TO URI LEADER, LEETEUK

Heechul’s Part

Author             : Redita Ratliff (Im Hye Rim)

Genre              : Brotherhood

Cast                 : Heechul, Leeteuk

Words Count  : 2,102

Rating             : All Age

Disclaimer       : This is just a FF. everything is mine include Heechul and Leeteuk /plak/

Note                : 1. Latar waktu tiap part beragam. Mulai dari awal debut sampai sekarang so jangan bingung. Contoh part HC itu 2011, part KH 2012. Ok?

2. Pas ngetik bagian Heechul ini aku bercucuran air mata TT__TT gak tau deh kalau kalian. Ya semoga ngena. Amiiiiiiiiin

3. Jangan lupa follow aku di @ReditaRatliff dan wp-ku http://redliff.wordpress.com dan oh iya aku punya shop loh. Lagi jual kaso SJ & KRY ready stock >> @PreciousV_Shop ;D

 TOO URI LEADER, LEETEUK®2013 

Mengapa kau tak membagi masalahmu denganku? Kau tahu,

aku bisa membantu meringankan semua letih dan kesedihanmu.

Apa salahnya membaginya denganku?

 Kau bukan robot, jelek!

Kau Park Jungsoo yang bodoh. Sangat sangat bodoh!

 

 

@ Dorm 7:46 PM arrived at dorm

AAAAAAAAA…… mengapa jam segini aku sudah merasa sangat lelah. Ini baru hampir jam 8 malam padahal biasanya bekerja sampai tengah malam aku masih semangat. Ah ini mungkin karna aku sudah semakin tua ahahah. Untung saja jadwalku sudah selesai untuk hari ini dan yessss aku besok free!! Aku memang sudah mau masuk militer jadi perusahaan memberikan aku hari libur. Aaaaah senangnya dorm masih sepi. Yea, jam segini memang member lain masih bekerja. Kasihan….

 

Aku berjalan menuju kamarku tapi oh tunggu. Aku mendengar suara tangis. Ah ini tidak seru! Aku sedang sendirian didorm sekarang! Oh Tuhan suara tangis itu makin keras dan sepertinya berasal dari kamar Teuki dan Hae. Kakiku sudah mulai kaku. Aku takut kalau soal seperti ini. Aahh kumohon jangan takuti aku. Tapi oh tunggu, suara tangis ini bukan suara wanita tapi pria! Hantunya…. pria?

 

Aku semakin merinding karna makin lama suara tangis hantu namja itu makin keras. Walau aku takut dan kakiku sekarang sudah gemetaran tapi aku penasaran. Hey ini bisa saja kan hidden camera. Bisa saja member sedang mengerjaiku. Jadi daripada aku kehilangan muka lebih baik aku selidiki, toh? Yea walau aku merinding tapi aku harus mengetahui yang sebenarnya.

 

Dengan sangat pelan aku membuka pintunya berusaha untuk tidak mengeluarkan suara. Saat pintu sudah terbuka sedikit, aku mengedarkan pandangan mengecek setiap inci kamar mereka. Agak sulit memang mengeceknya karena lampu dikamar ini sedang dimatikan.

 

Mataku menangkap sesosok hantu namja yang sedang duduk disisi tempat tidur membelakangi pintu kamar sedang sesenggukan. Kuamati sosok itu dengan perlahan. Tunggu… sepertinya aku mengenal sosok itu. Aku mengenal rambut agak kepirangan itu. Aku mengenal kemeja plaid itu. Itu adalah kemeja yang aku belikan untuk Jungsoo sebagai hadiah ulang tahunnya kemarin. Itu Jungsoo? Benar, itu Jungsoo! Sebentar… dia sedang menangis? Jungsoo bukan tipe orang yang akan menangis kalau tidak memenangkan award penting, ELF yang hebat dan karna menanggung kesedihan atau kelelahan yang amat terdalam. Coret opsi pertama, kami belum memenangkan award penting apapun bulan ini. Coret opsi kedua, kami tidak sedang berada diatas panggung. Berarti yang benar adalah opsi ketiga. Jungsoo… kau sedang sedih? Kau sedang lelah? Mengapa kau tak memberitahuku?

 

Tak sadar sebulir air mata meluncur dari pelupuk mataku setelah beberapa saat memperhatikan punggungnya yang naik turun karna tangisannya. Aku tak pernah bisa melihat Jungsoo menangis.

