Beranda

Great Confession (Part.3)

47 Komentar

(Prolog) (Part 1) (Part 2)

Annyeoong!

Sejujurnya, aku seneeengg bangett karena fflovers sekarang udah mulai terkenal dan banyak yang berkunjung. Kemaren aja kata dongsaengku blog ini masuk di peringkat 88 blog teratas.

Wow!! It’s very surprise to us!

Tapi kenapa oh kenapaaa… yang komen di FF ku ini cumin para readers setia yang emang udah nangkring di fflovers sejak dulu. Lho, readers baru nya manaaa?? 🙂
kok jadi para silent readers yaaa?

Chinguu, mungkin ini cumin curcol dari seorang author, tapi komen kalian itu sangat berarti lhoo bagi kami, para author. Jadi nggak cuma aku, tapi juga author yang lain. 😉

Jadi please bangeett, bagi semua mua yang baca FF ku ini, dan mungkin FF-FF yang lain, please bangett untuk tinggalkan jejak buat kami. Nggak susah kaaan buat menyisakan waktu kalian beberapa menit untuk nulis sedikit komen? Hhe.. 😀

Oh ya, selain berita ituu, di akhir aku akan mengadakan kuis kecil yang mengasah otak. Jadii… siapkan diri kalian untuk membaca sampai akhir. 🙂

Mian banyak curcol yaa.. ^^

Enjoy reading~~!

___________________________________________________________

 

Normal POV

Tok… tok…

“Seungri-ah…” Dara membuka pintu dan memasuki kamar Seungri tanpa menunggu jawaban dari pemilik kamar itu. Langkah kakinya mendekati kasur tempat Seungri yang tersenyum ke arahnya. “Bagaimana keadaanmu hari ini?”

“Bosan! Aku benar-benar bosan di sini, noona!” Seungri langsung berceloteh sambil memandang Dara dengan tatapan memelas. “Ayolah pulang, noona…”

Dara meletakkan tasnya di meja samping kasurnya dan mengupas apel yang tergeletak di meja yang sama. “Aku kan tidak pernah melarang kamu pulang. Kan dokter yang tidak memperbolehkanmu pulang. Memelaslah pada dokter. Arasseo?” senyumnya mengembang dan tangannya bergerak mengacak-acak rambut dongsaengku itu. Lagi

Iklan

Great Confession (Part.2)

39 Komentar

(Prolog) (Part 1)

Annyeeooongg !!

Huwaahh… akhirnya saya kembali lagi dengan Great Confession. Hha.. 😀

Dan seperti biasa, kuliahku itu semakin seperti monster. Hari ini praktek, besok ujian. Dan selalu seperti itu. -___-‘’
jadii… aku baru bikin ketika weekend dimulai. Dan setelah diobrak abrik sama salah satu readers, Diyan Yuska. Hha…

Mian yaa lamaa.. 😀

Yapp, daripada berlama-lama dengan authornya yang nggak penting, langsung aja baca FF nya yang penting abiss ! *apaan sih?*
hha..

happy reading !

______________________________________________

Aku tak bisa mengalihkan pandangan mataku darinya. Tidak sedikit pun. Walau di orchestra ini aku adalah pemain biola kedua, dengan tempat paling tidak strategis sedunia untuk melihatnya memainkan tongkat konduktornya naik turun dengan lihai. Aku tidak bisa leluasa menelisik wajah maupun tubuhnya, terhalang oleh pemain-pemain biola yang lain yang berada di depanku.

***

Sandara POV

Beethoven’s Symphony No. 7 in A major.

Karya yang berirama seperti mars, penuh semangat dan keceriaan nada yang naik turun dengan cepat. Dimulai dengan vivace, tempo yang sangat cepat seolah menari, kemudian menjadi allegretto yang paling lambat, lalu dengan cepat berubah menjadi presto yang bahkan lebih cepat dari vivace dan berakhir di allegro yang lambat,walau masih lebih cepat dibandingkan allegretto. Lagi

(Spesial Daesung B’day) (One Shoot) Love Skating

57 Komentar

Annyeeooongg!!

