedalamnya. Aku melihat sesosok namja yang sedang aku cari duduk dengan manis di bangku malas sambil memegang buku bacaan. Akupun dengan lancang sekali lagi duduk diatas ranjangnya.

“yak, kenapa warna dikamar ini hitam semua, kasihan sekali yeoja yang akan menjadi istrimu. Masa depannya akan suram” seruku untuk memecah keheningan diantara kami. Kenapa mulutku bisa mengucapkan hal menjiikan itu, aku menyesali perkataanku.

“aniya, istriku sangat menyukai warna putih, nantinya kamar kami pasti akan dipenuhi oleh warna kesukaannya itu” seru Jong Woon sambil membalik halaman bukunya tersebut

JLEPP,seketika itu juga aku menjadi gugup,

“omo omo aku kan sangat menyukai warna putih, apakah itu berarti?? Ah, aniya ani” Seruku sambil menggelengkan kepalaku kuat-kuat.

“yak, apa yang kau lakukan, kenapa kau menggelengkan kepalamu dengan sangat kuat” seru Jong Woon sambil bergerak mendekatiku. Aku seketika langsung berdiri karena kaget. Hah, dia kira dapat menggodaku, kau tidak akan berani menyentuhku Jong Woon-ssi.

 

*Jong Woon POV

 

Aku berdiri dan melangkah mendekatinya, sepertinya dia cukup terkejut sehingga langsung berdiri seperti itu. Sekarang aku sudah berdiri dihadapannya, Ha Kyo sama sekali tidak melangkah mundur saat aku mendekatinya. Kau harus mengalahkan kelemahanmu ini Kim Jong Woon, sesaat peluhku muncul sebesar kimchi, aniya Kim Jong Woon kau tidak boleh kalah. Sekarang aku berusaha menahan rasa takutku. Tanganku perlahan bergerak untuk memegang tangan Ha Kyo dan GREPP….

“yak ajushi, kau…. kenapa kau bisa menyentuhku hah” seru gadis mungil dihadapanku ini sambil memaksa untuk melepaskan tangannya. Aku berusah untuk tidak melepaskan genggamanku ini.

“tolong, biarkan seperti ini sebentar saja” pintaku pada Ha Kyo. Aku masih menunduk dengan keringat yang mulai bercucuran karena perilaku ini. Akhirnya Ha Kyo menghentikan perlawanannya. Selanjutnya aku menatap manik matanya dalam-dalam, sepertinya dia mulai terhipnotis dengan tatapanku. Yaaak, Ha Kyo-ah teruslah seperti itu, jangan bergerak. seruku dalam hati. Aku mulai mendekatkan wajahku ke wajahnya, dia menutup matanya kuat-kuat dan merapatkan bibirnya. Aku jadi tidak tega melihatnya seperti itu, mungkin aku terlalu terburu-buru. Akhirnya perlahan-lahan dia mulai membuka matanya.

“sepertinya aku hanya baru bisa sampai pada tahap ini. Maaf membuatmu kecewa” seruku menggodanya

“YAAAK, AJUSSHIIIII….”teriak yeoja itu  sambil mengambil barang apa saja yang ada didekatnya untuk menghajarku.

Di luar kamar tersebut terlihat tiga orang namja dan Re Ka eonni saling ber high-five ria.

“gomawoyo nonna-ya” sahut mereka bertiga sambil beraegyo.

“cheonman dongsaeng-dongsaengku yang manis” jawab Re Ka eonni diiringi senyum bahagianya.

 

 

THE END~~~~

 

Bagaimana readerdeul dengan ff yang author buat?. Yang nyari author buat maki-maki author, langsung main ke WP Author aja ya http://sartikadevicloud.wordpress.com/…. Maafin aku ya readerdeul bikin mata kalian sakit. Author gak maksa kalian buat RCL kok. Tapi kalo misalnya ada diantara readerdeul yang masih pingin liat author nulis ff, kalo misalnya lagi ada waktu senggang boleh dong ya authornya minta diberikan keripik (eh”) maksudnya kritik yang membangun. Gomawoyo readerdeul. Jaga kesehatan kalian, anyeong ^^~~~~

Iklan