LAR

Title : Love is About A Reason

Pernah dipost di : – Blog pribadi https://eunhyewon.wordpress.com/

Author : bheeant

Length : One Shoot

Gendre :Romance

Cast  :       Choi Siwon

Park Eun Hye

Choi Minho

 

LOVE IS ABOUT A REASON®2013

Love is not just about feelings
But love is also about the reasons.
The reason why you love her
The reason why you want to spend the rest of your time with him
The reason why you want to share with him
The reason why you want to make him the only in your live
Until all of the reasons it missed ….
So that’s the real love

Cinta tidak hanya tentang perasaan

Tapi cinta juga tentang alasan.

Alasan kenapa kau mencitainya

Alasan kenapa kau ingin menghabiskan sisa waktumu bersamanya

Alasan kenapa kau ingin saling berbagi dengannya

Alasan kenapa kau ingin menjadikannya satu-satunya dihidupmu

Hingga semua alasan itu terjawab ….

Maka itulah cinta yang sesungguhnya

 

Kutatap wajahku didepan cermin. Sebuah gaun melekat indah membalut tubuhku. Dengan renda membentuk v yang minimalis dibagian dada membuat gaun ini tampak mewah tapi tetap tidak berlebihan. Bagian bawah yang sedikit melebar tapi tetap membuatku nyaman untu berjalan. Dengan rambut yang sedikit digelung kebawah dengan sedikit bunga sebagai hiasan gelungannya setidaknya cukup membuatku tetap terlihat istimewa dihari istimewa ini. Aku memang tidak menginginkan pesta pernikahan yang terlalu mewah. Cukup dengan keluarga dan kerabat-kerabat terdekat, dengan latar tebing dan suara ombak pantai sebagai pengganti iringan music. Dan yang pasti dengan laki-laki hebat yang akan menjadi suami ku kelak. Aku rasa itu semua sudah cukup membuat pesta ini menjadi istimewa.

Mataku tak juga lepas dari cermin dihadapanku. Seolah aku tak bosan memandang diriku sendiri didepan cermin aku harap dia juga demikian. Ah itu pasti. Bahkan dia yang selalu meyakinkan aku bahwa aku memang cantik.

Buatku kau yang paling cantik

Itulah kata-kata yang selalu diucapkannya tiap kali dia memujiku. Walaupun saat itu aku selalu menepis setiap kali dia memujiku karena buatku itu merupakan kalimat yang memang selalu diobral seorang pria ketika mereka sedang merayu. Dan sekarang aku sadar apa yang keluar dari mulutnya memang selalu benar. Dia tak pernah berpura-pura hanya untuk menyenangkanku. Yang keluar dari mulutnya selalu apa yang dirasaknnya walau terkadang tak jarang kata-katanya malah membuatku kecewa. Tapi memang begitulah dia. Begitulah lelakiku itu.

Pandanganku semakin lama semakin dalam kedalam cermin. Seolah cermin dihadapanku adalah sebuah layar yang menampilkan sebuah pertunjukan tentang dua sejoli. Cermin ini memutar ulang tiap kejadian yang kualami dengannya. Memaksaku untuk kembali kemasa-masa itu. Membuatku masuk kedalamnya dan ikut memainkan peran yang ditampilkan oleh cermin dihadapanku ini.

 

Love at The First Sight

Eun Hye POV

 

Tanganku sibuk memainkan tombol-tombol navigasi dari layar kamera SLR ku. Melihat-lihat kembali hasil dari potretanku tadi. Sambil sesekali kusruput coffe latte yang kupesan dari coffe shop langgananku ini. Disinilah aku sering menghabiskan waktu. Pekerjaanku sebagai seorang fotografer yang membuatku menyukai tempat ini. Dulu ketika aku masih menjadi seorang fotografer landscap setiap kali aku selesai memotret aku selalu ketempat ini untuk menyeleksi kembali hasil potertanku. Entah kenapa aku tidak suka menghabiskan waktu berlama-lama dikantor. Mungkin karena aku orang yang tidak suka dengan atmosfer kantor yang serasa dibatasi itu. Walaupun sekarang aku sudah berlaih ke fotografer produk tapi tetap tiap kali aku selesai memotret distudio aku akn lari ke coffe shop ini untuk mengolah hasil potretanku. Untungnya atasanku tidak pernah mempermasalahkan kebiasaanku yang jarang muncul dikantor. Asalkan aku tidak pernah lepas deadline mereka no problem. Inilah alasanku mencintai profesi ini. Tidak adanya keterikatan yang tertulis. Keterikatan untuk selau datang dan pulang tepat waktu. Keterikatan untuk selalu berada dikantor selama jam kerja. Keterikatan untuk selalu ijinjika ingin meninggalkan kantor. Dan keterikatan-keterikatan yang membuatku terkekang berada dikantor. Ini pulalah mungkin yang membuatku sampai sekarang tidak memiliki ikatan apapun terhadap lawan jenisku. Karena aku wanita bebas. Setidaknya untuk saat ini.

“Chogiyo ..  boleh aku duduk disini ? ” kuangkat kepala dari layar kamera ketika sebuah suara mengusikku. Seorang laki-laki.

“ Silahkan ”  sebelum aku mengijinkannya dia sudah duduk manis dihadapanku. Aku kembali meneruskan aktifitasku memilih-milih foto yang bagus untuk aku edit. Tak kuhiraukan lelaki dihadapanku ini. Dapat kulihat dia terus menatapku. Aku merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan pria ini. Beberapa menit berlalu dia tidak juga melepas tatapannya dari hadapanku. Dia hanya mengalihkannya ketika pelayan sedang  memberikan buku menu dan ketika mengantarkan pesanannya. Selebihnya matanya itu tidak pernah lepas dari hadapanku. Hingga aku sudah tidak tahan lagi dengan apa yang diakukannya aku beranikan diri mengintrupsi kegiatannya.

