cats

My heart is your heart Part 3

 

Title/judul : My heart is your heart

Author : Fitria Hazmi

Main cast : Kim MyungSoo/L (Infinite) dan Bae Suzy (Miss A)

Other cast : Park Jiyeon (T-Ara), Yoo Seung Ho, Woo Young (2PM), IU/Lee Ji Eun

Genre : Romantic , Friendship

Rating : T

Length : chapter

Disclaimer : FF ini tidak lebih hanyalah karangan, fiktif belaka, jika terjadi kesamaan, itu tidak disengaja. Hak mempermainkan pemeran FF, berada ditangan mereka masing-masing. Di sini author hanya meminjam nama, tidak lebih.

Note : Harap tidak meng-copypaste FF ini tanpa seizin author terlebih dahulu. No Bashing ya . Tidak ada toleran buat plagiat. Tanggung dosanya sendiri.

 

Yang mau lebih kenal author silahkan add fb author “Fitria Hazmi”, follow twitter “@fitriahazmi”, ato invite pin bb author “2A49AB93” . Thankyuu.

Terima kasih buat admin-admin yang kece-kece yang sudah mau memposting ff saya. Kalau tidak, mungkin ff ini sudah berkarat di dalam laptop saya. Semoga kedepannya saya bisa menyalurkan ide yang penuh di otak saya ini dalam bentuk ff lagi.

 

Sedikit pemberitahuan : ehemm.ehemm . Test microphone, tes suara. *dasar gila ni author, maklum aja ya reader. Di part ke 3 ini ada Donghae-Jessica couple. Tetapi tidak bisa dikatakan other cast, karna belum tentu akan selalu berada di jalur cerita.

Annyeong. *sambil melambai-lambaikan tangan centil. Author Fitria Hazmi udah come back membawa ff ini part ke 3 nya. Harap maklumi aja kalo ff nya gaje dan kurang mengasyikkan, authornya aja makin hari makin stress.

Hehehehe

Gak usah lama kali basa-basinya. Langsung aja. Capcusss yukkk~.

@at saturday nite

 

MyungSoo POV

Malam ini aku akan pergi jalan-jalan bersama Suzy. Anggap saja sebagai perayaan persahabatan yang baru kami jalin. Aku bergegas menuju apartmentnya. Karna didalam balasan smsnya terdapat kata “Come on time”.

MyungSoo POV END

 

Seung Ho POV

Aku bergegas menuju apartementku, aku harus berganti pakaian. Karna terburu-buru, aku tidak terlalu memperhatikan jalan saat keluar dari lift. Alhasil, aku menabrak seseorang.

 

“Mianhae.” Ucapnya.

 

“Gwaenchana, tidak apa-apa kok.” Balasku sambil berdiri kembali karena terjatuh.

Dia menatapku seperti meneliti. Lalu berucap…

 

“Kamu orang baru disini? Kenapa baru kali ini aku melihatmu?”

 

“Ne, aku orang baru. Aku tinggal dikamar 27 itu.” Balasku sambil menunjuk kamarku.

 

“Ow, kamu tetanggaku. Aku tinggal dikamar 26. Perkenalkan, Bae Suzy imnida. Panggil Suzy saja.” Balasnya sambil mengulurkan tangan.

 

Yaa, aku sudah menemukan Suzy. Langsung saja kubalas uluran tangannya.

 

“Ow. Ya, Yoo Seung Ho imnida. Panggil aku Seung Ho saja.”

 

“Baiklah Seung Ho-ssi, aku duluan dulu.” Pamitnya lalu masuk kedalam lift. Aku tersenyum sinis. Lalu tiba-tiba teringat kejadian sore hari tadi.

 

Flashback

“Seung Ho-ssi.” Teriak seniorku. Donghae sunbae. Dia menghampiriku di lapangan baseball. Ya, karna aku dan dia mengikuti ekskul baseball disekolah ini.

 

“Wae hyung? Kenapa berteriak?” Jawabku.

 

“Seung Ho, malam ini kan malam minggu, akan mengasyikkan jika kita melakukan double date. Apakah kamu mau?” Tanyanya

 

Aku melotot tajam. Yang benar saja. Aku bahkan tidak mempunyai yeojachingu.

 

“Ani hyung. Aku sangat lelah. Aku ingin beristirahat saja dirumah.” Elakku.

 

“Alasanmu saja, bilang saja saengku ini tidak mempunyai yeojachingu.” Ucapnya tepat sasaran.

 

“Mana mungkin namja segantengku tidak memiliki yeojachingu hyung.” Balasku PD sambil tertawa.

 

“Kalo ada, apakah dia bersekolah disini? Siapakah dia?” Tanya Donghae hyung.

