Yesterday2_Õ뻵£¼

Author                  : KimNa

Kategori               : Sad Romance

Rate                       : Bimbingan Orang Tua

Cast                       : Baek Yerin 15&

Park Jinyoung aka JR JJProject

Im Jaebeom aka JB JJProject

Park Jimin 15&

Length                  : 1-7 Part (15 Page)

Disclaimer           : jun-knnf233.tumblr.com

Summary            : Cerita antara kisah cinta yang rumit dan perselisihan keluarga.

*** Awal Januari 2012, Bandung Indonesia ***

“Yerin-ssi, Sudah ketemu buku yang kau cari?” tanya Jaebeom oppa kepadaku sambil berjalan menghampiriku. “Belum oppa, seperti nya buku itu memang benar-benar sudah habis, ya sudahlah aku akan membelinya lewat online saja nanti” jawabku. “Baiklah, ah yea, yerin-ssi apa kau lapar?” tanyanya lagi sambil membenarkan poniku. “Ah ne oppa! aku sangat lapar u,u makan yuk?” ajakku mengikuti tangannya yg sedang membenarkan rambutku. “Memang itu maksudku!” jawabnya sambil tersenyum kemudian meraih tanganku, menggandengnya dan mengajakku keluar toko buku. Kami pun akhirnya berjalan-jalan menglilingi mall ini sambil mencari resto yang nyaman untuk makan sambil mengobrol. Lalu kami memutuskan untuk memilih restoran fast food jepang. (*BackSound : Making Love – 4Minute)

 

* Jinyoung pov *

“Yerin-ssi, Sudah ketemu buku yang kau cari?” suara seorang pria di ujung rak buku itu. Aku refleks menoleh kepada seseorang yang dituju suara itu. Nama itu.. apakah benar dia ada disini? Aku perlahan berjalan untuk memastikan apakah itu orang yang benar. Betapa terkejutnya aku saat melihat yeoja yang ia panggil tadi. Ia.. memang ia orangnya.. orang yang selama ini aku rindukan dihari-hari ku saat aku di korea. Namun siapa pria itu? tanyaku dalam hati. Aku terus mengamati mereka yang sedang berbincang dibalik rak buku, aku menatap sosok pria itu sejenak. Pria itu nampak meletakkan jari-jari nya di rambut Yerin. Yerin yang hanya tersenyum menatap pria itu membuat hatiku sedikit memanas, ada perasaan seperti ‘tak rela’ ada namja lain yang menyentuhnya. Dan senyuman hangat itu, akhirnya dia kembali setelah 2 tahun lalu ia memaksa dirinya untuk tidak tersenyum lagi. Karena kesalahanku. Kini mereka berpegangan tangan sambil berjalan keluar dan tanpa sadar seluruh badanku seperti menuju pada gadis itu. (*BackSound : It has to be you – Yesung)

 