 

Akupun menutup pintu kamarnya perlahan. Biarkan ia menangis sepuasnya melepas semua masalahnya malam ini. Sebenarnya aku merasa sakit melihatnya begini. Aku ingin menghampirnya dan memeluknya dan mengatakan “menangislah”, tapi aku tak bisa. Aku tak pernah bisa melakukannya. Aku baru melakukannya satu kali selama ini yaitu saat kami tidak memenangkan Daesang GDA tahun lalu. Tapi itu beda bukan? Untuk masalah seperti ini aku benar benar tidak bisa memeluk dan menenangkannya. Tenggorokanku tercekat setiap mendengar tangisannya. Ia selalu memendam kesulitannya sendiri, kelelahannya sendiri, deritanya sendiri. Jungsoo-ah….. jangan…..

 

THE NEXT DAY

@ Dorm 7:00 AM Breakfast time

Kedelapan member kini berkumpul didorm lantai 12. Yeah koki kami kan hanya 1, Wookie seorang. Jadi penduduk dorm lantai 11 mau tak mau keatas sini kalau mau makan. Banyak yang beranggapan kalau member lantai 12 lah yang kebawah oh maaf merekalah yang harus kesini. Wookie kan tidur dilantai 12. ELF kalian salah! Kuingatkan yah, yang tidur dilantai 11 itu Kyumin Couple, Yesung dan si monyet yadong itu. Kalau lantai 12 itu aku, Wookie, si ikan dan Teuk (aku tau dari intv mereka awal tahun ini. Lupa nama intv nya. Ituloh intv yang dateng ke dorm mereka terus foto foto) Shindong Siwon? Siapa mereka? Ok ok maaf! Mereka tidur dirumah mereka. Perusahaan tidak memaksa kami tidur didorm jadi mereka tidur dirumah mereka sendiri.

 

Kini kami duduk dimeja makan dan menyantap sarapan kami yang dibuatkan Wookie. Kami melontarkan lelucon, cerita lucu tentang tentang aktifitas kami sampai berakting konyol hingga kami berdelapan tertawa terbahak bahak.

 

“Oy, Jungsoo Donghae. Semalam kalian tidak merinding tidur dikamar kalian?” celetukku. Kini semua mata memandang kami bertiga secara bergantian

“Merinding? Mengapa harus merinding hyung?” Tanya si ikan amis itu dengan muka ikannya (_ _”)

“Semalam ketika aku pulang ke dorm sekitar jam 8an aku mendengar suara tangis dari kamar kalian” BANG! Kena kau Jungsoo. Mengakulah!

“Ta… tangisan hyung?” Donghae membelalakan mata ikannya. Bahahaha matanya hampir keluar dari rongganya! BAHAHAHA!! O, relax Heechul, kau sedang memancing Jungsoo, jangan tertawa sekarang.

“Ya, ikan! Kau tak usah mengeluarkan matamu seperti itu. Matamu hampir keluar!” Seruku sambil melayangkan sumpitku kearah matanya.

“Iya, benar. Aku mendengar suara tangisan dari kamarmu. Jam 8 semalam kalian semua masih bekerja, benarkan? Jadi siapa lagi kalau bukan hantu yang menangis semalam dikamar kalian”

 

“Hyung, jangan bercanda hyung” BAHAHAHA Wookie-ah, wajahmu sekarang benar benar wajah anak kecil yang kalah taruhan.

“Lalu hyung buka pintu kamarnya tidak?” Eunhyuk bertanya.

“Ya, aku semalam ketakutan. Lagipula aku sendirian. Mana mungkin aku mau mengambil resiko dicekik hantu itu”

“Kalau begitu hyung berbohong” Aish anak satu ini!

“Keure, aku berbohong. Tapi jelaskan dulu padaku bagaimana bisa aku mendengar suara tangis itu semalam Cho Kyuhyun” Ayo, Jungsoo, buka saja mulutmu. Ceritakan pada kami masalahmu. Aish kenapa orang satu ini masih bisa makan dengan santai padahal dia tahu aku sedang menyindirnya

 

“Apa kita harus memanggil cenayang?” Usul Sungmin. Semua member mengangguk angguk setuju. Jungsoo masih memakan sarapannya dengan santainya seperti tidak terjadi apa apa.

“Hyung, kau tidak takut? Kau tidak takut kalau hantu itu tiba tiba mencekik kita ketika kita sedang tidur hyung?” Tanya Donghae sambil mengguncang lengan Jungsoo pelan. Jungsoo kini meletakkan sendoknya lalu menatap kami bergilir

“Tak usah panggil cenayang. Aku yakin hantu itu tak akan datang lagi” Jawabnya tenang

“Tapi hyung…”

“Hae-ah, ada aku. Tenanglah” Jungsoo menarik sudut bibirnya menciptakan senyum yang selalu membuat kami semua tenang. Senyuman yang selalu bisa menyingkirkan semua takut dan kegelisahan kami. Jungsoo-ah… berhenti membohongi dirimu sendiri.

