Beranda

[Free Writer] You’re Mine!

18 Komentar

Title :      You’re Mine!

Author :  Meulu Primananda (LaaaadyDJ)

Lenght:  Oneshoot (4.470 words)
Genre:   Romance, Angst, AU

Rating : PG15

Cast :     Kang Soo Kyo – OC’s / YOU

JoTwins – Boyfriend

Disclaimer : This ff and plot 100% mine! Jotwins belong to their parent and youngmin belong to me. Well, ff ini dulu pernah diikutin lomba walaupun bukan juara umumnya *?*. Coment please~

Summary :

Because you’re mine, and always mine~ (Meulu)

SooKyo POV

Aku berjalan pelan menyusuri jalanan taman bunga di pulau Nami, suasana musim gugur masih terasa walaupun sekarang sudah memasuki awal musim dingin. Kupererat jacket yang kukenakan untuk menghalau udara dingin menyentuhku. Langit mulai berwarna jingga pekat tertanda malam sebentar lagi akan datang. Aku menghela nafasku, salahkah aku kembali ke sini? Satu-satunya alasan aku mau menempuh perjalananan selama satu jam empat puluh menit dari seoul hanya karena namja itu. kami tidak berjanji sebelumnya untuk kembali bertemu disini, hanya saja perasaanku mengatakan aku harus kesini.

Apa kalian penasaran dengan namja itu? apa kalian ingin tau kenapa aku bersusah payah ke pulau indah ini? Aku akan menceritakannya jika kalian berjanji tak akan bosan dengan ceritaku.

Namanya Jo Youngmin, namja enam belas tahun yang tampan dan rela merubah warna rambutnya menjadi pirang/gold demi bisa kubedakan dari saudara kembarnya. Namja yang manis namun sedikit dingin dan mudah tersinggung, memiliki sisi kepemimpinan yang baik, penyuka Winnie the pooh dan warna biru, dan juga namja yang selalu marah jika dibanding-bandingkan dengan saudara kembar berbeda-enam-menitnya, Jo Kwangmin.

Baiklah, kurasa aku sudah terlalu banyak mendeskripsikan tentang kepribadian namja itu. kalau boleh aku berbangga sedikit, dia itu Namjachinguku. Kalian boleh heran kenapa namja seperfect itu –setidaknya dimataku- mau menjadi pacarku yang notabane nya hanya seorang gadis biasa yang jelek, sedikit gendut, dan pendek serta berkulit coklat karena aku bukan orang korea asli. Jangankan kalian, aku sendiri saja masih heran dengan apa yang kualami. Anggap saja percikan kembang api keberuntungan dari malaikat didunia atas mengenaiku sehingga aku bisa mendapatkan namja setampan itu. Lagi

Iklan

[Free Writer] Still

4 Komentar

Still…..

Author: Thirteencatyas

Cast:

–          Shim Hyunseong, Lee Jeongmin and Kim Donghyun from Boyfriend

–          Jung Hageum

Length: Oneshoot

Rate: SU

Genre: Sad

Kalau aku lihat dia….. rasanya hanya bisa tersenyum pahit. Seringkali aku teringat saat-saat kami bersama tertawa bercanda….. masih terasa sentuhan sentuhan lembutnya, bisikan-bisikan suaranya yang menggetarkan gendang telingaku…. Semuanya begitu indah. Begitu yang selalu Donghyun sunbae bilang beberapa bulan yang lalu, ketika hubungan dengan yeoja chingu nya berakhir…

Punya kekasih tidak selamanya menyenangkan, terkadang kalian harus berpisah untuk kebaikan di kedua pihak. Tapi itu bukan akhir dari dunia kan? Kalian masih bisa berteman. Jeongmin mengatakan hal itu sesudahnya dengan senyum khas yang menenangkan hati…. Dia memang chingu pembuat suasana diantara kami bertiga. Entah kenapa aku tiba-tiba teringat akan perkataan itu….

Ah….. mungkin karena perkataan Hyunseong tadi pagi, perkataan yang membuatku tertegun…

Mianhae…… kita sudahi saja ya sampai disini?

