Yesterday2_Õ뻵£¼

Yesterday

Author                  : KimNa

Kategori               : Sad Romance

Rate                       : Bimbingan Orang Tua

Cast                       : Baek Yerin 15&

Park Jinyoung aka JR JJProject

Im Jaebeom aka JB JJProject

Park Jimin 15&

Length                  : 1-7 Part (15 Page)

Disclaimer           : jun-knnf233.tumblr.com

Summary            : Cerita antara kisah cinta yang rumit dan perselisihan keluarga.

*** Januari 2012, Bandung Indonesia ***

Aku menghirup kopiku lagi. Aku sedang menuggu seseorang yang minggu kemarin membuatku penasaran setengah mati. Pintu masuk berbunyi. Akhirnya orang yang aku tunggu datang. Pagi ini tiba-tiba ia meneleponku. Katanya ia mendapatkan nomor telponku dari penjaga Toko Musik. Aku berdiri sebentar dan mengucapkan salam, begitu juga sebaliknya. Setelah memesan kopi kami masih sama-sama terdiam. Suasana agak dingin. Mungkin beginilah suasana saat sang Mantan Pacar bertemu dengan Pacar dari Mantannya. Dingin, penuh dengan pertanyaan menerka-nerka didalam hati masing-masing. “Apa kabar” ia membuka percakapan tepat saat kopi datang. “Baik, kau?” jawabku basa-basi. “Ya, saya juga” jawabnya. “Ada perlu apa sampai kau repot-repot mencariku?” tanyaku langsung. Iya menghela nafas sebentar kemudian menyeruput espresso nya. “Karena sepertinya gadisku menangis karena anda” jawabnya. Gadisku? Aku terhenyak sebentar. “Apapun hubungan kalian dimasalalu, aku harap anda tidak berusaha datang dan menyakitinya lagi. Melihat dia menangis seperti itu kemarin, sepertinya ia terluka untuk waktu yang cukup lama, bahkan saat ia pertama kali bertemu denganku” lanjutnya lagi. Saya rasa cukup ini yang bisa saya katakan pada Anda. Terima kasih sebelumnya atas kedatangan anda, saya sangat menghargainya, Saya akan membayar kopi hari ini” ucapnya kemudian bangun dan beranjak pergi.

Aku masih diam ditempat dudukku. Seakan-akan aku membeku. Ya, kini aku sadar mengapa Yerin bisa jatuh cinta kepadanya. Dia adalah pria yang tidak memiliki sikap sepertiku. Yang menyerah untuk mempertahankannya hanya karna sebuah kesalah pahaman beberapa tahun lalu.

** 2 Tahun lalu, Rumah Jinyoung, Bandung Indonesia **

Suara mobil ayahku sudah terdengar di garasi. Tak berapa lama ia membuka pintu. Aku langsung berjalan menghampirinya. Wajahnya masih sama. Nampak dingin. Wajah ini adalah wajah saat ia memikirkan eomma. “Abeoji, apa yang terjadi antara kau dan yerin?” tanyaku. Ia nampak menghela nafas cukup panjang. Ia diam sejenak kemudian ia mulai berkata “Jinyoung-aa, jauhi gadis itu”. Aku terperanjat mendengar kata-katanya. Beribu-ribu pertanyaan ‘mengapa’ menjelejar di pikiranku. “Kenapa abeoji? kau tidak menyukainya? Apakah dia berbuat salah padamu?” tanyaku dengan nada yang tak beraturan. Abeoji menoleh padaku dan membuka mulutnya lagi, “Bukan dia, tapi orang tuanya”. Aku bingung dan tak sabar aku bertanya lagi, “Apa maksudmu Abeoji? aku tidak mengerti?”. Ia terdiam kembali. Kini ia berjalan menuju sofa dan duduk. Aku mengikutinya. Ia nampak berpikir sejenak. “Kau ingat siapa wanita yang bersaing dengan ibumu 3 tahun lalu?” tanya abeoji padaku. Aku terenyak. Pikiran ku kembali menerawang kenangan-kenangan pahit 3 tahun lalu. “Tentu saja aku mengingatnya Abeoji, karena dia lah eomma tidak pernah mengenali kita lagi” jawabku dengan nada bergetar. Tanpa sadar aku mengepal jari-jari tanganku. Abeoji melihat hal itu kemudian ia membuka suaranya lagi. “Gadis itu adalah, putrinya..” ucap Abeoji nampak cemas. Aku sangat terkejut mendengar itu. Dadaku terasa sesak. Semuanya serasa runtuh saat itu juga. Aku hanya bisa memandang abeoji penuh dengan rasa keterkejutanku. Ia berdiri dan menepuk-nepuk pundakku. Ia sempat berbicara pelan dan nampak ragu, “Jauhi Gadis itu, sebelum kau jatuh untuknya terlalu jauh”, kemudian pergi meninggalkanku di ruangan itu sendiri.

Tanpa sadar aku meneteskan air mataku dan aku berteriak dan menjambak rambutku sendiri. Entah marah, kecewa dan kesal aku tidak tahu pasti apa yang aku rasakan sekarang. Kenapa harus dia tuhan kenapaa!!! Aku membenamkan wajahku dengan telapak tanganku. Berharap saat aku membuka mata semua ini hanya mimpi. Tapi saat beberapa menit kemudian aku membuka mataku, semuanya masih sama.. aku masih diruangan ini, diruangan yang beberapa jam lalu mengungkapkan benang takdir antara aku dan gadis yang selama ini aku cintai…

*** Januari 2012, Bandung, Indonesia ***

Aku berjalan keluar cafe. Suasana Bandung sekarang tak sesejuk dulu. Mungkin karena kini Bandung telah semakin padat dengan toko-toko yang mulai berteberan di sudut kotanya. Aku terus menelusuri trotoar jalan ini. Aku mulai menaiki tangga-tangga penyebrangan Jalan. Aku berhenti sebentar. Menaiki anak-anak tangga ini seakan membawa ku keembali ke peristiwa yang terjadi 4 tahun lalu. Saat aku menyatakan perasaan ku padanya. Dengan setangkai bunga mawar dan 1 cup ice cream, aku memberanikan diriku untuk memintanya menjadi gadisku. Ah sangat indah kenangan itu. Aku melanjutkan langkah-langkahku hingga pada anak tangga yang terakhir.

Aku telusuri jalan penyebrangan ini dengan perlahan. Aku berhenti lagi pada tepi jembatan ini. Aku bersender pada pembatas nya dan memandangi lalu lintas yang padat. Aku bukan seseorang yang senang berdoa. Bahkan sejak ibuku sakit, aku sudah berhenti berdoa. Tapi entah mengapa, kali ini aku ingin. Aku memejamkan mataku. Menarik nafas panjang. Pelan dalam hati, aku mulai melafalkannya. “Tuhan, maafkan aku yang telah lupa bagaimana caranya meminta dari-Mu.. tapi jika Engkau mengizinkan, izinkan aku bertemu dengannya, memohon maaf dengannya, dan melepaskannya dengan cara yang baik..”. “Amin” bisikku dan menandakan doaku berakhir. Aku membuka mataku dan kembali berjalan turun meninggalkan tempat yang penuh kenangan ini.

tbc