cats

My heart is your’s heart Part 2

Title/judul : My heart is your’s heart

Author : Fitria Hazmi

Main cast : Kim MyungSoo/L (Infinite) dan Bae Suzy (Miss A)

Other cast : Park Jiyeon (T-Ara), Yoo Seung Ho, Woo Young (2PM), IU/Lee Ji Eun

Genre : Romantic , Friendship

Rating : T

Length : chapter

Disclaimer : FF ini tidak lebih hanyalah karangan, fiktif belaka, jika terjadi kesamaan, itu tidak disengaja. Hak mempermainkan pemeran FF, berada ditangan mereka masing-masing. Di sini author hanya meminjam nama, tidak lebih.

Note : Harap tidak meng-copypaste FF ini tanpa seizin author terlebih dahulu. No Bashing ya . Tidak ada toleran buat plagiat. Tanggung dosanya sendiri.

Annyeonghaseyo readers! Author datang lagi membawa part 2 dari My Heart is your’s heart, beserta nampan dan sesajen *apaan author ni ngaco #plakkk, dtampar readers. Pasrah !

Yang mau lebih kenal author silahkan add fb author “Fitria Hazmi”, follow twitter “@fitriahazmi”, ato invite pin bb author “2A49AB93” . Thankyuu.

Terima kasih buat admin-admin yang kece yang sudah mau memposting ff saya. Kalau tidak, mungkin ff ini sudah berkarat di dalam laptop saya. Semoga kedepannya saya bisa menyalurkan ide yang penuh di otak saya ini dalam bentuk ff lagi.

Silahkan membaca ya!🙂

MyungSoo POV

Kemana Suzy? Sudah lima belas menit kutunggu dikantin, tapi dia tidak datang-datang juga. Aku merasa gelisah. Takut terjadi hal yang buruk kepadanya. Ku coba telepon handphonenya, tapi tidak pernah diangkat. Apa mungkin handphonenya ketinggalan dikelas ya?

Aku makin gelisah saja. Perasaanku benar-benar tidak enak. Mengingat banyak sekali hal-hal yang akan menimpa Suzy. Tak ingin berpikiran seperti itu lagi. Aku langsung menuju toilet.

Alangkah terkejutnya aku sesampai disana. Tiga orang perempuan, sedang menghadang satu perempuan, yaitu Suzy. Dibalik tembok, aku mendengar percakapan mereka.

“Suzy, ada hubungan apa kamu dengan MyungSoo kami ha?” Tanya satu perempuan. Dua perempuan lain sedang memegang masing-masing tangan Suzy.

“Tidak ada hubungan apa-apa Eunni, kami hanya berteman.” Ucap Suzy.

“Berteman? Jangan bohong kamu. Tadi pagi saja, saat menuju kelas, kamu mencium pipinya. Apa itu dinamakan berteman?”

“Tidak Eunni, itu hanya salah paham. Aku tidak menciumnya. Aku…aku hanya.” Suzy sepertinya bingung mau berucap apalagi. Tidak mungkin dia berkata bahwa dia cuma berbisik denganku, itu hanya akan menyulut amarah ketiga perempuan itu.

“Hanya apa ha? Dasar perempuan tidak tahu diri. Berani-beraninya mendekati MyungSoo.” Amuk perempuan itu.

Plaaaaakkkk !!!! Tangan wanita itu menampar wajah Suzy, aku tidak bisa berdiam lagi. Aku langsung menyiapkan rekaman di handphoneku, mana tau suatu saat dapat berguna sebagai bukti kekerasan.

“Eunni, aku mohon. Lepaskan aku. Eunni hanya salah paham.” Ucap Suzy.

“Tidak bisa, kamu harus menerima pelajaran. Agar kamu tidak kelewatan. Nae Ri, ambilkan air didalam toilet, bawa kesini.” Perintahnya pada salah satu perempuan yang memegang tangan Suzy. Dia masuk ke toilet, dan mengambil air dengan ember yang lumayan besar.

“Rasakan ini. Terima akibatnya.” Perempuan yang bernama Nae Ri langsung mengguyur Suzy. Badan Suzy yang sudah basah, menjadi makin basah, hampir tidak ada satu benangpun yang kering dipakaiannya. Perempuan itu kemudian memegang tangan Suzy lagi.

“Bagus Nae Ri. Itu yang aku inginkan. Kau wanita jalang(tunjuknya pada Suzy) jangan pernah main-main lagi dengan aku. Rasakan ini!!”

Ku lihat dia mulai mengangkat tangannya untuk menampar Suzy lagi. Aku mematikan rekaman di handphoneku, sudah cukup aku membiarkan mereka memperlakukan Suzy seperti itu.

