Beranda

My Love is You [Part 2]

9 Komentar

Title : My Love Is You [Part 2] || Author : Candoit || Length : Continue || Genre : Romance, Comedy || Cast : Ji Yeon (T-Ara), Jinwon 2AM, Yunho(TVXQ), Eunjung (T-Ara), Soe-hyun(SNSD)

.

.

MY LOVE IS YOU®2013

Lagi

Iklan

[TOP 10 FFL CONTEST] CONUNDRUM

33 Komentar

Title : CONUNDRUM
Author : ddanghobak
Length : Oneshot
Genre : romance/drama/angst
Cast :
– Wooyoung (2PM)
– Ji Eun (IU)
– Nichkhun (2PM)
– Seulong (2AM)
– Taecyeon (2PM)

CONUNDRUM

{ Ketika perbedaan nasionalisme menjadi sandungan bagi sebuah kebahagiaan dan ketika takdir yang berbeda bertemu dan menciptakan masa depan yang baru. }

***

“TEMBAK!”

“Wooyoung-ah!” prajurit lain berteriak keras mengatasi kebisingan baku tembak di sekitar mereka. Desingan peluru memekakkan telinga, debu bercampur mesiu membuat mereka kesulitan untuk melihat jauh. Serangan dari Utara sudah berlangsung selama dua jam dan masih belum menunjukan tanda-tanda akan berhenti.

“Kapten!”

Prajurit yang dipanggil berlari menghampiri sang kapten. Ok Taecyeon dengan senapannya menunjuk ke arah timur, bajunya kotor penuh debu dan tanah, suaranya serak karena berteriak terus namun tetap penuh autoritas seperti biasa, “Kita kekurangan orang! Pertahankan pos 7!”

“Siap, kapten!” seru Wooyoung sambil memberikan salut, ia mendekap senapannya di dekat dada dan segera berlari secepat mungkin ke arah yang dimaksud sang kapten. Ia tak tahu lagi posisinya di mana, debu dan pasir menggesek kulitnya sementara ia meringkuk pergi ke tujuan. Pos tujuh hanya berjarak dua ratus meter dari posnya sekarang, namun di tengah-tengah serbuan ratusan peluru, dua ratus meter terasa sangat jauh. Terlalu jauh.

“Nickhun!” teriak prajurit itu ketika tangannya sudah menyentuh dinding pos tujuh—tempat sahabatnya bertugas. Ia menegakkan tubuhnya dan mengarahkan pistolnya ke seberang—tempat tentara Korea Utara berada. Dua tembakan lepas dari senapannya. Ia tidak menyangka dalam giliran jaganya di DMZ (Demilitarized Zone—zona perbatasan antara Korea Utara dan Selatan) akan terjadi baku tembak begini. Terakhir yang ia ingat adalah ia sedang mengamati garis perbatasan dengan teropong sebelum suara tembakan pertama terdengar.

“Wooyoung!”

Suara sahabatnya terdengar memanggilnya. Ia berlari ke depan pos, darimana suara Nickhun terdengar. Matanya memicing, mencari sosok di tengah-tengah kekacauan yang terjadi.

“Nickhun!”

“Arah jam dua!’

Prajurit itu berlindung di balik tembok rendah sepuluh meter dari pos. Ia mengutuk keras sambil melihat ke balik tembok. Ia mengambil nafas, berusaha untuk menenangkan jantungnya yang berpacu dan mempersiapkan senapannya. Wooyoung mencengkram laras senapannya kemudian berlari menuju arah Nickhun. Pekuru berdesing di atas kepalanya, suara ledakan dan teriakan membuat ia tidak bisa lagi mengandalkan indera pendengarannya. Wooyoung menembakan beberapa peluru asal-asalan ke arah pos Korea Utara, berharap ada setidaknya satu tembakan beruntung yang mengenai pihak lawan.

Tangannya gemetar—meskipun sudah bersiap untuk menjadi tentara, ini pertama kalinya ia menghadapi perang sungguhan. Jantungnya berpacu, tekanan yang ia rasakan jauh berbeda dengan sangat latihan. Ia bisa mati di sini.

Ia bisa mati.

Ironisnya, justru saat ia berpikir tentang kematian kejadian itu terjadi. Begitu cepat hingga ia hampir tidak merasakannya, sekilas ia pikir ia melihat Nickhun di kejauhan lalu kemudian ia merasakan tubuhnya terlempar karena dorongan peluru yang menembus bahunya. Ia bahkan tidak merasakan sakit, seakan inderanya lumpuh begitu saja. Mati untuk Negara adalah prestasi tertinggi seorang prajurit.

Wooyoung terjatuh dengan kepala terlebih dahulu membentur tanah—kemudian hitam. Lagi

[Adam Couple] Do You Still Love Me? (Part.2-End)

30 Komentar

Annyeooongg!!!

huwaaaaaaaahhh!!! akhirnya FF ini selese jugaaa !

