Beranda

[Free Writer] The Hooded One (Part 2)

1 Komentar

Title: The Hooded One: Genii Cucullati [Second Action]

Author: SWORDMASTER

Cast[s]:

Euclair Slønberrn

Lee Sungmin as Alastir

Cho Kyuhyun as Marcus Slønberrn

Bang Cheolyong as Mir

Park Sanghyun/Thunder as Sigurð

Hel

Kyan Yutaka [Golden Bomber] as Rude

Ollathair

Genre: supernatural, drama

Length: continue, _________________words

Rating: 15+

Disclaimer: plot 100% punya daku, DILARANG KERAS menjiplak baik sebagian atau keseluruhan. Tolong hargai kerja keras penulis dan penggagas yang membuat dengan memakan banyak energi! [Dan jangan salahpahamkan fiksi ini dengan karangan Michael Scott, fiksi ini samasekali berbeda dan TIDAK sedikitpun bermaksud untuk meniru]

PLEASE READ, COMMENT, AND LIKE

NO BASHING AND NO PLAGIARISM!

 

 

SECOND ACTION

SEBELAH alis Euclair naik mendengar penjelasan Alastir. Sedikit sekali dari keseluruhan kalimat itu yang ia mengerti, sisanya tidak sekatapun.

“Dimana itu? Bagaimana kita kesana?”

Genii Cucullati yang berambut putih pucat menggeleng tanda lelah. Hampir setiap perkataannya mendapat gangguan di tengah sebelum sempat terselesaikan, dan ia tak senang diinterupsi sesering ini. Seumur hidup baru sekarang ada orang yang cukup bernyali untuk membuatnya kesal.

“Dimensi Abu-abu. Ollathair bisa mengantar kita kesana.”

“Siapa Ollathair?”

“Clair, dengarkan aku. Jika kau ingin tahu maka cobalah untuk tidak menyela.” Lagi

Iklan

[Free Writer] Absolute Music and Art (Part 20 – End)

11 Komentar

Absolute Music and Art –Last Creation

 

Hwang Dain story….

 

Entah kenapa… kalau menyangkut kau dan Lee Joon…. Kepalaku selalu panas..

 

“Dain-sshi, apa kau bisa mendengarku?” tanya Nana tiba-tiba, membuatku sedikit terkejut karena aku sedang melamunkan perkataan Seungho oppa saat kami dalam perjalanan tadi.

“Mianhae, mungkin hari ini begitu melelahkan bagiku.” Jawabku sambil memencet ujung mataku, “Well, jadi tadi kau menyimpulkan bahwa Hyori-lah pelaku pelecehan terhadap aku dan Hyoni?”

Nana mengangguk, “Nee…. Dan pukul 7 tadi, aku mendengar berita bahwa Shinmi sekarang sudah menjadi yeoja chingu Cheondung oppa. Kemungkinan korban berikutnya adalah dia.”

“Ya tuhan, kenapa masalah kecil bisa jadi rumit sih?” keluhku sambil merebahkan kepala di sofa, “Waktu itu kita tidak salah kan kalau mereka berdua putus? memang kenyataannya dia pergi dengan namja lain kan? Bahkan Cheondung oppa belum dengar apa yang Hyoni dengar. Kalau sudah…. Dia bisa marah sekali.”

“Nee….. di dengar dari chingu jurusan seni tari yang kubayar menjadi mata-mata, kemungkinan Shinmi diserang hari ini. Karena geng itu sudah tahu berita kencan mereka.” Jelas Nana, “Jadi… kita harus kerahkan seluruh keberanian untuk melawan mereka. Apa…. Kita harus panggil polisi?”

Aku berpikir sebentar, “Rasanya terlalu berbahaya untuk melibatkan polisi. Bisa menyangkut nama kampus kita.” Jawabku, “Baiklah, kita one by one saja dengannya. Oppa-oppa yang lain mau membantu tidak?”

“Cheolyong oppa pasti membantu dong.” Jawab Nana bangga, “Byunghee oppa juga mau membantu. Oh iya, Joon oppa juga.”

Aku tertegun mendengar perkataan Nana. Joon sunbae? Joon sunbae? Ah….. lagi-lagi kenanganku bersamanya terputar kembali. Saat ia pertama kali menyatakan perasaannya, saat kami mulai jadi teman baik dan saat kami melakukan sentuhan fisik; berpelukan dan menggenggam tangan masing-masing untuk pertama kalinya, dan…… saat ia memojokkanku dan berkata…

Lagi

[Free Writer] Absolute Music and Art (Part 19)

12 Komentar

Absolute Music and Art –Sketch. 9

 

Park Nana story…

 

“Nana…. Kaja, kita harus pergi ke suatu tempat.” Pagi-pagi sekali Cheolyong oppa datang ke rumahku dan langsung menarik tanganku menuju motornya.

“Jakkaman, aku ijin dulu sama ummaku.” Aku melepaskan tanganku sejenak dari genggamannya, “Memangnya ada apa sih?”

Cheolyong oppa diam saja dan melepaskan tanganku, “Yasudah ijin saja dulu, nanti kita bicarakan semua saat sampai di lokasi saja.”

