Title        :        Sung Brother (Part 2)
Author    :        Yesunggyu – Amalia Laili
Length    :        Continue
Genre      :        Comedy, Romantic, Family

Cast        :        Lee Sungyeol, Lee Sunggyu, Lee Sungjong, Soyu (Sistar), Lee Howon (Hoya), Lee Hyerin (Girl’s Day)

 SUNG BROTHER®2013

“Sunggyu oppa? Beneran itu Sunggyu Oppa?” suara perempuan itu membuat Sunggyu dan Sungyeol menoleh kepadanya. Perempuan itu segera masuk ke ‘mantan’ rumah Sunggyu. Sunggyu segera berdiri. Sungyeol menatapi mereka dengan heran.

“lama tidak berjumpa, Soyu” ujar Sunggyu.

“hem.. iya…” jawab Soyu sambil tersenyum.

“kau baik-baik saja di Incheon?”

“nde.. aku sudah mendengar tentang rumahmu… kau baik-baik saja?” tanya Soyu.

“hem..” Sunggyu mengangguk. Terdengar suara diam diantara mereka. Sungyeol hanya tersenyum melihat mereka dan berusaha mati-matian menahan tawanya. Lalu berdiri menghampiri Sunggyu dan menepuk bahunya pelan.

“siapa, hyung? Yeppo…” bisiknya pada Sunggyu, Sunggyu menyikutnya.

“ah, ye… ehmm.. Soyu, perkenalkan, ini Lee Sungyeol. Aku tinggal dengannya selama ini, kau bisa lihat sendiri rumah ini, kan?” ujar Sunggyu memperkenalkan Sungyeol pada Soyu. Sungyeol mengulurkan tangan, dan berjabat tangan dengan Soyu. Soyu tersenyum.

“ehmm.. hyung, kita pulang yuk.. sudah malam.. Soyu, dimana rumahmu?” tanya Sungyeol.

“tepat disebelah kanan rumah ini.” Jawabnya ”rumahmu?” tanya Soyu.

“Ah, tidak terlalu jauh.. itu..”

“ayo pulang.. Soyu, aku pulang dulu, aku akan sering-sering ke rumahmu, dan menemuimu” Sunggyu segera mengamankan Sungyeol dan menariknya keluar diikuti Soyu. Saat sudah lumayan jauh dari rumah Sunggyu, Sunggyu melepas tangan Sungyeol yang dari tadi dipegangnya dan berhenti. Berbalik dan melihat Soyu sampai Soyu masuk ke dalam rumah. Sungyeol yang keheranan, melihat Sunggyu dan rumah Soyu terus.

“Hyung menyukainya?” tanya Sungyeol.

“eh..?? tidak. Ayo pulang!” Sunggyu yang kaget segera berbalik badan.

“benarkah? Kalau begitu aku boleh dong menyukainya…??” tanya Sungyeol jail. Sunggyu berbalik badan dan melihatnya.

“kau berani??” tanya Sunggyu lagi.

“berarti hyung menyukai Soyu” ujar Sungyeol.

“eh? Tidak.. itu…”

“hahaha… hyung menyukai Soyu… Soyu… Soyu…”

“ya ya ya… kau gila, jangan berteriak”

…………………

KRINGGGG…

Aku segera mengangkat telepon.

“yoboseyo?”

“keluarga Lee?”

“nde, waeyo?”

“ehm, kami dari pihak kepolisian, ingin berbicara dengan Lee Sunggyu”

“oh, nde. Sunggyu Hyung… ada…”

“yoboseyo?” tiba-tiba Sunggyu hyung merampas telepon dari tanganku dari mendorongku menjauh.

“ah? Jongmal? Nde, aku akan segera pergi kesana. Nde, gomapsumnida!” Sunggyu segera tersenyum dan segera berlari, menuju keluar rumah.

“ah, chakamaneyo hyung..” teriakku.

“waeyo?!”

“aku ikut…” ujarku. Sunggyu hyung menghela napas.

“huft.. keure. Ikutlah… cepat!” teriak Sunggyu hyung, aku segera lari menuju kamar mengambil hapeku dan pergi keluar.

……………………….

“tapi, kami tidak bisa memastikan dengan jelas siapa yang sudah membakar rumah anda, jadi mohon tetap bersabar, tapi ini adalah kronologis kejadiannya. Silahkan…” polisi itu memberikan sebuah berkas untuk Sunggyu hyung. Aku melihat dengan bingung.