Okee, sebenarnya aku punya alasan kenapa aku memposting lanjutannya ini lama bangeett. 😀
karena eh karena, aku sudah menyelesaikan FF ini sebelumnya, dan di saat aku mau posting… FILE NYA ILAAANGG!!
oh meeenn, itu bencana tragis abiss.. -____-”

setelah jungkir balik di kasur, merintih dan merinding, telpon sana sini cuman buat curhat, donlot sofwer apapun buat nylametin data *dan ga berhasil*, serta membuat heboh para author yang lain di fesbuk… aku tidak punya semangat menulis. hiks. T____T

dan setelah bekerja keras mengembalikan mood, aku mulai menyusun FF ini kembali. Perjuangan keras lhooo iniii… XD

Jadiii… FF ini akan aku persembahkan untuk DictaVIP dan Tam P. yang sudah menyemangatiku tanpa henti.
hiks. eon terharu nak… 😀

oya, sebelum kalian membaca cerita ini, mungkin lebih baik lagi kalo kalian baca ulang Part 1 nya. biar feel nya dapet gituu…
tapi kalo nggak ya nggak papa. hha…

sudahlah, curcol mulu nih…

Happy reading!

———————————————————————

Ga In POV

Kamu tahu, aku berusaha sangat keras untuk melupakanmu…

***

Aku meringkuk di kasur, di kamar ku. Tanganku memeluk lututku dan menatap jendela di samping kasurku dengan tatapan kosong. Hujan. Rintik air itu turun dengan deras, seakan ikut menghukumku. Dan aku di sini, terdiam, tak tahu harus melakukan apa untuk menghempaskan rasa bersalahku, kesakitanku, dan perasaan cintaku…

Aku tak bisa berhenti mengingatnya. Tak bisa walau hanya sedetik pun. Sekeras apapun aku melupakannya. Dia orang yang lucu, kekanakan, penuh ekspresi dan kejutan. Orang yang sangat sabar, walau aku sering menggodanya. Orang yang tetap baik padaku, walau aku selalu bersikap jahat padanya.

Aku tak bisa berhenti mengingatmu, Kwon-ah…

Air mataku mulai jatuh ketika mengingatnya. Mengingat semua kebaikannya kepadaku.

Aisshh… Gain, buat apa kamu menangis? Bukankah dia hanya lelaki manja yang selalu menyusahkanmu? Bukankah itu yang selalu kamu katakana pada dirimu sendiri? Kenapa kamu masih menangisinya? Kenapa kamu masih mencintainya, Son Gain? Kenapa kamu masih menyesali semua perbuatan kejammu padanya? Lagi

[Adam Couple] Do You Still Love Me? (Part.1)

30 Komentar

Anyeeooongg ! saya kembaliii !! 😀

sumpah, aku kangen banget sama yg namanya nulis. bahkan waktu belajar buat ujian yang aku pikirin malah cerita ini! astajiiimmm… -___-”

ngomongin ujian, benernya bseok hari terakhir aku exam. tapi karena ujian yg tadi itu super duper susah dengan bahan yang super duper banyak dan membuat mataku melebihi baby panda Seungri, udah selesaiiii… jadi aku berasa agak legaaa…
hahaa…

oiya, inget doongg sama couple yg iniii… couple lama yang waktu mereka pisah itu bikin aku nangis darah. huhuuhuu..
dan cerita ini, sebenernya uda kepikiran sejak lama. tapi aku baru aja nulis sekarang.
hehee..

ya sudah yaa… happy reading ! 😀

—————————————————————————————————-

Jo Kwon POV

Aku mencintainya. Sangat mencintainya. Bahkan setelah tiga tahun kami berpisah.

***

Aku memandang jendela kamarku. Tak melakukan apapun, hanya mengingat seseorang. Seseorang yang sangat luar biasa untukku. Seseorang yang mampu berjalan bersamaku yang kekanakan ini selama setahun tiga bulan. Seseorang yang usil, senang sekali mengagetkanku, tapi juga sosok yang dewasa. Seseorang yang sangat aku cintai. Bahkan setelah sekian lama kami berpisah.

Son Gain noona.

Aku memandang ke bawah jendela. Sambil memandang jalanan, aku berusaha membuat suatu halusinasi. Halusinasi yang sangat indah. Aku menghilangkan semua gambar manusia yang berlalu lalang di sana, membuatnya seolah jalanan itu sangat sepi, tanpa manusia. Dan kemudian di bawah sana ada Gain noona, tersenyum padaku. Tangannya melambai padaku memberikan tanda bahwa dia ada di sana. Tentu saja aku bisa melihatnya. Karena aku bahkan bisa melihatnya walau hanya bayangannya yang tersisa. Dia memeluk suatu kertas besar yang aku tak tahu itu apa. Lagi

FFLA : Terkonyol, Terkocak, Terasik

46 Komentar

Title : FFLA: Terkonyol, Terkocak, Terasik

Genre : Humor (mungkin garing…)

Rating : PG-13/PG-15

Casts : Temukan sendiri di dalam…

Disclaimer (di dua chapter sebelumnya ketinggalan terus, nih) : Semua casts bukan punya saya. Eh, kecuali Hyo Sun, ding. Dia salah satu OC saya. Oh, plot cerita punya saya juga.

WARNING : Bahasa tidak baku, penyiksaan terhadap casts dan penuh dengan hal-hal gaje di dalam.

A/N : Hola semuanya~! Saya kembali dengan ff nggak jelas ini. Muahahah! Adakah yang nungguin ff ini muncul? (Nggak bakalan ada. PD gila lo!)

Ah, maaf kalo saya cuman bisa posting ff seminggu sekali. Berhubung tugas sekolah saya numpuk banyak banget. Jadi, terpaksa saya ngetiknya nyicil dikit-dikit.

Jadi, daripada saya malah makin banyak ngomong nggak genah lagi. Yok, mari kita baca ceritanya…

Happy Reading~ Dan jangan lupa comment!

Lagi