 

…..

 

Cheolyong oppa mengajakku ke sebuah rumah yang agak besar dan saat kuketuk pintu, terlihat Byunghee oppa di depan rumahnya.

“Oh…. Ini rumahmu oppa?” tanyaku sambil masuk ke dalam rumah bersama Cheolyong oppa. Tapi Byunghee oppa hanya tersenyum tipis dan mengajak kami masuk.

“Hyoni ingin bicara denganmu Nana.” Jawabny pelan, “Tapi… jangan terlalu kaget dengan apa yang terjadi dengannya. Simpan saja semuanya di dalam hatimu.”

Aku semakin tak mengerti apa yang diucapkan Byunghee oppa, tapi begitu pintu kamar dibuka….. kini aku tahu apa yang ia maksud.

“Hyoni-sshi…. gwenchana??” aku menghambur ke samping tempat tidurnya dengan jantung yang berdebar debar. Apa yang terjadi dengannya? Kemana rambut panjangnya yang indah? Kenapa tubuhnya penuh luka?

“Jangan khawatirkan aku, Nana-sshi.” ucap Hyoni dengan wajah yang sedih, “Fisikku tidak apa-apa…. Tapi batinku rasanya tersiksa sekali. Mereka menyiksa mentalku.” Lagi

[Free Writer] Absolute Music and Art (Part 18)

9 Komentar

Absolute Music and Art –Sketch. 8

Hwang Dain story….

 

Ottokke?? Joon sunbae semakin membuatku terpojok dan ia semakin mendekatkan wajahnya~~

Ia memegang kedua pergelangan tanganku dan membuatku tak bisa bergerak~~

Hahhhhhhh, kupejamkan mataku saja. menunggu keajaiban mengakhiri kejadian yang sangat mendebarkan ini…..

 

…..

 

Drrrrrrrrrrrrttttt ddddddddrrrrrrrrrrrrrrttttt………………

Gerakan Joon sunbae terhenti begitu mendengar getaran HPku yang merambat dari pergelangan tanganku. Aku kini akhirnya bisa membuka mataku setelah Joon sunbae melepas tanganku.

“Emmm…… yeoboseo?” ucapku sambil mengangkat telepon.

“Dain-sshi… ini aku,” ucap Nana di seberang telepon, “Bisa kau segera pulang kerumah ku? Seungho sunbae mau kemari menjengukmu. Kalau kau tidak ada disini kan…. Bisa gawat.”

“Nee aelgeseo.” Jawabku sambil menutup pembicaran, “Sunbaenim…. Bisakah aku pulang sekarang?”

Aku mencoba tetap tenang meskipun Joon sunbae tadi hampir saja membuat jantungku copot dengan hembusan nafasnya, dan hampir membuatku marah karena nyaris merebut ciuman pertamaku. Nana-sshi, kau benar-benar penyelamatku~~

“Sudah waktunya kah?” jawab Joon sunbae dengan muka agak suram, “Ini pertemuan kita setelah sekian lama Dain-sshi…. apa kamu tidak…… tidak….. mer….. merindukanku?”

Wajah Joon sunbae merah padam setelah mengucapkan itu, dan lagi lagi jantungku berdebar keras. tapi kucoba untuk menenangkan diri, “Mianhae…. Sebenarnya aku merindukanmu. Tapi…. Waktu tidak mengijinkan kita berlama-lama.”

Aku menarik tangannya dan mengajaknya ke garasi untuk mengantarku pulang setelah pamit kepada omonim, ia sepertinya tidak rela mengantarku pulang ke rumah Nana. Terlihat jelas di wajahnya.

“Sunbaenim…..” ucapku pelan, “Kalau tidak mau mengantarku pulang… tidak apa-apa deh, aku bisa pulang sendi….” Lagi

[Free Writer] Absolute Music and Art (Part 17)

9 Komentar

 

Author : Ayuningtyas

Length : Continue

Genre : Romance

 Cast :  MBLAQ member, Hwang Dain

Absolute Music and Art –Sketch.7

 

Hwang Dain story….

“Selamat pagi.”

Aku memandang namja yang ada di depanku, Seungho oppa. Mulai hari ini ia yang akan menjemput dan mengantarku pulang, ia sendiri yang memutuskan. Sejak kejadian pelecehan itu, ia tidak membiarkanku bicara dengan Joon sunbae secara langsung, sama sekali. Ia dengan nekad meminta ijin appa untuk mengantar dan menjemputku setiap hari, membuat kegiatanku jadi tidak bebas sama sekali.

“Nee selamat pagi.” Jawabku sambil berjalan menuju mobilnya. Ia membukakan pintu untukku dan kami segera pergi ke kampus.

“Sepertinya kamu masih mengantuk,” ucap Seungho oppa. “Apa aku harus mengijinkanmu pada dosen di jam pertama supaya kamu bisa tidur sebentar?”

Tuh, dia bahkan rela melakukan hal seperti itu. “Aniiyo oppa, aku baik-baik saja. Mungkin karena sudah beberapa hari tidak kuliah jadinya terbiasa bangun siang.”

