Beranda

[Free Writer] Still

4 Komentar

Still…..

Author: Thirteencatyas

Cast:

–          Shim Hyunseong, Lee Jeongmin and Kim Donghyun from Boyfriend

–          Jung Hageum

Length: Oneshoot

Rate: SU

Genre: Sad

Kalau aku lihat dia….. rasanya hanya bisa tersenyum pahit. Seringkali aku teringat saat-saat kami bersama tertawa bercanda….. masih terasa sentuhan sentuhan lembutnya, bisikan-bisikan suaranya yang menggetarkan gendang telingaku…. Semuanya begitu indah. Begitu yang selalu Donghyun sunbae bilang beberapa bulan yang lalu, ketika hubungan dengan yeoja chingu nya berakhir…

Punya kekasih tidak selamanya menyenangkan, terkadang kalian harus berpisah untuk kebaikan di kedua pihak. Tapi itu bukan akhir dari dunia kan? Kalian masih bisa berteman. Jeongmin mengatakan hal itu sesudahnya dengan senyum khas yang menenangkan hati…. Dia memang chingu pembuat suasana diantara kami bertiga. Entah kenapa aku tiba-tiba teringat akan perkataan itu….

Ah….. mungkin karena perkataan Hyunseong tadi pagi, perkataan yang membuatku tertegun…

Mianhae…… kita sudahi saja ya sampai disini?

  Lagi

Iklan

[Free Writer] The Story Only I didn’t Know (Piano)

12 Komentar

Title :      The Story Only I didn’t Know (Piano)

Author :  Meulu Primananda (LaaaadyDJ)

Lenght:  OneShoot (6.455 words)
Genre:   Mystery, Friendship,Angst, Little bit Romance, AU.
Cast :      Han Jaesun/Jung Gina – Oc’s or YOU

Lee Jeongmin – BoyFriend

Gong Chanshik – B1A4

Jotwins & Donghyun – BoyFriend (Cameo)

Other cast just Cameo

Ps :    AU! Aku tau kalo Donghyun lebih cinta ke Piano, tapi feel aku lebih dapet ke Jeongmin, mian. Warning : Perusakan karakter (Maybe?)

Summary  : When this mind going crazy by YOU!

Aku berjalan di sekitar koridor sekolah. Malam ini aku telat pulang karena ada yang harus aku selesaikan terlebih dahulu di kelas seni rupa. Langkah kakiku terhenti ketika mendengar lantunan musik piano klasik dari arah kelas musik. Gabungan nada yang terdengar sangat indah, namun  aku merasakan ada kesedihan yang dalam diantaranya. Kuberanikan diriku mendekat ke pintu kelas musik. Lampu ruangan itu menyala, aku membuka pintu kelas perlahan dan mengintip kedalam. Kulihat seorang gadis yang memakai seragam sekolahku sedang terduduk di depan sebuah piano klasik yang ada di situ. Seketika ia berhenti bermain dan menoleh ke arahku dengan tatapannya yang kosong. Dug, jantungku dan pikiranku berhenti bekerja beberapa detik setelah melihat wajah gadis itu. Manis. Sedetik kemudian aku tersadar dan dengan cepat menutup kembali pintu kelas kemudian berlari turun secepat mungkin. Detak jantungku memburu, tapi bukan karena takut. Entah kenapa aku sama sekali tidak merasa takut dengan apa yang baru saja terjadi. Yang kurasakan lain. Sesuatu yang membuat jantungku berdetak lebih cepat itu berbeda.

Aku sampai di halaman sekolah, dadaku sedikit sesak dan nafasku masih memburu. Aku berhenti sebentar dan mengatur nafasku agar kembali normal. Kudongakkan kepalaku untuk melihat ke lantai 3,tempat ruangan seni dan musik. Gelap, semua lampu kelas mati. Aku menggelengkan kepalaku cepat mencoba meyakinkan diri bahwa tadi aku hanya berhalusinasi. Setelah nafasku teratur, aku melangkahkan kakiku meninggalkan sekolah dan pulang ke rumahku.

*** Lagi