“Apa ada yang salah dengan ku ? ” dia terlihat kaget ketika aku membuka suara.

“Aniyo ”

“Lalu kenapa kau terus memandangku seperti itu ? ”

“Aku menunggu matamu melepaskan padanagan dari kameramu itu ” aku mengernyitkan dahiku mendengar jawabannya. Tidak mengerti maksut dari kata-katanya.

“Memang ada yang salah jika aku menatap kameraku ? Ini mataku dan ini kameraku. Aku punya hak atas keduanya. Jadi aku rasa kau tak seharusnya terganggu dengan apa yang aku lakukan. Dan jika memang kau terganggu pun kau bisa memilih tempat duduk yang lain.  Masih banyak tempat duduk yang kosong disini aku rasa.” aku sedikit emosi. Memang siapa dia melarangku memandangi kameraku sendiri.

“Tapi aku terganggu dengan apa yang kau lakukan.” benar-benar orang ini menguji kesabaranku.

“Memang aku peduli. Sudah kubilangkan kalau kau terganggu kau bisa pergi ”

“Tapi aku ada urusan denganmu ”

“Memang urusan apa yang membuatmu sampai harus melarangku melanjutkan aktifitasku hah ? ”

“Apa kau yakin aku bisa mengataknnya sekarang ? apa kau tidak tahu jika aku dari tadi menatapmu karena aku ingin memamstikan jika saat aku mengatakan ini kau tidak  sedang dalam keadaan yang memerlukan waktu untuk berkonsentrasi penuh. Karena aku yakin apa yang akan aku katakan ini pasti akan membuatmu kehilangan konsentrasi. Mungkin akal sehat juga, tapi melihat kepribadianmu aku pastikan itu hanya sesaat. ”

“Terlalu bertele-tele. Cepat katakan atau kau segera pindah dari tempat ini ”

“Baiklah. Eun Hye-ssi …” dia darimana dia tahu namaku “Aku ingin menikah denganmu ”

Hampir saja kameraku lepas dari genggaman jika aku tidak memegangi belt yang menggantung dikameraku ini. Ada apa dengan laki-laki dihadapanku ini. Setelah tadi menggangguku dengan tatapannya sekarang dia mengganggu jantungku dengan ucapannya. Apa dia tidak sadar jika perkataannya barusan jika dikatakan terhadap orang yang baru dikenal bisa menyebabkan serangan jantung mendadak. Orang ini benar-benar gila.

“Neo michyeosoe ”

“Aku sudah katakankan tadi aku perlu waktumu untuk memastikan jika kau siap mendengar ucapanku.’

“Seberapa lama kau menunggupun kau pikir aku siap mendengar ucapanmu itu ? bahkan kita tidak saling mengenal bisa-bisanya kau memintaku untuk menikah denganmu. Benar-benar gila ’

“Maka dari itu mari kita saling mengenal.’

“Neo jeongmal …ahhh ” aku tidak tahu harus berkata apalagi terhadap lagi-lagi dihadapanku ini.

“Changkaman ..wae ? ”

“Wae ?”

“Iya kenapa kau meminta aku menikah denganmu, atau jangan-jangan kau homo ? ”aku rasa aku tidak perlu merasa bersalah mengatakan kata itu.

“Hahahahahaha… apa wajahku terlihat seperti penyuka sesama jenis .”

“Kau cukup tampan dan sepertinya  kau juga orang yang berlatar belakang baik, aku rasa akan banyak gadis- gadis cantik yang mengingikanmu. Setidaknya jika kau masih normal.”

“Buatku kau yang paling cantik”

“Apa kau pikir saat ini aku butuh rayuanmu ”

“Aku tidak sedang merayu. Aku sedang melamar ”

“Marhebwa.. apa kau sedang dalam tekanan orang tuamu untuk segera menikah. Dan karena belum juga ada wanita yang bisa melepaskanmu dari kelainan suka sesama jenis sehingga kau meilihku secara random untuk menikah denganmu  begitu ? ”

“Apa kau benar-benar berfikir aku seperti itu ? ”

“Lalu apa ? hanya ada dua kemungkinan yang membuat seorang laki-laki melamar seorang wanita yang belum dikenalnya. Kalua bukan gila ya homo . Dan kau termasuk yang mana ? ”

“Gila ” ternyata laki-laki ini benar-benar orang gila. “Ya aku adalah orang gila. Orang yang tergila-gila padamu Park Eun Hye-ssi ”

Orang ini sepertinya memang benar-benar tidak waras. Percuma saja berlama-lama bicara dengannya. Segera kubereskan kameraku. Kumatikan laptopku segera kumasukkan kedalam tas. Kuraih kameraku dan kugantungkan keleher. Segera ku berlalu meninggalkannya. Lama-lama bicara dengan orang ini hanay akan membuatku ikutan gila. Tapi baru beberapa langkah tangannya menghentikan langkahku ketika kau berjalan melewatinya. Tanpa menatapku dia masih saja berusa meyakinkanku.

“Aku sudah satu bulan ini mengamatimu. Itu usahaku untuk mengenalmu. Dan sekarang hanya perlu ijinmu agar aku dapat mengenalmu lebih dekat. Aku serius ”

Kutarik tanganku dari genggamannya. Aku berlalu meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Tapi lagi-lagi dia menghentikan langkahku dengan suara teriakannya.