 

 

ONE HOUR LATER

Kini pengungsi dari lantai 11 sudah pulang karna mereka memiliki jadwal dan sedang bersiap siap. Penduduk lantai 12 juga sedang bersiap siap untuk berangkat bekerja termasuk Jungsoo. Tapi tidak denganku. Sudahku bilang kan kalau aku libur hari ini?

 

Donghae dan Ryeowook sudah berangkat beberapa menit lalu dan kini didorm hanya tinggal aku dan Jungsoo saja. Dia sedang bersiap siap dikamarnya dan aku sedang duduk santai dengan heebum disofa menonton tv. Tak lama kemudian Jungsoo keluar dari kamarnya dengan berpenampilan rapi.

 

“Chul-ah, aku pergi dulu. Jaga dorm, eo?” katanya sambil tersenyum. Tunggu, aku tahu arti senyuman yang ia sunggingkan sekarang. Senyuman yang penuh dengan rasa letih dan kesedihan yang mendalam.

 

Saat ia sudah membuka pintu hingga setengahnya aku langsung melesat kearahnya dan mencengkaram bahunya tegas. Iapun terkejut dan membalikkan tubuhnya. Kini kami saling berhadap hadapan

 

“Chul-ah, kenapa? Kau mau kubelikan sesuatu saat aku pulang nanti?” Senyuman penuh kesedihan itu belum lepas dari bibirnya.

“Jungsoo-ah, berhentilah berakting. Berhentilah berbohong. Yang aku kenal adalah Park Jungsoo bukan Leeteuk” Jungsoo merenyit bingung.

“Kau pikir aku tak tahu kalau suara tangis semalam itu adalah tangisanmu? Aku bohong tadi! Aku membuka pintu kamarmu dan menemukanmu sedang menangis terduduk disisi tempat tidurmu” Aku bisa mendengar kalau suaraku sedikit bergetar. Mataku mulai perih menahan air mata. Aku memang sangat menjaga Jungsoo karena terkadang ia menjadi sangat sangat bodoh.

 

“Chul-ah…” Matanya kini mulai memerah

“Sampai kapan kau begini? Menangis sendirian? Mengapa kau tak pernah mau membagi kesedihanmu denganku? Kau sok kuat dihadapan kami. Kau selalu bertingkah seakan akan kau tak lelah padahal aku tahu kau sangat lelah. Kau bekerja terlalu keras, kau tahu itu?” Air mataku pun jatuh meluncur perlahan. Aku merasa sangat sakit melihat ia menanggung semua masalahnya sendiri tanpa mau berbagi denganku maupun dengan member yang lain. Ini lebih menyakitkan daripada besi yang ditanamkan dikakiku.

 

“Kau bodoh! Kau bodoh! KAU BODOH DENGAR ITU PARK JUNGSOO! KAU BODOH!” Teriakku dalam tangis. Airmataku telah memburamkan penglihatananku tapi aku masih bisa melihat bahwa pipinya kini sudah dibasahi oleh air matanya juga.

“Chul-ah…” Suaranya sungguh sangat bergetar. Dagunya juga bergetar hebat berusaha menahan suara tangisnya.
“DIAM KAU JUNGSOO! Sampai kapan kau mau menutupi kesedihanmu?”

 

“Chul-ah…”

“KU BILANG DIAM KAU TULI HUH??” Air mataku dan airmatanya kini saling berlomba menjunjukkan siapa yang paling sedih.

“Sampai kapan kau mau berbohong pada dirimu dan kami semua? Sampai kapan? Jawab aku! Sampai kapan??”  Bentakku. Tak perduli bahwa ia lebih tua dari padaku maupun ia leaderku. Dia itu bukan leaderku. Ia itu temanku! Sahabatku! Keluargaku! Kakakku!!

 

“Kau menanggung semua kesulitan, kelelahan dan kesedihanmu seorang diri. Kau juga menanggung semua kesedihan kami semua. Aku tahu kau lelah. MENGAPA TAK KAU TUNJUKAN KELELAHAN DAN KESEDIHANMU DIHADAPAN KAMI? Mengapa kau terus tersenyum?” Jungsoo menundukkan kepalanya mencoba menyembunyikan air matanya tapi percuma aku bisa melihat air matanya berjatuhan kelantai tanpa henti. Sama seperti air mataku.

