Yesterday2_Õ뻵£¼

Yesterday

Author                  : KimNa

Kategori               : Sad Romance

Rate                       : Bimbingan Orang Tua

Cast                       : Baek Yerin 15&

                                   Park Jinyoung aka JR JJProject

                                   Im Jaebeom aka JB JJProject

                                   Park Jimin 15&

Length                  : 1-7 Part (15 Page)

Disclaimer           : jun-knnf233.tumblr.com

Summary            : Cerita antara kisah cinta yang rumit dan perselisihan keluarga.

*** 2 tahun yang lalu, Rumah Jinyoung, Bandung Indonesia ***

“Ah Jinyoung-aa, aku takut” ucapnya sambil membalikkan badannya. “Ah wae? Appa ku tidak akan menggigitmu” godaku. “Yaa! kenapa masih bisa bercanda? bagaimana kalau appa mu tidak menyukaiku? bagaimana kalau ia tidak menyukai kue buatanku!” ucapnya sambil menggerak-gerakkan kotak kue yang sedari tadi dipegangnya. “Ya sudah, berarti kau tidak bisa menjadi menantu keluarga Park” ucapku sambil menahan geli. “Mwoo? memangnya siapa yang ingin menikah denganmu” jawabnya dengan memanyunkan bibirnya. Cute. “Jadi kau tak ingin menikah denganku? Ya sudah..” jawabku sambil pura-pura pergi. “Aaa..” pekiknya sambil menarik lenganku. Hahaha mempermainkannya seperti ini sangat lucu. Aku pun menggenggam tangannya “Jangan takut, kalau appaku tidak menyukaimu, aku akan membuatnya menyukaimu, seperti aku menyukaimu” aku berusaha meyakinkannya. Ia nampak menarik nafas dan tersenyum menatapku. “Ne! Fighting!” jawabnya sambil mengepalkan tangannya dan tersenyum ke arahku. “Kajja!” ajakku. Kami sampai didepan pintu. Aku membuka pintu dan masuk. Aku mempersilahkan ia duduk di ruang tamu. Kemudian aku masuk sambil mencari sosok ayahku.

Setelah mencarinya beberapa saat aku menemukannya dikamar. “Abeoji” panggilku. “Ah adeul” jawabnya sambil menghampiriku. “Aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang” aku mengutarakan maksudku dengan hati-hati. “Ah yeoja-chingu?” tebaknya kemudian tertawa. “Ne..” aku menjawab malu2. “Ayo dimana dia sekarang? aku ingin melihat calon menantuku” ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak. “Ah abeoji kau terlalu berlebihan, dia di ruang tamu sekarang” jawabku. Kami pun berjalan beriringan. Saat melihat kami berdua muncul, Yerin nampak kaget dan langsung berdiri. “Annyeong haseyo ahjussi” ia memberi salam sambil membungkukkan badannya. “Ah ne annyeong haseyo.. Kau bisa bahasa korea?” Sapa abeoji nampak sedikit kagum. “Ne abeoji, ayahnya orang korea, tapi dia tidak terlalu pandai berbahasa korea” jelasku. “Ne ahjussi, Ayah saya orang korea, tapi saya memang kurang fasih berbahasa korea” ucap yerin malu-malu. “Ah iya ini saya membawa sedikit oleh-oleh, saya harap Anda menyukainya” sambungnya lagi sambil menyerahkan sebuah kotak kue. “Ah terima kasih, silahkan duduk” Ucap beliau kemudian menyuruhku membawa kotak itu dan mengisyaratkan aku untuk membawanya ke dapur. “Sebentar yaa” aku berbisik-bisik ke arah yerin. Ia kemudian mengangguk dan kembali bercakap-cakap dengan Ayahku. Setelah menempatkan kue itu ke dalam piring2 aku kembali ke dalam sambil membawa beberapa minuman. Tapi nampak Aura ketegangan di wajah Ayahku. “Ah kalian berbicara apa saja? sepertinya aku ketinggalan banyak” ucapku berusaha mencairkan suasana. “Ah Jinyoung-aa, ayah baru ingat Ayah harus pergi ke suatu tempat, Ayah pergi dulu ya” ucap Abeoji tiba-tiba dan berlalu pergi meninggalkan kami. Aku yang kebingungan hanya menatap dan kemudian menghampiri Yerin. “Ada apa?” tanyaku. “Aku tidak tahu, kami hanya berbincang-bincang biasa dan tiba-tiba kau datang” jawabnya polos. “Kalian memangnya membicarakan apa?” tanyaku lagi. “Tidak ada, Aku hanya menceritakan keluargaku” jawabnya. Aku berpikir sejenak. Nampaknya memang tak ada yang salah. Tapi kenapa saat melihat wajah Ayahku tadi aku merasa sesuatu yang tidak baik terjadi..

