Yesterday2_Õ뻵£¼

Yesterday

Author                  : KimNa

Kategori               : Sad Romance

Rate                       : Bimbingan Orang Tua

Cast                       : Baek Yerin 15&

                                   Park Jinyoung aka JR JJProject

                                   Im Jaebeom aka JB JJProject

                                   Park Jimin 15&

Length                  : 1-7 Part (15 Page)

Disclaimer          : jun-knnf233.tumblr.com

Summary            : Cerita antara kisah cinta yang rumit dan perselisihan keluarga.

*** Jinyoung POV ***

Aku melihat mereka masuk ke restoran Jepang itu, tanpa sadar aku terus mengikuti mereka dan aku berhenti diluar restoran. Mengamati mereka dari kejauhan. Mereka nampak memilih menu dan berbincang-bincang. Kemudian laki-laki itu nampak memberikannya sesuatu. Yerin hanya mengambilnya kemudian meletakkannya ditelinganya. Kemudian mereka nampak diam dan saling bertatapan. Ah! kenapa aku begini! seharusnya aku senang yerin bisa bahagia lagi. Tapi melihatnya dengan laki-laki itu, aku benar-benar tak rela! Aku melamun dan terus berdebat dengan pikiranku sendiri. Tiba-tiba aku melihat yerin berdiri dan memeluk laki-laki itu dari belakang, dan ia nampak mendekatkan bibirnya ke telinga laki-laki itu. Rasanya aku ingin sekali menghampiri mereka dan membawa yerin pergi dari sana. Tapi aku kembali ke akal sehatku. Tentu jika hal itu aku lakukan, mungkin itu akan menambah kebencian yerin padaku. Aku hanya bisa mengepalkan jariku, dan memilih untuk pergi dari sana. Aku terus berjalan dengan kepala penuh dengan sekelebat bayangan yerin dan pria itu. Apa yang membuat pria itu nampak istimewa buatnya? tanyaku dalam hati. Akhirnya aku berhenti di toko alat musik langgananku dan masuk. “Wah mas Jinyoung, lama sekali ga ke sini” sapa penjaga toko itu. “Iya mas, saya kemarin pulang ke korea jadi baru sempet main kesini sekarang” balasku dengan senyum yang seadanya. “Wah masa sekarang musik korea sedang In loh di Indonesia, mainin satu lagu korea lah mas, biar toko saya rame, itu ada piano baru dateng kemarin” jawab penjaga toko itu antusias sambil menunjuk ke arah piano yang ada didekat kaca. “Ya udah mas saya coba dulu ya” ucapku padanya sambil berjalan menuju piano itu. “Lagu korea ya mas!” teriak penjaga itu sambil tertawa. Aku hanya menganggukkan kepala dan mengambil posisi duduk didepan piano itu. Aku memilih memainkan lagu “I Miss you”-nya kim bumsoo. Orang-orang nampak mulai berhenti dan mengamatiku dari kaca yang memang menghadap selasar mall itu. Tapi aku tak mengamati mereka. Aku hanya fokus bermain dan entah mengapa dikepalaku seakan memutar memori-memori 5 tahun lalu. Aku terus bermain dan sampai pada dentingan nada terakhir aku akhirnya mendongakkan kepalaku. Dan.. betapa terkejutnya aku melihat yeoja yang berdiri di balik kaca yang ada didepanku. Ye…yerin? ucapku pelan dan terbata-bata. Aku refleks berdiri dan orang-orang yang dari tadi menontonku mulai bertepuk tangan. Tapi itu bukan hal penting, mataku menatap yeoja itu. Ia memandangku dengan mata yang nampak memerah dan aku melihatnya meneteskan air mata. Ia kemudian berlari pergi diikuti pria dan seorang wanita yang berada disampingnya sejak tadi. Aku ingin menghampirinya! tapi kaki-kakiku terasa kaku melihat pandangannya tadi. “Maafkan aku yerin-ssi…” ucapku dalam hati. ( Backsound : I Wonder If You Heart Like Me – 2AM )

*** 2 Tahun lalu, di Ruang Mading SMAN 1, Bandung ***

“Tapi kenapa youngie? Kenapa?!!!” teriakku sambil menangis.

