the unexpected cover

Title/Judul                 : The Unexpected – A Zayn Malik Love Story

Main Cast/Pairing     : Zayn Malik and you as Lia

Author                        : RAR. [@rurimadanii]

Genre                          : Romance

Rating                         : PG-13

Length                        : 6 chaptered

Disclaimer                  :
Original buatanku sendiri tapi, zayn dan 1D punya ibu mereka masing-masing😆 Terpublish di blog saya dan Alhamdulillah banyak yang ngaku nangis baca ceritaku ini. Sebelnya, sempet diplagiat sama orang dan sampai sekarang belum izin sama sekali sama saya. Ohya, setel lagu yang sedih-mellow-galau ya biar suasanya semakin mendukung buat menitikkan air mata. Komen/mention ke twitter saya gimana reaksi kalian baca ini. Saya butuh kritikan untuk mengukur gimana kemampuan saya😀

 

(—-0—-)

“EHM.” Dehaman keras yang terdengar padu melalui telingamu menyentakmu cepat. Membatalkan sebuah momen roman yang seharusnya akan tercipta. Seketika kelopak matamu terbuka dan kau melonjak menjauhi Zayn. Bisa kau rasakan bahwa pipi chubby mu merona merah. Sebelum kau melonjak, sempat kau melihat Zayn yang kala itu berada tepat di depan mukamu dengan segurat keterkejutan di sana. Tapi ia tetap tenang. Mempererat tautan jemari besarnya pada sela-sela jemarimu. Menularkan kehangatan yang lagi-lagi membuatmu nyaman dan merasa aman.

Dan ketika kau mendapati orang-orang yang berdeham di sekitarmu.. Kau lega. Tidak, bukan lega. Tapi sejenis perasaan dimana ketika kau tertangkap basah mencuil biscuit kesukaanmu oleh temanmu sendiri. Sebuah keterkejutan yang berujung pada akhir aneh yang melegakan. Ya, padu dehaman itu berasal dari empat laki-laki yang sangat berarti bagi seseorang di sampingmu.

“Zayn, you should not do that in front of public.” Ucap Harry melemparmu dengan tatapan jahilnya.

“God dammit, I miss Danielle..” adu Liam diiringi dengan mimik sendu yang ia buat-buat.

“Today, should be the best day for me and Eleanor. Where is she now?” Tanya Louis dengan muka sedih yang menurutmu sangat lucu untuk ditertawakan.

“Don’t you think there is nandos smell here?” Canda Niall mengalihkan pembicaraan kalian dengan hal yang paling disukainya. Nandos. Dan lontaran kalimatnya mengundang paduan suara lagi dari ketiga lelaki lain yang berdiri di hadapanmu dan Zayn.

“Niall..” Protes Harry, Louis dan Liam. Menurut mereka, membicarakan makanan bukanlah waktu yang tepat, sekarang. Dimana kau dan Zayn kini tengah diganggu dengan keusilan yang sengaja mereka cipta.

“Guys, you are the kindest ever, ha.” Sindir Zayn dengan kekehan kecilnya. Disambut dengan gelak tawa dari anggota 1D lain. Sejenak kau ikut tersenyum senang melihat pemandangan hangat di hadapanmu ini. Sebuah keluarga kecil tak terikat yang selalu sanggup membuat kita bahagia menjalani hidup.

“Ssst! Look at her! Lia, why are you so blushing?” Tanya Harry yang mau tidak mau membuat rona itu makin memerah.

“Yeaah! Do we disturb your night?” Tanya Louis dengan tatapan tak bersalahnya.

“That’s what we mean, Louis.” Sahut Liam menjawab pertanyaan Louis yang diajukannya padamu. Haha, such a childish boys.

“Stop guys, I should say sorry to Lia. Oh no, to Zayn’s girl” Ujar Niall dengan kerlingan pada manik biru langitnya. Kalimat yang terlontar spontan dari bibir Niall menambah keramaian suasana dengan tawa yang terdengar. Lalu, dengan satu langkah lebar Niall mendekatimu yang masih speechless dengan semua ini. Kini ia berdiri di hadapanmu dan merebut tautanmu dengan Zayn. Pemuda itu malah menggamit tanganmu lembut sembari mengusap punggung tanganmu. “Lia, lia, lia.. I’m really-really sorry for making you worry..” ucapnya dengan tatapan penyesalannya. Entah mengapa, kau tak tersentuh. Malah lebih tepatnya kau menahan tawa melihat Niall memperlakukanmu secara romantis seperti ini. Kau kan bukan siapa-siapanya. Tanpa kau sadari, lelaki yang berdiri di sampingmu menatap Niall dengan manik coklatnya yang terkesan kesal, tak rela serta tak percaya melihat pemandangan ini di depannya.