“Park Eun Hye-ssi ..” kupaksa badanku untuk berbalik dan menatapnya yang juga sedang berdiri menatapku.

“Naneun … Choi Siwon imnida ”

Hya laki-laki itu benar-benar gila. Choi Siwon. Dia pikir siapa yang ingin tahu namanya. Aku tidak butuh. Aku langsung berlalu meninggalkannya tidak mempedulikannya yang mungkin sekarang sedang menertawakan kekonyolanku yang telah berhasil ditipu olehnya.

 

Rejection

SIWON POV

 

Aku melihat dia memasuki caffee shop itu. Begitulah aktifitasnya setiap hari setelah hanya beberapa jam distudio kantornya dia kan langsung menuju coffe shop ini dan mampu menghabiskan waktu berjam-jam untuk berkutat dengan kameranya. Memang apa menariknya dari kameranya.Apa dia tidak ingin belanja dan berjalan-jalan mengelilingi mall selama berjam-jam. Bukannkah itu yang biasanya disukai wanita. Atau kesalon mungkin, aku dengar wanita juga sangat menyukai hal ini. Bahkan mereka kaum wanita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengurusi rambut saja. Tapi aku rasa dia tidak perlu melakukan itu. Tanpa begitu saja dia sudah sangat cantik bagiku. Aku sudah tidak sanggup lagi jika dia harus menambah kadar kecantikannya. Bisa benar-benar gila aku. Apa dia juga tidak pernah kencan ? . Ah jika itu benar-benar terjadi berarti itu kesempatan bagiku.

Sudah hampir satu bulan aku memperhatikannya. Iya gadis ini. Gadis yang telah begitu banyak menarik perhatianku sejak pertama kali aku melihatnya. Waktu itu aku melihat dia sedang memotret wahana-wahana yang ada di taman bermain yang saat itu sedang aku kunjungi dengan keponakannku. Melihat dia yang sedang sangat serius dan konsentrasi itu lah yang membuat pesonannya susah untuk aku hapus dari pandanganku. Entah kenapa setiap kali melihat seorang wanita yang sangat serius dengan apa yang dilakukannya itu membuatku tertarik. Dan gadis ini benar-benar telah mengalihkan segalanya. Benar-benar menarikku kedalam dunianya. Dan sejak saat itulah aku mulai mengikutinya. Dan segala yang dilakukannya membuatku semakin tertarik padanya. Hingga akhirnya beberapa hari yang lalu aku memintanya untuk menikah denganku. Dia malah mengatakan aku homo. Wajar saja. Tapi aku tidak menyangka jika kata-kata itu yang terlintas dipikirannya. Benar-benar semakin membuatku tertarik.

Aku berjalan mendekatinya ketika dia sudah mulai menempati posisi favorittnya. Meja dengan dua kursi dipojok dengan kaca disamping kanan sehingga dapat dengan langsung menatap suasana diluar. Aku berdiri dihadapannya tanpa suara hingga akhirnya dia mendongakkan kepala untuk menatapku.

“Kau lagi ” dia sibuk mengeluarkan laptop dari tasnya dan melepaskan kamera dari lehernya ketika melihatku tiba-tiba muncul dihadapannya.

“Anyoeng ”

“Apalagi sekarang ”

“Sudah kukatakan kan kemarin, bahwa aku ingin mengenalmu lebih dekat ”

“Kau kemarin meminta ijinku kan untuk mengenalku lebih dekat. Gereu .. aku tidak mengijinkannya ”

“Gereu .. aku memaksa untuk mengenalmu lebih dekat. Kau tidak bisa melarangku “ dia sepertinya sudah mulai emosi dengan ucapanku. Tapi biarlah. Aku senang melihat wajah seriusnya itu.

“Tapi sayang aku tidak bisa dipaksa oleh orang yang tidak aku kenal ”

“Kalu begitu mari kita berkenalan lebih dekat”

“Hyaa kau ! sebenarnya apa mau mu hah ?”

“Aku ingin mengenalmu lebih dekat”

“Tapi aku tidak sedang ingin menambah pertemanan dengan mu ”

“Aku juga sedang tidak ingin  berteman denganmu tapi aku ingin menikah denganmu ”

“Hyyaaaaa kau. Jeongmal michyeosoe !! ”

 

 

My Fate

Author POV

 

Eun Hye sedang memilih buah yang akan dibeli dengan kereta belanja ditangannya. Ini adalah jadwalnya untuk belanja bulanan. Jika kebanyakan wanita lebih menyukai belanja pakaian di mall dengan menghabiskan berjuta-juta uang tidak halnya dengan Eun Hye. Dia lebih senang menghabiskan waktu berlama-lama di pasar swalayan. Karena ditempat seperti inilah banyak  rektorika-rektorika kenangan dengan ibunya. Dulu ketika ibunya masih hidup sering sekali minta ditemani untuk Eun Hye untuk belanja bulanan di pasar swalayan. Sangat menyenangkan ketika kita dapat saling memberi saran untuk hal yang terbaik yang dibutuhkan keluarga. Tapi itu dulu ketika keluarganya masih bahagia.

Eun Hye berjalan pelan diiringi kereta dorong ditangannya. Matanya tak lepas dari deretan buah-buah yang ada dihadapannya. Tanpa memperhatikan jalanan didepannya Eun Hye terus saja berjalan pelan hingga tanpa sengaja.

PRANKKKK

“Ahh jeosonghamida jeosonghamida ” betapa kagetnya Eun Hye ketika dia mengangkat badan melihat siapa orang yang telah ditabraknya.

“Kau ” ucap mereka bersamaan.