  Lagi

[Free Writer] Story Before We Married

5 Komentar

Title            : Story Before We Married

Author       : Intan Fitya  a.k.a  Song Hye Jin

Main Casts :

  • Song Hye Jin (OC)
  • No Min Woo (boyfriend)

Other Casts         :

  • Lee Gi Kwang
  • Park Bo Young
  • Bora (sistar)
  • Member boyfriend

Genre         : Romance

Rating        : PG-15

Length       : One Shoot

 

-Hye Jin POV-

Aku berdiri. Mataku terbuka lebar menatap tubuhku yang di balut gaun putih ala putri di depan cermin tinggi. Sudah lengkap rasanya heels tinggi, mahkota yang super besar di kepalaku, dan satu buket bunga untuk ku lempar nanti.

Kemudian min woo memasuki ruangan..

“aigoo.. siapa agasshi ini? Cantiknya..” katanya sambil tersenyum

Sama seperti ku, kalo aku bagaikan putri dia bagaikan pangeran, tuxedo hitamnya pasti akan membuat tamu terpesona nantinya.

“wheyo?” dia menatapku sedikit aneh.

“ani..” aku hanya menunduk.

Dia mendekap tanganku, dan menyuruh cordi eoni untuk melepaskan mahkotaku yang super berat itu.

“cordi noona, masih ada waktu sebentar, bisa lepaskan ini, kasihan dia keberatan, hahaha..” tawanya

Sementara dia tertawa, jantungku berdegup kencang.

“kajja..” teriaknya

“mau kemana?” Lagi

[Free Writer] I am Waiting For You (Part 3)

4 Komentar

author: Park ha rin

title: iam waiting for you part 3

genre: romance

main cast: kyuhyun (super junior)

Shin Ha seul

minwoo (boyfriend)

 

support cast: Dong hae (super junior)

lee hye soo

 

KyuHyun POV

aku terus mengikutinya. langkahku terhenti ketika Ha seul-ah berhenti di bangku taman. aku berdiri agak jauh darinya. aku ingin menghampirinya, menenangkannya, memberinya semangat, dan meringankan masalahnya. tapi, aku tidak bisa. aku sudah berjanji kepada minwoo untuk tidak mendekati ha seul-ah. aku diam sejenak, memandangi  ha seul-ah yang masih menangis. kenapa ia menangis? hatiku juga merasa sakit jika ha seul menangis. akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkannya. aku sudah berjanji pada minwoo-ah, dan aku tidak boleh melanggar janji itu. lagi pula minwoo pasti akan datang, menenangkan ha seul-ah dan ha seul-ah lebih mengharapkan minwoo yang datang menenangkannya, bukan aku.

 

Dong Hae POV

aku baru saja datang bersama yeojachinguku, yaitu hye soo-ah, ketika melihat kyuhyun-ah berjalan dengan muka yang masih kusut sama seperti kemarin sore.

“hai, cho kyuhyun!” sapaku padanya

 

“annyong, kyuhyun-ah” ucap hye soo mengikutiku. tapi kyuhyun sama sekali tidak menggubris sapaanku dan hye soo-ah. dia terus berjalan dengan gontai. aiishh, dia kenapa sih?

Lagi

[Free Writer] I’m With You (Songfic)

11 Komentar

Title :      I Am With You (SongFic)

Author :  Meulu Primananda (LaaaadyDJ)

Lenght:  OneShoot/Ficlet (2.153 words)
Genre:   Romance, AU, Little Family.
Cast :      Lee Chae Ahn (OC/You)

JoTwins

Summary  : I don’t know who you are but I’m with you!

Disclaimer : The plot of this songfic 100% mine! If you already read this songfic, it mean you read in my personal wp: www.Itsmemeulu.wordpress.com  and 2 fanfic blog! if you see this songfic in other blog/fb, please tell me. Aku tau kalo songfic ini jelek, tapi tolong hargai author dengan coment yang kalo bisa jgn cuma satu atau dua kata, thanks.

For reader, happy reading J

For Plagiator, GTH!!! J

ENJOY J

~I am standing on the bridge

I’m waiting in the dark

I thought that you’d be here

By now~

     Udara malam yang dingin terasa menusuk di sela-sela kulitku yang bebas dari lindungan jacketku, kucoba untuk menahan udara dingin dengan mengeratkan jacket dan memeluk tubuhku sendiri.

