cats

My heart is your heart Part 1

Title/judul : My heart is your heart

Author : Fitria Hazmi

Main cast : Kim MyungSoo/L (Infinite) dan Bae Suzy (Miss A)

Other cast : Park Jiyeon ( T-Ara), Yoo Seung Ho, Woo Young (2PM), IU/Lee Ji Eun

Genre : Romantic , Friendship

Rating : T

Length : chapter

Disclaimer : FF ini tidak lebih hanyalah karangan, fiktif belaka, jika terjadi kesamaan, itu tidak disengaja. Hak mempermainkan pemeran FF, berada ditangan mereka masing-masing. Di sini author hanya meminjam nama, tidak lebih.

Note : Harap tidak meng-copypaste FF ini tanpa seizin author terlebih dahulu. No Bashing ya . Tidak ada toleran buat plagiat. Tanggung dosanya sendiri.

Akhirnya, FF pertama author dipostkan juga.

*chukae !!! Hehehehe

Yang mau lebih kenal author silahkan add fb author “Fitria Hazmi”, follow twitter “@fitriahazmi”, ato invite pin bb author “2A49AB93” . Thankyuu.

Terima kasih buat admin-admin yang kece yang sudah mau memposting ff saya. Kalau tidak, mungkin ff ini sudah berkarat di dalam laptop saya. Semoga kedepannya saya bisa menyalurkan ide yang penuh di otak saya ini dalam bentuk ff lagi.

Silahkan membaca ya!🙂

Author POV

Pagi yang cerah. Suzy berjalan menyusuri koridor mencari kelasnya yang terletak dilantai tiga. Hari ini pertama masuk setelah liburan semester kenaikan kelas lalu, Suzy masih bingung dimanakah kelasnya berada. Banyak sekali kelas XI di sekolahnya. Matanya meliuk-meliuk kesana kemari.

“Ah, itu dia. Akhirnya, ketemu juga.” Gumamnya seraya menunjuk kelas XI Art 1  yang ia ketahui setelah melihat info di mading.

Ia berjalan cepat menuju kelas barunya. Tiba-tiba, tanpa Suzy sadari, dari dalam kelas itu muncul seorang remaja pria yang Suzy kagumi selama ini. Tak ayal, merekapun bertabrakan.

“Aduh, sakit. Bisa gak jalannya hati-hati.” Bentak Suzy sambil memberesi bajunya yang berantakan sekadarnya. Tanpa melihat siapa orang yang telah menabraknya.

“Mianhae.” Ucap pria itu.

DEG …

Suara yang familiar, Suzy mengangkat wajahnya, dan …. Alangkah terkejutnya dia !

Author POV END

MyungSoo POV

Wanita ini? Aku merasa sangat familiar dengan wajahnya. Siapa ya? Tanpa sengaja aku menabraknya. Dia mengomel cerewet.

“Mianhae.” Ucapku sopan.

Dia terpaku, lalu menaikan kepalanya dan menatapku. Ada keterkejutan yang dipancarkan wajahnya. Wanita yang unik, pikirku lagi.

“Ti..dak…apa-apa.” Ucapnya ragu dan pelan. “Ne, aku permisi dulu.” Tambahnya lagi.

Dia melewatiku dan masuk kekelas yang sama denganku. Kesempatan yang bagus untuk mengenalnya lebih dekat lagi.

Drttt..drttt.. Handphone ku bergetar, aku lupa. Aku harus menemui Woo Young, sahabatku dari kecil di taman sekolah. Dia ingin memperkenalkan pacarnya yang kalo gak salah bernama IU, mereka satu kelas di bidang art bagian music.

MyungSoo POV END

Suzy POV

Sebentar lagi, bel masuk berbunyi. Aku sangat tidak nyaman di kelas ini, tak ada satu orang pun yang aku kenal. Sahabatku, IU, berada dikelas XI Art 2. Dia satu kelas dengan namjachingunya, Woo Young, benar-benar pasangan yang beruntung.

Kriiiiinngggggg …

Bel masuk berbunyi nyaring. Semua duduk ditempat duduk yang telah dipilih masing-masing siswa.