………………………

Sunggyu hyung menjelaskan padaku kronologis tentang kebakaran dirumahnya yang sudah dibacanya dari berkas yang diberikan polisi itu.

“jadi, dengan sengaja begitu hyung?”

“nde.. siapa kira-kira musuh orang tuaku ya?”

“jahat juga ya? Saat itu hyung ada dimana?”

“aku, berada di kampus saat itu… aku tidak tahu samasekali…”

“arayo, aku tidak mengira hyung tersangkanya kok”

“heh? Siapa juga yang mengira kau mengira aku tersangkanya…”

“hahaha… kali ini apa hyung mengerti apa yang hyung katakan?”

“hahaha… tidak sama sekali…”

“…..”

Kami tertawa cukup lama sampai aku melihat Soyu lewat.

“Soyu noona!” teriakku nekat dari jendela mobil. Mobil hyung sedang diparkir.

“ah, nde… annyeong haseyo!” Soyu noona melihat kami dan menundukkan badan.

“annyeong haseyo…!” aku menganggukan kepala “kesini dulu! Ada hyung disini!” teriakku sambil menunjuk Hyung yang menghadapku aku dan membelakangi Soyu, malu mungkin.

“ah, annyeong haseyo, Soyu ah” akhirnya Sunggyu hyung berbicara juga.

“annyeong haseyo…”

Kami memberitahukan Soyu tentang hal itu.

“omo! Siapa yang melakukan hal itu kira-kira ya?”

“itu yang kami cari…”

………………………….

AUTHOR POV

“semua akan terbalaskan omma…”

“….”

“omma diam dengan tenang disini saja…”

“…..”

“keluarga Lee tidak akan menganggu omma lagi, termasuk Sunggyu”

“…..”

Suara perempuan itu terdengar dari sela-sela ruangan rumah yang sederhana, dia berbicara dengan sang ibu yang tak menjawab.

…………………………….

SUNGYEOL POV

Sunggyu hyung berkata akan pergi menuju rumah lamanya, aku ikut lagi. Ah, aku seperti pengganggu saja. Aku kan ikut bukan karena aku terkena Adopt-brother complex, tapi karena aku penasaran.

Sunggyu baru saja mau menyebrang, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencang dan menabrak Sunggyu hyung.

KIIITT….BRAKKK…

“Hyungg…”aku segera berlari. Aigoo, hyung terlempar cukup jauh. Aku melihat darah banyak.

“ya! Tanggung jawab!!!” teriakku, orang itu malah tidak keluar sama sekali, dia malah pergi melesat. Ishhh…..

………………………..

Aku sudah menelpon orang tuaku. Mereka segera datang bersama Sungjong. Aku sekarang berada dikamar Sunggyu, dia belum sadar dari tadi.

TRRTTTT…. TRRRTTT….

Hape Hyung bergetar. Aku segera mengambilnya.

From : nomor tidak dapat dikenali

Kau akan membayar semua penderitaan kami, Lee Sunggyu

Bertemulah dengan orang tuamu, sekarang

Siapa ini? Apa dia yang sudah menabrak Sunggyu hyung? Ketelaluan. Dendam apa pada hyung? Ishh…

Aku memukul-mukul hape hyung, membuat suara tidak enak. Membangunkan hyung.

“eh, hyung… gwenchana?” tanyaku

“apanya yang baik?” tanya Sungjong padaku “hyung, ada dirumah sakit, baru tertabrak….”

“hmm…? Aigoo, kakiku..” Sunggyu hyung menyentuh kakinya yang digips.

“ah, hyung.. jangan bergerak dulu..” ujar Sungjong.

“paman akan pergi menuju bagian administrasi, kau ikut?” ujar ayahku bertanya pada Sunggyu hyung lalu pada ibuku.

“nde, sekalian beli makanan. Jaga hyungmu ya..”

“nde…”jawab kami berdua dan mereka pun pergi.

“….”

“hyung…”

“apa?” tanya hyung padaku.

“aku sepertinya tau siapa yang membakar rumah hyung” ujarku, Sunggyu lalu menoleh kepadaku dan membelalakkan matanya. Sungjong pun.

“nuguya?”

“ehm, tadi ada sms, katanya.. itu.. dia…eh” tiba-tiba hyung merampas hapenya dari tanganku dan membaca dengan seksama sms orang tidak dikenal itu.