“Noona. Hentikan itu. Dan kalian berdua lepaskan Suzy!” Bentakku lantang.

Mereka tampak kaget. Mereka mulai ketakutan.

“Kami hanya memberitahu dia MyungSoo-ssi, agar dia tidak seenaknya mendekatimu.” Ucap salah satu dari mereka.

“Sekarang, silahkan pergi. Sebelum saya laporkan kalian kepada appa saya, supaya kalian dikeluarkan dari sekolah ini, PERGI !!” Bentak ku. (Ayah MyungSoo juga pemilik sekolah ini)

Aku berjalan mendekati Suzy, wajahnya menjadi pucat. Ya, karena sebelum mengguyur Suzy dengan air tadi, sebelumnya mereka juga sudah mengguyur Suzy. Suzy sepertinya sudah kedinginan. Terlihat dibibirnya yang mulai membiru.

Ku lihat Suzy, dia hanya menunduk. Dia menangis, bahunya bergetar. Terdengar isakan pelan darinya.

“Mianhae Suzy-ah, jangan menangis. Semuanya akan baik-baik saja.” Ucapku.

Dia menghambur kepelukanku, menangis tersedu.

“Menangislah sepuasmu, aku disini Suzy.”

“Suzy-ah, mian. Semua ini gara-gara aku. Seandainya saja aku tidak berteman denganmu, semuanya tidak akan seperti ini. Mianhae Suzy. Aku akan menjagamu.” batinku berujar dalam hati.

MyungSoo POV END .

At coffee shop

Jiyeon POV

“Ah, lelahnya. Pengunjung masih ramai, apalagi pada jam segini.” Gumam Jiyeon sambil melihat jam tangannya. “Jam sembilan, hari ini hari Jum’at, Zy-ah tidak kerja, padahal aku ingin menceritakan sesuatu kepadanya.” Jiyeon mengingat kejadian tadi, disekolahnya.

Flasback (author POV)

Pagi Rabu, Jiyeon bergegas masuk ke perkarangan sekolah. Jiyeon tak ingin terlambat. Jiyeon sampai dikelasnya dengan selamat, gurunya belum masuk.

Tak selang berapa lama Jiyeon duduk dibangkunya, Park seonsaengnim masuk bersama murid cowok yang baru pertama ini Jiyeon liat. #yaiyalah baru pertama.dia kan murid baru(author ngacoo nih)

“Pagi anak-anak, kita kedatangan teman baru, pindahan dari sekolah di Amerika. Silahkan memperkenalkan dirimu nak.” Ucap Park seonsaengnim.

“Annyeong, Seung ho imnida.” Ucapnya cuek.

“Silahkan kau duduk didepan Jiyeon, dibangku kosong itu.”

“Ne, seonsaengnim.”

Dia berjalan ke bangku yang ditunjukkan untuknya. Jiyeon menatapnya lama. Seung Ho membuang muka. Walaupun Seung Ho sudah menghadap ke depan, Jiyeon tak mengalihkan pandangannya dari Seung Ho. Kemudian, Seung Ho membalikan kepala .

“Apa saya segitu gantengnya, sampai kamu tidak berhenti menatap saya?”Ucapnya ke Jiyeon.

Jiyeon jadi kaget dan gelagapan.

“Ani, kamu jangan terlalu percaya diri. Tidak mungkin saya menyukaimu.”

“Baguslah, saya hanya takut kamu menangis jika saya tolak.” Ucapnya datar.

Jiyeon tak ingin memperpanjang masalah. Dia sangat kesal setengah mati terhadap cowok itu.

Flashback (author POV END)

“Annyeong. Aku pesan satu gelas Chocolate Cappucino ya.” Ucap satu suara yang membuyarkan lamunanku.

Aku melihat ke asal suara, dan …..

“Seung Ho …. !!!!”

“Jiyeon ……….. !!!!”

Kami memekik serempak dan sukses membuat pengunjung menatap kami penuh tanya. Menyadari itu, aku segera minta maaf.  *Mungkin jika ada perlombaan yang menyangkut keterkejutan luar biasa, kami akan memenangkannya.

“Mianhae, tidak terjadi apa-apa. Silahkan lanjutkan meminumnya.” Ucapku.

“Yaa, Jiyeon-ssi, kenapa kamu disini?”

“Ini coffee shop aku. Jadi pantas saja kalo aku disini.”

“Mwo? Jika dari awal aku tahu, aku tak akan berkunjung kesini.”

“Terserahmu saja. Apakah kamu jadi memesan? Kalo tidak, silahkan pergi.”

“Begitukah sikapmu terhadap pelangganmu? Cepat, aku haus.”

“Ani, sikapku yang seperti ini hanya kepadamu. Ini minumanmu, bayarnya dikasir.”