Aku hanya duduk sendiri dideretan tengah. Aku membaca buku sambil menunggu guru masuk.

“Annyeong. Bolehkah saya duduk disini?” Tanya sebuah suara.

Aku spontan mengangkat kepalaku, dan lagi-lagi aku …. Kagett !!!

Kim MyungSoo, anak pengusaha tersukses di Seoul, KorSel, menawarkan duduk denganku. Bukan hanya itu, Kim MyungSoo adalah cowok terpopuler disekolah ini. Alhasil, aku mendapatkan pandangan sirik para wanita yang diam-diam ngefans sama Kim MyungSoo, sang idol di sekolah.

“Ooh, eh. Annyeong. Silahkan.” Jawabku gelagapan. Aku merutuki sikapku barusan.

Tuhan? Apakah ini nyata? Dia duduk disebelahku?  Ah, aku sangat bersyukur.

Suzy POV END

@ at nite, in the Kim MyungSoo’s bedroom

Kim MyungSoo POV

#Flashback

“Omma…Appa…Jangan tinggali aku. Omma!!!!” Jerit anak kecil bergaun putih panjang.

Di sebuah rumah sakit mewah, anak itu tak henti-hentinya menangis. Aku kebetulan berada dirumah sakit itu karna menjenguk kakek yang sakit. Dia bersandar didinding rumah sakit ditemani wanita separuh baya yang berusaha menenangkannya, umurnya ku rasa sebaya denganku. Dengan rambut lurus panjang dan mata sipit yang indah. Anak yang manis. Wanita separuh baya itu tampak meninggalkannya. Menuju salah satu kamar inap. Aku pun menghampiri anak itu.

“Chingu, diamlah. Jangan menangis trus. Lihatlah wajahmu seperti itik.” Ucapku mencoba bercanda.

Bukannya berhenti, dia malah memperkuat tangisanya. Aku langsung kalap.

“Chingu, berhentilah. Aku minta maaf, mianhae . Mianhae Chingu..” Pintaku.

Spontan dia memelukku, menangis tersedu dipelukanku. Aku berusaha menenangkannya. Aku balas pelukannya.

“Oppa, aku tidak punya orang tua lagi. Mereka meninggalkanku.” Tangis anak itu.

“Tenanglah Chingu, aku disini. Aku akan menjadi oppamu, oppa akan selalu menjagamu. Diamlah Chingu.”

#Flashback END

Aku masih mengingat jelas memori tentang anak itu. Padahal kejadian itu sudah lebih dari 7 tahun yang lalu. Dimana dia sekarang? Chinguku? Aku merindukanmu.

Kim MyungSoo POV END

_________

Suzy POV

Kriiingggggg !!

Bel pulang sekolah sudah bernyanyi. Sudah 2 minggu kami bersekolah. MyungSoo ternyata anak yang asik. Tidak salah jika aku menyukainya. Dia teman yang baik, dia selalu mengoreksi kesalahanku dalam vokal maupun dance. Kami sama-sama suka bernyanyi dan dance, dan bercita-cita menjadi artis, makanya memasuki sekolah jurusan seni ini dibagian musiknya.

“Sozy-ah.” Panggil seseorang.

Aku menoleh dan mendapati Kim Bum dibelakangku.

“Ne, ada apa MyungSoo-ssi ?” Balasku lagi.

“Pulang bersama ku saja So Eun, mau ya ? Ayolah !!” Bujuknya lembut.

“Gimana ya?” Aku tentu memikirkan tawarannya yang tentu saja sangat aku inginkan.

“Baiklah. Aku ikut bersamamu.” Jawabku lagi.

Sekilas aku melihat senyum yang misterius diwajahnya. Sepertinya dia sangat senang. Tapi, mungkin itu hanya perasaanku saja.

Suzy POV END

Author POV

Suzy mengikuti MyungSoo berjalan keparkiran dimana disana terletak mobil berwarna putih mengkilap. MyungSoo mendahului Suzy membukakan pintu dan mempersilahkan Suzy untuk masuk. Suzy merasa sangat tersanjung dengan perlakuan MyungSoo terhadapnya.