“Ohh… kureyo..” jawab Seungho oppa. “Sejak aku lulus, aku juga sering bangun siang. untung saja aku mendapatkan pekerjaan baru, jadi aku bisa bangun pagi lagi. Hehehehe.”

Aku tersenyum tipis sambil memperhatikan jalan. Jujur saja, aku masih pesimis untuk berangkat kuliah hari ini. Tapi Nana, Hyoni, Shinmi dan Byunghee oppa meyakinkanku berkali-kali dan membujukku untuk segera kuliah, mereka takut aku tertinggal materi semester kali ini dan harus mengulang.

“Dain-sshi…” panggil Seungho, “Kantung matamu seperti punyaku, terbukti kalau kau kurang tidur. Apa kau bergadang?”

Aku menggeleng, “Mollaeyo…. Aku merasa jam tidurku sama seperti biasa, tidak ada yang berubah.”

“Dengar, mungkin aku tidak punya hak untuk menasehatimu karena aku bukan siapa-siapamu.” Ucap Seungho oppa dengan nada suara yang agak serius, “Tapi… jebal, jangan pernah melupakan kesehatanmu sekalipun oke? Umma dan appamu bilang sejak kamu dekat dengan…. Yah namja itu, kamu jadi lebih sering pulang malam. Angin malam kan tidak bagus untuk para yeoja.”

Astaga, kenapa di pagi hari seperti ini aku harus mendengar nasehat yang tidak menyenangkan seperti ini sih? Aku sudah 19 tahun, pastilah aku tahu apa yang harus kulakukan dan tidak~

“Nee,” jawabku singkat, “Gamsahabnida oppa, sudah mengkhawatirkanku. Aku akan berusaha menjaga kesehatan lebih optimal lagi.”

Kami akhirnya tiba di parkiran kampus, oppa memarkir mobilnya namun masih tetap masih duduk di dalam mobil, padahal ia sudah mematikan mesin mobilnya.

“Dain-sshi…. aku punya sesuatu untukmu.” Jawab Seungho oppa sambil membuka sabuk pengamannnya dan merogoh rogos kursi belakang mobilnya. Tiba-tiba ia menaruh sebuah buku seukuran buku sketsaku, berwarna jingga dengan semburat merah di pinggirannya.

“Ige mwoya? Partitur oppa?” tanyaku tanpa menyentuh buku itu.

“Buatmu.” Jawab Seungho oppa, “Ini buku sketsa barumu dari aku, tetaplah menggambar seperti biasa Dain-sshi….”

Ia membuka buku sketsa yang ada di dalam pangkuanku, dan menunjukkan sebuah pesan yang ditulis di dalamnya…

This book comes to people who have a special talent

Lagi

[Free Writer] Absolute Music and Art (Part 16)

8 Komentar

Absolute Music and Art –Sketch. 6

Author : Ayuningtyas

Length : Continue

Genre : Romance

 Cast :  MBLAQ member, Hwang Dain

Author tells…

 

Tok tok tok…. Pintu kamar Dain diketuk oleh ummanya. Waktu menunjukkan pukul 11 pagi dan Dain belum memunculkan tanda-tanda ia akan berangkat kuliah atau keluar sebentar dari kamarnya, sejak kejadian tadi malam…. Dain tidak keluar dari kamarnya sama sekali.

“Dain, ayo makan nak. Ini sudah pukul 11 siang,” bujuk ummanya sambil mengetuk pintu. Disebelahnya ada suaminya yang membawakan senampan makan siang beserta minumnya. Mereka terlihat khawatir dengan keadaan Dain. Mereka tidak menyangka hancurnya buku sketsa itu bisa membuat Dain sefrustasi ini.

“Aku tidak lapar umma, appa…. Gamsahabnida.” Jawabnya dengan suara yang benar-benar tanpa ekspresi, hanya kekosongan. Umma menghembuskan nafasnya perlahan, begitu juga dengan appa.

“yeobo… apa yang harus kita lakukan?” tanya umma khawatir, “Ia bisa sakit kalau tidak makan seharian. Kamu lihat kan dari tadi pagi dia tidak keluar kamar sama sekali?”

Sang appa mengangguk dengan penuh kegelisahan. Ia menaruh nampan berisi makanan itu di lantai, lalu mengambil HP dari kantungnya, “yeobo…. Apa Seungho sudah tahu semua ini?

Lagi

[Free Writer] Absolute Music and Art [Part 15]

7 Komentar

Absolute Music and Art –Sketch. 5

Park Nana story..

U make me cry….
Naega saraganeun iyu., Jebal nal tteonajima
Just tell me why…. Nunmureul dakkajwo malhaejwo I’m so crazy~

Gubrak!! Aku tersentak melihat Joon oppa yang mengadu dengkulnya ke lantai. Ia berhenti menari dan memegangi lututnya dengan kesakitan.
“Oppa… gwenchanaeyo?” tanyaku sambil mengecek keadaannya. Hari ini aku ditugasi untuk menjadi mentor kelompok Joon oppa, sementara Cheondung oppa dimentori oleh kelompok lain.
Lagi

Older Entries Newer Entries