Yesterday2_Õ뻵£¼

Yesterday

Author                  : KimNa

Kategori               : Sad Romance

Rate                       : Bimbingan Orang Tua

Cast                       : Baek Yerin 15&

                                   Park Jinyoung aka JR JJProject

                                   Im Jaebeom aka JB JJProject

                                   Park Jimin 15&

Length                  : 1-7 Part (15 Page)

Disclaimer           : jun-knnf233.tumblr.com

Summary            : Cerita antara kisah cinta yang rumit dan perselisihan keluarga.

*** 1 Tahun lalu, Rumah Sakit Jiwa, Seoul, Korea ***

Aku berjalan melewati lorong-lorong ini lagi. Sudah lama sekali aku tak kesini. Akhirnya aku tiba didepan pintu. Perlahan aku membuka pintu itu. Aku menemukan eomma terduduk disamping tempat tidur sambil menatap keluar. Tatapannya kosong. Ia memilin-milinkan tangannya. Aku menghampirinya dan duduk dikursi yang ada di samping tempat tidurnya. Aku memegang tangannya. “Eomma, oraenmanieyo..” ucapku tersenyum. Tapi eomma masih tak menghiraukanku. Ia masih menatap keluar. “Eomma, aku memiliki sebuah cerita selama aku di Indonesia, apakah eomma ingin mendengarnya?” ucapku getir. Eomma masih tak bergeming. Aku menundukkan kepalaku dan memulai ceritaku. “Eomma, saat aku pertama kali pergi ke Indonesia sangat sulit bagiku beradapatasi. Semuanya terasa asing. Tapi itu semua menjadi begitu berubah saat hari kedua aku berada disana. Aku bertemu seorang gadis yang sangat mirip denganmu. Ia sangat lembut, ceria dan berkepribadian hangat. Sangat persis sepertimu. Pada hari pertama aku bertemu dengannya aku sudah mulai menyukainya. Aku bahkan meminta Abeoji mengirimku ke sekolah yang sama dengannya. Agar aku bisa setiap hari bertemu dengannya. Aku juga memasuki kegiatan yang sama dengannya. Agar aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya. Tapi butuh waktu yang cukup lama eomma untuk memintanya membalas perasaanku. Ada begitu banyak laki-laki yang menginginkannya. Aku terus-terusan menahan rasa cemburuku selama satu tahun. Hingga pada akhirnya aku menyatakan perasaanku padanya. Ternyata ia membalas perasaanku eomma, aku sangat senang hari itu dan aku pun menciumnya” ucapku dengan nada tertatih. Dadaku terasa sesak mengingat kenangan itu. Sesaat aku menenangkan irama nafasku dan mulai bercerita lagi. “Kami menjadi sepasang kekasih selama satu tahun eomma. Hingga suatu hari aku memutuskan untuk mengenalkannya pada Abeoji.

Abeoji sangat senang saat mendengar aku memiliki seorang yeoja-chingu. Dan ia bilang ia sangat ingin bertemu dengan gadis yang kucintai. Hingga aku pun membawanya ke rumah dan mempertemukannya dengan Abeoji. Segalanya baik-baik saja. Abeoji menyukainya. Namun saat Abeoji mengetahui orang tuanya segalanya berubah eomma..” ucapku dengan nada tercekat. Eomma nampak menoleh. Kini ia nampak menatapku. Wajahnya nampak berubah sedih.  Aku menarik nafas dan mulai bercerita lagi. “Ternyata.. ternyata ia putri dari perempuan yang membuatmu.. membuatmu. begini eomma…” Ucapku sambil terisak dan menangis. Eomma nampak terkejut. Eomma mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke wajahku. Ia membelai lembut wajahku. Matanya nampak berkaca-kaca. Aku memegang tangannya yang ada di wajahku sambil terus menangis. “Aku sangat mencintainya eomma, bahkan sampai saat ini aku masih mencintainya.. Mianhae eomma..Mianhae.. aku mencintai putri dari orang yang telah menghancurkan keluarga kita” ucapku sambil menangis dan menunduk. Tiba-tiba eomma meraih pundakku dan memelukku. Aku balik memeluknya erat. Ternyata ia ikut menangis. “Mianhae Jinyoung-aa.. eomma mianhae” ucapnya dengan nada terisak. “Eomma..” aku terkejut mendengar kata-katanya. “Sebenarnya ini salah eomma, bukan salah ibu gadis itu..” ucapnya. “Eomma yang tidak bisa menerima kekalahan 4 tahun lalu.. eomma sebenarnya kecewa kepada diri eomma sendiri karena tidak bisa mempertahankan gelar yang dimiliki almarhumah nenekmu sebelumnya, semua ini bukan karena ibu dari gadis itu” Lanjutnya dengan air mata yang berlinang di matanya. “Eomma neomu mianhae.. mianhae..” ucapnya lagi. Aku terkejut mendengar kata-katanya. “Eomma..” aku memeluknya. “Eomma tidak pernah berpikir karena eomma, uri adeul menderita begitu banyak.. Jika kau mencintai gadis itu, kembalilah kepadanya Jinyoung-aa..” ucapnya sambil melepaskan pelukanku dan menatap wajahku. Aku menunduk sedih. “Tidak eomma, Aku telah meninggalkannya dengan luka, aku tidak mungkin  kembali padanya” jawabku sedih. “Mianhae Jinyoung-aa..” eomma kembali terisak dan memelukku.