“You’re in the top success level for that, Niall..” candamu menyindir.

“You have known, Lia?” Tanya Harry menyelidik.

“That Niall is the one who got the idea?” Ujar Louis memperjelas pertanyaan Harry.

“Idea?” tanyamu balik. Kau benar-benar bingung dengan apa yang mereka bicarakan.

“All of today’s incindent..” Jawab Liam singkat disambung dengan terkoneksinya syaraf otakmu akan pembicaraan mereka. Jadi, semua ini didalangi oleh seorang… Niall? Oh God, kau sangat ingin merutuki dan menghabisinya saat itu juga.

“Yeah, say thanks to him!” ucap Louis bernada ceria seakan-akan Niall adalah dewa penabur berkah di awal tahun ini. Tawa menyelimuti kalian lagi. Tapi kemudian, Zayn mendekatimu, menepis tangan Niall yang menggamitmu lalu..

PLAK!

Menamparnya.. “That’s from Lia.” Ujarnya singkat mengawali keheningan yang menutup keramaian kalian. Diam. Yeah, sejenak semua terdiam melihat Zayn. Kaupun ikut menganga kecil karena terhenyak karenanya. Terlihat sedikit kemerahan pada pipi putih Niall. Pertanda bahwa Zayn mengirimkan dorongan yang cukup kuat ketika melayangkan tamparan itu.

“HAHAHA. You are the best couple, guys! Long lasts!” ucapnya tiba-tiba disusul dengan tawa ceria pada raut mukanya.

“Boys! I got the fireworks! Wanna join me?” teriak Paul Higgins-manajer 1D tak jauh dari kalian berpijak. Ternyata, setelah kau mengedearkan pandangan ke sekelilingmu.. Bodyguard mengisolasi tempat ini. Mereka seperti membuat garis perbatasan yang memisahkanmu dengan lautan manusia di luar sana. Mungkin itu sebabnya, ketika kau berdua dengan Zayn tadi, tidak ada satu orangpun yang..

“I WANT!” teriak Harry berlari ke arah manajernya.

“LET’S GO!” sahut Liam menyusul Harry.

“FIREWORKS! AAAW!” teriak Louis menambah keramaian suara yang ada.

“Good bye Lia! Have an amazayn night with him!” ucap Niall ramah menutup pertemuan anggota 1D denganmu dan Zayn. Disusul dengan saying-goodbye dari member lain.

Tinggalah kalian berdua di pinggiran taman hiburan ini. Taman yang berbatasan langsung dengan bentangan laut di sisi-sisinya. Kau menatap Zayn sesaat, dan mendapati tatapan terkasih serta senyum termanisnya. Tanpa berkata apapun, ia gamit tangan kananmu dan mengajakmu beranjak menuju bangku yang menghadap langsung pada pemandangan indah di sekelilingmu. Kau ingat. Kau ingat betul tempat ini. Tempat pertemuan pertamamu dengannya. Dengan lelaki di sampingmu. Lelaki yang kau cinta. Lelaki yang kau kagum. Lelaki yang kau kasih. Dengan malaikatmu. Dengan pencerah hari-harimu. Dengan Zayn.

Awal tahun baru ini kau habiskan bersama Zayn pada setiap detiknya. Bersandar di bahunya, mendekatkan tubuhmu dengannya, menautkan erat jemari kalian, membagi kehangatan, berbagi cerita, saling mencinta.. sebuah kencan yang selalu kau nanti untuk dilakukan bersamanya.

“Lia?”

“Yeah?”

 “I forget something..”

“What?”

“Your birthday gift.”

“There’s no need Zayn.”

“But-..”

“You are the best gift I ever had. Thanks for always be my unexpected, Zayn. It’s more than enough.”

“Then, let me be your always unexpected till the end. Till I can not breath anymore and there is only you in my head and my side.”

Malam ini, sinar purnama, petasan kembang api, permandian cahaya dan taman hiburan ini.. menjadi saksi bisu menyatunya kedua insan. Sebelas tahun lalu kau kemari sebatang kara. Ketidakberuntungan mempertemukanmu dengan Zayn. Berlanjut dengan tahun-tahun berikutnya dimana hubungan kalian semakin membaik. Mengenalnya, mengaguminya, mendambanya, memujanya.. Selama sebelas tahun kau melakukannya dalam kediam-diaman. Sebelas tahun. Sebuah angka yang cukup lama bukan? Tidak, sangat lama. Tapi tahun ini.. Semua berubah. Berawal dari kejadian tak terduga yang mengantarmu pada takdir tak terduga pula..

Yeah, all of that was unexpected. That was unexpected.

-All of your life was so unknown, unexpected, unpredictable. Just enjoy every moment and don’t ever let it go!-

 

~END OF THIS STORY~