“ishh… jongmal. Siapa dia? Dendam apa pada orang tuaku?” gumam hyung.

“coba lihat nomornya hyung? Ditelpon lagi” usul Sungjong. Aku menggelengkan kepala.

“tidak bisa, nomornya sudah terprogram untuk tidak dikenali. Jadi tidak bisa dilacak” jawabku, Sungjong menundukkan kepalanya.

“huft.. ottohke?” desah Sungjong

“….”

“….”

“hyung punya kenalan begitu? Siapa tahu dia tahu masalah orang tua hyung!” usulku, mereka semua menatapku dengan bingung. Baru saja Sungjong mau menjawab perkataanku.

“ah, hyung memangnya..”

“aku tau apa yang kukatakan, Sungjongi!”

“arata… tapi maksudku, memangnya hyung pikir ada orang yang dendam ngasih tau orang gitu?”

“bukan itu maksudnya Sungjong. Mungkin aja ada orang yang dirugikan oleh orang tuaku” jawab Sunggyu hyung.

“nde, seperti itu…” anggukku. Padahal aku sama sekali tidak kepikiran seperti apa yang dikatakan hyung.

“ehm, siapa orang yang bisa kupercaya?”

“…..”

TOK TOK..

“Masuk!” ujarku pada seseorang yang mengetuk pintu kamar.

“oppa, gwenchana?” tanya Soyu, dia datang membawa makanan

“nde, sepertinya..” jawab Sunggyu sambil tersenyum “darimana kau tau aku ada dirumah sakit?”

“ehmm… aku, aku mendengar dari orang-orang” jawab Soyu dengan sedikit gugup sambil menaruh kotak makanan di meja.

“hem? Gwenchana. Jangan gugup begitu” ujar Sunggyu, aku dan Sungjong tukar pandang.

……………………..

AUTHOR POV

Sungyeol menceritakan kejadian Sunggyu kepada Soyu. Soyu hanya terdiam.

“siapa yah, kira-kira?” tanyanya

“kalau kami tau, kami tidak akan kebingungan..” jawab Sungjong.

“ah, apa mungkin Hoya oppa?” tanya Soyu seketika.

“hah? Mungkin..” jawab Sunggyu dengan terkejut “aw, aduh.. kakiku, ehm, ambilkan hape ku!” perintah Sunggyu pada Sungyeol. Sungyeol segera mengambil hape Sunggyu yang berada di meja di sampingnya.

“ini…”

“Hoo.. yaaa…” ujar Sunggyu mencari nama Hoya di kontaknya “ah, Hoya!”

Dia segera menghubungkan ke Hoya, yang lain hanya hhc (harap harap cakep).

“ah, yoboseyo Hoya!”

“ehm, yoboseyo, waeyo?” ini suara Hoya.

“ada yang ingin kutanyakan”

“mwo?”

“apa kau mempunyai dendam pada orang tuaku?”

“heh? Mwo? aniya…”

“bohong?”

“aigoo, aku mengatakan hal yang sebenarnya…”

“tapi, bukankah ayahku sudah membuat perusahaan ayahmu bangkrut?”

“ya!!!! Kau jangan mengungkit masa lalu! Bisa-bisa aku jadi balas dendam!” teriak Hoya, membuat Sunggyu menjauhkan sedikit hapenya dari telinganya

“nde, nde, jangan marah begitu, aku kan han…”

“siapa yang tidak marah? Sekarang ibuku sakit setelah ditinggal ayahku yang bunuh diri. Entah kemana sudah perginya adikku itu! Kau malah.. aigoo..”

“ah, nde, mianhae… maksudmu, Lee Hyeri?” tanya Sunggyu

“menurutmu siapa lagi adikku? Sudah ya, aku ada pertandingan hari ini”

“battle dance”

“nde… annyeong” Hoya segera menutup pembicaraan.

“mungkin, Hyeri!” ujar Sungjong.

“tapi, masa perempuan sih yang nabrak hyung, trus pake balas dendam bakar rumah segala” sergah Sungyeol

“mungkin saja!” Soyu berkata dengan semangat “aku melihat maksud dari smsmu. Kemungkinan besar memang perempuan, dan siapa lagi coba?”

“aigoo. Aku tidak tahu…!!” Sunggyu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“…..”

……………..

— TBC —-

Gitu aja dulu ya, hahaha. Maunya mengakhiri sekarang, tapi kan gak seru. Jadi,….