** Abeoji POV **

Aku sedang mengingat-ingat istriku. Sungguh aku sangat merindukannya. Mungkin aku akan kembali ke korea segera. Aku pindah ke Indonesia hanya untuk meringankan beban hatiku dan Jinyoung. Kami sangat terpukul atas penyakit yang ia derita. Terutama untuk Jinyoung. Aku ingin dia bahagia. Maka saat tadi pagi ia mengatakan ingin membawa pacarnya ke sini aku sangat senang. Ia memang membutuhkan seorang perempuan untuk melunakkan hatinya. Semenjak kami pindah, Jinyoung mulai berubah. Ia tak lagi dingin dan lebih sering tersenyum. Aku tak menyesali keputusanku untuk menerima tawaran bekerja disini. Saat sedang melamun, tiba-tiba Jinyoung datang dan mengatakan orang yang aku tunggu sudah ada disini. Dan saat melihat gadis itu aku menyukainya. Ia cantik dan nampak memiliki kepribadian yang menyenangkan. Aku ingin mengobrol lebih banyak dengannya. Maka aku mengisyaratkan Jinyoung untuk meninggalkan kami berdua. Bisa dibilang aku sedang menyeleksi menantu. “Siapa namamu?” tanyaku kepada gadis itu. “Nama saya yerin, baek yerin ahjussi” jawabnya pelan. “Ah.. jadi kau bermarga baek? Siapa nama Ayahmu? mungkin saja aku mengenalnya?” tanyaku lagi. “Oh nama Ayah saya Baek Seungho, ahjussi” Jawabnya sambil tersenyum. Aku berpikir sejenak. Aku pernah mendengar nama itu. Tapi aku lupa. “Ah sepertinya aku pernah mengenal Ayahmu, tapi aku sedikit lupa, maklumlah ingatan paman ini sangat buruk” jawabku sambil tertawa. “Aniyo ahjussi, Anda tidak terlihat begitu” jawabnya. “Hahaha Gadis baik, pantas saja Jinyoung menyukaimu” pujiku. “Ah Ahjussi anda bisa saja, saya merasa sangat tersanjung” jawabnya dengan wajah memerah. “Ah ya, kalau ibumu bermarga apa?” tanyaku lagi. “Ah ibu saya orang Indonesia ahjussi, jadi beliau tidak memiliki marga korea” jawabnya. “Ah benarkah? Tapi wajahmu benar-benar seperti gadis korea hahaha.. Siapa nama ibumu?” tanyaku. “Ah nama ibu saya Anita Sudiyono” jawabnya. Aku terbelalak. “A..Anita Sud..diyono?, apa pekerjaannya?” tanyaku lagi. Sambil tersenyum ia menjawab, “Beliau seorang pattisier ahjussi”. Mendengar itu tubuhku serasa tersengat petir. Kini aku ingat sekarang dimana aku mendengar nama Ayahnya. Jadi  gadis ini adalah putri mereka? . Syukurlah Saat itu  Jinyoung datang. Aku memutuskan pergi. Setelah bercakap dengan Jinyoung aku segera berlalu meninggalkan mereka berdua disana. Untuk pertama kalinya aku menyesali kedatangan ku ke Indonesia…

tbc