 

“Aku ingin kau menunjukkan kelelahan dan kesedihanmu dihadapan kami setidaknya dihadapanku. Kita sudah lebih dari 6 tahun bersama! Bahkan dari pertama kita masih seorang trainee Soo-ah. Berhentilah menjadi orang lain dihadapanku. Yang aku kenal adalah sosok Park Jungsoo yang akan mengatakan lelah bahkan saat ia tak benar benar lelah bukan sosok Leeteuk yang mengatakan kalau ia masih kuat padahal ia sudah sangat lelah”

“Chul-ah… aku… aku leader kalian… aku…”

“PERSETAN DENGAN POSISI LEADERMU!! Berhenti bersikap kalau kau kuat! Kau tidak kuat! Kau bukan robot! Kau manusia! Kau punya kesadaran! Berhenti memaksa tubuhmu bekerja! Bahkan robotpun bisa rusak kalu bekerja terus. Katakan lelah kalau kau lelah. Katakan sedih kalau kau sedih” Ia masih menundukkan kepalanya dalam dalam. Aku geram dengannya. Aku tahu ia melakukan ini karna tanggung jawabnya dan juga karena ia tak mau merepotkan kami tapi bukan artinya ia kehilangan hak untuk mengatakan apa yang ia rasakan!

 

“Ya, Leeteuk-ssi, kau bodoh. Ah bukan.. idiot. Yea kau idiot! Park Jungsoo yang aku kenal bukan seorang idiot sepertimu. Kau terlalu idiot untuk dipanggil Park Jungsoo. Kau ini sok kuat” Air mataku terus mengalir deras. Aku ingin ia tahu kalau ini sangat menyakitkanku melihatnya menanggung semua masalah kami seorang diri.

 

Ia mengangkat kepalanya, menghapus air matanya hingga tak bersisa barang setetespun. Lalu ia menatapku tepat dimanik mataku.

“Chul-ah.. bukankah aku harus kuat dihadapan kalian semua?” tanyanya sambil memasang seulas senyum dbibirnya. Kemarahanku menguap entah kemana karna senyumnya itu. Air mataku juga tiba tiba saja berhenti mengalir. Senyum penuh ketulusan. Senyum yang selalu berhasil membuat kami semua melupakan kesedihan kami, kepanikan kami, kemarahan kami, kelelahan kami. Senyum yang memberikan kami kehangatan, rasa aman, ketenangan, kekuatan, semangat, keceriaan. Senyum seorang malaikat.

 

“Chul-ah, percaya padaku. Ini memang sudah jalannya” ucapnya lagi tanpa melepas senyumannya. Ia kembali menundukkan kepalanya untuk beberapa saat, menyeka air matanya yang tiba tiba keluar. Lalu ia menatapku dalam lagi dengan terus tersenyum teduh dan menepuk nepuk bahuku pelan. Berusaha meyakinkanku bahwa ia baik baik saja.

 

“Biarkan aku yang menanggung semua kesedihan dan penderitaan asalkan kalian semua selalu bahagia dan sehat. Ini adalah satu satunya keinginanku Chul-ah”

 

Hatiku dan otakku berontak! Aku ingin meneriakinya sekaligus menghajarnya habis habisan karna sikap bodohnya ini tapi mulut dan tangan ini tak merespon. Otakku sudah memerintahkan tapi seperti ada tali yang mengikat kuat kuat kedua lengan dan kakiku. Kuat sekali hingga aku tidak dapat menggerakkannya… seperti kaku. Karna senyuman yang ia berikan itu. Senyum pembawa duka bagi dirinya sendiri.

 

Saat ia yakin aku sudah tenang, ia membalikkan tubuhnya membuka sepenuhnya pintu dorm yang tadi sudah terbuka setengah. Berjalan menciptakan jarak diantara kami. Bisa kulihat ia menyeka air matanya beberapa kali saat berjalan kearah lift. Aku  menatap punggungnya menjauh dari ambang pintu dorm. Punggung yang selalu menjadi tempat kami melepaskan semua beban kami. Punggung yang selalu kami peluk ketika kami merindukan rumah. Karena punggung itu adalah rumah kami. Dan pemilik punggung itu adalah ayah kami, ibu kami dan sekaligus kakak kami.

 

Jungsoo-ah, ternyata ELF memang tidak salah memberikan kau julukan Malaikat Tanpa Sayap karna kau memang seorang Malaikat Tanpa Sayap. Malaikat Tanpa Sayap paling bodoh yang pernah kuketahui seumur hidupku

 

Park Jungsoo, aku ingin kau selamanya menjadi Park Jungsoo

yang aku kenal. Bukan seorang Leeteuk.

Jujur, aku tak mengenal siapa itu Leeteuk.

 

 

Finished : 120723

@ReditaRatliff

 

Ok part Heechul selesai. Tunggu part member lainnya, bye for now~