Perjalanan dari sekolah keapartemen Suzy kira-kira cuma memakan waktu 15 menit. Mobil itu berhenti diparkiran apartemen yang lumayan mewah ditengah-tengah kota Seoul.

“Suzy-ah, ajaklah aku bertamu keapartemenmu.” Ucap MyungSoo.

“Mwo? Kamu ingin masuk ke apartemenku?” Balas Suzy.

“Ne. Aku kan temanmu. Tidak salahkan jika aku bertamu ke apartemenmu? Jawab MyungSoo lagi.

“Baiklah, tetapi sebentar saja ya. Aku mau kerja part-time di kedai kopi jam 4 sore – 9 malam nanti.” Ucap Suzy.

“Okelah Suzy.” MyungSoo berucap.

Author POV END

MyungSoo POV

Aku mengantarkan Suzy pulang. Baru kali ini aku ke apartemennya. Apartemennya lumayan mewah. Tapi aku kaget saat dia bilang mau kerja part-time. Tidak mungkin jika dia hanya pekerja part-time bisa menyewa apartemen mewah ini. Dan bersekolah di sekolah kami yang berstandar internasional. Sekolah seni paling bagus diseluruh KorSel. Aku makin penasaran saja dengan Suzy.

Aku mengikutinya masuk ke apartemen. Kamarnya berada dilantai 5 dari 15 lantai yang ada diapartemen ini.

Sesampainya didepan pintu kamar Suzy, Suzy berhenti dan membuka pintu kamar dengan sidik jari dan kode sandi. Keamanan yang benar-benar ketat. Tidak jauh berbeda dengan apartemenku.

Saat kami memasuki apartemennya, betapa kagetnya aku. Ruangan ini begitu wah dengan perpaduan warna abu-abu, pink dan putih. Terlihat sejuk, damai, girly, dan elegan. Ruang tamu yang tersusun rapi, sofa santai yang terlihat nyaman. Dan terdapat dua pintu lagi yang masing-masing pintu tertulis “My Bedroom” dan “My Bathroom”. Dapur tertata rapi, meja makan kecil nan elegan diletakan didekat jendela dengan berkapasitas dua orang.

“Wae? Kaget?” Tanyanya.

“Ne. Suzy, bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Boleh. Silahkan duduk saja dulu, aku ambilkan minum untukmu.” Jawabnya sambil berlalu menuju dapur.

Aku lama tertegun dengan memandang ke sekeliling. Sampai-sampai aku tidak menyadari Suzy sudah duduk di kursi di hadapanku lengkap dengan minuman kaleng yang dibawakannya.

“MyungSoo-ssi, waeyo?” Tanyanya.

“Ani, tidak apa-apa Suzy. Maaf sebelumnya Suzy, aku mau bertanya. Bagaimana kamu bisa mencukupi hidupmu dari biaya makan, sekolah, transportasi sampai tempat tinggal begini hanya dengan bekerja part-time dikedai kopi?”

Seketika wajahnya murung. Keadaan berubah menjadi gelisah.

“Appa dan Amma telah meninggal saat aku berumur 9 tahun. Dari kelas Satu SMA aku sudah menempati apartemen ini. Sebelumnya, aku tinggal bersama pamanku. Appa ku dulu direktur sebuah perusahaan, sama seperti Appamu. Appa meninggalkan warisan yang begitu besar untukku, karna aku anak tunggal. Rumah yang dulu kami tempati, sekarang kosong, karena aku tidak mau selalu teringat mereka jika aku disana. Aku hidup menggunakan uang tabunganku yang merupakan warisan Appa yang jumlahnya melebihi batas. Aku bekerja part-time, hanya untuk mencari kesibukan diluar jam pelajaran.” Jelasnya panjang lebar.

“Mianhae Suzy-ah. Sudah mengungkit kisah lamamu lagi.” Ucapku menyesal.

“Tidap apa-apa MyungSoo. Mungkin dengan menceritakan ini ke kamu, aku bisa sedikit lebih lega.” Balasnya lagi.

MyungSoo POV END

_________

In the Coffee Shop ( Suzy POV )

Aku hari ini bertugas menjaga kasir. Pengunjung sudah mulai ramai. Jam juga menunjukkan pukul 8.40, sebentar lagi, pekerjaanku selesai. Lalu aku teringat pembicaraanku dengan MyungSoo tadi.

