Beranda

Great Confession (Part.7)

45 Komentar

(Prolog) (Part 1) (Part 2) (Part 3) (Part 4) (Part 5) (Part 6)

Annyeong !

Akhirnya UAS ku selesai dengan selamat. Nilaiku? Entahlah… semoga ikutan selamat. Ntar kalo IP ku bagus, aku share deh. Kalo jelek? Ya diseimpen sendiri aja. Malu ciiingg! ^/////^
hha… 😀

Sekarang semua sudah selesai, dan aku memasuki masa-masa liburan. Yaaa walaupun nggak libur-libur amat sih. Masih harus ngurusin OSPEK mahasiswa baru nih. Yang keterima di Universitas Brawijaya Malang, selamat bertemu denganku nanti!
muahahahaa… *tawa setan*

Karena sekarang waktu lenggangku kosong, jadi aku akan berusaha lebih sering posting FF. Jadii… bersiaplah untuk postingan2ku selanjutnya. Wkakakakak.

Sudah ahh curcolnya. Ntar ditimpuk sama yang udah kangen FF ini. Hahaha…

Happy reading ~~!

____________________________________________________________

 

Title : Great Confession (Part.7)

Cast : Dong Young Bae (Taeyang Big Bang) , Park Sandara (Sandara Park 2NE1), Gong Minji (Minzy 2NE1)

Genre : Romantic

Disclaimer :

ADIEZ-CHAN ©ALL RIGHT RESERVED

 ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! NO OTHER AUTHORS ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT CONFIRM ME!
NO PLAGIARISM!

 

 

Maybe there are no right moments, right guys, right answers. Maybe sometimes you just have to say what’s in your heart…

***

 

Normal POV

“Youngbae-ah!”

Youngbae berbalik dan menemukan Dara sedang melongok ke arahnya dari balik pintu yang setengah terbuka. Kedua sudut bibirnya kontan tertarik ke atas dan membentuk sebuah garis bulan sabit di kedua matanya. “Hey, noona…”

Tawa Dara mengembang ketika melihat senyum tipis dari lelaki yang dicintainya itu. Dengan langkah girang dia memasuki kamar rawat inap Youngbae. Kedua manik matanya memperhatikan gerak-gerik Youngbae yang mondar-mandir antara lemari dan ranjangnya. Sudah lama sekali wanita ini tidak melihatnya dengan memakai baju bebas seperti ini, membuatnya sedikit… berdebar.

Lelaki itu tidak lagi mengenakan baju rumah sakit. Tubuh bidangnya itu kini hanya berlapis kaos yang tertutup jaket bertudung dan celana jeans. Bahkan kakinya yang biasanya tak beralaskan apapun pun sekarang sudah tertutup oleh sneakers kesayangannya. Dia berulang kali berjalan menuju lemari, mengambil beberapa barangnya dan memasukkannya ke dalam tas jinjing di atas ranjangnya.

“Sudah berkemas? Tidak sabaran sekali kamu, Bae-ah… Mentang-mentang sudah diperbolehkan pulang.Kenapa tidak menungguku? Aku kan bisa membereskannya untukmu…” Dara mulai berceloteh ketika akhirnya wanita itu telah berdiri di samping Youngbae.

“Tidak usah noona. Aku bisa melakukannya sendiri. Noona duduk saja di ranjang.” Seulas senyum kembali muncul dari bibir Youngbae seraya tangannya mengusap pelan helaian rambut lurus Dara. Lagi

Iklan

[DaeMin Couple] [One Shot] Please Understand Me!

84 Komentar

Annyeeooongg!!

aku share FF dulu sebelum aku menghadapi minggu yang menyebalkan. o yeah, menyebalkan. ketika anak-anak lain libur seminggu, aku malah masuk tanpa libur.
iyee, walau ujian SNMPTN menghadang, cuti bersama menggoda, kampusku tetap kuliah. great. -____-”

ah iya, ini adalah DaeMin couple, dan terlepas dari kisah sekuel YG Fam FF yang sedang proses. kenapa aku membuatnya?
yaaa… karena aku pengen aja. hha..

e iya, nanti di tengah akan ada denah kamar Daesung. lho? buat apa? ntar juga tau…
hha… 😀

enjoy reading all ~!!

_____________________________________________

Tittle : Please Understand Me

Genre : Romance, Sad, Comedy (?)

Cast : Daesung Bigbang, Minzy 2ne1, TOP Bigbang (numpang lewat) 🙂

Normal POV

“Daesung? Wajahmu terlihat pucat. Kamu sakit?” Seunghyun setengah berlari menghampiri Daesung yang berjalan sempoyongan di koridor rumah sakit. Raut wajahnya terlihat sangat khawatir terhadap keadaan juniornya itu.

Daesung memang tidak terlihat baik-baik saja. Wajahnya pucat dan gurat kelelahan memenuhi pelipis dan matanya. “Aniyo, hyungnim. Hanya sedikit pusing.”

“Minta izinlah pada professor dan pulanglah…”

“Aku sudah akan pulang, hyungnim. Tapi aku ada janji dengan Minji. Sebaiknya aku cepat-cepat ke sana atau yeoja itu akan marah padaku.” Dia tersenyum tenang. Seolah keadaannya kini bukan masalah yang besar. Lagi

Great Confession (Part.2)

39 Komentar

(Prolog) (Part 1)

Annyeeooongg !!

Huwaahh… akhirnya saya kembali lagi dengan Great Confession. Hha.. 😀

Dan seperti biasa, kuliahku itu semakin seperti monster. Hari ini praktek, besok ujian. Dan selalu seperti itu. -___-‘’
jadii… aku baru bikin ketika weekend dimulai. Dan setelah diobrak abrik sama salah satu readers, Diyan Yuska. Hha…

Mian yaa lamaa.. 😀

Yapp, daripada berlama-lama dengan authornya yang nggak penting, langsung aja baca FF nya yang penting abiss ! *apaan sih?*
hha..

happy reading !

______________________________________________

Aku tak bisa mengalihkan pandangan mataku darinya. Tidak sedikit pun. Walau di orchestra ini aku adalah pemain biola kedua, dengan tempat paling tidak strategis sedunia untuk melihatnya memainkan tongkat konduktornya naik turun dengan lihai. Aku tidak bisa leluasa menelisik wajah maupun tubuhnya, terhalang oleh pemain-pemain biola yang lain yang berada di depanku.

***

Sandara POV

Beethoven’s Symphony No. 7 in A major.

Karya yang berirama seperti mars, penuh semangat dan keceriaan nada yang naik turun dengan cepat. Dimulai dengan vivace, tempo yang sangat cepat seolah menari, kemudian menjadi allegretto yang paling lambat, lalu dengan cepat berubah menjadi presto yang bahkan lebih cepat dari vivace dan berakhir di allegro yang lambat,walau masih lebih cepat dibandingkan allegretto. Lagi