“Aku ingin fokus dengan pendidikanku, aku ga mau terganggu oleh siapapun” jawabnya dengan nada dingin.

“Aku ga akan mengganggu kamu! Apa selama ini aku pernah mengganggumu saat kamu belajar?!! jawabku terisak.

“Memang nggak, tapi aku ga mau pacaran dulu, aku perlu konsentrasi” jawabnya sambil mengemasi barang-barang yang ada di meja.

“Jadi kamu mutusin aku karena kamu pikir aku bisa merusak konsentrasi kamu? aku akan mengerti, aku ga akan minta perhatian lebih dari kamu, tapi ga kayak gini caranya young..” ucapku sambil menahan isakku yang tak kunjung reda.

“Bukan cuma itu, kalaupun aku ingin pacaran, aku ga bisa jarak jauh..” balasnya sambil menutup kardus yang berisi barang-barangnya. Aku terperanjat. aku diam sesaat sambil memperhatikan sosoknya dari belakang. Akhirnya aku bicara lagi. “Apa kamu memang udah ga bisa sama aku lagi young?” aku meraih tangannya. “Kalo aku jawab iya, aku bisa mengakhiri hubungan ini kan? aku bisa melepaskan kamu kan?” jawabnya sambil melepaskan tanganku dan berjalan pergi dari tempat ini. Aku benar-benar shock dengan kata-kata yang iya ucapkan barusan. Lututku melemah dan tanpa sadar aku jatuh berlutut sambil membekap mulutku yang terisak makin keras. Sosok itu telah pergi.. ia akan pergi meninggalkan sekolah ini, tapi ia telah pergi meninggalkan hatiku sejak 30 detik tadi… ( Backsound : Bad Guy – JOO )

*** Awal Januari 2012, Bandung Indonesia ***

Kini kami saling menatap dan sesekali oppa bangun dan membungkukkan badannya untuk melap bibirku yang belepotan dengan saus. “Aigoo, kau ini sudah besar tapi makanmu masih berantakan” ucapnya sambil tersenyum. “Miane oppa, mungkin karena makanan ini sangat sangat sangat enak” jawabku sambil sedikit terkekeh. Tiba-tiba terdengar teriakan sahabatku “Yerin!!” aku dan oppa sontak langsung menoleh ke arah sumber teriakan itu. Ternyata benar, itu suara sahabatku, Jimin. Dengan nafas terengal-engal dia berusaha mengucapkan sesusatu, tapi tak terdengar jelas. “Nih minum dulu Jimin, kamu kenapa?” ucapku sambil menyodorkan segelas air putih kepadanya. Jimin langsung saja menyobot air dan meminumnya, setelah beberapa saat mengatur nafasnya, dia mulai berbicara tapi masih dengan nada panik. “Rin, dia disini!!” pekiknya. “Hmm? Dia? Siapa?” tanyaku heran. Jimin nampak terkejut melihat oppa yang kebingungan menatap kami berdua. Ia pun memberikan isyarat padaku untuk mendekatkan telingaku ke wajahnya. “Jinyoung, dia ada di Indonesia, di toko musik di mall ini sekarang” Bisiknya. Aku refleks berdiri, dan tanpa pikir panjang aku langsung berlari meninggalkan oppa dan Jimin di restoran. “Yerin..Yerin-ssi”, nampaknya oppa terkejut dan berteriak memanggilku. Tapi aku tak menghiraukannya. Aku terus berlari, sampai pada akhirnya aku berhenti didepan toko musik itu.