Okee, ini FF request dari Zants, sebagai pemenang Sad Harmony yang satu lagi dalam merayakan ultah Daesung tanggal 26 April kemarin.

Mian, karena baru nge-post sekarang. Beneran deh, aku sibuuuukk bangeeettt!!!

Dan… untuk FF ku yang lain, kemungkinan juga agak lama nge-postnya. Aku bener-bener sibuk sekarang, dan senin besok aku sudah ada ujian lagi. Hiks.

Jadiii… sabar menunggu yaaa… ^^

Udah ah, selalu deh author yang ini curcol mulu. -_____-‘’

oya, FF di sini ringan bangeett, berasa bikin teenlit deh. well, agak susah juga bikinnya. cz seringnya kan aku bikin yang agak ‘berat’, yang pake nangis2 . wkakakakak. 😀

Happy enjoying yaa!! ~~^^

________________________________________________________

Kim Soo Hwa POV

Kaki-kakiku menari lincah di atas es. Senyumku mengembang melihat penonton di tepi arena yang terpukau melihat atraksi yang terus kutampilkan di hadapan mereka. Berbagai gerakan sulit aku mainkan tanpa ragu. Mula-mula toe loop, berjalan sejenak, double lutzes, kemudian melakukan spin mengitari lintasan es yang membeku dan membentuk angka 3 dan kemudian berputar. Ini merupakan langkah yang sulit, namun aku suka melakukan gerakan ini. Aku melirik juri di samping arena, terhalang oleh pagar yang membungkus rapi lintasan bundar ini. Lagi

[OneShot] Don’t Lie

17 Komentar

Casts:

– Kwon Ji Yong

– Lee Chaerin

– Lee Park Bom

– Choi Seung Hyun

Ji Yong duduk di halaman belakang YG Entertainment. Dia sedang menunggu Seung Hyun. Sebuah IPod sedang memainkan lagu ‘heartbreaker’ untuknya. Wajahnya terlihat tak sabar juga lelah. Tak lama kemudian Seung Hyun datang bersama pacarnya, park Bom, dan seorang yeoja berambut coklat keputihan.

“Noona~” katanya lalu memeluk Park Bom yang lama tak dilihatnya karena sibuk di Amerika.

“Hyung, rupanya kau ingat dengan yang ku inginkan,” kata Ji yong sambil melirik yeoja yang tak dikenalnya itu.

“Kami datang untuk memperlihatkannya,” Park Bom menarik pelan tangan yeoja yang tak tahu yang sebenarnya.

“Ya! Ada apa sebenarnya?” tanya yeoja itu dengan kasar.

“tentu untuk bertemu dengan G-Dragon,” kata Seung Hyun.

“Kami tinggalkan kalian, ya? Bersenang-senanglah,” Seung Hyun  dan Park Bom pun pergi.

Lagi

[After Story] Sad Harmony – My Stupid Jealousy

42 Komentar

Annyeeoongg !

Huwaaahh… ini akan menjadi posting terakhirku di kosan lama. Karena eh karena, aku mau pindah kosan. Hahahaa…
*curcol paling nggak penting sedunia*

Ya sudahlah, saya tidak mau banyak bacot. Langsung saja dibaca… 😀

Happy enjoying !

______________________________________________________

Minji POV

Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju Departemen Bedah Ortopedi (Tulang), tempat Daesung oppa sekarang praktik dokter muda. Kemudian langkahku terhenti ketika melihat Daesung berjalan ke arahnya sambil membaca kertas-kertas yang dibawanya. Aku tertawa kecil melihat oppa yang terlihat serius. Wajahnya itu lhooo… tidak cocok kalau dibuat seserius itu! Tiba-tiba terlintas pikiran usil di benakku. Aku tersenyum kecil dan licik melihat oppa.