“Kau lagi ! apa kau tidak punya pekerjaan lain selain membuntutiku ? Sekalipun kau punya kekayaan yang tidak akan habis tujuh turunan tanpa bekerja, apa kau tidak bisa setidaknya memilih kegiatan yang lebih berguna untuk masa depanmu selain mengikutiku hah ? ”

“Karena kau adalah masa depan ku ”

“Kau benar-benar membuatku muak ” Eun Hye berlalu meninggalakan Siwon begitu saja. Sadar bahwa wanitanya sudah meninggalkannya, Siwon mulai mengejar dan mensejajarkan langkahnya berjalan berdampingan dengan Eun Hye.

“Aku berani bersumpah demi kekayaanku yang tidak habis tujuh turunan itu, kalau kali ini aku memang tidak mengikutimu. Ini sungguh kebetulan kita bisa bertemu disini. Tidakkah kau merasa bahwa kita jodoh.  ”

Eun Hye menoleh ke Siwon dan menghentikan langkahnya ketika mendengar kata-kata yang tidak masuk akal bagi Eun Hye itu. Dengan tatapan yang langsung membunuh Siwon tetap tidak membuat laki-laki ini takut. Dia malah menggoda dengan mengerlingkan matanya.

“Lalu bagaimana dengan setiap laki-laki yang aku temui disini, apakah itu juga jodohku ? ”

“Aniyo. Tapi kau dan aku kita jodoh. Kita bertemu disini itu takdir ”

“Sepertinya ada yang salah dengan kepalamu. Segeralah kau kerumah sakit dan perbaki otak mu itu. Arraseoo ! ”

Eun Hye sudah cukup muak dengan segala tingkah laku Siwon yang sangat mengganggunya itu. Dia pergi meninggalkan Siwon dengan perasaan kesal sedangkan si tersangka perusak mood Eun Hye itu hanya bisa menatap punggung Eun Hye yang semakin menjauh. Entah kenapa melihat ekspresi Eun Hye seperti itu malah membuat Siwon bahagia. Siwon sengaja tidak mengejarnya kali ini dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena memang pertemuan kali ini sungguh tidak direncanakan oleh Siwon. Tidak seperti pertemuan sebelumnya yang Siwon memang sengaja mengikutinya tapi kali ini tidak begitu. Dia tidak sengaja bertemu dengan Eun Hye disini. Bagi Siwon ini sudah cukup membuktikan bahwa gadis itu miliknya.

“Tidakkah kau merasa bahwa kau memang takdirku Nona Eun Hye-ssi ” ucap Siwon walau dia tahu orang yang diajak bicara tidak bisa mendengarnya.

*********

 

Eun Hye memasukkan barang belanjaan kedalam bagasi belakang mobilnya. Dia menata tiap tas plastic belanjaan agar muat didalam bagasinya.

“Assa selesai ” dan ketika Eun Hye akan menutup bagasi mobilnya tiba-tiba Siwon muncul disampingnya mengagetkan Eun Hye.

“Hyaaaa kau ! bagaimana tadi jika aku punya penyakit jantung hah ? lagipula mau apalagi kau disini cepat pergi ? ”

“Kau tau bukit ditengah kota dekat kantormu ? Kau hanya perlu berjalan kurang lebih satu kilometer kearah barat daya dari kantormu dan kau akan menemukan sebuah taman dengan bukit diatasnya. Aku tunggu kau diatas bukit itu dibawah pohon besar. Aku tunggu kau hingga pukul 7. Kuharap kau tepat waktu .” Siwon langsung berlalu meninggalkan Eun Hye yang masih terdiam setelah mendengar perintahnya itu. Eun Hye masih belum bisa mencerna dengan baik perkataan Siwon barusan. Hingga akhirnya setelah beberapa menit kesadarannya kembali pulih.

“Hyaa kau… kau pikir aku mau menuruti kata-kata mu hah? ”

“Aku akan pastikan kau akan datang ” ucap Siwon tanpa melihat kearah Eun Hye dan masih terus melanjutkan langkahnya.

“Terserah kau ”

 

Love is a reason

Eun Hye POV

 

“Minhoo-ah coba kau ganti lagi posisinya. Coba sekarang keluarkan milk cleanser itu dari tempatnya lalu letakan disebelah bedak padat itu. ”

“Begini nuna ”

“Ndee ”

CEKRIKK CEKRIKK CEKRIKK

Aku melihat sekilas hasil jepretanku.

“Ahhh. Coba kau ganti lagi posisisnya Minho. Ehmmm …”

“Nuna waegurae ? Ini sudah kedelapan kalinya aku mengganti posisi produk ini hanya untuk satu pose, ada apa sebenarnya ? apa kau sedang sakit ? ”

“Ani. Miahne Minho-ah hanya ada yang sedikit menggangguku saja “ iya, kata-kata laki-laki itu.

Aku tunggu kau hingga pukul 7. Kuharap kau tepat waktu .

Entah kenapa dari tadi kalimat pria itu selalu saja terngiang ditelingaku. Apa yang sebenarnya terjadi denganku kenapa aku memikirkannya terus. Kulirik jam ku jam setengah tujuh. Apa dia masih disanya. Apa dia masih menungguku. Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan. Kenapa dia melakukan itu Kenapa ….

“Nuna Nuna .. Eun Hye nunaa ? ” panggilan Minho membuatku tersadar dari pikiran-pikiranku.