Banyak orang yang bekerumun disana. Aku berjalan mencoba menerobos kerumunan itu. Hingga pada akhirnya aku sampai tepat di depan jendela kaca besar itu. Dadaku terasa sesak saat melihat sosok yang berada di balik kaca itu. Ternyata oppa dan Jimin sudah ada disampingku. Oppa nampak bingung sedangkan Jimin nampak gelisah. Tak lama Jinyoung mengangkat kepalanya dan, tatapan kami akhirnya bertemu. Ia nampak kaget. Tanpa sadar airmata ku menetes. Akupun membekap mulutku dan berlari meninggalkan tempat itu disusul Jimin. Tapi tidak dengan Jaebeom oppa. Ia tertinggal disana, mungkin masih mencoba memahami. Apa yang terjadi antara aku dan sosok pria dibalik Jendela Kaca itu… ( Backsound : Zia – For A Year )

*** Jaebeom Pov ***

Hari ini aku melamar Yerin. Kurasa ia seseorang yang sangat tepat untuk mendampingiku. Tapi kedatangan sahabatnya secara tiba2 di acara makan kami dan melihat yerin begitu panik ketika mendengar bisikan sahabatnya itu. Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi disini. Sampai pada akhirnya aku melihat pria itu. Pria yang ia tuju saat ia berlari. Terlebih lagi ia menangis saat saling menatap dengan pria itu. Kini ia berlari lagi. Dan aku rasa aku mulai mengerti apa yang terjadi disini, dan mungkin beberapa tahun lalu. Ia kah seseorang yang datang sebelum aku dihatinya? dan Ia pula kah yang melukai hatinya sebelum aku datang? Kini aku terdiam menatap pria itu sejenak. “Kalau benar, aku harap dia takkan pernah berlari ke arah nya lagi selamanya” benakku.

Aku menunggunya didepan toilet. Tak berapa lama ia keluar dan nampak Jimin menepuk-nepuk pundaknya. Matanya sembab. “Gwaenchana?” tanyaku. “Ne oppa gwaenchana” ia menjawab dan berusaha tersenyum. “Oppa bisakah kita pulang saja? Aku merasa tak enak badan” Lanjutnya. “Ne, tentu ayo kita pulang, wajahmu nampak pucat. Jimin kau mau ikut sekalian?” tawarku. “Ah ga kak, aku kesini tadi sama mama, beliau pasti sedang panik menungguku disupermarket, kau antar yerin saja” jawab Jimin. “Baiklah kalau begitu kami pulang dulu” ucapku sambil meraih tangan Yerin dan memeluk sampingnya. “Jimin gue pulang dulu yaa, bilangin maaf ke tante tadi abis nyulik anaknya” ucap yerin dengan senyum khasnya. “Iye,ah lo mah udah sana pulang, hati-hati yaa” ucap Jimin sambil melambai-lambaikan tangannya dan pergi. Kami pun berjalan menuju tempat parkir. Aku memencet kunci dan membukakan pintu untuknya. Saat aku memasangkan sabuk pengaman untuknya, ia nampak berbisik “Gomawo”. Aku hanya tersenyum dan berlari ke kursi kemudi. Beberapa saat dalam perjalanan kami hanya saling diam. Yerin nampak tenang sekarang. Aku sesekali menoleh kearahnya dan sekarang ia sedang tertidur. Wajahnya sangat manis. Dan akhirnya kami pun telah sampai didepan rumahnya tapi Ia masih tertidur. Aku tak tega membangunkannya. Jadi aku berniat menggendongnya masuk. Aku turun dari mobil. Dan saat melepas sabuk pengamannya, aku sempat mengecup bibirnya sekilas. Lalu aku menggendongnya. Dan sampai di depan pintu dengan susah payah aku memencet bel. Tak berapa lama Sosok laki-laki 45an yang sudah akrab denganku membuka pintu. “Aigoo, anak ini tertidur? Maaf Jaebeom-ssi merepotkanmu” ucapnya sambil mencoba mengambil alih pangkuan yerin dariku. “Gwaenchana ahjussi” ucapku. Setelah ayahnya memangkunya aku pun izin pamit dan kembali ke mobilku. Tanpa sadar aku memegangi bibirku. Dan dadaku serasa berdebar-debar. “Ah seperti pepatah yang sering diucapkan Yerin-ssi, Aku seperti mengambil kesempatan dalam kesempitan” ucapku terkekeh. ( Backsound : I Need You – K.Will )