 

“Ne, dia bersekolah disini. Walaupun dia tidak seterkenal Jessica noona, tapi dia sangat cantik hyung.” Ucapku berbohong. Sambil menggoda Donghae hyung yang notabene pacar Jessica noona. Dua insan yang sempurna menurutku. Dan sangat cocok.

 

“Siapa namanya Seung Ho?” Tanyanya lagi.

Aku bingung menjawabnya. Aku mengalihkan pandanganku. Nampak Jiyeon sedang istirahat juga di bangku yang tidak jauh dari tempat kami duduk. Dia mengikuti ekskul baseball juga. Jessica noona juga begitu. Mengikuti namjachingunya ini. Tiba-tiba terlintas ide jahil di otakku.

 

“Jiyeon-ah!” Teriakku kencang. Jiyeon menolah dan BINGO ! Dia berjalan kearah kami.

 

“Ada apa kau memanggilku Seung Ho-ssi?” Ucapnya.

 

Aku bangkit dari dudukku dan menghampirinya. Aku memeluk pinggangnya dengan tangan sebelah kiriku. Dia terlihat kaget. Akan semakin mengasyikkan jika aku menjahilinya lagi. Aku merapatkan tubuhku dengan posisi dibelakangnya. Tangan kananku bergerak berlawanan arah dari tangan kiriku, dan sekarang aku memeluknya dari belakang. Dia sempat memberontak, tetapi dengan sigap kutahan. Akhirnya dia hanya diam saja.

 

“Yaa chagi, jangan memanggilku dengan embel-embel “ssi” lagi. Sudah cukup kita menyembunyikan hubungan kita. Donghae hyung juga sudah mengetahuinya.” Ucapku tenang.

 

“MWO?” Balasnya.

 

“Jangan kaget begitu chagi.” Balasku tersenyum.

 

“Wahh Seung Ho, jadi ini Yeojachingumu. Cantik ya.” Ucap Donghae hyung.

 

“Hai.hai.hai.” Ucap sebuah suara, yaitu Jessica noona. Dia menghampiri Donghae hyung dan duduk disamping hyung. Dia menatap kami, lalu berucap..

 

“MWO? Yaa, Seung Ho, kenapa kamu memeluk Jiyeon-ah haa?”

 

Mendengar itu aku semakin mempererat pelukan ini, agar yeoja yang kujahili ini kelabakan nanti.

 

“Kau mengenalnya chagi? Kau sama sekali tidak tahu chagi? Mereka berpacaran.” Ucap Donghae hyung.

 

“Benarkah itu Jiyeon?” Tanya Jessica noona.

 

“Ne noona, kami berpacaran.” Jawabku meyakinkannya.

 

Lalu aku berbisik ke Jiyeon, jawab iya jika kau tidak ingin memperpanjang masalah. Kurasakan dia gugup.

 

“Ne eonni. Kami berpacaran.” Tambah Jiyeon.

 

“Wah Seung Ho, kita bisa double date nanti. Asyikknya.” Ucap Jessica noona.

 

“Ne.” Jawabku pasrah.

 

“Ayo Jiyeon, pulang dengan eonni saja. Eonni antar kerumah. Kita harus bersiap-siap.” Kata Jessica noona

 

“Iya eonni.” Balas Jiyeon.

 

“Annyeong chagi. Jangan telat nanti.” Ucap Jessica noona dan chu~ dia mengecup pipi Donghae hyung. Aku pun semakin ingin menjahili Jiyeon.

 

“Chagi, berdandanlah yang cantik nanti ya.” Ucapku dan chu~ aku mengecup kening Jiyeon. Jiyeon jadi salting. Wajahnya memerah. ‘Rasakan itu Jiyeon cerewettt !!’ Batinku.

Flashback End

 

Aku segera berjalan kekamar apartmentku dan berganti pakaian, kemudian melesat ke apartment Jiyeon.

 

Seung Ho POV END

 

———- MyungZy Couple ———

MyungSoo POV

 

Ternyata aku sampai duluan di lobi apartment Suzy. Tak berapa lama menunggu, Suzy menghampiriku.

 

“Mian MyungSoo, tadi ada problem sedikit.” Ucapnya.

 

“Ne, gwaenchana Suzy. Kajja, kita berangkat.” Balasku bersemangat.

 

“Ayooooo!” Teriaknya senang.

 

MyungSoo POV END

 

 

Author POV

 

MyungSoo mengajak Suzy menonton bioskop terlebih dahulu. Mereka menonton Twilight Breaking Down 2. Sesama menyukai film bergenre fantasi dan romance, mereka sangat menikmati film tersebut. Pukul 8 malam, film yang panjang itu belum juga selesai, karena takut kemalaman, dua insan tersebut meninggalkan ruang bioskop.

 

Author Pov End

 

MyungSoo Pov

 

“Suzy-ah, sudah pukul 8. Kita sudahi saja menontonnya. Film ini masih panjang. Aku mempunyai VCDnya di apartemenku, lain kali kita bisa menonton di apartemenku.”