“Ah nee miahne Mihno-aah. Kajja kita lanjutkan ”

“Ani. Lebih baik kau istirahat dulu saja nuna dari pada kita nanti hanya membuang-buang waktu saja  ”

“Aniyo naen gwencana Minho-aah. Kita harus segera menyerahkan foto ini bukannya deadlinenya sudah didepan mata. Aku sudah baikan jadi kajja kita selesaikan session ini. Arra ? ” kataku menyemangati agar tidak membuat Minho khawatir.

“Jeongmal neo gwencana nuna ? ”

“Nee gwencana. Kkaa ”

Aku akan tidak baik-baik saja jika hanya berdiam diri saja Minho-aah. Pikiran tentang laki-laki itu akan semakin memenuhi pikiranku. Dan itu hanya akan membuatku semakin tidak baik. Setidaknya dengan kesibukan ini bisa mengalihkan perhatianku dari laki-laki bernama Siwon itu.

********

 

Ini sudah larut malam. Jam setengah 9 malam. Siwon. Bagaimana dengan dia. Apa dia masih disana. Tidak mungkin. Dia pasti sudah pergi. Berhentilah berfikir yang tidak-tidak Eun Hye-aah. Kau pikir kau berada didrama korea dimana pria akan menunggumu dibawah gelapnya malam dan ditemani oleh dinginnnya hujan dan ketika keesokan paginya kau menghampirinya ternyata si lelaki masih ada disana. Please wake up Eun Hye-aah wake up hidup itu tak seindah drama korea kau harus tahu itu.

Aku berjalan gontai keluar dari kantor. Ini pertama kalinya aku merasa terbebani dengan pekerjaanku. Benar ternyata jika ada yang mengatakan pilihlah pekerjaan yang jika kau mengerjakannya kau seolah-olah tanpa beban menjalankannya karena dengan begitu kau tidak akan seperti sedang bekerja melainkan akan seperti bermain. Dan kondisi ini benar-benar menguras fikiranku. Dipaksa berkreasi dengan pikiran yang sedang tidak mendukung untuk berkreasi.

Ahh sepertinya segera sampai rumah adalah hal yang menyenangkan. Berendam air panas dalam bathtub dengan beberapa aroma theraphy sepertinya bisa sedikit membuat fikiranku rileks. Ketika tiba-tiba ada sebuah tangan menggenggam pergelangan tanganku.

“Kenapa kau tidak datang ? ”

“Kau ” aku masih terkejut dengan kedatangannya tiba-tiba dikantorku. Dan apakah itu artinya dia menungguku. Entah kenapa aku senang dengan kedatangnnya kali ini tapi aku masih harus bisa menjaga sikap agar tidak terlihat bahagia dihadapannya bisa besar kepala dia.        “ Memang aku bilang aku akan datang ? ”

“Geureu kajja. Ikut aku ” dia menarikku memaksaku untuk mengikutinya

“Apa-apaan kau ini. Lepaskan aku ”

“Sudah aku katakana kan kemarin akan aku pastikan kau akan datang kesana.”

Dia terus saja memaksaku mengikutinya. Sekeras apapun aku berusaha melepaskan genggamannya iti sia-sia. Genggamannya terlalu kuat untuk tubuhku yang kecil ini.

“Hyaa kenapa kau selalu saja melakukan hal sesuka hatimu hah ? ” dapat kurasakan langkahnya terhenti dan dengan tiba-tiba kita sudah berhadapan. Hampir saja wajah kami bersentuha jika aku tidak cepat-cepat menarik wajahku dari hadapannya.

“Kau yang memaksaku bertindak seperti ini. Jadi sekarang kau diamlah dan  jangan coba-coba untuk berteriak atau aku akan membuatmu diam dengan mencium bibir ini. Kecuali kau memang ingin aku cium ” aku mendorong kepalaku kebelakang ketika wajahnya bergerak maju mendekati wajahku.

“Arraseo ? ” aku hanya bisa mengangguk takut dia akan benar-benar merealisasikan ucapannya jika aku bersuara.

Dapat kurasakan genggamannya sedikit melemah walau dia masih tetap menggenggam tanganku. Kami berjalan bersama lebih tepatnya aku berjalan mengekorinya. Mengikuti kemana langkahnya berjalan. Mungkin jika orang lain melihat kita saat ini tidak heran jika mereka berfikir kalu kita adalah sepsang kekasih.

“Kau tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam denganmu ” dia mengucapkannya tanpa menatapku.

Setela hampir lima belas menit kami berjalan, kami sampai ditempat yang dia janjikan kemarin. Ada perasaan kecewa ketika kita sampai disini. Tempat yang aku harapkan dipenuhi lilin disepanjang jalan dan juga ada beberapa bunga sebagai penghias lalu ada nyala kembang api ketika aku sampai itu semua sirna. It’s nothing. Atau mungkin memang aku yang terlalu berlebihan terlalu berharap banayak padanya dan kenapa aku harus membayangkan hal seperti itu memang siapa dia untukku sepertinya akulah sekarang yang harus memeriksakan isi otakku.

“Kau kenapa ? kenapa ekspresimu seperti itu ? ”

“Ani ”

“Oh aku tau kau berharap aku menyiapkan hal romantis untukmu ya ? hahahaha ternyata kau sama saja dengan wanita lainnya menyukai hal-hal yang menggelikan seperti itu. Tapi kau salah jika berharap hal itu dariku. Ckckck ”

“Kalau tujuanmu membawaku kesini hanya untuk bermain-main denganku lebih baik aku pergi ”

Baru saja aku melangkah membelakanginya namun tiba-tiba langkahku terhenti ketika dapat kulihat dari sudut mataku sebelah kanan ada sebuah kotak perhiasan disamping telinga kananku. Lalu Siwon berjalan kearahku dia yang tadi berada dibelakangku sekarang sedang berdiri tepat dihadapanku dengan kotak perhiasan ditangannya. Cincin. Sebuah cincin mas putih dengan sebuah mata permata yang membuatnya semakin terlihat mewah tapi tetap minimalis. Mataku masih saja menatap benda melingkar dihadapanku ini. Entah kenapa perasaan bahagia yang dari tadi aku rasakan sekarang sirna yang ada sekarang hanya perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Mungkin wanita yang diperlakukan seperti ini pasti akan bahagia. Tapi tidak dengan aku.