Suzy-ah, hari apa saja kau bekerja part-time?” Tanya MyungSoo tadi siang

“Hari senin sampai kamis. Kenapa MyungSoo?” Tanyaku lagi.

“Suzy, malam minggu nanti ikutlah bersamaku. Aku mau mengajakmu jalan-jalan.”

“Apa? Kamu serius?”

“Iya Suzy. Maukah kamu ikut?”

“Mmm, bisa. Kebetulan aku tidak pernah jalan-jalan lagi dimalam minggu dari kelas X SMA. Abisnya IU sibuk sama Woo Young. Selain itu, aku belum pernah mempunyai namja chingu.” Ucapku spontan.

“Kamu belum pernah mempunyai pacar?”

“Ne. Bagiku berteman saja cukup. Aku belum menemui pria yang sesuai kriteriaku.”

“Suzy-ah, bolehkah aku menjadi sahabatmu?”

“Suzy-ah, apakah kamu melamun?” Ucap seseorang sambil mengguncangkan tubuhku.

Aku langsung tersadar dari lamunanku tentang obrolan aku dan MyungSoo tadi.

“Tidak Jiyeon-ah. Kamu kenapa disini?”

“Suzy-ah, kau berbohong. Zy-ah, kau tadi memikirkan cowok ya? Ayo ngaku Zy-ah.”

“Ani, aku hanya sedikit kecapek’an saja Jiyeon-ah.”

“Benarkah? Baiklah jika kau belum mau mencerikannya ke aku. Istirahat saja Zy-ah, biar aku yang menggantikanmu. Lagian 10 menit lagi, waktu kerjamu selesai. Kau pulang dan istirahatlah.”

“OK Jiyeon-ah. Aku pulang dulu.”

Suzy POV END

MyungSoo POV

Aku sangat senang bisa mengobrol panjang lebar dengan Suzyn. Orangnya asik dan ramah. Juga mandiri. Tidak sabar rasanya menunggu malam minggu, jalan-jalan dengan Suzy. Apalagi dimusim semi ini.

Aku juga memberanikan diri meminta nomor handphonenya. Sekarang aku merasa dunia ku cerah kembali.

MyungSoo POV END

______

At morning . Author POV

Mobil putih mengkilap sudah terparkir di parkiran sebuah apartemen yang terletak ditengah kota Seoul. Pengemudinya turun dan berjalan masuk menuju pintu lift. Pria yang mengenakan baju sekolah dan berpenampilan rapi itu menuju salah satu kamar yang terletak dilantai 5. Sesampainya didepan pintu, pria itu menekan bel.

Tak lama kemudian, pintu dibukakan oleh seorang cewek.

“Pagi honey.” Canda MyungSoo, cowok itu.

“Ya MyungSoo, kenapa kau datang kemari?” Tanya Suzy kaget, tanpa menjawab sapaan tadi.

“Aku hanya ingin menjemput dan mengajakmu kesekolah bersama.”

“Aku kan bisa pergi sendiri dengan taksi, tidak usah repot-repot.”

“Ani, aku tidak merasa direpotkan. Kau sahabatku, tidak salah jika aku mengajakmu bareng.”

“Apakah tidak jauh kau menjemputku kemari dari rumahmu.”

“Tentu saja tidak Suzy-ah. Jarak apartemenmu ke apartemenku cuma 1 km.”

“Kau juga tinggal diapartemen MyungSoo-ah? Kenapa aku baru tahu?”

“Ne. Aku juga tinggal diapartemen sejak X SMA, ingin belajar Mandiri.

“Baguslah MyungSoo, kita tidak boleh terlalu bergantung pada orang tua.”

“Ne. Suzy-ah, cepatlah sedikit. Kita berangkat saja kesekolah.”

“Baiklah, aku ambil tas dulu.”

Suzy berlari kecil kekamarnya, sedangkan MyungSoo tetap menunggu di depan pintu.