*** Januari 2012, 2 Hari sebelum pertunangan Yerin-Jaebeom, Bandung, Indonesia ***

Aku baru saja  sampai dirumah. Aku langsung pergi ke dapur dan menuang segelas air dan menenggaknya. Aku segera pergi kekamar untuk mandi dan mengganti pakaianku. “Jinyoung-aa, ayo makan” teriak eomma dari dapur. “Ne eomma..” jawabku. Aku segera berjalan ke arah dapur dan duduk di ruang makan. “Bagaimana pekerjaan mu disini adeul?” tanya abeoji sambil menyerahkan piringnya pada eomma. “Baik abeoji, mereka bilang mereka ingin menempatkan bangunannya di tanah kosong yang berada di dekat bangunan sebelumnya” jawabku sambil menyendokkan lauk ke piringku. “Hei, tak baik berbicara pekerjaan saat makan” jawab eomma sambil menyendokkan lauk ke piring Abeoji. “Arasseo” jawab Abeoji sambil tersenyum melirikku dan eomma bergantian. Kami tertawa. Sejak pertemuan ku dengan eomma dirumah sakit setahun lalu, keadaaan eomma membaik. Kami berkumpul lagi dan 6 bulan lalu memutuskan pindah ke Indonesia. Seusai makan saat aku ingin kembali ke kamar eomma menarik tanganku. “Jinyoung-aa.. gadis itu.. apakah kau bertemu dengannya?” tanya eomma. Aku terdiam. “Ani eomma, saya tidak bertemu lagi dengannya” jawabku dengan seulas senyum getir. Eomma hanya menganggukkan kepalanya dan kembali membereskan meja makan. Aku kembali berjalan menuju kamar. Aku merasa aku tidak perlu menceritakan pertemuan ku dengan Yerin. Lagipula yerin sudah memiliki seseorang di sampingnya sekarang. Aku merebahkan diriku dikasur. Memikirkan beberapa kenangan dan tak lama aku pun jatuh tertidur.

Pagi ini aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan sedang. Aku baru sadar aku melewati Jalan ini lagi. Jalan ini adalah jalan menuju Rumah Yerin. Mendekati rumahnya aku memperlambat laju mobilku. Berharap aku bisa menemukan sosoknya walau sebentar. Nampak dari kejauhan aku melihat begitu banyak mobil terparkir di Halaman rumahnya. “Apakah ada acara?” tanyaku dalam hati. aku melihat banyak papan ucapan berderet rapi didepan rumahnya. Juga ada sebuah tenda dekorasi dihalaman rumahnya. Aku memutuskan untuk turun dan masuk ke dalam sana. Sebelum masuk langkahku terhenti saat membaca tulisan di papan ucapan berhias bunga-bunga itu. “Selamat atas pertunangan Baek Yerin dan Im Jaebeom…” ejaku terbata. Aku segera masuk dan tepat saat aku ada di depan pintu terlihat Yerin sedang memasangkan cincin ke tangan laki-laki itu dan para tamu pun bertepuk tangan. “Tidak!!!” aku berteriak dan.. aku bangun dari tidurku. Ternyata semua itu hanya mimpi. Aku bernafas dengan terengal-engal. Aku segera menenggak air minum yang berada di samping tempat tidurku dan memegangi dadaku. Entah mengapa ada perasaan lega saat menyadari itu semua hanya mimpi. Tiba-tiba telepon ku berdering. Melihat nomor yang terpampang dilayar, aku agak bingung. Nomor ini bukan nomor yang berada dikontakku. Aku pun segera menekan tombol Answer dan menjawabnya. “Halo?” jawabku. “Halo.. Jinyoung-ssi.. aku Jaebeom, kekasih Yerin-ssi” jawab suara yang ada diseberang sana. Aku tercekat. “Ya ada apa Jaebeom-ssi?” jawabku. “Jinyoung-ssi, bisa kah kau datang ke sini sekarang?” ucapnya. Tiba-tiba aku merasa gugup. “Kemana?” tanyaku. Setelah mendengar beberapa jawabannya aku segera menutup telepon, berpakaian dan pergi.

tbc