Beranda

[Free Writer] Unforgettable Day

14 Komentar

Title       : [Hyuna Story] Unforgettable Day

Author   : Seichiko a.k.a Dhitia

Length   : Oneshot

Genre     : Romance, Fluff

Cast       :

Jang Wooyoung

Kim Kibum

Shin Hyuna

Other cast

 

 

Ada tiga hari yang paling penting didalam hidup seorang wanita.

Pertama, saat ia memakai gaun pengantin cantik dipernikahannya.

Kedua, saat ia menjadi seorang ibu.

Dan yang ketiga, saat ia sedang jatuh cinta.

*****

Seoul Institute of the Arts, 04.30 PM

 

Aku kesal! Benar-benar kesal. Sepertinya tidak ada hari yang lebih buruk selain hari ini.

Berawal sejak tadi pagi. Namja yang bernama Jang Wooyoung itu lama sekali menjemputku, hasilnya aku datang terlambat dan dihukum untuk melaksanakan presentasi diurutan pertama, padahal urutan presentasiku itu ketiga. Lalu saat memulai presentasi, aku menyalakan laptopku dan taraaaaa! Laptopku rusak, tidak dapat menyala! Dan itu menyebabkanku diusir keluar kelas oleh Mrs. Nari.

Kedua, karena telah diusir maka aku berinisiatif untuk pergi ke Cafétaria yang ada dikampus. Aku duduk disana seorang diri, dengan secangkir susu cokelat hangat yang aku pesan. Baru saja aku membaca komik yang kemarin kubeli dengan mulut yang siap menelan susu cokelat, namun tiba-tiba ada satu tangan yang menjitak kepalaku kencang. Aku menoleh dengan kesal pada pengacau itu, dan mendapati sebuah wajah yang terlihat takut. Tenyata dia salah mengenali orang. Yaa! Bisa tidak kalau menjitak itu lihat-lihat dulu? Kepalaku sakit! Lagi

Iklan

[FREEWRITER] Thirty Days Forever (Part 1)

5 Komentar

THIRTY DAYS FOREVER

Author : Eghy Geumjandi

Genre : Melancholy

Rate : General

Length : Continue

CAST :

  1. 1.      Aerish (silakan pikirkan tokoh perempuan yang menurut kamu menarik dan cocok di cerita ini.)
  2. 2.      Kim Kibum
  3. 3.      Lee Donghae Lagi

[FREE WRITER] If I Was A Demon (Part 2)

1 Komentar

Author: Lee Hyungseo
Title: If I was A Demon…
Length: Chapter 2 of 7 (abt 1722 words)
Genre: Action, Angst, Drama, Romance
Summary: Misi penyelamatan Kibum? Tapi bukan. Donghae dan Kyuhyun sama sekali tak pernah berpikir untuk menyelamatkan atau mengambil kembali Kibum jika ia sudah terlebih dahulu membocorkan informasi tentang kelompok teroris mereka.
Author’s Notes: Fic ini udah pernah di-publish di Faebook dan di Fanfiction.net  (http://www.fanfiction.net/u/2862160/Lee_Hyungseo)

PEMUDA bertubuh tegap itu masih menatap Donghae dengan tatapan yang sama, sekalipun ponselnya terus berdering. Donghae sendiri tak mengerjap sedikitpun. Perasaannya berkecamuk. Mungkinkah orang itu mengetahui identitas seorang Lee Donghae yang sebenarnya? Jika ya, Donghae tidak akan punya pilihan lain selain membunuhnya. Tapi, membunuh seseorang di tempat seperti ini? Itu hanya akan menambah masalah. Lagipula, masih teringat jelas dalam benak Donghae saat Choi Siwon menembakinya di atap bandara Incheon.
Selain itu… Minri. Apapun yang terjadi Donghae tidak akan membiarkan Minri mengetahui identitasnya yang sebenarnya—seorang pimpinan kelompok teroris—yang jelas-jelas akan membahayakan Minri juga. Lagi

[TOP 10 FFL CONTEST] Friend Is Love

37 Komentar

Title : Friend Is Love
Author : amartinaa
Length : Oneshot
Genre : Romance
Cast :
Choi Minho ~ Cho Yudi ~ Cho Kyuhyun
Park Jungsoo, Choi Siwon, Han Geng, Kim Kibum, Lee Donghae

Sekolah pulang lebih awal hari ini, memberi kebahagiaan besar bagi hampir semua murid SMA Hakwon. Hanya satu murid yang tidak merasakan euforia yang sama. Cho Yudi. Karena jika sekolah usai lebih awal, dia hanya akan mendapati pemandangan yang sama: pertengkaran kedua orangtuanya. Selalu begitu. Setiap hari. Jadi yang Yudi lakukan sekarang adalah melamun di sebuah bangku panjang di utara jauh gedung sekolahnya. Hanya melamun dan sendirian.

“Meratapi nasib?” tanya seseorang yang berdiri didepan Yudi sambil menyodorkan sekaleng sari buah yang dingin. Yudi mendongak dan tersenyum sambil menerima minuman itu tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan temannya.

“Aku tidak punya teman,” sahutnya ringan, sama sekali tidak berhubungan dengan pertanyaan temannya.

“Atau tidak ingin punya,” timpal murid laki-laki itu.

“Bukannya tidak ingin. Hanya saja aku lelah jika harus bercerita tentang hidupku yang malang kepada temanku sekedar untuk meminta pengertian dan penerimaan mereka akan diriku. Belum lagi saat mereka juga harus mengalami hal buruk karenaku.”

“Kau masih menganggap dirimu pembawa sial?”

“Tidak. Aku tidak pernah menganggap diriku pembawa sial. Aku hanya tidak ingin menyeret orang lain ke dalam masalahku. Aku tidak ingin minta maaf untuk sesuatu yang tak kuinginkan untuk terjadi.”

“Kau tidak pernah minta maaf padaku.”

“Kau sendiri yang menyeret dirimu dalam masalahku.”

Kemudian mereka tertawa. Menertawakan sesuatu yang tidak lucu. Karena terkadang beban kita akan sedikit terangkat ketika kita berani menertawakan diri sendiri.

“Baiklah. Aku akan meninggalkan dirimu sendirian agar tidak terlalu menyeret diriku sendiri. Jika kau butuh seseorang, carilah aku,” ujar murid laki-laki itu sambil menepuk pelan bahu Yudi sebelum beranjak pergi.

“Minho-ya!” Murid itu menoleh. “Terimakasih,” ucap Yudi seraya mengangkat kalengnya yang hampir habis. Minho tersenyum dan melanjutkan langkahnya. ***

Malam makin merayap dan jam di tangannya menunjuk angka 9.35 saat kakinya hampir sampai di rumahnya. Yudi memperlambat langkah. Andaikan aku tak harus pulang.

“Wanita rendah bodoh! Apa kau tidak bisa mengurus rumah? Apa aku harus selalu memarahimu untuk membuatmu mengerti tentang tugasmu? Pergi dari rumahku!” Lagi

Newer Entries