Terdengar oleh MyungSoo seseorang membukakan pintu apartemen disebelah apartemen So Eun. Seorang pria muda ternyata. Dia juga memakai baju SMA, tetapi SMA yang berbeda dengan MyungSoo. Di dadanya, tempat dimana tulisan nama disematkan tertulis nama Yoo Seung Ho. Pemuda itu berjalan menuju lift dan pergi.

“MyungSoo. Aku sudah selesai.” Ucap Suzy yang telah berdiri dihadapannya.

“Ya, ayo kita berangkat.”

Mereka turun menuju keparkiran. Memasuki mobil MyungSoo, dan melesat menembus jalan raya Seoul ke sekolahnya.

Sesampainya di sekolah, Suzy berjalan berdampingan dengan MyungSoo menuju kelas mereka. Alhasil, mereka menjadi pusat perhatian penghuni sekolah tersebut. Suzy yang merasa risih, berbisik kepada Myungsoo. Hal itu membuat siswa/i yang lain mengira Suzy mencium pipi MyungSoo.

“MyungSoo-ah, apa kau tidak merasa ada yang aneh?” Ucap Suzy, spontan mendekatkan tubuhnya ke tubuh Kim Bum.

“Mwo? Aneh? Tidak sama sekali.”

“Pasti mereka berbicara tentang kita. Sudah ku duga, aku memang tidak pantas berteman denganmu.”

“Suzy-ah. Jangan berbicara begitu, kamu sahabatku. Mereka salah, jika beranggapan buruk tentangmu. Kamu sahabat terbaik yang pernah ku kenal Suzy-ah. Kau perempuan baik-baik.”

Mereka berjalan menuju kelas. Tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Gosip tentang mereka bagai virus yang menyebar begitu cepat.

Author POV END

Have breaktime in the School

Suzy POV

MyungSoo mengajakku makan dikantin, bergabung dengan Wooyoung dan IU tapi aku ingin ke toilet dulu. Dia menyuruhku menyusul setelah aku selesai.

Aku masuk ke salah satu ruang toilet. Tak sengaja aku mendengar percakapan diruang toilet yang lain.

“Kenapa ya, Suzy itu harus selalu dekat dengan MyungSoo oppa? Gak pantas banget.” Ucap perempuan yang satu.

“Bagiku pantas saja. Bae Suzy itukan cantik, sangat serasi dengan MyungSoo.” Ucap yang lain.

“Sangat-sangat tidak cocok. Mereka tidak serasi. Mereka sangat jauh berbeda. Cewek tanpa ekspresi begitu kau bilang cantik? Liatlah sikap cueknya itu, tidak mempedulikan keadaan sekitar.” Tambah perempuan pertama.

Terserahmu saja. Itu juga bukan urusanmu.” Jawab perempuan yang lain lagi.

Bla…bla…bla….

Banyak sekali mereka membicarakan yang aneh-aneh tentangku. Aku hanya mencoba tenang, menahan emosi.

Setelah kurasa mereka semua sudah pergi. Aku keluar. Aku menuju wastafel. Aku membasuh mukaku. Lalu bercermin. Aku lihat pantulan diriku. Rambutku lurus tergerai halus. Aku cantik. Ya, aku juga manis. Kurasa, aku pantas berdampingan dengan MyungSoo.

Setelah selesai merapikan penampilan. Aku keluar. Ternyata, diluar telah berkumpul tiga orang gadis yang menatapku sinis. Mereka kakak kelasku. Mereka mau apa? Kenapa aku dikepung. Argg. Aku tidak pernah memikirkan yang akan menimpaku sebelumnya. Kenapa aku begitu cuek dengan diri sendiri yaa ??? ….

Tbc .

Sekian part 1 nya . Mian kalo ff nya rada gaje.

Soalnya ini FF pertama author. Di part 1 ini sengaja author buat yang main itu main castnya. Maklum, masih proses pengenalan. Jika para reader senang, author akan lanjutkan ke part 2 nya. If GOD will, author bikin semuanya main dan alurnya tambah seru deh !!

Para reader, tinggali coment-nya ya. Baik berupa saran ato pun kritik. Untuk pembelajaran bagi author kedepannya. Sekali lagi mian ya, para reader. Salam kenal aja !!

Ayo , coment yg banyak !!