Annyeeooongg!!!!

Akhirnya si Incubus ini selese jugaa. Setelah sempet stuck buat bikinnya, dan dibantuin galau sama anak-anak JiLo. Akhirnya fanfiction ini rampung! Yeeyy!!
Gomawoyo, JiLo… 🙂

Bagi readers yang baru jadi mahasiswa, selamat menjalani OSPEK. Yang kuliah di Brawijaya, selamat bertemu saya di PK2MU. Hehe… 🙂

Udah ah. Ntar ditimpuk sama yang request FF. oww oww… 🙂

Happy reading and galau-ing~~!! 😀

___________________________________________________

Title : Incubus From Orion (Part.2-end)

Cast :

  • Park Min Rin (OC)
  • Megrez (Hyuna 4Minute)
  • Lee Kiseop as Orion
  • Shin Soo Hyun as Arcturus
  •  Eli as Spica
  • Yae Hoon Min (Hoon) as Phoenix
  • Kim Jae Sup (AJ) as Callisto
  • Kevin Woo as Sirius
  • Shin Dongho as Eris

Genre : Romantic, Semi-Fantasy

Disclaimer :

ADIEZ-CHAN ©ALL RIGHT RESERVED

 ALL PARTS OF THIS STORY IS MINE ! NO OTHER AUTHORS ! PLEASE DON’T COPY AND RE-POSTING WITHOUT CONFIRM ME!
NO PLAGIARISM!

 

Apakah pernah dia memikirkan bahwa orang yang dia tinggalkan itu akan menggapai-gapai ilusinya sendiri?

***

 

Min Rin POV

BRAAKK!!!

“Mana Orion?!” aku menggebrak meja di ruangan klub dengan sepenuh emosiku dan berteriak para semua orang di ruangan itu. Mataku menatap mereka liar, menuntut penjelasan yang tepat untuk hilangnya sosok yang menjadikanku Polaris.

Mereka terdiam. Tak ada satupun dari mereka dapat menjawab pertanyaanku. Atau mungkin, mereka memang semua mendadak tuli dan bisu.

Aku tak mau tahu.

“HEII! Please answer my question!” suaraku meningkat beberapa oktaf, semakin menunjukkan emosiku yang sudah tak terbendung. Nafas dan detak jantungku memburu bak pacuan kuda, bola mataku mengedar ke seluruh anggota klub, dan berharap ada satu dari mereka yang bisa berbicara padaku sekarang, tapi tetap tak ada jawaban. Akhirnya pandanganku terhenti pada Arcturus, dan berbicara memelas padanya, “Arcturus oppa, please?”

Arcturus membalasku dengan tatapan bersalah, sama seperti tatapan yang lain. “Jeongmal mianhae, Rin-ah… aku tak tahu. Kita semua di sini tidak ada yang tahu. Dia menghilang begitu saja…”

Rasanya emosiku benar-benar memuncak tanpa tahu aku harus meluapkannya dengan cara apa. Semuanya sama. Sama tak tahunya denganku.

“Kalian ini kan temannya?! Bagaimana mungkin…—“

“Mianhae, Rin noona. Tapi kami benar-benar tak tahu…” Eris mencicit, mencoba menguatkan pernyataan Arcturus.

“Haiiisshh!!! Kalian ini teman macam apa?!!” aku benar-benar gusar kali ini. Akhirnya kakiku berbalik meninggalkan mereka dengan segenap emosi yang masih menumpuk dalam diriku dan berlari menuju ruang akademik. Aku harus tahu dimana Orion. Kalau memang dia tidak ada di sini, aku harus mencarinya ke rumahnya. Dimanapun dia.

“Rin-ah!!” mereka semua memanggilku, berharap aku berhenti berlari. Namun tidak. Aku tidak akan berhenti. Tidak sampai aku mendapat kepastian akan keberadaan lelaki itu. Melihatku yang terus berlari, aku bisa mendengar langkah kaki mereka yang mengejarku dengan tergesa.

Orion menghilang. Itu yang aku tahu. Tidak ada seorang pun yang tahu kemana dia pergi, tidak juga anak-anak di klub astronomi. Sudah berapa hari dia menghilang? Satu minggu. Katakan saja aku berlebihan mengkhawatirkannya. Tapi Orion tidak akan sanggup pergi jauh dari teleskopnya yang dia tinggalkan di klub. Sebenarnya ke mana dia?!!

“Jika aku pergi… apakah kamu bisa mengantarku dengan senyuman?” Lagi

Iklan