Hehhh, aku menghela nafas berat setelah dia pergi. Benar-benar hari yang melelahkan.

Jiyeon POV END

___________

At morning, in the So Eun school

Woo Young POV

“Aiiis, kemana ya si IU itu? Daritadi aku telpon, tidak diangkat-angkat.” Gumamku.

Sudah beberapa kali ku telpon, tetap saja tak diangkat.

“Hey, Woo Young, kenapa kau disini?” Ucap IU tiba-tiba dari arah belakang.

Dia langsung menghampiriku. Dan duduk dibangku panjang yang aku duduki juga.

“Yaa, IU. Dari mana saja kamu? Aku telpon tidak diangkat-angkat.”

“Mian honey, aku dari kelas Suzy-ah. Gara-gara gosip dia dengan MyungSoo, dia jadi bualan para perempuan yang ngefans sama MyungSoo.”

“Ow, begitu. Aiiissh, kasian Suzy-ah.”

“Ne, itu sebabnya tadi aku menemani dia saat berangkat kesekolah. Kasian dia, jika sendiri menghadapi mereka.”

“Ne, tapi jangan kau abaikan jika aku menelepon mu.”

“Ok oppa.” Ucap IU tersenyum menggoda.

“Aiissshh, kamu ini. Mengapa begitu cantik ya?” Ucapku sambil mencubit hidung IU yang lucu itu.

“Benarkah oppa? Gomawo!!”

“Ani, kamu hanya salah dengar tadiii.” Ucapku mengejek.

“Yaaaaa. Oppaaaaaa !!!”

“Hahahahaha …. “

Woo Young POV

Seung Ho POV

“Anyeong. Ya, aku sudah pindah kesebelah apartemen dia.”

“…………………………………………………”

“Ne, arasso. Aku sudah melihat fotonya. Walaupun belum melihat langsung.

“…………………………………………….”

“Ya, akan kubalaskan dendam appa, hyong. Hyong tenang saja.”

“……………………………………………..”

“Ne. Aku tutup dulu. Aku berada disekolah sekarang.”

Tiiittt. Terdengar suara handphone pertanda sambungan komunikasi sudah terputus.

“Ya, Seung Ho-ssi. Kenapa kamu disini?” Tanya seorang yeoja. Dari nada bicaranya aku mengenalinya. Dia Jiyeon. Aku sedikit kaget. Apa dia mendengar pembicaraanku tadi. Mudah-mudahan saja tidak.

“Ani. Kau sendiri kenapa Jiyeon-ssi?”

“Aku hanya lewat, dan tidak sengaja melihatmu. Kau sedang menunggu yeojachingumu ya?”

“Bukan urusanmu.” Jawabku lalu meninggalkannya.

“Isshhh, dasar. Namja menyebalkan.” Dumelnya pelan yang masih bisa ditangkap indera pendengaranku.

Seung Ho POV END

@ at Saturday nite

Suzy POV

Aissh. Kenapa aku begitu gugup ya? Suzy, tenangkan hatimu. Ini hanya jalan-jalan biasa. Aku berusaha menenangkan rasa deg-degan ku, karna sebentar lagi aku akan jalan-jalan dengan MyungSoo.

Drrttt….drtttt…

Tiba-tiba handphoneku bergetar. Ku rogoh segera dari tas kecil yang ku sandang di pundakku.

From : Kim MyungSoo

To : Suzy

083-125-xxx

 

Apa kamu sudah bersiap-siap? Lima menit lagi aku menjemputmu. Kamu bisa menungguku di lobi bawah apartmentmu.

 

Dengan cepat ku ketik pesan balasannya.

From : Suzy

To : Kim MyungSoo

 

Ne. Aku sudah siap. Baiklah, aku akan menunggumu. Come on time. ^_^

 

Delive. (Pesan terkirim)

Aku bergegas menuju lift untuk ke lobi lantai bawah. Karna terburu-buru aku tidak melihat orang yang baru keluar dari lift. Aku membentur tubuhnya, dan kami sama-sama terjatuh.

“Mianhae~. Aku terburu-buru.” Ucapku sambil membungkukan badan setelah aku berdiri.

TBC

Mian. Tidak menyenangkah? Gajekah? Maklumi ya readers. Author hanya manusia biasa. Author juga berusaha membuat yang terbaik, author benar-benar tidak ingin mengecewakan readers.

Sudah, gak perlu panjang lebar deh. Author hanya minta readers menghargai karya author ini dengan meninggalkan saran, kritik, ato komentar. Walaupun satu kata. Gomawo readers yang baik.

*Cup (cium pipi kiri-kanan)

Annyeong, sampai ketemu di part 3.

Ayoo ! Coment yang banyak ! Bye-bye !