Disinilah aku, diatas jembatan kayu penghubung dua daratan yang dihalangi oleh sungai besar yang mengalir deras dibawahku. Aku mendesah dan menatap nanar kesungai besar itu. semua terasa bertambah berat bagiku, aku bahkan tak yakin bisa menghadapi hidupku sendiri. Aku membutuhkan suatu pegangan, topangan untukku menjalani hari-hariku. Aku berharap, menunggu seseorang akan menemukanku dan berbaik hati menjadi peganganku saat ini. langit malam tertutup awan mendung membuat cahaya bulan hanya tersisa sedikit ketika mengenai bumi dan menyinarinya, kelam.
Lagi

[Free Writer] The Story Only I didn’t Know (Piano)

12 Komentar

Title :      The Story Only I didn’t Know (Piano)

Author :  Meulu Primananda (LaaaadyDJ)

Lenght:  OneShoot (6.455 words)
Genre:   Mystery, Friendship,Angst, Little bit Romance, AU.
Cast :      Han Jaesun/Jung Gina – Oc’s or YOU

Lee Jeongmin – BoyFriend

Gong Chanshik – B1A4

Jotwins & Donghyun – BoyFriend (Cameo)

Other cast just Cameo

Ps :    AU! Aku tau kalo Donghyun lebih cinta ke Piano, tapi feel aku lebih dapet ke Jeongmin, mian. Warning : Perusakan karakter (Maybe?)

Summary  : When this mind going crazy by YOU!

Aku berjalan di sekitar koridor sekolah. Malam ini aku telat pulang karena ada yang harus aku selesaikan terlebih dahulu di kelas seni rupa. Langkah kakiku terhenti ketika mendengar lantunan musik piano klasik dari arah kelas musik. Gabungan nada yang terdengar sangat indah, namun  aku merasakan ada kesedihan yang dalam diantaranya. Kuberanikan diriku mendekat ke pintu kelas musik. Lampu ruangan itu menyala, aku membuka pintu kelas perlahan dan mengintip kedalam. Kulihat seorang gadis yang memakai seragam sekolahku sedang terduduk di depan sebuah piano klasik yang ada di situ. Seketika ia berhenti bermain dan menoleh ke arahku dengan tatapannya yang kosong. Dug, jantungku dan pikiranku berhenti bekerja beberapa detik setelah melihat wajah gadis itu. Manis. Sedetik kemudian aku tersadar dan dengan cepat menutup kembali pintu kelas kemudian berlari turun secepat mungkin. Detak jantungku memburu, tapi bukan karena takut. Entah kenapa aku sama sekali tidak merasa takut dengan apa yang baru saja terjadi. Yang kurasakan lain. Sesuatu yang membuat jantungku berdetak lebih cepat itu berbeda.

Aku sampai di halaman sekolah, dadaku sedikit sesak dan nafasku masih memburu. Aku berhenti sebentar dan mengatur nafasku agar kembali normal. Kudongakkan kepalaku untuk melihat ke lantai 3,tempat ruangan seni dan musik. Gelap, semua lampu kelas mati. Aku menggelengkan kepalaku cepat mencoba meyakinkan diri bahwa tadi aku hanya berhalusinasi. Setelah nafasku teratur, aku melangkahkan kakiku meninggalkan sekolah dan pulang ke rumahku.

*** Lagi

[FREE WRITER] Happiness

13 Komentar

Title : Happiness [No Minwoo POV]
Author : Cho Sunnie (@anisanis_)
Length : Oneshot
Genre : romance, sad
Main Casts : No Minwoo (Boyfriend) and Cho Eun Sun as YOU
Support Casts : Jo Youngmin and Jo Kwangmin (Boyfriend)
Rating : PG-13

^^ ~Happy Reading~ ^^

Sudah seminggu ini aku selalu melihatnya, setiap hari, setiap pagi, bahkan jika beruntung aku juga bisa melihatnya sore hari saat aku pulang sekolah.

Berkat dia aku tak marah lagi pada appa karena sering pindah tempat tinggal dan pindah sekolah karena pekerjaan appa. Aku sangat bersyukur sekarang bisa tinggal di daerah ini, walau tak seramai dan semewah tempat tinggalku yang dulu, tapi tempat ini lebih indah, sosoknya membuat tempat ini menjadi lebih indah ratusan kali lipat.

Berkat dia aku jadi makin semangat berangkat sekolah, karena bila aku marah dengan appa dengan cara tak mau berangkat sekolah maka aku tak akan melewati rumahnya dan itu artinya aku akan melewatkan pemandangan sangat indah, yaitu senyumnya.