“Menikahlah denganku ”

“…”

“Aku tau mungkin ini terlalu menegejutkan untukmu bahkan belum beberapa minggu kau mengenalku tapi bisa kupastikan bahwa aku memang jodohmu ”

“….”

“Sebenarnya aku sudah mengamatimu beberapa bulan ini, dari pertama aku melihatmu entah kenapa aku langsung menyukaimu. Sejak dari itu aku selalu berusaha mengamatimu dari jauh memastikan jika kau memang baik untukku dan saat aku telah yakin denganmu maka inilah aku. Aku datang untuk melamarmu. Sekarang giliranmu untuk mengenalku lebih dekat .”

“….”

“Kenapa kau hanya diam, apa ini sem  ….”

“Jika setelah menikah aku meminta bercerai padamu apa yang akan kau lakuakan ? atau mungkin aku memintamu untuk berpoligami apa kau mau melakukannya ? ”

“Mworago ? maksutmu ..”

“Apa kau mau melakukannya ? ”

“Changkaman.. apakah ini salah satu syarat dari mu inikah caramu mengujiku ? ”

“Wae ? kau tidak bisa menjawabnya .” aku menarik panjang nafasku

“Apa kau sebegitu yakinnya bahwa aku memang jodohmu. Apa kau sudah benar-benar tau tentangku. Tau tentang apa yang aku suka dan aku tidak suka. Apa kau tau bahwa aku tidak suka keju dan susu, apa kau tahu bahwa aku tidak bisa tidur dibawah jam 12 malan dan selalu bangun pagi diatas jam 9, apa kau tahu aku harus selalu minum 2-3 butir pil nyeri haid hanya untuk mengatasi rasa sakit saat pertama kali datang bulan. Aku selalu bimbang setiap kali harus memilih antara rasa strawberry dan coklat , aku bahkan memerlukan waktu beberapa hari hanya untuk memutuskan untuk membeli sebuah kamera baru. Apa kau tahu tentang itu semua hah ? ” aku perlu menarik nafas untuk melanjutkan kata-kataku. Beban yang selama ini aku bawa seolah-olah aku paksa keluar begitu saja.

“Apa kau juga tahu bahwa appa ku meminta cerai dari eomma ku dan menolak tawaran poligami yang ditawarkan oleh eommaku hanya karena alasan mereka sudah tidak ada kecocokan. Apa kau tahu demi siapa appaku melakukan itu , demi wanita yang baru dua bulan dikenalnya. Dia rela meninggalkan keluarga yang sudah berpuluh-puluh tahun menemaninya hanya demi seorang wanita jalanan yang baru dua bulan ditemuinya. Dan apa kau tahu bahwa eommaku sampai harus menembak dirinya sendiri setelah dia membunuh appa dan wanita jalanannya itu. APA KAU TAHU TENTANG SEMUA ITU HAH ?? APA KAU TAHU ? ”

Rahasia yang tidak pernah aku katakana sebelumnya sekarang terlontar keluar begitu saja hanya karena pancingan permainan dari laki-laki bajingan dihadapanku ini. Dia telah berani-beraninya membuatku membuka kembali kenangan buruk tentang keluargaku. Tentang kebodohan kedua orang tuaku. Seorang nappeun appa yang rela meninggalkan anak dan istrinya dmei wanita lain. Seorang ibu yang rela tidak memikiran nasib anaknya dan rela mengakhiri dirinya sendiri hanya karena sebuah perasan cemburu. Dan aku benci kenyataan itu. Aku benci dengan diriku. Aku benci.

“Miahne ” Siwon berjalan perlahan mendekatiku yang sedang diliputi emosi ini.

“Buatku pernikahan bukanlah hal  yang bisa kau permainkan. Sekalipun aku mencintaimu masih perlu waktu yang lama untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa kau memang tepat untukku bahwa kau tidak akan melakukan hal sama seperti apa yang dilakukan appaku  ”

“….”

“Jadi pikirkan kembali apa yang aku katakana sebelum kau melamarku .”

Aku meninggalkannya begitu saja. Airmata yang dari tadi aku tahan sekarang sudah penuh membanjiri wajahku mengiri kepergianku darinya. Setidaknya airmata ini tidak jatuh dihadapannya sehingga aku masih bisa menjaga gengsiku dihadapannya untuk tidak terlihat lemah. Airmata yang tidak pernah lagi kau keluakan ketika mengingat keluargaku, tapi sekarang berkat nappeun namaja itu pertahan yang aku bangun sekarang menjadi sia-sia.

******

Siwon POV

“Apa kau juga tahu bahwa appa ku meminta cerai dari eomma ku dan menolak tawaran poligami yang ditawarkan oleh eommaku hanya karena alasan mereka sudah tidak ada kecocokan.”

Kata-katanya itu selalu terngiang dikepalaku. Dari tadi aku tidak bisa tidur memikirkan apa yang dikatakannya. Berkali-kali aku berguling-guling diatas kasur untuk mengalihkan perhatian.Aku tidak menyangka seluruh sifat tertutup dank eras kepalanya selama ini merupakan salah satu cara membentengi dirinya dari ledakan yang sewaktu-waktu bisa meledak seperti tadi.

