Title : Friend Is Love
Author : amartinaa
Length : Oneshot
Genre : Romance
Cast :
Choi Minho ~ Cho Yudi ~ Cho Kyuhyun
Park Jungsoo, Choi Siwon, Han Geng, Kim Kibum, Lee Donghae

Sekolah pulang lebih awal hari ini, memberi kebahagiaan besar bagi hampir semua murid SMA Hakwon. Hanya satu murid yang tidak merasakan euforia yang sama. Cho Yudi. Karena jika sekolah usai lebih awal, dia hanya akan mendapati pemandangan yang sama: pertengkaran kedua orangtuanya. Selalu begitu. Setiap hari. Jadi yang Yudi lakukan sekarang adalah melamun di sebuah bangku panjang di utara jauh gedung sekolahnya. Hanya melamun dan sendirian.

“Meratapi nasib?” tanya seseorang yang berdiri didepan Yudi sambil menyodorkan sekaleng sari buah yang dingin. Yudi mendongak dan tersenyum sambil menerima minuman itu tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan temannya.

“Aku tidak punya teman,” sahutnya ringan, sama sekali tidak berhubungan dengan pertanyaan temannya.

“Atau tidak ingin punya,” timpal murid laki-laki itu.

“Bukannya tidak ingin. Hanya saja aku lelah jika harus bercerita tentang hidupku yang malang kepada temanku sekedar untuk meminta pengertian dan penerimaan mereka akan diriku. Belum lagi saat mereka juga harus mengalami hal buruk karenaku.”

“Kau masih menganggap dirimu pembawa sial?”

“Tidak. Aku tidak pernah menganggap diriku pembawa sial. Aku hanya tidak ingin menyeret orang lain ke dalam masalahku. Aku tidak ingin minta maaf untuk sesuatu yang tak kuinginkan untuk terjadi.”

“Kau tidak pernah minta maaf padaku.”

“Kau sendiri yang menyeret dirimu dalam masalahku.”

Kemudian mereka tertawa. Menertawakan sesuatu yang tidak lucu. Karena terkadang beban kita akan sedikit terangkat ketika kita berani menertawakan diri sendiri.

“Baiklah. Aku akan meninggalkan dirimu sendirian agar tidak terlalu menyeret diriku sendiri. Jika kau butuh seseorang, carilah aku,” ujar murid laki-laki itu sambil menepuk pelan bahu Yudi sebelum beranjak pergi.

“Minho-ya!” Murid itu menoleh. “Terimakasih,” ucap Yudi seraya mengangkat kalengnya yang hampir habis. Minho tersenyum dan melanjutkan langkahnya. ***

Malam makin merayap dan jam di tangannya menunjuk angka 9.35 saat kakinya hampir sampai di rumahnya. Yudi memperlambat langkah. Andaikan aku tak harus pulang.

“Wanita rendah bodoh! Apa kau tidak bisa mengurus rumah? Apa aku harus selalu memarahimu untuk membuatmu mengerti tentang tugasmu? Pergi dari rumahku!” Lagi