Berkat dia aku jadi mempunyai alasan untuk hidup lebih lama, walau hidup dalam kesendirian di rumah yang sering kosong dan selalu sunyi, tapi hanya dengan satu senyumnya seolah itu adalah energi untukku agar tetap hidup dan tak menyusul omma yang sudah bahagia di alam lain.

Seminggu yang lalu, tepat saat hari pertama aku akan pergi ke sekolah baruku, pertama kali aku melihat senyum seorang yeoja cantik, bukan maksudku sangat cantik. Senyuman yang sangat tulus dan polos. Senyuman yang seolah menjadi candu bagiku, yang setiap hari selalu ingin kulihat dan aku akan merasa tak bertenaga seharian saat tak melihatnya. Dan kabar buruknya hari ini aku tak melihatnya.

Ya ini hari Minggu, sekolah memang libur tapi aku tak ingin ada kata libur untuk melihat senyumnya. Aku sudah menunggu lama di tempat persembunyianku seperti hari biasanya, tapi ia tak kunjung membuka jendela kamarnya.

Biasanya setiap pagi ia selalu membuka jendela kamarnya lalu menangkup sebuah origami berbentuk burung dengan kedua tangannya sambil menutup mata dan tersenyum, kurasa ia sedang mengucapkan sesuatu dalam hatinya, entah apa itu, dan aku sangat ingin tahu apa yang diucapkannya dalam hati. Setelah kurasa ia selesai mengucapkan sesuatu dalam hatinya ia membuka matanya dan dapat kulihat itu adalah mata yang sangat indah yang pernah kulihat, mata yang berkilau memancarkan suatu harapan besar, entah harapan apa. Setelah sedikit menghembuskan nafas, ia melepaskan genggamannya dari origami berbentuk burung itu dan akhirnya benda itu jatuh ke jalanan di depan rumahnya, lalu ia pun menutup kembali jendela kamarnya.

Mungkin memang ada baiknya juga ada hari libur untuk melihat senyumnya, karena dengan begitu perasaanku untuk melihat senyumnya semakin besar, aku menyukai perasaan ini dan kurasa ini yang dinamakan rindu. Dan ini membuatku semakin semangat untuk berangkat sekolah di hari Seninnya. Aku juga suka perasaan yang tiba-tiba rasanya darahku berdesir dan jantungku berdetak lebih kencang seakan ingin lompat keluar dari tempatnya saat melihat senyumnya.

Ya, kurasa seperti yang kukatakan tadi, senyumnya sudah menjadi sebuah candu bagiku…

Dan seperti hari biasanya, kecuali hari Minggu, sekarang aku mengambil origami berbentuk burung yang ia lempar ke jalanan. Ia membuatnya dengan sangat rapi, aku tersenyum lalu memasukkan benda ini ke dalam tasku dengan hati-hati seolah ini terbuat dari kaca dan mudah pecah.

Sudah hampir sebulan aku melakukan kegiatan ini, dan sudah puluhan origami berbentuk burung miliknya yang aku pungut di jalan dan sekarang menghiasi kamarku. Ya kurasa memang aku terlalu pengecut untuk sekedar menyapanya, tidak, bahkan muncul di hadapannya saja aku tak berani. Bisa saja kan saat ia membuka jendelanya aku muncul di depannya dan tersenyum kepadanya. Ah tapi aku takut, aku takut bagaimana jika ia menganggapku orang aneh. Orang aneh yang setiap hari mengintipnya hanya untuk melihat senyumnya dan jadinya ia takut lalu tak melakukan lagi kegiatan rutin setiap paginya. Tidak, kurasa lebih baik aku tak diketahui olehnya daripada aku tak melihat senyumnya lagi.

“ya! Kau sedang apa Minwoo-ah? Ini apa?” tanya Youngmin yang tiba-tiba sudah duduk di sebelahku dan sekarang merebut origami berbentuk burung yang bagiku sangat berharga.

“ah kau mengagetkanku, kembalikan” balasku sambil berusaha mengambil kembali burung itu.

