under the raindrops

Under The Raindrops

Main Cast :

~ Seo In Ra (  OC )

~ Kim Joon Myeon ( Suho Exo-K )

Length : Drabble

Genre : Friendship,Romance,Fluff(maybe)

Rating : T

Author : ranabilah

Discalimer : Plot milik saya dan para cast milik tuhan. Jangan plagiat.

Don’t be a silent reader

©

“Ayo pulang bersama” ajak Suho terhadap In ra yang tengah berdiri di pojok gerbang sekolah, In ra menoleh lalu berpaling kembali ke posisi sebelumnya. Suho pun berjalan ke arahnya sambil menggenggam tangan In ra.

“Janji tidak akan meninggalkanku sendiri?” Tanya In ra dengan muka cemberut, masih jelas olehnya ketika tadi pagi Suho pergi meninggalkannya kehujanan di seperempat jalan menuju ke sekolah, hingga akhirnya dia telat masuk kelas dan dihukum oleh Lee Songsaenim untuk membersihkan sebagian toilet perempuan.

Suho yang mendengar itu mencengir, lalu mengambil sebuah payung lipat dari dalam tasnya dan mengembangkan payung tersebut.

“Aku janji” katanya seraya menyeret In ra untuk berlindung di bawah payung miliknya.

“yakin ini akan muat untuk kita berdua?” suho tertawa lalu mengelus lembut punggung In ra dan mengerdipkan matanya.

“Coba saja”

*****

Suho dan In ra berjalan beriringan di jalanan becek yang tergenang air di bawah lindungan payung yang di pegang oleh Suho.

Sedari tadi, In ra hanya sibuk terhadap dirinya sendiri. Asyik memandangi awan gelap dari balik sudut matanya, suho yang merasa telah dilupakan olehnya pun mencoba untuk membuka suara. Namun dia agak khawatir , bisa jadi In ra masih marah padanya.

 

“Seringkali memandangi awan, apa tidak bosan?” Tanya suho, berharap selepas ini In ra tidak akan membiarkannya diam sendiri.

Namun apa yang didapatinya tidak memuaskan, In ra hanya mengangguk seraya terus melihat ke arah tumpukan awan hujan di langit. Suho berdecak kesal, lalu memikirkan kembali sesuatu yang tepat.

 

*****

“Apa kau begitu menyukai awan?” itulah perkataan yang dilontarkan oleh suho. In ra mendelik sebentar ke arahnya, lalu memalingkan wajahnya.

“tentu saja” Suho tersenyum lega sekarang, ditariknya napas lalu menghembuskannya perlahan.

 

“Bagaimana dengan awan hitam?” Tanya Suho lagi, In ra yang sedari tadi tidak memasang ekspresi apapun kini mimik mukanya berubah, menjadi murung.

“Mengapa tidak” jawabnya diikuti kepalanya yang melirik ke arah suho. Sedankan suho terus memperhatikan wajah In ra, sedikit ada penyesalan dalam benaknya terhadap In ra. Namun ia juga tak mau memberhentikan percakapan ini lalu diam tak bergeming selama perjalanan pulang.

 

“Bolehkan aku tau mengapa?” mungkin lebih tepatnya sekarang, suho sedang menginterogasi In ra.

In ra mengeluarkan telapak tangannya dari ruang lingkup payung suho, dibiarkannya telapaknya terkena rintikan hujan sembari membolak-balikkan telapak tangan halus miliknya.

 

*****

“Sejatinya aku tidak tahu karena hal apa .Itu sulit untuk kupahami mengapa aku turut menyukai awan kelabu.” Tuturnya, kemudian dia menarik nafas dalam-dalam dan melanjutkan kalimatnya.

“mungkin karena ada buliran air yang jatuh dari langit membasahi bumi dengan tetesnya. Lagipula bila kubiarkan tanganku terkena sentuhan lembutnya itu.….(In ra menghirup oksigen bebas yang berkeliaran bebas sambil memejamkan matanya) itu sungguh menyejukkan”  tutur In ra.

Suho menatap lekat gadis disampingnya, merasa sedikit puas atas jawaban yang telah diberikan oleh In ra.

 

Namun, demi tuhan atas kuasanya yang telah menurunkan hujan ke dasar bumi. Ia juga tidak akan membiarkan waktu yang dilaluinya bersama In ra terbuang sia-sia. Spontan otak suho lekas mempersiapkan kalimat apa yang harus dia katakan pada In ra nanti.

 

Mungkin ini waktu yang tepat.

 

“Aku juga sama denganmu, tidak tahu mengapa aku tetap menyukai awan hitam itu meskipun kadang dia terlihat menyebalkan” tutur suho yang ditanggapi dengan kekehan dari In ra.

“Tapi, aku tak kunjung juga sanggup untuk memahami satu hal lagi, satu hal yang begitu membebani jiwa dan pikiranku” lanjut suho, In ra yang mendengarnya menoleh ke arah suho dengan tatapan penasaran.

“Apa itu?” Tanya In ra seraya terus memandangi suho. Suho yang merasa terus di perhatikan oleh In ra pun ikut menoleh, masing-masing dari mata mereka saling bertemu.  Suho menatap dalam mata in ra penuh makna, kemudian tersenyum dan berkata

 

 

Mengapa aku begitu terlalu menyukaimu?”.

 

 

End

 

Note : Ini ide percakapannya itu udh lama bgt, pas TO 3 januari lalu,

Dan aku baru nyelesein ini full tdi pagi pas Pra US agama haha 😀

 

Semoga kalian semua sukaJ

 

Ditunggu Review dan komentarnya ya J