Humm… kugoda sedikit ah…

Aku berjalan mengendap mendekati Daesung. Namun tiba-tiba langkahku terhenti. Ada seorang yeoja berjalan mendekati oppa dan berbicara denganya.

Siapa yeoja itu? Apa yang mereka bicarakan? Lagi

(One Shoot) (Skydragon Couple) Lonely Life

49 Komentar

Annyeong !

okee, ini akhir weekend ! itu artinya, setelah ini aku akan kembali kuliah, dan akan menemui kalian seminggu lagi. Hohoo…

FF dibawah ini adalah one shoot, yang aku tulis karena kegejean melanda diriku hari ini. -___-‘’
jadi kalo semisal jelek, mianhae yaa…

Udah ah, langsung aja yaaa… ! enjoy reading!!

__________________________________________________________

Aku tidak pernah bisa percaya pada orang lain. Tidak akan pernah bisa lagi.

Manusia itu makhluk yang tidak akan pernah bisa menyenangkan. Mereka selalu bermulut manis di depanku, tapi di belakangku?! Haha… mereka selalu menusuk dari belakang. Mereka melakukannya tanpa rasa bersalah. Seolah apa yang mereka lakukan, adalah suatu kebenaran.

Aku selalu berusaha menghindari kontak dengan mereka. Mencoba hidup dalam duniaku sendiri. Lebih baik begitu, daripada aku harus disakiti, lagi dan lagi.

Kampus, rumah, semua tidak ada yang bersahabat. Semuanya selalu menusukku dari belakang. Yeah, harusnya aku sudah terbiasa dengan perlakuan mereka. Namun entah kenapa, rasanya masih tetap sakit ketika aku mengetahui mereka membicarakanku, menjelekkanku, menusukku di belakangku. Lagi

Sad Harmony (Part.6 – End)

52 Komentar

Annyeoong !

Hola holaa.. akhirnya kita selesai di penghujung cerita. Ehem, perasaan saya.. lega sekali, sudah menyelesaikan cerita ini. 😀

Mian yaa, lama sekali aku nge-post. Well, semester ini kuliahnya cukup melelahkan, ditambah menjadi ‘petinggi’ di beberapa kepanitiaan kampus membuatku tidak punya waktu untuk bersenang2. Hiks.
fyi, bobotku sampe turun 5 kiloan. Ga tau harus seneng apa sedih deh. -___-‘’
*mian curcol. Hhe.. :D*

Oh ya, karena ini part terakhir. Jadii, di akhir cerita akan ada kuis, untuk menentukan FF selanjutnya yang aku bikin. Hum… penasaran?
baca sampe akhir yaa..

Check this out! happy reading !

_________________________________________________________________

Minji POV

“Mati!”

Degg! Spontan aku menghentikan permainan pianoku dan berbalik ke belakang. “Apa maksudmu?!”

“Pianomu terdengar mati, kaku, dan sedih. Ingat, Mozart Sonata di D Mayor ditulis dalam bentuk sonata allegro dengan tiga gerakan. SONATA ALLEGRO, Minji! AL-LE-GRO! Allegro itu cepat dan ceria. Sedangkan tempomu lebih lambat. Lagipula, Mozart menyusunnya dengan Gallant style, dengan melodi dan irama selalu bersamaan. kalau kamu yang main, dengan sedih, tanpa perasaan, lambat, iramanya kacau, jadinya aneh. Aku nggak suka.” Dokter mengatakannya dengan tak acuh, seolah kata-katanya hanyalah sekedar kata-kata biasa yang tidak menyakitkan.

“Sok tau!” Minji mencibir.

“Aku memang tau, aku kan sudah bilang, aku pernah memainkannya waktu SMA.” Daesung menjawab cuek.

“Jangan kritik Minji seperti itu, Daesung-ssi.” Youngbae saengnim menegurnya dengan tatapan tajam, kemudia dia beralih padaku. “Minji, kamu mainkan sekali lagi. Harus sungguh-sungguh ya…” Youngbae saengnim tersenyum. Lagi

Older Entries Newer Entries