** 5 Tahun Lalu.. Bandung, Indonesia**

“Aduh mas, ini uang apa? harga rotinya itu cuman tiga ribu rupiah, kok mas kasih saya uang dollar sih?” Bentak penjual roti itu. Ia nampak kesal. Yang dimarahi sedari tadi hanya mengangguk-anggukan kepala dan sesekali membungkukkan badannya. Anak laki-laki itu nampak bingung. “Kenapa bang? kok marah-marah?” ucap seorang anak perempuan berusia sekitar 16 tahun yang tiba-tiba menghampiri mereka. “Eh neng yerin, ini loh neng, mas ini beli roti tapi saya malah dibayar pake uang dollar, kan saya ga bisa gunainnya” jawab pedagang itu nampak sewot. Gadis itu kemudian mengalihkan pandangannya pada uang yang dipermasalahkan sedari tadi. Dia kemudian tertawa dan menepuk tangannya “Oalah, ini mah uang won bang, bukan dollar hahaha” jawabnya. “Yah terserah neng mau dollar kek won kek yang penting abang pengennya dibayar ya pake rupiah aja!” sahut pedagang itu. “Yaudah, biar saya yang bayarin dia bang, sekalian ya roti mocca yang biasa 2” ucap gadis itu sambil mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah dari saku seragamnya. “Wah sip atuh neng!” jawab pedagang itu yang kini nampak senang sambil memasukkan 2 bungkus roti ke dalam plastik lalu menyerahkannya kepada gadis itu. Gadis itu kemudian menyambutnya sambil memberikan uang tadi. “Makasih ya neng, abang mau keliling lagi yaa” ucap pedagang itu sambil mengayuh gerobaknya lagi. “Oke bang, thanks yaa” jawab gadis itu sambil mengacungkan jempolnya kemudian melambai-lambaikannya. Gadis itu baru sadar sedari tadi ada orang yang terlupakan dan orang itu sudah memperhatikannya sejak tadi. Gadis itu agak kaget tapi kemudian dia memanyunkan bibirnya sambil mengamati anak laki-laki itu dengan pandangan HEH-KAU-ALIEN-YAH. Anak laki-laki itu agak merasa risih, kemudian ia memberanikan diri berbicara. “Thank you for your helping, actually i forgot bring my wallet and in my pocket only has won money, and i don’t have rupiahs money so…” belum selesai pria itu berbicara tiba-tiba gadis itu berseru “Neo.. hanguk saram?” “Mwo? eottheoke arayo? neodo?” jawab anak laki-laki itu nampak kaget. “Uhm.. nae appado hangguk saram” jawab gadis itu. “Geunde i can’t use korean language very well so just use english. Ah yea! nae ireum yerin imnida, actually my real name is baek yerin but in Indonesia it calling out Yerin so just use it. Geunde ireumi mwoyeyo?” tanya gadis itu. “Me? my name is Park Jinyoung” jawab anak laki-laki itu sambil berjalan. Gadis disampingnya hanya mengikutinya sambil menyeret sepedanya. “Ah bangapseumnida Jinyoung-aa, aku pulang dulu yaa” jawab gadis itu sambil melambai-lambaikan tangannya kemudian pergi menaiki sepedanya. Sedang Jinyoung nampak kebingungan karena tidak mengerti yang dibicarakan gadis tadi. Tapi tiba-tiba ia tersenyum sambil terus memperhatikan sosok gadis itu yang semakin jauh. “Chakkan yeoja” bisiknya. ( Backsound : If You Love Me – JRabbit )

 

*** Awal Januari 2012, Bandung Indonesia ***

Sesampainya direstoran kami memilih untuk duduk di dekat jendela yang menghadap ke hotel disamping mall ini. Pemandangannya sangat indah disaat senja seperti ini karna lampu2 ditower hotel mulai dinyalakan. Tak lama datang lah seorang wanita yang membawa dua buku menu. “Kau ingin makan apa yerin-ssi?” tanyanya. “Same with you oppa!” jawabku sambil memasang sedikit aegyoo. “Ah cute” ucapnya sambil tertawa, “Baiklah kami pesan 2 porsi susi egroll dan mini bento dan minumnya 2 Ice lemon tea” ucapnya kepada pelayan itu sambil menyerahkan buku menunya dan mengambil buku menu yang ada dihadapanku. Sambil memandang keluar aku menopang dagu di tanganku yang kulipat. Tanpa sadar Jaebeom oppa ternyata sudah mengamati aku dari tadi. Ia kemudian mengeluarkan handphone dan menancapkan headset lalu memberikan headset nya kepadaku. “Yerin-ssi, dengarlah ini lagu yang baru kubuat kemarin”. “Wah benarkah?” jawabku sambil mengambil headset dari tangannya dan memasangnya ditelingaku. “Ne, dengarkan baik-baik ok?” ia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan membantuku memasang headset. Setelah terpasang, ia kembali duduk dan mulai mengutak-atik handphone nya lagi. “Apakah terdengar jelas?” Tanyanya. “Hem Eoh” jawabku sambil memberi sinyal ok dengan jari-jari ku. Aku mulai mendengarkan dentingan piano sambil mengalihkan pandangan ku kepadanya. Mata kamipun bertemu. Ia memandangku dalam. Aku sangat menyukai mata Jaebeom oppa. Setiap aku menatapnya, aku merasakan aura ketenangan dan humoris yang ia miliki. Ia pribadi yang hangat dan mengesankan. Lagu mulai mengalun dan lirik-lirik dalam lagu ini aku sangat menyukainya.