Dan ibunya menolak diceraikan dan rela dimadu hanya karena tidak ingin ditinggalkan ayahnya. Aku tidak percaya masih ada wanita seperti itu. Rela membagi hatinya daripada harus kehilangan seluruh hatinya.

“Jika setelah menikah aku meminta bercerai padamu apa yang akan kau lakuakan ? atau mungkin aku memintamu untuk berpoligami apa kau mau melakukannya ? ”

Apa maksut dari kalimatnya itu. Apa yang dia harapkan untuk aku lakuakn dari permintaannya itu. Aku harus menolaknya atau aku malah harus menerima permintaannya. Apa yang semestinya aku lakukan dari kondisi yang telah dialaminya.

 

The Proposal Married

Author POV

 

“Apa yang ingin kau bicarakan. Cepat katakan. Aku tidak punya banyak waktu untuk bermain-main ”

Eun Hye dan Siwon memang berjanji untuk bertemu di coffee shop ditempat biasa Eun Hye menghabiskan waktunya.

Memang setelah kejadian malam itu keduanya tidak pernah bertemu. Siwon yang selama ini selalu berusaha untuk membuntuti kemanapun Eun Hye pergi sudah tidak lagi mengikutinya. Dan Eun Hye juga sibuk dengan produk-produk baru yang harus dia foto mungkin itu cara dia untuk mengalihkan perhatian dari peristiwa malam itu. Hingga akhirnya semalam Siwon menghubunginya untuk mengajak bertemu.

“Aku ingin bertemu denganmu besok ”

“Ada apalagi jika kau hanya ingin bermain-main aku tidak ada waktu ”

“Aku akan menjwab permintaan yang kau ajukan waktu itu ”

“…”

“Wae ? apa kau ada waktu ?”

“Jam dua di caffe biasanya ”

Begitulah percakapan semalam hingga disinilah mereka berdua sekarang.

“Untuk permintaanmu aku akan menurutinya ”

“Nde ? ”

“Jika setelah menikah kau meminta bercerai apa yang akan aku lakuakan ? dan apa yang aku lakuan jika kau meminta untuk berpoligami  ? ”

“….”

“Aku akan melakukan dan menuruti apa yang inginkan”

“Jadi kau akan menceraikanku dan akan berpoligami jika aku memintanya ? Apa kau benar-benar sudah gila hah ? Kau pikir aku datang kesini hanya untuk mendengar penolakanmu !! ”

Eun Hye kesal dengan jawaban Siwon. Walaupun dia kesal padanya waktu itu tapi bukan jawaban seperti ini yang diharapkan olehnya. Dia masih berharap bahwa Siwon mamsih mau mempertahankan perasaan terhadapnya tapi apa yang didapat. Siwon menyerah. Itulah yang dipikirkan Eun Hye saatt ini.

“Jika kau meminta aku untuk menceraikanmu maka aku kan menceraikanmu. Aku melakukannya karena itu semua permintaanmu. Setelah itu aku akan membuatmu menyesal memintaku melakukan itu. Jika itu sudah terjadi maka aku akan memintamu untuk kembali padaku. Tidak perlu menunggu sampai kau yang meminta agar bisa kembali padaku. Aku yang melakukannya untukmu.”

“Dan jika kau juga memintaku untuk melakukan poligami aku juga akan melakukannya. Tapi akan aku pastikan bahwa kau akan tetap menjadi yang pertama dihatiku tidak peduli seberapa banyak wanita yang akan ada disampingku kaulah pemilik seutuhnya. Aku melakukannya hanya karena kau yang memintanya. Maka dari itu jika kau tidak ingin cemburu karena adanya wanita disisku jangan pernah menintaku untuk berpoligami.”

“Neo jeongmal … darimana kau kutip kata-kata itu hah ? beberapa hari tidak bertemu denganmu ternyata kau sudah berubah jadi perayu ulung ” tanpa terasa air mataku jatuh membasahi pipiku. Kali ini airmata bahagia. Aku tidak menyangka dia bisa berkata seperti itu. Walau menyakitkan diawal tapi memang begitulah kenyataanya. Tidak pernah berusaha meperbaiki keadaan dengan kata-kata gombal. Dan aku sekarang mengakui bahwa aku jatuh cinta padanya.

Dia berdiri dari tempat duduknya berjalan kearahku hingga saat tepat disampingku dia mengubvah posisiku agar berhadapan dengannya. Lalu dia menunduk menumpukan lutut dengan telapak kkakainya sejajar. Dia rengkuh kedua wajahku dengan kedua telapak tangannya. Dia gubakan kedua ibu jarinya untuk mengusap airmataku.

“Apa kau tahu aku harus menahan diri beberapa hari untuk tidak bertemu denganmu hanya untuk mencari jawaban dari permintaanmu itu . Dan ternyata aku berhasil jadi berhentilah menangis apa kau tidak ingin mengucapkan selamat padaku karena sudah berhasil menaklukkan kerasnya batu karang ? ” baru kali ini aku merasakan sisi kelembutan darinya. Sifat sesuka hatinya seolah-olah sirna.

“Kauu  ….” aku memukul pelan bahunya lalu dia rengkuh kedua tanganku dia letakkan tanganku dan tangannya diatas lututku.