“aniyo sebelum kau cerita padaku, kau tau dari tadi kau melamun bahkan kau tak sadar kan kalau tadi hampir saja ada bola baseball yang mendarat di dahimu, kau harus berterima kasih padaku kalau tidak ada aku kau sudah berubah jadi jelek dan fans-fansmu akan kabur” ujar Youngmin sambil menjauhkan burung origami itu di balik punggungnya dan mengacungkan bola baseball yang ada di tangan kanannya.

“Youngmin-ah! Lempar ke sini bolanya!” seru Kwangmin yang berada di depan kelas bersama teman-teman yang lain, ck mereka ini, bagaimana bisa bermain baseball di dalam kelas?

“ah ne! tangkap ini!” balas Youngmin sambil melempar bolanya dan berhasil ditangkap dengan baik oleh Kwangmin dan bersamaan dengan itu ia berseru “gomawo!”

Aku baru sadar ternyata kelas ini sangat ramai dan pertanyaannya adalah bagaimana bisa aku tak sadar dan pikiranku terus fokus pada yeoja itu? Selain para namja yang bermain baseball di depan kelas, di sisi yang berseberangan denganku duduk segerombolan yeoja yang sedang mengobrol dengan heboh dan tertawa-tawa. Dan entah ini perasaanku saja atau memang kenyataannya, saat aku melihat segerombolan yeoja itu, mereka semua tersenyum padaku. Walau mereka tersenyum semanis apapun, dan seberapa banyak yeoja yang tersenyum padaku tapi aku rasa biasa saja dan tak ada yang bisa menandingi senyuman yeoja origamiku. Haha nama yang konyol ya? Atau aku sebut saja ia yeoja pagi? Atau… malaikat? Ah dia tak punya sayap, padahal ia sangat cocok menjadi malaikat. Atau kusebut ia peri ya? Peri pagi? Peri senyum? Peri manis? Peri origami? Peri burung? Haha aku ingin terbahak karena pikiran anehku ini. Ini akibat aku tak tahu namanya -.-

“ya! Ya! Kau ini kenapa tiba-tiba tersenyum sendiri?” tanya Youngmin, teman sebangkuku, membuyarkan pikiran konyolku.

“ah.. tak ada apa-apa, o ya cepat kembalikan origami burungku tadi” ujarku datar sambil berusaha menyembunyikan senyumku.

“ah baiklah jangan menatapku seperti itu” balas Youngmin sambil menaruh origami burung tadi di atas meja kami. Eh? Memang aku menatapnya bagaimana? Biasa saja menurutku -_-

“huh aku heran, bagaimana bisa kau yang pendiam dan berwajah dingin ini bisa disukai banyak yeoja, apa semua yeoja suka namja sepertimu ya? Ah kalau begitu kapan namja sepertiku juga bisa menjadi idola?” oceh Youngmin sambil memajukan bibirnya, ck teman sebangkuku ini sungguh seperti anak kecil.

“ah ya kau memang pintar sih, tapi kan tetap saja kau dingin, bahkan berbicara denganku saja jarang, saat ada yeoja yang mengajakmu berbicara kau malah menghindari mereka, ck.. kau ini… masih normal kan Minwoo-ah?” lanjutnya dan sekarang setelah ia menyelesaikan kalimat terakhirnya yang menurutku sangat konyol itu ia menggeser kursinya menjauh dariku dan aku memukul pelan kepalanya dengan buku karena tingkahnya itu.

“ish.. appo..” ringisnya pelan.

“aku normal Youngmin-ah, apa kau perlu bukti?” tanyaku setelah lama ia terus yang membuka mulutnya

“bukti? Hmm ne kau harus mengenalkan yeojachingumu, ah tapi itu gampang ya, kau bisa saja pura-pura mempunyai yeojachingu, kau bisa meminta bantuan dari para fansmu, huh itu tidak akan menjadi bukti yang kuat. Ah aku ingin sekali menjadi sepertimu, bahkan yeojachinguku saja dulu juga menyukaimu, huh untung saja aku tangguh dan tak kalah tampan jadi bisa menjadi namjachingunya.” jawabnya panjang lebar, astaga ayolah aku tadi hanya berbicara satu kalimat kan? -_-

“kau salah.. aku tak suka dengan diriku sendiri” ujarku lirih, ya kurasa aku butuh seorang teman saat ini.

“mwo? Wae?” balasnya cepat seakan tau kalau aku akan bercerita dan sekarang ia mendekatkan kembali kursinya. Lagi

Older Entries