 

“Ne, ayo MyungSoo. Aku juga ingin jalan-jalan malam.”

 

Aku dan Suzy keluar dari ruang bioskop. Aku ingin mengajaknya ke pinggir sungai Han. Sesampainya disana, Suzy terlihat begitu senang.

 

“Wahhh, indahnya ! Aku saja tidak menyadari kapan terakhir melihat indahnya sungai Han ini. Terima kasih MyungSoo, kau sudah mau menemaniku jalan-jalan. Aku senang sekali.” Ucap Suzy antusias.

 

“Ne Suzy, cheonma. Disini indah sekali. Oh ya, kita belum makan malam, ayo kita makan di cafe itu, dari sana sungai Han akan terlihat lebih indah.”

 

“Oke. Ayoo!” Ucap Suzy lagi.

—————————-

 

—- SeungJi Couple —–

Author Pov End

 

Seorang namja bernama Seung Ho sampai di pintu apartment seorang yeoja bernama Jiyeon. Setelah beberapa kali mengetuk, keluar Jiyeon yang mengenakan dress dari benang wol berwarna pink putih yang lembut dengan sepatu kulit coklat, juga mengenakan mantel kulit berwarna pink. Tas tali panjang berwarna coklat lembut disampirkan di lengan kirinya.

 

“Sudah siapkan? Kajja kita pergi, sunbae dan noona sudah menunggu kita di taman kota.” Ucap Seung Ho.

 

“Ne. Ayo.” Ucap Jiyeon tak bersemangat.

 

“Hey, ayolah. Jangan kau tekuk wajahmu. Tampakkan senyummu. Nanti mereka akan curiga.” Balas Seung Ho.

 

“Iya, kau tenang saja.”

 

Mereka bergegas menuju taman kota. Pada malam minggu seperti ini, sangat ramai pasangan di taman tersebut. Nampak satu pasangan sedang bersenda gurau di salah satu kursi panjang, pasangan Donghae-Jessica. Mereka menuju ketempat pasangan tersebut.

 

“Hey sunbae, hey noona.” Ucap Seung Ho.

 

“Hey Saeng-saengku. Kenapa lama sekali? Kajja, kita main-main dulu.” Balas Donghae.

 

Mereka berempat berjalan-jalan di taman. Karena taman tersebut menyediakan wahana permainan, mereka mencoba beberapa. Setelah bermain biang lala, mereka kelelahan. Sekarang sudah menunjukkan pukul 7 malam.

 

“Seung Ho-ah, kalian lanjutkan jalan-jalannya. Kita sudahi double date kali ini. Sangat menyenangkan. Kami ingin menikmati jalan-jalan berdua dulu, kalian pastinya juga kan? Have a good day.” Ucap Jessica dan pergi bersama Donghae meninggalkan pasangan Seung Ho-Jiyeon hanya berdua.

 

Author Pov End

 

Jiyeon Pov End

 

Setelah kedua seniorku menghilangkan, aku kembali menampakkan wajah kesalku. Bagaimana tidak, dari tadi tanganku selalu di genggam Seung Ho, dan selalu memaksakan aku tersenyum. Aisshhh, lihattt saja Seung Ho !!!

 

“Yahhh, Yoo Seung Ho !!!!!” Ucapku sedikit berteriak.

 

Kami sekarang berada di pinggir danau kota.

 

“Wae Jiyeon? Tidak senangkah?” (Seung Ho)

 

“Sudah tau begitu masih nanya.” (Jiyeon)

 

“Hahaaha, peace ! Damaii. Tolong jangan menatapku seperti itu. Lihat, kedua matamu seperti mau keluar.” (Seung Ho)

 

“Yaaa, aku tidak ingin bercandaaa!!!” (Jiyeon)

 

“Iya-iya. Santai, apa susahnya berpura-pura.” (Seung Ho)

 

“YOO SEUNG HO ! ” Teriakku sambil memukul lengannya.

 

“Yaa, sakit. Hentikan.” (Seung Ho)

 

Aku tidak menghentikannya, malah makin memperkuat pukulanku. Sehingga Seung Ho menghindar dan aku kehilangan keseimbangan, aku terjatuh dari dudukku dan spontan menarik salah satu lengan Seung Ho. Aku terbaring direrumputan dengan tepat Seung Ho berada di atas ku. Kami bertatapan lama, sampai Seung Ho mulai tersenyum. Aku akui, senyum Seung Ho kali ini senyum terindah yang pernah ku lihat~

 

TBC .

 

Hayyooo readers sayang.

Gimana? Gajekah? Atau kurang panjangkah? Ayooo, utarakan sama author dengan meng-comentnya.

Jangan lupaa ya readers, jangan jadi siders. Author sangat tidak menyukainya.

Hargai karya author dong.

Thankyuu~ .