“Kau tahukan  aku akan melakukan apapun yang kau minya jadi berpikrlah dulu sebelum kau memintaku untuk melakukan sesuatu. Arraseo Nyonya Choi ? ”

“Nyonya Choi ? Kau pikir siapa yang mau menikah denganmu ? ”

“Jadi kau menolak lamaranku ? ”

“Georeumnyo . Lagi pula lamaran ? apa kau pikir hanya dengan kata-kata romantic itu sudah cukup untuk melamar seorang gadis bahkan kata-katamu jauh dari kata romantis hah ?  ”

“Oh changkaman … ” dia mengeluarkan kotak dari saku celananya. Kotak yang masih sama seperti malam itu.

“Nona Park Eun Hye mauakah kau menikah denganku ” aku hanya menganggukan kepalaku sebagai tanda setuju.

Seketika dapat kurasakan hangat tubuhnya mendekapku erat. Tubuh ini yang nantinya akan menemaniku beberapa hari jedepan. Aroma tubuh ini, aku harus terbiasa menghirup aromanya.Dialah lelakiku. Lelaki yang mamapu meuntuhkan batu karang dalam hatiku.

 

The Day

Eun Hye POV

 

Aku berjalan perlahan dengan paman sebagai pendamping pengantinku. Dapat kulihat lelakiku sudah menungguku diujung altar. Dengan setelan tuxedo hitam pas badan membuat tubuhnya semakin terlihat tegap. Matanya tak lepas menatapku yang perlahan semakin mendekati dirinya. Beberapa sorot mata yang memandangiku yang sedang berjalan menghampirinya. Mereka semualah  yang akan menjadi saksi pertemuanku dengan lelakiku diujung alatr itu. Saksi saat kita mengucapkan janji pernikahan. Suara ombak dibawah yang membentur tebing semakin menambah kesan romantic dari nuansa ini. Aku semakin gugup beberapa langkah lagi aku semakin dekat dengannya higga akhirnya kami sudah saling berhadapan dia menggapai tanganku dari pamanku. Sesaat dia mendekatkan wajahnya ketelingaku.

“Aku selalu bilangkan bahwa kau yang paling cantik”

“Berhentilah merayuku aku sudah menerimu arra ? ” hanya suara dera tawa kecil yang keluar dari mulutnya.

“Baiklah sekarang kita mulai janji pernikahan ini apa kalian berdua sudah siap ? ” pastur yang memimpin pernikahan ini.

“Nee ” ucap kami bersamaan

“Saya Choi Siwon berjanji untuk mencintai istri saya Park Eun Hye dikala sedih atau senang, kaya atau miskin, sehat mauapun sakit dan saya berjanji untuk melakukan apapun yang dimintanya menjadikannya satu-satunya wanita dihati saya dan akan membuatnya menyesal jika meninggalkan saya.” aku menoleh mendengar janji sumpah pernikahan yang diucapkannya. Aku tidak menyangka dia memasukkan tiga poin utama dalam pernikahan yang aku inginkan.

“Saya Park Eun Hye akan menerima Choi Siwon sebagai suami saya dikala sedih atau senang, kaya atau miskin, sehat mauapun sakit dan akan selalu berfikir terlebih dahulu sebelum memintanya melakukan sesuatu karena saya tidak ingin menyesal nantinya.”

Gelak tawa keluar dari hadirin yang datang diacara pernikahn kami. Suara tawa yang memang berada di ruangan outdoor ini ikut menggema dengan alam. Suara gema tawa menyatau dengan suara deru ombak yang membuat suasana semakin hangat.

Mata kami saling menatap setelah mengucap janji pernikahan itu. Tidak ada yang ingin melepas pandang satu sama lain. Hingga pastur meresmikan pernikahan inipun mata kami masih saling menatap.

“Baiklah Choi Siwon-ssi dan Park Eun Hye-ssi saya resmikan kalian menjadi sepasang suami istri dan Siwon-ssi silahkan mencium istri anda ”

Suara gelak tawa semakin riuh menggema diudara setelah perintah pastur tersebut. Siwon mulai mendekatkan wajahnya kewajahku. Hingga akhirnya dapat kurasakan bibirnya mulai menyentuh bibirku. Sentuhan lembut bibirnya membuatku melupakan segala. Lupa bahwa banyak pasang sorot matta yang mengamati kami tapi aku tidak peduli ini adalah hariku dengan lelakiku jadi setidaknya biarkan kami melakukan apapun yang ingain aku lakukan. Dia melepas ciumannya dengan lembut.

“Saranghae ”

“Nado Sarangahae”

Tidak hanya cinta yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan. Bahkan pasangan yang saling mencintai sekalipun bisa berpisah setelah mereka hidup bertahun-tahun. Tapi pernikahan juga butuh sebuah alasan. Alasan kenapa kau ingin hidup dengannya dan alasan kenapa kau siap jika ditinggalkan. Jika kau sudah bisa menjawab kedua pertanyaan itu jalanmu untuk mengarungi sebuah pernikahan akan mampu kau arungi. Jangan pernah takut untuk membina hubungan bersama dengan orang lain dan jangan pula takut jika kalian ditinggalkan. Bukannya pernikahn memang akn berujung dengan pernikahn. Jika bukan kematian ya perceraian tergantung alasanmu mampu bertahan dari pilihan yang telah kau pilih.

 

END.

PS : Akhirnya finish juga. Maap ya kalau banyak typo dan alurnya gag jelas. Saya masih pemula soalnya jadi masih harus bnyak belajar jadi mohon bimbingannya *bow.  Buat author FFL mkasih ya udah mau ngpost ff bkinan saya *tebar bibir siwon*. Heheheh.

Buat reader yg mau baca another story about WonHye couple *emang ada?* kalian bisa buka2  https://eunhyewon.wordpress.com *gagapapayapromosi*. Heheheh

Sudah deh yah. Happy reading readers

Iklan