 

Ketika aku tiba-tiba memikirkanmu dan itu sangat jelas dimataku

Itu semua muncul tiba-tiba diatas bulan sabit

Mungkin saat aku tertidur

Dan hanyut dalam mimpi aku berharap aku bisa mengirim rasa rinduku..

Melalui jendela ruang itu

 

Seperti itulah saat aku terus memikirkanmu

Kau mungkin tak menyadari bahwa perasaan ini masih mengalir

Bahkan jika aku pergi, ingatlah bahwa aku melukis bayanganmu di dalam kerinduanku

Aku selalu disisimu

Bahkan jika aku pergi, ingatlah bahwa aku melukis bayanganmu di dalam kerinduanku

Aku selalu disisimu

 

Rindu… sedih … kata-kata datang ke dalam pikiranku

saat aku tenggelam dalam suasana hatiku yang terbawa oleh angin..

Aku mengenangnya lagi dan sedikit demi sedikit aku menarik nafas dalam-dalam dan mengenang dirimu

 

Dan ketika kau menyadarinya,

Seluruh dunia dipenuhi oleh bayangmu,

Dan aku tak bisa menghentikan perasaan yang menyesakkan ini..

 

Jangan takut akan gelap lagi

Karena selama kau menutup matamu

Aku pasti menjagamu seperti cahaya bulan

Begitu pun ketika kita berpisah

Karena kau terus menerangi langit hatiku

 

Janganlah lupa..

Aku selalu disisimu..

(*Kutip lyrics & BackSound : Hanarete Itemo (Indonesian Translate) – 2PM)

 

Ah.. benar-benar lagu yang indah. Nada-nada ujung musik masih mengalun dan mulai terdengar suara, ya suara Jaebeom oppa ada didalam lagu itu. Tapi kali ini ia tak menyanyi, tapi hanya berbicara. “Yerin-ssi, nae sarang, Annyeong.. hehe.. Untuk 1 tahun yang indah ini.. dalam kebersamaan kita menghadapi segala airmata dan tersenyum.. Jika dimasa depan tuhan tetap menulis takdir kita dalam satu ikatan yang sama, maukah kau menjalani hal yang lebih banyak bersamaku? Berada disampingku saat aku tertidur hingga terbangun? memiliki rumah yang kita inginkan dan memiliki anak2 yang lucu dan memberikan mereka nama yang indah?.. untuk menjalani hal-hal indah itu…. MAUKAH KAU MENIKAH DENGANKU?” dan denting piano itu memelan dan berhenti. Entah terkejut dan senang, aku hampir menangis mendengar kata-kata itu! Bagaimana ia memiliki hal yang sangat indah untuk diucapkan? Ah aku benar2 telah jatuh kedalam cinta yang ia miliki. Aku menatapnya dalam dan ia membalas tatapan ku yang dengan ekspresi khasnya sambil tersenyum. Ia mengisyaratkan sesuatu dengan mulutnya. Membentuk kata-kata “A-Y-O M-E-N-I-K-A-H” lalu tersenyum. Aku terpaku sejenak. Lalu aku berdiri dan berjalan ke arah belakang tempat duduknya lalu memeluknya dari belakang. Aku pun membisikkan sesuatu ketelinganya “Tentu aku mau oppa.. Ayo Menikah…..”(*BackSound : I’m fallin in love – Narsha)

TBC